Showing posts with label Tokoh Nazi. Show all posts
Showing posts with label Tokoh Nazi. Show all posts

Wednesday, May 27, 2026

Albert Speer dan Hasso von Manteuffel


Albert Speer (Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion) terlihat sedang ngadu huntu dengan General der Panzertruppe Hasso von Manteuffel (Oberbefehlshaber 5. Panzerarmee). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Bauer pada tahun 1944. Pada bulan September 1944, Jenderal von Manteuffel mengambil alih komando Pasukan Panzer ke-5 di Front Barat, di tengah medan perang yang sangat tidak stabil setelah serangan balik Sekutu mampu mengusir pasukan Jerman dari Normandia. Ditugaskan langsung oleh Hitler untuk memimpin serangan balasan besar-besaran melawan U.S. Third Army yang dipimpin oleh Jenderal George S. Patton - yang saat itu sedang bergerak maju tanpa tertahankan di Lorraine - Manteuffel menghadapinya dalam Pertempuran Arracourt. Meskipun divisi-divisi panzernya menderita korban besar saat harus menghadapi kekuatan udara Amerika yang jauh lebih unggul serta sumber daya musuh yang seakan tak ada habisnya, gaya perang lapis baja Manteuffel yang agresif dan sangat elastis berhasil menstabilkan sementara garis depan Jerman yang runtuh di sepanjang perbatasan Prancis. Kepemimpinan taktisnya selama kampanye militer di bulan September yang melelahkan ini, pada akhirnya mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu komandan lapis baja terkemuka Jerman, yang menjadi faktor utama dalam pemilihannya beberapa bulan kemudian untuk memainkan peran penting dalam Serangan Ardennes (Bettle of the Bulge).



Sumber :
Bundesarchiv R 3 Bild-110

Monday, August 10, 2020

Pameran "Der Sieg im Westen" di Wina

Foto ini diambil pada tanggal 18 November 1940, dan memperlihatkan para petinggi Nazi yang sedang meninjau pameran Wehrmacht berjudul "Der Sieg im Westen" (Kemenangan di Barat) yang digelar di Heldenplatz, Wina, Ostmark (Austria). Pameran ini menampilkan rangkaian propaganda yang berkaitan dengan kemenangan gilang-gemilang pasukan Jerman dalam penyerbuan ke Prancis dan Negara-Negara Bawah beberapa bulan sebelumnya. Sebagai identifikasi orang-orang yang ada dalam foto ini adalah, baris depan dari kiri ke kanan: Hugo Jury (Gauleiter Reichsgau Niederdonau und Reichsstatthalter Niederösterreich), Baldur von Schirach (Gauleiter und Reichsstatthalter Reichsgau Wien), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Generalfeldmarschall Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee). Identifikasi tambahan: baris belakang diantara Jury dan Schirach adalah Charakter als Generalmajor Edmund Glaise-Horstenau (General z. b.V. beim Oberkommando der Wehrmacht); yang kepalanya tertutup oleh Göring adalah SS-Gruppenführer Dr.jur. Ernst Kaltenbrunner (Höherer SS- und Polizeiführer Donau); diantara Göring dan List adalah General der Kavallerie Eberhard von Mackensen (Chef des Generalstabes 12. Armee); serta paling kanan di belakang List adalah Generalleutnant Hans Graf von Sponeck (Kommandeur 22. Luftlande-Infanterie-Division).


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=1385037#p1385037
https://www.treasurebunker.com/forums/index.php?/topic/2864-high-quality-color-exceptional-bw-photographs-german-side/

Tuesday, June 16, 2020

Erwin Rommel dan Anak-Anak Goebbels

Pada bulan September 1942, Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") melakukan kunjungan ke villa keluarga Reichsminister Joseph Goebbels yang terletak di Schwanenwerder, barat-daya Berlin. Kunjungan ini mendapatkan liputan lengkap dari para wartawan Kementerian Propaganda pimpinan Goebbels, sehingga kita masih bisa melihat foto dan videonya sampai saat ini. Rommel tiba di rumah Joseph dan Magda Goebbels pada siang hari, Selasa tanggal 29 September 1942, sementara di hari Kamis tanggal 1 Oktober 1942 dia kemudian bertemu dengan Hitler untuk mendapatkan Marschallstab (Tongkat Marsekal) sebagai pelengkap pangkat Generalfeldmarschall yang disandangnya. Video ini memperlihatkan saat Rommel bermain-main bersama dengan keenam anak Goebbels (Helga Susanne, Hildegard Traudel, Helmut Christian, Holdine Kathrin, Hedwig Johanna, Heidrun Elisabeth), dengan ditemani oleh ibu mereka Magda serta Oberleutnant Alfred-Ingemar Berndt, Ajudan Rommel sekaligus Kepala Propaganda Afrikakorps.





Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=gwjBXhGEDf8
https://www.youtube.com/watch?v=cj6fOIWL8E0

Sunday, May 31, 2020

Albert Speer dengan para Jagoan Stuka dari StG 2

Pertemuan Reichsminister Dr. Albert Speer dengan para perwira berprestasi dari Sturzkampfgeschwader 2 (StG 2) "Immelmann" di Kharkov (Ukraina), yang merupakan salah rangkaian acara dari sesi kunjungan Speer ke Front Timur yang berlangsung dari tanggal 14 s/d 18 Juni 1943. Dari kiri ke kanan: Dr. Albert Speer (Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion), Hauptmann Walter Krauß (Führer III.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 2. Ritterkreuz 29 Juli 1940 dan Eichenlaub 3 Januari 1944), Oberleutnant Steffen "Egbert" Jaeckel (Staffelkapitän 2.Staffel / I.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 2. Ritterkreuz 14 Mei 1942), Hauptmann Alwin Boerst (tertutup oleh Kupfer, Gruppenkommandeur I.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 2. Ritterkreuz 5 Oktober 1941, Eichenlaub 28 November 1942 dan Schwerter 6 April 1944), Major Dr.jur. Ernst Kupfer (Führer Sturzkampfgeschwader 2. Ritterkreuz 23 November 1941, Eichenlaub 8 Januari 1943 dan Schwerter 11 April 1944), serta Hauptmann Hans-Ulrich Rudel (Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 2. Ritterkreuz 6 Januari 1942, Eichenlaub 14 April 1943, Schwerter 25 November 1943, Brillanten 29 Maret 1944 dan Goldenem Eichenlaub 29 Desember 1944)


Sumber :
 https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=2271625#p2271625

Thursday, May 7, 2020

Para Petinggi Nazi Tawanan Sekutu

Para petinggi Nazi dan Axis yang "masuk kantong" tawanan Sekutu di akhir perang tahun 1945: Laksamana Miklós Horthy de Nagybánya (mantan pemimpin Hungaria), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS und Polizei Karl-Hermann Frank (Panglima SS dan Polizei di Cekoslowakia), Generalfeldmarschall Luftwaffe Albert Kesselring (Panglima pasukan Jerman di Front Mediterania), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Panglima pasukan Jerman di Front Barat), Generalfeldmarschall Ewald von Kleist (Panglima pasukan Jerman di Front Timur), SS-Obergruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Reichskommissar Jerman di Belanda), Großadmiral Karl Dönitz (Pemimpin terakhir Nazi Jerman), dan Reichsmarschall Hermann Göring (Panglima Luftwaffe).

Di akhir Perang Eropa bulan Mei 1945, Saat pasukan Inggris memperlakukan petinggi Nazi Jerman yang menjadi tawanan mereka dengan penuh ketegasan, pihak Amerika Serikat terlihat sedikit lebih lunak dan malah terkesan mempertahankan status tawanan mereka sebagai seorang "selebritas" yang mendapatkan fasilitas mewah seperti sebelumnya. Pentagon ternyata tidak terkesan oleh perlakuan ini. Pada tanggal 13 Mei 1945 Jenderal Dwight Eisenhower (Panglima Pasukan Gabungan Sekutu di Eropa) mendapat telegram pedas dari atasannya, Jenderal George C. Marshall (Kepala Staff Angkatan Darat Amerika Serikat), yang mempertanyakan mengenai "Keramahtamahan Goering" yang mengganggu publik di tanah air. Pada tanggal 14 Mei Eisenhower mengirimkan pesan kabel kepada Panglima 12th Army Group, 3rd Army dan 7th Army, yang berisi larangan "bergaul" dengan setiap orang Jerman, baik militer maupun sipil. Ternyata banyak pelanggaran yang ditemukan berkaitan dengan hal tersebut. Inspektur-Jenderal 7th Army sendiri menemukan 10 kasus "pergaulan terlarang" semacam itu, yang melibatkan 10 orang jenderal Amerika! Tiga bulan kemudian, sebuah rekomendasi dari atas diberikan agar tidak memperpanjang masalah tersebut karena peraturannya dianggap sudah usang seiring dengan berakhirnya peperangan. Tapi tidak demikian halnya dengan 60 kasus serupa yang menimpa prajurit kelas "ecek-ecek": mereka semuanya dibawa ke mahkamah militer Angkatan Darat Amerika dan mendapatkan hukuman yang beragam, dengan yang terberat diantaranya adalah kurungan selama enam bulan dan kehilangan dua pertiga gajinya!



