Showing posts with label Upacara. Show all posts
Showing posts with label Upacara. Show all posts

Sunday, June 19, 2022

Baris Kaku Prajurit dari Infanterie-Regiment 28


Para prajurit dari 3.Zug / 3.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 28 berbaris dalam sebuah parade yang diselenggarakan di Friedrich-Wilhelm-Platz (Lapangan Friedrich-Wilhelm) yang terletak di pusat kota Neisse, Oberschlesien, Jerman. Foto ini diambil pada tanggal 7 November 1935 pada saat berlangsungnya rangkaian upacara pengambilan sumpah prajurit-prajurit baru dari Infanterie-Regiment 28. Hanya beberapa bulan sebelumnya (Maret 1935), Adolf Hitler secara terang-terangan melanggar Perjanjian Versailles (1919) saat dia mengumumkan "Gesetz für den Aufbau der Wehrmacht" (Dekrit Pembangunan Angkatan Bersenjata), yang tak lagi terikat oleh pembatasan-pembatasan yang merugikan seperti sebelumnya. Hanya dalam tempo empat tahun (1935-1939), jumlah anggota Wehrmacht "meledak" dari hanya 100.000 orang menjadi 4.000.000 orang! BTW, gaya berbaris khas yang mereka peragakan dalam foto ini dinamakan sebagai "Stechschritt" atau "Stechmarsch" (kalau di Inggris dinamakan goose-step), yang intinya adalah berjalan dalam formasi tanpa menekuk lutut. Gaya berbaris semacam ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18 oleh Generalfeldmarschall Leopold Prinz von Anhalt-Dessau, seorang jenderal dari Kerajaan Prusia era Friedrich the Great, yang terkenal karena telah berperan besar memodernisasi militer negaranya menjadi salah satu yang terkuat di Eropa pada masanya.

Sumber :
http://fhn.cba.pl/viewtopic.php?p=776

Wednesday, June 1, 2022

Upacara Penyambutan untuk Jagoan Stuka Georg Dörffel

 

Foto ini diambil di sekitar wilayah Kharkov pada tanggal 20 Juli 1943 oleh Kriegsberichter Jütte, dan memperlihatkan upacara penyambutan untuk Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1) yang baru saja kembali dari feindflug (misi udara) yang ke-800. Sambil memegang buket bunga dan berdiri di samping pesawat Focke-Wulf Fw 190 yang baru saja didaratkannya, Dörffel dengan semangat menenggak miras cap Tikus yang diberikan oleh Major Alfred Druschel (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1). Hanya berselang satu bulan kemudian, Georg Dörffel berhasil menyelesaikan misinya yang ke-900. Dia menerbangkan misinya yang ke.1000 pada tanggal 6 Oktober 1943, dan dengannya dia menjadi salah satu dari sangat sedikit pilot Luftwaffe yang mampu melakukan misi tempur sebanyak itu! Sang jagoan Stuka terbunuh di atas kota Roma, Italia, pada tanggal 26 Mei 1944 saat berusaha keluar dari pesawat Focke-Wulf Fw 190 F-8 yang dipilotinya. Kemungkinan besar kepalanya berbenturan dengan ekor pesawat yang melaju kencang, membuatnya tak sadarkan diri sehingga tak sempat membuka parasutnya.









Dari kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Johannes Gehrmann (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), dan Leutnant Johannes Meinicke (Staffelführer 1.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1). Di hari yang sama, Oberleutnant d.R. Gehrmann menerbangkan misi tempurnya yang ke-400.

Dari kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Johannes Gehrmann (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), Major Alfred Druschel (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1), Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), dan Leutnant Johannes Meinicke (Staffelführer 1.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1).


Sumber :
https://www.bild.bundesarchiv.de/dba/de/search/?topicid=dcx-thes_personen_774u7o51p5xr4b6jden
http://forum.12oclockhigh.net/showthread.php?t=59973
http://historical-media.com/einzel/2013.9.13/_x2013.9.13.html

