Showing posts with label Jenderal SS. Show all posts
Showing posts with label Jenderal SS. Show all posts

Tuesday, July 4, 2023

Artur Phleps Memegang Sten Gun


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Artur Phleps memeriksa sebuah senapan mesin ringan rampasan dari para Partisan Yugoslavia. Senapan tersebut berasal dari jenis Sten Mk-II dengan magasin diputar ke bawah untuk memudahkan saat transportasi atau pengangkutan. Foto ini diambil antara tanggal 28 Agustus s/d 1 September 1943 sewaktu Phleps melakukan kunjungan ke tempat pelatihan.Kroatische SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division di Prancis.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=71&t=176767&hilit=phleps
https://www.thefifthfield.com/quiet-flows/ss-gruppenfuhrer-artur-phleps/

Saturday, December 3, 2022

Sepp Dietrich dan Fritz Witt di Kharkov

SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") mengadakan kunjungan ke markas SS-Standartenführer Fritz Witt (Kommandeur SS-Panzergrenadier-Regiment 1 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") di Olchowatka, Belgorod, dekat Kharkov, bulan Maret 1943. Dietrich mengenakan mantel bulu domba yang mempunyai nama resmi "Sous- vetementent en peau fourrée Modele 1938", dengan tambahan kerah, renda serta ritsleting. Meskipun begitu, tampaknya sang Divisionskommandeur masih merasa terlalu dingin sehingga menyiapkan mantel bulu lebih tebal yang tersimpan di jok mobil, sebuah hal yang sangat kontras bila dibandingkan dengan Witt yang terlihat cukup nyaman meskipun hanya mengenakan seragam thok! Celana yang dikenakan oleh Dietrich adalah dari jenis stiefelhose, yang dipadukan dengan Flieger-Pelztiefel (sepatu penerbang) Luftwaffe dengan ujung atas berbulu. Mobil yang digunakan oleh Dietrich adalah dari jenis Einheits-Pkw Horch 40 dengan plat nomor yang sangat rendah (SS-502). Selain itu, jerigen untuk bensin cadangan telah dimodifikasi sehingga bisa ditempelkan di bagian samping mobil. Foto ini sendiri dibuat oleh SS-Kriegsberichter Johan King, yang menemani Divisi Leibstandarte dalam pertempuran-pertempuran berat di tahun 1943 dan 1944.

Sumber ;
https://fjm44.com/product/large-18x24-cm-original-waffen-ss-press-photo-with-sepp-dietrich/

Sunday, May 8, 2022

Perwira SS dan Polizei di Sekeliling Tatra 87

Foto ini diambil di Calais, wilayah pendudukan Prancis, pada akhir tahun 1940, dan berasal dari album foto milik seorang anggota 1.Kompanie / Feuerschutzpolizei-Regiment 1 "Sachsen" (Kompi Pertama Resimen Polisi Pemadam Kebakaran 1 "Sachsen"). Disini diperlihatkan sebuah mobil Tatra 87 yang dikerubungi oleh para perwira SS dan Polizei. Memakai Führermantel ketiga dari kiri adalah SS-Brigadeführer Ludolf von Alvensleben, jenderal SS yang seusai perang dituduh bertanggungjawab atas kematian ribuan orang rakyat Polandia. Tatra 87 sendiri adalah mobil produksi Cekoslowakia yang terbilang kendaraan revolusioner pada masanya. Mobil yang mempunyai tiga lampu depan ini menjadi salah satu yang tercepat di golongannya, tapi juga yang teririt dalam masalah konsumsi bahan bakar. Ini sebagian besar diraih berkat bodinya yang aerodinamis, hasil rancangan orang yang sama yang merancang kerangka balon raksasa Zeppelin. Dari sejak kemunculan pertamanya, Tatra 87 telah menarik minat banyak begitu orang, dan beberapa fiturnya terbilang sangat maju di zamannya sehingga kemudian ditiru oleh mobil-mobil di masa depan, termasuk Porsche dan Volkswagen. Orang-orang terkenal yang pernah memiliki mobil ini diantaranya adalah si "Rubah Gurun" Erwin Rommel, perancang pesawat Jerman Ernst Heinkel, Marsekal Soviet Andrey Yeryomenko, Raja Farouk I dari Mesir, dan pembawa acara Amerika terkenal Jay Leno.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=228163&p=2075127&hilit=hans+rumpf#p2075127
https://www.forum-der-wehrmacht.de/index.php?user-post-list/22919-siegerland/

