Showing posts with label Luftwaffe. Show all posts
Showing posts with label Luftwaffe. Show all posts

Tuesday, July 4, 2023

StuG di Akropolis Athena


Sturmgeschütz III StuG 40 melintas di jalanan Athena, Yunani, dengan latar belakang bukit Akropolis yang terkenal, dan kuil Parthenon yang berdiri di atasnya. Foto ini diambil pada tahun 1943 - sewaktu Yunani masih berada di bawah kekuasaan pasukan Jerman - dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL terbitan awal tahun 1944. Uniknya, StuG satu ini bukanlah milik unit Sturmartillerie Heer (Angkatan Darat) ataupun Waffen-SS, melainkan milik Luftwaffe (Angkatan Udara), tepatnya V.Sturmgeschütz-Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment / Panzer-Division "Hermann Göring". Di tahun 1943 sendiri, unit lapis baja satu-satunya milik Luftwaffe ini beroperasi di wilayah Mediterania, utamanya di Afrika Utara, Sisilia dan Italia daratan.


Sumber :
https://sturgeonshouse.ipbhost.com/topic/11-stug-iii-thread-and-also-other-german-vehicles-i-guess/page/4/

Wednesday, June 14, 2023

Bataillonskommandeur Reinhard Egger di Sisilia


Foto ini diambil pada bulan Agustus 1943 di Front Italia, dan memperlihatkan Major Reinhard Egger (kiri, Kommandeur I.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 4) yang sedang memberi instruksi titik-titik penyergapan kepada anakbuahnya, yang dipersiapkan oleh pihak Jerman tak lama sebelum kedatangan pasukan penyerbu Sekutu. Di kepalanya, Egger mengenakan tropenmütze M41 (yang mudah dikenali karena belum dilengkapi lubang ventilasi seperti model-model selanjutnya). Selain itu, dia dan anakbuahnya mengenakan diensthemd (kemeja lapangan) tanpa jaket yang biasa digunakan di wilayah beriklim tropis. Di latar belakang terlihat sebuah Sturmgeschütz 40 Ausf.G yang merupakan milik dari Divisi Hermann Göring. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Heggert selama berlangsungnya Pertempuran Sisilia (9 Juli - 17 Agustus 1943), dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah "Wiener Illustrierte" terbitan 29 Oktober 1943. Lokasi pengambilan gambar adalah di halaman Villa Barone Santa Lucia yang berada di ujung Corso Savoia, dimana jalannya menyerong ke arah kanan menuju Santa Maria Ammalati (tempat dimana rumah sakit lapangan Jerman berada), dan kemudian terus mengarah ke kota pelabuhan Messina yang berada di bagian utara Sisilia.



Sumber :
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_101I-567-1510-33,_Italien,_Fallschirmj%C3%A4ger,_Major_Reinhard_Egger.jpg

Saturday, January 28, 2023

Jagoan Luftwaffe Herbert Ihlefeld Dibebaskan dari Kamp Tawanan

Foto ini berasal dari album milik 5. Panzer-Division sewaktu berlangsungnya Balkanfeldzug (invasi Jerman atas Yugoslavia), dan memperlihatkan saat Jagoan udara Luftwaffe Hauptmann Herbert Ihlefeld yang baru saja dibebaskan dari kamp tawanan Serbia di Blace, tanggal 14 April 1941. Pada saat foto ini diambil, Kapten Udara Ihlefeld menjabat sebagai Gruppenkommandeur dari I.Gruppe (Jagd) / Lehrgeschwader 2 (LG 2). Gruppe-nya sendiri dilengkapi dengan pesawat-pesawat pemburu dari jenis Messerschmitt Bf 109E. Di hari pertama invasi, 6 April 1941, Ihlefeld ditembak jatuh oleh senjata anti pesawat Yugoslavia sehingga harus mendarat darurat di dekat Nis dengan kondisi terluka di kepala. Dalam kata-kata Ihlefeld sendiri: "Di awal tahun 1941 aku dan unitku mendapat perintah untuk beroperasi di wilayah Balkan dan disini, dalam sebuah misi penetrasi jauh ke wilayah musuh pada tanggal 6 April, pesawatku ditembak jatuh oleh flak, membuatku terluka parah dan ditawan oleh musuh. Delapan hari kemudian aku dibebaskan oleh pasukan Jerman yang sedang bergerak maju. Aku kemudian menghabiskan waktu selama enam minggu untuk masa pemulihan sebelum ditugaskan kembali di Front Timur." Dalam foto ini sendiri, Ihlefeld mengenakan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes di lehernya, sementara dua medali yang tersemat di bagian kiri seragamnya di dapatkannya di kancah Perang Saudara Spanyol (1936-1939) yaitu, dari atas ke bawah: Insignia Piloto Ejercito del Aire (Spanish Pilot's Wing) dan Spanienkreuz in Gold mit Schwertern.



