Friday, November 9, 2018

Jagoan Panzer Herbert Gomille

 Oberstleutnant Herbert Gomille (15 Oktober 1913 - 18 Mei 2009) adalah seorang jagoan panzer yang, bersama dengan Hauptmann Joachim Barth (Chef 1.Kompanie / Panzerjäger-Abteilung 13), berhasil menghancurkan 33 buah tank Soviet dalam pertempuran sengit di bulan September 1942 yang berlangsung selama tiga hari! Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 25 Oktober 1942 sebagai Hauptmann dan  Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 4 / 13.Panzer-Division / III.Panzerkorps / 1.Panzerarmee / Heeresgruppe A. Pada tanggal 5 Mei 1943 dia berada di Panzertruppenschule Wünsdorf, tapi hanya beberapa bulan kemudian (10 Juli 1943) dipromosikan sebagai Kommandeur III.Schwere-Abteilung (Tiger) / Panzer-Regiment "Großdeutschland" yang merupakan unit elit Wehrmacht. Pada tanggal 10 Maret 1944 Gomille ditarik kembali dari front dan menjadi staff Inspekteur der Panzertruppen. Tidak diketahui lagi penempatannya setelahnya. Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (29 September 1939) und I.Klasse (23 Mei 1940); serta Deutsches Kreuz in Gold (24 Februari 1942). Foto ini memperlihatkan saat Gomille nongkrong di atas turet befehlspanzer (tank komando), sambil ngudud rokok cap "Raja Ifrit". Di kepalanya terpasang kopfhörer (headphone) dan Kehlkopfmikrofon (mikrofon tenggorokan), yang merupakan alat komunikasi utama seorang komandan panzer


Source :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2013/10/album-foto-13-panzer-division.html

Thursday, November 8, 2018

Upacara Penganugerahan Ritterkreuz untuk Alexander von Hartmann


  
Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Generalmajor Alexander von Hartmann (Kommandeur 71. Infanterie-Division), yang dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 1942 di Stalingrad, Uni Soviet. Mengalungkan medali tersebut adalah dua orang atasan Hartmann, dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walther von Seydlitz-Kurzbach (Kommandierender General LI. Armeekorps) dan General der Panzertruppe Friedrich Paulus (Oberbefehlshaber 6. Armee). Ketika divisinya - dan seluruh 6. Armee - tak mungkin lagi untuk meloloskan diri dari kepungan Tentara Merah di kota tersebut, Generalleutnant von Hartmann berbicara dengan tenang kepada para perwiranya yang masih tersisa: "Adalah sebuah kebanggaan bila seorang perwira gugur dalam pertempuran. Dalam hal ini, aku tak akan membunuh diriku sendiri, tapi aku akan menjual nyawaku semahal mungkin". Dia lalu mengambil senapan Kar98k dan pergi menuju tanggul kereta api Stalingrad yang terletak di bagian selatan. Di depan anggota divisinya yang masih tersisa (3 perwira, 7 bintara, dan 183 prajurit), von Hartmann mulai menembaki prajurit Rusia yang sedang menyerbu... sambil berdiri tegak! Pada pukul 08:00 pagi tanggal 26 Januari 1943, dia akhirnya gugur seperti apa yang diinginkannya, tertembak tepat di kepala. Ikut tewas bersamanya adalah Oberstleutnant Kurt Corduan (Kommandeur Infanterie-Regiment 191) serta Major August Bayerlein (Kommandeur Infanterie-Regiment 211). Atas kepahlawanannya, setelah itu von Hartmann dipromosikan menjadi General der Infanterie secara anumerta, sementara Corduan dan Bayerlein juga juga mendapat kenaikan pangkat satu tingkat.


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/06/album-foto-friedrich-paulus.html

