Showing posts with label Senjata Rampasan. Show all posts
Showing posts with label Senjata Rampasan. Show all posts

Tuesday, July 4, 2023

Artur Phleps Memegang Sten Gun


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Artur Phleps memeriksa sebuah senapan mesin ringan rampasan dari para Partisan Yugoslavia. Senapan tersebut berasal dari jenis Sten Mk-II dengan magasin diputar ke bawah untuk memudahkan saat transportasi atau pengangkutan. Foto ini diambil antara tanggal 28 Agustus s/d 1 September 1943 sewaktu Phleps melakukan kunjungan ke tempat pelatihan.Kroatische SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division di Prancis.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=71&t=176767&hilit=phleps
https://www.thefifthfield.com/quiet-flows/ss-gruppenfuhrer-artur-phleps/

Wednesday, April 22, 2020

Penyerahan Meriam Serbia ke Musium Beograd

Atas nama sang Führer, Generalleutnant Moritz von Faber du Faur (kedua dari kanan, deutsche Militärattache' in Belgrad) mempersembahkan dua buah Meriam Karađorđe kepada Jenderal Milutin Nedic (kiri, Menteri Angkatan Darat dan Angkatan Laut Yugoslavia), dalam sebuah upacara yang diselenggarakan di depan Musium Militer Kalemegdan, Beograd - sekarang menjadi gedung Insitut Kota Beograd untuk Perlindungan Monumen-Monumen Kultural - pada tanggal 22 Juni 1939. Gedung tersebut telah dihias oleh bendera Yugoslavia dan Jerman, juga elang berkepala dua serta swastika hitam. Ikut hadir pula para tamu kehormatan, petinggi militer dan pemerintahan, serta insan pers dari kedua negara. Meriam antik Vožd Karađorđe sendiri mempunyai nilai sejarah yang penting bagi bangsa Serbia, dan sebelumnya telah dirampas oleh pasukan Austro-Hungaria dalam Perang Dunia Pertama. Meriam ini kemudian disimpan di Musium Militer Wina. Ketika Pangeran Regent Paul dari Yugoslavia mengadakan kunjungan kenegaraan ke Berlin tiga minggu sebelumnya, Reichskanzler Adolf Hitler secara resmi memutuskan untuk mengembalikan kedua meriam tersebut (ironisnya, ketika pasukan Jerman menyerbu Yugoslavia dua tahun kemudian, giliran seragam kebesaran Raja Yugoslavia Peter II, keponakan Pangeran Paul, yang dirampas dan dipamerkan di Musium Wina!). Dalam foto ini, berdiri di belakang Faber du Faur adalah Atase Angkatan Udara Jerman di Beograd, Oberstleutnant Carl-August von Schoenebeck, sementara yang nyempil diantara dua orang ini adalah Viktor von Heeren (Duta Besar Jerman untuk Yugoslavia). Terakhir, bapak-bapak botak yang berdiri paling kanan adalah Konsul-Jenderal Franz Neuhausen, yang juga adalah Ketua Partai Nazi di Yugoslavia serta Wakil Presiden Perkumpulan Jerman-Yugoslavia. Ketika Jerman menduduki Yugoslavia di tahun 1941, dia nantinya diangkat sebagai Perwakilan Berkuasa Penuh Jerman untuk urusan ekonomi di wilayah pendudukan Serbia. Foto ini sendiri pertama kali dipublikasikan dalam DAZ (Deutsche Allgemeine Zeitung) terbitan 24 Juni 1939



Sumber :
http://bandenkampf.blogspot.com/2018/02/bk0320.html
https://www.gettyimages.dk/detail/news-photo/yugoslavia-kingdom-serbien-srbska-serbia-belgrad-beograd-news-photo/541795129

Friday, February 21, 2020

Fallschirmjäger di Montecassino

 Tiga orang prajurit penerjun payung dari Fallschirmjäger-Regiment 3 / 1.Fallschirmjäger-Division berpose untuk kepentingan propaganda di sela-sela reruntuhan Biara Montecassino, bulan Februari 1944. Prajurit di tengah memegang senapan mesin Beretta Modello 38 buatan Italia, sementara prajurit di sebelah kirinya cukup bersenjatakan Stielhandgranate di tangan, sementara di sakunya tersembul granat lain buatan Italia pula. Pada tanggal 15 Februari 1944 pihak Sekutu membombardir Biara Ordo Santo Benediktus di puncak Montecassino yang berusia 1.400 tahun, karena menganggapnya sebagai tempat persembunyian prajurit Jerman (tuduhan yang tak pernah terbukti). Ketika biara tersebut telah menjadi puing-puing, barulah pasukan Jerman dari unit Fallschirmjäger masuk untuk menempatinya, dan menjadikannya sebagai tembok pertahanan dengan memanfaatkan setiap bongkahan batu dan dinding yang tak beraturan. Selama berbulan-bulan pasukan Sekutu menyerang lagi dan lagi, hanya untuk dipatahkan oleh para penerjun payung veteran ini dengan meninggalkan korban besar di pihak penyerbu dari segi manusia dan perlengkapan. Ketika akhirnya pihak Jerman dipaksa untuk mundur pada bulan Mei 1944 (setelah terancam dikepung oleh tentara Sekutu yang berhasil menerobos wilayah di sekelilingnya), mereka melakukannya dengan begitu cerdiknya, sehingga ketika keesokan harinya musuh akhirnya berhasil menguasai reruntuhan Montecassino, mereka hanya menemukan 30 orang prajurit yang terluka begitu parah sehingga tak bisa dibawa serta dan ditinggalkan! Dalam pertempuran sengit di Montecassino yang berlangsung dari tanggal 17 Januari s/d 18 Mei 1944, pihak Sekutu (Inggris, Amerika, Prancis, Polandia, dll) tercatat menderita korban 55.000 orang, sementara pasukan Jerman "hanya" 22.000 orang! Cukuplah julukan "The Green Devils" (Iblis-Iblis Hijau) dari para jenderal Sekutu sebagai bukti ketangguhan dan kegigihan bertempur dari para Fallschirmjäger ini...


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2016/06/foto-pertempuran-monte-cassino-17.html