Showing posts with label Medis dalam Perang. Show all posts
Showing posts with label Medis dalam Perang. Show all posts

Sunday, June 5, 2022

Upacara Penganugerahan Ritterkreuz untuk Hubert-Erwin Meierdrees

 

 
ECPAD archives (DAT 1154 L02)

SS-Obersturmführer Hubert-Erwin Meierdrees / Meierdress (Führer Sturmgeschütz-Batterie / SS-Totenkopf-Artillerie-Regiment / SS-Division 'Totenkopf') terluka berat dalam pertempuran sengit melawan pasukan penyerbu Rusia di Kantong Demyansk, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Disana, saat sedang dalam masa pemulihan, dia mendapat kejutan tak terduga ketika dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 13 Maret 1942. Rekomendasi pemberian medali tersebut oleh Divisionskommandeur Theodor Eicke berbunyi sebagai berikut: "Meierdrees menjadi bagian dari Kampfgruppe (Grup Tempur) Bochmann saat tentara Rusia berhasil menembus garis pertahanan unit tetangga dari Heer (Angkatan Darat) yang terletak di selatan Staraya Russa, awal bulan Januari 1942. Untuk mengantisipasinya, Meierdrees menempatkan StuG-StuG-nya di arah tenggara dan timur-laut kota tersebut. Dari sana dia berkali-kali melakukan serangan balik yang membuat tentara musuh menderita banyak korban sehingga mengendurkan tekanan mereka terhadap unit Heer yang terjepit. Setelah Komandan Kampfgruppe Georg Bochmann terluka dalam pertempuran, SS-Obersturmführer Meierdrees menggantikan peranannya dan memimpin sisa-sisa anakbuahnya dalam pertempuran bertahan penuh determinasi di desa Biakova (terletak di jalan antara Staraya Russa dan Demyansk). Sejak akhir bulan Januari, Meierdrees telah mampu mempertahankan desa ini secara heroik dari berkali-kali serangan musuh yang berkekuatan jauh lebih besar, yang mengepung dari segala penjuru. Saat pihak Rusia - yang dilengkapi dengan pasukan tank dan dukungan udara - terlihat hampir berhasil menerobos garis pertahanan di satu titik, mereka selalu dipukul mundur oleh serangan balik yang berani dan cerdik, yang dipimpin langsung oleh SS-Obersturmführer Meierdrees. Pasukan Jerman di Biakova mampu bertahan selama ini adalah semata-mata berkat kepemimpinan yang luar biasa dan pantang menyerah dari komandan mereka yang heroik. Mempertahankan desa tersebut amatlah penting bagi keselamatan Benteng Demyansk, karena apabila Biakova berhasil direbut oleh musuh, maka mereka tinggal selangkah lagi bersatu dengan pasukan musuh lain yang menyerbu di selatan dari arah Gortschizy. Karenanya, saya merekomendasikan agar SS-Obersturmführer Meierdrees dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes sebagai sebuah penghargaan atas perjuangan heroiknya serta kesuksesan-kesuksesan yang telah dia raih selama ini."


 
ECPAD archives (DAT 1154 L01)


Sumber :
https://imagesdefense.gouv.fr/fr/
https://www.tracesofwar.com/persons/21806/Meierdrees-Hubert-Erwin-aka-Meierdress.htm

Monday, May 2, 2022

Eduard Dietl dan Prajuritnya

 
Foto ini pertama kali dimuat dalam buku "Narvik im Bild" terbitan tahun 1941 karya Gerd Röttger, dan memperlihatkan Generalleutnant Eduard Dietl (Kommandeur 3. Gebirgs-Division) bersama dengan prajurit-prajurit Gebirgsjäger (Pasukan Gunung) pimpinannya. Mereka semua mengenakan topi khas yang dinamakan Bergmütze (Topi Gunung), yang dihiasi oleh pin berbentuk bunga Edelweiss di bagian pinggirnya. Topi jenis ini begitu populernya di kalangan prajurit Jerman sehingga pada tahun 1943 diadopsi sebagai topi umum pasukan Wehrmacht dan SS dengan nama Feldmütze M43 (Topi Lapangan Model 1943). Atas jasa-jasanya dalam invasi Jerman atas Norwegia, pada tanggal 9 Mei 1940 Jenderal Dietl dianugerahi medali militer bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, disusul oleh Eichenlaub tanggal 19 Juli 1940 (yang terakhir sebagai Kommandierender General Gebirgskorps "Norwegen"). Dia tercatat sebagai orang pertama dari 863 orang di seantero Angkatan Bersenjata Jerman yang dianugerahi Eichenlaub, yang merupakan medali tingkat kedua dari Ritterkreuz.
 
Sumber :
https://foto.digitalarkivet.no/fotoweb/archives/5001-Historiske-foto/Indekserte%20bilder/L_6430Fo30141706300028_246.tif.info#c=%2Ffotoweb%2Farchives%2F5001-Historiske-foto%2F%3F25%3DOkkupasjonstid