Wednesday, November 7, 2018

Konvoy Panzer IV ke Front Timur

 Barisan Panzerkampfwagen IV Ausf.F1 dalam perjalanan ke Front Timur, 21 Juni 1941. Panzer-panzer ini menggunakan cat kamuflase Dunkelgrau Nr.46 di sekujur badannya. Pihak Jerman telah memulai mengumpulkan pasukannya di dekat perbatasan dengan Uni Soviet, bahkan sebelum kampanye militer di Balkan telah berakhir. Sampai dengan minggu ketiga bulan Februari 1941, 680.000 orang prajurit Wehrmacht dikumpulkan di wilayah perbatasan Rumania-Soviet. Sebagai persiapan serangan, Hitler memindahkan lebih dari 3,2 juta prajurit Jerman serta 500.000 prajurit Axis lainnya ke wilayah perbatasan; mengirimkan misi pengintaian udara yang tak terhitung di atas wilayah Soviet; serta menumpuk perbekalan di Timur. Meskipun semua hal ini tidak luput dari pengamatan Komando Tinggi Soviet, tapi pemimpin mereka, Stalin, menganggap bahwa itu hanyalah sebuah kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Dia tidak percaya bahwa pihak Jerman akan menyerang Soviet dengan hanya berselang dua tahun setelah penandatanganan Perjanjian Molotov-Ribbentrop, dan hal ini berakibat pada lambatnya persiapan Tentara Merah. Meskipun begitu, para petinggi militer Soviet sendiri tidak pernah meyakini bahwa pihak Jerman akan seterusnya menjadi sekutu setia mereka. Marsekal Semyon Timoshenko pernah berujar bahwa Jerman adalah "musuh terkuat dan paling utama" dari negaranya, dan dari sejak awal bulan Juli 1940 Kepala Staff Tentara Merah, Boris Shaposhnikov, menulis makalah yang meramalkan bahwa Wehrmacht akan menyerang Uni Soviet dari tiga arah - yang ternyata sama persis dengan kenyataan yang terjadi setahun kemudian! Untuk menutupi niat serangannya, Hitler membocorkan pada intelijen Soviet rencana Unternehmen Haifisch dan Unternehmen Harpune, untuk mendukung klaimnya bahwa Inggris adalah target utama Jerman. Dalam penyerangan ke Uni Soviet sendiri, pihak penyerbu mengerahkan satu resimen independen, satu brigade pelatihan bermotor, serta 153 divisi. Yang terakhir mencakup 104 divisi infanteri, 19 divisi panzer, dan 15 divisi infanteri bermotor yang dibagi ke dalam tiga Grup AD. Ini ditambah pula dengan sembilan divisi keamanan yang akan beroperasi di wilayah yang telah diduduki, empat divisi di Finlandia, serta dua divisi sebagai cadangan yang berada di bawah kontrol langsung OKH (Oberkommando des Heeres). Unit-unit tempur ini akan dipersenjatai dengan 3.350 tank, 7.200 senjata artileri, 2.770 pesawat terbang (yang merupakan 65% kekuatan Luftwaffe), sekitar 600.000 kendaraan bermotor, serta 625.000 s/d 700.000 kuda! Untuk membantu Jerman, Finlandia menyediakan 14 divisinya, sementara Rumania mengerahkan 13 divisi yang dibantu dengan delapan brigade. Total kekuatan pihak Axis adalah 3,8 juta tentara, yang ditempatkan di sepanjang front yang membentang dari Samudera Arktik sampai ke Laut Hitam. Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Horst Grund


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/04/koleksi-foto-berwarna-karya.html

Perwira Jerman dan Finlandia di Danau Ladoga

Foto berwarna yang menarik ini diambil pada tanggal 10 Agustus 1942, dan memperlihatkan para perwira tinggi Jerman dan Finlandia sedang mengarungi danau Ladoga di Finlandia menggunakan Siebelfähre (Kapal angkut/Feri Siebel) milik Einsatzstab Fähre Ost (EFO), sebuah unit Luftwaffe yang beroperasi di sekitar wilayah danau Ladoga bersama dengan MTB Italia (12. Squadriglia MAS) serta kapal-kapal ranjau Jerman dari C-Gruppe / 31.Minensuch-Flottilla. Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant der Reserve Friedrich-Wilhelm Siebel (Kommandeur Einsatzstab Fähre Ost); Kolonel Finlandia Eino Iisakki Järvinen (Komandan Brigade Pantai Danau Ladoga), dan dua orang perwira Luftwaffe tak dikenal (yang paling kanan berasal dari unit Flak kalau dilihat dari waffenfarbe-nya). Dari sumber asalnya dikatakan bahwa perwira kedua dari kanan adalah Generaloberst Alfred Keller, tapi menurut saya identifikasi ini salah karena mukanya beda jauh brow!


