Showing posts with label Kavallerie. Show all posts
Showing posts with label Kavallerie. Show all posts

Sunday, August 7, 2022

Feldgendarmerie Menghentikan Mobil

Tiga orang anggota Feldgendarmerie (Polisi Militer Jerman) menghentikan sebuah kendaraan yang akan memasuki lokasi parade di Paris untuk memeriksa kelengkapan surat-suratnya. Mobil tersebut berasal dari jenis Renault Juvaquatre AEB4, sementara dari simbol di pintunya, maka kemungkinan besar ia adalah kendaraan operasional dari 168. Infanterie-Division yang memiliki truppenkennzeichen (lambang satuan) berbentuk Salib Johanniterorden atau Order of St. John. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 14 Juni 1940, di hari jatuhnya ibukota Prancis ke tangan pasukan Jerman. Untuk merayakannya, unit-unit militer Jerman yang pertama memasuki kota tersebut mengadakan dua parade militer di Place de la Condorde: yang pertama adalah kontingen dari 30. Infanterie-Division yang merupakan unit Jerman pertama yang memasuki Paris di pagi hari (meskipun hanya singgah sebentar karena langsung melanjutkan gerak majunya mengejar pasukan Sekutu). Yang kedua adalah kontingen dari 18. Armee yang berjumlah lebih besar, yang mengadakan parade kedua di siang dan sore harinya. Foto ini kemungkinan besar diambil pada waktu berlangsungnya parade kedua.

Sumber :
https://www.warrelics.eu/forum/history-research-third-reich-ww2/military-parade-paris-799686/

Sunday, April 3, 2022

Claus von Stauffenberg Berkuda

Claus von Stauffenberg sebagai seorang perwira berkuda. Dalam keterangan aslinya di Bundesarchiv dikatakan bahwa foto ini diambil pada saat dia masih bertugas di Reiter-Regiment 17 di Bamberg. Tapi, sama seperti sebagian keterangan lain dari badan arsip utama Jerman tersebut, keterangan ini adalah keliru, beibeh! Stauffenberg bertugas di Reiter-Regiment 17 dari tanggal 1 April 1926 s/d 17 Oktober 1927 (saat dia dipindahkan ke Infanterieschule Dresden). Pada saat itu pangkatnya masih Fahnenjunker alias calon perwira, sementara dalam foto ini kita bisa melihat bahwa dia sudah mengenakan atribut perwira (perhatikan schulterklappen, kragenspiegel, leibriemen serta offiziershose yang dikenakannya). Sang calon penentang Hitler sendiri dipromosikan menjadi Leutnant baru pada tanggal 1 Januari 1930. Selain itu, keberadaan Reichsadler (Elang Reich) model pertama di dada menunjukkan bahwa foto ini setidaknya diambil paling awal pada tahun 1934 saat insignia bawaan Nazi tersebut pertama kali diperkenalkan. Karenanya, berdasarkan data primbon yang saya miliki, saya berpendapat bahwa foto ini diambil pada kurun waktu antara bulan Oktober 1934 s/d Oktober 1936 saat Stauffenberg menjadi Adjutant Kavallerieschule Hannover (Ajudan Sekolah Kavaleri Hannover) dengan pangkat Oberleutnant.

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Claus_von_Stauffenberg

Thursday, June 25, 2020

Lukisan Perwira Kavaleri Jerman

 Lukisan karya Paul Turoff buatan awal tahun 1940 berukuran 132cm x 93cm milik Philipp Towarisch ini memperlihatkan seorang Leutnant muda berwajah tampan dari unit kavaleri. Terdapat kisah menarik sekaligus mengharukan dibaliknya: dia berasal dari keluarga bangsawan Jerman dan gugur di Belgia tahun 1940 di usia 22 tahun. Tunangannya, yang juga berasal dari kaum bangsawan, bekerja di Kedutaan Besar Jerman di masa perang dan sesudahnya. Dia begitu mencintai pria tersebut walaupun telah tiada, dan selalu membawa lukisannya kemanapun dia pergi! Tak ada keterangan tentang nama sang perwira malang, tapi dari wappen (panji klan bangsawan) di kiri atas kita bisa tahu akan marganya. Wappen berbentuk setengah bendera Austria dan setengah roda kereta ini merupakan logo dari keluarga Von Cramon, keluarga bangsawan terkemuka Jerman yang terkenal dengan tradisi militernya


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/07/koleksi-lukisan-perang-nazi-jerman.html

Monday, June 8, 2020

Kavallerieschule Hannover (Sekolah Kavaleri Hannover)

