Showing posts with label Pelaut Kriegsmarine. Show all posts
Showing posts with label Pelaut Kriegsmarine. Show all posts

Saturday, April 30, 2022

Awal Kapal Thor di Balikpapan

Foto ini memperlihatkan para perwira dari hilfskreuzer (kapal penjelajah pembantu) THOR berpose bersama seorang warga pribumi di Balikpapan, Kalimantan (saat itu bernama Borneo), di bulan September 1942. Yang memakai kacamata kedua dari kiri adalah Leutnant zur See Heinz Tischer (Kriegsberichter alias wartawan perang yang mengiringi pelayaran kedua THOR), sementara yang berkacak pinggang dan memakai belati di kanan adalah Dr. Kurt Sudan, perwira administratif THOR. Meskipun kita tidak bisa melihat detailnya, tapi pelaut yang berdiri paling kiri memakai Mützenabzeichen Thor (lencana tradisional Thor) di bagian samping topinya. Orang-orang Jerman ini mengenakan Weißer Dienstanzug - pakaian tugas putih musim panas - dari ujung atas sampai ujung bawah (nggak tahu kalo dalemannyamah!).

Sumber :
Foto koleksi pribadi Martin J.W.

Sunday, March 22, 2020

Penganugerahan Ritterkreuz untuk Karl Jörß

 Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Bootsmannsmaat und Bord-Flakführer Karl Jörß (Marine-Bordflakabteilung Mittelmeer), yang berlangsung pada tanggal 17 Februari 1943. Cuplikan dari artikel media Jerman tertanggal 22 Februari 1943 menerangkan alasan pemberian Ritterkreuz untuk jagoan Flak Kriegsmarine ini: "Satuan anti pesawat udara Angkatan Laut Jerman di Perairan Mediterania - yang ditempatkan di kapal-kapal transport - sejauh ini telah berhasil menembak jatuh 76 pesawat udara Sekutu. Tugas yang dibebankan kepada para awak Flak ini seringkali membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat dan keteguhan untuk melaksanakannya, demi untuk mengkonsentrasikan tembakan pada pesawat-pesawat musuh yang menyerang kapal-kapal dagang beserta bawaannya yang berharga. Dalam situasi seperti ini, bahkan waktu beberapa menit pun bisa begitu menentukan, dan kesuksesan pertahanan di dalamnya sangat tergantung pada kemampuan komandan satuan anti pesawat kapal tersebut serta senjata-senjata yang berada di bawah kendalinya. Dalam pertempuran mempertahankan diri menghadapi begitu banyak serangan udara yang datang, Karl Jörß telah membuktikan kapasitasnya yang luar biasa sebagai seorang pemberani bertangan dingin dan penuh kehati-hatian. Dedikasinya pada tugas yang tak tertandingi juga memberi inspirasi pada para anakbuahnya dalam meraih prestasi yang tidak main-main. Melalui pengendalian tembakan tingkat tinggi, dia berhasil mematahkan setiap serangan udara yang mengarah pada kapalnya dengan menembak jatuh 12 pesawat musuh, dan dengan begitu telah berjasa dalam menyelamatkan barang bawaan yang berharga. Lebih luar biasa lagi, prestasi yang diraih oleh Bootsmannsmaat Jörß dibukukannya di Perairan Mediterania yang terkenal mempunyai medan yang sangat sulit. Dia mendapatkan kehormatan sebagai bintara pertama di seantero Kriegsmarine yang mendapatkan medali setinggi Ritterkreuz."






Sumber :
http://histomil.com/viewtopic.php?f=4&t=13568&start=50

Sunday, March 15, 2020

Awak Kapal THOR Jerman di Balikpapan

Foto ini memperlihatkan para perwira dari hilfskreuzer (kapal penjelajah pembantu) THOR berpose bersama seorang warga pribumi di Balikpapan, Kalimantan (saat itu bernama Borneo), di bulan September 1942. Yang memakai kacamata di sebelah kiri adalah Leutnant zur See Heinz Tischer (Kriegsberichter yang mengiringi pelayaran kedua THOR), sementara yang berkacak pinggang dan memakai belati di kanan adalah Dr. Kurt Sudan, perwira administratif THOR. Meskipun kita tidak bisa melihat detailnya, tapi pelaut yang berdiri paling kiri memakai Mützenabzeichen Thor (lencana tradisional Thor) di bagian samping topinya. Orang-orang Jerman ini mengenakan Weißer Dienstanzug (pakaian tugas putih musim panas) dari ujung atas sampai ujung bawah.

