Showing posts with label Inggris dalam Perang Dunia II. Show all posts
Showing posts with label Inggris dalam Perang Dunia II. Show all posts

Sunday, July 24, 2022

Pembebasan Norwegia

 
350.000 orang tentara pendudukan Nazi di Norwegia secara resmi menyerah kepada Sekutu pada tanggal 8 Mei 1945, dengan dipimpin oleh panglimanya General der Gebirgstruppe Franz Böhme. Jerman telah menguasai negara Skandinavia tersebut dari tahun 1940, dan menyerahkan diri lima tahun kemudian - tanpa pertumpahan darah terlebih dahulu - setelah mendapat perintah dari pemimpin Jerman pengganti Hitler, Großadmiral Karl Dönitz. Video ini memperlihatkan kedatangan pertama pasukan Inggris di bandara Oslo tanggal 13 Mei 1945, dengan dipimpin oleh Jenderal Sir Andrew Thorne dan didampingi oleh Putra Mahkota Norwegia Pangeran Olav. Rombongan kecil tersebut - hanya berkekuatan sepersepuluh dari lawannya - disambut oleh Oberst Benno Kosch dari Luftwaffe yang mewakili pihak Jerman. Aroma permusuhan masih terasa ketika Jenderal Thorne menolak untuk berjabat tangan dengan Kolonel Kosch. Sang Jenderal Inggris sendiri menjalankan tugasnya untuk melucuti pasukan Jerman sampai dengan bulan Oktober 1945, dengan dibantu oleh anggota gerakan perlawanan bawah tanah setempat serta 12.000 orang tentara Norwegia yang dilatih oleh Inggris yang datang kemudian.

Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=tcUVOSUvFlg

Tuesday, May 5, 2020

Empat Jenderal Afrikakorps Tiba di Kamp Tawanan

 Foto ini diambil pada tanggal 30 Mei 1943 dan memperlihatkan, dari kiri ke kanan: 1.Generalmajor Ernst Schnarrenberger (Festungskommandant von Tunis. Menyerah tanggal 11 Mei 1943 dan dibebaskan tanggal 27 Juni 1947), 2.Generalleutnant Friedrich "Fritz" Freiherr von Broich (Kommandeur 10. Panzer-Division. Menyerah tanggal 12 Mei 1943 dan dibebaskan tanggal 2 Oktober 1947), 3.Generalmajor Theodor Graf von Sponeck (Kommandeur 90. Afrika-Division. Menyerah tanggal 12 Mei 1943 dan dibebaskan tahun 1947), dan 4.Generalmajor Kurt Freiherr von Liebenstein (Kommandeur 164. leichte Afrika-Division. Menyerah tanggal 12 Mei 1943 dan dibebaskan bulan April 1946). Keempat orang jenderal Afrikakorps ini baru saja tiba di kamp interniran sementara di kota pelabuhan Plymouth, Inggris, dalam perjalanan dari Afrika Utara, tempat dimana mereka dan pasukannya menyerah pada tentara Sekutu dua minggu sebelumnya. Mengiringi para jenderal ini adalah tiga perwira staff: Hauptmann Carius, Leutnant Hoffman dan Leutnant Bock. Foto ini memperlihatkan saat Komandan Kamp Mayor Grondona membacakan peraturan di kamp tersebut kepada keempat perwira tinggi Wehrmacht, sementara yang tertutupi badannya oleh Grondona adalah Kolonel Richardson


