Showing posts with label Austria dalam Perang Dunia II. Show all posts
Showing posts with label Austria dalam Perang Dunia II. Show all posts

Friday, May 13, 2022

Pelatihan Panzer-Aufklärung


Salah satu moto militer Jerman yang paling terkenal adalah "Schweiß spart Blut" (keringat menyelamatkan darah), yang berarti bahwa program pelatihan yang ketat memastikan bahwa pasukan yang terlatih baik mempunyai kesempatan untuk bertahan hidup yang lebih besar di medan pertempuran. Angkatan Darat Jerman mempraktekkan secara serius kata-kata tersebut, dan program pelatihannya mungkin tidak ada duanya di dunia pada tahun-tahun sebelum perang. Adalah sistem pelatihan yang unggul, ditambah dengan kepemimpinan yang fleksibel serta doktrin yang terdefinisi dengan baik, yang memungkinkan pasukan Jerman untuk mengatasi hambatan jumlah mereka yang lebih sedikit dalam pertempuran, ataupun perlengkapan perang yang lebih inferior mutunya dibandingkan dengan lawan mereka. Ketika perang semakan panjang dan semakin luas ruang lingkupnya, pihak Angkatan Bersenjata Jerman menjadi kewalahan dalam mempertahankan kualitas pelatihan mereka yang lama dan rumit (seperti yang biasa berlaku di masa damai atau awal-awal perang). Selain itu, korban yang terus berjatuhan di kalangan perwira berpengalaman, khususnya di tingkat junior, turut berperan dalam menjamin penurunan kualitas prajurit-prajurit baru yang dihasilkan. Dengan semua hambatan tersebut, adalah hal yang luar biasa jika pasukan Wehrmacht tetap dapat menampilkan perlawanan yang gigih terhadap musuh-musuhnya (yang semakin besar dan kuat dari waktu ke waktu). Pelatihan yang diterima oleh prajurit-prajurit mereka dapat diarahkan secara khusus kepada individu, awak, seksi, peleton, atau tingkat komando yang lebih tinggi lagi, Tetapi efek akhirnya sangat terkait langsung dengan kualitas instruksi serta instruktur: pihak Jerman sangat menekankan pada laporan tertulis setelah aksi pertempuran, diskusi menyeluruh tentang apa yang telah terjadi, yang diikuti dengan pembekalan seluruh unit atau formasi. Dalam gambar ini, seorang perwira dari unit Aufklärungstruppe (pasukan pengintai) sedang berbicara dengan beberapa prajuritnya di Area Pelatihan Bruck, Austria Timur, pada tahun 1943.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/06/album-foto-panzertruppen.html

Monday, August 10, 2020

Pameran "Der Sieg im Westen" di Wina

Foto ini diambil pada tanggal 18 November 1940, dan memperlihatkan para petinggi Nazi yang sedang meninjau pameran Wehrmacht berjudul "Der Sieg im Westen" (Kemenangan di Barat) yang digelar di Heldenplatz, Wina, Ostmark (Austria). Pameran ini menampilkan rangkaian propaganda yang berkaitan dengan kemenangan gilang-gemilang pasukan Jerman dalam penyerbuan ke Prancis dan Negara-Negara Bawah beberapa bulan sebelumnya. Sebagai identifikasi orang-orang yang ada dalam foto ini adalah, baris depan dari kiri ke kanan: Hugo Jury (Gauleiter Reichsgau Niederdonau und Reichsstatthalter Niederösterreich), Baldur von Schirach (Gauleiter und Reichsstatthalter Reichsgau Wien), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Generalfeldmarschall Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee). Identifikasi tambahan: baris belakang diantara Jury dan Schirach adalah Charakter als Generalmajor Edmund Glaise-Horstenau (General z. b.V. beim Oberkommando der Wehrmacht); yang kepalanya tertutup oleh Göring adalah SS-Gruppenführer Dr.jur. Ernst Kaltenbrunner (Höherer SS- und Polizeiführer Donau); diantara Göring dan List adalah General der Kavallerie Eberhard von Mackensen (Chef des Generalstabes 12. Armee); serta paling kanan di belakang List adalah Generalleutnant Hans Graf von Sponeck (Kommandeur 22. Luftlande-Infanterie-Division).


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=1385037#p1385037
https://www.treasurebunker.com/forums/index.php?/topic/2864-high-quality-color-exceptional-bw-photographs-german-side/

Thursday, April 2, 2020

Penyerahan 19. Armee Jenderal Brandenberger

 Pada tanggal 5 Mei 1945 pukul 13:30, beberapa orang orang delegasi Wehrmacht memasuki wilayah kekuasaan Sekutu di Innsbruck, Austria, sambil membawa bendera putih. Mereka akan mendiskusikan gencatan senjata sekaligus penyerahan tanpa syarat seluruh pasukan Jerman dari 19. Armee, yang pada saat itu bercokol di provinsi Tirol, Vorarlberg, Allgäu, sampai ke perbatasan dengan Italia (ini berarti seluruh tentara Wehrmacht yang berhadapan dengan VI Corps US Army). Foto hasil jepretan 1st Lieutenant George Coates ini memperlihatkan saat dua orang wakil delegasi Jerman sedang diantar menuju ke sebuah bangunan di Innsbruck yang dijadikan sebagai lokasi perundingan. Ketua delegasi dipimpin langsung oleh Panglima 19. Armee, General der Panzertruppe Erich Brandenberger (kiri), yang juga adalah seorang Eichenlaubträger (peraih medali Eichenlaub zum Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes). Dia ditemani oleh Councillor Lohrmann dari bagian Hubungan Luar Negeri 19. Armee, yang berjalan di belakangnya. Sementara itu, yang mengiringi mereka di sebelah kanan adalah Colonel Joseph L. Langevin (G-2 Intelijen VI Corps). Di awal perundingan, ketika pihak Amerika secara keliru menyebutkan pangkat Brandenberger sebagai Generalleutnant, sang jenderal Jerman langsung protes keras dengan menyebutkan bahwa pangkatnya saat itu adalah General der Panzertruppen (Jenderal Pasukan Tank), yang berada setingkat di atas Letnan-Jenderal. Pihak Amerika tidak kalah gertak, dan dengan tegas memerintahkan musuh mereka agar diam saja dan segera menandatangani dokumen penyerahan!




