Showing posts with label Front Belanda. Show all posts
Showing posts with label Front Belanda. Show all posts

Sunday, May 14, 2023

Kunjungan Rommel ke Batterie Rozenburg

Kunjungan inspeksi Generalfeldmarschall Erwin Rommel (tengah, Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) ke Batterie Rozenburg, salah satu benteng artileri pantai yang terdapat di wilayah Hoek van Holland, Belanda selatan, tanggal 26 Maret 1944. Perwira Kriegsmarine yang berada di sebelah kiri adalah Kapitän zur See Frank Aschmann (Seekommandant Südholland). Di sebelah kiri Rommel berdiri General der Infanterie Hans-Wolfgang Reinhard (Kommandierender General LXXXVIII. Armeekorps), sementara di sebelah kanannya adalah Hauptmann Hellmuth Lang (memakai seragam hitam Panzertruppen, Ordonnanzoffizier Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) dan Generalmajor Carl Wahle (Kommandeur 719. Infanterie-Division). Perwira lain yang memakai stahlhelm dan fernglas (teropong) kemungkinan besar adalah komandan baterai artileri Rozenburg. Meriam-meriam artileri kaliber terbesar di wilayah pendudukan Belanda terdapat di Festung Hoek van Holland, yaitu Marine-Küsten-Batterie Rozenburg (XV) yang terletak di sebelah selatan muara, serta Marine-Küsten-Batterie Vineta (III) dan Monster (VI) yang terletak di atasnya. Meriam-meriam tersebut diambil dari sisa kapal-kapal perang Belanda yang sudah non-aktif. Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Jesse dari KBZ OB West (Kriegsberichter-Zug Oberbefehlshaber West).




Sumber :
https://www.atlantikwall-museum.nl/coastal-battery.html
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=147822&sid=78d82b8f0bb769a3633ae37dee35a1d5&start=495

Sunday, January 26, 2020

Pasukan Jerman di Rotterdam (1940)

Para prajurit dari 9. Panzer-Division bersiap-siap untuk memasuki kota Rotterdam, Belanda, pagi hari tanggal 14 Mei 1940. Sementara unit-unit infanteri berkumpul di latar belakang, tank-tank dari jenis Panzerkampfwagen IV berjajar menunggu perintah. Bentuk cupola menunjukkan bahwa panzer yang terlihat dalam foto ini adalah penerus Ausf.A (bisa jadi Ausf.B, C atau D). Terdapat dua buah marking "X" di bagian tengah belakang serta di bawah kabel penarik, yang menunjukkan bahwa mereka merupakan kepunyaan dari 9. Panzer-Division, khususnya unit lapis bajanya (Panzer-Regiment 33). Semua awaknya terlihat mengenakan seragam panzer hitam M1934 yang dipadukan dengan schutzmütze (baret panzer), sementara sang komandan di tengah mengenakan sabuk "Sam Browne" (yang pemakaiannya kemudian dihapuskan setelah tahun 1940). Mereka telah siap-sedia untuk melakukan penyerbuan ke dalam Rotterdam, tapi kemudian datang berita gembira yang menyatakan bahwa Belanda telah secara resmi menyerah di hari itu sehingga tak perlu pertumpahan darah untuk menguasainya. Sementara sebagian pasukan beristirahat, sebagiannya lagi melanjutkan perjalanan ke arah selatan untuk mengejar tentara Prancis dan Belgia yang mundur ke arah Antwerpen dan Dunkirk.


Sumber :
Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" karya Frank V. De Sisto
https://de.wikipedia.org/wiki/Schlacht_um_die_Niederlande
https://www.warhistoryonline.com/war-articles/german-invasion-netherlands-may-1940-pictures.html

Monday, February 4, 2019

Prajurit Belanda Menyerah pada Pasukan Jerman

Empat orang tawanan prajurit Belanda dari 2e Compagnie / eerste Grensbataljon terlihat kelelahan setelah bertempur selama berjam-jam melawan pasukan penyerbu Jerman. Mereka terdiri atas, dari kiri ke kanan: Prajurit Martinus Vugteveen, Sipke Beetstra, Barend Schuiling, dan Sersan Klaas van der Baaren. Sang Sersan mengenakan helm M.27, sementara tiga orang anakbuahnya mengenakan helm M.34. Mereka adalah awak dari bunker 3056 yang terletak di jembatan Goseling, pinggir Kanal Lutterhoofdwijk, Drenthe, Belanda. Di pagi hari tanggal 10 Mei 1940, unit pelopor dari 1. Kavallerie-Division tiba di pinggir jembatan, dan terkejut ketika mendapati bahwa empat "bijik" penghuni bunker menembaki mereka dengan sengit, serta menolak untuk menyerah meskipun telah terkepung dari segala arah. Akibatnya, tiga skuadron dari Radfahr-Abteilung 1 terpaksa dikerahkan untuk "melayani" mereka selama hampir empat jam. Setelah keempat prajurit yang kelelahan ini akhirnya menyerah, drama lanjutan kembali terjadi: pihak penyerbu Jerman, yang murka karena perwira kesayangan mereka terbunuh dalam pertempuran tersebut, menginginkan keempat prajurit Belanda ini untuk langsung dieksekusi di tempat, dengan alasan bahwa mereka telah dengan sengaja mengibarkan bendera putih sebagai tipuan, hanya untuk kemudian menembaki perwira Jerman yang datang menghampiri. Untungnya, seorang pemilik penginapan kemudian mengaku bahwa dialah sebenarnya yang mengibarkan sarung bantal berwarna putih saking takutnya melihat kontak senjata, dan bukannya pihak yang bertahan di bunker. Keterangan ini diperkuat oleh Walikota Coevorden, yang kebetulan ada disitu, yang meyakinkan pihak Jerman bahwa orang-orang di bunker mustahil melihat bendera putih dari lokasi mereka yang terhalang oleh dinding beton. Akhirnya pasukan Jerman membawa keempat orang prajurit gagah berani tersebut ke kamp tawanan. Foto ini sendiri diambil oleh S. Pfitzer, dan kemudian dipublikasikan di majalah "Die Woche" untuk kepentingan propaganda,



Sumber :
https://ww2images.blogspot.com/2019/02/dutch-soldiers-surrender-at.html