Showing posts with label Hormat Militer. Show all posts
Showing posts with label Hormat Militer. Show all posts

Sunday, January 1, 2023

Upacara Penganugerahan Ritterkreuz untuk Alfred-Hermann Reinhardt

Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberstleutnant Alfred-Hermann Reinhardt (Kommandeur Infanterie-Regiment 421 / 125.Infanterie-Division). Sebagai pengalung medali di leher Reinhardt adalah Generalmajor Wilhelm "Willi" Schneckenburger (Kommandeur 125. Infanterie-Division). Reinhardt menerima medali bergengsi tersebut pada tanggal 4 Desember 1941, sebagai penghargaan atas pencapaian resimen yang dipimpinnya dalam operasi pengepungan pasukan Soviet di Kiev. Melalui penguasaan wilayah Tarasovka yang strategis pada tanggal 20 September 1941, pihak Jerman mampu mencegah ratusan ribu Tentara Merah yang berusaha kabur dari Kantong Kiev yang terkepung. Berkali-kali pihak musuh berusaha menerobos keluar melalui jalan satu-satunya yang masih terbuka, dan berkali-kali pula usaha mereka digagalkan oleh aksi heroik Letkol Reinhardt dan anakbuahnya. Pada akhirnya, 452.700 pasukan Rusia yang terkepung menjadi tawanan perang pihak Jerman, ditambah lagi dengan 43 divisi yang musnah, 2.600 meriam artileri yang menjadi rampasan perang, sementara hanya 15.000 orang yang berhasil meloloskan diri keluar dari kepungan! Pertempuran Kiev (7 Juli - 26 September 1941) sendiri tercatat sebagai pengepungan terbesar dalam sejarah.

Sumber :
Foto koleksi pribadi Jim Haley
https://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Kiev_(1941)
http://ritterkreuztraeger.blogspot.com/2023/01/ritterkreuz-award-ceremony-for-alfred.html
https://www.tracesofwar.com/persons/16456/Reinhardt-Alfred-Hermann.htm

Tuesday, May 3, 2022

Panzer III dalam Parade Militer

Dengan semakin banyaknya modifikasi yang diterapkan pada Panzerkampfwagen III Ausf.H (seperti yang tampak dalam foto ini), cupola jenis baru ditambahkan pada turet bersama dengan ventilasi melingkar pada atapnya (bagian belakang dari turetnya sendiri adalah plat tanpa sambungan yang tidak ikut dimodifikasi bersama cupolanya). Meriam KwK38 L/42 kaliber 5cm yang menjadi senjata utama ditempatkan pada lapisan plat eksternal dengan desain baru yang merupakan perlengkapan standar dari hampir semua panzer jenis ini; perhatikan lubang tempat melihat di kedua sisi plat meriam, juga "rumah" baja di sekitar dudukan MG 34. Sebuah kedok supir baru yang bisa dikeluar-masukkan ikut ditambahkan, sementara bagian depan kubahnya sendiri diberi tambahan lapisan baja (yang disematkan dengan cara dibaut) dengan ketebalan 30mm - baut yang sama dipakai untuk memperkuat plat MG 34, kedok supir, serta titik penarik. Lampu depan Notek dipasang di fender samping supir, sementara lampu depan konvensional tidak dilengkapi dengan tudung berlubang untuk black-out. Simbol yang terlihat di sebelah kedok supir (huruf "Y" berwarna kuning) menunjukkan bahwa Panzer III ini merupakan kepunyaan dari 2. Panzer-Division, dan foto ini sendiri diambil setidaknya setelah tahun 1941. Kita juga bisa melihat gambar segi-empat kecil bergaris putih di bagian samping turet yang menghadap ke depan.
 
