Showing posts with label Sebelum Perang. Show all posts
Showing posts with label Sebelum Perang. Show all posts

Sunday, June 7, 2026

Hans Seidemann dalam Acara Penyambutan Legion Kondor



Dalam foto yang dibuat oleh Hugo Jaeger ini, terlihat Oberstleutnant Hans Seidemann (Chef des Stabes Legion Kondor) memimpin para anakbuahnya dalam acara perayaan untuk menyambut kepulangan Legion Kondor, yang diadakan di Berlin pada tanggal 6 Juni 1939. Dia mengenakan Spanienkreuz in Gold mit Schwertern yang didapatkannya di hari yang sama. Selama Perang Saudara Spanyol (1936-1939), Seidemann bertugas dalam Legion Kondor, pasukan ekspedisi Jerman yang dikirim untuk mendukung kaum Nasionalis pimpinan Jenderal Francisco Franco. Pada akhir tahun 1938 ia telah menduduki posisi penting sebagai Kepala Staf Legion Kondor, yang saat itu berada di bawah pimpinan Generalmajor Wolfram Freiherr von Richthofen, di mana ia membantu mengoordinasikan operasi udara, logistik, pelatihan, dan doktrin tempur selama fase terakhir konflik tersebut. Pengabdiannya di Spanyol memberinya pengalaman operasional yang sangat berharga yang kemudian ikut mempengaruhi strategi Luftwaffe dalam Perang Dunia II. Pangkat terakhir Seidemann adalah General der Flieger.



Sumber :
Foto koleksi Hugo Jaeger

Friday, January 6, 2023

Hans von Seeckt Bersama Infanterie-Regiment 67


Desember 1936: Mantan Chef des Heeresleitung masa Reichswehr - dan orang yang paling berjasa dalam pengembangan militer Jerman di masa sebelum Nazi - Generaloberst z.V. Hans von Seeckt, mengadakan kunjungan ke markas Infanterie-Regiment 67, dimana dia diangkat menjadi Komandan Resimen Kehormatan atau "Chef des Regiment" (Seeckt sendiri mengenakan insignia Chef des Regiment dan bukannya insignia jenderal). Disini dia - berdiri di tengah menghadap kamera - sedang memperhatikan komandan upacara yang juga merupakan komandan Infanterie-Regiment 67, Oberst Ernst Seifert. Di sebelah kiri adalah Generalmajor Ernst Busch (Kommandeur 23. Infanterie-Division), sedangkan di sebelah kanan adalah Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Dari tanggal 15 Oktober 1935, Infanterie-Regiment 67 (Seifert) berada di bawah komando 23. Infanterie-Division (Busch). Kemungkinan besar foto ini diambil pada saat upacara penganugerahan Chef des Regiment untuk Generaloberst Seeckt.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2017/10/chef-des-regiments.html

Tuesday, January 3, 2023

Foto Grup Infanterie-Regiment 46


Para perwira Heer (Angkatan Darat Jerman) dalam sebuah foto grup tanpa keterangan tempat dan waktu. Petunjuk pertama adalah ini: dari ketiadaan Wehrmacht Dienstauszeichnungen (Penghargaan Panjang Pengabdian Angkatan Bersenjata) di baris medali mereka, maka kita bisa mengetahui bahwa foto ini setidaknya diambil sebelum bulan Oktober 1936 saat pertama kali medali tersebut dikeluarkan. Selain itu, dari keberadaan medali Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918 (Salib Kehormatan untuk Veteran Perang Dunia Pertama), maka bisa dikatakan bahwa foto ini diambil setelah bulan Juli 1934 saat medali tersebut pertama kali dikeluarkan. Mengenai wajah-wajahnya sendiri ada tiga orang yang bisa dikenali: Memegang pedang di sebelah kanan adalah Oberst Heinrich Strack (Pangkat terakhir Generalleutnant), dengan medali Pour le Mérite di lehernya. Berdiri di sebelah kiri Strack adalah Hauptmann Dr.phil. Erwin Kaschner (pangkat terakhir Generalmajor). Yang terakhir, berdiri paling kiri di belakang Kaschner adalah Hauptmann Hasso von Foller. Dari periode 1934 s/d 1936, ketiga orang ini mengabdi di satu unit yang sama: Infanterie-Regiment Neumünster, yang pada bulan Oktober 1935 berganti nama menjadi Infanterie-Regiment 46. Strack menjabat sebagai Regimentskommandeur, sementara Kaschner dan Foller masing-masing menjadi Kompaniechef. Semua orang dalam foto ini mengenakan Schulterriemen und Leibriemen alias Sam Browne Belt alias Tali Bahu, sebuah praktek yang dihilangkan setelah penyerbuan Jerman ke Polandia pada tahun 1939 karena dianggap terlalu ribet!

