Showing posts with label Warga Sipil. Show all posts
Showing posts with label Warga Sipil. Show all posts

Sunday, June 12, 2022

Jenderal Küchler dan Bock di Belanda

 
Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada tanggal 15 Mei 1940, dan memperlihatkan General der Artillerie Georg von Küchler (kiri, Oberbefehlshaber 18. Armee) yang sedang memberikan laporan kepada atasannya, Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) - dengan disaksikan oleh beberapa warga sipil setempat - di depan Christelijke Lagere school yang terletak di Rijksstraatweg, Rijsoord/Ridderkerk, Belanda, tak lama setelah berakhirnya perundingan penyerahan negara penjajah nusantara tersebut ke tangan Jerman pada tanggal 14 Mei 1940. Hanya dalam tempo empat hari Belanda bertekuk lutut oleh sapuan "Blitzkrieg" (Perang Kilat) Jerman! Dalam foto ini, Jenderal
Küchler mengenakan holster berisi pistol Walther PPK di ikat pinggangnya. Lokasi penyerahan sendiri berada di dalam bangunan sebuah sekolah bernama Johannes Postschool, dan ditandatangani langsung oleh panglima Angkatan Bersenjata Belanda saat itu, Henri Winkelman. Sekolah tersebut kini telah menjadi museum, lengkap dengan monumen yang bertuliskan: "Mereka yang mengacuhkan pertahanannya maka sama saja dengan mempertaruhkan kemerdekaannya"

Sumber :
https://artsandculture.google.com/asset/hitler-jaeger-file/lQHTtY7MrgNqGQ?hl=en

Sunday, June 5, 2022

Prajurit Afrikakorps dan BMW R12 di Tripoli

 
Prajurit-prajurit Afrikakorps menunggu giliran untuk ikut berpartisipasi dalam parade militer di Tripoli, Libya, tanggal 14 Februari 1941. Mereka adalah bagian dari kontingen pertama pasukan Jerman yang tiba di Afrika Utara, yang berangsur datang dari tanggal 10 Februari s/d 12 Maret 1941. Meskipun prajurit-prajurit ini sudah mendapatkan jatah tropenuniform (seragam tropis) dan tropenhelm (helm tropis), tapi, sebagian besar perlengkapan dan mesin perang mereka masih menggunakan cat lama yang biasa dipakai di daratan Eropa. Beiwagenkrädern (motor bersespan) dalam foto ini berasal dari jenis BMW R12, sementara mobil di belakangnya adalah Kübelwagen. Prajurit Afrikakorps dengan senapan Kar98k (Karabiner 98 kurz) tersampir di punggungnya ini mengenakan "Kradbrille" di matanya, yang merupakan kacamata khusus pelindung debu yang banyak digunakan oleh unit bersepeda motor seperti Aufklärungs (Pelopor) atau Kradmelder (Pengantar Pesan). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Sturm dari KBK Lw 7 (Kriegsberichter-Kompanie Luftwaffe 7). Perhatikan rambu unik bergambar kereta kuda dan truk di latar belakang! Ada yang tahu maksudnya?

Sumber :
Bundesarchiv Bild 101I-424-0258-02

Saturday, April 30, 2022

Awal Kapal Thor di Balikpapan

Foto ini memperlihatkan para perwira dari hilfskreuzer (kapal penjelajah pembantu) THOR berpose bersama seorang warga pribumi di Balikpapan, Kalimantan (saat itu bernama Borneo), di bulan September 1942. Yang memakai kacamata kedua dari kiri adalah Leutnant zur See Heinz Tischer (Kriegsberichter alias wartawan perang yang mengiringi pelayaran kedua THOR), sementara yang berkacak pinggang dan memakai belati di kanan adalah Dr. Kurt Sudan, perwira administratif THOR. Meskipun kita tidak bisa melihat detailnya, tapi pelaut yang berdiri paling kiri memakai Mützenabzeichen Thor (lencana tradisional Thor) di bagian samping topinya. Orang-orang Jerman ini mengenakan Weißer Dienstanzug - pakaian tugas putih musim panas - dari ujung atas sampai ujung bawah (nggak tahu kalo dalemannyamah!).

