Showing posts with label Wilayah Padang Rumput. Show all posts
Showing posts with label Wilayah Padang Rumput. Show all posts

Sunday, January 1, 2023

Teropong Gunting di Lubang Pertahanan Sewaktu Barbarossa

Prajurit-prajurit infanteri Wehrmacht memperhatikan pergerakan tentara Rusia dari lubang pertahanan mereka tak lama sebelum dilakukannya sebuah serangan. Foto ini diambil pada tanggal 10 Juli 1941 sewaktu berlangsungnya Unternehmen Barbarossa, invasi Jerman atas Uni Soviet, dan pertama kali dipublikasikan pada bulan Oktober 1941. Seorang perwira berpangkat Leutnant tampak mengintip melalui "teropong gunting" Scherenfernrohr S.F.14.Z.Gi. Alat optik ini dikembangkan oleh perusahaan Leitz yang juga adalah produsen kamera Leica. Bentuknya sendiri merupakan hibrida antara teropong genggam standar dengan periskop, yang memungkinkan sang pengamat yang menggunakannya untuk tetap terlindungi, dengan hanya bagian "mata" teropongnya yang terlihat oleh musuh. Pihak Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman) sendiri menggunakannya secara luas, dari mulai sebagai sarana observasi umum (di darat dan di kendaraan) sampai dengan alat pengarah tembakan artileri. BTW, tali pengikat di schulterklappen (tanda pangkat bahu) Letnan dalam foto ini menunjukkan bahwa dia sebenarnya telah berpangkat satu tingkat lebih tinggi (Oberleutnant), hanya saja baru secara "de facto" (di lapangan) dan belum secara "de jure" (melalui surat keputusan resmi alias RDA, Rangdienstalter). Satu lagi: lencana bergambar petir yang digunakan prajurit berpangkat Obergefreiter di belakang sang perwira menunjukkan bahwa dia adalah anggota Nachrichtentruppe (Pasukan Sandi/Komunikasi).

Sumber ;
https://www.theatlantic.com/photo/2011/07/world-war-ii-operation-barbarossa/100112/

Friday, March 18, 2022

Rommel dan Para Perwira Panzer-Regiment 25


Divisionskommandeur Rommel berdiskusi santai bersama dengan para perwiranya yang berasal dari Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division di pinggir sungai Seine (Prancis), pertengahan bulan Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Major Franz von Lindenau (Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Oberst Karl Rothenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 25), Major Casimir Kentel (Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Hauptmann Adelbert Schulz (Chef 1.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division), serta Major i.G. Otto Heidkämper (Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division). Dalam Pertempuran Prancis, 7. Panzer-Division dilengkapi dengan tank-tank bekas Cekoslowakia yang sudah ketinggalan zaman. Beberapa diantaranya - yang merupakan tipe Panzer 38(t) - bisa kita lihat di latar belakang. Setelah beristirahat sebentar, divisi Panzer pimpinan Rommel melanjutkan perjalanannya "membelah" Prancis pada tanggal 5 Juni 1940. Mereka bergegas menuju ke Sungai Seine dengan tujuan untuk menguasai jembatan vital yang melintasi sungai tersebut yang berlokasi di wilayah Rouen. Bergerak maju sejauh 100 kilometer dalam waktu dua hari,7. Panzer-Division tiba di Rouen hanya untuk mendapati jembatan strategis incaran mereka sudah dihancurkan oleh pasukan Prancis yang kini telah menghilang. Tidak berdiam diri, Rommel memutuskan untuk berbelok ke arah utara demi memotong gerak mundur tentara-tentara musuh yang berusaha mencapai Le Havre. Usaha pihak Jerman berhasil, sehingga memaksa sekitar 10.000 orang prajurit dari 51st (Highland) Division Inggris serta Korps ke-9 Prancis untuk menyerah di Saint-Valery-en-Caux pada tanggal 12 June 1940.