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=22876&p=2450095#p2450095

Saturday, December 17, 2022

Perwira Tinggi Luftwaffe dengan Ledermantel M36

Foto para perwira tinggi Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) yang diambil pada tanggal 18 Oktober 1937. Baris depan dari kiri ke kanan: Generalmajor Ernst Udet (Direktor des Technischen Amts der Luftwaffe im Reichsluftfahrtministerium), General der Flieger Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), Generalleutnant Hans-Jürgen Stumpff (Chef des Generalstabes der Luftwaffe), dan Generalmajor Ralph Wenninger (Luftwaffenattaché an der Deutschen Botschaft in London). Milch dan Stumpff mengenakan ledermantel (mantel kulit) M36 yang biasa dipakai oleh para perwira/jenderal Wehrmacht, yang terdiri dari dua baris kancing, dua saku pinggir, serta manset "Prancis". Kancingnya dipasang dengan mesin, dan dilengkapi dengan dua saku ritsleting di bagian dalam. Bagian belakangnya terbelah dua untuk mengantisipasi saat si pemakai mengendarai sepeda motor atau kuda. Terdapat pula dua buah sabuk pengikat berbahan sama: di bagian kaki untuk membuat jubah tetap membujur ke bawah, serta di bagian pinggang untuk tetap menahan jubah saat kondisi berangin kencang.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/05/album-foto-jaket-kulit-nazi-jerman.html
https://forum.axishistory.com/viewforum.php?f=5

Wednesday, December 14, 2022

Jenderal dan Laksamana Jerman dalam Acara Führergeburtstag

Para jenderal dan laksamana Wehrmacht berdiri di tribun kehormatan dalam acara puncak perayaan ulangtahun Adolf Hitler yang ke-50, yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 20 April 1939. Mereka semua kompak memakai paradeanzug (seragam parade), lengkap dengan feldbinde (ikat pinggang brokat), auszeichnungen (baris medali) dan schnurr (tali bahu). Baris depan dari kiri ke kanan: Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), General der Flieger Hans-Jürgen Stumpff (Chef der Luftwehr), Generalleutnant Ernst Udet (Generalluftzeugmeister und Chef Planungsamts der Luftwaffe), Admiral Max Bastian (Präsident Reichsfürsorge- und Versorgungsgerichts der Wehrmacht), dan Generalmajor Friedrich Fahnert (Höheren Kommandeur Luftnachrichtenschule Berlin). Sebagai identifikasi tambahan: Generalleutnant Walter Petzel (Inspekteur der Artillerie) adalah cowok berkacamata yang berdiri di belakang Fahnert; Generalmajor Hermann von Hanneken (Bevollmächtigter für Eisen- und Stahl auch zum Leiter der Hauptabteilung II Industrie) berdiri diantara Bastian dan Fahnert, Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeres-Gruppenkommando 5) diantara Udet dan Bastian, serta General der Flieger Friedrich Christiansen (Korpsführer NSFK) diantara Stumpff dan Udet. Foto ini sendiri dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger. Perhatikan bahwa Milch dan Stumpff sama-sama memakai Star of Yugoslavian Order of the Crown di dada mereka!

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/10/koleksi-ratusan-foto-berwarna-dari-life.html
https://artsandculture.google.com/entity/m064km4b?hl=en

