
Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2017/12/foto-unternehmen-blau-fall-blau.html
Wehrmacht, Waffen SS, Heer, Luftwaffe, Kriegsmarine, Nazi, German, Germany, Army, Air Force, Navy, Armed Forces, Schutzstaffel, World War II, WW2, WWII, Adolf Hitler, Afrikakorps, Fallschirmjäger, Panzertruppen, Panzer, U-boat, Brandenburgers, Ace, Stuka, Day, Night, Pilot, Captain, General, Admiral, Officer, Jerman, NSDAP, Holocaust, Halftrack, Soldiers, Soldat, Landser, Mortar, Aircraft, Tank, PaK, Infantry, Cavalry, Artillery, Flak, Anti-Aircraft, Military, Operation
Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Scheerer pada bulan Oktober 1944,
dan memperlihatkan Oberst Gerhard Wilck (tak bertopi) yang sedang
menerima laporan dari anakbuahnya yang baru saja pulang dari patroli
militer di sekitar kota Aachen, Nordrhein-Westfalen. Di belakang Wilck
adalah salah satu dari banyak bunker yang merupakan bagian dari
Siegfriedwall, barisan benteng pertahanan di perbatasan Barat Jerman.
Sang Kolonel diserahi tanggungjawab sebagai Komandan 246. Volksgrenadier-Division sekaligus Kampfkommandant Aachen. Dia
diberi perintah tegas untuk mempertahankan kota tersebut sampai mati,
karena tak hanya Aachen adalah wilayah asli Jerman pertama yang terancam
oleh musuh, tapi juga karena kota tersebut mempunyai nilai sejarah
sebagai ibukota "Reich Pertama" yang didirikan oleh Charlemagne (747-814
Masehi), seperti yang dikatakan oleh seorang perwira Jerman, "Kini kita
tak lagi menjadi tentara penjajah Nazi, melainkan tentara Jerman yang
sedang mempertahankan tanah airnya." Pertempuran berkobar dari tanggal 2
Oktober 1944, dimana pasukan Wehrmacht dengan gigih mempertahankan
setiap jengkal pertahanan mereka sambil berupaya menimbulkan korban
sebanyak mungkin pada pihak penyerbu Sekutu. Tentara Amerika baru bisa mencapai
wilayah kota pada tanggal 13 Oktober, dan pertempuran terus berlanjut
dari satu bangunan ke bangunan yang lain, dengan masing-masingnya
dipertahankan dengan keras kepala oleh 5.000 orang tentara Jerman yang
tersisa. Pasukan penyerang dipaksa untuk secara konstan menambah
kekuatannya demi untuk menggantikan korban yang terus berjatuhan.
Tentara yang bertahan sendiri menderita korban besar, dan baru menyerah
pada tanggal 21 Oktober saat persediaan amunisi dan perbekalan sudah
hampir habis. Dengan berlinang air mata, Oberst Gerhard Wilck dan
sisa-sisa pasukannya menyerahkan diri pada pasukan Amerika dari 26th
Infantry Regiment. Ketakutan bahwa keluarganya di Jerman akan menjadi
sasaran kemarahan Hitler membuat sang Kolonel menangis tersedu-sedu saat
menandatangani surat penyerahan tanpa syarat. Pertempuran Aachen
sendiri membuat tentara Amerika kehilangan 7.000 orang prajuritnya yang
menjadi korban (dengan 2.000 orang diantaranya terbunuh), sementara
pihak Jerman kehilangan 5.000 orang ditambah jumlah yang sama yang
menjadi tawanan perang.
Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2016/06/foto-pertempuran-aachen-2-21-oktober.html
https://audiovis.nac.gov.pl/obraz/902/