Showing posts with label Pertempuran Tobruk. Show all posts
Showing posts with label Pertempuran Tobruk. Show all posts

Saturday, December 24, 2022

Prajurit-Prajurit Afrikakorps Beristirahat


Prajurit-prajurit DAK (Deutsches Afrikakorps) beristirahat di tengah hamparan gurun pasir di hari jatuhnya kota pelabuhan Tobruk ke tangan pasukan Jerman dan Italia, 21 Juni 1942. Dari peralatan-peralatan yang mereka bawa, kemungkinan prajurit-prajurit ini berasal dari unit Pioniere (Zeni). Foto ini sendiri terdapat dalam buku "Erwin Rommel: Photographer". Sesuai dengan judul bukunya, foto ini diambil oleh sang panglima pasukan Jerman di Afrika Utara, Erwin Rommel. "Der Wüstenfuchs" (Sang Rubah Gurun) memang mempunyai hobi fotografi, dan sebagian besar foto-fotonya yang diambil di medan perang Eropa dan Afrika berasal dari kamera Leica pemberian dari Menteri Propaganda Joseph Goebbels.

Sumber :
Buku "Deutsche Afrikakorps" karya Ricardo Recio Cardona
https://www.alamy.com/stock-photo-soldiers-of-the-africa-corps-resting-1942-36991773.html?imageid=F6BA966C-5F25-4F2E-A71D-76A9B661ED00&p=291611&pn=1&searchId=9a8d53310777044bbf10e6638a0b0ac4&searchtype=0
https://www.historynet.com/afrika-korps-remains-found-egypt/afrika-korps-soldiers-el-alamein-rommel/

Sunday, November 13, 2022

Rommel Berdiskusi di Atas "Greif"

Tiga buah ranpur halftrack Jerman diparkir berdekatan di sekitar kota pelabuhan Tobruk yang dikepung, bulan Juni 1942. Halftrack paling kanan berasal dari jenis kendaraan komunikasi ringan (leichter Funkpanzerwagen) Sd.Kfz. 250/3 "Greif" (plat nomor WH 937035), yang merupakan salah satu kendaraan komando pribadi milik Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"). "Greif" sendiri dilengkapi dengan dua buah antena radio: antena yang lebih besar merupakan alat pemancar dari radio jenis FuG 7 yang mempunyai daya jangkau sampai 50 kilometer, sementara antena yang lebih kecil adalah pemancar dari radio FuG 5 dengan daya jangkau 5 kilometer (yang terakhir berfungsi sebagai alat komunikasi antar-unit yang berdekatan). Halftrack yang diparkir di tengah berasal dari jenis Sd.Kfz. 251 Ausf.B. Di bagian sampingnya terdapat pula antena, yang menunjukkan bahwa ranpur setengah roda satu ini - yang biasanya digunakan sebagai sarana pengangkut pasukan Panzergrenadier - berfungsi pula sebagai kendaraan komunikasi menengah (mittlerer Funkpanzerwagen), yang kemungkinan adalah hasil modifikasi lapangan dari Sd.Kfz. 251/1 standar menjadi Sd.Kfz. 251/3 yang dilengkapi dengan radio komando. Halftrack terakhir di sebelah kiri adalah sebuah Sd. Kfz. 251/1 Ausf.S. Perwira yang membawa peta sambil ngadu huntu dengan Rommel adalah Oberst Eduard Crasemann (Kommandeur Artillerie-Regiment 33 [motorisiert] / 15.Panzer-Division). Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Albrecht Heinrich Otto dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika".

Sumber :
https://en.topwar.ru/135723-rommel-v-afrike.html
https://waralbum.ru/217895/

