Showing posts with label Prancis dalam Perang Dunia II. Show all posts
Showing posts with label Prancis dalam Perang Dunia II. Show all posts

Sunday, May 10, 2020

Parade Sukarelawan Wehrmacht Prancis di Paris

Parade militer para anggota LVF (Légion des volontaires français contre le bolchévisme, Legiun Sularelawan Prancis dalam Melawan Bolsewisme) di Champs Elysées, Paris. Unit ini dibentuk pada bulan Juli 1941 oleh pemerintah pendudukan Nazi yang berkolaborasi dengan parta-partai sayap kanan Prancis, yang bertujuan untuk membantu invasi Jerman atas Uni Soviet. Dalam hierarki resmi Wehrmacht, nama resminya adalah Infanterie-Regiment 638. LVF kemudian dikirim ke Front Timur pada bulan Oktober 1941, dan menderita korban besar dalam pertempuran yang terjadi disana. Dia kemudian dibubarkan pada bulan September 1944, saat hampir seluruh Prancis sudah dikuasai oleh pasukan Sekutu. Perannya kemudian digantikan oleh Waffen-Grenadier-Brigade der SS "Charlemagne" yang berusia singkat. Dalam foto ini, kita melihat bahwa bintara LVF yang berjalan paling depan adalah seorang veteran Perang Dunia Pertama, yang terlihat dari medali-medali yang tersemat di seragamnya. Baris atas dari kiri ke kanan: Médaille militaire, Croix de guerre 1914–1918, Croix de Guerre Legionnaire, dan Croix du combattant. Baris bawah: Croix du combattant volontaire (?), Ordre de l'Étoile d'Anjouan (?) atau mungkin semacam medali kolonial Prancis lainnya, Médaille Interalliée de la Victoire 1914–1918, dan Médaille commémorative de la guerre 1914–1918. Medali yang terletak di sebelah kiri Ordre de l'Étoile d'Anjouan kemungkinan adalah Médaille Coloniale yang dipakai sebagai pelengkap medali kolonial dia yang lainnya. Sementara itu, pita yang tersemat di kancing seragamnya adalah satu-satunya medali Jerman yang dia punya (setidaknya sampai saat foto ini diambil), yaitu Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" atau Ostmedaille. Hal ini menunjukkan bahwa foto ini diambil setidaknya antara rentang waktu 1942 s/d 1944, karena medali yang disebut terakhir tersebut pertama kali dikeluarkan pada tahun 1942 sebagai penghargaan kepada para prajurit Wehrmacht dan SS yang berhasil selamat dari kejamnya musim dingin di Front Timur.



Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=9&t=153613&start=495

Monday, April 27, 2020

Kunjungan Erhard Milch ke Prancis

Pada tanggal 5 Oktober 1937, General der Flieger Erhard Milch (Staatssekretär zum Reichsluftfahrtministerium) dan Generalmajor Ernst Udet (Direktor des Technischen Amts der Luftwaffe im Reichsluftfahrtministerium) melakukan kunjungan ke Prancis. Mereka tiba di bandara Le Bourget, Paris, dan disambut langsung oleh Jenderal Philippe Féquant (Panglima Angkatan Udara Prancis) serta Johannes von Welczeck (Duta Besar Jerman untuk Prancis). Selanjutnya adalah acara inspeksi pasukan penjaga kehormatan yang diiringi oleh lagu kebangsaan dari kedua negara.


Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=w8KLTN6v89A
https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/ernst-udet-officer-aviator-germany-arrival-with-the-air-news-photo/545949865

Sunday, February 9, 2020

Jenderal Dietrich von Choltitz Menyerahkan diri

General der Infanterie Dietrich von Choltitz (kiri) menyerahkan diri bersama dengan pasukannya kepada Général de brigade Philippe Leclerc de Hauteclocque (Komandan 2e Division Blindée), pada tanggal 25 Agustus 1944. Pada tanggal 7 Agustus sebelumnya, Choltitz ditunjuk langsung oleh Hitler sebagai "Kommandierenden General und Wehrmachtbefehlshaber von Groß-Paris" alias Gubernur Militer Jerman di Paris. Dalam pertemuan yang digelar sehari setelahnya, Hitler menginstruksikan padanya untuk tidak meninggalkan satu bangunan bersejarah pun yang utuh di Paris apabila pihak Jerman dipaksa untuk meninggalkan kota tersebut oleh pasukan Sekutu. Pada waktu Choltitz tiba di Paris pada tanggal 9 Agustus, Hitler kembali menekankan perintahnya melalui telepon: "Kota tersebut tidak boleh jatuh ke tangan musuh, kecuali telah menjadi puing-puing seluruhnya." Satu minggu kemudian, dengan marah Hitler berteriak di balik telepon: "Brennt Paris?" (apakah Paris sudah terbakar?). Pada tanggal 15 Agustus 1944, satuan polisi lokal di Paris melakukan pemberontakan terhadap pasukan pendudukan Jerman, diikuti dengan pemberontakan serupa yang dilakukan oleh Partai Komunis Prancis pada tanggal 19 Agustus. Garnisun Jerman di bawah pimpinan Choltitz berusaha melawan balik, tapi kekuatan mereka terlalu kecil untuk menghentikan serangan-serangan bersenjata yang terjadi di hampir seluruh bagian kota Paris. Choltitz berusaha untuk menegosiasikan gencatan senjata dengan pemberontak Prancis pada tanggal 20 Agustus, tapi banyak dari mereka yang menolak untuk menerimanya, sehingga konfrontasi bersenjata berlanjut keesokan harinya. Pada tanggal 25 Agustus, Choltitz akhirnya menyerahkan diri bersama dengan 17.000 orang anakbuahnya kepada pimpinan 2e Division Blindée, unit lapis baja Prancis Merdeka yang baru tiba dari Normandia. Lalu bagaimana dengan nasib Paris sendiri? Bisa dibilang bahwa hampir seluruh bangunannya masih berdiri utuh tanpa kurang suatu apa! Karena perintah Hitler terang-terangan tidak diindahkan, beberapa sejarawan menyebut Dietrich von Choltitz sebagai "Penyelamat Paris". Sang jenderal sendiri kemudian mengklaim dalam buku memoarnya - yang diterbitkan pada tahun 1951 - bahwa dia menolak perintah tegas dari Hitler untuk menghancurkan Paris karena dia kadung mencintai kota tersebut beserta dengan bangunan-bangunan bersejarahnya, dan dia juga menganggap bahwa Hitler telah gila sepenuhnya setelah mengeluarkan perintah tersebut!


Sumber :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2020/02/general-dietrich-von-choltitz-surrender.html