Sunday, June 19, 2022

Baris Kaku Prajurit dari Infanterie-Regiment 28


Para prajurit dari 3.Zug / 3.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 28 berbaris dalam sebuah parade yang diselenggarakan di Friedrich-Wilhelm-Platz (Lapangan Friedrich-Wilhelm) yang terletak di pusat kota Neisse, Oberschlesien, Jerman. Foto ini diambil pada tanggal 7 November 1935 pada saat berlangsungnya rangkaian upacara pengambilan sumpah prajurit-prajurit baru dari Infanterie-Regiment 28. Hanya beberapa bulan sebelumnya (Maret 1935), Adolf Hitler secara terang-terangan melanggar Perjanjian Versailles (1919) saat dia mengumumkan "Gesetz für den Aufbau der Wehrmacht" (Dekrit Pembangunan Angkatan Bersenjata), yang tak lagi terikat oleh pembatasan-pembatasan yang merugikan seperti sebelumnya. Hanya dalam tempo empat tahun (1935-1939), jumlah anggota Wehrmacht "meledak" dari hanya 100.000 orang menjadi 4.000.000 orang! BTW, gaya berbaris khas yang mereka peragakan dalam foto ini dinamakan sebagai "Stechschritt" atau "Stechmarsch" (kalau di Inggris dinamakan goose-step), yang intinya adalah berjalan dalam formasi tanpa menekuk lutut. Gaya berbaris semacam ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18 oleh Generalfeldmarschall Leopold Prinz von Anhalt-Dessau, seorang jenderal dari Kerajaan Prusia era Friedrich the Great, yang terkenal karena telah berperan besar memodernisasi militer negaranya menjadi salah satu yang terkuat di Eropa pada masanya.

Sumber :
http://fhn.cba.pl/viewtopic.php?p=776

Friday, May 13, 2022

Hans von Seeckt Menginspeksi Infanterie-Regiment 67

 

Pada tanggal 22 April 1936 sang kreator Reichswehr, pensiunan Generaloberst Hans von Seeckt, berulangtahun yang ke-70. Untuk merayakannya sekaligus sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Adolf Hitler mengangkat Seeckt yang sudah renta sebagai Chef des Infanterie-Regiment 67, sebuah pangkat kehormatan yang biasa diberikan pada perwira tinggi yang dianggap mempunyai kontribusi penting bagi Angkatan Bersenjata Jerman (contoh lainnya adalah Werner von Blomberg yang menjadi Chef des Infanterie-Regiment 73 serta Gerd von Rundstedt yang menjadi Chef des Infanterie-Regiment 18). Foto ini memperlihatkan saat Von Seeckt (kanan) menginspeksi pasukan penjaga kehormatan di Berlin yang diambil dari resimennya, Infanterie-Regiment 67. Di sebelah kirinya adalah Panglima Wehrmacht Werner von Blomberg yang baru dua hari sebelumnya dipromosikan secara luar biasa menjadi Generalfeldmarschall, serta kedua dari kiri adalah General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1). Jadi dalam foto ini kita bisa melihat tiga orang Chef des Infanterie-Regiment berdiri berdampingan! Von Blomberg dan Von Rundstedt sendiri baru mendapatkan pangkat kehormatan tersebut setelah Von Seeckt (Von Blomberg tanggal 13 Maret 1937, dan Von Rundstedt tanggal 1 November 1938).

Sumber :
https://www.bild.bundesarchiv.de/dba/de/search/?yearfrom=&yearto=&query=seeckt&page=2#

Thursday, April 7, 2022

Pembawa Bendera Wehrmacht

 
Prajurit-prajurit muda Angkatan Darat Jerman dalam sebuah foto yang diambil di sebuah upacara di tempat dan waktu yang tidak diketahui. Mereka memegang bendera resimen-resimen jaga (Garde-Regiment) yang pernah aktif di masa Kekaisaran Jerman, berpuluh tahun sebelumnya. Melihat dari ringkragen (gorget) serta sash (selempang) yang dikenakan, bisa disimpulkan bahwa mereka merupakan anggota fahnenträger (pembawa bendera). Melihat dari keberadaan Reichsadler (elang Reich) serta stahlhelm M18 yang mereka kenakan, maka kemungkinan besar foto ini diambil pada kurun waktu antara tahun 1934 (saat Reichsadler mulai ditempelkan di bagian dada) sampai dengan tahun 1935 (saat stahlhelm M35 mulai diperkenalkan). Di era Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar) sampai dengan tahun 1936, hanya beberapa batalyon serta kompi independen yang mempunyai bendera unit sendiri. Pada tanggal 16 Maret 1936 dikeluarkan Heeresverordnungsblatt (Peraturan Angkatan Darat) terbaru yang, salah satunya adalah, mewajibkan penggunaan bendera terpisah untuk semua unit Angkatan Bersenjata Jerman, dari level resimen sampai batalyon. Semua bendera ini harus mempunyai satu kesamaan: terdapat lambang swastika dan elang negara di dalamnya.