Thursday, April 7, 2022

Pembawa Bendera Wehrmacht

 
Prajurit-prajurit muda Angkatan Darat Jerman dalam sebuah foto yang diambil di sebuah upacara di tempat dan waktu yang tidak diketahui. Mereka memegang bendera resimen-resimen jaga (Garde-Regiment) yang pernah aktif di masa Kekaisaran Jerman, berpuluh tahun sebelumnya. Melihat dari ringkragen (gorget) serta sash (selempang) yang dikenakan, bisa disimpulkan bahwa mereka merupakan anggota fahnenträger (pembawa bendera). Melihat dari keberadaan Reichsadler (elang Reich) serta stahlhelm M18 yang mereka kenakan, maka kemungkinan besar foto ini diambil pada kurun waktu antara tahun 1934 (saat Reichsadler mulai ditempelkan di bagian dada) sampai dengan tahun 1935 (saat stahlhelm M35 mulai diperkenalkan). Di era Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar) sampai dengan tahun 1936, hanya beberapa batalyon serta kompi independen yang mempunyai bendera unit sendiri. Pada tanggal 16 Maret 1936 dikeluarkan Heeresverordnungsblatt (Peraturan Angkatan Darat) terbaru yang, salah satunya adalah, mewajibkan penggunaan bendera terpisah untuk semua unit Angkatan Bersenjata Jerman, dari level resimen sampai batalyon. Semua bendera ini harus mempunyai satu kesamaan: terdapat lambang swastika dan elang negara di dalamnya.

Sumber :
Buku "Deutsche Uniformen 1919-1945" karya Ricardo Recio Cardona

Wednesday, April 22, 2020

Penyerahan Meriam Serbia ke Musium Beograd

Atas nama sang Führer, Generalleutnant Moritz von Faber du Faur (kedua dari kanan, deutsche Militärattache' in Belgrad) mempersembahkan dua buah Meriam Karađorđe kepada Jenderal Milutin Nedic (kiri, Menteri Angkatan Darat dan Angkatan Laut Yugoslavia), dalam sebuah upacara yang diselenggarakan di depan Musium Militer Kalemegdan, Beograd - sekarang menjadi gedung Insitut Kota Beograd untuk Perlindungan Monumen-Monumen Kultural - pada tanggal 22 Juni 1939. Gedung tersebut telah dihias oleh bendera Yugoslavia dan Jerman, juga elang berkepala dua serta swastika hitam. Ikut hadir pula para tamu kehormatan, petinggi militer dan pemerintahan, serta insan pers dari kedua negara. Meriam antik Vožd Karađorđe sendiri mempunyai nilai sejarah yang penting bagi bangsa Serbia, dan sebelumnya telah dirampas oleh pasukan Austro-Hungaria dalam Perang Dunia Pertama. Meriam ini kemudian disimpan di Musium Militer Wina. Ketika Pangeran Regent Paul dari Yugoslavia mengadakan kunjungan kenegaraan ke Berlin tiga minggu sebelumnya, Reichskanzler Adolf Hitler secara resmi memutuskan untuk mengembalikan kedua meriam tersebut (ironisnya, ketika pasukan Jerman menyerbu Yugoslavia dua tahun kemudian, giliran seragam kebesaran Raja Yugoslavia Peter II, keponakan Pangeran Paul, yang dirampas dan dipamerkan di Musium Wina!). Dalam foto ini, berdiri di belakang Faber du Faur adalah Atase Angkatan Udara Jerman di Beograd, Oberstleutnant Carl-August von Schoenebeck, sementara yang nyempil diantara dua orang ini adalah Viktor von Heeren (Duta Besar Jerman untuk Yugoslavia). Terakhir, bapak-bapak botak yang berdiri paling kanan adalah Konsul-Jenderal Franz Neuhausen, yang juga adalah Ketua Partai Nazi di Yugoslavia serta Wakil Presiden Perkumpulan Jerman-Yugoslavia. Ketika Jerman menduduki Yugoslavia di tahun 1941, dia nantinya diangkat sebagai Perwakilan Berkuasa Penuh Jerman untuk urusan ekonomi di wilayah pendudukan Serbia. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam DAZ (Deutsche Allgemeine Zeitung) terbitan 24 Juni 1939



Sumber :
http://bandenkampf.blogspot.com/2018/02/bk0320.html
https://www.gettyimages.dk/detail/news-photo/yugoslavia-kingdom-serbien-srbska-serbia-belgrad-beograd-news-photo/541795129

