Showing posts with label Propaganda. Show all posts
Showing posts with label Propaganda. Show all posts

Sunday, October 23, 2022

Rommel Diwawancarai Setelah Merebut Tobruk


Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") asyik ngoceh saat sedang diwawancarai oleh Kriegsberichter Lutz Koch, yang menodongkan mikrofon merk Beyer M 19b ke mulutnya, sementara bildberichter di belakang mereka sibuk merekam gambar dengan kamera Arriflex 35mm. Di belakang Rommel terlihat seorang operator sedang sibuk bekerja menggunakan magnetofon AEG "Tonschreiber d (Dora)" - yang tercatat sebagai magnetofon (perekam magnetik) portabel pertama di dunia - diatas mobil Horch Typ 40 mittlerer geländegängiger Personenkraftwagen (m.gl.Pkw) Kfz 15. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 22 Juni 1942 saat pasukan Jerman baru saja merebut Tobruk dari tangan Sekutu. Kota pantai di Libya ini mempunyai peran sangat strategis dalam kancah pertempuran Afrika Utara, dan penguasaannya membuat rakyat Jerman terbuai dalam euforia: pendudukan Mesir hanya tinggal menunggu waktu, dan setelahnya adalah bersatunya pasukan Jerman dari Rusia dan Afrika di Kaukasus! Wawancara ini disiarkan secara langsung ke tanah air Jerman, dan didengarkan oleh begitu banyak orang, termasuk oleh Adolf Hitler dan konco-konconya. Di hari itu juga sang Führer - yang merasa sangat gembira - memutuskan untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa untuk jenderal favoritnya tersebut, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal), sebuah pangkat yang secara resmi tidak ada pensiunnya!



Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2015/05/foto-wawancara-tokoh-third-reich-dengan.html

Monday, August 8, 2022

Prajurit Jerman Membawa Bahan Peledak Ringan

Prajurit Jerman satu ini berlari kecil sambil sedikit membungkuk diantara deretan parit pertahanan, dalam sebuah foto propaganda yang dibuat pada musim dingin tahun 1943. Tiga kotak kecil yang dibawanya adalah bom berdaya ledak rendah yang direkat menjadi satu, kemungkinan dari jenis Gebalte Ladung atau Sprengbüchse 24 yang sama-sama mempunyai berat 3 kilogram. Bila kita perhatikan lebih lanjut, terdapat beberapa lubang di setumpuk stielhandgranaten 24 yang dibawanya. Ini karena granat-granat tersebut adalah khusus dibuat untuk kepentingan latihan. Dikenal dengan nama resmi "Übungs-Stielhandgranate 24" (granat tongkat latihan), granat dari jenis satu ini mempunyai daya picu sangat rendah, sementara lubang di bagian palkonnya memungkinkan benda tersebut untuk mengeluarkan suara "bledug" cukup besar tapi tanpa merusak si granat itu sendiri. Selain dari lubang-lubang yang terdapat di kepalanya, hal lain yang membedakan granat latihan dengan granat asli adalah warnanya yang merah serta tulisan "Ueb", "Üb" atau "Ub" di bagian tongkatnya. Lebih lanjut tentang granat dari jenis Übungs-Stielhandgranate 24 bisa dilihat DISINI.

Sumber ;
https://forum.axishistory.com/viewforum.php?f=20

Friday, January 17, 2020

Reenactment Era Third Reich

Foto ini terdapat dalam Wehrpaß (buku tugas) seorang prajurit Wehrmacht, dengan keterangan bahwa dia diambil pada tahun 1940. Uniknya, disini sang soldat dan teman-temannya mengenakan seragam prajurit Kerajaan Prusia dari abad ke-18. Pertanyaannya: apakah mereka sedang melakukan sesi reenactment ataukah hanya sekedar iseng-iseng nyobain pakaian zaman jebot? Keterangan lebih lanjut menyebutkan bahwa para prajurit ini sedang dilibatkan dalam syuting "Der Große König" (Raja Agung), film yang mengangkat kisah Raja legendaris Friedrich the Great dari Prusia, yang diadakan pada musim semi dan awal musim panas tahun 1940. Karena semua produk propaganda Jerman di masa perang - khususnya dalam hal ini adalah film - diproduksi serta diawasi langsung oleh negara, maka pemerannyapun seringkali diambil dari para PNS atau tentara yang telah mendapatkan cuti khusus demi untuk membintangi film tersebut. Khusus untuk "Der Große König" sendiri, para figurannya sebagian besar diambil dari unit Polizei-Infanterie-Regiment 1 dan Polizei-Ausbildungs-Bataillon Oranienburg. Film dengan masa putar 118 menit yang disutradarai oleh Veit Harlan ini dirilis untuk pertama kalinya pada tanggal 3 Maret 1942. Hasilnya bisa dibilang sukses besar, karena berhasil mendapatkan Piala Mussolini untuk gelar Film Asing Terbaik dalam Festival Film Venesia tahun 1942. Sambutan penontonpun tidak mengecewakan, karena dia mampu mendapatkan pemasukan enam juta Reichsmark (sementara biaya produksinya 4,7 juta Reichsmark). Sebagai peran utama dalam film ini - yang memerankan Friedrich the Great - adalah Otto Gebühr. Aktor kawakan yang begitu identik dengan sang Raja Friedrich karena telah memerankannya dalam 16 film yang berbeda! BTW, di era Third Reich juga seringkali diadakan acara reenactment untuk mengenang kebesaran Jerman di masa lalu, utamanya adalah event berkala di halaman Grosses Militair-Waisenhaus di Potsdam, yang diselenggarakan selama berlangsungnya acara Stiftungsfest (Festival Para Pendiri).


Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/The_Great_King
https://www.forum-der-wehrmacht.de/index.php?thread/48211-polizei-infanterie-regiment-1-und-film-der-gro%C3%9Fe-k%C3%B6nig/
http://www.militaria-archive.com/AlbumsIII/Polizei-Ausbildungs-Bataillon-Oranienburg/index_2.html
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=1030312



Sunday, December 29, 2019

Jenderal Ludwig Wolff Memberi Tandatangan pada Bocah Hitlerjugend

 Generalleutnant Ludwig Wolff (Kommandeur 22. Infanterie-Division) menyempatkan waktu untuk melayani permintaan tandatangan dari para anggota Hitlerjugend yang merupakan pemenang dari kompetisi sekolah "Der Kampf im Osten" (Perjuangan di Timur). Foto ini sendiri diambil di hari terakhir pelaksanaan "Hilf mit!", acara penggalangan dana yang diselenggarakan "Für Deutschlands Freiheit" (untuk kemerdekaan Jerman), di bulan Juli 1943. "Der Kampf im Osten", yang merupakan salah satu bagian dari "Hilf mit!", diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Jerman dan disponsori penuh oleh Wehrmacht (Heer, Luftwaffe, Kriegsmarine). Bentuk perlombaannya? Para bocah dan ABG di seantero Jerman diberi tugas untuk mengumpulkan essay, gambar, patung cerita singkat, diagram - pokoknya, apa saja - yang menggambarkan perjuangan pasukan Jerman di Front Timur. Pembuatannya boleh dilakukan secara individu atau berkelompok. Pemenangnya berhak untuk diberi hadiah special pake telor sekaligus kesempatan untuk bertemu dengan "para pahlawan tanah air", yang selama ini wajahnya hanya bisa mereka lihat di gambar kartu pos. Jenderal Wolff sendiri baru saja dianugerahi tambahan Eichenlaub #100 untuk medali Ritterkreuz-nya (22 Juni 1942), setelah dia membawa divisinya menuju kemenangan dalam Pertempuran di wilayah Krim, Kaukasus, terutama dalam pendudukan Benteng Stalin yang dipertahankan dengan kuat oleh pasukan Soviet


Sumber :
https://de.metapedia.org/wiki/Wolff,_Ludwig_%281893%29

Thursday, December 5, 2019

Rommel Diwawancarai Setelah Jatuhnya Tobruk

 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") asyik ngoceh saat sedang diwawancarai oleh Kriegsberichter Lutz Koch, yang menodongkan mikrofon merk Beyer M 19b ke mulutnya, sementara bildberichter di belakang mereka sibuk merekam gambar dengan kamera Arriflex 35mm. Di belakang Rommel terlihat seorang operator sedang sibuk bekerja menggunakan magnetofon AEG "Tonschreiber d (Dora)" - yang tercatat sebagai magnetofon (perekam magnetik) portabel pertama di dunia - diatas mobil Horch Typ 40 mittlerer geländegängiger Personenkraftwagen (m.gl.Pkw) Kfz 15. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 22 Juni 1942 saat pasukan Jerman baru saja merebut Tobruk dari tangan Sekutu. Kota pantai di Libya ini mempunyai peran sangat strategis dalam kancah pertempuran Afrika Utara, dan penguasaannya membuat rakyat Jerman terbuai dalam euforia: pendudukan Mesir hanya tinggal menunggu waktu, dan setelahnya adalah bersatunya pasukan Jerman dari Rusia dan Afrika di Kaukasus! Wawancara ini disiarkan secara langsung ke tanah air Jerman, dan didengarkan oleh begitu banyak orang, termasuk oleh Adolf Hitler dan konco-konconya. Di hari itu juga sang Führer - yang merasa sangat gembira - memutuskan untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa untuk jenderal favoritnya tersebut, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal), sebuah pangkat yang secara resmi tidak ada pensiunnya!