Sunday, October 23, 2022

Rommel Diwawancarai Setelah Merebut Tobruk


Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") asyik ngoceh saat sedang diwawancarai oleh Kriegsberichter Lutz Koch, yang menodongkan mikrofon merk Beyer M 19b ke mulutnya, sementara bildberichter di belakang mereka sibuk merekam gambar dengan kamera Arriflex 35mm. Di belakang Rommel terlihat seorang operator sedang sibuk bekerja menggunakan magnetofon AEG "Tonschreiber d (Dora)" - yang tercatat sebagai magnetofon (perekam magnetik) portabel pertama di dunia - diatas mobil Horch Typ 40 mittlerer geländegängiger Personenkraftwagen (m.gl.Pkw) Kfz 15. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 22 Juni 1942 saat pasukan Jerman baru saja merebut Tobruk dari tangan Sekutu. Kota pantai di Libya ini mempunyai peran sangat strategis dalam kancah pertempuran Afrika Utara, dan penguasaannya membuat rakyat Jerman terbuai dalam euforia: pendudukan Mesir hanya tinggal menunggu waktu, dan setelahnya adalah bersatunya pasukan Jerman dari Rusia dan Afrika di Kaukasus! Wawancara ini disiarkan secara langsung ke tanah air Jerman, dan didengarkan oleh begitu banyak orang, termasuk oleh Adolf Hitler dan konco-konconya. Di hari itu juga sang Führer - yang merasa sangat gembira - memutuskan untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa untuk jenderal favoritnya tersebut, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal), sebuah pangkat yang secara resmi tidak ada pensiunnya!



Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2015/05/foto-wawancara-tokoh-third-reich-dengan.html

Sunday, May 22, 2022

Panzer-Pionier-Bataillon 33 Bersiap Menyerbu Tobruk


15. Panzer-Division di Afrika Utara: Prajurit-prajurit Afrikakorps dari Panzer-Pionier-Bataillon 33 menaiki sebuah Panzerkampfwagen III Ausf.G "632" milik 6.Kompanie / II.Abteilung / Panzer-Regiment 8 untuk ikut berpartisipasi dalam serangan pendahulu ke pertahanan Sekutu di sekitar Tobruk, Libya, bulan Oktober 1941. Satuan zeni tempur ini melengkapi diri dengan senjata yang lebih beragam dibandingkan dengan unit infanteri standar, diantaranya adalah penggunaan penyembur api dari jenis Flammenwerfer 35, drum amunisi senapan mesin, tabung berisi cadangan laras MG 34, dan kantong pengangkut stielhandgranate. Di sebelah kanan kita bisa melihat prajurit lain, yang kemungkinan adalah komandan skuad, yang menyimpan senapan mesin MP-40 atau 38 di atas kubah tank sebelum memanjatnya. Uniknya, para prajurit ini masing-masing dilengkapi dengan dua pelples air dan bukannya satu seperti biasanya! Mereka juga mengenakan cover helm berwarna pasir untuk meminimalisir efek pantulan saat terkena sinar matahari.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2017/01/tank-desant-infanteri-numpang-di-panzer.html

Thursday, July 9, 2020

Afrikakorps Siap Tempur Menyerbu Tobruk

15. Panzer-Division di Afrika Utara: Prajurit-prajurit Afrikakorps dari Panzer-Pionier-Bataillon 33 menaiki sebuah Panzerkampfwagen III Ausf.G "632" milik 6.Kompanie / II.Abteilung / Panzer-Regiment 8 untuk ikut berpartisipasi dalam serangan pendahulu ke pertahanan Sekutu di sekitar Tobruk, Libya, bulan Oktober 1941. Satuan zeni tempur ini melengkapi diri dengan senjata yang lebih beragam dibandingkan dengan unit infanteri standar, diantaranya adalah penggunaan penyembur api dari jenis Flammenwerfer 35, drum amunisi senapan mesin, tabung berisi cadangan laras MG 34, dan kantong pengangkut stielhandgranate. Di sebelah kanan kita bisa melihat prajurit lain, yang kemungkinan adalah komandan skuad, yang menyimpan senapan mesin MP-40 atau 38 di atas kubah tank sebelum memanjatnya. Uniknya, para prajurit ini masing-masing dilengkapi dengan dua pelples air dan bukannya satu seperti biasanya! Mereka juga mengenakan cover helm berwarna pasir untuk meminimalisir efek pantulan saat terkena sinar matahari.






Sumber :
Foto koleksi Blanluet Christophe dari ECPAD Archive
https://www.facebook.com/groups/1728158044141689/
https://www.facebook.com/pg/TheTruthInColor/photos/