Sumber :
Foto koleksi pribadi Martin J.W.

Friday, April 29, 2022

Halftrack Jerman Melewati Katedral Mglin

Foto berwarna asli - yang diambil pada bulan Agustus 1941 ini -  memperlihatkan sebuah halftrack (kendaraan setengah roda) Jerman dari jenis Sd.Kfz.251 Ausf.A yang sedang bergerak maju melewati Katedral Ortodoks Dormition di Mglin, Bryansk Oblast, Uni Soviet. Kendaraan lapis baja satu ini berasal dari 1.Batterie / I.Abteilung / Panzer-Artillerie-Regiment 75 / 3. Panzer-Division. Dalam Unternehmen Barbarossa (Operasi Barbarossa, invasi Jerman atas Rusia) yang dimulai pada tanggal 22 Juni 1941, 3. Panzer-Division menjadi bagian dari Panzergruppe 2 pimpinan "Bapak Pasukan Tank" Heinz Guderian. Pada awal operasi, divisi yang dikomandani oleh Generalleutnant Walter Model ini bertempur di sektor tengah gerak maju pasukan Jerman, tapi kemudian dibelokkan ke arah selatan untuk ikut ambil bagian dalam Pertempuran Kiev (23 Agustus - 26 September 1941). Dari sana, 3. Panzer-Division berpartisipasi dalam Pertempuran Moskow (30 September 1941 - 20 April 1942), dan sempat bergerak maju sampai ke wilayah Tula yang berjarak sekitar 173 kilometer dari ibukota Uni Soviet tersebut, sebelum akhirnya dihentikan oleh pasukan bertahan musuh yang bertempur dengan gila-gilaan.

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/3rd_Panzer_Division_(Wehrmacht)
https://www.facebook.com/photo/?fbid=290564653271517&set=gm.2603839409748599
https://pixpast.com/index.php?catalog=12275&ctypes=photo

Tuesday, June 16, 2020

Erwin Rommel dan Anak-Anak Goebbels

Pada bulan September 1942, Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") melakukan kunjungan ke villa keluarga Reichsminister Joseph Goebbels yang terletak di Schwanenwerder, barat-daya Berlin. Kunjungan ini mendapatkan liputan lengkap dari para wartawan Kementerian Propaganda pimpinan Goebbels, sehingga kita masih bisa melihat foto dan videonya sampai saat ini. Rommel tiba di rumah Joseph dan Magda Goebbels pada siang hari, Selasa tanggal 29 September 1942, sementara di hari Kamis tanggal 1 Oktober 1942 dia kemudian bertemu dengan Hitler untuk mendapatkan Marschallstab (Tongkat Marsekal) sebagai pelengkap pangkat Generalfeldmarschall yang disandangnya. Video ini memperlihatkan saat Rommel bermain-main bersama dengan keenam anak Goebbels (Helga Susanne, Hildegard Traudel, Helmut Christian, Holdine Kathrin, Hedwig Johanna, Heidrun Elisabeth), dengan ditemani oleh ibu mereka Magda serta Oberleutnant Alfred-Ingemar Berndt, Ajudan Rommel sekaligus Kepala Propaganda Afrikakorps.





Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=gwjBXhGEDf8
https://www.youtube.com/watch?v=cj6fOIWL8E0

Monday, June 8, 2020

Kavallerieschule Hannover (Sekolah Kavaleri Hannover)

Klip produksi UFA Kulturfilm ini berjudul "Heeres Reit- und Fahrschule Hannover" (biasa disingkat "Kavallerieschule Hannover"), yang merupakan sekolah para perwira kavaleri Jerman di Hannover. Film buatan tahun 1937 ini dibuka oleh pengenalan dari Richard Sahla, atlet berkuda terkenal Jerman yang juga adalah seorang perwira Wehrmacht, yang ditemani oleh kuda putihnya yang sama terkenalnya, Wotan. Adegan selanjutnya memperlihatkan upacara penganugerahan medali kejuaraan untuk atlet-atlet berkuda Jerman, yang juga merupakan instruktur di Kavallerieschule sama seperti Sahla (paling kiri adalah Harald Momm dengan kudanya Baccarat, dan diikuti oleh Ernst Hasse). Adegan-adegan selanjutnya memperlihatkan suasana pelatihan pasukan kavaleri di sekolah tersebut, termasuk latihan melompat palang rintangan, jalan cantik, dan membawa kereta beban. Diperlihatkan pula interaksi dengan penduduk setempat, pemeliharaan kuda-kuda milik sekolah, serta penampakan Kepala Sekolah Oberstleutnant Friedrich Gerhard. Kavallerieschule Hannover sendiri telah berdiri dari sejak tahun 1920, sementara kotanya - Hannover- telah menjadi salah satu pusat pengembangan kuda-kuda kavaleri terbaik Jerman selama 350 tahun. Pada tahun 1937 pusat pelatihan kavaleri Wehrmacht dipindahkan dari Hannover ke Krampnitz, Potsdam, dengan nama baru "Heeres Reit- und Fahrschule und Kavallerieschule Krampnitz" (Sekolah Berkuda, Mengemudi dan Kavaleri Angkatan Darat Krampnitz).

Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=f88BYiTBpeQ
http://www.horsemagazine.com/thm/2018/05/what-made-german-dressage-great-part-one/

Tuesday, May 5, 2020

Wanita Prancis Meludah pada Tentara Jerman

Seorang wanita Prancis, yang secara tiba-tiba muncul dari kerumunan, melampiaskan rasa bencinya dengan meludah pada seorang perwira Wehrmacht Jerman yang sedang digiring dalam todongan senjata oleh anggota Maquisard (gerakan perlawanan bawah tanah Prancis). Sementara itu, warga yang lain turut menyoraki dan mencemooh si perwira yang berasal dari unit infanteri tersebut (perhatikan medali Infanterie-Sturmabzeichen yang tersemat di seragamnya, bersama dengan Verwundetenabzeichen in Schwarz). Si perwira sendiri terlihat kalem dan tidak menanggapi ludahan serta sorak-sorai di sekelilingnya. Foto ini diambil oleh seorang wartawan majalah LIFE Amerika di St. Mihiel, Prancis, pada bulan September 1944.Warga setempat pantas merasa marah pada tentara pendudukan Jerman yang berada disana, karena beberapa hari sebelumnya - tepatnya pada tanggal 1 September 1944 - tidak kurang dari 20 orang warga St. Mihiel yang dieksekusi oleh pihak Jerman karena dituduh berkolaborasi dengan anggota gerakan perlawanan bawah tanah.


Sumber :
https://id.pinterest.com/pin/480196378988411596/
https://www.pressreader.com/uk/history-of-war/20190613/281638191702482

Sunday, March 15, 2020

Awak Kapal THOR Jerman di Balikpapan

Foto ini memperlihatkan para perwira dari hilfskreuzer (kapal penjelajah pembantu) THOR berpose bersama seorang warga pribumi di Balikpapan, Kalimantan (saat itu bernama Borneo), di bulan September 1942. Yang memakai kacamata di sebelah kiri adalah Leutnant zur See Heinz Tischer (Kriegsberichter yang mengiringi pelayaran kedua THOR), sementara yang berkacak pinggang dan memakai belati di kanan adalah Dr. Kurt Sudan, perwira administratif THOR. Meskipun kita tidak bisa melihat detailnya, tapi pelaut yang berdiri paling kiri memakai Mützenabzeichen Thor (lencana tradisional Thor) di bagian samping topinya. Orang-orang Jerman ini mengenakan Weißer Dienstanzug (pakaian tugas putih musim panas) dari ujung atas sampai ujung bawah.