Sumber :
Foto koleksi pribadi Jim Haley
https://www.asisbiz.com/il2/Bf-109E/LG2-Stab.html
http://www.elknet.pl/acestory/belgra/belgra.htm
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?t=31421
https://www.militarysignaturearchive.co.uk/pilot/herbert-ihlefeld/

Saturday, December 17, 2022

Perwira Tinggi Luftwaffe dengan Ledermantel M36

Foto para perwira tinggi Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) yang diambil pada tanggal 18 Oktober 1937. Baris depan dari kiri ke kanan: Generalmajor Ernst Udet (Direktor des Technischen Amts der Luftwaffe im Reichsluftfahrtministerium), General der Flieger Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generalleutnant Hans-Jürgen Stumpff (Chef des Generalstabes der Luftwaffe), dan Generalmajor Ralph Wenninger (Luftwaffenattaché an der Deutschen Botschaft in London). Milch dan Stumpff mengenakan ledermantel (mantel kulit) M36 yang biasa dipakai oleh para perwira/jenderal Wehrmacht, yang terdiri dari dua baris kancing, dua saku pinggir, serta manset "Prancis". Kancingnya dipasang dengan mesin, dan dilengkapi dengan dua saku ritsleting di bagian dalam. Bagian belakangnya terbelah dua untuk mengantisipasi saat si pemakai mengendarai sepeda motor atau kuda. Terdapat pula dua buah sabuk pengikat berbahan sama: di bagian kaki untuk membuat jubah tetap membujur ke bawah, serta di bagian pinggang untuk tetap menahan jubah saat kondisi berangin kencang.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/05/album-foto-jaket-kulit-nazi-jerman.html
https://forum.axishistory.com/viewforum.php?f=5

Wednesday, December 14, 2022

Empat Jagoan Udara dari JG 2 "Richthofen"

Foto ini diambil pada bulan Agustus 1941, dan memperlihatkan para jagoan udara sekaligus Ritterkreuzträger dari Jagdgeschwader 2 (JG 2) "Richthofen", yang beroperasi di Selat Inggris dan sekitarnya. Dari kiri ke kanan: Leutnant Egon Mayer (Flugzeugführer di 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 2), Oberleutnant Erich Leie (Flugzeugführer im Stab der I. Gruppe / Jagdgeschwader 2), Major Walter Oesau (Geschwaderkommodore Jagdgeschwader 2), dan Oberleutnant Rudolf Pflanz (Flugzeugführer di 1.Staffel / I.Gruppe / Jagdgeschwader 2). Di latar belakang terparkir sebuah pesawat pemburu dari jenis Messerschmitt Bf 109 yang merupakan tunggangan utama para pilot Jerman dalam Perang Dunia II. Dari keempat orang dalam foto ini, Geschwaderkommodore Oesau mempunyai kemenangan udara terbanyak dengan 127 kills, diikuti oleh Leie (121 kills), Mayer (102 kills), dan Pflanz (52 kills).

Sumber :
https://www.andreas-thies.de/auktionen/64-749906

Sunday, December 11, 2022

Prajurit Luftwaffe Membaca Surat di Sebelah Motor Zündapp

Foto ini, yang tampaknya telah disetting dengan baik, kemungkinan dibuat untuk kepentingan propaganda Jerman. Seorang prajurit Luftwaffe berdiri sambil membaca surat yang datang dari tanah air di depan sepeda motor Zündapp Ks 600 bersespan, sementara di latar belakang mengudara sebuah pesawat Focke-Wulf Fw 189 "Uhu" (Burung Hantu). Pesawat bermesin ganda dan berkursi tiga ini terutama sekali dibuat untuk kepentingan pengintaian. Dibandingkan dengan pesawat yang umum diproduksi di masa itu, Fw 189 terlihat aneh karena mempunyai dua "badan". Pada awalnya kemampuannya diragukan, tapi kemudian medan udara Front Timur membuktikan kemampuan Fw 189 yang jauh melebihi harapan para pembuatnya! Pesawat ini dijuluki sebagai "matanya Luftwaffe" dan ketangguhannya terbukti dengan beberapa kali dia mampu pulang ke pangkalannya dengan sebagian ekornya copot atau rusak parah! Keberadaannya tidak diketahui oleh pihak Sekutu sampai dengan tahun 1941, walaupun prototipe pesawat ini sudah berseliweran dari masa sebelum perang. Total produksinya sampai dengan perang berakhir adalah 849 buah.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/12/foto-artistik-perang-dunia-ii.html