Sumber :
Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" kaya Frank V. De Sisto

Parade Panzer-Abteilung z.b.V. 40 di Oslo

Parade militer Jerman dari satuan Panzertruppen (Pasukan Tank) yang digelar pada pukul 10:30 di jalan Karl Johans gate, Oslo, ibukota Norwegia, pada tanggal 1 Oktober 1940. Tank-tank dari jenis Panzerkampfwagen I Ausf.B ini berasal dari Panzer-Abteilung z.b.V. 40 pimpinan Oberstleutnant Ernst Volckheim, yang tampak dalam foto sedang memberi hormat militer dengan didampingi oleh salah seorang perwiranya. Dalam foto ini, Abteilungskommandeur Volckheim berdiri di atas podium kehormatan yang ditempatkan di pinggir lapang Universitetsplassen, yang merupakan bagian dari komplek Universitas Oslo. Ernst Volckheim sendiri tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pendiri pasukan panzer Jerman, selain dari Heinz Guderian yang lebih terkenal. Dari tahun 1924 dia sudah menulis tentang teori perang tank, yang dibuatnya berdasarkan pengalamannya dalam Perang Dunia Pertama sebagai seorang anggota Korps Tank Kekaisaran Jerman. Ironisnya, yang kemudian mendapat publikasi lebih luas adalah Guderian, yang baru menulis buku masterpiece-nya, "Achtung Panzer!", baru pada tahun 1937! Ini karena yang terakhir lah yang memperkenalkan satuan lapis baja pada pemimpin Jerman Adolf Hitler, yang kemudian begitu terkesan atas pemaparan Guderian sehingga langsung berkata dengan antusias, "Inilah yang aku butuhkan! Inilah yang aku ingin miliki!"







Sumber :
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Fo30141711070017_WW2_Norway_1940-10-01_Wehrmacht_Panzertruppen_Ernst_Volckheim_Panzerkampfwagen_German_Tank_troops_parade_salute_Karl_Johans_gate_Universitetsplassen_Oslo_NTBs_krigsarkiv_Riksarkivet_CC_BY_Rettighetshaver_etc_krediteres.jpg

Sunday, May 17, 2020

Parade Militer 999. leichte Afrika-Division

Upacara pengambilan sumpah para prajurit-prajurit baru 999. leichte Afrika-Division yang diselenggarakan di Heuberg, Jerman, pada bulan Januari 1943. Divisi ini pertama kali dibentuk pada bulan Oktober 1942 sebagai sebuah unit hukuman, dimana para tahanan kriminal dan politik - ditambah dengan prajurit-prajurit yang desersi atau mbalelo - dikumpulkan dalam sebuah kesatuan, dan rencananya akan dikirim untuk bertempur melawan pasukan Sekutu di Afrika Utara. Kloter pertama telah tiba pada awal tahun 1943, hanya sayangnya Tunisia keburu menyerah beberapa bulan kemudian - bersama dengan ratusan ribu pasukan Poros yang ada disana - sehingga sisa sebagian besar anggota 999. leichte Afrika-Division dialihkan untuk bertugas sebagai pasukan pendudukan di Yunani yang sama-sama beriklim tropis. Divisi ini kemudian dibubarkan pada bulan Mei 1943, dan sisa-sisa anggotanya dilebur ke dalam unit-unit yang berbeda. Karena sebagian anggotanya adalah mantan tahanan politik yang sebelumnya dipenjara karena aktivitas anti-Nazi mereka, maka tak heran bila aktivitasnya "kambuh" kembali di tempat yang baru. Beberapa diantaranya, seperti Falk Harnack dan Wolfgang Abendroth, malah kabur dan bergabung dengan pihak musuh dalam memerangi pasukan Jerman! Dalam pertempuran melawan tentara Amerika di Afrika Utara sendiri, semangat bertempur sebagian prajurit 999. leichte Afrika-Division sudah berada di titik nadir, sehingga mereka hanya melawan seadanya sebelum kemudian mundur atau menyerah. Tak heran bila di sepanjang eksistensinya, hanya satu orang anggota divisi ini yang mendapatkan medali keberanian yang cukup bergengsi, yaitu Oberstleutnant Gotthold Wolf (Kommandeur Infanterie-Regiment 961) yang dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 12 Mei 1943. Tercatat ada tiga orang yang pernah menjadi Komandan 999. leichte Afrika-Division dari bulan Oktober 1942 s/d Mei 1943: Oberst Heinz Karl von Rinkleff (Oktober 1942 - 2 Februari 1943), Generalleutnant Kurt Thomas (2 Februari 1943 - 1 April 1943), dan Generalmajor Ernst-Günther Baade (2 April 1943 - 13 Mei 1943)