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/12/album-foto-schwimmweste-jaket-pelampung.html

Kameraman Kriegsmarine dengan Kamera Arriflex 35mm

Horst Grund, seorang Filmberichter atau kameraman dari Kriegsmarine, sedang merekam beberapa gambar di atas sebuah kapal menggunakan kamera Arriflex 35mm, di sebuah lokasi di Mediterania tahun 1943. Dia mengenakan schwimmweste (jaket pelampung) model awal berbahan kapuk, demi untuk berjaga-jaga bila tiba-tiba harus nyungseb ke laut. Arriflex 35 II adalah salah satu kamera gambar bergerak terpenting sepanjang masa. Dia didesain dan dibuat oleh Arnold & Richter, A.G. dari Münich, Jerman, sebuah perusahaan pembuat perangkat laboratorium dan aksesoris film yang didirikan pada tahun 1917. Kata ARRI sendiri diambil dari inisial dua huruf pertama dari pendirinya: August Arnold dan Robert Richter. ARRI memperkenalkan kamera pertama mereka, Kinarri, pada tahun 1924. 100 buah Kinarri berhasil terjual. Setelah melakukan riset yang intens dan memakan waktu, mereka mengembangkan sistem penglihatan refleksi kaca pada tahun 1931. Setelah menyempurnakan sistem yang revolusioner ini, ARRI memperkenalkan Arriflex 35 pada tahun 1937. Kamera ini tercatat dalam sejarah sebagai kamera gambar bergerak 35mm pertama yang menggunakan sistem refleksi. Sistem ini begitu superiornya, sehingga masih digunakan oleh semua profesional perfilman dunia sampai saat ini!


Sumber :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2018/11/kriegsmarine-filmberichter-with.html

Tuesday, November 6, 2018

Makan Siang Dua Orang Anggota Reichsbahn

 Sekilas, foto ini tampaknya baru diambil kemarin dan memperlihatkan dua bijik reenactor sedang mereka-ulang acara liwet (perhatikan bungkus selai dari plastik serta kualitas warna merah foto). Kenyataannya, foto ini diambil dari masa Perang Dunia II! Disini diperlihatkan dua orang perwira Reichsbahn (Jawatan Kereta Api Reich) yang sedang makan siang di sela-sela kesibukan mereka. Foto ini sendiri diambil pada tahun 1944 oleh Walter Hollnagel. Pada bulan Agustus 1944, sang fotografer Jerman ditugaskan untuk mengabadikan kondisi jalan kereta api di Italia. Perlu diketahui bahwa pada saat itu beberapa bagian dari negara mantan sekutu Jerman tersebut telah dikuasai secara paksa oleh pasukan Nazi, setelah Italia memutuskan untuk menyerah kepada Sekutu pada tanggal 8 September 1943. Saat pasukan musuh sedikit demi sedikit bergerak maju ke utara, pesawat-pesawat mereka tak henti-hentinya membombardir infrastruktur di wilayah pendudukan Jerman, termasuk fasilitas kereta api (belum lagi ditambah oleh sabotase tanpa henti oleh gerilyawan Italia). Kondisi ini membuat tangan para petugas Reichsbahn "penuh" dalam memperbaiki kerusakan yang terjadi disana-sini. Sekarang kembali ke laptop: Dari seragamnya, orang di sebelah kanan bertugas di Grup Pembayaran 8 atau 7a (atau cadangan resmi Grup Pembayaran 7). Penunjukan "pangkat" aslinya tergantung pada spesialisasinya: dia bisa jadi adalah seorang Kanzleisekretär, Kanzleivorsteher, Reichsbahnobersekretär, Vermessungsobersekretär, Lokomotivbetriebsrevisor, Betriebsoberwerkmeister, atau Oberlokomotivführer. Sementara itu, hampir tidak mungkin mengetahui posisi atau pangkat orang di sebelah kiri, karena dia hanya mengenakan kemeja dalam tanpa ditutupi seragam luar seperti temannya. Mereka berdua mengenakan pakaian tugas standar. Meskipun foto ini diambil pada bulan Agustus 1944, pakaian serta insignia Reichsbahn yang dikenakan oleh dua bule ini adalah versi awal: Schiffchen (side cap) yang dikenakan orang di kiri pertama kali diperkenalkan saat Perang Dunia II pecah, sementara temannya di kanan belum lagi mengenakan wing besar di topi serta insignia tugas stasiun di lengan kiri, yang dua-duanya mulai dipakai dari tahun 1941.



Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=8&t=213048&start=105
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2018/11/look-like-this-picture-was-taken.html

Monday, November 5, 2018

Oberst Von Drebber Berkomunikasi Menggunakan Telepon Lapangan

 Dua orang perwira Jerman berkomunikasi menggunakan Feldtelefon (telepon lapangan) di sebuah posisi pertahanan di dekat Stalingrad, musim gugur tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Oberst Moritz von Drebber (Kommandeur Infanterie-Regiment 523 / 297.Infanterie-Division) dan Hauptmann Bender. Pada bulan Oktober 1942, resimen pimpinan Drebber berganti nama menjadi Grenadier-Regiment 523. Von Drebber sendiri naik pangkat menjadi Generalmajor pada tanggal 1 Januari 1943, dan pada tanggal 22 Januari 1943 dia ditunjuk menjadi Komandan 297. Infanterie-Division yang baru, menggantikan General der Artillerie Max Pfeffer. Hanya berselang tiga hari kemudian, Drebber dan pasukannya menyerah kepada Tentara Merah di neraka Stalingrad! Foto ini diambil oleh Alois Beck.


Sumber :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2018/11/oberst-von-drebber-and-hauptmann-bender.html

Monday, October 22, 2018

Jenderal Yamashita dan Kesselring

Foto ini diambil dari buku memoar Albert Kesselring, "Soldat biz zum Letzen Tag" (halaman 112-113), dan memperlihatkan saat Generalfeldmarschall Kesselring (Chef Luftflotte 2) sedang melakukan toast dengan Jenderal Tomoyuki Yamashita dari Jepang. Yamashita dan Jenderal Kitsuju Ayabe melakukan "Tur Pencarian Fakta" ke Jerman dari bulan Desember 1940 s/d Juni 1941. Tak lama setelah kedatangannya, Yamashita menyempatkan diri untuk mengunjungi Marsekal Kesselring di Brussels, Belgia, pada bulan Desember 1940. Yamashita nantinya menjadi salah satu jenderal Jepang paling brilian dalam Perang Dunia II, saat dia dan pasukannya menggulung pasukan Inggris di semenanjung Malaya dan Pulau Singapura hanya dalam waktu 70 hari. Tidak hanya itu, ratusan ribu prajurit Inggris yang menyerah membuat shock Perdana Menteri mereka, Winston Churchill, sehingga menyebutnya sebagai "bencana militer terbesar Inggris dalam sejarah"! Dari sejak saat itu, Yamashita mendapat julukan mentereng, 'The Tiger of Malaya'


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=65&t=68377&hilit=brauchitsch

Thursday, October 18, 2018

Kunjungan Ion Antonescu ke Front Timur

Kunjungan Marsekal Rumania Ion Antonescu ke markas pasukan Jerman di muara sungai Bug, wilayah Liman (Ukraina). Mendampingi di sebelah kanannya adalah Generalfeldmarschall Walther von Brauchitsch (Oberbefehlshaber des Heeres), sementara di belakang mereka mengikuti para perwira tinggi Jerman dan Rumania. Foto ini diambil di musim panas tahun 1941, pada saat berlangsungnya Unternehmen Barbarossa (operasi militer Jerman atas Uni Soviet). Seperti diketahui, bahwa Kerajaan Rumania ikut pula mengirimkan kontingen militernya untuk mengeroyok negara Beruang Merah, disamping negara-negara sekutu Jerman lainnya: Italia, Spanyol, Finlandia, Bulgaria, Slovakia, dan Kroasia. Jangan lupakan pula barisan sukarelawan luar negeri yang bergabung menjadi prajurit di unit-unit Waffen-SS serta Wehrmacht



Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=14230&hilit=brauchitsch&start=5475

Wednesday, October 17, 2018

Inspeksi Marder III Milik Panzerjäger-Abteilung 19

Hauptmann Helmut Schmidt (Kommandeur Panzerjäger-Abteilung 19 / 19.Luftwaffen-Feld-Division) memeriksa kesiapan deretan Marder III dari unitnya. Meskipun unitnya notabene adalah unit darat Luftwaffe, tapi sebagian besar perwiranya ditarik dari Heer - termasuk komandannya, Generalleutnant Erich Baeßler. Karenanya disini Schmidt terlihat masih mengenakan seragam Heer-nya. Foto terakhir memperlihatkan Hauptmann Schmidt dan salah satu perwira Luftwaffe-nya (kiri) memperhatikan saat sebuah peleton Marder III bergerak menuju penempatan selanjutnya di Zedelgem. Foto-foto yang berasal dari buku "PK CAMERAMAN No. 1 Panzerjäger in the West 1944" karya Remy Spezzano dan Douglas Nash ini diambil oleh Kriegsberichter Karl Kurth dari PK (Propaganda-Kompanie) 698 di sekitar wilayah Eeklo (Belgia), akhir Februari 1944, saat unit tersebut melakukan persiapan akhir sebelum diterjunkan dalam peperangan



Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/10/foto-inspeksi-mesin-perang.html

Donasi Kriegswinterhilfswerk oleh Ritterkreuzträger Großdeutschland

Foto propaganda ini memperlihatkan saat tiga orang wanita memberikan sumbangan uang kepada dua orang "tukang kencleng" yang mewakili Kriegswinterhilfswerk, sebuah program penggalangan dana berkala yang bertujuan untuk membantu rakyat Jerman yang kurang mampu disaat musim dingin tiba. Dua orang peminta sumbangan itu sendiri bukanlah prajurit biasa, melainkan pahlawan perang sekaligus Ritterkreuzträger dari Wachbataillon (Batalyon Jaga) Großdeutschland. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: Leutnant Karl Hausmann (Ritterkreuz tanggal 15 Mei 1942 sebagai Oberfeldwebel dan Führer 3.Kompanie / I.Bataillon / Jäger-Regiment 28 / 8. leichte Infanterie-Division) dan Oberfeldwebel Josef Dörfel (Ritterkreuz tanggal 4 Maret 1942 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 6.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 439 / 134.Infanterie-Division). Foto ini sendiri diambil pada bulan Maret 1943



Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/09/foto-panzergrenadier-division.html

Tuesday, October 16, 2018

Penangkapan Jenderal Jerman oleh Pasukan Amerika

Foto koleksi NARA (National Archives) jepretan koresponden perang Snyder ini memperlihatkan beberapa saat setelah Generalmajor Alfred Gutknecht (Höherer Kommandeur der Kraftfahrtruppen beim Oberbefehlshaber West) ditawan oleh pasukan Amerika Serikat, tanggal 29 Agustus 1944. Dia ditangkap saat kendaraan yang membawanya berpapasan dengan konvoy kendaraan lapis baja Amerika - yang sedang bergerak maju dengan kecepatan tinggi menuju wilayah yang masih dikuasai oleh Jerman - di dekat Fismes, Prancis, yang terletak di jalan antara Reims dan Soissons. Bisa dibilang bahwa ini adalah puncak kesedihan dan depresi sang jenderal (jelas terlihat dari ekspresi di wajahnya, yang sangat kontras dengan tampang nyengir kuda MP di sebelahnya!). Ketika dia dipindahkan dari posisinya sebagai perwira Staff Grenzabschnittskommando Nord menjadi Staff 16. Armee di Front Barat tak lama setelah berakhirnya invasi Jerman atas Polandia, dokumen Beurteilung (Evaluasi) Gutknecht menyebutkan bahwa dia -yang saat itu masih berpangkat Oberst - terang-terangan menangis dan meminta untuk tetap ditempatkan di wilayah Timur demi untuk tetap dekat dengan istrinya yang sakit-sakitan di wilayah Ostpreußen. Personalamt-nya dibubuhi komentar pedas: "Bila kita tak dapat mencegah adanya kolonel cengeng di militer kita, setidaknya kita masih dapat mencegahnya untuk menjadi jenderal yang cengeng!" Ketika dalam penahanan Sekutu di kamp tawanan Berlin, Gutknecht mendapat kabar bahwa istri tercintanya telah meninggal dunia. Tak kuat lagi menanggung derita, dia kemudian bunuh diri pada tanggal 12 November 1946



Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=160170&hilit=leyser

Sunday, June 17, 2018

Adolf Hitler dan Miniatur Benteng

Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Erich Kahsnitz (Kommandeur Füsilier-Regiment "Großdeutschland" / Panzergrenadier-Division "Großdeutschland"), dan General der Pioniere Alfred Jacob (General der Pioniere und Festungen im Oberkommando des Heeres). Foto ini diambil saat Jenderal Zeni Alfred Jacob memperlihatkan kepada Hitler desain-desain benteng terbaru Jerman, yang nantinya akan dipakai di banyak front pertempuran. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada bulan Juni 1943, tak lama setelah Jacob dianugerahi Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuz mit Schwertern (4 Juni 1943), medali yang kita lihat terpasang di lehernya. Hal lain yang menjadi perhatian adalah: meskipun Kahsnitz notabene adalah seorang Regimentskommandeur - yang umumnya mengabdi di front depan - tapi tenaganya masih diperlukan oleh Hitler di Führerhauptquartier (pada bulan September-Oktober 1942 dia menjadi Führerreserve), setidaknya sebagai tukang corat-coret. Dalam periode ini sendiri pihak Jerman sedang sibuk membangun kekuatan demi untuk mendukung ofensif selanjutnya yang akan dilancarkan di wilayah Kursk (Unternehmen Zitadelle). Dalam pertempuran akbar ini pula Kahsnitz nantinya terluka berat dan harus kehilangan nyawanya (29 Juli 1943). Foto hasil jepretan Walter Frentz ini terkenal karena menjadi sampul dari buku "Hitler's War" karya pengarang kaporit saya, David Irving.



