Showing posts with label Gebirgsjäger. Show all posts
Showing posts with label Gebirgsjäger. Show all posts

Sunday, June 18, 2023

Sukarelawan SS Bosnia Berlatih di Pegunungan


Prajurit-prajurit sukarelawan Bosnia dari Kroatische SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division (yang nantinya berganti nama menjadi 13. Waffen-Gebirgs-Division der SS Handschar) melakukan latihan militer di pegunungan bersalju di Jerman, sebelum nantinya diterjunkan ke wilayah Balkan yang menjadi rumah mereka. Foto ini diambil di musim panas tahun 1943, dengan keterangan asli berbunyi: "Leben sehen die Männer aus dem Süden Schneeberge im Sommer." (untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, orang-orang dari Selatan ini melihat pegunungan yang diselimuti salju di musim panas!)

Sumber :
https://hindi.fansshare.com/community/uploads32/7110/ferid_d__ani__/?d=german.fansshare.com
https://oper-1974.livejournal.com/1453438.html

Monday, May 30, 2022

Bergstiefel Gebirgsjäger

Gebirgsoldaten (Prajurit Gunung) menyempatkan diri untuk tidur di bak belakang truk di sela-sela invasi Jerman ke Polandia, bulan September 1939. Perhatikan detail sol sepatu mendaki yang mereka kenakan! Sepatu jenis ini dikenal dengan nama "Bergstiefel" atau sepatu gunung, dan mempunyai lapisan yang lebih keras dibandingkan dengan sepatu kulit standar "Marschstiefel"yang biasa dipakai oleh landser (prajurit) Jerman. Sepatu ini juga lebih pendek ukurannya (sebatas tumit), dan bisa digunakan untuk dua hal: mendaki gunung serta bermain ski.

Sumber ;
"Hitler's Mountain Troops 1939-1945" karya Ian Baxter

Monday, May 2, 2022

Eduard Dietl dan Prajuritnya

 
Foto ini pertama kali dimuat dalam buku "Narvik im Bild" terbitan tahun 1941 karya Gerd Röttger, dan memperlihatkan Generalleutnant Eduard Dietl (Kommandeur 3. Gebirgs-Division) bersama dengan prajurit-prajurit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung) pimpinannya. Mereka semua mengenakan topi khas yang dinamakan Bergmütze (Topi Gunung), yang dihiasi oleh pin berbentuk bunga Edelweiss di bagian pinggirnya. Topi jenis ini begitu populernya di kalangan prajurit Jerman sehingga pada tahun 1943 diadopsi sebagai topi umum pasukan Wehrmacht dan SS dengan nama Feldmütze M43 (Topi Lapangan Model 1943). Atas jasa-jasanya dalam invasi Jerman atas Norwegia, pada tanggal 9 Mei 1940 Jenderal Dietl dianugerahi medali militer bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, disusul oleh Eichenlaub tanggal 19 Juli 1940 (yang terakhir sebagai Kommandierender General Gebirgskorps "Norwegen"). Dia tercatat sebagai orang pertama dari 863 orang di seantero Angkatan Bersenjata Jerman yang dianugerahi Eichenlaub, yang merupakan medali tingkat kedua dari Ritterkreuz.
 
Sumber :
https://foto.digitalarkivet.no/fotoweb/archives/5001-Historiske-foto/Indekserte%20bilder/L_6430Fo30141706300028_246.tif.info#c=%2Ffotoweb%2Farchives%2F5001-Historiske-foto%2F%3F25%3DOkkupasjonstid

Tuesday, July 7, 2020

Franz Böhme dan Max-Josef Pemsel

 Dari kiri ke kanan: General der Infanterie Franz Böhme (Kommandierender General XVIII. Gebirgskorps) dan Oberst im Generalstab Max-Josef Pemsel (Chef des Generalstabes XVIII. Gebirgskorps). Keduanya sama-sama merupakan Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes): Böhme dianugerahi Ritterkreuz pada tanggal 29 Juni 1940 sebagai Generalleutnant dan Kommandeur 32. Infanterie-Division, sementara Pemsel mendapatkannya pada tanggal 9 Desember 1944 sebagai Generalmajor dan Kommandeur 6. Gebirgs-Division. Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi kemungkinan besar di wilayah Lappland, Norwegia, dalam rentang waktu antara bulan Oktober 1940 s/d Mei 1943. Di latar belakang kita bisa melihat penampakan sepeda motor "OSL" (kemungkinan dari model 500cc) dan mobil Opel "Admiral" cabriolet empat pintu.

