Showing posts with label Kriegsberichter. Show all posts
Showing posts with label Kriegsberichter. Show all posts

Sunday, July 17, 2022

Peletakan Bunga di Pemakaman Militer Jerman

"And I will show you the field where the Iron Crosses grow..." (quote dari film 'Cross of Iron'). Foto ini memperlihatkan Kriegsberichter (Wartawan Perang) dari Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman), Horst Grund, yang sedang meletakkan bunga sebagai tanda penghormatan kepada rekan-rekan senegaranya yang telah gugur di Soldatenfriedhof (komplek pemakaman militer) Gadshikov di Semenanjung Krim, Ukraina, musim panas tahun 1942. Prajurit-prajurit yang dikubur disini semuanya berasal dari Infanterie-Regiment 16 / 22.Infanterie-Division. Pada tanggal 4 Juli 1942, pasukan Jerman merebut pelabuhan Sebastopol di Krim dari tangan Rusia setelah pertempuran sengit yang memakan waktu berbulan-bulan. Tentara bertahan Soviet hancur lebur dengan menderita korban 118.000 orang prajuritnya yang terbunuh, luka-luka dan tertawan dalam serangan terakhir Jerman yang menentukan (sementara totalnya mencapai 200.481 orang dari sejak pengepungan dimulai di bulan Oktober 1941). Kerugian di pihak penyerbu sendiri tercatat di angka 35.866 orang, dimana 27.412 diantaranya adalah tentara Jerman, sementara 8.454 sisanya adalah tentara Rumania. Dengan dikuasainya Semenanjung Krim di wilayah Selatan Front Timur, kini Hitler bisa berfokus kepada ofensif besar-besaran musim panas tahun 1942 - Fall Blau - yang bertujuan untuk menguasai ladang-ladang minyak Soviet di Kaukasus yang strategis. Sebagai penghargaan atas keberhasilannya memimpin 11. Armee dalam penaklukan Krim, Hitler memberi kenaikan pangkat luar biasa kepada si jenius Erich von Manstein, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal) alias jenderal bintang lima.

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Siege_of_Sevastopol_(1941%E2%80%9342)
http://www.ww2incolor.com/german/_n_1603_bild-261_501x0_0_22.html

Friday, November 12, 2021

Erwin Rommel dan Kriegsberichter Hans Ertl

Foto ini memperlihatkan saat Generalfeldmarschall Erwin Rommel (keempat dari kiri, Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) dalam acara inspeksi ke pertahanan Jerman di wilayah Ijmuiden, Belanda, pada tanggal 25 Maret 1944. Dua orang yang berdiri di kiri adalah, dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Hans Ertl dan Hauptmann Hellmuth Lang (Ordonnanzoffizier Oberbefehlshaber Heeresgruppe B ). Ertl adalah koresponden perang yang setia mengikuti kemanapun Rommel pergi, sampai-sampai dia dijuluki sebagai "Kameraman pribadi Rommel"! Lelaki kelahiran 21 Februari 1908 yang pernah menjadi kekasih sineas Jerman terkemuka Leni Riefenstahl ini juga dikenal sebagai seorang pendaki gunung yang jempolan. Saat Jerman kalah dalam Perang Dunia II, Ertl melarikan diri ke Bolivia dan tinggal disana sampai dengan akhir hidupnya pada tanggal 23 Oktober 2000. Disana dia bekerja sebagai petani dengan nama panggilan "Juan", dan menetap di sebuah wilayah terpencil di dekat hutan belantara. Pada tahun 1953 Ertl ikut menjadi bagian dalam ekspedisi gabungan Jerman-Austria yang melakukan pendakian gunung tertinggi kesembilan di dunia, Nanga Parbat, yang terletak di Himalaya. Putrinya, Monika Ertl, kemudian bergabung dengan gerakan komunis bawah tanah Bolivia - sebuah keputusan yang membuat kecewa berat ayahnya - dan bahkan Monika ikut terlibat dalam kasus pembunuhan Konsul Bolivia di Hamburg, orang yang dulunya memotong lengan gerilyawan Komunis terkenal Che Guevara. Peristiwa ini membuat nama Monika dikenal dunia, dan dia dijuluki sebagai "Sang Pembalas Dendam Che Guevara". Sang putri dan beberapa gerilyawan komunis lain akhirnya balik dihabisi pada tahun 1973 saat disergap oleh pasukan keamanan Bolivia (ironisnya, badan intelijen Bolivia yang mengendus keberadaan Monika dilatih langsung oleh mantan komandan Gestapo Klaus Barbie!). Mendengar kabar bahwa anaknya telah tiada, Hans Ertl hanya berucap singkat, "Aku lega karena dia telah pergi dalam damai."

