Showing posts with label Aksi Darat. Show all posts
Showing posts with label Aksi Darat. Show all posts

Saturday, July 18, 2020

Panzergrenadier SS dan Tank Rusia yang Terbakar

Foto-foto ini diambil oleh SS-Kriegsberichter Hermann Grönert pada tanggal 29 Juli 1944, saat sebuah Kampfgruppe (Grup Tempur) - yang terdiri dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" dan I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf" - bertempur melawan pasukan Rusia di sekitar kota Siedlce, Polandia. Selama lima hari penuh (27-31 Juli), Kampfgruppe milik 3. SS-Panzer-Division "Totenkopf" tersebut mempertahankan Siedlce, kota yang dijuluki sebagai "Eckpfeiler" (batu landasan) oleh Panglima Heeresgruppe Mitte, dari berkali-kali serangan Korps Tank ke-11 Soviet. Aksi heroik mereka memampukan sebagian besar 2. Armee (termasuk Divisi Wiking) untuk dapat mundur ke garis pertahanan baru dan bersiap-siap di posisi mereka dalam menghadapi Pertempuran Praga yang akan mulai berkobar pada tanggal 1 Agustus 1944.


Sebuah regu dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" memperhatikan dengan terkagum-kagum sebuah tank berat JS-II (Josef Stalin II) milik Resimen Tank Jaga Terpisah Soviet ke-50 yang baru saja dihancurkan oleh Panther-Panther pimpinan SS-Sturmbannführer Erwin Meierdress di barat-laut Siedlce (Polandia) pada pukul 13:40 tanggal 29 Juli 1944. Tank berat Soviet satu ini baru saja diterjunkan untuk pertama kalinya dalam peperangan pada awal tahun 1944, dan pada awalnya hanya dijatahkan untuk unit-unit tank berat seperti Resimen Tank Jaga Terpisah ke-50. Model awal JS-II mempunyai berat 51 ton, mempunyai awak empat orang, dan dilengkapi dengan meriam kaliber 122mm. Setiap resimen tank berat Soviet berkekuatan 21 buah tank jenis ini, yang dibagi kedalam empat kompi (lima tank masing-masing), sementara satu lagi jatah tersisa adalah khusus untuk komandan batalyon. Kemunculannya membawa masalah besar pada pasukan Jerman yang sebelumnya sudah kewalahan dalam menghadapi serbuan massal tank-tank dari jenis T-34.


 Setelah puas melihat-lihat raksasa yang terluka tersebut, para prajurit dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" berlari menuju ke arah kamera untuk bersiap-siap menyerang sasaran selanjutnya. Di latar belakang kita bisa melihat sebuah tank T-34/85 dari Brigade Tank ke-20 Soviet yang terbakar setelah dihantam oleh peluru penembus baja dari satuan Panther pimpinan SS-Sturmbannführer Erwin Meierdress (I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf"). Di sebelah kiri, petugas senapan mesin regu tersebut melihat dengan tenang ke arah sang fotografer, SS-Kriegsberichter Hermann Grönert, sambil merebahkan senjata andalannya (MG-34). Rasa lelah dan frustasi pastilah dirasakan oleh prajurit-prajurit Jerman ini, karena selama lima hari penuh (27-31 Juli 1944) mereka harus menghadapi serangan terus-menerus dari Korps Tank ke-11 Soviet di tengah panas yang menyengat. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 29 Juli 1944 di barat-laut Siedlce, Polandia.


Lanjutan dari dua foto sebelumnya: Kini kita bisa melihat bahwa bintara pimpinan regu dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" tersebut sedang memberikan perintah pada anakbuahnya untuk segera bergerak, termasuk pada petugas senapan mesin yang membawa MG-34 di sebelah kiri. Sang Gruppenführer (Komandan Regu) sendiri membekali diri dengan senapan mesin ringan MP-40. Uniknya, sebagian besar orang-orang yang berada dalam foto ini mengenakan syal putih di leher tapi tanpa tambahan jaket kamuflase yang biasanya menutupi badan. Di sebelah kiri kita bisa melihat tank T-34/85 lainnya yang terbakar hebat setelah dihantam oleh peluru penembus baja dari satuan Panther pimpinan SS-Sturmbannführer Erwin Meierdress (I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf").