Sumber :
Foto koleksi pribadi Jeremy Dixon
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=2278488#p2278488

Saturday, April 11, 2020

Gebirgsjäger-Regiment 756 di Yunani

Foto studio dari akhir tahun 1942 yang memperlihatkan para prajurit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung) Jerman yang memakai tropenhemd (kemeja tropis), tropenmütze (topi tropis), Kurze Tropenhosen (celana pendek tropis), bergstiefel (sepatu gunung), serta bergabzeichen (lencana gunung). Muka-muka mereka "gosong" karena lama terpapar oleh matahari terik di Yunani. Mereka semua adalah anggota dari Gebirgsjäger-Regiment 756, yang pada bulan Februari 1943 dikirim ke Tunisia untuk bertempur melawan pasukan Sekutu. Unit ini tercatat sebagai satu dari hanya dua unit pasukan gunung Jerman yang beroperasi di wilayah Afrika Utara (satunya lagi adalah 2.Kompanie / Sonderverband 288). Meskipun bukan dilatih untuk jenis pertempuran padang pasir, kedua unit Gebirgsjäger tersebut berjuang melawan musuh dengan gigih, dan sempat membuat pasukan Amerika panik dalam Pertempuran di Celah Kasserine. Pada akhirnya, hampir tak ada satupun anggota Gebirgsjäger-Regiment 756 atau 2.Kompanie / Sonderverband 288 yang selamat kembali ke Jerman dalam peperangan di Afrika tahun 1943. Hampir semuanya terbunuh atau dijadikan tawanan perang oleh Sekutu.


Sumber :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2702017630020927&set=gm.2366074997016654&type=3&theater&ifg=1

Tuesday, March 3, 2020

Kedatangan Delegasi Jerman di Skotlandia


Pada tanggal 11 Mei 1945, delegasi Wehrmacht dari Norwegia tiba dengan menggunakan pesawat transport Junkers Ju 52 di pangkalan udara milik Royal Naval Air Station, Drem, East Lothian, Skotlandia. Mereka sengaja datang dari Oslo untuk mendiskusikan penyerahan total seluruh pasukan pendudukan Jerman di Norwegia, sekaligus menyerahkan detail tentang posisi-posisi ranjau laut serta benteng pertahanan di sepanjang pantai negara Skandinavia tersebut. Setelah pesawat mendarat, rombongan dari Jerman ini disambut oleh Commander Mundy Cox, Komandan Royal Naval Air Station, yang didampingi oleh Captain Loewisch, Captain Kruger dan Lieutenant Albens. Dari bandara, mereka kemudian diberangkatkan dengan beberapa buah mobil menuju lokasi perundingan di kapal perang HMS Renown. Di menit 02:00 kita bisa melihat kepala delegasi Jerman, Oberst Dr.jur. Ernst Kühl, mantan Komandan 5. Flieger-Division di Narvik yang juga adalah seorang pilot pembom jempolan (Kühl dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz dan Eichenlaub saat masih menjadi pimpinan Kampfgeschwader 55 "Greif"). Ketika perang di Eropa berakhir pada tanggal 8 Mei 1945, pasukan pendudukan Jerman di Norwegia masih utuh tak kurang suatu apa, dengan total personil berjumlah 400.000 orang, sementara penduduk Norwegia sendiri pada saat itu kurang dari tiga juta orang! Hitler sengaja menempatkan begitu banyak pasukannya di Norwegia - yang seharusnya bisa digunakan di wilayah lain yang lebih membutuhkan - karena parno berlebihan akan kemungkinan adanya invasi pihak Sekutu dari Skandinavia, salah satu wilayah yang menjadi sumber utama bahan baku mesin-mesin perang Jerman. Begitu pentingnya wilayah ini, sehingga sang Führer keukeuh untuk tidak memindahkan sebagian saja personilnya ke Front Timur atau Barat yang di akhir-akhir perang sedang digempur habis-habisan!


Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=47IzY8Zeacs
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=1036250

Tuesday, February 25, 2020

Eduard Dietl di Padang Tundra

 Dalam sebuah surat pribadi yang ditujukan pada Hitler, General der Gebirgstruppe Eduard Dietl (Kommandierender General Gebirgskorps Norwegen) menceritakan kesulitan luar biasa yang dihadapinya saat harus beroperasi di wilayah paling utara kekuasaan Jerman, kesulitan yang datangnya dari alam sekitar dan bukannya dari musuh: "Mein Führer, wilayah tundra dimana Murmansk berada, sampai hari ini kondisinya adalah sama persis dengan saat pertama kali dimana Tuhan menciptakannya. Tak ada pohon, tak ada semak-semak, dan tak ada tempat tinggal manusia. Tak ada pula jalan raya atau bahkan jalan setapak. Tak ada apapun, hanya batu-batu belaka dan kekosongan tak berujung yang mengiringinya. Wilayahnya dipenuhi oleh danau, aliran air dan sungai berarus kencang. Di musim panas tundra berubah menjadi rawa-rawa, sementara di musim dingin ditutupi oleh salju dan es dengan suhu yang turun menjadi 40 atau bahkan 50 derajat di bawah nol. Selama delapan bulan nonstop berlangsung malam kutub dengan lolongan badai salju yang membawa angin yang memekakkan telinga. Tundra seluas ratusan kilometer ini, yang mengelilingi Murmansk layaknya sebuah pertahanan alami, mempunyai satu buah gurun yang besar. Tak ada satu manusia pun dalam sejarah yang pernah bertempur di tempat ini, karena padang pasir bebatuannya tak cocok untuk penempatan tentara. Kecuali, tentu saja, bila dibangun jalan raya atau setidaknya jalan setapak untuk kuda sehingga manusia dan, lebih penting lagi, hewan pengangkut bisa melewatinya. Tapi bila aku harus melakukannya dengan pasukan yang aku punya saat ini, maka semua beban kesulitan tersebut jatuh ke pundak pasukan tempur kami, dua divisi gunung pimpinanku yang tak pernah dilatih sebelumnya untuk menghadapi kesulitan semacam ini. Hal paling pertama yang bisa diambil pelajaran oleh prajurit-prajurit dan perwiraku saat tiba disini adalah ungkapan "menyelamatkan perlengkapan yang tersisa". Disini kami hanya punya beberapa traktor, beberapa bagal, sementara kami sangat kekurangan artileri yang mampu dipindahkan dengan mudah, dan setiap divisi hanya mempunyai dua resimen saja..." (diambil dari buku 'Hitler Moves East' karya Paul Carell)