Klip produksi UFA Kulturfilm ini berjudul "Heeres Reit- und Fahrschule Hannover" (biasa disingkat "Kavallerieschule Hannover"), yang merupakan sekolah para perwira kavaleri Jerman di Hannover. Film buatan tahun 1937 ini dibuka oleh pengenalan dari Richard Sahla, atlet berkuda terkenal Jerman yang juga adalah seorang perwira Wehrmacht, yang ditemani oleh kuda putihnya yang sama terkenalnya, Wotan. Adegan selanjutnya memperlihatkan upacara penganugerahan medali kejuaraan untuk atlet-atlet berkuda Jerman, yang juga merupakan instruktur di Kavallerieschule sama seperti Sahla (paling kiri adalah Harald Momm dengan kudanya Baccarat, dan diikuti oleh Ernst Hasse). Adegan-adegan selanjutnya memperlihatkan suasana pelatihan pasukan kavaleri di sekolah tersebut, termasuk latihan melompat palang rintangan, jalan cantik, dan membawa kereta beban. Diperlihatkan pula interaksi dengan penduduk setempat, pemeliharaan kuda-kuda milik sekolah, serta penampakan Kepala Sekolah Oberstleutnant Friedrich Gerhard. Kavallerieschule Hannover sendiri telah berdiri dari sejak tahun 1920, sementara kotanya - Hannover- telah menjadi salah satu pusat pengembangan kuda-kuda kavaleri terbaik Jerman selama 350 tahun. Pada tahun 1937 pusat pelatihan kavaleri Wehrmacht dipindahkan dari Hannover ke Krampnitz, Potsdam, dengan nama baru "Heeres Reit- und Fahrschule und Kavallerieschule Krampnitz" (Sekolah Berkuda, Mengemudi dan Kavaleri Angkatan Darat Krampnitz).

Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=f88BYiTBpeQ
http://www.horsemagazine.com/thm/2018/05/what-made-german-dressage-great-part-one/

Kontingen Berkuda Jerman Juara 'Preis der Nationen'

Dalam acara kompetisi berkuda internasional bergengsi "Preis der Nationen" yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada musim panas tahun 1936, kontingen Jerman berhasil merebut juara pertama dengan meraih 16 point, mengungguli Rumania di tempat kedua (18¼ point) dan Polandia di tempat ketiga (20 point), diikuti oleh Prancis dan Latvia. Foto ini diambil pada tanggal 8 Juni 1936 saat penganugerahan trofi kepada tim pemenang (yang seluruhnya merupakan perwira-perwira Wehrmacht dari unit kavaleri!) oleh Presiden Polandia. Sebagai identifikasinya adalah, dari kiri ke kanan: Oberst Bogislav von Studnitz (Atase Militer Jerman di Polandia. pangkat terakhir Generalleutnant), Rittmeister Harald "Harry" Momm (Anggota kontingen Jerman. Pangkat terakhir SS-Hauptsturmführer der Reserve), Rittmeister Marten von Barnekow (Anggota kontingen Jerman. Pangkat terakhir SS-Sturmbannführer der Reserve), Presiden Polandia Ignacy Mościcki, Rittmeister Ernst Hasse (Anggota kontingen Jerman. Pangkat terakhir tidak diketahui), Oberstleutnant Wolfgang Freiherr von Waldenfels (Ketua kontingen Jerman. Pangkat terakhir Generalmajor), dan Oberleutnant Kurt Hasse (Saudara Ernst Hasse yang juga menjadi anggota kontingen Jerman. Pangkat terakhir Oberstleutnant).


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=249725

Sunday, March 1, 2020

Parade Militer Jerman di Wina Austria

 Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3) memberi hormat militer kepada pasukan berkuda Wehrmacht dalam parade militer yang diselenggarakan di Ringstraße Wina pada tanggal 14 Maret 1938, dua hari sebelum Anschluss (Penyatuan) Austria dengan Jerman. Memakai kacamata dan Stahlhelm Sondermodell 1918 di sebelah kiri adalah General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), sementara perwira Luftwaffe di sebelah kanannya adalah Generalmajor Ludwig Wolff (Höherer Flieger-Kommandeur 5 und Höherer Kommandeur der Luftwaffeneinheiten in Österreich), disusul oleh Oberst Maximilian de Angelis (Staatssekretär im Bundesministerium für Landesverteidigung Wien) yang memakai seragam militer Austria. Berdiri di belakang Von Bock dengan memakai pakaian sipil adalah Reichsstatthalter Arthur Seyß-Inquart (Leiter der österreichischen Landesregierung), disusul oleh SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner ("Staatssekretär für das Sicherheitswesen im Lande Österreich" und Führer des SS-Oberabschnitts Donau) yang memakai schirmmütze hitam SS di belakang Seyß-Inquart. Satu lagi: yang memakai pakaian sipil di belakang Von Weichs adalah Ludwig Ritter von Eimannsberger, pensiunan General der Artillerie yang nantinya dipanggil kembali untuk bertugas aktif bulan Agustus 1938. Di belakang para "top notch" di podium ini terlihat para penonton yang merupakan perwira-perwira Jerman yang ikut datang ke Austria, sementara di sebelah kanannya adalah perwira-perwira Austria yang memakai seragam militer mereka dengan tambahan Reichsadler Jerman. Begitu cepatnya proses aneksasi Austria oleh Jerman, sehingga para anggota Bundesheer Austria - yang secara otomatis dimasukkan menjadi bagian dari Wehrmacht - belum sempat diberi jatah seragam baru Jerman saat formalisasi Anschluss dilaksanakan!