Sumber :
https://www.alexautographs.com/auction-lot/wilhelm-ritter-von-schramm_831451DA53

Sunday, May 23, 2021

Erwin Rommel Memeriksa Kerusakan Mobilnya

General der Panzertruppe Erwin Rommel (Befehlshaber Panzergruppe "Afrika") tampak memperhatikan dengan serius saat anakbuahnya memeriksa kerusakan yang terjadi di bagian mesin dan kaca mobil mereka, tak lama setelah sebuah pesawat pemburu Inggris menyerang konvoy kendaraan yang membawa sang panglima pasukan Jerman di Afrika Utara tersebut. Rommel tampak mengenakan syal buatan anak perempuannya, yang selalu dipakainya dalam setiap kesempatan. Cowok berjanggut di tengah adalah Sonderführer Fritz Moosmüller dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika", seorang wartawan perang sekaligus penterjemah yang selalu terlihat menyertai Rommel kemanapun dia pergi. Moosmüller sendiri terluka di bagian tangannya, dan sedang menunggu pertolongan pertama. Selain itu, perwira di sebelah kiri adalah Major im Generalstab Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic Dritter Generalstabsoffizier Panzergruppe "Afrika"), seorang perwira staff berpengalaman yang telah malang-melintang di berbagai front pertempuran. Foto ini sendiri diambil pada waktu berlangsungnya Operation Crusader (18 November – 30 Desember 1941), sebuah operasi militer yang dilancarkan oleh Eighth Army Inggris melawan gabungan pasukan Jerman dan Italia di Gurun Barat Mesir dan Libya.

Sumber :
https://www.alexautographs.com/auction-lot/rommel-press-photograph_389436F835

Thursday, December 5, 2019

Rommel Diwawancarai Setelah Jatuhnya Tobruk

 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") asyik ngoceh saat sedang diwawancarai oleh Kriegsberichter Lutz Koch, yang menodongkan mikrofon merk Beyer M 19b ke mulutnya, sementara bildberichter di belakang mereka sibuk merekam gambar dengan kamera Arriflex 35mm. Di belakang Rommel terlihat seorang operator sedang sibuk bekerja menggunakan magnetofon AEG "Tonschreiber d (Dora)" - yang tercatat sebagai magnetofon (perekam magnetik) portabel pertama di dunia - diatas mobil Horch Typ 40 mittlerer geländegängiger Personenkraftwagen (m.gl.Pkw) Kfz 15. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 22 Juni 1942 saat pasukan Jerman baru saja merebut Tobruk dari tangan Sekutu. Kota pantai di Libya ini mempunyai peran sangat strategis dalam kancah pertempuran Afrika Utara, dan penguasaannya membuat rakyat Jerman terbuai dalam euforia: pendudukan Mesir hanya tinggal menunggu waktu, dan setelahnya adalah bersatunya pasukan Jerman dari Rusia dan Afrika di Kaukasus! Wawancara ini disiarkan secara langsung ke tanah air Jerman, dan didengarkan oleh begitu banyak orang, termasuk oleh Adolf Hitler dan konco-konconya. Di hari itu juga sang Führer - yang merasa sangat gembira - memutuskan untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa untuk jenderal favoritnya tersebut, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal), sebuah pangkat yang secara resmi tidak ada pensiunnya!


Sumber:
Buku "Afrikakorps" karya Francois de Lannoy
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=222516&p=2237298#p2237298