Sumber :
https://www.iwm.org.uk/collections/item/object/1060036838

Sunday, April 5, 2020

Marsekal Rundstedt Tiba di Kamp Island Farm

 Layaknya di masa perang, ratusan perwira Wehrmacht memberi hormat militer saat Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt, mantan Panglima Angkatan Bersenjata Jerman di Front Barat, memasuki kamp tawanan perang Jerman di Island Farm, Wales, tahun 1946. Dia baru saja kembali dari mengikuti persidangan di Nürnberg, Jerman. Sang Marsekal ditahan di Island Farm Special Camp 11 (kamp tawanan khusus perwira dan jenderal) dari tanggal 9 Januari 1946 s/d 17 Maret 1947, dan disana dia perlakukan dengan sangat baik oleh penawannya, orang-orang Inggris. Selama masa itu dia bolak-balik ke Jerman demi untuk menghadiri Pengadilan Penjahat Perang Nazi yang digelar oleh Sekutu. Rundstedt, yang sudah berusia 70 tahun, dianggap tidak layak untuk menjadi terdakwa karena usianya yang sudah sepuh dan juga karena sering sakit-sakitan. Dia kemudian dibebaskan pada tahun 1948, dan meninggal dunia di Hannover lima tahun kemudian (24 Februari 1953) karena serangan jantung


Sumber :
https://www.dailymail.co.uk/news/article-4294158/Photos-Nazis-British-POW-camp-unearthed.html
http://www.specialcamp11.co.uk/Field%20Marshall%20Gerd%20von%20Rundstedt.htm

Gerd von Rundstedt Tiba di Stasiun Bridgend

 Foto hasil jepretan James ini (tidak ada keterangan tambahan lain mengenai nama atau pangkatnya) memperlihatkan saat Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt, mantan Panglima Angkatan Bersenjata Jerman di Front Barat, tiba di stasiun kereta api Bridgend, South Wales, sekembalinya dari persidangan di Nürnberg, Jerman. Dia disambut oleh perwira-perwira Inggris layaknya seorang VIP, kemungkinan besar karena pangkat bintang lima yang disandangnya serta posisi penting yang dulu diembannya. Sang Marsekal ditahan di Island Farm Special Camp 11 (kamp tawanan khusus perwira dan jenderal) dari tanggal 9 Januari 1946 s/d 17 Maret 1947. Selama masa itu dia bolak-balik ke Jerman demi untuk menghadiri Pengadilan Penjahat Perang Nazi yang digelar oleh Sekutu. Rundstedt, yang sudah berusia 70 tahun, dianggap tidak layak untuk menjadi terdakwa karena usianya yang sudah sepuh dan juga karena sering sakit-sakitan. Dia kemudian dibebaskan pada tahun 1948, dan meninggal dunia di Hannover lima tahun kemudian (24 Februari 1953) karena serangan jantung


Sumber :
https://www.dailymail.co.uk/news/article-4294158/Photos-Nazis-British-POW-camp-unearthed.html
http://www.specialcamp11.co.uk/Field%20Marshall%20Gerd%20von%20Rundstedt.htm

Tuesday, January 21, 2020

Tertangkapnya Menteri Luar Negeri Arthur Seyss-Inquart

Pada tanggal 4 Mei 1945, SS-Obergruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Reichsminister des Auswärtigen) ditangkap oleh pasukan Inggris dari 53rd (Welsh) Infantry Division di pinggiran Hamburg, tak lama setelah melakukan pertemuan dengan pemimpin Nazi Jerman pengganti Hitler, Großadmiral Karl Dönitz. Seyss-Inquart diciduk setelah mobilnya dihentikan oleh dua orang prajurit muda dari 53rd Welsh di jembatan Elbe. Salah satu penangkapnya bernama Norman Miller, seorang Yahudi Jerman asal Nürnberg yang bernama asli Norbert Müller. Dia melarikan diri ke Inggris sebelum perang pecah saat usianya baru 15 tahun, dan kemudian kembali lagi ke Jerman sebagai bagian dari pasukan pendudukan Inggris (seluruh keluarga Miller yang tertinggal di Jerman tewas dalam Kamp Jungferonhof di Riga, Latvia, pada tahun 1942). Setelah ditangkap, Seyss-Inquart lalu diinterogasi oleh John Suffolk di markas Polisi Militer. Ketika badannya digeledah, diketahui bahwa petinggi Nazi Jerman asal Austria ini membawa serta sebuah pisau yang diikatkan di salah satu pahanya, sementara di paha lainnya terikat pula pistol Sauer 38H. Foto yang diambil oleh Captain Tony Rutherford ini memperlihatkan Menteri Luar Negeri Seyss-Inquart tak lama setelah penangkapannya. Dia mengenakan schirmmütze (topi visor) Außenministerium yang dipadukan dengan ledermantel (jaket kulit). Di belakangnya berdiri sang interogator John Suffolk - yang berwajah mirip Mr. Bean - serta Glyn Davis