Sumber :
Buku "Deutsche Uniformen 1919-1945" karya Ricardo Recio Cardona

Sunday, April 3, 2022

Prajurit Heer Memakai Feldmütze M34

Proses untuk memperbaharui pakaian serta perlengkapan perang Heer (Angkatan Darat Jerman) sebenarnya telah dimulai dari sejak tahun 1930, tiga tahun sebelum Hitler naik ke tampuk kekuasaan, meskipun skalanya masih belum masif dan sebagian besar dilakukan secara sembunyi-sembunyi dikarenakan adanya pembatasan Perjanjian Versailles yang telah diterapkan dari tahun 1919. Foto ini memperlihatkan penampakan feldmütze (topi lapangan) khusus untuk prajurit dan bintara yang mulai dibagikan dari bulan Maret 1934. Satu bulan sebelumnya diberlakukan peraturan baru yang mewajibkan penggunaan "hoheitsabzeichen" (lambang negara) berbentuk elang yang memegang swastika, yang dipakai di bagian dada kanan, topi/helm serta kepala ikat pinggang. Tentu saja pemakaiannya tidak langsung merata ke semua unit Angkatan Darat, seperti tampak dalam foto ini dimana hanya bintara di sebelah kanan yang mengenakan "Reichsadler", sementara prajurit-prajurit lainnya masih tetap polos dan belum mengenal dosa (aseek).

Sumber ;
Buku "Deutsche Uniformen 1919-1945" karya Ricardo Recio Cardona

Claus von Stauffenberg Berkuda

Claus von Stauffenberg sebagai seorang perwira berkuda. Dalam keterangan aslinya di Bundesarchiv dikatakan bahwa foto ini diambil pada saat dia masih bertugas di Reiter-Regiment 17 di Bamberg. Tapi, sama seperti sebagian keterangan lain dari badan arsip utama Jerman tersebut, keterangan ini adalah keliru, beibeh! Stauffenberg bertugas di Reiter-Regiment 17 dari tanggal 1 April 1926 s/d 17 Oktober 1927 (saat dia dipindahkan ke Infanterieschule Dresden). Pada saat itu pangkatnya masih Fahnenjunker alias calon perwira, sementara dalam foto ini kita bisa melihat bahwa dia sudah mengenakan atribut perwira (perhatikan schulterklappen, kragenspiegel, leibriemen serta offiziershose yang dikenakannya). Sang calon penentang Hitler sendiri dipromosikan menjadi Leutnant baru pada tanggal 1 Januari 1930. Selain itu, keberadaan Reichsadler (Elang Reich) model pertama di dada menunjukkan bahwa foto ini setidaknya diambil paling awal pada tahun 1934 saat insignia bawaan Nazi tersebut pertama kali diperkenalkan. Karenanya, berdasarkan data primbon yang saya miliki, saya berpendapat bahwa foto ini diambil pada kurun waktu antara bulan Oktober 1934 s/d Oktober 1936 saat Stauffenberg menjadi Adjutant Kavallerieschule Hannover (Ajudan Sekolah Kavaleri Hannover) dengan pangkat Oberleutnant.

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Claus_von_Stauffenberg

Monday, November 8, 2021

Tentara Jerman Bermain dengan Kucing

Sebelah barat Jüterbog, akhir bulan Agustus 1939. Para anggota 13. Infanterie-Division (motorisiert) bermain-main dengan seekor anak kucing sebelum melanjutkan perjalanan mereka menuju ke wilayah Jerman yang berbatasan dengan Polandia. Foto ini berasal dari album pribadi milik Hauptmann Kurt Seeliger yang bertugas di Beobachtungs-Abteilung 13 / 13.Infanterie-Division (mot.). Teks aslinya berbunyi: "Der erste Halt und das weiße Kätzchen" (perhentian pertama dan anak kucing putih).