Sumber :
https://enanosin.wordpress.com/category/world-war-two-history/

Sunday, April 5, 2020

Marsekal Rundstedt Tiba di Kamp Island Farm

 Layaknya di masa perang, ratusan perwira Wehrmacht memberi hormat militer saat Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt, mantan Panglima Angkatan Bersenjata Jerman di Front Barat, memasuki kamp tawanan perang Jerman di Island Farm, Wales, tahun 1946. Dia baru saja kembali dari mengikuti persidangan di Nürnberg, Jerman. Sang Marsekal ditahan di Island Farm Special Camp 11 (kamp tawanan khusus perwira dan jenderal) dari tanggal 9 Januari 1946 s/d 17 Maret 1947, dan disana dia perlakukan dengan sangat baik oleh penawannya, orang-orang Inggris. Selama masa itu dia bolak-balik ke Jerman demi untuk menghadiri Pengadilan Penjahat Perang Nazi yang digelar oleh Sekutu. Rundstedt, yang sudah berusia 70 tahun, dianggap tidak layak untuk menjadi terdakwa karena usianya yang sudah sepuh dan juga karena sering sakit-sakitan. Dia kemudian dibebaskan pada tahun 1948, dan meninggal dunia di Hannover lima tahun kemudian (24 Februari 1953) karena serangan jantung


Sumber :
https://www.dailymail.co.uk/news/article-4294158/Photos-Nazis-British-POW-camp-unearthed.html
http://www.specialcamp11.co.uk/Field%20Marshall%20Gerd%20von%20Rundstedt.htm

Thursday, April 2, 2020

Erwin Rommel Menginspeksi 21. Panzer-Division

Acara inspeksi mesin-mesin perang milik 21. Panzer-Division oleh Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B). Acara ini diselenggarakan pada tanggal 30 Mei 1944 di Bois de Lébisey, Hérouville-Saint-Clair (6 km sebelah utara Caen), Normandia. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Hans Speck dari Propaganda-Kompanie 698 ini memperlihatkan saat sang Marsekal menginspeksi satuan Panzergrenadier yang dilengkapi dengan tiga buah "Selbstfahnafetten für 7,5cm, Pak 40 S 307 (f)", yang pada dasarnya adalah perpaduan sasis halftrack Somua MCG Prancis dengan meriam anti-tank Jerman kaliber 75mm. Memberi hormat militer di sebelah kiri adalah Leutnant Hans Höller, yang merupakan salah seorang Zugführer (Komandan Peleton) dari 8.Kompanie (schwere) / II.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 192, sementara perwira yang terlihat berjalan di belakang Rommel kemungkinan adalah Oberleutnant Braatz (Chef 8.Kompanie / II.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 192). Di latar belakang kita bisa melihat mobil truk GMC ACK 353 buatan Amerika Serikat. 21. Panzer-Division memang banyak dilengkapi oleh kendaraan-kendaraan perang sisa Angkatan Bersenjata Prancis yang dirampas oleh Jerman pada tahun 1940. Truk GMC tersebut bisa jadi adalah hasil pembelian dari Amerika di tahun 1930-40, yang kemudian berganti kepemilikan setelah pasukan Wehrmacht menguasai wilayah Prancis


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=47&t=73232&start=11130
http://sgmcaen.free.fr/agenda-rommel.htm

