Showing posts with label Laksamana Kriegsmarine. Show all posts
Showing posts with label Laksamana Kriegsmarine. Show all posts

Wednesday, May 31, 2023

Korvettenkapitän (Mayor Laut) Erich Raeder


Foto Korvettenkapitän (Mayor Laut) Erich Raeder, yang memakai seragam Kaiserliche Marine (Angkatan Laut Kekaisaran Jerman) sewaktu berlangsungnya Perang Dunia Pertama. Raeder dipromosikan menjadi Korvettenkapitän pada tanggal 15 April 1911, dan baru naik pangkat lagi menjadi Fregattenkapitän enam tahun kemudian, tanggal 26 April 1917. Dalam foto ini dia memakai medali 1914 Eisernes Kreuz I.Klasse, yang didapatkannya pada tanggal 18 Februari 1915. Koleganya mengenalnya sebagai orang yang "penyendiri, kurang nyaman dalam hubungan yang lebih dari hubungan kerja, relijius, otoriter, puritan, kurang menghargai terhadap inisiatif individu... dan sangat sensitif terhadap segala kritikan." Karena sikapnya yang dingin dan selalu menghindari kedekatan dengan orang lain, teman-teman Raeder (yang jumlahnya segelintir) mengakui bahwa sangat sedikit yang mereka ketahui tentang orang yang nantinya menjadi Panglima Angkatan Laut jerman dalam Perang Dunia II ini.

Sumber :
Bundesarchiv Bild 134-C1917

Wednesday, December 14, 2022

Jenderal dan Laksamana Jerman dalam Acara Führergeburtstag

Para jenderal dan laksamana Wehrmacht berdiri di tribun kehormatan dalam acara puncak perayaan ulangtahun Adolf Hitler yang ke-50, yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 20 April 1939. Mereka semua kompak memakai paradeanzug (seragam parade), lengkap dengan feldbinde (ikat pinggang brokat), auszeichnungen (baris medali) dan schnurr (tali bahu). Baris depan dari kiri ke kanan: Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), General der Flieger Hans-Jürgen Stumpff (Chef der Luftwehr), Generalleutnant Ernst Udet (Generalluftzeugmeister und Chef Planungsamts der Luftwaffe), Admiral Max Bastian (Präsident Reichsfürsorge- und Versorgungsgerichts der Wehrmacht), dan Generalmajor Friedrich Fahnert (Höheren Kommandeur Luftnachrichtenschule Berlin). Sebagai identifikasi tambahan: Generalleutnant Walter Petzel (Inspekteur der Artillerie) adalah cowok berkacamata yang berdiri di belakang Fahnert; Generalmajor Hermann von Hanneken (Bevollmächtigter für Eisen- und Stahl auch zum Leiter der Hauptabteilung II Industrie) berdiri diantara Bastian dan Fahnert, Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeres-Gruppenkommando 5) diantara Udet dan Bastian, serta General der Flieger Friedrich Christiansen (Korpsführer NSFK) diantara Stumpff dan Udet. Foto ini sendiri dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger. Perhatikan bahwa Milch dan Stumpff sama-sama memakai Star of Yugoslavian Order of the Crown di dada mereka!

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/10/koleksi-ratusan-foto-berwarna-dari-life.html
https://artsandculture.google.com/entity/m064km4b?hl=en

Friday, May 13, 2022

Erich Raeder Menginspeksi AL Italia di Krim

Foto yang diambil pada tanggal 30 September 1942 ini memperlihatkan Großadmiral Erich Raeder (tengah, Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang sedang menginspeksi para anggota Regia Marina (Angkatan Laut Italia) di pangkalan Angkatan Laut Sebastopol di Krim, Front Timur. Gabungan pasukan Jerman, Italia dan Rumania - di bawah pimpinan Marsekal Erich von Manstein - baru saja merebut semenanjung Krim dan benteng Sebastopol yang strategis dari pihak Rusia. Sebagai identifikasi para pengiring Raeder adalah, dari kiri ke kanan: perwira tak dikenal (kemungkinan ajudan Großadmiral Raeder), Konteradmiral Hellmuth Heye (Kommandierender Admiral Schwarzes Meer), Admiral Karlgeorg Schuster (Oberbefehlshaber Marinegruppenkommando Süd), dan Konteradmiral Hans-Hermann Graf von Schweinitz und Krain Freiherr von Kauder (Kommandant Seeverteidigung Krim). BTW, selain dari Raeder dan ajudannya, semua orang yang ada dalam foto ini mengenakan seragam tropis berwarna cerah. Khusus untuk Jerman, tropenuniform (seragam tropis) tidak hanya dikenakan oleh anggota Afrikakorps saja, tapi juga personil-personil lainnya yang bertugas di wilayah panas seperti Krim, Kaukasus, Balkan dan Mediterania.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=235624&hilit=wilhelm+R%C3%B6der