Sumber :
https://onlinesammlungen.ghwk.de/seeliger/exhibition/

Tuesday, August 11, 2020

Erwin Rommel Sebagai Pengajar di Kriegsschule Potsdam

Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant Johannes Frießner (Lehrgruppenkommandeur der Lehrgruppe B an der Kriegsschule Potsdam), Oberst Wilhelm Wetzel (Kommandeur Kriegsschule Potsdam), dan Oberstleutnant Erwin Rommel (Lehrgruppenkommandeur der Lehrgruppe A an der Kriegsschule Potsdam). Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada musim panas tahun 1937 saat ketiga orang tersebut sama-sama bertugas di Kriegsschule Potsdam. Selama masa mengabdinya di sekolah perang terpenting Angkatan Darat Jerman tersebut, Rommel menyempatkan diri untuk menulis buku "Infanterie Greift an" (Serangan Infanteri), yang kemudian dijadikan sebagai buku pegangan dalam pelatihan pasukan pejalan kaki di banyak negara. Pada tahun 1936 Rommel diperbantukan sebagai pengawal pribadi sementara Hitler dalam Reichsparteitag Nürnberg. Sang Führer begitu terkesan atas kecakapan sang perwira muda berbakat tersebut, sehingga dia kemudian memilih Rommel untuk menjadi komandan markas dan satuan pengawal pribadinya dalam kurun waktu 1938-1940.


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=2282081#p2282081

Monday, June 8, 2020

Kavallerieschule Hannover (Sekolah Kavaleri Hannover)

Klip produksi UFA Kulturfilm ini berjudul "Heeres Reit- und Fahrschule Hannover" (biasa disingkat "Kavallerieschule Hannover"), yang merupakan sekolah para perwira kavaleri Jerman di Hannover. Film buatan tahun 1937 ini dibuka oleh pengenalan dari Richard Sahla, atlet berkuda terkenal Jerman yang juga adalah seorang perwira Wehrmacht, yang ditemani oleh kuda putihnya yang sama terkenalnya, Wotan. Adegan selanjutnya memperlihatkan upacara penganugerahan medali kejuaraan untuk atlet-atlet berkuda Jerman, yang juga merupakan instruktur di Kavallerieschule sama seperti Sahla (paling kiri adalah Harald Momm dengan kudanya Baccarat, dan diikuti oleh Ernst Hasse). Adegan-adegan selanjutnya memperlihatkan suasana pelatihan pasukan kavaleri di sekolah tersebut, termasuk latihan melompat palang rintangan, jalan cantik, dan membawa kereta beban. Diperlihatkan pula interaksi dengan penduduk setempat, pemeliharaan kuda-kuda milik sekolah, serta penampakan Kepala Sekolah Oberstleutnant Friedrich Gerhard. Kavallerieschule Hannover sendiri telah berdiri dari sejak tahun 1920, sementara kotanya - Hannover- telah menjadi salah satu pusat pengembangan kuda-kuda kavaleri terbaik Jerman selama 350 tahun. Pada tahun 1937 pusat pelatihan kavaleri Wehrmacht dipindahkan dari Hannover ke Krampnitz, Potsdam, dengan nama baru "Heeres Reit- und Fahrschule und Kavallerieschule Krampnitz" (Sekolah Berkuda, Mengemudi dan Kavaleri Angkatan Darat Krampnitz).

Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=f88BYiTBpeQ
http://www.horsemagazine.com/thm/2018/05/what-made-german-dressage-great-part-one/

Kontingen Berkuda Jerman Juara 'Preis der Nationen'

Dalam acara kompetisi berkuda internasional bergengsi "Preis der Nationen" yang diselenggarakan di Warsawa (Polandia) pada musim panas tahun 1936, kontingen Jerman berhasil merebut juara pertama dengan meraih 16 point, mengungguli Rumania di tempat kedua (18¼ point) dan Polandia di tempat ketiga (20 point), diikuti oleh Prancis dan Latvia. Foto ini diambil pada tanggal 8 Juni 1936 saat penganugerahan trofi kepada tim pemenang (yang seluruhnya merupakan perwira-perwira Wehrmacht dari unit kavaleri!) oleh Presiden Polandia. Sebagai identifikasinya adalah, dari kiri ke kanan: Oberst Bogislav von Studnitz (Atase Militer Jerman di Polandia. pangkat terakhir Generalleutnant), Rittmeister Harald "Harry" Momm (Anggota kontingen Jerman. Pangkat terakhir SS-Hauptsturmführer der Reserve), Rittmeister Marten von Barnekow (Anggota kontingen Jerman. Pangkat terakhir SS-Sturmbannführer der Reserve), Presiden Polandia Ignacy Mościcki, Rittmeister Ernst Hasse (Anggota kontingen Jerman. Pangkat terakhir tidak diketahui), Oberstleutnant Wolfgang Freiherr von Waldenfels (Ketua kontingen Jerman. Pangkat terakhir Generalmajor), dan Oberleutnant Kurt Hasse (Saudara Ernst Hasse yang juga menjadi anggota kontingen Jerman. Pangkat terakhir Oberstleutnant).


