Showing posts with label Peraih Pour le Merite. Show all posts
Showing posts with label Peraih Pour le Merite. Show all posts

Sunday, May 7, 2023

Kisah Rommel Mendapatkan Pour le Mérite


Erwin Rommel muda dalam sebuah foto yang diambil pada bulan Desember 1917, sewaktu berlangsungnya Perang Dunia Pertama. Di bulan itu, tepatnya pada tanggal 10 Desember 1917, Oberleutnant Rommel - yang menjabat sebagai Komandan Kompi di Württembergische Gebirgs-Bataillon - dianugerahi medali militer paling bergengsi era Kekaisaran Jerman yaitu Pour le Mérite. Sewaktu dimulainya ofensif Jerman di Caporetto yang dimulai pada tanggal 24 Oktober 1917, batalyon Rommel diserahi tugas untuk merebut posisi pertahanan Italia di tiga gunung: Kolovrat, Matajur, dan Stol. Dalam dua setengah hari - dari tanggal 25 s/d 27 Oktober - Rommel dan 150 orang anakbuahnya berhasil merebut 81 meriam artileri sekaligus menawan 9.000 orang tentara musuh (termasuk 150 perwira), sementara di pihaknya hanya menderita kerugian enam orang yang tewas dan 30 lainnya terluka! Rommel berhasil mencatatkan prestasi mengagumkan ini setelah secara cerdik memanfaatkan kondisi wilayah yang berbukit-bukit, memutari musuhnya dan melakukan serangan dari arah yang tidak disangka-sangka. Dia juga sudah menunjukkan kecenderungan melawan perintah atasan sejak dini dengan berkali-kali memerintahkan serangan saat belum ada perintah resmi atau bahkan saat disuruh mundur! Dalam pertempuran ini juga Rommel - dengan inisiatif sendiri - menyempurnakan taktik infiltrasi pasukan pelopor, yang nantinya secara resmi dipakai oleh Angkatan Bersenjata Jerman serta banyak negara lainnya. Taktik ini menitikberatkan pada upaya secepat mungkin mematahkan perlawanan musuh yang mempunyai kekuatan yang lebih besar, yang digambarkan oleh beberapa ahli militer sebagai "blitzkrieg tanpa tank". Dalam puncak kegemilangannya, pada tanggal 9 November 1917 Rommel sekali lagi memutuskan untuk menyerang posisi pertahanan musuh yang sangat kuat di Longarone, yang dipertahankan oleh 10.000 prajurit Italia dari Divisi Kesatu. Meyakini telah dikepung oleh kekuatan yang lebih besar (padahal aslinya hanya 150 orang), seluruh tentara Italia menyerahkan diri pada Rommel! Tak butuh waktu lama, beberapa minggu kemudian sang Kompaniechef brilian diganjar dengan "The Blue Max" alias Pour le Mérite.



Sumber ;
https://en.wikipedia.org/wiki/Erwin_Rommel
https://www.leo-bw.de/detail/-/Detail/details/PERSON/kgl_biographien/118602446/Rommel+Erwin+Eugen+Johannes

Friday, January 6, 2023

Hans von Seeckt Bersama Infanterie-Regiment 67


Desember 1936: Mantan Chef des Heeresleitung masa Reichswehr - dan orang yang paling berjasa dalam pengembangan militer Jerman di masa sebelum Nazi - Generaloberst z.V. Hans von Seeckt, mengadakan kunjungan ke markas Infanterie-Regiment 67, dimana dia diangkat menjadi Komandan Resimen Kehormatan atau "Chef des Regiment" (Seeckt sendiri mengenakan insignia Chef des Regiment dan bukannya insignia jenderal). Disini dia - berdiri di tengah menghadap kamera - sedang memperhatikan komandan upacara yang juga merupakan komandan Infanterie-Regiment 67, Oberst Ernst Seifert. Di sebelah kiri adalah Generalmajor Ernst Busch (Kommandeur 23. Infanterie-Division), sedangkan di sebelah kanan adalah Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Dari tanggal 15 Oktober 1935, Infanterie-Regiment 67 (Seifert) berada di bawah komando 23. Infanterie-Division (Busch). Kemungkinan besar foto ini diambil pada saat upacara penganugerahan Chef des Regiment untuk Generaloberst Seeckt.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2017/10/chef-des-regiments.html