Sunday, March 1, 2020

Parade Militer Jerman di Wina Austria

 Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3) memberi hormat militer kepada pasukan berkuda Wehrmacht dalam parade militer yang diselenggarakan di Ringstraße Wina pada tanggal 14 Maret 1938, dua hari sebelum Anschluss (Penyatuan) Austria dengan Jerman. Memakai kacamata dan Stahlhelm Sondermodell 1918 di sebelah kiri adalah General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), sementara perwira Luftwaffe di sebelah kanannya adalah Generalmajor Ludwig Wolff (Höherer Flieger-Kommandeur 5 und Höherer Kommandeur der Luftwaffeneinheiten in Österreich), disusul oleh Oberst Maximilian de Angelis (Staatssekretär im Bundesministerium für Landesverteidigung Wien) yang memakai seragam militer Austria. Berdiri di belakang Von Bock dengan memakai pakaian sipil adalah Reichsstatthalter Arthur Seyß-Inquart (Leiter der österreichischen Landesregierung), disusul oleh SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner ("Staatssekretär für das Sicherheitswesen im Lande Österreich" und Führer des SS-Oberabschnitts Donau) yang memakai schirmmütze hitam SS di belakang Seyß-Inquart. Satu lagi: yang memakai pakaian sipil di belakang Von Weichs adalah Ludwig Ritter von Eimannsberger, pensiunan General der Artillerie yang nantinya dipanggil kembali untuk bertugas aktif bulan Agustus 1938. Di belakang para "top notch" di podium ini terlihat para penonton yang merupakan perwira-perwira Jerman yang ikut datang ke Austria, sementara di sebelah kanannya adalah perwira-perwira Austria yang memakai seragam militer mereka dengan tambahan Reichsadler Jerman. Begitu cepatnya proses aneksasi Austria oleh Jerman, sehingga para anggota Bundesheer Austria - yang secara otomatis dimasukkan menjadi bagian dari Wehrmacht - belum sempat diberi jatah seragam baru Jerman saat formalisasi Anschluss dilaksanakan!


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/09/album-foto-anschluss-jerman-austria.html

Sunday, February 2, 2020

Upacara Pemakaman Hans-Gottfried Reimers

 Pada hari Sabtu tanggal 25 Oktober 1941, Kriegsverwaltungsrat Dr. Hans-Gottfried Reimers (Leiter der Abteilung Arbeitseinsatz und Arbeitsvermittlung der FK Bordeaux) dikebumikan di Pemakaman Saint Bris yang terletak di Villenave d'Ornon, Bordeaux, Prancis. Empat hari sebelumnya (21 Oktober 1941), petugas sipil yang bekerja di administrasi militer Wehrmacht ini ditembak mati oleh Pierre Rebiére, seorang anggota perlawanan bawah tanah Prancis yang berhaluan Komunis, di Wilson Boulevard dekat Rue Judaique saat sedang berjalan pulang dari kantor menuju rumahnya. Pembunuhan ini, dan juga beberapa pembunuhan lain dalam waktu berdekatan yang menimpa perwira-perwira Jerman yang bertugas di Bordeaux, membuat Hitler murka sehingga memerintahkan 200 orang tawanan Prancis dieksekusi sebagai pembalasannya. Foto ini memperlihatkan tiga orang jenderal Jerman yang ikut menghadiri upacara pemakaman Dr. Reimers. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Otto Schaum (Pionierführer 7. Armee), Generalleutnant Moritz von Faber du Faur (Chef Militärverwaltungsbezirk Bordeaux), dan Generalmajor z.V. Albert Freiherr von Rotberg (Kommandant rückwärtigen Armeegebiets 588)


Sumber :
https://de.metapedia.org/wiki/Rotberg,_Albert_Freiherr_von?__cf_chl_jschl_tk__=f747b01c8aa4188b5036404d76c27fc6fb2cc689-1580610994-0-AYhCl2kVdQ-hlpHHtirpZNCWW6wiNur1UD9ByjrxZJa4NsYreYR-sn3CMxhLI26CgeKBbB29miDlL6z7U381DtsUVNtScpDjgWVYs5YgaiTGkjwQpuVeu5chGDWW_pSWystObkobFtlyLEXNvTiHY08NCXuYLuUNNuXthPSqi9R9soeCuNbI3W64HFWSYYytv_Xe_WraKu4DUtxaElZ7hFRvx296MrmMsP4Z4MfeUVhXlPtU0Q2PpKkil0Ey7ktgLJfOR2_YbYJtDT29qgp3HfS2hyE6sokiBANklPeH5t21Wk67gyGe7yoZhmh7xuK4zQ