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=249725

Saturday, May 16, 2020

Generalleutnant Friedrich Bergmann

Generalleutnant Friedrich Bergmann (10 Mei 1883 - 21 Desember 1941) adalah jenderal sepuh Wehrmacht yang sudah berusia 56 tahun saat Perang Dunia II pecah di tahun 1939. Pengalamannya sebagai seorang perwira artileri kawakan membuat jasanya masih diperlukan oleh OKH (Oberkommando des Heeres), dan Bergmann kemudian didapuk sebagai Komandan 27. Infanterie-Division (1 Januari 1937 - 8 Oktober 1940) dan 137. Infanterie-Division (8 Oktober 1940 - 21 Desember 1940), walaupun dia seharusnya sudah memasuki masa pensiun. Dia sendiri ikut berpartisipasi dalam penyerbuan Jerman atas Polandia (1939), Prancis (1940) dan Uni Soviet (1941). Kepemimpinan Bergmann di medan tempur membuatnya dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold (German Cross in Gold) pada tanggal 19 Desember 1941, hanya dua bulan setelah medali tersebut untuk pertama kalinya diperkenalkan sebagai "jembatan" dari Eisernes Kreuzes (Iron Cross) ke Ritterkreuz (Knight's Cross). Tragisnya, sang jenderal tua hanya sempat dua hari saja menikmati statusnya sebagai DKiGträger (peraih Deutsches Kreuz in Gold), karena pada tanggal 21 Desember dia terbunuh dalam pertempuran saat pasukan Rusia melakukan serangan balik di wilayah Syavki, dekat Kaluga, yang terletak di perbatasan Moskow. Foto ini sendiri diambil di masa sebelum Perang Dunia II sewaktu Bergmann masih berpangkat Generalmajor (1 Maret 1936 - 28 Februari 1938). Dia terlihat mengenakan achselschnur (Aiguillette) sebagai pelengkap dari seragam peninggalan Reichswehr berkancing delapan yang dikenakannya. Di bagian bawah seragam tersemat medali 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse (Iron Cross 1st Class) peninggalan Perang Dunia Pertama, sementara untuk identifikasi baris medali di atasnya adalah, dari kiri ke kanan: 1.1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (Iron Cross 2nd Class); 2.Königlicher Hausorden von Hohenzollern, Kreuz der Ritter mit Schwertern (Royal House Order of Hohenzollern, Knights' Cross with Swords); 3.Bayerischer Militärverdienstorden IV.Klasse mit der Krone und den Schwertern (Bavarian Order of Military Merit 4th Class with Crown and Swords); 4.Ehrenkreuz für Frontkämpfer (Honor Cross for Combatants); 5.Prinzregent-Luitpold-Medaille (Prince Regent Luitpold Medal); 6.Dienstauszeichnung der Wehrmacht 1.Klasse (Armed Forces Service Award 1st Class 25 years); 7.Dienstauszeichnung der Wehrmacht 3.Klasse (Armed Forces Service Award 3rd Class 12 years); 8.Österreichisches Militärverdienstkreuz III.Klasse mit der Kriegsdekoration (Austrian Military Merit Cross 3rd Class with War Decoration); serta 9.Magyar Háborús Emlékérem, dikenal di Jerman dengan nama Ungarische Weltkriegs-Erinnerungsmedaille (Hungarian War Commemorative Medal)


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=9&t=153613&p=2268724#p2268724
https://www.pinterest.es/pin/574842339922980005/