Sumber :
Buku "From the Realm of a Dying Sun. Volume 1: IV. SS-Panzerkorps and the Battles for Warsaw, July–November 1944" karya Douglas E. Nash, Sr.

Thursday, June 25, 2020

Barkmann's Corner

  Pada tanggal 27 Juli 1944, SS-Unterscharführer Ernst Barkmann baru saja kembali dengan Panther-nya dari front. Dalam perjalanan dia dihentikan oleh barisan prajurit infanteri SS yang sedang bergerak mundur. Mereka melaporkan bahwa unit lapis baja Amerika sedang mendekat. Barkmann memutuskan untuk mengirimkan dua orang awaknya untuk memverifikasi kebenaran laporan tersebut. Tak lama kemudian mereka kembali dengan berita bahwa 15 tank Sherman ditambah dengan beberapa kendaraan perang lainnya sedang mendekat. Barkmann memutuskan untuk menghadapi mereka tanpa menunggu perintah terlebih dahulu meskipun tak ada Panther lain yang menemaninya. Dia menggerakkan panzernya ke sudut jalan di dekat Le Lorey (Normandia) yang dilindungi oleh kerimbunan pohon ek sambil menunggu kedatangan musuh. Ketika rombongan tank Amerika akhirnya datang, Panther Barkmann mulai menembak dan menghancurkan dua tank terdepan serta sebuah truk tangki BBM di belakangnya. Dua Shermann berusaha memutari rongsokan kendaraan perang yang terbakar yang menghalangi jalan. Meriam Barkmann menyalak kembali. Satu buah tank Shermann meledak, diikuti oleh satunya lagi. Sisa kendaraan perang lainnya buru-buru mundur dari neraka tersebut sambil memanggil bantuan udara sehingga Panther Barkmann mengalami kerusakan dan beberapa awaknya terluka. Dengan menggunakan unsur dadakan serta memanfaatkan kebisingan suara pesawat, dua tank Sherman berusaha menyelinap dan menyerang Panther yang "terluka tersebut". tapi kemudian malah mereka yang berbalik dihancurkan oleh Barkmann! Dia dan awaknya lalu buru-buru memperbaiki panzer mereka yang rusak dengan tak lupa meng-K.O. dua tank Sherman lainnya dalam proses tersebut ditambah dengan satu Sherman terakhir dalam perjalanan kembali ke markas. Supirnya mampu menggerakkan Panther mereka yang rusak ke tempat yang aman di desa Neufborg yang terdekat. Dalam pertempuran luar biasa yang terkenal dengan nama "Barkmann's Corner" (Sudut Barkmann) tersebut, sang jagoan panzer Jerman mampu menghancurkan tidak kurang dari sembilan tank Sherman dan beberapa kendaraan perang lainnya. Atas prestasinya itu Barkmann diganjar dengan medali militer tertinggi Jerman, Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes. Lukisan ini dibuat oleh David Pentland, dan karya-karya dia lainnya bisa dilihat DISINI

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/07/koleksi-lukisan-perang-nazi-jerman.html

Tuesday, April 21, 2020

Panzer III '633' Menyerbu Posisi Pertahanan Rusia

Foto ini pertama kali dimuat dalam majalah SIGNAL terbitan bulan November 1942 dengan teks asli berbunyi: "Tank 633 mendeteksi keberadaan posisi anti-tank Rusia, dan segera membuka tembakan". Dari simbol yang terdapat di spatbor belakang, kita bisa mengetahui bahwa Panzer III yang terdapat dalam foto ini berasal dari 23.Panzer-Division, sementara nomor turet "633" menunjukkan bahwa panzer medium Jerman tersebut adalah tank ketiga milik 3.Zug / 6.Kompanie / II.Abteilung / Panzer-Regiment 201. Untuk rombongan infanteri yang menyertainya, maka kemungkinan adalah prajurit-prajurit dari Schützen Brigade 23 yang juga adalah bagian dari 23. Panzer-Division. Berdasarkan keterangan dari SIGNAL, foto ini diambil di sebuah padang stepa di wilayah Kuban (Kaukasus), di wilayah selatan Front Timur pada musim panas tahun 1942, saat berlangsungnya Unternehmen Blau (Operasi Biru). Penjelasan tambahan dikemukakan oleh pakar sejarah Nino Oktorino yang menyebutkan bahwa foto ini sebenarnya diambil di sebuah Truppenübungsplatz (tempat pelatihan) tank - makanya hasilnya bisa terlihat begitu dramatis - dan kemudian gambarnya digunakan oleh majalah SIGNAL sebagai pelengkap artikelnya. BTW, Panzerkampfwagen III (Sd.Kfz.141/1) dalam foto ini adalah Ausf.L yang dipersenjatai oleh meriam KwK39 L/60 kaliber 50mm. Dari akhir bulan Juni 1942 - saat dimulainya ofensif musim panas di selatan Rusia - terdapat sekitar 600 buah Panzer III dari jenis ini di Front Timur. Selain dari mengganti tank-tank yang rusak atau hancur, Ausf.L juga digunakan untuk mensuplai empat divisi utama Jerman yang diupgrade dari divisi infanteri bermotor menjadi divisi Panzergrenadier: SS Leibstandarte, SS Das Reich, SS Totenkopf, dan Grossdeutschland.











Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/05/foto-berwarna-panzer-wehrmacht.html

Monday, February 10, 2020

Sarang Senapan Mesin Jerman

Istilah resmi "Schützenloch für Maschinengewehr" (Lubang Tembak untuk Senapan Mesin) lebih dikenal oleh para Landser dengan nama "Maschinengewehrnest" (Sarang Senapan Mesin). Lensa optik dari MG-34 dalam foto ini terlihat nyempil di antara dua stahlhelm yang dipakai oleh awaknya. Dalam istilah Jerman, kata Maschinengewehre "leichte" (ringan) atau "schwere" (berat) lebih menekankan pada perannya dan bukan ukuran senjatanya, karena keduanya sama-sama menggunakan senapan mesin MG-34 atau MG 42 kaliber 7,92mm. Leichte Schützengruppe (Grup Senapan Ringan) dilengkapi dengan satu buah MG-34 yang dilengkapi bipod serta cadangan satu atau dua buah laras senapan, sementara schwere Schützengruppe (Grup Senapan Mesin berat) tetap membawa senapan mesin dengan bipod yang sama, hanya saja dibekali dengan tambahan tripod, lensa optik, serta cadangan laras senapan untuk memampukan awaknya dalam menyediakan tembakan jarak jauh yang berkelanjutan. Foto ini diambil di perbatasan kota Stalingrad bulan September 1942. Di latar belakang tampak dua buah tank T-34 Rusia yang terbakar. Dari banyaknya kotak amunisi kosong yang tercecer di belakang awak senapan mesin, kita bisa mengetahui bahwa tank-tank Soviet tersebut diiringi oleh sejumlah besar pasukan infanteri, yang sebagian besar darinya kini berserakan tak bernyawa di hamparan ladang gandum! Misi sikat habis musuh lebih dikenal dengan nama "Ausradieren" (pemusnahan total infanteri, posisi pertahanan, kendaraan atau instalasi lawan)


Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad

Tuesday, February 5, 2019

Sniper Soviet Tertawan oleh Waffen-SS

Uni Soviet, musim panas tahun 1942: Prajurit-prajurit Waffen-SS ini berhasil menangkap hidup-hidup seorang sniper Rusia, dan dengan marah menyeretnya keluar dari lubang persembunyiannya (salah seorang diantara mereka bahkan memukulkan ujung senapan pada sang sniper sial!). Kecil kemungkinan bahwa sniper tersebut akan selamat - atau setidaknya dikirim ke kamp tawanan - karena nasib sniper dimana-mana kalau tertangkap biasanya lebih buruk dari nasib prajurit biasa, apalagi kalau ditangkapnya oleh pasukan SS yang terkenal brutal, maka itu adalah benar-benar skenario terburuk yang bisa terjadi! BTW, prajurit di sebelah kiri mengenakan jaket Telogreika/Vatnik Soviet hasil rampasan. Jaket hangat yang terdiri atas lapisan kapuk dan wol ini biasa dikenakan oleh tentara-tentara Rusia saat musim dingin tiba, meskipun tidak diketahui alasannya kenapa si prajurit Jerman justru mengenakannya pada saat musim panas!


Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.com/2019/02/russian-sniper-captured-by-ss.html