Sunday, May 1, 2022

Reinhard Heydrich di Oslo Norwegia

Dengan dipimpin oleh Reinhard Heydrich, para perwira Gestapo (Geheime Staatspolizei), Kripo (Kriminalpolizei) dan SD (Sicherheitsdienst) melakukan ziarah ke Soldatenfriedhof (makam prajurit Jerman) Ekeberg di Oslo, Norwegia. Ini adalah salah satu bagian dari acara kunjungan sang dedengkot polisi rahasia Nazi tersebut ke wilayah pendudukan Norwegia, yang berlangsung dari tanggal 3 s/d 6 September 1941. Heydrich sendiri baru saja melepas jabatannya sebagai perwira Luftwaffe setelah didamprat habis-habisan oleh Panglima SS Himmler gara-gara ketahuan ikut terbang dalam misi tempur ke wilayah musuh, suatu resiko yang tidak perlu bagi seorang petinggi militer SS sepenting dirinya! Sebagai identifikasi bule-bule dalam foto ini, dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Hermann Kluckhohn (Adjutant Chef Reichssicherheitshauptamt), SS-Sturmbannführer Walter Schellenberg (Chef Sicherheitsdienst), tidak dikenal, SS-Brigadeführer und Generalmajor der Polizei Heinrich Müller (Chef Gestapo), SS-Obersturmbannführer Dr. Rudolf "Rolf" Schiedermair (Leiter Abteilung "Allgemeine Staatsverwaltung" in Reichskommissariat Norwegen), tidak dikenal, SS-Gruppenführer Reinhard Heydrich (Chef Reichssicherheitshauptamt), SS-Obersturmbannführer Heinrich Fehlis (Kommandeur Sicherheitspolizei und SD Oslo und Befehlshaber Sicherheitspolizei und SD Norwegen), dan tidak dikenal.

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/File:Fo30141711030060-2_Bekransning_p%C3%A5_%C3%A6reskirkeg%C3%A5rden_p%C3%A5_Ekeberg_september_1941_Heydrich.jpg

Monday, August 10, 2020

Pameran "Der Sieg im Westen" di Wina

Foto ini diambil pada tanggal 18 November 1940, dan memperlihatkan para petinggi Nazi yang sedang meninjau pameran Wehrmacht berjudul "Der Sieg im Westen" (Kemenangan di Barat) yang digelar di Heldenplatz, Wina, Ostmark (Austria). Pameran ini menampilkan rangkaian propaganda yang berkaitan dengan kemenangan gilang-gemilang pasukan Jerman dalam penyerbuan ke Prancis dan Negara-Negara Bawah beberapa bulan sebelumnya. Sebagai identifikasi orang-orang yang ada dalam foto ini adalah, baris depan dari kiri ke kanan: Hugo Jury (Gauleiter Reichsgau Niederdonau und Reichsstatthalter Niederösterreich), Baldur von Schirach (Gauleiter und Reichsstatthalter Reichsgau Wien), Reichsmarschall Hermann Göring (Oberbefehlshaber der Luftwaffe), dan Generalfeldmarschall Wilhelm List (Oberbefehlshaber 12. Armee). Identifikasi tambahan: baris belakang diantara Jury dan Schirach adalah Charakter als Generalmajor Edmund Glaise-Horstenau (General z. b.V. beim Oberkommando der Wehrmacht); yang kepalanya tertutup oleh Göring adalah SS-Gruppenführer Dr.jur. