Showing posts with label Uni Soviet dalam Perang Dunia II. Show all posts
Showing posts with label Uni Soviet dalam Perang Dunia II. Show all posts

Sunday, May 28, 2023

Tentara Jerman Menginspeksi Ranpur Soviet di Lublin

 Dengan penuh rasa penasaran, prajurit-prajurit Jerman melihat-lihat kendaraan lapis baja BA-10A milik Tentara Merah di Lublin, Polandia, bulan September 1939. Mereka juga menyempatkan diri untuk ngadu huntu dengan prajurit Rusia yang menjaganya. BA-10A s/d BA-10M menjadi ranpur Soviet yang paling banyak diproduksi dalam Perang Dunia II, dengan jumlah mencapai 3.377 buah dari tahun 1938-1941. Ranpur dengan senjata utama meriam kaliber 45mm ini digunakan juga oleh Angkatan Barsenjata Finlandia dan Jerman. Pada kenyataannya, begitu banyak BA-10 yang dirampas oleh Wehrmacht sehingga pihak Komando Tinggi membuat nama resmi baru untuk kendaraan satu ini: Panzerspahwagen BA-203(r)! Foto oleh Kriegsberichter Höllenthal dari PK (Propaganda-Kompanie) 637 Ost


Sumber :
http://riowang.blogspot.com/2009/09/brest-nazi-soviet-military-parade-23_25.html

Thursday, May 5, 2022

Pilot Rusia Tawanan Jerman


Pilot-pilot Luftwaffe berkeliling di sekitar musuh mereka dari Angkatan Udara Soviet, Mayor Yakov Ivanovich Antonov (Komandan Resimen Pemburu Udara ke-84), yang baru saja ditangkap, 25 Agustus 1942. Di hari itu, pilot pemburu Antonov dan anakbuahnya ditugaskan untuk melindungi satuan bomber Rusia yang sedang melakukan misi pengeboman di lapangan udara dekat Mozdok yang dikuasai oleh Jerman. Saat pesawat-pesawat pemburu Luftwaffe kemudian datang untuk menghadapi para penyerbu tersebut, pesawat Polikarpov I-153 yang dipiloti oleh Antonov ditembak jatuh dalam sebuah dogfight melawan jagoan udara dari Jagdgeschwader 52, Günther Rall (peraih total 275 kills). Antonov berhasil bail-out dari pesawatnya dan mendarat dengan selamat menggunakan parasut di sebuah kebun bunga matahari. Tak lama datang prajurit-prajurit Jerman yang kemudian menawannya. Foto ini sendiri diambil beberapa saat setelahnya, saat Antonov - yang telah mendapat perawatan untuk lukanya - diinterogasi oleh Oberleutnant Adolf Dickfeld (kedua dari kiri, Adjutant III.Gruppe / Jagdgeschwader 52), yang juga adalah seorang jagoan udara dengan 136 kills. Sementara itu, yang sibuk memeriksa buku identitas si pilot Soviet di sebelahnya adalah Komandan Jagdgeschwader 52, Major Gordon Gollob. BTW, sang tawanan pilot Rusia sendiri adalah seorang pilot jagoan peraih medali militer tertinggi yang bisa diberikan oleh negaranya, "Hero of the Soviet Union". Dalam foto ini kita bisa melihat medali tersebut terpasang di atas saku bajunya dan terletak paling kiri, yang diikuti oleh Order of Lenin dan Order of the red Banner. Berdasarkan buku memoar dari Günther Rall, Antonov diperlakukan dengan sangat baiknya oleh pihak Jerman, dan bahkan diperbolehkan berkeliling sekitar pangkalan udara Luftwaffe tanpa pengawalan ketat! Antonov kemudian berhasil melarikan diri dan selamat sampai dengan perang usai, walaupun saat penangkapannya pihak Soviet telah mengumumkan bahwa sang pilot hilang dalam pertempuran.

Sumber ;
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/forum/wehrmacht-uniforms-and-equipment/luftwaffe-flying-corps-uniforms-traditions-and-equipment/561468-fighter-pilot-hero-of-the-soviet-antonov-jacob-in-german-captivity?t=562024

Sunday, January 16, 2022

Parade Jenderal Jerman di Moskow

Parade tawanan Jerman yang ditangkap oleh Tentara Merah dalam Operasi Bagration (disebut juga dengan nama "Parade of the Vanquished" atau "Operation Big Waltz"), yang digelar pada hari Senin tanggal 17 Juli 1944 di jalanan Kota Moskow. Sekitar 57.000 orang prajurit dan perwira Jerman dari Heeresgruppe Mitte (yang sebagian besar ditangkap oleh pasukan Soviet dari Front Belorusia ke-1, 2 dan 3) diperintahkan untuk berjalan melewati Sadovoye Koltso (Garden Ring) serta jalan-jalan utama lainnya di ibukota Uni Soviet tersebut. Termasuk diantara ribuan tawanan Jerman adalah 23 orang jenderal Wehrmacht yang diposisikan paling depan dalam prosesi tersebut. Foto ini diambil di sebuah lapangan di depan Stasiun Kereta Api Belorussky. Baris depan, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Vincenz Müller (Kommandierender General XII. Armeekorps); General der Infanterie Paul Völckers (Kommandierender General XXVII. Armeekorps); dan General der Infanterie Friedrich Gollwitzer (Kommandierender General LIII. Armeekorps). Baris belakang dari kiri ke kanan: Generalleutnant Adolf Hamann (Kommandant Festung Bobruisk), Generalleutnant Edmund Hoffmeister (Kommandierender General XXXXI. Panzerkorps), Generalleutnant Rudolf Bamler (Kommandeur 12. Infanterie-Division), Generalleutnant Hans-Walter Heyne (Kommandeur 6. Infanterie-Division), dan Generalleutnant Kurt-Jürgen Freiherr von Lützow (Kommandierender General XXXV. Armeekorps).



Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2017/11/foto-operasi-bagration.html
http://retromap.ru/051952_55.781593,37.565174&w=pv280789&leftpv=1

Saturday, February 8, 2020

Pengadilan Penjahat Perang Jerman di Riga

Pembacaan keputusan dalam pengadilan militer para perwira tinggi Wehrmacht dan SS di Riga (Latvia), yang berlangsung pada hari minggu tanggal 3 Februari 1946. Wajah-wajah mereka yang murung luar biasa bukannya tanpa alasan: mereka telah dijatuhi hukuman mati oleh Distrik Militer Baltik Soviet dengan cara digantung di depan umum, dan dilaksanakan di bekas Ghetto Riga pada hari yang sama! Para terpidana tersebut adalah, dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer Friedrich Jeckeln (Kommandierender General V. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Korps), Generalmajor Hans Paul Küpper (Kommandant von Dünaburg), Generalleutnant Siegfried Ruff (Kommandant Festungen Riga und Ventspils), SA-Standartenführer Alexander Böcking (Gebietskommissar in Estland), Generalleutnant Wolfgang von Ditfurth (Kommandeur 403. Sicherungs-Division), Generalleutnant Albrecht Baron Digeon von Monteton (Kommandeur 391 Sicherungs-Division z.b.V. und der 52. Sicherungs-Division und der Festung Liebau), dan Generalmajor Bronislaw Pawel (Kommandeur der Kriegsgefangenen beim Wehrmachtsbefehlshaber Ostland). Sebenarnya ada perwira Jerman lain yang dijatuhi hukuman mati di hari dan tempat yang sama, namun entah kenapa mereka tidak nongtot dalam foto ini: Generalmajor Friedrich Werther (Kommandant der 189. und der 186. Kommandantur, Chef der Befestigungsanlagen von Riga und Jurmala und Kommandeur der Uferverteidigung an der Rigaer Bucht), SS-Sturmbannführer Georg Sauer (Kommandeur des KZ Kaiserwald), dan Leutnant Hans Buchholz (Kommandeur eines SS-Kommandos). Uniknya, sumber lain menyebutkan bahwa Wolfgang von Ditfurth berhasil lolos dari hukuman meskipun tak lama kemudian meninggal di penjara tanggal 22 Maret 1946. Penyebabnya secara resmi dinyatakan sebagai: gagal jantung akibat komplikasi aterosklerosis, nephrosis nephritic dan kegagalan koroner


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=147412&hilit=jeckeln+execution&start=15

Thursday, February 14, 2019

Pertemuan Militer Jerman dan Uni Soviet di Brest-Litovsk

Pada tahun 1930-an, telah terjalin level kerjasama di bidang teknis antara Reich Jerman dan Uni Soviet. Setelah melalui serangkaian uji banding diantara kedua negara, pihak Jerman meyakini bahwa mereka telah mengetahui sejauh mana perkembangan produksi tank Soviet, dan dengan percaya diri melaporkan pada Hitler bahwa kualitas tank-tank Jerman jauh di atas calon musuhnya tersebut. Sebagai balasannya, sang Führer memerintahkan agar delegasi Soviet yang berkunjung ke Jerman diberi akses tak terbatas terhadap pabrik-pabrik tank dan pesawat Wehrmacht. Dikatakan bahwa dalam inspeksi ke pabrik-pabrik peralatan perang Jerman, pihak militer Soviet malah memprotes keras bahwa mereka tidak diperbolehkan melihat segalanya! Tentu saja pihak tuan rumah terkejut atas komplain ini, dan tidak mengerti mengapa tamunya sampai mempunyai perasaan tidak percaya seperti itu (padahal sudah diperlihatkan semuanya). Alasan dibalik ini semua adalah karena pihak Soviet sendiri telah bertindak tidak jujur kepada Jerman, dan meyakini bahwa pihak Jerman pun akan melakukan hal yang sama. Pada tahun 1941 kerjasama militer diantara kedua belah negara berakhir, dan rencana penyerbuan Jerman ke Uni Soviet - yang telah dipersiapkan lama - akhirnya kini siap untuk dilaksanakan. Foto ini memperlihatkan saat Hauptmann Ottens (Chef 5.Kompanie / Panzer-Regiment 8 / 10.Panzer-Division), yang memakai seragam hitam Panzertruppen, sedang berbincang-bincang dengan akrab bersama dengan perwira tank Soviet di Bug yang berada di wilayah Brest-Litovsk tanggal 18 September 1939, ketika pihak Jerman dan Rusia bertemu setelah mengalahkan Polandia.


Sumber :
https://panzermaenner.blogspot.com/2019/02/german-and-russian-forces-at-brest.html

Tuesday, February 5, 2019

Sniper Soviet Tertawan oleh Waffen-SS

Uni Soviet, musim panas tahun 1942: Prajurit-prajurit Waffen-SS ini berhasil menangkap hidup-hidup seorang sniper Rusia, dan dengan marah menyeretnya keluar dari lubang persembunyiannya (salah seorang diantara mereka bahkan memukulkan ujung senapan pada sang sniper sial!). Kecil kemungkinan bahwa sniper tersebut akan selamat - atau setidaknya dikirim ke kamp tawanan - karena nasib sniper dimana-mana kalau tertangkap biasanya lebih buruk dari nasib prajurit biasa, apalagi kalau ditangkapnya oleh pasukan SS yang terkenal brutal, maka itu adalah benar-benar skenario terburuk yang bisa terjadi! BTW, prajurit di sebelah kiri mengenakan jaket Telogreika/Vatnik Soviet hasil rampasan. Jaket hangat yang terdiri atas lapisan kapuk dan wol ini biasa dikenakan oleh tentara-tentara Rusia saat musim dingin tiba, meskipun tidak diketahui alasannya kenapa si prajurit Jerman justru mengenakannya pada saat musim panas!


Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.com/2019/02/russian-sniper-captured-by-ss.html