Sumber :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2018/06/hitler-with-bunker-models.html

Saturday, June 16, 2018

Upacara Medali 97. Jäger-Division oleh Jenderal Ernst Rupp

Generalleutnant Ernst Rupp (Kommandeur 97. Jäger-Division) menyematkan medali kepada anakbuahnya yang berprestasi dalam pertempuran. Untuk keterangan tempat dan waktunya tidak diketahui, sementara Rupp sendiri menjadi Divisionskommandeur dari tanggal 1 Januari 1942 s/d 30 Mei 1943, saat dia terbunuh dalam pertempuran memperebutkan jembatan Kuban. Rupp mengenakan feldmütze dengan pin lambang 97. Jäger-Division tersemat di bagian sampingnya


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/01/album-foto-97-leichte-infanterie.html
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=961716

Leutnant Katzke dari Panzer-Propagandakompanie 691 di Rusia

Leutnant Katzke, seorang filmberichter (reporter film) dari Panzer-Propagandakompanie 691, mengarahkan "senjata"-nya untuk mengabadikan pergerakan pasukan Jerman dalam Unternehmen Barbarossa (invasi Jerman atas Uni Soviet) di wilayah Ukraina, bulan Juni 1941. Di belakangnya tampak sebuah Panzer III dengan beberapa awaknya yang bertengger di luar. Dalam penyerbuan Wehrmacht ke Rusia, Panzer-Propagandakompanie 691 ditugaskan untuk meliput Panzergruppe 1 yang berada di bawah pimpinan Generalfeldmarschall Ewald von Kleist.


Sumber :
https://alifrafikkhan.blogspot.com/2018/06/panzer-propagandakompanie-691.html

Monday, June 4, 2018

Parade Kommando der Wachtruppe Melintasi Gerbang Brandenburg

Dengan diiringi oleh rakyat sipil, kompi penjaga dari Kommando der Wachtruppe berparade melewati Brandenburger Tor (Gerbang Brandenburg) menuju Wache Ehrenmal (Monumen Perang Kehormatan) di Berlin tahun 1934. Mereka semua mengenakan Parade-Anzug (Seragam Parade), yang khusus dikenakan pada acara-acara seremonial. Kommando der Wachtruppe biasa mengadakan parade dengan iringan orkes dangdut di hari minggu, selasa dan kamis. Rute parade bermula dari Barak Moabit - markas mereka - lalu melewati Brandenburger Tor dan di sepanjang Unter den Linden sebelum berakhir di Ehrenmal yang berlokasi di Gedung Schinkel. Perwira yang ditunjuk untuk memimpin parade ini biasanya menunggangi kuda putih yang bernama "Alaric". Kuda tersebut menjadi begitu terkenal, khususnya di mata orang-orang Berlin. Unit Kommando der Wachtruppe inilah - bersama dengan Resimen Infanteri Latihan di Döberitz - yang nantinya menjadi cikal bakal Divisi Großdeutschland yang tersohor dalam Perang Dunia II



Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.com/2018/06/kommando-der-wachtruppe-parade-through.html

Prajurit Panzer Jerman Berpose di Depan Logo Panzer-Propagandakompanie 691

Seorang Panzermann (prajurit panzer) Jerman berpose sambil bersandar di depan sebuah pagar kawat besi. Dia mengenakan seragam hitam khas Panzer, yang mempunyai nama resmi "Sonderbekleidung des Deutschen Panzertruppen". Tidak ada keterangan dari unit mana dia berasal, tapi yang jelas simbol bebek menaiki panzer di belakangnya merupakan kepunyaan dari Panzer-Propagandakompanie 691, sebuah unit Kriegsberichter (reporter perang) yang biasa "menemani" satuan panzer Wehrmacht di Front Timur