Tuesday, September 20, 2022

Serangan Udara Luftwaffe ke Scapa Flow

Major Fritz Doench (kanan), Gruppenkommandeur dari I.Gruppe / Kampfgeschwader 30 (KG 30), memberi keterangan kepada wartawan tentang serangan unitnya terhadap pangkalan Angkatan Laut Inggris di Scapa Flow tanggal 16 Maret 1940, dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Berlin satu hari setelah misi yang banyak mendapat perhatian tersebut. Meskipun membuat kaget pihak lawan, operasi pemboman pesawat-pesawat Junkers Ju 88 Luftwaffe tidak berhasil menghancurkan kapal-kapal perang yang berlabuh di Scapa Flow, dan hanya membuat rusak beberapa diantaranya. Dalam foto ini Doench - yang nantinya dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 19 Juni 1940 atas prestasinya dalam Pertempuran Prancis - menunjukkan target laut dan pangkalan udara Inggris bersama dengan Oberleutnant Hunno Phillipps (kiri) dari I./KG 26 serta Oberleutnant Helgo Magnussen dari 3./KG 30. Phillipps nantinya terbunuh dalam pertempuran udara di malam tanggal 19/20 November 1940 saat pesawat Heinkel He 111 yang dipilotinya tersangkut kabel balon udara dan jatuh di wilayah selatan Inggris, dalam operasi pemboman yang dilancarkan di Birmingham. Sementara itu, Magnussen gugur saat pesawat Ju 88A‑2 yang dipilotinya jatuh di Oudenrijn, Belanda, pada hari pertama serangan Jerman ke wilayah Barat tanggal 10 Mei 1940. Gruppenkommandeur Doench sendiri nantinya tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat tanggal 14 Juni 1942. Pada saat itu dia bertugas sebagai Abteilungs-Chef (Kepala Departemen) di Reichsluftfahrtministerium (Kementerian Udara Reich) dengan pangkat Oberst. BTW, foto ini diambil oleh seorang fotografer tak dikenal dari Presse-Illustrationen Heinrich Hoffmann, dan pertama kali dipublikasikan oleh 'Berliner Volkszeitung' pada tanggal 18 Maret 1940.

Sumber :
"Ju 88 Aces of World War 2" by Robert Forsyth
https://www.gettyimages.ae/detail/news-photo/pilots-of-the-kampfgeschwader-30-after-their-flight-in-the-news-photo/543893525
https://www.tracesofwar.com/persons/29057/Doench-Fritz.htm
https://ww2aircraft.net/forum/threads/airwar-ww2-the-pilots.54010/page-60

Thursday, August 18, 2022

Penyematan Medali era Nazi oleh Anggota Bundeswehr

 
Per-tanggal 1 April 1958, para anggota veteran Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman Barat) - yang baru dibentuk tiga tahun sebelumnya - diperbolehkan untuk mengenakan medali era Perang Dunia II, meskipun hanya dalam bentuk feldspange (baris medali) serta telah dihilangkan segala simbol swastika yang terdapat di dalamnya. Medali dalam ukuran yang asli cuma terbatas dipakai di acara-acara tertentu saja, dan itupun harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari komandan divisi atau Kementerian Pertahanan. Foto ini diambil di hari pertama pemberlakuan peraturan tersebut, dan memperlihatkan seorang anggota Bundesluftwaffe (Angkatan Udara Jerman Barat) berpangkat Hauptmann (Kapten) yang sedang memasangkan feldspange 1957er (baris medali era Perang Dunia II yang telah di-Denazifikasi) di seragamnya. Baris atas adalah Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes; baris tengah adalah, dari kiri ke kanan: Eisernes Kreuz I.Klasse, Eisernes Kreuz II.Klasse, Frontflugspange für Kampfflieger, Ärmelstreifen "KRETA", dan Flugzeugführerabzeichen; baris bawah dari kiri ke kanan: Fallschirmschützenabzeichen dan sebuah medali asing (kemungkinan Vapaudenristin Ritarikunta Finlandia). Nama dari orang dalam foto ini adalah Egon Delica, salah satu anggota pasukan parasut Jerman yang dianugerahi medali Ritterkreuz langsung oleh Hitler setelah berprestasi dalam penaklukan Benteng Eben Emael di tahun 1940.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=9&t=153613&start=645

Sunday, July 24, 2022

Pembebasan Norwegia

 
350.000 orang tentara pendudukan Nazi di Norwegia secara resmi menyerah kepada Sekutu pada tanggal 8 Mei 1945, dengan dipimpin oleh panglimanya General der Gebirgstruppe Franz Böhme. Jerman telah menguasai negara Skandinavia tersebut dari tahun 1940, dan menyerahkan diri lima tahun kemudian - tanpa pertumpahan darah terlebih dahulu - setelah mendapat perintah dari pemimpin Jerman pengganti Hitler, Großadmiral Karl Dönitz. Video ini memperlihatkan kedatangan pertama pasukan Inggris di bandara Oslo tanggal 13 Mei 1945, dengan dipimpin oleh Jenderal Sir Andrew Thorne dan didampingi oleh Putra Mahkota Norwegia Pangeran Olav. Rombongan kecil tersebut - hanya berkekuatan sepersepuluh dari lawannya - disambut oleh Oberst Benno Kosch dari Luftwaffe yang mewakili pihak Jerman. Aroma permusuhan masih terasa ketika Jenderal Thorne menolak untuk berjabat tangan dengan Kolonel Kosch. Sang Jenderal Inggris sendiri menjalankan tugasnya untuk melucuti pasukan Jerman sampai dengan bulan Oktober 1945, dengan dibantu oleh anggota gerakan perlawanan bawah tanah setempat serta 12.000 orang tentara Norwegia yang dilatih oleh Inggris yang datang kemudian.

Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=tcUVOSUvFlg

Wednesday, July 6, 2022

Fallschirmjäger Berdiskusi di Motor

 
Tiga orang prajurit Fallschirmjäger (pasukan parasut Jerman) berdiskusi serius sambil melihat peta. Motor di sebelah kiri (WL-398796) berasal dari jenis BMW, sementara di sebelah kanannya adalah sebuah DKW NZ 350. Foto ini diambil di Normandia, Prancis, bulan Juli 1944. Dalam Pertempuran Normandia melawan tentara Sekutu, pihak Jerman diperkuat oleh satuan Fallschirmjäger setingkat korps, yaitu II. Fallschirmkorps pimpinan General der Fallschirmtruppe Eugen Meindl. Korps Terjun Payung ini terdiri dari empat unit utama: 2. Fallschirmjäger-Division, 3. Fallschirmjäger-Division, 5. Fallschirmjäger-Division, dan Fallschirmjäger-Regiment 6. Dari semuanya, unit yang prestasinya paling maknyoss adalah Fallschirmjäger-Regiment 6 pimpinan Major Friedrich August Freiherr von der Heydte. Mereka bertempur mati-matian mempertahankan kota Carentan dari serbuan Sekutu, dan mendapat julukan "Singa-Singa dari Carentan" karena kegigihannya. Uniknya, lawan mereka adalah pasukan parasut juga, yaitu 101st Airborne Division dari Amerika Serikat, yang terkenal dengan "Easy Company"-nya dalam miniseri "Band of Brothers".

Sumber :
https://www.agefotostock.com/age/en/details-photo/motorcycle-riflemen-of-the-german-wehrmacht-are-pictured-on-duty-on-the-western-front-in-the-normandy-france-in-july-1944/PAH-31208273
https://www.alamyimages.fr/photo-image-riflemen-moto-de-la-wehrmacht-allemande-sont-illustres-en-service-sur-le-front-occidental-a-la-normandie-en-france-en-juillet-1944-photo-berliner-verlag-archiv-59299688.html

Wednesday, June 1, 2022

Upacara Penyambutan untuk Jagoan Stuka Georg Dörffel

 

Foto ini diambil di sekitar wilayah Kharkov pada tanggal 20 Juli 1943 oleh Kriegsberichter Jütte, dan memperlihatkan upacara penyambutan untuk Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1) yang baru saja kembali dari feindflug (misi udara) yang ke-800. Sambil memegang buket bunga dan berdiri di samping pesawat Focke-Wulf Fw 190 yang baru saja didaratkannya, Dörffel dengan semangat menenggak miras cap Tikus yang diberikan oleh Major Alfred Druschel (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1). Hanya berselang satu bulan kemudian, Georg Dörffel berhasil menyelesaikan misinya yang ke-900. Dia menerbangkan misinya yang ke.1000 pada tanggal 6 Oktober 1943, dan dengannya dia menjadi salah satu dari sangat sedikit pilot Luftwaffe yang mampu melakukan misi tempur sebanyak itu! Sang jagoan Stuka terbunuh di atas kota Roma, Italia, pada tanggal 26 Mei 1944 saat berusaha keluar dari pesawat Focke-Wulf Fw 190 F-8 yang dipilotinya. Kemungkinan besar kepalanya berbenturan dengan ekor pesawat yang melaju kencang, membuatnya tak sadarkan diri sehingga tak sempat membuka parasutnya.









Dari kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Johannes Gehrmann (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), dan Leutnant Johannes Meinicke (Staffelführer 1.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1). Di hari yang sama, Oberleutnant d.R. Gehrmann menerbangkan misi tempurnya yang ke-400.

Dari kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Johannes Gehrmann (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), Major Alfred Druschel (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1), Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), dan Leutnant Johannes Meinicke (Staffelführer 1.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1).