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/09/album-foto-anschluss-jerman-austria.html

Tuesday, February 18, 2020

Foto Grup SS-Totenkopf-Reiter-Regiment 1

 Foto ini diambil di Warsawa (Polandia) pada tanggal 10 Desember 1940, dan memperlihatkan para anggota - terkecuali kambing - dari 3.Schwadron / SS-Totenkopf-Reiter-Regiment 1, yang merupakan cikal-bakal dari satu-satunya divisi berkuda milik Waffen-SS: 8. SS-Kavallerie-Division "Florian Geyer". Keempat dari kiri - tapi bukan kambing - adalah Komandan Skuadron, SS-Hauptsturmführer Gustav Lombard, sementara di kiri dan kanannya adalah para Zugführer (Komandan Peleton): Kedua dari kiri adalah SS-Obersturmführer Hermann Buchner, lalu kedua dari kanan adalah SS-Untersturmführer der Reserve Hans-Georg von Charpentier, diikuti di sebelah kirinya oleh SS-Untersturmführer Johannes Göhler. Ada lagi nama-nama seperti SS-Obersturmführer Heinrich Diekmann serta Wilhelm-Hubert Schmidt yang tercatat dalam primbon sebagai perwira di 3.Schwadron pada akhir tahun 1940, tapi saya nggak tahu yang mana saja mereka dalam foto ini (yang jelas bukan kambing yang nojeng di tengah). Mengenai identitas sang kambing sendiri terus kenapa dia bisa ikut nongol dalam foto ini, maka jangan tanya saya karena saya bukan ahli perkambingan!


Sumber :
Foto koleksi pribadi Lohengrin
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=134736&hilit=hans+georg+von+charpentier

Monday, February 4, 2019

Prajurit Belanda Menyerah pada Pasukan Jerman

Empat orang tawanan prajurit Belanda dari 2e Compagnie / eerste Grensbataljon terlihat kelelahan setelah bertempur selama berjam-jam melawan pasukan penyerbu Jerman. Mereka terdiri atas, dari kiri ke kanan: Prajurit Martinus Vugteveen, Sipke Beetstra, Barend Schuiling, dan Sersan Klaas van der Baaren. Sang Sersan mengenakan helm M.27, sementara tiga orang anakbuahnya mengenakan helm M.34. Mereka adalah awak dari bunker 3056 yang terletak di jembatan Goseling, pinggir Kanal Lutterhoofdwijk, Drenthe, Belanda. Di pagi hari tanggal 10 Mei 1940, unit pelopor dari 1. Kavallerie-Division tiba di pinggir jembatan, dan terkejut ketika mendapati bahwa empat "bijik" penghuni bunker menembaki mereka dengan sengit, serta menolak untuk menyerah meskipun telah terkepung dari segala arah. Akibatnya, tiga skuadron dari Radfahr-Abteilung 1 terpaksa dikerahkan untuk "melayani" mereka selama hampir empat jam. Setelah keempat prajurit yang kelelahan ini akhirnya menyerah, drama lanjutan kembali terjadi: pihak penyerbu Jerman, yang murka karena perwira kesayangan mereka terbunuh dalam pertempuran tersebut, menginginkan keempat prajurit Belanda ini untuk langsung dieksekusi di tempat, dengan alasan bahwa mereka telah dengan sengaja mengibarkan bendera putih sebagai tipuan, hanya untuk kemudian menembaki perwira Jerman yang datang menghampiri. Untungnya, seorang pemilik penginapan kemudian mengaku bahwa dialah sebenarnya yang mengibarkan sarung bantal berwarna putih saking takutnya melihat kontak senjata, dan bukannya pihak yang bertahan di bunker. Keterangan ini diperkuat oleh Walikota Coevorden, yang kebetulan ada disitu, yang meyakinkan pihak Jerman bahwa orang-orang di bunker mustahil melihat bendera putih dari lokasi mereka yang terhalang oleh dinding beton. Akhirnya pasukan Jerman membawa keempat orang prajurit gagah berani tersebut ke kamp tawanan. Foto ini sendiri diambil oleh S. Pfitzer, dan kemudian dipublikasikan di majalah "Die Woche" untuk kepentingan propaganda,



Sumber :
https://ww2images.blogspot.com/2019/02/dutch-soldiers-surrender-at.html