Showing posts with label Awak Darat Luftwaffe. Show all posts
Showing posts with label Awak Darat Luftwaffe. Show all posts

Saturday, December 25, 2021

Pengecatan Helm Luftwaffe


 
Dari stahlhelm kinclong ke sedikit bluwek: foto yang diambil pada tahun 1940/1941 ini memperlihatkan para anggota Werkstatt-Kompanie (Kompi Pemeliharaan) dari sebuah unit Flak Luftwaffe tak dikenal, yang terlihat sedang sibuk mencat ulang helem-helm mereka dengan warna yang tidak terlalu kinclong alias kontras, agar bisa lebih menyatu dengan sekitarnya. Ini sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Wehrmacht pada tahun 1940 mengenai warna dan dekal stahlhelm yang baru. Prajurit yang memegang alat semprotan terlihat mengenakan pakaian kerja Luftwaffe yang terbuat dari bahan HBT berwarna hijau gelagah. Foto ini juga cukup menarik karena memperlihatkan situasi di bengkel pemeliharaan Luftwaffe, yang tampaknya terletak tidak jauh dari rel kereta api (perhatikan gambar di latar belakang). Di sebelah kanan kita bisa melihat laras meriam Flak (Flugzeugabwehrkanone) kaliber 20mm dengan lima buah Abschußbalken (baris kemenangan), yang menunjukkan bahwa senjata satu ini setidaknya telah mamakan korban lima pesawat musuh!

Sumber :
http://menofwehrmacht.blogspot.com/2021/12/painting-luftwaffe-helmets.html

Tuesday, January 14, 2020

Meriam Flak 88 Jerman

Bisa dibilang bahwa meriam paling terkenal dalam Perang Dunia II adalah Flak 36 kaliber 88mm milik Jerman, senjata anti pesawat udara yang sering disebut juga dengan nama panggilan "Acht-acht" atau "Eighty-eight". Meriam ini beroperasi perdana dalam kancah Perang Dunia Pertama, meskipun versi yang dipakai dalam Perang Dunia II adalah hasil dari pengembangan di tahun 1920-an dan 1930-an. Dalam Perang Saudara Spanyol (1936-1939), diketahui bahwa meriam satu ini juga sangat efektif untuk menghancurkan sasaran di darat seperti tank dan kendaraan perang lainnya. Flak 88 bisa dibongkar pasang secara cepat untuk kemudian dipindahkan ke tempat lainnya, hanya saja membutuhkan half-track Sd.Kfz. 7 untuk menariknya. Istimewanya, dia dapat menembakkan peluru granat seberat 9,4 kilogram ke ketinggian 9.900 meter, sehingga menimbulkan ancaman serius bagi pesawat-pesawat pembom Sekutu yang biasa kelayapan di ketinggian yang jauh dari jangkauan senjata anti pesawat udara biasa. Saat digunakan sebagai senjata anti-tank, Flak 88 mampu meng-K.O. tank musuh dalam jarak sampai dua kilometer jauhnya! Senjata ini juga dijadikan sebagai basis untuk meriam utama Panzerkampfwagen VI Tiger, tank Jerman yang paling ditakuti dalam kancah Perang Dunia II. Baterai-baterai Flak biasanya dioperasikan oleh Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman), dengan awak di pos-pos pertahanan dalam negeri yang makin kesini semakin muda saja (akibat langsung dari kekurangan sumberdaya parah yang dialami oleh Nazi Jerman seiring dengan perang yang berlarut-larut!). Foto ini memperlihatkan delapan dari 11 orang awak standar untuk Flak 88.



Sumber :
https://ww2inphotos.wordpress.com/2017/07/31/acht-acht/

Wednesday, January 30, 2019

Dietrich Hrabak dan Hans Philipp Mengawasi Pengisian BBM

  Hauptmann Dietrich Hrabak dan Oberleutnant Hans Philipp (memakai kacamata hitam) dari Jagdgeschwader 54 (JG 54) “Grünherz” memperhatikan prosesi pengisian bahan bakar untuk sebuah pesawat Messerschmitt Bf 109E yang dilakukan oleh para awak darat JG 54 di Yugoslavia, bulan April 1941. Di akhir tahun 1940 keduanya telah membuktikan diri sebagai pilot pemburu yang berkualitas. Hrabak memimpin II. Gruppe dan menjadi pilot pertama di JG 54 yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 21 Oktober 1940 setelah meraih 16 kemenangan udara (termasuk enam buah yang diklaimnya dalam Pertempuran Prancis). Nantinya Hrabak tercatat menembak jatuh lebih dari 100 pesawat musuh yang dibukukannya di JG 54 dan JG 52 (setelah tahun 1942 dia dipercaya menjadi Geschwaderkommodore dari dua wing pemburu terkemuka Luftwaffe ini). Philipp (Staffelkapitän 4.Staffel / II.Gruppe) sendiri memperoleh Ritterkreuz pada tanggal 22 Oktober 1940, hanya berselang satu hari setelah Hrabak, atas 20 kemenangan udara yang telah diraihnya (dengan hampir setengahnya diraih sebelum Pertempuran Britania). Korban pertama dijatuhkannya di atas Polandia tanggal 5 September 1939 ketika sang jagoan udara Jerman mengklaim sebuah pesawat PZL P.24 di atas kota Radomsko (padahal kenyataannya adalah P.11). Sampai dengan akhir tahun 1940 Philipp mengklaim 23 kemenangan yang membuatnya menjadi pilot terbaik di JG 54 dalam hal jumlah kemenangan. Pada tahun 1941, sebelum dimulainya Unternehmen Barbarossa, dia menambahkan enam buah korban dalam perbendaharaan kemenangannya (termasuk dua buah Messerschmitt Bf 109 milik Angkatan Udara Yugoslavia yang dibeli dari Jerman!). Nantinya Philipp juga memperlihatkan prestasi yang mengesankan di atas udara Rusia dimana dia mengklaim sebagian besar dari 206 kemenangan udara yang diraihnya. Philipp kemudian gugur bulan Oktober 1943 saat pesawatnya ditembak jatuh oleh gunner pesawat pembom B-17 Amerika di atas Jerman


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2015/06/foto-pengisian-bahan-bakar-minyak-bbm.html