Sumber :
https://vk.com/album-33777537_174313375?act=comments

Tuesday, February 11, 2020

Monumen Jatuhnya Pesawat Jenderal Dietl

 Monumen ini terdapat di hutan dekat desa Rettenegg, Weiz Bezirk, Styria (Steiermark), Austria, tepat di lokasi jatuhnya Junkers Ju 52/3mg8e "A2+AA" (Werknummer 7596). Pesawat transport kepunyaan Kommandierende General der Deutschen Luftwaffe in Finnland tersebut menabrak bumi pada tanggal 23 Juni 1944 pukul 07:42 pagi, setelah mengalami masalah mesin di ketinggian 1.800 meter saat melintasi Hochwechsel, 15 kilometer sebelah tenggara Semmering. Kerusakan yang diderita mencapai 95%. Di dalamnya terdapat sembilan orang penumpang (termasuk lima awak pesawat), dengan tujuh diantaranya kehilangan nyawanya di hari itu. Keempat orang penumpangnya bukanlah orang biasa, melainkan para petinggi Wehrmacht di Finlandia yang sedang dalam perjalanan kembali dari Jerman setelah menemui Hitler di Obersalzberg satu hari sebelumnya. Mereka adalah (diurut dari pangkat tertinggi): Generaloberst Eduard Dietl (Oberbefehlshaber 20. Gebirgsarmee), General der Infanterie Thomas-Emil von Wickede (Kommandierender General X. Armeekorps), General der Gebirgstruppe Karl Eglseer (Kommandierender General XVIII. Gebirgskorps), dan Generalleutnant Franz Rossi (Kommandeur Divisionsgruppe Rossi), Sementara itu, lima orang awak pesawatnya adalah: Flugzeugführer (1) (Staffelführer) Oberleutnant Erich Jakob, Flugzeugführer (2) Oberleutnant Hans Kowollik, Bordfunker Feldwebel Huber, Bordmechaniker Oberfeldwebel Meier, serta Bordschütze Unteroffizier Heinz Thieme. Dua orang yang selamat dalam kecelakaan ini adalah Meier dan Huber. BTW, monumen ini sendiri adalah hasil buatan pribadi dan bukan didanai oleh pemerintah. Karenanya kita bisa melihat ketidaksesuain nama yang terdapat di plakat dengan informasi resmi dari pihak yang berwenang saat itu!


Sumber :
http://www.denkmalprojekt.org/2014/waldbach_dietl-kreuz_bez-hartberg-fuerstenfeld_steiermark_wk2_oesterr.html
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=92033

Sunday, January 12, 2020

Kereta Luncur Anjing Wehrmacht

 Unit Schlittenhunde alias kereta luncur berpenarik anjing dari 6. Gebirgs-Division. Unit satu-satunya di seantero Wehrmacht ini dibentuk oleh sukarelawan asal Swedia bernama Åke Aspegrén. Aspegrén adalah seorang peternak anjing ternama di negaranya, dan tim kereta luncur anjingnya telah banyak diberitakan dalam berbagai majalah serta penerbitan lainnya di masa sebelum pecahnya Perang Dunia II. Pada awalnya dia bergabung dengan unit sukarelawan asal Swedia yang rencananya akan dikirimkan ke Finlandia untuk membantu melawan invasi Soviet dalam Perang Musim Dingin 1939/40, tapi konfrontasi bersenjata keburu berakhir sebelum mereka sempat mencicipi pertempuran. Saat Finlandia berperang kembali dengan musuh lamanya di tahun 1941, Aspegrén mengajukan diri lagi untuk menjadi sukarelawan, hanya kali ini dia lebih memilih untuk bergabung dengan pasukan Wehrmacht di Skandinavia, yang dianggapnya lebih mempunyai sumber daya manusia, perlengkapan dan senjata dalam perang musim dingin melawan Tentara Merah. Permintaannya untuk bergabung diterima pada akhir tahun 1941, dan Aspegrén tiba di Finlandia di awal tahun 1942. Konsep kereta luncur yang ditarik anjing sendiri pertama kalinya diujicoba di lingkungan internal Gebirgsjäger-Regiment 141. Ketika eksperimennya terbukti berhasil, dibentuklah sebuah unit kereta luncur anjing terpisah yang berada di bawah komando Aspegrén. Unit ini terutama sekali digunakan untuk mendukung operasi-operasi militer kecil di belakang garis pertahanan musuh, serta berperan sebagai unit reaksi-cepat dalam pertempuran-pertempuran di wilayah yang dipenuhi oleh salju


Sumber :
https://www.axishistory.com/books/150-germany-heer/heer-divisionen/3200-6-gebirgs-division#