Sumber :
Bundesarchiv Bild 146-1972-045-08
https://en.wikipedia.org/wiki/7th_Panzer_Division_(Wehrmacht)
https://en.wikipedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_146-1972-045-08,_Westfeldzug,_Rommel_bei_Besprechung_mit_Offizieren.jpg

Saturday, July 18, 2020

Panzergrenadier SS dan Tank Rusia yang Terbakar

Foto-foto ini diambil oleh SS-Kriegsberichter Hermann Grönert pada tanggal 29 Juli 1944, saat sebuah Kampfgruppe (Grup Tempur) - yang terdiri dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" dan I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf" - bertempur melawan pasukan Rusia di sekitar kota Siedlce, Polandia. Selama lima hari penuh (27-31 Juli), Kampfgruppe milik 3. SS-Panzer-Division "Totenkopf" tersebut mempertahankan Siedlce, kota yang dijuluki sebagai "Eckpfeiler" (batu landasan) oleh Panglima Heeresgruppe Mitte, dari berkali-kali serangan Korps Tank ke-11 Soviet. Aksi heroik mereka memampukan sebagian besar 2. Armee (termasuk Divisi Wiking) untuk dapat mundur ke garis pertahanan baru dan bersiap-siap di posisi mereka dalam menghadapi Pertempuran Praga yang akan mulai berkobar pada tanggal 1 Agustus 1944.


Sebuah regu dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" memperhatikan dengan terkagum-kagum sebuah tank berat JS-II (Josef Stalin II) milik Resimen Tank Jaga Terpisah Soviet ke-50 yang baru saja dihancurkan oleh Panther-Panther pimpinan SS-Sturmbannführer Erwin Meierdress di barat-laut Siedlce (Polandia) pada pukul 13:40 tanggal 29 Juli 1944. Tank berat Soviet satu ini baru saja diterjunkan untuk pertama kalinya dalam peperangan pada awal tahun 1944, dan pada awalnya hanya dijatahkan untuk unit-unit tank berat seperti Resimen Tank Jaga Terpisah ke-50. Model awal JS-II mempunyai berat 51 ton, mempunyai awak empat orang, dan dilengkapi dengan meriam kaliber 122mm. Setiap resimen tank berat Soviet berkekuatan 21 buah tank jenis ini, yang dibagi kedalam empat kompi (lima tank masing-masing), sementara satu lagi jatah tersisa adalah khusus untuk komandan batalyon. Kemunculannya membawa masalah besar pada pasukan Jerman yang sebelumnya sudah kewalahan dalam menghadapi serbuan massal tank-tank dari jenis T-34.


 Setelah puas melihat-lihat raksasa yang terluka tersebut, para prajurit dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" berlari menuju ke arah kamera untuk bersiap-siap menyerang sasaran selanjutnya. Di latar belakang kita bisa melihat sebuah tank T-34/85 dari Brigade Tank ke-20 Soviet yang terbakar setelah dihantam oleh peluru penembus baja dari satuan Panther pimpinan SS-Sturmbannführer Erwin Meierdress (I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf"). Di sebelah kiri, petugas senapan mesin regu tersebut melihat dengan tenang ke arah sang fotografer, SS-Kriegsberichter Hermann Grönert, sambil merebahkan senjata andalannya (MG-34). Rasa lelah dan frustasi pastilah dirasakan oleh prajurit-prajurit Jerman ini, karena selama lima hari penuh (27-31 Juli 1944) mereka harus menghadapi serangan terus-menerus dari Korps Tank ke-11 Soviet di tengah panas yang menyengat. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 29 Juli 1944 di barat-laut Siedlce, Polandia.


