Showing posts with label Amerika Serikat dalam Perang Dunia II. Show all posts
Showing posts with label Amerika Serikat dalam Perang Dunia II. Show all posts

Sunday, August 7, 2022

Panzerjäger Tiger Diinspeksi Tentara Amerika


Panzerjäger Tiger Ausf.B mit 12,8cm PaK 44 L/55 "Jagdtiger"(Sd.Kfz.186) Nr. 331 dari schwere Panzerjäger-Abteilung 653 diinspeksi oleh prajurit Amerika dari 10th Armored Division tak lama setelah dia ditinggalkan oleh awaknya di Landauer Strasse (Neustadt an der Weinstrasse) tanggal 23 Maret 1945. Jagdtiger satu ini dikomandani oleh Leutnant Kasper Geoggler yang juga merupakan Komandan Kampfgruppe ketiga dari 3.Kompanie / sPzJg.Abt.653. Geoggler mempunyai saraf bagaikan baja dan sangat berambisi untuk membuktikan ketangguhannya dalam pertempuran. Dia telah dianugerahi dengan Deutsches Kreuz in Gold tanggal 10 Mei 1943 saat bertempur di Front Timur, dan telah menghancurkan beberapa tank musuh sebelum konfrontasi di Neustadt. Pada tanggal 22 Maret 1945 Geoggler menjadi komandan dari tiga buah Jagdtiger (termasuk punya dirinya) dan dia menempatkan mereka pada posisi yang strategis untuk menyergap musuh di utara Neustadt. Disana dia bisa melihat setiap jalan dari luar yang mengarah ke kota. Dari posisi yang terkamuflase dengan baik, tiga buah Jagdtiger tersebut menghadapi konvoy berpuluh-puluh tank Amerika. Tank pertama dan terakhir mendapat hantaman pertama sehingga membuat konvoy menjadi macet. Di tengah kepanikan musuh, Geoggler dan Jagdtiger temannya menghabisi kendaraan perang yang tersisa. Tank-tank Sherman dan M10 Amerika membalas tembakan Jagdtiger Jerman, tapi usaha mereka sia-sia belaka karena begitu tebalnya lapisan baja yang diusung oleh Jagdtiger. Meskipun dua buah Panzerjäger (Pemburu Tank) Jerman (No. 331 dan No. 323) terkena lebih dari 10 tembakan tepat sasaran, tapi mereka masih mampu untuk mundur ke Neustadt. Setelah pertempuran usai, tidak kurang dari 25 tank Amerika yang terkonfirmasi musnah, sementara beberapa awak Jagdtiger sendiri hanya menderita luka ringan!

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/10/album-foto-kendaraan-rampasan.html

Thursday, May 7, 2020

Marsekal Rundstedt dalam Tahanan Amerika

 Pada tanggal 1 Mei 1945 Marsekal Gerd von Rundstedt, mantan Panglima pasukan Jerman di Front Barat, ditangkap di Bad Tölz (Bavaria) oleh pasukan Amerika Serikat dari 36th Infantry Division bersama dengan anaknya, Hans von Rundstedt. Foto ini diambil di Augsburg pada tanggal 6 Mei 1945 dan memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Leutnant Dr. Hans Gerd von Rundstedt, Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt, dan Letnan-Jenderal Alexander "Sandy" patch, Jr (Panglima 7th Army Amerika Serikat). Diantara ketiga orang ini, sang Marsekal Jerman lah yang berusia paling tua (69 tahun), tapi takdir menentukan bahwa dia hidup lebih lama dari dua orang yang berada di kiri dan kanannya: Jenderal Patch meninggal dunia hanya beberapa bulan setelah foto ini diambil - tepatnya pada tanggal 21 November 1945 - akibat dari penyakit paru-paru basah yang dideritanya, hanya berselang dua hari sebelum ulangtahunnya yang ke-56! Sementara itu, anak satu-satunya dari sang Marsekal, Hans, meninggal dunia pada tanggal 12 Januari 1948 akibat dari kanker tenggorokan (yang telah dideritanya dari tahun 1946), hanya berselang sembilan hari sebelum ulangtahunnya yang ke-44! Gerd von Rundstedt sendiri menyusul anak tercintanya lima tahun kemudian dalam usia 77 tahun - tepatnya pada tanggal 24 Februari 1953 - akibat dari penyakit jantung yang dideritanya. Beberapa bulan sebelumnya dia telah kehilangan pula istrinya, Luise "Bila" von Goetz, yang meninggal pada bulan Oktober 1952


Sumber :
http://www.specialcamp11.co.uk/Leutnant%20Hans%20Gerd%20von%20Rundstedt.htm
https://www.worthpoint.com/worthopedia/wwii-1945-press-photo-augsburg-525215150