Sunday, April 19, 2020

Pernikahan Tunggal Anggota Afrikakorps

 Upacara Ferntrauung seorang anggota Zentral Ersatzteillager 220 di Afrika Utara. Ferntrauung (proxy wedding / pernikahan yang dikuasakan atau diwakilkan) adalah pernikahan dimana salah satu mempelainya tidak hadir secara fisik, dan biasanya diwakili oleh orang lain. Bila kedua mempelai tidak hadir, maka diadakan ferntrauung ganda. Pihak Jerman memperbolehkan pernikahan semacam ini bagi para prajuritnya yang bertugas di luar negeri dari sejak bulan November 1939, tak lama setelah berakhirnya kampanye militer di Polandia. Bentuk ferntrauung paling "ekstrim" (mulai diperkenalkan pada tanggal 6 November 1941) adalah pernikahan dimana mempelai prianya telah hilang atau gugur di medan pertempuran! Pernikahan "horor" semacam ini biasanya tetap dilaksanakan karena si wanita telah mengandung bayi hasil hubungannya, sementara keluarganya (dan juga pihak yang berwenang) tidak menginginkan status si anak yang nantinya menjadi "anak haram" atau membuat malu keluarganya. Tercatat sebanyak 25.000 kasus perkawinan semacam ini yang terjadi di Jerman selama masa Perang Dunia II! Balik lagi ke foto: bertindak sebagai penghulu dalam pernikahan solo tersebut adalah Major Peter Deiglmayer, yang juga menjabat sebagai Komandan Zentral Ersatzteillager 220. Foto ini - yang merupakan koleksi pribadi dari Denis Daum - adalah satu dari beberapa puluh foto hasil peninggalan Major Deiglmayer, yang kebanyakan diambil di sekitar wilayah Mediterania (Afrika Utara dan Eropa Selatan). Lalu unit apakah Zentral Ersatzteillager 220 itu? Ini adalah satuan setingkat batalyon yang bertanggungjawab untuk mengurusi gudang suku-cadang dari kendaraan-kendaraan milik Afrikakorps. Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada tahun 1941 di Benghazi, Libya. Kenapa tahun 1941? Karena orang-orang terlihat masih memakai tropenuniform versi awal yang berwarna coklat (dan juga penampakan tropenhelm yang secara umum hanya digunakan di masa-masa awal keberadaan pasukan Jerman di Afrika Utara). Lalu kenapa harus di Benghazi? Karena kota itulah yang menjadi markas utama Zentral Ersatzteillager 220 dari tahun 1941 s/d 1942


Sumber :
https://www.facebook.com/groups/1728158044141689/

Sunday, January 12, 2020

Upacara Terakhir 6. Gebirgs-Division

Norwegia, 8 Mei 1945: Upacara terakhir dari I.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 143 / 6.Gebirgs-Division sebelum menyerahkan diri ke tangan pasukan Inggris. Kekuatan unit Pasukan Gunung Wehrmacht ini terbilang masih utuh saat Jerman menyerah pada Sekutu di hari itu, karena di hampir sepanjang eksistensinya mereka "hanya" bertugas sebagai pasukan pendudukan di Skandinavia dan bukannya pasukan tempur di front terdepan (6. Gebirgs-Division sendiri baru dibubarkan pada tanggal 6 Agustus 1945, berbulan-bulan setelah perang di Eropa berakhir). Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 27 April 1945, Republik Austria didirikan dengan Karl Renner dari Partai Sosialis sebagai Presiden sekaligus Kanselir pertamanya. Pada awal bulan Mei dia mengirimkan pesan melalui radio, menyerukan agar prajurit-prajurit Wehrmacht yang berasal dari Austria supaya menyerah saja kepada Sekutu daripada meneruskan perang yang sia-sia. Pengumuman ini didengar oleh para anggota dari 4.Batterie / Gebirgs-Artillerie-Regiment 118 / 6.Gebirgs-Division yang bermarkas di Signaldalen. Oberst Josef Remold, Komandan Divisi, segera mengeluarkan surat perintah tandingan: "6. Gebirgs-Division tidak akan mengikuti perintah ini, dan para prajuritnya dilarang untuk menyerah. Mendengarkan radio juga tidak diperbolehkan. Salam hormat Jerman tetap digunakan! Oberst Remold. Heil Hitler!" Perintah tegas ini ternyata tidak dipedulikan oleh prajurit-prajurit artileri gunung dari 4. Batterie, yang sebagian besar berasal dari Austria. Mereka membunuh komandannya sendiri, Hauptmann Dirmbacher serta Oberleutnant Fromm, dan kemudian melarikan diri dalam dua grup dengan dipimpin oleh Obergefreiter Bruckner. Grup pertama yang beranggotakan 48 orang berhasil mencapai perbatasan Swedia, tapi grup kedua yang beranggotakan 11 orang kemudian ditangkap oleh patroli Jerman. Atas perintah dari General der Gebirgstruppe Ferdinand Jodl (Oberbefehlshaber Armee-Abteilung Narvik), empat diantara mereka - yaitu Rudolf Zatsch, Josef Wenzl, Leopold Wickenhauser dan Hartmut Feyertag - dieksekusi pada tanggal 10 Mei 1945, dua hari setelah Jerman secara resmi menyerah dalam Perang Dunia II. Kasus ini sendiri kemudian disebut sebagai "Pemberontakan Signaldalen"


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2013/07/album-foto-6-gebirgs-division.html
https://www.axishistory.com/books/124-germany-waffen-ss/germany-waffen-ss-other/1525-mutinies-in-the-wehrmacht-a-waffen-ss