Wednesday, April 22, 2020

Penyerahan Meriam Serbia ke Musium Beograd

Atas nama sang Führer, Generalleutnant Moritz von Faber du Faur (kedua dari kanan, deutsche Militärattache' in Belgrad) mempersembahkan dua buah Meriam Karađorđe kepada Jenderal Milutin Nedic (kiri, Menteri Angkatan Darat dan Angkatan Laut Yugoslavia), dalam sebuah upacara yang diselenggarakan di depan Musium Militer Kalemegdan, Beograd - sekarang menjadi gedung Insitut Kota Beograd untuk Perlindungan Monumen-Monumen Kultural - pada tanggal 22 Juni 1939. Gedung tersebut telah dihias oleh bendera Yugoslavia dan Jerman, juga elang berkepala dua serta swastika hitam. Ikut hadir pula para tamu kehormatan, petinggi militer dan pemerintahan, serta insan pers dari kedua negara. Meriam antik Vožd Karađorđe sendiri mempunyai nilai sejarah yang penting bagi bangsa Serbia, dan sebelumnya telah dirampas oleh pasukan Austro-Hungaria dalam Perang Dunia Pertama. Meriam ini kemudian disimpan di Musium Militer Wina. Ketika Pangeran Regent Paul dari Yugoslavia mengadakan kunjungan kenegaraan ke Berlin tiga minggu sebelumnya, Reichskanzler Adolf Hitler secara resmi memutuskan untuk mengembalikan kedua meriam tersebut (ironisnya, ketika pasukan Jerman menyerbu Yugoslavia dua tahun kemudian, giliran seragam kebesaran Raja Yugoslavia Peter II, keponakan Pangeran Paul, yang dirampas dan dipamerkan di Musium Wina!). Dalam foto ini, berdiri di belakang Faber du Faur adalah Atase Angkatan Udara Jerman di Beograd, Oberstleutnant Carl-August von Schoenebeck, sementara yang nyempil diantara dua orang ini adalah Viktor von Heeren (Duta Besar Jerman untuk Yugoslavia). Terakhir, bapak-bapak botak yang berdiri paling kanan adalah Konsul-Jenderal Franz Neuhausen, yang juga adalah Ketua Partai Nazi di Yugoslavia serta Wakil Presiden Perkumpulan Jerman-Yugoslavia. Ketika Jerman menduduki Yugoslavia di tahun 1941, dia nantinya diangkat sebagai Perwakilan Berkuasa Penuh Jerman untuk urusan ekonomi di wilayah pendudukan Serbia. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam DAZ (Deutsche Allgemeine Zeitung) terbitan 24 Juni 1939



Sumber :
http://bandenkampf.blogspot.com/2018/02/bk0320.html
https://www.gettyimages.dk/detail/news-photo/yugoslavia-kingdom-serbien-srbska-serbia-belgrad-beograd-news-photo/541795129

Friday, April 17, 2020

Pesawat Stuka Milik Legion Condor

Jarang terdapat foto yang memperlihatkan pesawat Junkers ju 87 A dari “Legion Condor” yang, berdasarkan buku-buku keluaran Jerman tentang unit tersebut di masa Perang Saudara Spanyol, tidak pernah disebutkan keberadaannya! Hanya terdapat tiga buah Ju 87 A yang biasa dinamakan sebagai “Jolanthe-Kette” (berdasarkan emblem babi “Jolanthe-Schwein”) yang disebut-sebut digunakan sebagai bahan percobaan pesawat pembom tukik terbaru Jerman. Ketiga buah pesawat tersebut tiba di Spanyol pada tanggal 15 Januari 1938, dimana identitasnya telah banyak orang tahu: 29●2 Unteroffizier Bartels/Unteroffizier Fleisch, 29●3 Leutnant Gerhard Weyert /Unteroffizier Göller, dan 29●4 Leutnant Hermann-Josef Haas (Kettenführer)/Feldwebel Kramer. Semua awaknya diambil dari 11.Staffel/Lehrgeschwader 1 (LG 1) dan hanya pernah menerbangkan Ju 87 A beberapa bulan saja sebelum tiba di Spanyol! Pada kenyataannya, cuma Ju 87 A 29●5, 29●6, dan 29●7 yang melakukan misi tempur, dengan dua yang terakhir dari bulan Juli 1938 dan seterusnya. Tak banyak yang diketahui mengenai Ju 87 A 29●5 dalam foto ini 