Tuesday, January 3, 2023

Foto Grup Infanterie-Regiment 46


Para perwira Heer (Angkatan Darat Jerman) dalam sebuah foto grup tanpa keterangan tempat dan waktu. Petunjuk pertama adalah ini: dari ketiadaan Wehrmacht Dienstauszeichnungen (Penghargaan Panjang Pengabdian Angkatan Bersenjata) di baris medali mereka, maka kita bisa mengetahui bahwa foto ini setidaknya diambil sebelum bulan Oktober 1936 saat pertama kali medali tersebut dikeluarkan. Selain itu, dari keberadaan medali Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918 (Salib Kehormatan untuk Veteran Perang Dunia Pertama), maka bisa dikatakan bahwa foto ini diambil setelah bulan Juli 1934 saat medali tersebut pertama kali dikeluarkan. Mengenai wajah-wajahnya sendiri ada tiga orang yang bisa dikenali: Memegang pedang di sebelah kanan adalah Oberst Heinrich Strack (Pangkat terakhir Generalleutnant), dengan medali Pour le Mérite di lehernya. Berdiri di sebelah kiri Strack adalah Hauptmann Dr.phil. Erwin Kaschner (pangkat terakhir Generalmajor). Yang terakhir, berdiri paling kiri di belakang Kaschner adalah Hauptmann Hasso von Foller. Dari periode 1934 s/d 1936, ketiga orang ini mengabdi di satu unit yang sama: Infanterie-Regiment Neumünster, yang pada bulan Oktober 1935 berganti nama menjadi Infanterie-Regiment 46. Strack menjabat sebagai Regimentskommandeur, sementara Kaschner dan Foller masing-masing menjadi Kompaniechef. Semua orang dalam foto ini mengenakan Schulterriemen und Leibriemen alias Sam Browne Belt alias Tali Bahu, sebuah praktek yang dihilangkan setelah penyerbuan Jerman ke Polandia pada tahun 1939 karena dianggap terlalu ribet!

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=22876&p=2450095#p2450095

Saturday, December 17, 2022

Perwira Tinggi Luftwaffe dengan Ledermantel M36

Foto para perwira tinggi Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) yang diambil pada tanggal 18 Oktober 1937. Baris depan dari kiri ke kanan: Generalmajor Ernst Udet (Direktor des Technischen Amts der Luftwaffe im Reichsluftfahrtministerium), General der Flieger Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generalleutnant Hans-Jürgen Stumpff (Chef des Generalstabes der Luftwaffe), dan Generalmajor Ralph Wenninger (Luftwaffenattaché an der Deutschen Botschaft in London). Milch dan Stumpff mengenakan ledermantel (mantel kulit) M36 yang biasa dipakai oleh para perwira/jenderal Wehrmacht, yang terdiri dari dua baris kancing, dua saku pinggir, serta manset "Prancis". Kancingnya dipasang dengan mesin, dan dilengkapi dengan dua saku ritsleting di bagian dalam. Bagian belakangnya terbelah dua untuk mengantisipasi saat si pemakai mengendarai sepeda motor atau kuda. Terdapat pula dua buah sabuk pengikat berbahan sama: di bagian kaki untuk membuat jubah tetap membujur ke bawah, serta di bagian pinggang untuk tetap menahan jubah saat kondisi berangin kencang.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/05/album-foto-jaket-kulit-nazi-jerman.html
https://forum.axishistory.com/viewforum.php?f=5

Saturday, November 19, 2022

Rommel Saat Baru Tiba di Afrika


Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) dalam acara parade kontingen pertama Afrikakorps - yang baru tiba di Afrika Utara - di Tripoli, Libya, tanggal 15 Februari 1941. Di belakangnya berdiri dua orang perwira Italia yang menjadi sekutu Jerman dalam Perang Dunia II. Yang di sebelah kiri adalah perwira tak dikenal yang memakai insignia berretto (topi) colonnello (kolone) dari satuan Stato Maggiore (Komando Tinggi Angkatan Darat), meskipun pinggiran tanda pangkat bahunya lebih tipis layaknya ufficiali inferiori (perwira rendah) daripada ujung lebih tebal yang merupakan standar ufficiali superiori (perwira tinggi). Sementara itu, perwira di kiri adalah seorang maresciallo (bintara tinggi) dari CC.RR (Carabinieri Reali) alias Polisi Militer. Dalam foto ini sendiri, Rommel masih mengenakan seragam "Eropa" dan belum berganti dengan seragam tropis, sama seperti sebagian besar pasukannya. Unit pertama yang sudah "gercep" berganti seragam saat baru tiba di Afrika hanyalah Flak-Regiment 33 (motorisiert) dari Luftwaffe, sementara kompatriotnya masih mengenakan seragam bawaan dari Eropa.

Sumber :
Buku "Deutsche Afrikakorps" karya Ricardo Recio Cardona

Sunday, March 27, 2022

Rommmel Memakai Stahlhelm

Jarang-jarang kan ngelihat jenderal ini pake stahlhelm? Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) dalam acara "Hoth Tag" yang diadakan di depan Place des Quinconces, Bordeaux, Prancis, tanggal 29 Juni 1940 (versi lain menyebutkan tanggal 1 Juli 1940). Di sebelah kanan adalah ajudannya, Hauptmann Hans-Joachim Schraepler. Pada tanggal 24 Juni 1940, 7. Panzer-Division tiba di Bordeaux. Lima hari kemudian, divisi tersebut melangsungkan parade kemenangan di jalan-jalan kota di utara Prancis tersebut di bawah pimpinan langsung sang Divisionskommandeur Rommel. Sampai dengan musim semi 1941, 7. Panzer-Division menghabiskan masa istirahat sekaligus berbenahnya di "Camp de Sougè", yang terletak di Martignas-sur-Jalle. Semua keterangan ini berasal dari surat yang dikirimkan oleh Rommel kepada istri tercintanya, Lucie, tertanggal 6 Januari 1941. Posisi divisinya sendiri adalah sebagai pasukan cadangan Wehrmacht, yang dipersiapkan untuk Unternehmen Seelöwe (Operasi Singa Laut, rencana invasi Jerman atas Inggris). Invasi ini kemudian dibatalkan setelah Luftwaffe babak belur dalam Pertempuran Britania.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/03/album-foto-erwin-rommel-sebagai_10.html