Thursday, April 2, 2020

Penyerahan 19. Armee Jenderal Brandenberger

 Pada tanggal 5 Mei 1945 pukul 13:30, beberapa orang orang delegasi Wehrmacht memasuki wilayah kekuasaan Sekutu di Innsbruck, Austria, sambil membawa bendera putih. Mereka akan mendiskusikan gencatan senjata sekaligus penyerahan tanpa syarat seluruh pasukan Jerman dari 19. Armee, yang pada saat itu bercokol di provinsi Tirol, Vorarlberg, Allgäu, sampai ke perbatasan dengan Italia (ini berarti seluruh tentara Wehrmacht yang berhadapan dengan VI Corps US Army). Foto hasil jepretan 1st Lieutenant George Coates ini memperlihatkan saat dua orang wakil delegasi Jerman sedang diantar menuju ke sebuah bangunan di Innsbruck yang dijadikan sebagai lokasi perundingan. Ketua delegasi dipimpin langsung oleh Panglima 19. Armee, General der Panzertruppe Erich Brandenberger (kiri), yang juga adalah seorang Eichenlaubträger (peraih medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes). Dia ditemani oleh Councillor Lohrmann dari bagian Hubungan Luar Negeri 19. Armee, yang berjalan di belakangnya. Sementara itu, yang mengiringi mereka di sebelah kanan adalah Colonel Joseph L. Langevin (G-2 Intelijen VI Corps). Di awal perundingan, ketika pihak Amerika secara keliru menyebutkan pangkat Brandenberger sebagai Generalleutnant, sang jenderal Jerman langsung protes keras dengan menyebutkan bahwa pangkatnya saat itu adalah General der Panzertruppen (Jenderal Pasukan Tank), yang berada setingkat di atas Letnan-Jenderal. Pihak Amerika tidak kalah gertak, dan dengan tegas memerintahkan musuh mereka agar diam saja dan segera menandatangani dokumen penyerahan!




Sumber :
http://www.usmilitariaforum.com/forums/index.php?/topic/182378-gdp-erich-brandenberger-arrives-to-surrender-german-19th-army/

Monday, December 9, 2019

Tertawannya Jenderal Alfred Gutknecht

 Foto koleksi NARA (National Archives) jepretan koresponden perang Snyder ini memperlihatkan beberapa saat setelah Generalmajor Alfred Gutknecht (Höherer Kommandeur der Kraftfahrtruppen beim Oberbefehlshaber West) ditawan oleh pasukan Amerika Serikat, pada tanggal 29 Agustus 1944. Dia ditangkap saat kendaraan yang membawanya berpapasan dengan konvoy kendaraan lapis baja Amerika - yang sedang bergerak maju dengan kecepatan tinggi menuju wilayah yang masih dikuasai oleh Jerman - di dekat Fismes, Prancis, yang terletak di jalan antara Reims dan Soissons. Bisa dibilang bahwa ini adalah puncak kesedihan dan depresi sang jenderal (jelas terlihat dari ekspresi di wajahnya, yang sangat kontras dengan tampang nyengir kuda MP di sebelahnya!). Ketika dia dipindahkan dari posisinya sebagai perwira Staff Grenzabschnittskommando Nord menjadi Staff 16. Armee di Front Barat tak lama setelah berakhirnya invasi Jerman atas Polandia tahun 1939, dokumen Beurteilung (Evaluasi) tentang Gutknecht menyebutkan bahwa dia - yang saat itu masih berpangkat Oberst - terang-terangan menangis dan meminta untuk tetap ditempatkan di wilayah Timur demi untuk tetap dekat dengan istrinya yang sakit-sakitan di wilayah Ostpreußen (Prusia Timur)! Personalamt-nya bahkan dibubuhi komentar pedas: "Bila kita tak dapat mencegah adanya kolonel cengeng di militer kita, setidaknya kita masih dapat mencegahnya untuk menjadi jenderal yang cengeng!" Dalam masa penahanan Sekutu di Inggris dan Amerika Serikat, kepakaran Gutknecht di bidang otomotif membuatnya dipercaya oleh pihak penawannya untuk membantu mereka dalam menyusun informasi tentang unit transportasi Wehrmacht dalam Perang Dunia II. Meskipun begitu, kerinduan yang mendalam akan istri tercinta jauh di seberang lautan membuat Gutknecht - yang depresi berat - sampai dimasukkan ke rumah sakit jiwa khusus tawanan perang! Pada musim gugur tahun 1946, Gutknecht mendapat kabar bahwa istri tercintanya telah meninggal dunia, padahal saat itu dia baru saja dibebaskan dan sedang menunggu pengurusan dokumen-dokumen keberangkatan ke Prusia Timur (yang waktu itu diduduki oleh pasukan Soviet). Tak kuat lagi menanggung derita, duka dan kerinduan tiada tara, Alfred Gutknecht kemudian bunuh diri pada malam tanggal 12-13 November 1946 di Bringhausen, Kreis Waldeck, Nordhessen (Jerman)...


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/05/album-foto-tokoh-third-reich-yang.html

Wednesday, February 6, 2019

Perwira Heer yang Mengenakan Jaket Kulit Luftwaffe

Cekoslowakia, bulan Mei 1945: Para perwira dari V Corps / 3rd Army Amerika Serikat berunding dengan perwakilan dari perwira-perwira staff Wehrmacht mengenai penyerahan diri pasukan Jerman. Sekarang, mari kita fokus pada perwira Heer yang ada di tengah: dia mengenakan knautschmütze (topi remas) di kepalanya, yang dipadukan dengan fliegerjacke (jaket penerbang) khas Luftwaffe serta lederhose (celana kulit) khas Kriegsmarine. Untuk menandakan bahwa dia berasal dari Heer, si perwira telah memasangkan lambang Adler (Elang) Heer di bagian dada, lengkap dengan schulterklappen (insignia pundak) berpangkat Leutnant. Jaket kulit sendiri sebenarnya adalah pakaian yang identik dengan pilot-pilot Luftwaffe maupun awak U-boat. Kalaupun ada dari satuan Heer yang memakainya, maka biasanya dia berbentuk mantel - yang berukuran lebih panjang menjangkau lutut - dan bukannya jaket.


Sumber :
http://www.panzernet.com/foro4/showthread.php?11073-Uniformes-mezclados/page3