Friday, November 22, 2019

Kriegsberichter SS Ernst Baumann

SS-Kriegsberichter Ernst Baumann dengan "senjata" andalannya, sebuah kamera 35mm dari tipe Contax II. Ernst Baumann (14 Mei 1906 - 12 Januari 1985) adalah seorang fotografer profesional asal Bad Reichenhall, Bavaria, yang telah menjadi tukang jepret kawakan dari sejak 15 tahun sebelum pecahnya Perang Dunia II. Karya-karya dramatisnya - terutama yang bertemakan wilayah pegunungan Alpen yang indah - telah banyak dipakai dalam berbagai penerbitan dan publikasi, terutama di sekitar kampung halamannya. Setelah Perang Dunia II pecah, Baumann mendaftar sebagai koresponden perang SS pada tahun 1941, dan segera ditempatkan bersama dengan Divisi Totenkopf dalam gerak majunya di wilayah Rusia. Nama besarnya sebagai fotografer profesional sebelum perang membuat karya-karya Baumann selanjutnya didistribusikan secara meluas di seantero Jerman dengan kredit penuh atas namanya. Pada akhir musim gugur tahun 1941, Baumann ditugaskan di Obersalzberg di dekat Berchtesgaden untuk mendokumentasikan berbagai bangunan penting disana, seperti bangunan Berghof tempat peristirahatan Hitler serta barak SS, termasuk pula kegiatan sehari-hari para anggota kompi penjaga SS. Disinilah Baumann berkesempatan untuk berkenalan dengan kekasih Hitler, Eva Braun, dan segera menjadi orang kepercayaannya. Atas permintaan dari Eva, Baumann menjadi fotografer pribadinya dalam mendokumentasikan berbagai kegiatan sehari-hari Eva serta saudarinya Gretl. Tak dinyana, kegiatan ini membuat marah Martin Bormann, sekretaris Hitler, yang ingin menggambarkan sang pemimpin Jerman sebagai seorang "bujangan suci" yang hanya mendedikasikan cintanya untuk tanah air Jerman. Secara tiba-tiba Baumann mendapati dirinya dipindahkan kembali ke Front Timur pada tanggal 1 Oktober 1942, dan kini ditugaskan bersama dengan Divisi SS Wiking. Tak hanya itu, betapa kagetnya ketika dia menyadari bahwa kini dia tidak lagi menjadi seorang fotografer melainkan prajurit infanteri biasa di front paling terdepan pertempuran, sebuah penempatan yang menurutnya tak akan membuatnya kembali hidup-hidup ke Jerman! Meskipun begitu, Baumann tetap melanjutkan "hobinya" menjepretkan kamera Leica III yang mengabadikan suasana peperangan di sekitarnya. Lama-kelamaan komandan batalyonnya menyadari potensi Baumann, dan sang fotografer kembali ditempatkan sebagai staff administrasi di garis belakang. Meskipun begitu, beberapa minggu di front telah cukup membuat Baumann diganjar dengan Infanterie-Sturmabzeichen, sebuah medali infanteri yang dengan bangga dipakainya di sepanjang sisa Perang Dunia II. Baumann bertugas di Divisi Wiking dari bulan Oktober 1942 s/d akhir musim panas tahun 1944. Hasil karyanya yang diambil di medan pertempuran Kovel di bulan Maret/April 1944 membuatnya mendapatkan medali Eisernes Kreuz II.Klasse, karena resiko besar yang telah ditempuhnya saat runtang-runtung di wilayah yang dikepung oleh pasukan Soviet tersebut. Pada bulan Agustus 1944 Baumann dipindahkan kembali ke SS-Gebirgsjäger Schule di wilayah Alpine Tirol, dimana dia mengabadikan susana pelatihan prajurit SS sampai dengan akhir Perang Dunia II. Baumann menghabiskan waktu berbulan-bulan sebagai tawanan Sekutu, sebelum akhirnya dibebaskan pada bulan November 1946. Seperti sudah bisa diduga, dia kembali pada pekerjaan lama yang sangat dicintainya sebagai seorang fotografer profesional, pekerjaan yang digelutinya selama berpuluh-puluh tahun kemudian sampai akhirnya menutup mata untuk selama-lamanya pada tahun 1985


Sumber :
https://www.facebook.com/2ssPanzerPionierBtl5Wiking/posts/ernst-baumann-14-may-1906-12-january-1985-was-an-accomplished-professional-photo/496902023827283/
https://www.kriegsberichter-archive.com/index.php?/category/4

Sunday, February 10, 2019

SS-Kriegsberichter Franz Roth di Uni Soviet (1941)