Sumber :
Foto koleksi pribadi Hundestaffel

Ucapan Selamat Datang untuk Tentara Jerman di Ukraina

Seorang anggota Wehrmacht berpangkat Obergefreiter (perhatikan chevron di lengannya!) menikmati suguhan air minum yang dipersembahkan oleh penduduk lokal Ukraina dalam fase-fase awal Unternehmen Barbarossa, invasi Jerman atas Uni Soviet, di musim panas tahun 1941. Saat pasukan Wehrmacht mulai memasuki wilayah musuh, kebanyakan warga sipil - yang merupakan keturunan Ukraina - menganggap pihak penyerbu sebagai pasukan pembebas dari belenggu komunis Soviet. Sesuai dengan tradisi lokal, mereka menyuguhkan roti besama dengan air dan garam kepada pihak Jerman sebagai ucapan selamat datang. Melihat dari hampir tidak adanya debu yang menempel di seragam si prajurit, kita bisa berspekulasi bahwa foto ini bisa jadi diambil di bagian barat Uman, di hari-hari pertama invasi. BTW, inisial PK yang terdapat di bagian lampu dari sepeda motor bersespan BMW R75 yang dinaiki oleh si prajurit menunjukkan bahwa dia berasal dari unit Propaganda-Kompanie (Kompi Propaganda), sementara logo bebek menaiki panzer di bagian depan sespan merupakan simbol dari Panzer-Propagandakompanie 691. Dalam penyerbuan ke Rusia, unit ini ikut serta bersama dengan Panzergruppe 1 dan bertugas di wilayah Ukraina (Uman, Kiev dan Rostov). Huruf "K" di bagian fender depan merupakan simbol dari unit-unit yang berada di bawah komando Generalfeldmarschall Ewald von Kleist, Panglima Panzergruppe 1 (unit-unit yang berada di bawah komando Generaloberst Heinz Guderian, Panglima Panzergruppe 2, memajang huruf "G" sebagai penanda). Dalam Unternehmen Barbarossa - dan juga Balkanfeldzug beberapa bulan sebelumnya - Panzer-Propagandakompanie 691 terutama sekali berperan dalam mempropagandakan pencapaian 11. Panzer-Division "Gespenster Division" (Divisi Hantu) dalam operasi-operasi militer yang mereka lakukan, yang dipublikasikan dalam "Panzer Voran", sebuah jurnal berkala yang dibagikan sebanyak 1000 eksemplar buat anggota divisi tersebut



Sumber :
Buku "Ghost Division: The 11th 'Gespenster' Panzer Division and the German Armored Force in World War II" karya A. Harding Ganz

Saturday, April 7, 2018

Sd.Kfz.231 milik Divisi Hitlerjugend di Reruntuhan Caen

Sebuah kendaraan lapis baja Sd.Kfz. 231 milik 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" difoto  dengan puing-puing Caen (Normandia/Prancis) berada di sekelilingnya, bulan Juli 1944. Di latar belakang kita bisa melihat sisa-sisa dari Gereja Saint-Pierre. Kota Caen dihancurkan sehingga hampir tak berbentuk oleh pemboman terus-menerus pihak Sekutu, setelah mereka mendapat kesulitan untuk merebutnya lewat jalur darat. Ironisnya, pemboman tersebut ternyata hanya sia-sia belaka, karena posisi pasukan Jerman sendiri hampir tak tersentuh di perbatasan utara kota!. Dalam upaya melancarkan gerak majunya, pihak Sekutu melancarkan strategi pemboman masif di kota-kota yang terletak di Normandia dan Prancis utara, dimana puluhan ribu warga sipil tak berdosa lah yang menjadi korbannya



Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.co.id/2018/04/armored-vehicle-of-hitlerjugend.html

Thursday, April 5, 2018

Prajurit SS-Standarte "Der Führer" Masa Awal

Empat orang prajurit dari SS-Standarte "Der Führer" berfoto bersama di depan kamera. Semuanya mengenakan topi lapangan dengan pola SS-VT (SS-Verfügungstruppe), serta kerah yang berisikan simbol SS dengan tambahan nomor "3" berukuran kecil di sebelahnya. SS-Standarte Der Führer dibentuk pada bulan Maret 1938 di Wina sebagai SS-Standarte 3, hanya beberapa hari berselang setelah Jerman menganeksasi Austria. Anggotanya diambil dari sukarelawan orang-orang Austria, sementara para perwira dan bintaranya sebagian besar merupakan kader SS-Standarte Deutschland. Pada Parteitag Nürnberg tahun yang sama, resimen ini dinamai ulang menjadi SS-Standarte Der Führer, sekaligus mendapatkan panji Deutschland Erwache.



Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.co.id/2018/04/ss-standarte-der-fuhrer-soldiers.html

Wednesday, April 4, 2018

SS-Verfügungstruppe dalam Latihan Musim Dingin

Sekelompok pasukan bermotor dari SS-VT (SS-Verfügungstruppe) berfoto bersama di sela-sela latihan musim dingin. Kebanyakan dari mereka memakai mantel standar Wehrmacht, meskipun beberapa diantaranya - seperti dua orang yang berada di ujung kanan - mengenakan jaket karet anti-air khusus Kradtruppen. Perhatikan schiffchen (side cap) di kepala mereka yang masih menggunakan pola SS-VT lama, dengan kancing tengkorak metal di depan dan bordiran elang SS kecil di samping



Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.co.id/2018/04/ss-verfugungstruppe-on-winter-exercise.html

Monday, April 2, 2018

Adelbert Schulz Bersama dengan Fans

Generalmajor Adelbert Schulz tersenyum di depan kamera saat dikelilingi oleh rakyat Jerman yang menyemut di sekitarnya. Di lehernya terpasang medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwertern und Brillanten (Knight's Cross of the Iron Crosses with Oak Leaves, Swords and Diamonds), yang didapatkannya pada tanggal 9 Januari 1944 dari tangan sang Führer langsung, hampir sebulan berselang dari pengumuman radio yang memberitahukan tentang penganugerahannya (14 Desember 1943). Schulz tercatat sebagai ksatria Wehrmacht ke-9 yang mendapatkan medali super prestisius tersebut, yang dianugerahkan sebagai penghargaan terhadap kepemimpinannya yang luar biasa sebagai Komandan Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division. Pada tanggal 1 Januari 1944 dia dipromosikan dari Oberst menjadi Generalmajor, dan pada tanggal 26 Januari 1944 dipercaya sebagai Komandan 7. Panzer-Division. Tragisnya, hanya berselang dua hari dari pengangkatannya tersebut, Schulz terluka parah dalam pertempuran di wilayah Shepetivka, Khmelnytskyi Oblast (Ukraina), pada tanggal 28 Januari 1944, dan meninggal dunia di hari yang sama.



Sumber :
https://ritterkreuztraeger.blogspot.co.id/2018/04/brillantentrager-adelbert-schulz-with.html

Panzer III Melintasi Aerosan di Musim Dingin

Sebuah Panzerkampfwagen III Ausf.J, dengan cat kamuflase putih yang terlihat masih fresh, terlihat bergerak menyusuri sebuah jalan di sebuah lokasi yang tak diketahui namanya di Front Timur, ketika musim dingin sedang berlangsung. Di sebelah samping bagian turetnya, di wilayah persegi yang sengaja tidak ikut-ikutan dicat putih, tertulis nomor taktis yang kemungkinan terbaca "212" Wiro Sableng. Bila kita perhatikan, di bagian depan tercantol roda serta rantai cadangan. Selain itu, sambungan kubahnya telah dibor untuk mengakomodasi kait penarik. Panzer tersebut melewati sebuah kendaraan khusus musim dingin yang terinspirasi dari buatan Rusia, yang dinamakan sebagai Propellerschlitten WH/WL, yang ditarik oleh kuda poni. Versi Jerman dari Aerosan Soviet ini menampilkan simbol Balkenkreuz Wehrmacht di bagian hidungnya, sementara keseluruhan badannya telah pula dicat putih musim dingin.


Sumber :
https://panzermaenner.blogspot.co.id/2018/04/white-washed-panzer-iii-passed-aerosan.html

Tuesday, March 27, 2018

Prajurit Jerman dan Istrinya

Seorang prajurit Jerman bersama dengan istrinya melihat sebuah sketsa yang berisikan gambar sang istri. Di lengan si prajurit kita bisa melihat chevron untuk pangkat Obergefreiter, yang setara dengan pangkat Kopral Kepala dalam sistem kepangkatan TNI. Dalam Perang Dunia II, pemegang pangkat ini biasanya bertanggungjawab untuk memimpin unit setingkat regu (3-5 orang), atau untuk mereka yang mempunyai pangkat Gefreiter tapi telah memperlihatkan kemampuan yang menonjol dalam pertempuran. Seorang Obergefreiter tidak tergolong ke dalam pangkat bintara atau calon perwira (Unteroffizier). Dalam foto ini, kita juga bisa melihat pita Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille), yang diberikan kepada anggota militer Jerman yang berpartisipasi dalam pertempuran musim dingin tahun 1941/42 di Rusia. Karenanya, kita bisa mengetahui bahwa foto ini diambil setidaknya dalam rentang waktu 1942 s/d 1945. 



Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.co.id/2018/03/german-soldier-watching-drawing-of-his.html