Lanjutan dari dua foto sebelumnya: Kini kita bisa melihat bahwa bintara pimpinan regu dari SS-Panzergrenadier-Regiment 6 "Theodor Eicke" tersebut sedang memberikan perintah pada anakbuahnya untuk segera bergerak, termasuk pada petugas senapan mesin yang membawa MG-34 di sebelah kiri. Sang Gruppenführer (Komandan Regu) sendiri membekali diri dengan senapan mesin ringan MP-40. Uniknya, sebagian besar orang-orang yang berada dalam foto ini mengenakan syal putih di leher tapi tanpa tambahan jaket kamuflase yang biasanya menutupi badan. Di sebelah kiri kita bisa melihat tank T-34/85 lainnya yang terbakar hebat setelah dihantam oleh peluru penembus baja dari satuan Panther pimpinan SS-Sturmbannführer Erwin Meierdress (I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 3 "Totenkopf").


Sumber :
Buku "From the Realm of a Dying Sun. Volume 1: IV. SS-Panzerkorps and the Battles for Warsaw, July–November 1944" karya Douglas E. Nash, Sr.

Tuesday, April 21, 2020

Panzer III '633' Menyerbu Posisi Pertahanan Rusia

Foto ini pertama kali dimuat dalam majalah SIGNAL terbitan bulan November 1942 dengan teks asli berbunyi: "Tank 633 mendeteksi keberadaan posisi anti-tank Rusia, dan segera membuka tembakan". Dari simbol yang terdapat di spatbor belakang, kita bisa mengetahui bahwa Panzer III yang terdapat dalam foto ini berasal dari 23.Panzer-Division, sementara nomor turet "633" menunjukkan bahwa panzer medium Jerman tersebut adalah tank ketiga milik 3.Zug / 6.Kompanie / II.Abteilung / Panzer-Regiment 201. Untuk rombongan infanteri yang menyertainya, maka kemungkinan adalah prajurit-prajurit dari Schützen Brigade 23 yang juga adalah bagian dari 23. Panzer-Division. Berdasarkan keterangan dari SIGNAL, foto ini diambil di sebuah padang stepa di wilayah Kuban (Kaukasus), di wilayah selatan Front Timur pada musim panas tahun 1942, saat berlangsungnya Unternehmen Blau (Operasi Biru). Penjelasan tambahan dikemukakan oleh pakar sejarah Nino Oktorino yang menyebutkan bahwa foto ini sebenarnya diambil di sebuah Truppenübungsplatz (tempat pelatihan) tank - makanya hasilnya bisa terlihat begitu dramatis - dan kemudian gambarnya digunakan oleh majalah SIGNAL sebagai pelengkap artikelnya. BTW, Panzerkampfwagen III (Sd.Kfz.141/1) dalam foto ini adalah Ausf.L yang dipersenjatai oleh meriam KwK39 L/60 kaliber 50mm. Dari akhir bulan Juni 1942 - saat dimulainya ofensif musim panas di selatan Rusia - terdapat sekitar 600 buah Panzer III dari jenis ini di Front Timur. Selain dari mengganti tank-tank yang rusak atau hancur, Ausf.L juga digunakan untuk mensuplai empat divisi utama Jerman yang diupgrade dari divisi infanteri bermotor menjadi divisi Panzergrenadier: SS Leibstandarte, SS Das Reich, SS Totenkopf, dan Grossdeutschland.











Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/05/foto-berwarna-panzer-wehrmacht.html