Sumber :
https://www.uglyhedgehog.com/t-285946-1.html
https://www.youtube.com/watch?v=MaIYUxCRfTU

Sunday, April 26, 2020

Tiga Petinggi Militer dan Sipil di Dresden 1940

 Foto ini diambil di kota Dresden, Jerman, dan memperlihatkan dari kiri ke kanan: Generalleutnant Wilhelm Mayer (Kommandierender General und Befehlshaber Luftgau IV Dresden), Gauleiter Martin Mutschmann (Gauleiter von Sachsen), dan Charakter als General der Infanterie Erich Wöllwarth (Kommandierender General des Stellvertretenden Generalkommando IV. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis IV Dresden). Ketiga petinggi militer dan sipil Nazi Jerman ini mengobrol santai sambil menunggu acara parade kemenangan pasukan Wehrmacht yang baru pulang dari kemenangan gilang-gemilang di Prancis. Foto diambil pada bulan Agustus 1940


Sumber :
http://www.deutschefotothek.de/documents/obj/70239033

Thursday, March 5, 2020

Hermann Fegelein dan Gretl Braun

Pasangan suami istri SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hermann Fegelein (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier) dengan Margarete Berta "Gretl" Braun di hari pernikahan mereka, tanggal 3 Juni 1944. Keduanya adalah orang dekat Hitler (Fegelein adalah Perwira Penghubung Himmler di Führerhauptquartier, sementara Gretl adalah kakak dari Eva Braun kekasih Hitler). Pernikahan mereka diselenggarakan di Salzburg (Austria), sementara resepsinya di Obersalzberg (Jerman). Bisa dibilang bahwa ini adalah sebuah pernikahan politis yang dirancang oleh Fegelein untuk tambah meningkatkan karir militernya (seperti yang disebutkan dalam buku karangan Ian Kershaw dan William L. Shirer). Sang oportunis SS dikenal sebagai seorang playboy dan banyak mempunyai affair dengan wanita lain. Sekretaris Hitler, Christa Schroeder dan Traudl Junge, mengenang bahwa Fegelein adalah seorang pria yang cukup populer secara sosial, terutama di kalangan para wanita. Dia tampan, terpandang, dan merupakan seorang pahlawan perang. Dalam hal kepribadiannya, Fegelein juga dikenal sebagai seorang yang humoris, enak diajak berbicara, serta pandai memikat lawan jenis. Eva Braun, kakak iparnya, bisa dibilang senang sekali mempunyai seorang teman baru yang bisa diajak dansa-dansi serta bersenang-senang, karena Hitler tidak terlalu suka bersosialisasi dalam pesta dan tidak pernah terbuka dalam hal perasaan pribadi. Hermann Fegelein berusaha keras untuk menjalin persahabatan dengan sekretaris Hitler yang berkuasa, Martin Bormann. Dia secara rutin menghadiri acara minum-minum di kediaman Bormann, dan sekali pernah mengatakan kepada Junge bahwa yang paling penting dalam hidupnya hanyalah "karir dan bersenang-senang"! Persahabatan antara Fegelein dan Bormann sirna di hari-hari terakhir bulan April 1945 saat suami Gretl tersebut ketahuan desersi dari Führerbunker, dan ditemukan dalam pelukan wanita lain yang bukan istrinya. Martin Bormann lah yang kemudian memerintahkan agar Fegelein dihukum mati oleh pasukan penjaga SS yang menangkapnya! Pasangan Fegelein-Gretl dikaruniai seorang putri, Eva Fegelein, yang lahir pada tanggal 5 Mei 1945, berselang hanya satu minggu setelah ayahnya dieksekusi. Sang anak nantinya meninggal karena bunuh diri pada tahun 1971 akibat dilanda kesedihan yang mendalam setelah kekasihnya meninggal dalam kecelakaan lalulintas. Gretl Braun sendiri kemudian menikah untuk kedua kalinya pada tahun 1954, dan meninggal dunia dengan tenang pada tahun 1987 di usia 72 tahun


Sumber :
https://alifrafikkhan.blogspot.com/2020/03/pernikahan-hermann-fegelein-dan-gretl.html

