Showing posts with label Pasca Perang. Show all posts
Showing posts with label Pasca Perang. Show all posts

Thursday, August 18, 2022

Penyematan Medali era Nazi oleh Anggota Bundeswehr

 
Per-tanggal 1 April 1958, para anggota veteran Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman Barat) - yang baru dibentuk tiga tahun sebelumnya - diperbolehkan untuk mengenakan medali era Perang Dunia II, meskipun hanya dalam bentuk feldspange (baris medali) serta telah dihilangkan segala simbol swastika yang terdapat di dalamnya. Medali dalam ukuran yang asli cuma terbatas dipakai di acara-acara tertentu saja, dan itupun harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari komandan divisi atau Kementerian Pertahanan. Foto ini diambil di hari pertama pemberlakuan peraturan tersebut, dan memperlihatkan seorang anggota Bundesluftwaffe (Angkatan Udara Jerman Barat) berpangkat Hauptmann (Kapten) yang sedang memasangkan feldspange 1957er (baris medali era Perang Dunia II yang telah di-Denazifikasi) di seragamnya. Baris atas adalah Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes; baris tengah adalah, dari kiri ke kanan: Eisernes Kreuz I.Klasse, Eisernes Kreuz II.Klasse, Frontflugspange für Kampfflieger, Ärmelstreifen "KRETA", dan Flugzeugführerabzeichen; baris bawah dari kiri ke kanan: Fallschirmschützenabzeichen dan sebuah medali asing (kemungkinan Vapaudenristin Ritarikunta Finlandia). Nama dari orang dalam foto ini adalah Egon Delica, salah satu anggota pasukan parasut Jerman yang dianugerahi medali Ritterkreuz langsung oleh Hitler setelah berprestasi dalam penaklukan Benteng Eben Emael di tahun 1940.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=9&t=153613&start=645

Saturday, February 8, 2020

Pengadilan Penjahat Perang Jerman di Riga

Pembacaan keputusan dalam pengadilan militer para perwira tinggi Wehrmacht dan SS di Riga (Latvia), yang berlangsung pada hari minggu tanggal 3 Februari 1946. Wajah-wajah mereka yang murung luar biasa bukannya tanpa alasan: mereka telah dijatuhi hukuman mati oleh Distrik Militer Baltik Soviet dengan cara digantung di depan umum, dan dilaksanakan di bekas Ghetto Riga pada hari yang sama! Para terpidana tersebut adalah, dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer Friedrich Jeckeln (Kommandierender General V. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Korps), Generalmajor Hans Paul Küpper (Kommandant von Dünaburg), Generalleutnant Siegfried Ruff (Kommandant Festungen Riga und Ventspils), SA-Standartenführer Alexander Böcking (Gebietskommissar in Estland), Generalleutnant Wolfgang von Ditfurth (Kommandeur 403. Sicherungs-Division), Generalleutnant Albrecht Baron Digeon von Monteton (Kommandeur 391 Sicherungs-Division z.b.V. und der 52. Sicherungs-Division und der Festung Liebau), dan Generalmajor Bronislaw Pawel (Kommandeur der Kriegsgefangenen beim Wehrmachtsbefehlshaber Ostland). Sebenarnya ada perwira Jerman lain yang dijatuhi hukuman mati di hari dan tempat yang sama, namun entah kenapa mereka tidak nongtot dalam foto ini: Generalmajor Friedrich Werther (Kommandant der 189. und der 186. Kommandantur, Chef der Befestigungsanlagen von Riga und Jurmala und Kommandeur der Uferverteidigung an der Rigaer Bucht), SS-Sturmbannführer Georg Sauer (Kommandeur des KZ Kaiserwald), dan Leutnant Hans Buchholz (Kommandeur eines SS-Kommandos). Uniknya, sumber lain menyebutkan bahwa Wolfgang von Ditfurth berhasil lolos dari hukuman meskipun tak lama kemudian meninggal di penjara tanggal 22 Maret 1946. Penyebabnya secara resmi dinyatakan sebagai: gagal jantung akibat komplikasi aterosklerosis, nephrosis nephritic dan kegagalan koroner


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=147412&hilit=jeckeln+execution&start=15

Monday, April 1, 2019

Reaksi Tawanan Jerman saat Melihat Film Holocaust

 Reaksi para tawanan perang Jerman saat dipaksa oleh tentara Amerika Serikat untuk menonton potongan film dari US Signal Corps tentang kondisi Konzentrationslager (Kamp Konsentrasi) SS pada tahun 1945. Setelah pembebasan kamp-kamp tersebut oleh pasukan Sekutu, film propaganda tentang kekejaman Holocaust disebarluaskan ke dunia luar, termasuk kepada para tawanan perang. Reaksi mereka beragam, dari shock, marah, sedih, sampai tak percaya. Tawanan-tawanan perang Jerman menjuluki film semacam ini sebagai ¨Knockenfilms¨ (Film Tulang Belulang), karena umumnya menampilkan kondisi para penghuni kamp konsentrasi yang telah kurus kering berbalut tulang. Di Camp Butner, sekitar 1000 orang tawanan Jerman dengan segera membakar seragam Wehrmacht mereka tak lama setelah menonton film serupa ini, sementara beberapa tawanan lainnya bahkan mengajukan diri untuk menjadi sukarelawan dalam perang melawan Jepang! Acara ¨nonton film paksa¨ seperti ini sendiri merupakan salah satu proses denazifikasi pasca-perang yang dilakukan oleh Sekutu, yang bertujuan untuk menimbulkan kebencian di kalangan tawanan Jerman terhadap pemerintahan Hitler, serta menghapuskan sisa-sisa peninggalan Nazi yang masih tersisa di bidang ekonomi, kemasyarakatan dan infrastruktur.


Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.com/2019/03/german-pows-reaction-to-holocaust-film.html