Sumber :
https://www.bild.bundesarchiv.de/dba/de/search/?topicid=dcx-thes_personen_774u7o51p5xr4b6jden
http://forum.12oclockhigh.net/showthread.php?t=59973
http://historical-media.com/einzel/2013.9.13/_x2013.9.13.html

Friday, May 27, 2022

Günther Rall Bermain-Main dengan Anjing

"Wie spricht Rata?" (bagaimana cara Rata ngomong?). Jagoan Luftwaffe Günther Rall (memakai jaket bulu), bersama dengan enam orang pilot skuadronnya dari 8.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52), sedang bermain-main dengan anjing yang menjadi maskot unit mereka - yang bernama "Rata" - di sela-sela istirahat singkat antara feindflug (misi udara) pertama dan kedua di hari itu. Foto ini diambil di bulan Maret 1943 oleh Kriegsberichter Reissmüller. Depan dari kiri ke kanan: Unteroffizier Manfred Lotzmann (15 Abschüsse - kemenangan udara), Unteroffizier Werner Höhenberg (33 Abschüsse), dan Leutnant Hans Funcke (19 Abschüsse). Belakang : Hauptmann Günther Rall (275 Abschüsse), Leutnant Hans Martin Markoff (15 Abschüsse), Feldwebel Karl-Friedrich Schumacher (56 Abschüsse), dan Oberleutnant Gerhard Luety (38 Abschüsse). Günther Rall sendiri adalah pilot pemburu tersukses ketiga dalam sejarah. Dia mencatatkan 275 kemenangan udara terkonfirmasi dalam kancah Perang Dunia II, dimana 241 diantaranya diraih di Front Timur melawan pilot-pilot Uni Soviet. Dalam karir militernya, Rall ikut serta dalam 621 misi tempur; ditembak jatuh delapan kali, dan terluka sebanyak tiga kali. Dia ikut berpartisipasi dalam penyerbuan ke Prancis (1940), Pertempuran Britania (1940), Kampanye Balkan (1941), Pertempuran Kreta (1941), dan Operasi Barbarossa (1941). Rall memulai perang dengan pangkat Leutnant (Letnan Dua), dan mengakhirinya sebagai Major (Mayor) dan Komandan JG 300. Dia meraih semua kemenangannya dengan menggunakan pesawat Messerschmitt Bf 109.

Sumber :
http://ww2images.blogspot.com/2013/07/gunther-rall-and-his-men-with-unit.html

Upacara Penganugerahan Ritterkreuz JG 52


Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk dua orang pilot berprestasi Luftwaffe dari 9.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 52 (JG 52), yang diselenggarakan pada tanggal 1 Juli 1942 di Belyj-Kolodes (Ukraina), yang terletak di dekat Kharkov. Kedua pilot tersebut berdiri menghadap kamera di sebelah kanan, dan mendengarkan dengan serius saat General der Flieger Curt Pflugbeil (Kommandierender General IV. Fliegerkorps) sedang berpidato. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: Feldwebel Alfred Grislawski dan Feldwebel Karl Steffen. Grislawski mendapatkan Ritterkreuz setelah mencatatkan 43 kemenangan udara terkonfirmasi, sementara Steffen setelah 44 kemenangan. Berdiri membelakangi kamera sambil membawa tas di belakang Pflugbeil adalah Oberleutnant der Reserve Hermann Graf (Staffelkapitän 9./JG 52), yang juga merupakan jagoan udara terkemuka Luftwaffe. Kepemimpinan Graf sebagai seorang Staffelkapitän begitu menonjol, sehingga beberapa orang anakbuahnya kemudian mengikuti jejaknya sebagai jagoan udara dan Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz). Selain dari Grislawski (total 133 kemenangan) dan Steffen (59 kemenangan), juga terdapat Ernst Süss (68 kemenangan), Leopold Steinbatz (99 kemenangan), dan Heinrich Füllgrabe (67 kemenangan). BTW, di latar belakang terlihat pesawat-pesawat transport dari jenis Junkers Ju 52 "Tante Ju" dan Fieseler Fi 156 "Storch".

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2013/07/album-foto-jagdgeschwader-52-jg-52.html

Friday, May 13, 2022

Ugo Cavallero dan Albert Kesselring


28 Juli 1942: Marsekal Italia Ugo Cavallero (kiri) berbincang-bincang dengan kompatriotnya dari Jerman, Generalfeldmarschall Albert Kesselring (Oberbefehlshaber Süd). Cavallero adalah penerima medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, yang dia dapatkan tanggal 19 Februari 1942 sebagai Generale di Corpo d'Armata dan Kepala Staff Pertahanan Angkatan Darat Kerajaan Italia. Dia tercatat sebagai satu dari sembilan orang Ritterkreuzträger asal Italia. Setelah pemerintahan Fasis Mussolini digulingkan oleh rajanya sendiri, Perdana Menteri Pietro Badoglio yang baru dilantik segera memerintahkan penangkapan Cavallero. Dalam dokumen pembelaannya, Cavallero mengklaim bahwa ia juga turut berjasa karena telah menentang Mussolini dan rezimnya, walaupun secara diam-diam. Setelah Perjanjian Damai Cassibile di bulan September 1943, sang Marsekal tua Italia dibebaskan oleh pihak Jerman, dan bahkan kemudian ditawari oleh sahabat lamanya, Kesselring, untuk menjadi panglima dari Angkatan Bersenjata Republik Sosial Italia yang baru dibentuk. Tapi penemuan surat pembelaannya membuat dia berbalik dicurigai oleh pihak Jerman. Pada pagi hari tanggal 14 September 1943, Cavallero ditemukan telah tewas akibat tembakan peluru di taman sebuah hotel di Frascati, padahal baru malam sebelumnya dia makan malam dan ngobrol dengan Kesselring! Masih menjadi perdebatan, apakah dia bunuh diri ataukah dibunuh oleh pihak Jerman. Yang jelas, tindak-tanduknya di akhir kehidupannya mengisyaratkan keteguhan pendiriannya untuk tak mau lagi bekerjasama dengan Jerman dalam menghadapi Sekutu.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/03/album-foto-italia-zaman-mussolini-dan.html