Sumber :
http://www.usmilitariaforum.com/forums/index.php?/topic/182378-gdp-erich-brandenberger-arrives-to-surrender-german-19th-army/

Friday, March 13, 2020

General der Infanterie a.D. Alfred Krauss

Alfred Krauss (26 April 1862 - 29 September 1938) adalah purnawirawan General der Infanterie era Kekaisaran Austro-Hungaria yang pensiun dari militer pada tahun 1918. Dalam Perang Dunia Pertama, perannya sebagai Komandan Korps Pertama begitu menonjol sehingga dia dianugerahi medali tertinggi kekaisaran Jerman (Sekutu Austro-Hungaria) - yaitu "Blue Max" alias Pour le Mérite - pada tanggal 12 November 1917. Ketika Austria dianeksasi oleh Nazi Jerman secara damai pada tahun 1938, sang pahlawan perang mendapat keistimewaan untuk mengenakan seragam Wehrmacht dalam acara-acara resmi ataupun hanya untuk sekedar update foto profil Facebook, meskipun notabene Krauss tidak pernah bergabung dengan Angkatan Bersenjata Jerman atau, setidaknya, aktif kembali di kemiliteran! Keistimewaan seperti itu biasanya diberikan pada orang-orang tertentu yang dianggap special pake telor, yaitu orang-orang terhormat yang namanya melegenda seperti halnya Krauss. Praktek semacam ini sendiri mempunyai nama resmi "Berechtigung zum Tragen der deutschen Unifrom mit den Rangabzeichen eines Generals der Infanterie" (Hak untuk mengenakan seragam Jerman dengan pangkat Jenderal Infanteri), dan secara tertulis dianugerahkan kepada Krauss dalam sebuah dokumen tertanggal 1 April 1938. Dalam foto ini - yang memperlihatkan sang purnawirawan dalam usianya yang telah menginjak tahun ke-76 - Krauss masih setia pada setelan kumis dan cambang jadul segede tokay yang populer di abad ke-19, yang sangat kontras bila dibandingkan dengan kumis-kumis standar ala Chaplin yang umum di masa Hitler! Hanya beberapa bulan kemudian dia meninggal dunia - tepatnya pada tanggal 29 September 1938 - dan kemudian jenazahnya dikebumikan dalam sebuah upacara kenegaraan (Staatsbegräbnis) keesokan harinya, yang dihadiri oleh para petinggi militer dan pemerintahan Nazi Jerman untuk wilayah Ostmark, nama baru Austria setelah menjadi bagian dari Jerman.




Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?t=92013
https://gmic.co.uk/topic/39839-silly-old-buggers-pretending-to-be-wehrmacht-generals/

Sunday, March 1, 2020

Parade Militer Jerman di Wina Austria

 Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3) memberi hormat militer kepada pasukan berkuda Wehrmacht dalam parade militer yang diselenggarakan di Ringstraße Wina pada tanggal 14 Maret 1938, dua hari sebelum Anschluss (Penyatuan) Austria dengan Jerman. Memakai kacamata dan Stahlhelm Sondermodell 1918 di sebelah kiri adalah General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), sementara perwira Luftwaffe di sebelah kanannya adalah Generalmajor Ludwig Wolff (Höherer Flieger-Kommandeur 5 und Höherer Kommandeur der Luftwaffeneinheiten in Österreich), disusul oleh Oberst Maximilian de Angelis (Staatssekretär im Bundesministerium für Landesverteidigung Wien) yang memakai seragam militer Austria. Berdiri di belakang Von Bock dengan memakai pakaian sipil adalah Reichsstatthalter Arthur Seyß-Inquart (Leiter der österreichischen Landesregierung), disusul oleh SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner ("Staatssekretär für das Sicherheitswesen im Lande Österreich" und Führer des SS-Oberabschnitts Donau) yang memakai schirmmütze hitam SS di belakang Seyß-Inquart. Satu lagi: yang memakai pakaian sipil di belakang Von Weichs adalah Ludwig Ritter von Eimannsberger, pensiunan General der Artillerie yang nantinya dipanggil kembali untuk bertugas aktif bulan Agustus 1938. Di belakang para "top notch" di podium ini terlihat para penonton yang merupakan perwira-perwira Jerman yang ikut datang ke Austria, sementara di sebelah kanannya adalah perwira-perwira Austria yang memakai seragam militer mereka dengan tambahan Reichsadler Jerman. Begitu cepatnya proses aneksasi Austria oleh Jerman, sehingga para anggota Bundesheer Austria - yang secara otomatis dimasukkan menjadi bagian dari Wehrmacht - belum sempat diberi jatah seragam baru Jerman saat formalisasi Anschluss dilaksanakan!


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/09/album-foto-anschluss-jerman-austria.html