Upacara Terakhir 6. Gebirgs-Division

Norwegia, 8 Mei 1945: Upacara terakhir dari I.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 143 / 6.Gebirgs-Division sebelum menyerahkan diri ke tangan pasukan Inggris. Kekuatan unit Pasukan Gunung Wehrmacht ini terbilang masih utuh saat Jerman menyerah pada Sekutu di hari itu, karena di hampir sepanjang eksistensinya mereka "hanya" bertugas sebagai pasukan pendudukan di Skandinavia dan bukannya pasukan tempur di front terdepan (6. Gebirgs-Division sendiri baru dibubarkan pada tanggal 6 Agustus 1945, berbulan-bulan setelah perang di Eropa berakhir). Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 27 April 1945, Republik Austria didirikan dengan Karl Renner dari Partai Sosialis sebagai Presiden sekaligus Kanselir pertamanya. Pada awal bulan Mei dia mengirimkan pesan melalui radio, menyerukan agar prajurit-prajurit Wehrmacht yang berasal dari Austria supaya menyerah saja kepada Sekutu daripada meneruskan perang yang sia-sia. Pengumuman ini didengar oleh para anggota dari 4.Batterie / Gebirgs-Artillerie-Regiment 118 / 6.Gebirgs-Division yang bermarkas di Signaldalen. Oberst Josef Remold, Komandan Divisi, segera mengeluarkan surat perintah tandingan: "6. Gebirgs-Division tidak akan mengikuti perintah ini, dan para prajuritnya dilarang untuk menyerah. Mendengarkan radio juga tidak diperbolehkan. Salam hormat Jerman tetap digunakan! Oberst Remold. Heil Hitler!" Perintah tegas ini ternyata tidak dipedulikan oleh prajurit-prajurit artileri gunung dari 4. Batterie, yang sebagian besar berasal dari Austria. Mereka membunuh komandannya sendiri, Hauptmann Dirmbacher serta Oberleutnant Fromm, dan kemudian melarikan diri dalam dua grup dengan dipimpin oleh Obergefreiter Bruckner. Grup pertama yang beranggotakan 48 orang berhasil mencapai perbatasan Swedia, tapi grup kedua yang beranggotakan 11 orang kemudian ditangkap oleh patroli Jerman. Atas perintah dari General der Gebirgstruppe Ferdinand Jodl (Oberbefehlshaber Armee-Abteilung Narvik), empat diantara mereka - yaitu Rudolf Zatsch, Josef Wenzl, Leopold Wickenhauser dan Hartmut Feyertag - dieksekusi pada tanggal 10 Mei 1945, dua hari setelah Jerman secara resmi menyerah dalam Perang Dunia II. Kasus ini sendiri kemudian disebut sebagai "Pemberontakan Signaldalen"


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2013/07/album-foto-6-gebirgs-division.html
https://www.axishistory.com/books/124-germany-waffen-ss/germany-waffen-ss-other/1525-mutinies-in-the-wehrmacht-a-waffen-ss