 SS-Untersturmführer dan SS-Kriegsberichter Franz Seraphicus Roth (5 April 1911 – 17 Maret 1943) adalah seorang fotografer asal Austria yang pernah bekerja sebagai reporter foto lepas di Associated Press. Karir militernya sendiri telah dimulai dari sejak sebelum perang, saat dia - sebagai seorang jurnalis Austria yang bekerja pada suratkabar Jerman - meliput peristiwa invasi Italia atas Ethiopia serta Perang Saudara Spanyol. Roth bergabung dengan SS tak lama setelah Anschluss (penyatuan Jerman-Austria), dan ketika Perang Dunia II pecah dia memutuskan untuk menjadi seorang SS-Kriegsberichter (Koresponden Perang SS). Pada saat itu dia juga nyambi bekerja di dua tempat: Kementerian Propaganda Goebbels dan sebagai editor foto Associated Press, kantor berita Amerika Serikat (Departemen Foto AP menjalin kerjasama resmi dengan pemerintahan Nazi Jerman di tahun 1930-an, dan bekerja di bawah lindungan Kementerian Propaganda Jerman). Roth bergabung dengan Kriegsberichterstatter-Zug dari Leibstandarte SS, dan ditugaskan untuk mengiringi SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH (SS-Sturmbannführer Kurt Meyer) dalam kampanye militer di Yunani dan Uni Soviet tahun 1941. Roth juga ikut meliput Leibstandarte saat masa pemulihan di Prancis di pertengahan tahun 1942, dan akhirnya dalam pertempuran di sekitar Kharkov di awal tahun 1943. Atas keberaniannya bertugas di front terdepan pertempuran, Roth dianugerahi medali Eisernes Kreuz II.Klasse pada tahun 1941, dan dipromosikan menjadi SS-Untersturmführer (Letnan Dua) pada bulan September 1942. Franz Roth tewas pada tanggal 17 Maret 1943 setelah mengalami luka serius dalam Pertempuran Kharkov. Pada saat itu dia sedang meliput Kampfgruppe "Meyer" pimpinan Kurt Meyer (Meyer sendiri menyebutkan tentang kematian Roth dalam buku memoarnya, "Grenadiere"). Roth meninggalkan lebih dari 120 rol film, yang kemudian menjadi salah satu rujukan utama para sejarawan Perang Dunia II, dan kini tersebar luas di banyak publikasi serta media massa lainnya. Album peninggalannya mengandung lebih dari 600 buah foto, yang kini disimpan oleh National Archives (NARA) di Washington D.C., Amerika Serikat. Jenazah Roth sendiri dikebumikan di pemakaman Heldenfriedhof Askold yang terletak di pinggiran sungai Dnieper di Kiev, Ukraina. Secara anumerta dia mendapatkan Eisernes Kreuz I.Klasse pada tanggal 25 Maret 1943. Foto berwarna asli ini memperlihatkan Franz Roth saat Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet) di musim panas tahun 1941. Mobil yang dikendarainya adalah Mercedes-Benz 230 Cabriolet B


Source :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2019/02/ss-kriegsberichter-franz-roth.html

Wednesday, November 7, 2018

Kameraman Kriegsmarine dengan Kamera Arriflex 35mm

Horst Grund, seorang Filmberichter atau kameraman dari Kriegsmarine, sedang merekam beberapa gambar di atas sebuah kapal menggunakan kamera Arriflex 35mm, di sebuah lokasi di Mediterania tahun 1943. Dia mengenakan schwimmweste (jaket pelampung) model awal berbahan kapuk, demi untuk berjaga-jaga bila tiba-tiba harus nyungseb ke laut. Arriflex 35 II adalah salah satu kamera gambar bergerak terpenting sepanjang masa. Dia didesain dan dibuat oleh Arnold & Richter, A.G. dari Münich, Jerman, sebuah perusahaan pembuat perangkat laboratorium dan aksesoris film yang didirikan pada tahun 1917. Kata ARRI sendiri diambil dari inisial dua huruf pertama dari pendirinya: August Arnold dan Robert Richter. ARRI memperkenalkan kamera pertama mereka, Kinarri, pada tahun 1924. 100 buah Kinarri berhasil terjual. Setelah melakukan riset yang intens dan memakan waktu, mereka mengembangkan sistem penglihatan refleksi kaca pada tahun 1931. Setelah menyempurnakan sistem yang revolusioner ini, ARRI memperkenalkan Arriflex 35 pada tahun 1937. Kamera ini tercatat dalam sejarah sebagai kamera gambar bergerak 35mm pertama yang menggunakan sistem refleksi. Sistem ini begitu superiornya, sehingga masih digunakan oleh semua profesional perfilman dunia sampai saat ini!


