Showing posts with label Optik. Show all posts
Showing posts with label Optik. Show all posts

Sunday, January 1, 2023

Teropong Gunting di Lubang Pertahanan Sewaktu Barbarossa

Prajurit-prajurit infanteri Wehrmacht memperhatikan pergerakan tentara Rusia dari lubang pertahanan mereka tak lama sebelum dilakukannya sebuah serangan. Foto ini diambil pada tanggal 10 Juli 1941 sewaktu berlangsungnya Unternehmen Barbarossa, invasi Jerman atas Uni Soviet, dan pertama kali dipublikasikan pada bulan Oktober 1941. Seorang perwira berpangkat Leutnant tampak mengintip melalui "teropong gunting" Scherenfernrohr S.F.14.Z.Gi. Alat optik ini dikembangkan oleh perusahaan Leitz yang juga adalah produsen kamera Leica. Bentuknya sendiri merupakan hibrida antara teropong genggam standar dengan periskop, yang memungkinkan sang pengamat yang menggunakannya untuk tetap terlindungi, dengan hanya bagian "mata" teropongnya yang terlihat oleh musuh. Pihak Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman) sendiri menggunakannya secara luas, dari mulai sebagai sarana observasi umum (di darat dan di kendaraan) sampai dengan alat pengarah tembakan artileri. BTW, tali pengikat di schulterklappen (tanda pangkat bahu) Letnan dalam foto ini menunjukkan bahwa dia sebenarnya telah berpangkat satu tingkat lebih tinggi (Oberleutnant), hanya saja baru secara "de facto" (di lapangan) dan belum secara "de jure" (melalui surat keputusan resmi alias RDA, Rangdienstalter). Satu lagi: lencana bergambar petir yang digunakan prajurit berpangkat Obergefreiter di belakang sang perwira menunjukkan bahwa dia adalah anggota Nachrichtentruppe (Pasukan Sandi/Komunikasi).

Sumber ;
https://www.theatlantic.com/photo/2011/07/world-war-ii-operation-barbarossa/100112/

Tuesday, June 21, 2022

Kommandogerät 40 Luftwaffe

General der Infanterie Rudolf Schmundt (kedua dari kiri, Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht) dan Oberst im Generalstab Oldwig von Natzmer (kedua dari kanan, Ia Erster Generalstabsoffizier Panzergrenadier-Division "Großdeutschland") berdiri di dekat instalasi pertahanan udara Jerman di Front Timur, bulan Juni 1944. Instalasi tersebut dinamakan Entfernungsmesser (penjejak arah) dari jenis Kdo.​Ger.40 (Kommandogerät 40), dan biasa digunakan oleh unit-unit artileri anti pesawat terbang yang menggunakan meriam berat Flak 18 atau Flak 40. Fungsi alat ini sendiri adalah untuk menentukan posisi pesawat musuh yang menjadi target sasaran sekaligus menghitung jaraknya dari darat. Butuh setidaknya lima orang untuk mengoperasikan alat ini, sementara beratnya yang mencapai hampir 1 ton - tepatnya 915 kg - membuat ruang lingkup penggunaannya terbatas hanya sebagai alat pertahanan diri dan bukan pendukung serangan. Meskipun begitu, lensa kualitas super yang digunakannya serta keakuratan penguncian targetnya yang telah banyak teruji membuat Kommandogerät 40 menjadi andalan utama para pengontrol tembakan meriam Wehrmacht. Foto ini sendiri dibuat oleh Kriegsberichter Gottert, dan pertama kali dipublikasikan oleh "Berliner Verlag" di bulan Juni 1944.

Sumber :
https://audiovis.nac.gov.pl/obraz/1802/
https://www.gettyimages.ca/detail/news-photo/the-picture-from-national-socialist-reporting-shows-news-photo/1058609836

Wednesday, November 7, 2018

Perwira Jerman dan Finlandia di Danau Ladoga

Foto berwarna yang menarik ini diambil pada tanggal 10 Agustus 1942, dan memperlihatkan para perwira tinggi Jerman dan Finlandia sedang mengarungi danau Ladoga di Finlandia menggunakan Siebelfähre (Kapal angkut/Feri Siebel) milik Einsatzstab Fähre Ost (EFO), sebuah unit Luftwaffe yang beroperasi di sekitar wilayah danau Ladoga bersama dengan MTB Italia (12. Squadriglia MAS) serta kapal-kapal ranjau Jerman dari C-Gruppe / 31.Minensuch-Flottilla. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant der Reserve Friedrich-Wilhelm Siebel (Kommandeur Einsatzstab Fähre Ost); Kolonel Finlandia Eino Iisakki Järvinen (Komandan Brigade Pantai Danau Ladoga), dan dua orang perwira Luftwaffe tak dikenal (yang paling kanan berasal dari unit Flak kalau dilihat dari waffenfarbe-nya). Dari sumber asalnya dikatakan bahwa perwira kedua dari kanan adalah Generaloberst Alfred Keller, tapi menurut saya identifikasi ini salah karena mukanya beda jauh brow!


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/12/album-foto-schwimmweste-jaket-pelampung.html

Kameraman Kriegsmarine dengan Kamera Arriflex 35mm

Horst Grund, seorang Filmberichter atau kameraman dari Kriegsmarine, sedang merekam beberapa gambar di atas sebuah kapal menggunakan kamera Arriflex 35mm, di sebuah lokasi di Mediterania tahun 1943. Dia mengenakan schwimmweste (jaket pelampung) model awal berbahan kapuk, demi untuk berjaga-jaga bila tiba-tiba harus nyungseb ke laut. Arriflex 35 II adalah salah satu kamera gambar bergerak terpenting sepanjang masa. Dia didesain dan dibuat oleh Arnold & Richter, A.G. dari Münich, Jerman, sebuah perusahaan pembuat perangkat laboratorium dan aksesoris film yang didirikan pada tahun 1917. Kata ARRI sendiri diambil dari inisial dua huruf pertama dari pendirinya: August Arnold dan Robert Richter. ARRI memperkenalkan kamera pertama mereka, Kinarri, pada tahun 1924. 100 buah Kinarri berhasil terjual. Setelah melakukan riset yang intens dan memakan waktu, mereka mengembangkan sistem penglihatan refleksi kaca pada tahun 1931. Setelah menyempurnakan sistem yang revolusioner ini, ARRI memperkenalkan Arriflex 35 pada tahun 1937. Kamera ini tercatat dalam sejarah sebagai kamera gambar bergerak 35mm pertama yang menggunakan sistem refleksi. Sistem ini begitu superiornya, sehingga masih digunakan oleh semua profesional perfilman dunia sampai saat ini!


Sumber :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2018/11/kriegsmarine-filmberichter-with.html