Prajurit Gebirgsjäger di Norwegia

  Sekelompok prajurit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung) dari III.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 136 / 2.Gebirgs-Division di Norwegia, musim panas tahun 1942. Foto ini diambil oleh Hugo Krause, salah seorang anggota dari batalyon tersebut yang juga adalah seorang fotografer amatir. GJR136 dibentuk pada tanggal 1 Agustus 1938 dari mantan anggota Tyrol Jäger-Regiment, yang merupakan resimen Angkatan Darat Austria yang bermarkas di Innsbruck. Batalyon Ketiga sendiri dibentuk di Landeck, sementara Batalyon Keduanya saat itu masih belum ada. GJR136 lalu ditempatkan di bawah komando 2. Gebirgs-Division sampai dengan akhir perang. Tak lama setelahnya, II.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 140 dipindahkan ke GJR136 dan pada tanggal 1 April 1940 dinamai ulang menjadi II.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 136. Unit pelatihan resimen adalah I.Bataillon / Gebirgsjäger-Ersatz-Regiment 136, yang kemudian dinamai ulang juga menjadi Reserve-Gebirgsjäger-Regiment 136. 2. Gebirgs-Division memulai aksinya di Polandia pada bulan September 1939, diikuti oleh Norwegia pada musim panas 1940. Hanya beberapa elemen dari GJR136 yang terlibat dalam kampanye militer di Norwegia, utamanya adalah dua kompi yang secara khusus mendapat pelatihan parasut dan kemudian diterjunkan (satu kompi masing-masing) di kota Tromsø, tak lama setelah Norwegia menyerah pada bulan Juni 1940. Hal ini tetap digolongkan sebagai penerjunan operasional sehingga mereka yang terlibat mendapatkan Heeres-Fallschirmschützen-Abzeichen (Medali Terjun Payung Angkatan Darat). Dari musim panas 1940 s/d Juni 1941, GJR136, bersama dengan unit-unit yang tergabung dalam Gebirgskorps Norwegen, mendapat tugas penjagaan di Norwegia Utara. Korps Gunung tersebut kemudian melintasi perbatasan Norwegia/Finlandia pada tanggal 22 Juni 1941 dan seminggu kemudian memasuki wilayah Uni Soviet dengan tujuan mencapai wilayah Murmansk. Hal itu tak pernah terjadi, dan pada musim gugur 1941 kedua belah pihak "diam ditempat masing-masing" dalam peperangan statis yang berlangsung selama tiga tahun, yang hanya berjarak 30-40 kilometer dari kota pelabuhan tersebut. Pada tanggal 7 Oktober 1944 pihak Soviet melancarkan serangan besar-besaran melawan apa yang sekarang dinamakan sebagai XIX. Gebirgskorps (terdiri dari 2. dan 6. Gebirgs-Division serta beberapa unit lain yang lebih kecil). Ofensif ini membuat Jerman menarik mundur pasukannya sampai ke Norwegia, yang berlangsung selama tiga minggu sampai akhirnya kedua belah pihak menghentikan kontak senjata sekitar 160 kilometer didalam wilayah Norwegia. 2. Gebirgs-Division kemudian ditarik mundur ke Eropa Daratan dimana mereka bertempur sampai dengan akhir perang. GJR136 mempunyai satu orang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz): Hauptmann Otto Stampfer, yang mendapatkannya pada tanggal 23 Juli 1942 saat bertugas di III./GJR136. Selain Ritterkreuz Stampfer, resimen tersebut juga mempunyai delapan orang peraih Deutsches Kreuz in Gold serta satu orang peraih Ehrenblattspange


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/01/album-foto-2-gebirgs-division.html

Oberstleutnant Kräutler dalam Operasi Barbarossa

Oberstleutnant Mathias Kräutler (Kommandeur II.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 137 / 2.Gebirgs-Division) menyempatkan diri untuk mempelajari peta menggunakan kartentaschenlupe (kaca pembesar), saat unitnya terjebak di tengah kemacetan dalam gerak maju ke Uni Soviet di musim panas tahun 1941. Kräutler sendiri adalah seorang perwira asal Austria yang otomatis menjadi anggota Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Nazi Jerman) saat negaranya melakukan "Anschluss" - alias penyatuan - dengan Jerman pada tahun 1938. Dia juga adalah veteran Perang Dunia Pertama yang pernah bertempur melawan tentara Kekaisaran Rusia di Front Timur. Kesannya begitu mendalam terhadap prajurit-prajurit yang menjadi musuhnya dalam pertempuran beberapa dekade sebelumnya ini: "Mereka adalah orang-orang sederhana yang dibesarkan dengan baik, selalu terlihat ceria walaupun sebagian besar dari mereka adalah orang-orang miskin, dan kamu bisa ngobrol dengan mudahnya kepada mereka layaknya sahabat lama," kenangnya, sebelum melanjutkan, "Dan inilah dia, sekarang yang menghadapi kami adalah orang-orang bersenjata lengkap yang berdisiplin tinggi serta dipimpin oleh perwira mereka secara brutal dalam setiap pertempuran." ('Blitzkrieg Unleashed' karya Richard Hargreaves halaman 202)