Weißer Dienstrock (Seragam tugas putih musim panas) untuk pertama kalinya diperkenalkan secara resmi pada tahun 1939 sebagai "baju jalan-jalan" para perwira Wehrmacht dan SS. Sebelumnya telah ada penampakan seragam putih semacam itu, yang terlihat dikenakan oleh para bintara dalam event Olimpiade Musim Panas di Berlin pada tahun 1936, hanya saja pemakaiannya khusus di momen olahraga terbesar di dunia tersebut, dan tidak selainnya. Menurut regulasi, Weißer Dienstrock hanya bisa digunakan dalam kurun waktu antara tanggal 1 April s/d 30 September setiap tahunnya, dan kemudian pemakaiannya benar-benar dilarang dari tanggal 15 Juni 1940 "sampai dengan berakhirnya perang" (meskipun bukti foto-foto yang ada memperlihatkan bahwa seragam elegan satu ini banyak pula dipakai setelah tanggal tersebut oleh para perwira yang ngeyel alias mbalelo alias culangung). Seragam ini secara resmi harusnya dipadukan dengan celana yang berwarna senada, hanya saja sebagian besar foto yang berseliweran di buku dan website justru memperlihatkan perpaduan antara seragam putih dengan celana berwarna abu-abu atau hitam!




Sumber :
Foto koleksi pribadi Martin J.W.
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=8&t=7751&hilit=ludwig+bahls
https://gmic.co.uk/profile/1906-martin-w/content/?type=forums_topic_post&page=12

Friday, January 24, 2020

Prajurit Wehrmacht Berfoto Konyol di Paris

Melayang di angkasa di atas kota Paris? Tidak juga. Foto yang diambil pada tahun 1940 ini memperlihatkan seorang Unteroffizier Heer, bersama dengan temannya pelaut Kriegsmarine, yang sedang bersenang-senang dengan berpose di sebuah studio di Paris layaknya seorang penerbang kawakan. Backdrop pemandangan yang memperlihatkan menara Eiffel dalam foto ini menjadi salah satu lokasi favorit untuk berfoto bagi para prajurit Wehrmacht yang sedang melancong di ibukota Prancis tersebut, dan foto-fotonya - dengan pengemudi yang berbeda-beda - telah banyak tersebar dimana-mana. Tahun 1940 sendiri bisa dibilang merupakan "masa bahagia" bagi para anggota Angkatan Bersenjata Jerman. Tentu saja, 27.000 orang diantara mereka telah kehilangan nyawanya dalam Pertempuran Prancis (Mei-Juni 1940), tapi kampanye militer kolosal tersebut bisa dibilang berlangsung cukup singkat dan berakhir dengan kemenangan gilang gemilang pasukan Jerman. Dengannya, kekalahan menyakitkan dalam Perang Dunia Pertama telah terbalas! Perang yang lebih besar melawan Uni Soviet belum lagi berkobar, sehingga para prajurit Jerman bisa menikmati untuk sementara hasil jerih payah mereka di wilayah-wilayah pendudukan baru (Prancis, Belanda, Belgia, Luksemburg, Denmark dan Norwegia). Memang ada rencana serta persiapan penyerbuan secara amfibi ke Kepulauan Inggris (Unternehmen Seelöwe), tapi sementara pilot-pilot Luftwaffe berjibaku di atas angkasa Britania, para kompatriotnya di darat mempunyai waktu yang lebih dari cukup untuk bersenang-senang di Paris. Hanya berselang satu setengah tahun kemudian, banyak dari mereka yang nantinya mati membeku di gerbang kota Moskow...


Sumber :
https://ww2inphotos.wordpress.com/2017/07/28/those-magnificent-men-in-their-flying-machines/