Thursday, May 5, 2022

Pilot Rusia Tawanan Jerman


Pilot-pilot Luftwaffe berkeliling di sekitar musuh mereka dari Angkatan Udara Soviet, Mayor Yakov Ivanovich Antonov (Komandan Resimen Pemburu Udara ke-84), yang baru saja ditangkap, 25 Agustus 1942. Di hari itu, pilot pemburu Antonov dan anakbuahnya ditugaskan untuk melindungi satuan bomber Rusia yang sedang melakukan misi pengeboman di lapangan udara dekat Mozdok yang dikuasai oleh Jerman. Saat pesawat-pesawat pemburu Luftwaffe kemudian datang untuk menghadapi para penyerbu tersebut, pesawat Polikarpov I-153 yang dipiloti oleh Antonov ditembak jatuh dalam sebuah dogfight melawan jagoan udara dari Jagdgeschwader 52, Günther Rall (peraih total 275 kills). Antonov berhasil bail-out dari pesawatnya dan mendarat dengan selamat menggunakan parasut di sebuah kebun bunga matahari. Tak lama datang prajurit-prajurit Jerman yang kemudian menawannya. Foto ini sendiri diambil beberapa saat setelahnya, saat Antonov - yang telah mendapat perawatan untuk lukanya - diinterogasi oleh Oberleutnant Adolf Dickfeld (kedua dari kiri, Adjutant III.Gruppe / Jagdgeschwader 52), yang juga adalah seorang jagoan udara dengan 136 kills. Sementara itu, yang sibuk memeriksa buku identitas si pilot Soviet di sebelahnya adalah Komandan Jagdgeschwader 52, Major Gordon Gollob. BTW, sang tawanan pilot Rusia sendiri adalah seorang pilot jagoan peraih medali militer tertinggi yang bisa diberikan oleh negaranya, "Hero of the Soviet Union". Dalam foto ini kita bisa melihat medali tersebut terpasang di atas saku bajunya dan terletak paling kiri, yang diikuti oleh Order of Lenin dan Order of the red Banner. Berdasarkan buku memoar dari Günther Rall, Antonov diperlakukan dengan sangat baiknya oleh pihak Jerman, dan bahkan diperbolehkan berkeliling sekitar pangkalan udara Luftwaffe tanpa pengawalan ketat! Antonov kemudian berhasil melarikan diri dan selamat sampai dengan perang usai, walaupun saat penangkapannya pihak Soviet telah mengumumkan bahwa sang pilot hilang dalam pertempuran.

Sumber ;
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/forum/wehrmacht-uniforms-and-equipment/luftwaffe-flying-corps-uniforms-traditions-and-equipment/561468-fighter-pilot-hero-of-the-soviet-antonov-jacob-in-german-captivity?t=562024

Wednesday, May 4, 2022

Gordon Gollob dan Pesawatnya yang Bolong

Major Gordon Gollob (Führer Jagdgeschwader 52) memperlihatkan pesawat Messerschmitt Bf 109 tunggangannya yang bolong oleh tembakan peluru musuh. Foto ini diambil pada tanggal 29 Agustus 1942 di sebuah lapangan udara di Front Timur oleh Kriegsberichter Jütte dari KBK Lw zbV (Kriegsberichter-Kompanie Luftwaffe zur besonderen Verwendung). Di hari itu, dia menembak jatuh empat pesawat Rusia sehingga mengerek kemenangannya menjadi 150 buah. Di leher Gollob sendiri tergantung medali Schwerter zum Ritterkreuz, yang didapatkannya pada tanggal 23 Juni 1942 setelah mencatatkan 107 kemenangan udara. Hanya berselang satu hari setelah foto ini diambil, sang Geschwaderkommodore (Komandan Skuadron Udara) menerima pengumuman bahwa dia menjadi orang ketiga di seantero Angkatan Bersenjata Jerman yang dianugerahi Brillanten, medali tingkat keempat dari Ritterkreuz sekaligus penghargaan militer tertinggi yang bisa diberikan oleh Hitler sampai saat itu. Gollob sendiri mendapatkan Brillanten sebagai ganjaran atas prestasinya sebagai pilot pertama dalam sejarah yang mencatatkan 150 kemenangan udara terkonfirmasi!