Weißer Dienstrock (Seragam tugas putih musim panas) untuk pertama kalinya diperkenalkan secara resmi pada tahun 1939 sebagai "baju jalan-jalan" para perwira Wehrmacht dan SS. Sebelumnya telah ada penampakan seragam putih semacam itu, yang terlihat dikenakan oleh para bintara dalam event Olimpiade Musim Panas di Berlin pada tahun 1936, hanya saja pemakaiannya khusus di momen olahraga terbesar di dunia tersebut, dan tidak selainnya. Menurut regulasi, Weißer Dienstrock hanya bisa digunakan dalam kurun waktu antara tanggal 1 April s/d 30 September setiap tahunnya, dan kemudian pemakaiannya benar-benar dilarang dari tanggal 15 Juni 1940 "sampai dengan berakhirnya perang" (meskipun bukti foto-foto yang ada memperlihatkan bahwa seragam elegan satu ini banyak pula dipakai setelah tanggal tersebut oleh para perwira yang ngeyel alias mbalelo alias culangung). Seragam ini secara resmi harusnya dipadukan dengan celana yang berwarna senada, hanya saja sebagian besar foto yang berseliweran di buku dan website justru memperlihatkan perpaduan antara seragam putih dengan celana berwarna abu-abu atau hitam!




Sumber :
Foto koleksi pribadi Martin J.W.
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=8&t=7751&hilit=ludwig+bahls
https://gmic.co.uk/profile/1906-martin-w/content/?type=forums_topic_post&page=12

Friday, December 20, 2019

Para Perwira Feldherrnhalle di Pantai Nice

Dari kiri ke kanan: prajurit tak dikenal, Hauptmann der Reserve Walter Evers (Kommandeur I.Bataillon / Grenadier-Regiment "Feldherrnhalle" / Panzergrenadier-Division "Feldherrnhalle"), perwira tak dikenal, dan Generalleutnant Otto Kohlermann (Kommandeur Panzergrenadier-Division "Feldherrnhalle"). Mereka tampaknya sedang memperhatikan seorang bocah kecil yang sedang sibuk mengambil sesuatu dari permukaan air menggunakan tongkatnya. Foto ini sendiri diambil pada akhir musim panas / awal musim gugur tahun 1943 di Plage des Ponchettes, Nice, saat Panzergrenadier-Division "Feldherrnhalle" baru saja dibentuk di kota pantai di Prancis selatan tersebut, sementara Divisionskommandeur dan staff-nya memilih untuk bermarkas di Monte-Carlo. Divisi ini adalah satu-satunya di seantero Wehrmacht yang sebagian besar prajuritnya diambil dari anggota aktif SA (Sturmabteilung). BTW, bangunan mirip masjid di latar belakang adalah Jetée-Promenade de Nice, sebuah kasino di pinggir pantai yang didirikan pada tahun 1879 dengan desainnya merupakan hasil karya dari arsitek asal Inggris, James Brunlers. Kasino ini menjadi salah satu ikon terkenal kota Nice, dan gambarnya banyak ditemukan dalam kartu pos yang beredar di masa itu. Kini bangunannya sendiri sudah tidak ada lagi setelah pasukan Jerman menghancurkannya di tahun 1944 sebelum mereka ditarik mundur dari Prancis


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=44&t=246146
https://www.nicerendezvous.com/the-casino-of-the-jetee-promenade-in-nice.html

