Showing posts with label Wilayah Pegunungan. Show all posts
Showing posts with label Wilayah Pegunungan. Show all posts

Sunday, June 18, 2023

Sukarelawan SS Bosnia Berlatih di Pegunungan


Prajurit-prajurit sukarelawan Bosnia dari Kroatische SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division (yang nantinya berganti nama menjadi 13. Waffen-Gebirgs-Division der SS Handschar) melakukan latihan militer di pegunungan bersalju di Jerman, sebelum nantinya diterjunkan ke wilayah Balkan yang menjadi rumah mereka. Foto ini diambil di musim panas tahun 1943, dengan keterangan asli berbunyi: "Leben sehen die Männer aus dem Süden Schneeberge im Sommer." (untuk pertama kalinya dalam hidup mereka, orang-orang dari Selatan ini melihat pegunungan yang diselimuti salju di musim panas!)

Sumber :
https://hindi.fansshare.com/community/uploads32/7110/ferid_d__ani__/?d=german.fansshare.com
https://oper-1974.livejournal.com/1453438.html

Sunday, January 12, 2020

Upacara Terakhir 6. Gebirgs-Division

Norwegia, 8 Mei 1945: Upacara terakhir dari I.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 143 / 6.Gebirgs-Division sebelum menyerahkan diri ke tangan pasukan Inggris. Kekuatan unit Pasukan Gunung Wehrmacht ini terbilang masih utuh saat Jerman menyerah pada Sekutu di hari itu, karena di hampir sepanjang eksistensinya mereka "hanya" bertugas sebagai pasukan pendudukan di Skandinavia dan bukannya pasukan tempur di front terdepan (6. Gebirgs-Division sendiri baru dibubarkan pada tanggal 6 Agustus 1945, berbulan-bulan setelah perang di Eropa berakhir). Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada tanggal 27 April 1945, Republik Austria didirikan dengan Karl Renner dari Partai Sosialis sebagai Presiden sekaligus Kanselir pertamanya. Pada awal bulan Mei dia mengirimkan pesan melalui radio, menyerukan agar prajurit-prajurit Wehrmacht yang berasal dari Austria supaya menyerah saja kepada Sekutu daripada meneruskan perang yang sia-sia. Pengumuman ini didengar oleh para anggota dari 4.Batterie / Gebirgs-Artillerie-Regiment 118 / 6.Gebirgs-Division yang bermarkas di Signaldalen. Oberst Josef Remold, Komandan Divisi, segera mengeluarkan surat perintah tandingan: "6. Gebirgs-Division tidak akan mengikuti perintah ini, dan para prajuritnya dilarang untuk menyerah. Mendengarkan radio juga tidak diperbolehkan. Salam hormat Jerman tetap digunakan! Oberst Remold. Heil Hitler!" Perintah tegas ini ternyata tidak dipedulikan oleh prajurit-prajurit artileri gunung dari 4. Batterie, yang sebagian besar berasal dari Austria. Mereka membunuh komandannya sendiri, Hauptmann Dirmbacher serta Oberleutnant Fromm, dan kemudian melarikan diri dalam dua grup dengan dipimpin oleh Obergefreiter Bruckner. Grup pertama yang beranggotakan 48 orang berhasil mencapai perbatasan Swedia, tapi grup kedua yang beranggotakan 11 orang kemudian ditangkap oleh patroli Jerman. Atas perintah dari General der Gebirgstruppe Ferdinand Jodl (Oberbefehlshaber Armee-Abteilung Narvik), empat diantara mereka - yaitu Rudolf Zatsch, Josef Wenzl, Leopold Wickenhauser dan Hartmut Feyertag - dieksekusi pada tanggal 10 Mei 1945, dua hari setelah Jerman secara resmi menyerah dalam Perang Dunia II. Kasus ini sendiri kemudian disebut sebagai "Pemberontakan Signaldalen"


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2013/07/album-foto-6-gebirgs-division.html
https://www.axishistory.com/books/124-germany-waffen-ss/germany-waffen-ss-other/1525-mutinies-in-the-wehrmacht-a-waffen-ss