Tuesday, March 10, 2020

Heinz Guderian dalam Operasi Barbarossa


Generaloberst Heinz Guderian (Oberbefehlshaber Panzergruppe 2) memegang peta selama berlangsungnya brifing lapangan dengan jenderal-jenderalnya di Rusia, di dekat sebuah tank medium Jerman dari jenis Panzerkampfwagen III, musim panas tahun 1941. Dari kiri ke kanan: Generalmajor Walther Nehring (Kommandeur 18. Panzer-Division), Oberst im Generalstab Rudolf Bamler (Chef des Generalstabes XXXXVII. Armeekorps), General der Panzertruppe Joachim Lemelsen (Kommandierender General XXXXVII. Armeekorps), Generalleutnant Hans-Jürgen von Arnim (Kommandeur 17. Panzer-Division), dan Generaloberst Guderian. Panzergruppe 2 dibentuk pada bulan November 1940 dari Panzergruppe Guderian (pada bulan Oktober 1941 dia dinamai ulang menjadi 2. Panzerarmee). Satuan lapis baja yang membawahi beberapa Korps Angkatan Darat ini mempunyai peranan penting dalam fase awal Unternehmen Barbarossa, invasi Jerman atas Uni Soviet, di tahun 1941. Panzergruppe 2 berada di bawah komando Heeresgruppe Mitte (Generalfeldmarschall Fedor von Bock), dan menjadi ujung tombak di sayap kanan (selatan), sementara Panzergruppe 3 (Generaloberst Hermann Hoth) mempunyai peranan yang sama di sayap kirinya (utara). Dalam prosesnya, kedua grup lapis baja ini menghancurkan berpuluh-puluh AD Tentara Merah, terutama dalam pertempuran sengit di Bialystok dan Minsk dimana ratusan ribu prajurit Soviet berhasil ditawan. Salah satu bagian dari Panzergruppe 2 adalah XXXXVII. Armeekorps, yang membawahi 17. dan 18. Panzer-division


Sumber :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2020/03/heinz-guderian-during-barbarossa.html

Monday, February 10, 2020

Sarang Senapan Mesin Jerman

Istilah resmi "Schützenloch für Maschinengewehr" (Lubang Tembak untuk Senapan Mesin) lebih dikenal oleh para Landser dengan nama "Maschinengewehrnest" (Sarang Senapan Mesin). Lensa optik dari MG-34 dalam foto ini terlihat nyempil di antara dua stahlhelm yang dipakai oleh awaknya. Dalam istilah Jerman, kata Maschinengewehre "leichte" (ringan) atau "schwere" (berat) lebih menekankan pada perannya dan bukan ukuran senjatanya, karena keduanya sama-sama menggunakan senapan mesin MG-34 atau MG 42 kaliber 7,92mm. Leichte Schützengruppe (Grup Senapan Ringan) dilengkapi dengan satu buah MG-34 yang dilengkapi bipod serta cadangan satu atau dua buah laras senapan, sementara schwere Schützengruppe (Grup Senapan Mesin berat) tetap membawa senapan mesin dengan bipod yang sama, hanya saja dibekali dengan tambahan tripod, lensa optik, serta cadangan laras senapan untuk memampukan awaknya dalam menyediakan tembakan jarak jauh yang berkelanjutan. Foto ini diambil di perbatasan kota Stalingrad bulan September 1942. Di latar belakang tampak dua buah tank T-34 Rusia yang terbakar. Dari banyaknya kotak amunisi kosong yang tercecer di belakang awak senapan mesin, kita bisa mengetahui bahwa tank-tank Soviet tersebut diiringi oleh sejumlah besar pasukan infanteri, yang sebagian besar darinya kini berserakan tak bernyawa di hamparan ladang gandum! Misi sikat habis musuh lebih dikenal dengan nama "Ausradieren" (pemusnahan total infanteri, posisi pertahanan, kendaraan atau instalasi lawan)


Sumber :
Buku "Stalingrad Inferno: The Infantryman's War" karya Gordon Rottman dan Ronald Volstad

