Showing posts with label Kekuatan Poros. Show all posts
Showing posts with label Kekuatan Poros. Show all posts

Sunday, December 11, 2022

Rommel dan Kapal Selam Italia di Bardia

Pada bulan November 1941, General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") mengunjungi Bardia (Libya) yang menjadi lokasi bongkar-muat suplai pasukan Poros selain di Tripoli dan Derna. Meskipun kapasitasnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pelabuhan utama di Tripoli, tapi Bardia lebih efisien karena lebih dekat ke front yang mendekati perbatasan dengan Mesir. Disini biasanya kapal-kapal selam Italia yang bongkar-muat barang karena lebih aman dari incaran pesawat-pesawat Sekutu. Dalam kunjungannya ke Bardia pun Rommel menyempatkan diri untuk beramah-tamah dengan awak kapal selam Italia yang kebetulan sedang berlabuh disana. Dia kemudian difoto di atas tebing yang menjorok ke pantai dengan latar belakang sebuah kapal selam Italia yang sedang berlayar meninggalkan pelabuhan. Kemungkinan kapal selam ini berasal dari kelas Atropo of the Foca (Anjing Laut) dengan berat 1.109 ton yang biasa digunakan untuk menanam ranjau laut. Dia baru saja mengantarkan 60 ton bahan bakar ke pelabuhan Bardia.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/12/foto-artistik-perang-dunia-ii.html

Friday, May 13, 2022

Ugo Cavallero dan Albert Kesselring


28 Juli 1942: Marsekal Italia Ugo Cavallero (kiri) berbincang-bincang dengan kompatriotnya dari Jerman, Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Oberbefehlshaber Süd). Cavallero adalah penerima medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, yang dia dapatkan tanggal 19 Februari 1942 sebagai Generale di Corpo d'Armata dan Kepala Staff Pertahanan Angkatan Darat Kerajaan Italia. Dia tercatat sebagai satu dari sembilan orang Ritterkreuzträger asal Italia. Setelah pemerintahan Fasis Mussolini digulingkan oleh rajanya sendiri, Perdana Menteri Pietro Badoglio yang baru dilantik segera memerintahkan penangkapan Cavallero. Dalam dokumen pembelaannya, Cavallero mengklaim bahwa ia juga turut berjasa karena telah menentang Mussolini dan rezimnya, walaupun secara diam-diam. Setelah Perjanjian Damai Cassibile di bulan September 1943, sang Marsekal tua Italia dibebaskan oleh pihak Jerman, dan bahkan kemudian ditawari oleh sahabat lamanya, Kesselring, untuk menjadi panglima dari Angkatan Bersenjata Republik Sosial Italia yang baru dibentuk. Tapi penemuan surat pembelaannya membuat dia berbalik dicurigai oleh pihak Jerman. Pada pagi hari tanggal 14 September 1943, Cavallero ditemukan telah tewas akibat tembakan peluru di taman sebuah hotel di Frascati, padahal baru malam sebelumnya dia makan malam dan ngobrol dengan Kesselring! Masih menjadi perdebatan, apakah dia bunuh diri ataukah dibunuh oleh pihak Jerman. Yang jelas, tindak-tanduknya di akhir kehidupannya mengisyaratkan keteguhan pendiriannya untuk tak mau lagi bekerjasama dengan Jerman dalam menghadapi Sekutu.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/03/album-foto-italia-zaman-mussolini-dan.html

Erich Raeder Menginspeksi AL Italia di Krim

Foto yang diambil pada tanggal 30 September 1942 ini memperlihatkan Großadmiral Erich Raeder (tengah, Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang sedang menginspeksi para anggota Regia Marina (Angkatan Laut Italia) di pangkalan Angkatan Laut Sebastopol di Krim, Front Timur. Gabungan pasukan Jerman, Italia dan Rumania - di bawah pimpinan Marsekal Erich von Manstein - baru saja merebut semenanjung Krim dan benteng Sebastopol yang strategis dari pihak Rusia. Sebagai identifikasi para pengiring Raeder adalah, dari kiri ke kanan: perwira tak dikenal (kemungkinan ajudan Großadmiral Raeder), Konteradmiral Hellmuth Heye (Kommandierender Admiral Schwarzes Meer), Admiral Karlgeorg Schuster (Oberbefehlshaber Marinegruppenkommando Süd), dan Konteradmiral Hans-Hermann Graf von Schweinitz und Krain Freiherr von Kauder (Kommandant Seeverteidigung Krim). BTW, selain dari Raeder dan ajudannya, semua orang yang ada dalam foto ini mengenakan seragam tropis berwarna cerah. Khusus untuk Jerman, tropenuniform (seragam tropis) tidak hanya dikenakan oleh anggota Afrikakorps saja, tapi juga personil-personil lainnya yang bertugas di wilayah panas seperti Krim, Kaukasus, Balkan dan Mediterania.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=235624&hilit=wilhelm+R%C3%B6der

Monday, October 22, 2018

Jenderal Yamashita dan Kesselring

Foto ini diambil dari buku memoar Albert Kesselring, "Soldat biz zum Letzen Tag" (halaman 112-113), dan memperlihatkan saat Generalfeldmarschall Kesselring (Chef Luftflotte 2) sedang melakukan toast dengan Jenderal Tomoyuki Yamashita dari Jepang. Yamashita dan Jenderal Kitsuju Ayabe melakukan "Tur Pencarian Fakta" ke Jerman dari bulan Desember 1940 s/d Juni 1941. Tak lama setelah kedatangannya, Yamashita menyempatkan diri untuk mengunjungi Marsekal Kesselring di Brussels, Belgia, pada bulan Desember 1940. Yamashita nantinya menjadi salah satu jenderal Jepang paling brilian dalam Perang Dunia II, saat dia dan pasukannya menggulung pasukan Inggris di semenanjung Malaya dan Pulau Singapura hanya dalam waktu 70 hari. Tidak hanya itu, ratusan ribu prajurit Inggris yang menyerah membuat shock Perdana Menteri mereka, Winston Churchill, sehingga menyebutnya sebagai "bencana militer terbesar Inggris dalam sejarah"! Dari sejak saat itu, Yamashita mendapat julukan mentereng, 'The Tiger of Malaya'


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=65&t=68377&hilit=brauchitsch