Sumber :
https://de.metapedia.org/wiki/Kr%C3%A4utler,_Mathias_Ferdinand?__cf_chl_jschl_tk__=61895525b90d17f7cddc4c4ec700b02326fad402-1578792729-0-AcdEwEQYDzp3yLhvvkikNV5TQK2yaASXHPDtPFmRQnrhcRr5ST81nwEvRSfYKN4VR42iyY2bA4v2-BfjzXUsszDCl843pkLhpF25obY3Dinn8cIHR1qEhpjWn-GWbb76uZKvzU4jLiGX-otKl_w94tXJRsuiB_7jPmf9L6dClXkUDdpfcoszb6YIKNDixOsnYl19ksre_u3jOX54zOcf2ARRo19iMQykLIDjwOgUE67EV6qRBNKsLPONmD2UjeNCb2rrMYLkpiku9VxjVycKk43PbcelQhaxvztidCzuBvjwYr0vRr7ALv3ou36WWu1hdA

Monday, December 23, 2019

Pasukan Bermotor dari 1. Gebirgs-Division di Yugoslavia

 Bagaikan longsoran salju, konvoy putih pasukan bermotor BMW R75 dari 1. Gebirgs-Division menuruni bukit Sandžak - yang tertutup oleh es - dalam perjalanan menuju wilayah yang dikuasai oleh Partisan Yugoslavia dari Divisi Proletar ke-2, dalam sebuah permulaan dari operasi militer di bulan Desember 1943 yang dinamakan "Kugelblitz" (Bola Petir), yang aslinya adalah suatu fenomena alam yang mematikan dan kemunculannya selalu tidak terduga. Serangan Jerman berkekuatan 75.000 orang tersebut memang terjadi secara tiba-tiba, kuat dan mematikan: dalam pertempuran di Prijepolje, di hari pertama operasi, Brigade Šumadija ke-1 - yang sama sekali tak menduga akan adanya serangan berskala besar - kehilangan dua pertiga anggotanya. Pihak Partisan berusaha bertahan mati-matian, hanya untuk terbantai dalam skala besar, dan sebagian anggotanya yang panik lalu berterjunan ke sungai hitam Lim yang membeku dan menghilang tanpa jejak disana. Pembantaian unit-unit Partisan kemudian berlanjut di hari kedua operasi. Aliando bawakan kutipan ocehan dari Miodrag Milovanović Lune (Wakil Komandan Brigade Proletar ke-2): "Pihak Jerman berhasil melakukan terobosan di pagi hari dan menyerbu Pljevlja dari arah jalan. Pada pukul dua siang mereka sudah berada disana. Mereka membuat terkejut orang-orang kami di Jabuka saat menyergap seluruh konvoy manusia dan kendaraan pengangkut suplai di jalan raya. Orang-orang kami tak dapat mempercayai bahwa tank yang mereka lihat adalah milik Jerman, dan beberapa diantaranya - yang tidak tahu - bahkan berusaha melambaikan tangan pada tank-tank tersebut untuk mencari tumpangan! Sementara itu pihak Jerman, gerombolan bandit dan tukang jagal itu, membunuh siapapun yang mereka mau. Mereka cukup duduk di tank-tank mereka dan menembaki kami dengan pistol layaknya pemburu! Dengan sengaja mereka berteriak dan mengajak kami supaya naik tank mereka, sambil menuruni jalanan menuju konvoy kami, sementara orang-orang kami - saat melihat kedatangan tank-tank tersebut - langsung berlarian ke segala arah!"


Sumber :
https://www.instagram.com/p/B6aTdDlhaji/

Tuesday, November 12, 2019

Bintara Gebirgsjäger SS dari Unit Panzerjäger

 Bintara Gebirgsjäger Waffen-SS berpangkat SS-Oberscharführer ini mengenakan seragam lapangan model Heer M36 tapi dengan bahan berkualitas baik seperti yang biasa dikenakan oleh perwira. Schulterklappen (tanda pangkat bahu) yang dikenakannya memajang huruf "P" model gothik, yang menunjukkan keanggotaannya di unit Panzerjäger atau Pemburu Tank. Yang paling tidak biasa dari semua yang dikenakannya adalah topi dari jenis feldmütze M43 yang bertengger di kepalanya, yang menggunakan gesper sebagai pengikat dan bukannya kancing seperti umumnya. Perhatikan pula emblem edelweiss di bagian samping topinya, yang berbahan metal seperti yang biasa dikenakan oleh pasukan gunung Heer (sementara unit Waffen-SS sendiri lebih memilih untuk menggunakan edelweiss bordiran). Di seragamnya telah terpajang medali Infanterie-Sturmabzeichen in Silber, yang ditempatkan di atas DRL Sportabzeichen serta Verwundetenabzeichen in Schwarz. Untuk identifikasi pita-pita yang berjajar di Ordensschnalle (baris medali) di atas saku kirinya adalah, dari kiri ke kanan: Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille), Wehrmacht-Dienstauszeichnung, Deutsches Schutzwall-Ehrenzeichen, serta Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938