Sumber :
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=1030460



Sunday, September 1, 2019

Personil Luftwaffe Memeriksa Pesawat Inggris yang Ditembak Jatuh


Pada tanggal 9 April 1941 pukul 12:00, pesawat pemburu Spitfire IIA P7784 - yang diterbangkan oleh P/O (Pilot Officer) John Hampton Rowden dari No. 64 Squadron RAF (Royal Air Force) - ditembak jatuh oleh Messerschmitt Bf 109 Luftwaffe di atas Aerodrome Mardyck, Dunkirk, Prancis. Pilot Jerman yang menembaknya adalah Hauptmann Josef "Joschko" Fözö (Gruppenkommandeur II.Gruppe / Jagdgeschwader 51). Rowden sebelumnya mengudara pukul 10:30 dari pangkalan udara RAF di Inggris, dan terakhir terlihat saat dia seorang diri memutuskan untuk "menguji" pertahanan Jerman di Aerodrome Mardyck. Rowden sempat mengklaim sebuah pesawat Luftwaffe yang ditembakjatuhnya, sebelum teman-temannya kehilangan kontak. Foto ini memperlihatkan saat para personil JG 51 tiba di lokasi jatuhnya pesawat Spitfire di hari yang sama - sekitar 3 kilometer di sebelah utara Mardyck - hanya untuk mendapati bahwa sang pilot Inggris telah meregang nyawa (Hauptmann Fözö terlihat paling kanan). Rowden sendiri kemudian dikuburkan secara militer di Pemakaman Kota Dunkirk, dan batu nisannya masih bisa kita lihat sampai sekarang.





Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/08/album-foto-killed-in-action-sekutu.html
http://www.bbm.org.uk/airmen/Rowden.htm
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=1014741

Monday, April 29, 2019

Tawanan Perang dari U-448 Tiba di Inggris

Foto hasil jepretan Lieutenant S.J. Beadell ini memperlihatkan tawanan perang dari kapal selam Jerman U-448 tiba di pelabuhan Bristol, Inggris, pada tanggal 20 April 1944. Nantinya dia akan dikirimkan ke kamp penampungan di Greenock, Skotlandia, setelah diinterogasi terlebih dahulu. Orang pertama yang berjalan keluar dari kapal HMS Pelican (L86) adalah Oberleutnant zur See Helmut Dauter (Kommandant U-448) . Persis di belakangnya adalah Kapten HMS Pelican, Lieutenant Jack Neville Bathurst. U-448 - sebuah kapal selam dari Tipe VIIC - tenggelam pada tanggal 14 April 1944 setelah dihantam oleh bom kedalaman dari kapal fregat Kanada HMCS Swansea dan kapal sekoci Inggris HMS Pelican. Lokasinya adalah di timur-laut Kepulauan Azores (posisi 46,22T dan 19,35B). Dalam peristiwa tersebut, 9 orang awak U-448 tewas, sementara 42 orang sisanya menjadi tawanan perang. Dalam foto ini, terlihat seorang petugas pelabuhan yang tercengang melihat kedatangan Oberleutnant z.S. Dauter, yang tetap berjalan dengan penuh kebanggaan walaupun telah menjadi seorang tawanan perang! Medali Deutsches Kreuz in Gold di dada kanan Dauter didapatkannya pada tanggal 13 November 1943, sementara medali Eisernes Kreuzes I.Klasse di dada kirinya didapatkan pada bulan Mei 1942. Selama karirnya sebagai kapten kapal selam, Dauter tidak pernah menenggelamkan satu kapal pun... tapi tercatat berhasil menembak jatuh satu buah pesawat amfibi musuh dengan senjata deknya!


Sumber :
https://www.iwm.org.uk/collections/item/object/205155072