Sunday, March 1, 2020

Parade Militer Jerman di Wina Austria

 Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3) memberi hormat militer kepada pasukan berkuda Wehrmacht dalam parade militer yang diselenggarakan di Ringstraße Wina pada tanggal 14 Maret 1938, dua hari sebelum Anschluss (Penyatuan) Austria dengan Jerman. Memakai kacamata dan Stahlhelm Sondermodell 1918 di sebelah kiri adalah General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), sementara perwira Luftwaffe di sebelah kanannya adalah Generalmajor Ludwig Wolff (Höherer Flieger-Kommandeur 5 und Höherer Kommandeur der Luftwaffeneinheiten in Österreich), disusul oleh Oberst Maximilian de Angelis (Staatssekretär im Bundesministerium für Landesverteidigung Wien) yang memakai seragam militer Austria. Berdiri di belakang Von Bock dengan memakai pakaian sipil adalah Reichsstatthalter Arthur Seyß-Inquart (Leiter der österreichischen Landesregierung), disusul oleh SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner ("Staatssekretär für das Sicherheitswesen im Lande Österreich" und Führer des SS-Oberabschnitts Donau) yang memakai schirmmütze hitam SS di belakang Seyß-Inquart. Satu lagi: yang memakai pakaian sipil di belakang Von Weichs adalah Ludwig Ritter von Eimannsberger, pensiunan General der Artillerie yang nantinya dipanggil kembali untuk bertugas aktif bulan Agustus 1938. Di belakang para "top notch" di podium ini terlihat para penonton yang merupakan perwira-perwira Jerman yang ikut datang ke Austria, sementara di sebelah kanannya adalah perwira-perwira Austria yang memakai seragam militer mereka dengan tambahan Reichsadler Jerman. Begitu cepatnya proses aneksasi Austria oleh Jerman, sehingga para anggota Bundesheer Austria - yang secara otomatis dimasukkan menjadi bagian dari Wehrmacht - belum sempat diberi jatah seragam baru Jerman saat formalisasi Anschluss dilaksanakan!


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/09/album-foto-anschluss-jerman-austria.html

Tuesday, January 21, 2020

Tertangkapnya Menteri Luar Negeri Arthur Seyss-Inquart

Pada tanggal 4 Mei 1945, SS-Obergruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Reichsminister des Auswärtigen) ditangkap oleh pasukan Inggris dari 53rd (Welsh) Infantry Division di pinggiran Hamburg, tak lama setelah melakukan pertemuan dengan pemimpin Nazi Jerman pengganti Hitler, Großadmiral Karl Dönitz. Seyss-Inquart diciduk setelah mobilnya dihentikan oleh dua orang prajurit muda dari 53rd Welsh di jembatan Elbe. Salah satu penangkapnya bernama Norman Miller, seorang Yahudi Jerman asal Nürnberg yang bernama asli Norbert Müller. Dia melarikan diri ke Inggris sebelum perang pecah saat usianya baru 15 tahun, dan kemudian kembali lagi ke Jerman sebagai bagian dari pasukan pendudukan Inggris (seluruh keluarga Miller yang tertinggal di Jerman tewas dalam Kamp Jungferonhof di Riga, Latvia, pada tahun 1942). Setelah ditangkap, Seyss-Inquart lalu diinterogasi oleh John Suffolk di markas Polisi Militer. Ketika badannya digeledah, diketahui bahwa petinggi Nazi Jerman asal Austria ini membawa serta sebuah pisau yang diikatkan di salah satu pahanya, sementara di paha lainnya terikat pula pistol Sauer 38H. Foto yang diambil oleh Captain Tony Rutherford ini memperlihatkan Menteri Luar Negeri Seyss-Inquart tak lama setelah penangkapannya. Dia mengenakan schirmmütze (topi visor) Außenministerium yang dipadukan dengan ledermantel (jaket kulit). Di belakangnya berdiri sang interogator John Suffolk - yang berwajah mirip Mr. Bean - serta Glyn Davis