Sumber :
https://waralbum.ru/161552/

Jagoan Luftwaffe Werner Mölders

 
Oberst Werner Mölders (18 March 1913 – 22 November 1941) adalah jagoan udara Luftwaffe yang tercatat sebagai peraih kemenangan udara terbanyak dalam Perang Saudara Spanyol (14 pesawat sebagai korban); juga orang pertama dalam sejarah yang melewati jumlah kemenangan udara Baron Manfred von Richthofen dalam Perang Dunia Pertama (80 buah); orang pertama yang meraih 100 kemenangan udara; dan orang pertama yang dianugerahi medali super bergengsi Brillanten zum Ritterkreuz! Dia juga menjadi orang yang mengembangkan taktik formasi udara "finger four" yang masih digunakan sampai saat ini. Selain Perang Saudara Spanyol (1936-1939), Mölders juga ikut berpartisipasi dalam "Perang Bohong-Bohongan" di Front Barat yang berlangsung di tahun 1939-1940, Pertempuran Prancis (1940), dan Pertempuran Britania (1940-1941). Saat unitnya dipindahkan ke Front Timur untuk bersiap-siap menyerang Uni Soviet, sang jagoan udara jempolan telah mengantongi 68 kemenangan terkonfirmasi. Menghadapi pilot-pilot Rusia yang kurang pengalaman di Front Timur, jumlah kemenangannya bertambah dengan cepat, dan di pertengahan bulan Juli 1941 telah mencapai 101 buah. Hitler langsung mengganjarnya dengan medali militer tertinggi yang bisa diberikan oleh Jerman, yaitu Brillanten, sekaligus melarangnya untuk terbang lagi karena kini namanya telah terkenal dan terlalu berharga untuk sekedar dibiarkan berjibaku di front pertempuran. Mölders kemudian diangkat sebagai "General der Jagdflieger" alias pimpinannya para pilot pemburu Luftwaffe. Pada bulan November 1941 secara mendadak dia dipanggil ke Berlin untuk menghadiri pemakaman Jenderal Luftwaffe Ernst Udet yang mati bunuh diri. Dalam perjalanan, pesawat angkut yang membawa Mölders mengalami masalah mesin dan menabrak daratan saat berusaha mendarat darurat di Breslau. Mölders tewas dalam kecelakaan tersebut, dan jenazahnya kemudian dikebumikan berdekatan dengan Udet - yang juga adalah seorang mantan pilot pemburu Jerman dalam Perang Dunia I - di Invalidenfriedhof Berlin.

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Werner_M%C3%B6lders

Sunday, April 17, 2022

Para Pilot I./JG 26 dengan Jaket Kulit Mereka

 

Contoh foto yang memperlihatkan betapa besar kerugian yang diderita oleh satuan-satuan pemburu Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) dalam palagan "Reichverteidigung" (Pertahanan Reich) di akhir-akhir Perang Dunia II. Foto ini diambil pada awal bulan Oktober 1944, dan memperlihatkan para pilot dari I.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26) yang berpose di depan bangunan Kommandantur lapangan udara Krefeld (Jerman) sambil memamerkan pakaian kulit terbaru mereka. Dari 12 orang yang ada dalam foto ini, hanya empat yang selamat sampai perang berakhir, sementara delapan sisanya akan gugur di sisa delapan bulan peperangan! Baris depan dari kiri ke kanan: Feldwebel Freiberger (1. Staffel, terluka sebagai Oberfeldwebel tanggal 10 Desember 1944 dalam duel udara melawan P-47 Amerika di dekat Holzhausen / Neuß, dan kemudian meninggal akibat luka-lukanya tanggal 2 April 1945); Unteroffizier Emil Brühan (1. Staffel, terluka tanggal 25 Februari 1945 selama pendaratan darurat 2 km timur-laut Ladbergen karena kerusakan mesin, dan meninggal akibat luka-lukanya tanggal 2 Maret 1945); Unteroffizier Heinrich Herbster (3. Staffel, terluka tanggal 31 Maret 1945 oleh tembakan Flak Jerman di dekat Lüdinghausen, tapi berhasil keluar dari pesawat dan selamat); Oberfähnrich Wolfgang Franz (3. Staffel, terbunuh tanggal 26 Maret 1945 dalam pertempuran udara melawan Hawker Tempest Inggris di dekat Lengerich); Unteroffizier Wilhelm Düsing (2. Staffel, terluka tanggal 19 Maret 1945 dalam pertempuran udara melawan P-5I Amerika di dekat Osthevern, berhasil keluar dari pesawat dan selamat), Unteroffizier Hermann Bischoff (satu-satunya yang tidak memakai jaket kulit, 2. Staffel, hilang dalam aksi udara tanggal 23 Desember 1944 setelah berduel melawan Marauder dan P-47 barat-daya Bonn); serta Gefreiter Edwin Zuhaiko (3. Staffel, sama-sama hilang dalam aksi udara tanggal 23 Desember 1944 setelah berduel melawan Marauder dan P-47 barat-daya Bonn). Baris belakang dari kiri ke kanan: tidak diketahui (memegang pipa rokok), Leutnant Hans-Hermann Krieger (1. Staffel, selamat), Unteroffizier Ludwig Sattler (1. Staffel, hilang dalam aksi udara tanggal 26 Desember 1944 saat menjadi pilot 4./IG 26 setelah bertempur melawan P-51 di wilayah Liege-Aachen), Oberfähnrich Heinrich Vandeweerd (3. Staffel, mengenakan medali Eisernes Kreuz I.Klasse, terbunuh tanggal 25 Februari 1945 di dekat Sendenhorst dalam sebuah kecelakaan udara); serta Unteroffizier Heinz Meiss (terbunuh tanggal 13 Maret 1945 sebagai anggota 7./JG 26 dalam pertempuran udara melawan Spitfire di dekat Unna.