Monday, December 23, 2019

Pasukan Bermotor dari 1. Gebirgs-Division di Yugoslavia

 Bagaikan longsoran salju, konvoy putih pasukan bermotor BMW R75 dari 1. Gebirgs-Division menuruni bukit Sandžak - yang tertutup oleh es - dalam perjalanan menuju wilayah yang dikuasai oleh Partisan Yugoslavia dari Divisi Proletar ke-2, dalam sebuah permulaan dari operasi militer di bulan Desember 1943 yang dinamakan "Kugelblitz" (Bola Petir), yang aslinya adalah suatu fenomena alam yang mematikan dan kemunculannya selalu tidak terduga. Serangan Jerman berkekuatan 75.000 orang tersebut memang terjadi secara tiba-tiba, kuat dan mematikan: dalam pertempuran di Prijepolje, di hari pertama operasi, Brigade Šumadija ke-1 - yang sama sekali tak menduga akan adanya serangan berskala besar - kehilangan dua pertiga anggotanya. Pihak Partisan berusaha bertahan mati-matian, hanya untuk terbantai dalam skala besar, dan sebagian anggotanya yang panik lalu berterjunan ke sungai hitam Lim yang membeku dan menghilang tanpa jejak disana. Pembantaian unit-unit Partisan kemudian berlanjut di hari kedua operasi. Aliando bawakan kutipan ocehan dari Miodrag Milovanović Lune (Wakil Komandan Brigade Proletar ke-2): "Pihak Jerman berhasil melakukan terobosan di pagi hari dan menyerbu Pljevlja dari arah jalan. Pada pukul dua siang mereka sudah berada disana. Mereka membuat terkejut orang-orang kami di Jabuka saat menyergap seluruh konvoy manusia dan kendaraan pengangkut suplai di jalan raya. Orang-orang kami tak dapat mempercayai bahwa tank yang mereka lihat adalah milik Jerman, dan beberapa diantaranya - yang tidak tahu - bahkan berusaha melambaikan tangan pada tank-tank tersebut untuk mencari tumpangan! Sementara itu pihak Jerman, gerombolan bandit dan tukang jagal itu, membunuh siapapun yang mereka mau. Mereka cukup duduk di tank-tank mereka dan menembaki kami dengan pistol layaknya pemburu! Dengan sengaja mereka berteriak dan mengajak kami supaya naik tank mereka, sambil menuruni jalanan menuju konvoy kami, sementara orang-orang kami - saat melihat kedatangan tank-tank tersebut - langsung berlarian ke segala arah!"


Sumber :
https://www.instagram.com/p/B6aTdDlhaji/

Wednesday, January 30, 2019

Mobil Kübelwagen di Sisilia

 Sebuah mobil Jerman dari jenis VW Typ 82 leichter geländegängiger Personenkraftwagen (Kfz. 1) "Kübelwagen" sedang berada di depan sebuah desa pegunungan di Piero Patti, Messina (Sisilia/Italia), dengan latar belakang bangunan Convento dei Carmelitani yang berbentuk kastil, tahun 1943. Kübel satu ini dilengkapi dengan dudukan jerigen bahan bakar tambahan yang dipasang di atas spatbor kiri. Dalam perbendaharaan Jerman, jerigen militer mempunyai nama resmi 'Wehrmacht-Einheitskanister', dan pertama kali dikembangkan pada tahun 1937 oleh firma teknik Müller di Schwelm, berdasarkan desain dari kepala insinyur mereka, Vinzenz Grünvogel. Sebenarnya desain serupa telah digunakan dari sejak tahun 1936 dalam kancah Perang Saudara Spanyol, dimana jerigen yang diproduksi memajang logo perusahaan Ambi-Budd Presswerk G.m.b.H. Pada tahun 1939, militer Jerman telah menumpuk ribuan dari jerigen jenis ini sebagai cadangan, sebagai antisipasi dari perang yang kemungkinan terjadi. Pasukan bermotor biasanya mendapat jatah jerigen lengkap dengan selangnya, sebagai sarana untuk memudahkan penyedotan bahan bakar dari segala sumber yang tersedia. Selang ini terutama berguna sekali manakala tentara-tentara Jerman melibas negara-negara Sekutu dalam gerak cepat di tahun-tahun awal peperangan. Musuh bebuyutan Jerman, Inggris, tak lama kemudian telah menemukan kegunaan Wehrmachtskanister 20 L, dan segera meng-copy-nya mentah-mentah. Karena pihak Inggris biasa menjuluki tentara-tentara Jerman sebagai "Jerry", maka merekapun memberi nama "Jerry Cans" kepada tempat penyimpanan bahan bakar / air hasil tiruan tersebut (nama ini nantinya diadopsi oleh orang-orang kita menjadi "jerigen").


Sumber :
http://ww2colorfarbe.blogspot.com/2016/03/tropical-kubelwagen-in-mediterranean.html