Sumber :
Foto koleksi pribadi Gordon Williamson
https://www.thirdreichmedals.com/article/WSS.html

Sunday, May 12, 2019

Lukisan Perwira 1. Gebirgs-Division

Lukisan karya Gisbert Palmié (1897-1986) berjudul "Vor der Schlacht" (Sebelum Pertempuran) ini dibuat pada tahun 1942 dan dipajang di Haus der Deutschen Kunst, Münich, sementara reproduksinya disebarluaskan melalui kartupos yang diedarkan di masa Perang Dunia II. Lukisan ini memperlihatkan sesi "Kommandeurbesprechung" (Pertemuan Komandan) dari 1. Gebirgs-Division pada tanggal 14 Juli 1941, yang digelar untuk merencanakan penyerangan terhadap Stalin Line, garis pertahanan Soviet di perbatasan dengan Polandia yang membentang sejauh 60-140 km. Selama beberapa waktu, sang pelukis telah menyertai perjalanan 1. Gebirgs-Division dalam penyerbuannya ke wilayah Rusia di tahun 1941. Dia membuat banyak lukisan dan sketsa selama masa tinggalnya tersebut, dengan "Vor der Schlacht" adalah yang paling terkenal diantara semuanya. Lukisan ini bahkan sampai membuat kesengsem Adolf Hitler, sehingga sang Führer membelinya seharga 22.000 Marks! Penyerbuan ke Stalin Line sendiri adalah salah satu prestasi 1. Gebirgs-Division yang paling menonjol dalam Perang Dunia II, dimana kesuksesannya telah membuahkan beberapa penghargaan Ritterkreuz untuk perwiranya. Meskipun mendapat tentangan dari atasannya Ludwig Kübler, dengan berani Divisionskommandeur Lanz memutar pasukan utamanya dan menusuk musuh dari arah samping dan belakang, sehingga membuat runtuhnya pertahanan musuh secara keseluruhan.

Sebagai identifikasi dari lukisan ini adalah, dari kiri ke kanan: 
1.Oberstleutnant Rudolf Lang (Kommandeur Gebirgs-Panzerjäger-Abteilung 44),
2.Oberst Egbert Picker (Kommandeur Gebirgsjäger-Regiment 98),
3.Hauptmann Josef Salminger (Kommandeur III.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 98),
4.Major der Reserve Peter Freiherr von le Fort (Kommandeur II.Abteilung / Gebirgs-Artillerie-Regiment 79),
5.Hauptmann Karl Eisgruber (Kommandeur II.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 98),
6.Hauptmann Herbert Schlager (Kommandeur Gebirgs-Pionier-Bataillon 54),
7.Major im Generalstab Hans Steets (Ia Erster Generalstabsoffizier 1. Gebirgs-Division),
8.Major Josef Fleischmann (Kommandeur I.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 99),
9.Oberst Max Winkler (Kommandeur Gebirgs-Artillerie-Regiment 79),
10.Oberst Hermann Kress (Kommandeur Gebirgsjäger-Regiment 99),
11.Generalmajor Hubert Lanz (Kommandeur 1. Gebirgs-Division),
12.Major der Reserve Dr. Hans Otto Hofmann (Divisions-Nachschub-Truppen 54),
13.Hauptmann Franz Knabl (Kommandeur Gebirgs-Nachrichten-Abteilung 54),
14.Hauptmann Ludwig von Eimannsberger (Ib Quartiermeister 1. Gebirgs-Division)



Sumber :
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=1002695&page=2