Sumber :
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=1030460



Wednesday, December 4, 2019

Foto Berwarna Alfred-Ingemar Berndt

 SS-Brigadeführer Alfred-Ingemar Berndt (22 April 1905 - 28 Maret 1945) adalah seorang jurnalis, penulis, dan kolaborator setia dari Menteri Propaganda Nazi Jerman Joseph Goebbels. Berndt menuliskan pengalamannya tentang penyerbuan Jerman atas Prancis dalam buku "Tanks Break Through!", dan dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab dalam menciptakan mitos propaganda tentang ketangguhan "Si Rubah Gurun" Erwin Rommel di medan perang Afrika Utara. Meskipun telah menjadi pejabat di Kementerian Propaganda dari masa awal berkuasanya Hitler di tahun 1933, Berndt rela melepaskan zona nyamannya untuk kemudian mendaftar sebagai sukarelawan Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman) saat Perang Dunia II pecah, dengan pangkat sebagai prajurit biasa! Setelah kesuksesan Blitzkrieg di Barat pada tahun 1940, Berndt balik lagi ke pekerjaan lamanya sebagai penulis dan jurnalis. Pada bulan Mei 1941 dia kembali ke front, dan kali ini bersama dengan Rommel di Afrika. Berndt - yang mempunyai enam jari di salah satu kakinya (!) - dipercaya untuk menjadi reporter propaganda sekaligus mengisi buku harian Rommel. Meskipun tak lama kemudian dia dipanggil pulang oleh Goebbels, Berndt tetap tidak meninggalkan Afrikakorps, dan bolak-balik Jerman-Afrika sampai akhirnya Rommel terusir dari sana di tahun 1943. Berndt kemudian melanjutkan tugasnya sebagai pakar propaganda, dan dipercaya untuk menulis tentang Pertempuran Stalingrad, penyerahan pasukan Jerman di Tunisia serta Pembantaian Katyn. Pada tanggal 24 Mei 1944, dua minggu sebelum Sekutu mendarat di Normandia, dia menembak mati seorang pilot Amerika yang tertangkap oleh Jerman. Tindakannya jelas-jelas telah melanggar hukum perang yang telah ditetapkan oleh Konvensi Jenewa, tapi Berndt tak pernah dihadapkan ke mahkamah militer karena keburu tewas dalam pertempuran di Hungaria. Ternyata dia telah mendaftar sebagai sukarelawan perang untuk kesekian kalinya, dan kali ini ditugaskan ke Divisi Wiking sebagai seorang perwira Waffen-SS! Medali dan penghargaan yang telah diterimanya: Julleuchter der SS (16 Desember 1935); SS Zivilabzeichen Nr. 80734; Deutsche Olympia Ehrenzeichen I.Klasse (16 Agustus 1936); SA Sportabzeichen; Goldenes Hitlerjugend Ehrenzeichen; Traditions Gau Abzeichen; Medaille zur Erinnerung an den 13 März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”; Eisernes Kreuz II.Klasse (27 Mei 1940) und I.Klasse (6 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (Juni 1940) und in Silber (3 Juli 1942), Medaglia d'Argento al Valore Militare Italia (2 Juli 1941); Grande Ufficiale dell’Ordine della Corona d’Italia; Deutsch-italienische Feldzugsmedaille Afrika; Allgemeines-Sturmabzeichen (1942); Ungarisches Grossoffizierkreuz des Verdienstorden; Goldenes Ehrenzeichen der NSDAP (30 Januari 1943), Ärmelband "Afrika"; Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern und Kriegsverdienstkreuz I.Klasse ohne Schwerter; serta Dienstauszeichnung der NSDAP in Silber


Sumber :
Foto koleksi pribadi Douglas E. Nash
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=50844&start=15

Sunday, June 17, 2018

Adolf Hitler dan Miniatur Benteng

Dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Wilhelm Keitel (Chef der Oberkommando der Wehrmacht), Adolf Hitler (Führer und Oberster Befehlshaber der Wehrmacht), Oberst Erich Kahsnitz (Kommandeur Füsilier-Regiment "Großdeutschland" / Panzergrenadier-Division "Großdeutschland"), dan General der Pioniere Alfred Jacob (General der Pioniere und Festungen im Oberkommando des Heeres). Foto ini diambil saat Jenderal Zeni Alfred Jacob memperlihatkan kepada Hitler desain-desain benteng terbaru Jerman, yang nantinya akan dipakai di banyak front pertempuran. Tidak ada keterangan kapan foto ini diambil, tapi kemungkinan besar pada bulan Juni 1943, tak lama setelah Jacob dianugerahi Ritterkreuz des Kriegsverdienstkreuz mit Schwertern (4 Juni 1943), medali yang kita lihat terpasang di lehernya. Hal lain yang menjadi perhatian adalah: meskipun Kahsnitz notabene adalah seorang Regimentskommandeur - yang umumnya mengabdi di front depan - tapi tenaganya masih diperlukan oleh Hitler di Führerhauptquartier (pada bulan September-Oktober 1942 dia menjadi Führerreserve), setidaknya sebagai tukang corat-coret. Dalam periode ini sendiri pihak Jerman sedang sibuk membangun kekuatan demi untuk mendukung ofensif selanjutnya yang akan dilancarkan di wilayah Kursk (Unternehmen Zitadelle). Dalam pertempuran akbar ini pula Kahsnitz nantinya terluka berat dan harus kehilangan nyawanya (29 Juli 1943). Foto hasil jepretan Walter Frentz ini terkenal karena menjadi sampul dari buku "Hitler's War" karya pengarang kaporit saya, David Irving.



Sumber :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2018/06/hitler-with-bunker-models.html