Sunday, February 9, 2020

Franz Bäke Sebagai Seorang Dokter Gigi

Dari sejak masa mudanya, komandan panzer sekaligus Schwerternträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub und Schwerter) Generalmajor Dr.med.dent. Frank Bäke sudah bercita-cita untuk berkarir di bidang medis. Tapi kemudian Perang Dunia Pertama membuat rencananya berubah, sehingga dia pun bergabung di dinas militer sebagai sukarelawan. Di masa antar perang Bäke kembali melanjutkan studi medisnya yang tertunda, dan lulus sebagai dokter gigi tahun 1922. Dia membuka praktek yang cukup sukses di Hagen, Nordrhein-Westfalen, hanya untuk diselingi kedua kalinya oleh tugas militer saat Nazi naik ke tampuk kekuasaan. Ketika Perang Dunia II usai - dan Bäke telah resmi ditahbiskan sebagai "pahlawan" Jerman - maka tak terlalu sulit untuk menduga ke arah mana karirnya berlanjut: yup, dokter kandungan eh dokter gigi! Dalam foto ini, Dr. Bäke sedang berinisiatif mengobati gigi salah seorang anakbuahnya. Yang menarik adalah tiga panji untuk penghancuran tiga buah tank (Panzervernichtungsabzeichen) yang terpampang dengan gagah di lengan kanannya. Pada tanggal 11 Juli 1943, selama berlangsungnya Unternehmen Zitadelle alias Pertempuran Kursk, 6.Panzer-Division bertugas bersama Detasemen Angkatan Darat Kempf sebagai bagian dari gerak maju ke arah utara melalui Prokhorovka. Bäke memimpin sebuah konvoy panzer (yang dipimpin sebuah tank T-34 hasil rebutan dari tangan Rusia sebagai tipuan bagi pihak musuh), dalam usahanya untuk merebut sebuah jembatan yang sangat vital di atas sungai Donets. Tak lama sesudah malam tiba, tahu-tahu mereka telah dikepung oleh beberapa tank Soviet. Dengan gagah berani Bäke memutuskan untuk meninggalkan tank komandonya (yang tak mempunyai senjata meriam utama), dan memimpin sebuah serangan balasan yang berhasil, dengan tanpa bantuan tank dan hanya mengandalkan peledak anti-tank magnetik Haft-HI 3 "Panzerknacker". Dalam serangan tersebut, Regimentskommandeur Bäke secara pribadi menghancurkan tiga buah tank T-34 musuh!


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/09/foto-franz-bake.html

Saturday, June 1, 2019

Sanitäts-Feldwebel Rudolf Bäcker, Anggota Medis Wehrmacht yang Mendapatkan Ritterkreuz


 Sanitäts-Feldwebel Rudolf Bäcker (21 Februari 1914 - 3 September 2005) pertama kali bergabung dengan Infanterie-Regiment 36 setelah menyelesaikan pendidikan dasar militernya periode 10 Oktober 1936 - 30 September 1938. Saat mobilisasi perang tahun 1939 dia menjadi anggota Infanterie-Regiment 57, tapi kemudian pindah kembali ke unit lamanya untuk berpartisipasi dalam penyerbuan ke Prancis (1940) dan Rusia (1941). Atas pengabdiannya dalam pertempuran di Jembatan Kuban dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 September 1943 sebagai Sanitäts-Feldwebel der Reserve di Stab II.Bataillon / Grenadier-Regiment 36 / 9.Infanterie-Division / Gruppe Allmendinger / 17.Armee / Heeresgruppe A, dan tercatat sebagai salah satu dari hanya 14 orang anggota medis di seantero Wehrmacht yang dianugerahi penghargaan setinggi itu! Bagaimana pula ceritanya seorang Sanitäter seperti Bäcker mendapatkannya? Inilah dia beibeh: Dalam pertempuran keempat memperebutkan jembatan Kuban yang sangat vital pada tanggal 18 September 1943, Tentara Merah Rusia menyerbu menggunakan kombinasi tank dan penyembur api, tak henti-hentinya beraksi selama berhari-hari walaupun malam telah tiba, sehingga pos komando batalyon tempat Bäcker bertugas pun berhasil dikuasai, termasuk lokasi perawatan prajurit Jerman yang terluka. Dalam situasi yang kritis seperti itu, Bintara medis Bäcker melihat sebuah panzer pendukung infanteri di sekitarnya, dan memutuskan untuk menaiki tank tersebut dan mengarahkan awaknya memutar ke belakang posisi pasukan musuh. Bäcker sendiri berada di belakang senapan mesin dan siap siaga dengan granat di tangannya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Di sepanjang malam sebiji panzer tersebut melakukan manuver melalui medan yang telah dikuasai Bäcker dengan baik (dia telah bertugas di tempat tersebut selama setahun), sampai akhirnya tank musuh pertama terdeteksi melalui suara mesinnya. Bäcker dan panzernya menghancurkan tank tersebut, dilanjutkan dengan tank kedua dan ketiga melalui perpindahan posisi yang cermat. Ketika meriam panzernya macet, giliran Bäcker yang beraksi dengan senapan mesin dan membabat habis musuh dari arah yang tak mereka duga sama sekali. Pasukan infanteri Rusia menjadi panik dan menyangka adanya serangan balasan oleh kekuatan yang jauh lebih besar (ingat, saat itu gelap gulita!). Mereka pun berlarian mundur meninggalkan rekan-rekan mereka yang tewas dan terluka. Aksi nekad luar biasa yang dilakukan oleh Bäcker bersama dengan beberapa awak panzer tersebut telah menyelamatkan batalyonnya dari kehancuran, sekaligus menstabilkan kembali posisi pertahanan! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Agustus 1941) dan I.Klasse (27 Januari 1942); Verwundetenabzeichen Schwarz (25 November 1941) dan in Silber (9 September 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942) ; Infanterie-Sturmabzeichen (3 Februari 1943); Rumänische Tapferkeits-Medaille l. Klasse in Gold (12 Februari 1943); Deutsches Kreuz in Gold (18 Juni 1943); serta Nahkampfspange in Silber (3 Agustus 1943)


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/09/daftar-anggota-medis-wehrmacht-yang.html