Sunday, December 29, 2019

Jenderal Jerman Menginspeksi Pelatihan Sukarelawan Turkistan

Dua orang jenderal Wehrmacht melakukan inspeksi ke lokasi pelatihan Turkistanische Legion (Legiun Turkistan), musim panas tahun 1943. Foto ini - yang diambil dari majalah SIGNAL edisi khusus "Ost" no.24 tahun 1943 - memperlihatkan saat mereka sedang ngadu huntu dengan awak mortir RM40 kaliber 50mm yang merupakan hasil rampasan dari Rusia. Jenderal di kiri adalah Generalmajor Hellmuth Nickelmann (Kommandeur Osttruppen z.b.V. 720), sementara jenderal di tengah adalah Generalleutnant Heinz Hellmich (Inspekteur der Osttruppen im Oberkommando des Heeres). Sebagian besar dari para sukarelawan bangsa Turkistan ini diambil dari mantan tawanan Tentara Merah yang bersedia untuk menjadi kolaborator Jerman. Legiun Turkistan pertama dibentuk pada bulan Mei 1942 dan hanya berkekuatan satu batalyon, tapi pada tahun 1943 jumlahnya membengkak menjadi 16 batalyon dengan berkekuatan 16.000 prajurit. Di bawah arahan khusus dari Wehrmacht, mereka semua ditempatkan di Front Barat, Yugoslavia dan Italia, sehingga mengisolasi mereka dari "persentuhan kembali" dengan pasukan Soviet. Sebagian besar dari mereka tergabung dalam 162. (Turk.) Infanterie-Division, yang anggota-anggotanya diisi oleh orang-orang Turkistan, Azerbaijan dan Georgia. Pada akhir perang mereka menyerah pada pasukan Inggris, tapi kemudian dikembalikan lagi ke Rusia setelah Stalin - yang menganggap mereka sebagai pengkhianat - melakukan tuntutan keras kepada Inggris dan Amerika Serikat. Nasib mereka setelahnya bisa diduga: dieksekusi atau menghabiskan waktu selama bertahun-tahun di gulag (kamp kerja paksa) di Siberia!


Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Turkestan_Legion
http://thirdreichcolorpictures.blogspot.com/2011/01/

Tuesday, April 16, 2019

Richthofen dan Paulus di Stalingrad

Dari kiri ke kanan: Generaloberst Dr.Ing. Wolfram Freiherr von Richthofen (Oberbefehlshaber Luftflotte 4 und Oberbefehlshaber Südost) bersama dengan General der Panzertruppe Friedrich Paulus (Oberbefehlshaber 6. Armee). Dalam buku "Island Of Fire: The Battle For the Barrikady Gun Factory In Stalingrad November 1942 - February 1943" karya Jason D. Mark (halaman 29), diceritakan bahwa pada tanggal 1 November 1942 pukul 07:45 pagi Paulus terbang menemui Richthofen di markas VIII. Fliegerkorps yang terletak di sekitar stasiun kereta api Razgulyayevka. Dia tiba pukul 08:30, dan langsung mengadakan pertemuan dengan beberapa petinggi Luftwaffe dan Heer yang saat itu ikut terlibat dalam aksi pertempuran di Stalingrad. Selain Paulus dan Richthofen, ikut hadir pula Generalleutnant Martin Fiebig (Kommandierender General VIII. Fliegerkorps), Generalmajor Arthur Schmidt (Chef des Generalstabes 6. Armee), General der Artillerie Walther von Seydlitz-Kurzbach (Kommandierender General LI. Armeekorps), dan Oberst i.G. Hans Clausius (Chef des Generalstabes LI. Armeekorps). Foto ini diambil dari album foto pribadi milik Generalfeldmarschall Wolfram Freiherr von Richthofen yang dilelang secara terbuka oleh Dickins Auctioneer Ltd pada bulan Maret 2017


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/09/album-foto-pertempuran-stalingrad.html

Sunday, February 10, 2019

SS-Kriegsberichter Franz Roth di Uni Soviet (1941)