Thursday, May 7, 2020

Para Petinggi Nazi Tawanan Sekutu

Para petinggi Nazi dan Axis yang "masuk kantong" tawanan Sekutu di akhir perang tahun 1945: Laksamana Miklós Horthy de Nagybánya (mantan pemimpin Hungaria), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS und Polizei Karl-Hermann Frank (Panglima SS dan Polizei di Cekoslowakia), Generalfeldmarschall Luftwaffe Albert Kesselring (Panglima pasukan Jerman di Front Mediterania), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Panglima pasukan Jerman di Front Barat), Generalfeldmarschall Ewald von Kleist (Panglima pasukan Jerman di Front Timur), SS-Obergruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Reichskommissar Jerman di Belanda), Großadmiral Karl Dönitz (Pemimpin terakhir Nazi Jerman), dan Reichsmarschall Hermann Göring (Panglima Luftwaffe).

Di akhir Perang Eropa bulan Mei 1945, Saat pasukan Inggris memperlakukan petinggi Nazi Jerman yang menjadi tawanan mereka dengan penuh ketegasan, pihak Amerika Serikat terlihat sedikit lebih lunak dan malah terkesan mempertahankan status tawanan mereka sebagai seorang "selebritas" yang mendapatkan fasilitas mewah seperti sebelumnya. Pentagon ternyata tidak terkesan oleh perlakuan ini. Pada tanggal 13 Mei 1945 Jenderal Dwight Eisenhower (Panglima Pasukan Gabungan Sekutu di Eropa) mendapat telegram pedas dari atasannya, Jenderal George C. Marshall (Kepala Staff Angkatan Darat Amerika Serikat), yang mempertanyakan mengenai "Keramahtamahan Goering" yang mengganggu publik di tanah air. Pada tanggal 14 Mei Eisenhower mengirimkan pesan kabel kepada Panglima 12th Army Group, 3rd Army dan 7th Army, yang berisi larangan "bergaul" dengan setiap orang Jerman, baik militer maupun sipil. Ternyata banyak pelanggaran yang ditemukan berkaitan dengan hal tersebut. Inspektur-Jenderal 7th Army sendiri menemukan 10 kasus "pergaulan terlarang" semacam itu, yang melibatkan 10 orang jenderal Amerika! Tiga bulan kemudian, sebuah rekomendasi dari atas diberikan agar tidak memperpanjang masalah tersebut karena peraturannya dianggap sudah usang seiring dengan berakhirnya peperangan. Tapi tidak demikian halnya dengan 60 kasus serupa yang menimpa prajurit kelas "ecek-ecek": mereka semuanya dibawa ke mahkamah militer Angkatan Darat Amerika dan mendapatkan hukuman yang beragam, dengan yang terberat diantaranya adalah kurungan selama enam bulan dan kehilangan dua pertiga gajinya!



Sumber :
https://www.uglyhedgehog.com/t-285946-1.html
https://www.youtube.com/watch?v=MaIYUxCRfTU

Tuesday, April 14, 2020

Jagoan U-Boat Jerman di Führerhauptquartier

Dari kiri ke kanan: Korvettenkapitän Erich Topp (Kommandant U-552), Korvettenkapitän Reinhard "Teddy" Suhren (Kommandant U-564), Korvettenkapitän Wolfgang Lüth (Kommandant U-181), Konteradmiral Hans-Erich Voss (Ständiger Vertreter des Oberbefehlshabers der Kriegsmarine in das Führerhauptquartier), Korvettenkapitän Robert Gysae (Kommandant U-177), serta Konteradmiral Karl-Jesko von Puttkamer (Marine-Adjutant der "Adjutantur der Wehrmacht beim Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht"). Foto ini diambil pada tanggal 25 Oktober 1943 di Führerhauptquartier Wolfsschanze, Rastenburg, Prusia Timur. Berdasarkan keterangan dari suratkabar 'Bremer Nachrichten', di hari itu, Korvettenkapitän Lüth mendapatkan medali Schwerter dan Brillanten untuk Ritterkreuz-nya dari tangan Hitler langsung - perhatikan bahwa dia membawa dua kotak medali di lengannya - sekaligus dengan "Grosse Urkunden" (Dokumen Besar) pelengkap. Selain Lüth, tiga perwira Kriegsmarine lain - yang juga sama-sama adalah jagoan U-boat - juga mendapatkan medali dari Hitler, meskipun lebih rendah tingkatannya: Topp dan Suhren mendapatkan "Schwertern Grosse Urkunde" (Dokumen Besar Schwerter), sementara Gysae mendapatkan medali Eichenlaub bersama dengan Urkunde-nya. Mereka telah menerima medali yang dinantikan dari tangan sang Führer, dan kini sedang menuju ke bangunan lain di Führerhauptquartier Wolfsschanze untuk mengambil dokumen pelengkapnya


Source :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=46430&p=1360926&hilit=suhren#p1360926