Sunday, January 13, 2019

Horst Trebes dalam Pembantaian Kondomari

 Pada tanggal 2 Juni 1941, unit pasukan Wehrmacht di Pulau Kreta (yang umumnya berasal dari satuan Fallschirmjäger) membantai 180 orang penduduk sebuah desa bernama Kondomari, sebagai pembalasan atas perlawanan penduduk setempat terhadap invasi Jerman yang berlangsung beberapa hari sebelumnya. Foto ini memperlihatkan saat prajurit-prajurit dari III.Bataillon / Fallschirmjäger-Sturm-Regiment mengumpulkan penduduk desa sebelum dimulainya eksekusi. Paling kiri adalah komandan batalyon tersebut, Oberleutnant Horst Trebes, sementara di kanan adalah salah seorang penduduk desa yang sedang diinterogasi. Trebes mengenakan salakot (topi tropis) India hasil rampasan dari pasukan Inggris, yang biasa disebut sebagai "Bombay Bowler". Dia dan dua orang lainnya juga memakai celana pendek KD (Khaki Drill) pasukan Inggris buatan India yang mempunyai julukan "Bombay Bloomers", yang bagian atasnya bisa dikancingkan sehingga bisa dimodifikasi menjadi celana pendek atau panjang sesuai kebutuhan. Orang di sebelah Trebes terlihat memakai kemeja dari bahan KD serupa. Foto ini dibuat oleh Kriegsberichter Franz Peter Weixler dari PK (Propaganda-Kompanie) 690


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/05/hauptmann-horst-trebes-1916-1944.html

Wednesday, October 17, 2018

Donasi Kriegswinterhilfswerk oleh Ritterkreuzträger Großdeutschland

Foto propaganda ini memperlihatkan saat tiga orang wanita memberikan sumbangan uang kepada dua orang "tukang kencleng" yang mewakili Kriegswinterhilfswerk, sebuah program penggalangan dana berkala yang bertujuan untuk membantu rakyat Jerman yang kurang mampu disaat musim dingin tiba. Dua orang peminta sumbangan itu sendiri bukanlah prajurit biasa, melainkan pahlawan perang sekaligus Ritterkreuzträger dari Wachbataillon (Batalyon Jaga) Großdeutschland. Mereka adalah, dari kiri ke kanan: Leutnant Karl Hausmann (Ritterkreuz tanggal 15 Mei 1942 sebagai Oberfeldwebel dan Führer 3.Kompanie / I.Bataillon / Jäger-Regiment 28 / 8. leichte Infanterie-Division) dan Oberfeldwebel Josef Dörfel (Ritterkreuz tanggal 4 Maret 1942 sebagai Oberfeldwebel dan Zugführer di 6.Kompanie / II.Bataillon / Infanterie-Regiment 439 / 134.Infanterie-Division). Foto ini sendiri diambil pada bulan Maret 1943



Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/09/foto-panzergrenadier-division.html

Monday, June 4, 2018

Parade Kommando der Wachtruppe Melintasi Gerbang Brandenburg

Dengan diiringi oleh rakyat sipil, kompi penjaga dari Kommando der Wachtruppe berparade melewati Brandenburger Tor (Gerbang Brandenburg) menuju Wache Ehrenmal (Monumen Perang Kehormatan) di Berlin tahun 1934. Mereka semua mengenakan Parade-Anzug (Seragam Parade), yang khusus dikenakan pada acara-acara seremonial. Kommando der Wachtruppe biasa mengadakan parade dengan iringan orkes dangdut di hari minggu, selasa dan kamis. Rute parade bermula dari Barak Moabit - markas mereka - lalu melewati Brandenburger Tor dan di sepanjang Unter den Linden sebelum berakhir di Ehrenmal yang berlokasi di Gedung Schinkel. Perwira yang ditunjuk untuk memimpin parade ini biasanya menunggangi kuda putih yang bernama "Alaric". Kuda tersebut menjadi begitu terkenal, khususnya di mata orang-orang Berlin. Unit Kommando der Wachtruppe inilah - bersama dengan Resimen Infanteri Latihan di Döberitz - yang nantinya menjadi cikal bakal Divisi Großdeutschland yang tersohor dalam Perang Dunia II



Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.com/2018/06/kommando-der-wachtruppe-parade-through.html