 SS-Untersturmführer dan SS-Kriegsberichter Franz Seraphicus Roth (5 April 1911 – 17 Maret 1943) adalah seorang fotografer asal Austria yang pernah bekerja sebagai reporter foto lepas di Associated Press. Karir militernya sendiri telah dimulai dari sejak sebelum perang, saat dia - sebagai seorang jurnalis Austria yang bekerja pada suratkabar Jerman - meliput peristiwa invasi Italia atas Ethiopia serta Perang Saudara Spanyol. Roth bergabung dengan SS tak lama setelah Anschluss (penyatuan Jerman-Austria), dan ketika Perang Dunia II pecah dia memutuskan untuk menjadi seorang SS-Kriegsberichter (Koresponden Perang SS). Pada saat itu dia juga nyambi bekerja di dua tempat: Kementerian Propaganda Goebbels dan sebagai editor foto Associated Press, kantor berita Amerika Serikat (Departemen Foto AP menjalin kerjasama resmi dengan pemerintahan Nazi Jerman di tahun 1930-an, dan bekerja di bawah lindungan Kementerian Propaganda Jerman). Roth bergabung dengan Kriegsberichterstatter-Zug dari Leibstandarte SS, dan ditugaskan untuk mengiringi SS-Aufklärungs-Abteilung LSSAH (SS-Sturmbannführer Kurt Meyer) dalam kampanye militer di Yunani dan Uni Soviet tahun 1941. Roth juga ikut meliput Leibstandarte saat masa pemulihan di Prancis di pertengahan tahun 1942, dan akhirnya dalam pertempuran di sekitar Kharkov di awal tahun 1943. Atas keberaniannya bertugas di front terdepan pertempuran, Roth dianugerahi medali Eisernes Kreuz II.Klasse pada tahun 1941, dan dipromosikan menjadi SS-Untersturmführer (Letnan Dua) pada bulan September 1942. Franz Roth tewas pada tanggal 17 Maret 1943 setelah mengalami luka serius dalam Pertempuran Kharkov. Pada saat itu dia sedang meliput Kampfgruppe "Meyer" pimpinan Kurt Meyer (Meyer sendiri menyebutkan tentang kematian Roth dalam buku memoarnya, "Grenadiere"). Roth meninggalkan lebih dari 120 rol film, yang kemudian menjadi salah satu rujukan utama para sejarawan Perang Dunia II, dan kini tersebar luas di banyak publikasi serta media massa lainnya. Album peninggalannya mengandung lebih dari 600 buah foto, yang kini disimpan oleh National Archives (NARA) di Washington D.C., Amerika Serikat. Jenazah Roth sendiri dikebumikan di pemakaman Heldenfriedhof Askold yang terletak di pinggiran sungai Dnieper di Kiev, Ukraina. Secara anumerta dia mendapatkan Eisernes Kreuz I.Klasse pada tanggal 25 Maret 1943. Foto berwarna asli ini memperlihatkan Franz Roth saat Unternehmen Barbarossa (penyerbuan Jerman atas Uni Soviet) di musim panas tahun 1941. Mobil yang dikendarainya adalah Mercedes-Benz 230 Cabriolet B


Source :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2019/02/ss-kriegsberichter-franz-roth.html

Monday, November 5, 2018

Oberst Von Drebber Berkomunikasi Menggunakan Telepon Lapangan

 Dua orang perwira Jerman berkomunikasi menggunakan Feldtelefon (telepon lapangan) di sebuah posisi pertahanan di dekat Stalingrad, musim gugur tahun 1942. Dari kiri ke kanan: Oberst Moritz von Drebber (Kommandeur Infanterie-Regiment 523 / 297.Infanterie-Division) dan Hauptmann Bender. Pada bulan Oktober 1942, resimen pimpinan Drebber berganti nama menjadi Grenadier-Regiment 523. Von Drebber sendiri naik pangkat menjadi Generalmajor pada tanggal 1 Januari 1943, dan pada tanggal 22 Januari 1943 dia ditunjuk menjadi Komandan 297. Infanterie-Division yang baru, menggantikan General der Artillerie Max Pfeffer. Hanya berselang tiga hari kemudian, Drebber dan pasukannya menyerah kepada Tentara Merah di neraka Stalingrad! Foto ini diambil oleh Alois Beck.


Sumber :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2018/11/oberst-von-drebber-and-hauptmann-bender.html