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus" edisi No.1 tahun 2002

Sunday, March 15, 2020

Wachablösung (Pergantian Penjaga) di Reichskanzlei

Ritual pergantian penjaga di gerbang Neue Reichskanzlei di Wilhelmstraße 78, yang merupakan bangunan tempat kerja Adolf Hitler selama masa tinggalnya di Berlin (untuk kediaman pribadinya, sang Führer lebih memilih bangunan Reichskanzlei lama). Video ini diambil pada bulan Agustus 1939, tak lama setelah turunnya hujan yang membasahi lantai. Para penjaga pilihan tersebut diambil dari 1.Kompanie / Leibstandarte SS Adolf Hitler, yang juga menyediakan pasukan penjaga kehormatan saat Hitler kedatangan para tamu negara dari dalam dan luar Jerman. Khusus untuk penjagaan di Reichskanzlei, maka biasanya diisi oleh SS-Mann Ewald Lindloff, Harry Mengershausen, Hermann Karnau, serta beberapa orang lagi yang tidak tercatat namanya


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=23646&hilit=ludwig+bahls

Friday, February 28, 2020

Perayaan Natal Infanterie-Regiment 17

Para perwira dari Infanterie-Regiment 17 berkumpul bersama untuk merayakan malam Natal, di bulan Desember 1938. Mereka semua mengenakan waffenrock (seragam parade/pesta), dan terlihat ceria dalam foto yang diambil di barak mereka yang berlokasi di Braunschweig, Niedersachsen (Jerman). Di tengah terlihat dua orang perwira yang membawa "wappen" bergambar tengkorak, yang merupakan lambang dari resimen milik 31. Infanterie-Division ini (bisa dibilang bahwa Infanterie-Regiment 17 merupakan satu dari sangat sedikit unit di Wehrmacht yang diperbolehkan untuk memajang simbol resimen mereka di topi!). Bapak-bapak botak yang nongkrong persis di bawah wappen adalah sang Regimentskommandeur, Oberst Friedrich-Wilhelm "Vati" Neumann (22 Januari 1889 - 26 Januari 1975), yang nantinya dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 16 Oktober 1944 sebagai Generalleutnant dan Komandan 712. Infanterie-Division. Alasan pemberian medali bergengsi tersebut telah disebutkan dalam Wehrmachtbericht (siaran radio berkala Wehrmacht) tertanggal 26 September 1944, dengan isi sebagai berikut: "Bei den Abwehrkämpfen in Belgien hat sich die 712. Infanteriedivision unter Führung von Generalleutnant Neumann besonders ausgezeichnet. Die Division vernichtete bzw. erbeutete in der Zeit vom 3. bis zum 10. September 161 "Sherman"-Panzer und Panzerspähwagen, größtenteils durch Panzernahbekämpfungsmittel." (Dalam pertempuran mempertahankan diri di Belgia, 712. Infanterie-Division yang dipimpin oleh Generalleutnant Neumann telah mempertunjukkan perjuangan yang mengagumkan. Dalam periode 3 sampai dengan 10 September, divisi tersebut telah berhasil menghancurkan atau merampas 161 buah tank Sherman dan kendaraan lapis baja, terutama dengan menggunakan senjata anti-tank genggam-tangan)


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/08/generalleutnant-friedrich-wilhelm-vati.html

Monday, June 4, 2018

Parade Kommando der Wachtruppe Melintasi Gerbang Brandenburg

Dengan diiringi oleh rakyat sipil, kompi penjaga dari Kommando der Wachtruppe berparade melewati Brandenburger Tor (Gerbang Brandenburg) menuju Wache Ehrenmal (Monumen Perang Kehormatan) di Berlin tahun 1934. Mereka semua mengenakan Parade-Anzug (Seragam Parade), yang khusus dikenakan pada acara-acara seremonial. Kommando der Wachtruppe biasa mengadakan parade dengan iringan orkes dangdut di hari minggu, selasa dan kamis. Rute parade bermula dari Barak Moabit - markas mereka - lalu melewati Brandenburger Tor dan di sepanjang Unter den Linden sebelum berakhir di Ehrenmal yang berlokasi di Gedung Schinkel. Perwira yang ditunjuk untuk memimpin parade ini biasanya menunggangi kuda putih yang bernama "Alaric". Kuda tersebut menjadi begitu terkenal, khususnya di mata orang-orang Berlin. Unit Kommando der Wachtruppe inilah - bersama dengan Resimen Infanteri Latihan di Döberitz - yang nantinya menjadi cikal bakal Divisi Großdeutschland yang tersohor dalam Perang Dunia II



Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.com/2018/06/kommando-der-wachtruppe-parade-through.html