Sumber :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2018/11/kriegsmarine-filmberichter-with.html

Saturday, June 16, 2018

Leutnant Katzke dari Panzer-Propagandakompanie 691 di Rusia

Leutnant Katzke, seorang filmberichter (reporter film) dari Panzer-Propagandakompanie 691, mengarahkan "senjata"-nya untuk mengabadikan pergerakan pasukan Jerman dalam Unternehmen Barbarossa (invasi Jerman atas Uni Soviet) di wilayah Ukraina, bulan Juni 1941. Di belakangnya tampak sebuah Panzer III dengan beberapa awaknya yang bertengger di luar. Dalam penyerbuan Wehrmacht ke Rusia, Panzer-Propagandakompanie 691 ditugaskan untuk meliput Panzergruppe 1 yang berada di bawah pimpinan Generalfeldmarschall Ewald von Kleist.


Sumber :
https://alifrafikkhan.blogspot.com/2018/06/panzer-propagandakompanie-691.html

Monday, June 4, 2018

Prajurit Panzer Jerman Berpose di Depan Logo Panzer-Propagandakompanie 691

Seorang Panzermann (prajurit panzer) Jerman berpose sambil bersandar di depan sebuah pagar kawat besi. Dia mengenakan seragam hitam khas Panzer, yang mempunyai nama resmi "Sonderbekleidung des Deutschen Panzertruppen". Tidak ada keterangan dari unit mana dia berasal, tapi yang jelas simbol bebek menaiki panzer di belakangnya merupakan kepunyaan dari Panzer-Propagandakompanie 691, sebuah unit Kriegsberichter (reporter perang) yang biasa "menemani" satuan panzer Wehrmacht di Front Timur



Sumber :
Foto koleksi pribadi Hundestaffel

Ucapan Selamat Datang untuk Tentara Jerman di Ukraina

Seorang anggota Wehrmacht berpangkat Obergefreiter (perhatikan chevron di lengannya!) menikmati suguhan air minum yang dipersembahkan oleh penduduk lokal Ukraina dalam fase-fase awal Unternehmen Barbarossa, invasi Jerman atas Uni Soviet, di musim panas tahun 1941. Saat pasukan Wehrmacht mulai memasuki wilayah musuh, kebanyakan warga sipil - yang merupakan keturunan Ukraina - menganggap pihak penyerbu sebagai pasukan pembebas dari belenggu komunis Soviet. Sesuai dengan tradisi lokal, mereka menyuguhkan roti besama dengan air dan garam kepada pihak Jerman sebagai ucapan selamat datang. Melihat dari hampir tidak adanya debu yang menempel di seragam si prajurit, kita bisa berspekulasi bahwa foto ini bisa jadi diambil di bagian barat Uman, di hari-hari pertama invasi. BTW, inisial PK yang terdapat di bagian lampu dari sepeda motor bersespan BMW R75 yang dinaiki oleh si prajurit menunjukkan bahwa dia berasal dari unit Propaganda-Kompanie (Kompi Propaganda), sementara logo bebek menaiki panzer di bagian depan sespan merupakan simbol dari Panzer-Propagandakompanie 691. Dalam penyerbuan ke Rusia, unit ini ikut serta bersama dengan Panzergruppe 1 dan bertugas di wilayah Ukraina (Uman, Kiev dan Rostov). Huruf "K" di bagian fender depan merupakan simbol dari unit-unit yang berada di bawah komando Generalfeldmarschall Ewald von Kleist, Panglima Panzergruppe 1 (unit-unit yang berada di bawah komando Generaloberst Heinz Guderian, Panglima Panzergruppe 2, memajang huruf "G" sebagai penanda). Dalam Unternehmen Barbarossa - dan juga Balkanfeldzug beberapa bulan sebelumnya - Panzer-Propagandakompanie 691 terutama sekali berperan dalam mempropagandakan pencapaian 11. Panzer-Division "Gespenster Division" (Divisi Hantu) dalam operasi-operasi militer yang mereka lakukan, yang dipublikasikan dalam "Panzer Voran", sebuah jurnal berkala yang dibagikan sebanyak 1000 eksemplar buat anggota divisi tersebut



Sumber :
Buku "Ghost Division: The 11th 'Gespenster' Panzer Division and the German Armored Force in World War II" karya A. Harding Ganz