Sumber:
Buku "Afrikakorps" karya Francois de Lannoy
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=222516&p=2237298#p2237298

Wednesday, October 17, 2018

Donasi Kriegswinterhilfswerk oleh Ritterkreuzträger Großdeutschland

Foto propaganda ini memperlihatkan saat tiga orang wanita memberikan sumbangan uang kepada dua orang "tukang kencleng" yang mewakili Kriegswinterhilfswerk, sebuah program penggalangan dana berkala yang bertujuan untuk membantu rakyat Jerman yang kurang mampu disaat musim dingin tiba. Dua orang peminta sumbangan itu sendiri bukanlah prajurit biasa, melainkan pahlawan perang sekaligus Ritterkreuzträger dari Wachbataillon (Batalyon Jaga) Großdeutschland. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: Leutnant Karl Hausmann (Ritterkreuz tanggal 15 Mei 1942 sebagai Oberfeldwebel dan Führer 3.Kompanie / I.Bataillon / Jäger-Regiment 28 / 8. leichte Infanterie-Division) dan Oberfeldwebel Josef Dörfel (Ritterkreuz tanggal 4 Maret 1942 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 6.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 439 / 134.Infanterie-Division). Foto ini sendiri diambil pada bulan Maret 1943



Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/09/foto-panzergrenadier-division.html

Saturday, June 16, 2018

Leutnant Katzke dari Panzer-Propagandakompanie 691 di Rusia

Leutnant Katzke, seorang filmberichter (reporter film) dari Panzer-Propagandakompanie 691, mengarahkan "senjata"-nya untuk mengabadikan pergerakan pasukan Jerman dalam Unternehmen Barbarossa (invasi Jerman atas Uni Soviet) di wilayah Ukraina, bulan Juni 1941. Di belakangnya tampak sebuah Panzer III dengan beberapa awaknya yang bertengger di luar. Dalam penyerbuan Wehrmacht ke Rusia, Panzer-Propagandakompanie 691 ditugaskan untuk meliput Panzergruppe 1 yang berada di bawah pimpinan Generalfeldmarschall Ewald von Kleist.


Sumber :
https://alifrafikkhan.blogspot.com/2018/06/panzer-propagandakompanie-691.html

Monday, June 4, 2018

Ucapan Selamat Datang untuk Tentara Jerman di Ukraina

Seorang anggota Wehrmacht berpangkat Obergefreiter (perhatikan chevron di lengannya!) menikmati suguhan air minum yang dipersembahkan oleh penduduk lokal Ukraina dalam fase-fase awal Unternehmen Barbarossa, invasi Jerman atas Uni Soviet, di musim panas tahun 1941. Saat pasukan Wehrmacht mulai memasuki wilayah musuh, kebanyakan warga sipil - yang merupakan keturunan Ukraina - menganggap pihak penyerbu sebagai pasukan pembebas dari belenggu komunis Soviet. Sesuai dengan tradisi lokal, mereka menyuguhkan roti besama dengan air dan garam kepada pihak Jerman sebagai ucapan selamat datang. Melihat dari hampir tidak adanya debu yang menempel di seragam si prajurit, kita bisa berspekulasi bahwa foto ini bisa jadi diambil di bagian barat Uman, di hari-hari pertama invasi. BTW, inisial PK yang terdapat di bagian lampu dari sepeda motor bersespan BMW R75 yang dinaiki oleh si prajurit menunjukkan bahwa dia berasal dari unit Propaganda-Kompanie (Kompi Propaganda), sementara logo bebek menaiki panzer di bagian depan sespan merupakan simbol dari Panzer-Propagandakompanie 691. Dalam penyerbuan ke Rusia, unit ini ikut serta bersama dengan Panzergruppe 1 dan bertugas di wilayah Ukraina (Uman, Kiev dan Rostov). Huruf "K" di bagian fender depan merupakan simbol dari unit-unit yang berada di bawah komando Generalfeldmarschall Ewald von Kleist, Panglima Panzergruppe 1 (unit-unit yang berada di bawah komando Generaloberst Heinz Guderian, Panglima Panzergruppe 2, memajang huruf "G" sebagai penanda). Dalam Unternehmen Barbarossa - dan juga Balkanfeldzug beberapa bulan sebelumnya - Panzer-Propagandakompanie 691 terutama sekali berperan dalam mempropagandakan pencapaian 11. Panzer-Division "Gespenster Division" (Divisi Hantu) dalam operasi-operasi militer yang mereka lakukan, yang dipublikasikan dalam "Panzer Voran", sebuah jurnal berkala yang dibagikan sebanyak 1000 eksemplar buat anggota divisi tersebut



Sumber :
Buku "Ghost Division: The 11th 'Gespenster' Panzer Division and the German Armored Force in World War II" karya A. Harding Ganz