Ucapan Selamat Datang untuk Tentara Jerman di Ukraina

Seorang anggota Wehrmacht berpangkat Obergefreiter (perhatikan chevron di lengannya!) menikmati suguhan air minum yang dipersembahkan oleh penduduk lokal Ukraina dalam fase-fase awal Unternehmen Barbarossa, invasi Jerman atas Uni Soviet, di musim panas tahun 1941. Saat pasukan Wehrmacht mulai memasuki wilayah musuh, kebanyakan warga sipil - yang merupakan keturunan Ukraina - menganggap pihak penyerbu sebagai pasukan pembebas dari belenggu komunis Soviet. Sesuai dengan tradisi lokal, mereka menyuguhkan roti besama dengan air dan garam kepada pihak Jerman sebagai ucapan selamat datang. Melihat dari hampir tidak adanya debu yang menempel di seragam si prajurit, kita bisa berspekulasi bahwa foto ini bisa jadi diambil di bagian barat Uman, di hari-hari pertama invasi. BTW, inisial PK yang terdapat di bagian lampu dari sepeda motor bersespan BMW R75 yang dinaiki oleh si prajurit menunjukkan bahwa dia berasal dari unit Propaganda-Kompanie (Kompi Propaganda), sementara logo bebek menaiki panzer di bagian depan sespan merupakan simbol dari Panzer-Propagandakompanie 691. Dalam penyerbuan ke Rusia, unit ini ikut serta bersama dengan Panzergruppe 1 dan bertugas di wilayah Ukraina (Uman, Kiev dan Rostov). Huruf "K" di bagian fender depan merupakan simbol dari unit-unit yang berada di bawah komando Generalfeldmarschall Ewald von Kleist, Panglima Panzergruppe 1 (unit-unit yang berada di bawah komando Generaloberst Heinz Guderian, Panglima Panzergruppe 2, memajang huruf "G" sebagai penanda). Dalam Unternehmen Barbarossa - dan juga Balkanfeldzug beberapa bulan sebelumnya - Panzer-Propagandakompanie 691 terutama sekali berperan dalam mempropagandakan pencapaian 11. Panzer-Division "Gespenster Division" (Divisi Hantu) dalam operasi-operasi militer yang mereka lakukan, yang dipublikasikan dalam "Panzer Voran", sebuah jurnal berkala yang dibagikan sebanyak 1000 eksemplar buat anggota divisi tersebut



Sumber :
Buku "Ghost Division: The 11th 'Gespenster' Panzer Division and the German Armored Force in World War II" karya A. Harding Ganz

Monday, April 2, 2018

Adelbert Schulz Bersama dengan Fans

Generalmajor Adelbert Schulz tersenyum di depan kamera saat dikelilingi oleh rakyat Jerman yang menyemut di sekitarnya. Di lehernya terpasang medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwertern und Brillanten (Knight's Cross of the Iron Crosses with Oak Leaves, Swords and Diamonds), yang didapatkannya pada tanggal 9 Januari 1944 dari tangan sang Führer langsung, hampir sebulan berselang dari pengumuman radio yang memberitahukan tentang penganugerahannya (14 Desember 1943). Schulz tercatat sebagai ksatria Wehrmacht ke-9 yang mendapatkan medali super prestisius tersebut, yang dianugerahkan sebagai penghargaan terhadap kepemimpinannya yang luar biasa sebagai Komandan Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division. Pada tanggal 1 Januari 1944 dia dipromosikan dari Oberst menjadi Generalmajor, dan pada tanggal 26 Januari 1944 dipercaya sebagai Komandan 7. Panzer-Division. Tragisnya, hanya berselang dua hari dari pengangkatannya tersebut, Schulz terluka parah dalam pertempuran di wilayah Shepetivka, Khmelnytskyi Oblast (Ukraina), pada tanggal 28 Januari 1944, dan meninggal dunia di hari yang sama.



Sumber :
https://ritterkreuztraeger.blogspot.co.id/2018/04/brillantentrager-adelbert-schulz-with.html