Source :
"Luftwaffe im Focus" Edition No.1 - 2002


Friday, April 1, 2022

Erwin Rommel dan Joachim Müncheberg

 
Pertemuan antara Oberleutnant Joachim Müncheberg (Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Jagdgeschwader 26) dengan sang "Rubah Padang Pasir" General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) di medan perang Afrika Utara, bulan Juni-Juli 1941. Di belakang mereka terparkir pesawat pembom Heinkel He 111 H4 VG+ES (WNr 4085) yang berfungsi sebagai "Kurierstaffel v.b.z. Afrika" (pesawat transportasi pribadi Rommel). Disini Rommel tampaknya akan atau sudah melakukan perjalanan udara, yang terlihat dari schwimmweste (jaket pelampung) yang dikenakannya. Sementara itu, tidak terlihat dari sudut ini adalah perban di lutut kiri Müncheberg yang didapatkannya setelah dia terluka dalam kompetisi olahraga di Erfurt bulan Mei 1941 sebelumnya (dia terjatuh saat ikut lomba lari gawang sepanjang 110 meter!). Oberleutnant Müncheberg dan Staffel pimpinannya merupakan satu-satunya elemen dari Jagdgeschwader 26 (JG 26) yang beroperasi di Afrika Utara, dan itupun hanya selama bulan Juni dan Juli saja. Selama keberadaannya yang singkat tersebut, 7. Staffel tercatat menembak jatuh delapan pesawat Inggris, dengan lima diantaranya dibukukan oleh sang Staffelkapitän! Foto ini sendiri dibuat oleh Kriegsberichter Opper dari KB-Kp. Lw. 7 (Kriegsberichter-Kompanie Luftwaffe 7) dan, bila anda jeli, anda bisa melihat sandal hasil modifikasi lapangan dari sepatu yang dipakai oleh Joachim Müncheberg!

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Joachim_M%C3%BCncheberg

Thursday, March 31, 2022

Kurt Student dan Anggota Sturm-Abteilung "Koch"

Pada tanggal 27 Oktober 1940, General der Flieger Kurt Student bertemu dengan para anggota Sturm-Abteilung "Koch", unit Fallschirmjäger (Pasukan Terjun Payung Jerman) yang beberapa bulan sebelumnya meraih kesuksesan besar melalui serangan-serangan beraninya dalam palagan "Fall Gelb" (invasi Jerman ke Prancis dan Negara-Negara Bawah). Foto ini memperlihatkan saat sang jenderal menginspeksi para anggota Sturmgruppe "Stahl" / Sturm-Abteilung "Koch" yang masih hidup setelah penyerbuan ke Benteng Eben-Emael (Belgia), sekaligus memberi selamat kepada mereka yang telah mendapatkan medali. Seperti biasa, belum lengkap rasanya kalau aliandoh nggak ngasih keterangan untuk identifikasi orang-orangnya. Dari kiri ke kanan: Major Walter Koch (tertutup oleh Student, Kommandeur Sturm-Abteilung "Koch"), General der Flieger Kurt Student (Kommandierender General XI. Fliegerkorps), Hauptmann Gustav Altmann (Chef Sturmgruppe "Stahl"), Oberleutnant Helmut Ringler (Zugführer di Sturmgruppe "Stahl"), Leutnant Rudolf Toschka (Truppführer Trupp 8 / Sturmgruppe "Stahl"), Leutnant Hans Jungwirth (anggota Sturmgruppe "Stahl"), dan Feldwebel Helmut Arpke (anggota Sturmgruppe "Stahl"). Sisa dua lagi yang paling kanan saya ora gelem wadon bae ble'e-ble'e soalnya nggak ada namanya di primbon.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/05/album-foto-kurt-student.html