Saturday, April 11, 2020

Tawanan Afrikakorps di Tobruk 1941

Tentara-tentara Jerman ini ditangkap oleh pasukan Australia dalam pertempuran di perbatasan terluar Tobruk, sebuah kota pelabuhan yang strategis di Libya, pada tanggal 8 Mei 1941. Mereka kemudian dibawa masuk ke bagian dalam benteng Tobruk dengan mata tertutup, untuk menghindari diketahuinya pos-pos pertahanan Sekutu yang tersebar di sekitar tempat tersebut. Di latar belakang kita bisa melihat sebuah Bren gun dengan bipod yang telah terpasang. Prajurit penjaga di sebelah kiri adalah anggota dari 2nd Company / 23rd Australian Infantry Battalion, yang terlihat dari insignia di lengan kanannya. Dari bulan April s/d Desember 1941, 30.000 orang tentara Australia terkepung oleh gabungan pasukan Jerman dan Italia di sekeliling Tobruk. Selama periode tersebut, Panglima Afrikakorps Erwin Rommel berkali-kali melancarkan serangan untuk mematahkan pertahanan kota tersebut, hanya untuk menemui kegagalan ketika dihadapkan oleh banyaknya pertahanan serta kegigihan pasukan Australia yang bertahan disana. Bisa dibilang bahwa Tobruk menjadi sumber utama puyengnya kepala Rommel dalam kampanye militernya di Afrika Utara, karena dibutuhkan empat divisi Italia dan tiga batalyon Jerman untuk mengepungnya, sebuah kekuatan yang berjumlah dua kali lipat dari pasukan yang bertahan!


Sumber :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=135534584703416&set=gm.2366301810327306&type=3&theater&ifg=1

Erwin Rommel Memakan Buah Kalengan

 Foto hasil jepretan Kriegsberichter Fritz Moosmüller dari Propaganda-Kompanie "Afrika" ini memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") yang sedang menyantap buah kalengan sambil berdiri di atas Sd.Kfz. 250/3 leichter Funkpanzerwagen Ausf.A "Greif" (Grifon) plat nomor WH 37036, yang dilengkapi dengan MG 34 (Maschinengewehr 34). Laras senapan mesin tersebut telah ditutupi dengan kain tebal untuk mencegahnya dimasuki oleh debu dan kotoran. Di sebelah Rommel - yang kini wajahnya telah menjadi coklat akibat terpapar oleh debu dan sinar matahari - adalah Oberst Fritz Bayerlein (Chef des Generalstabes Panzerarmee "Afrika"). Sang Kepala Staff terlihat sedang sama-sama sibuk melahap kaleng berisi buah persik... yang beberapa waktu sebelumnya telah dirampas dari stok ransum milik pasukan Inggris dan Australia yang mempertahankan wilayah Tobruk! Foto ini sendiri kemungkinan besar diambil pada musim panas tahun 1942, tak lama setelah kejatuhan kota pantai Libya yang strategis tersebut. BTW, dalam peperangan di Afrika Utara, tentara-tentara Afrikakorps Jerman biasa menggunakan kendaraan, perlengkapan, amunisi serta makanan hasil rampasan dari musuh. Di latar belakang kita bisa melihat apa yang tampaknya adalah mobil komando Humber convertible, sementara lebih belakang lagi adalah truk ringan Bedford (dua-duanya adalah kendaraan buatan Inggris)


Sumber :
https://www.facebook.com/groups/1728158044141689/

Thursday, December 5, 2019

Rommel Diwawancarai Setelah Jatuhnya Tobruk

 Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") asyik ngoceh saat sedang diwawancarai oleh Kriegsberichter Lutz Koch, yang menodongkan mikrofon merk Beyer M 19b ke mulutnya, sementara bildberichter di belakang mereka sibuk merekam gambar dengan kamera Arriflex 35mm. Di belakang Rommel terlihat seorang operator sedang sibuk bekerja menggunakan magnetofon AEG "Tonschreiber d (Dora)" - yang tercatat sebagai magnetofon (perekam magnetik) portabel pertama di dunia - diatas mobil Horch Typ 40 mittlerer geländegängiger Personenkraftwagen (m.gl.Pkw) Kfz 15. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 22 Juni 1942 saat pasukan Jerman baru saja merebut Tobruk dari tangan Sekutu. Kota pantai di Libya ini mempunyai peran sangat strategis dalam kancah pertempuran Afrika Utara, dan penguasaannya membuat rakyat Jerman terbuai dalam euforia: pendudukan Mesir hanya tinggal menunggu waktu, dan setelahnya adalah bersatunya pasukan Jerman dari Rusia dan Afrika di Kaukasus! Wawancara ini disiarkan secara langsung ke tanah air Jerman, dan didengarkan oleh begitu banyak orang, termasuk oleh Adolf Hitler dan konco-konconya. Di hari itu juga sang Führer - yang merasa sangat gembira - memutuskan untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa untuk jenderal favoritnya tersebut, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal), sebuah pangkat yang secara resmi tidak ada pensiunnya!


Sumber:
Buku "Afrikakorps" karya Francois de Lannoy
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=222516&p=2237298#p2237298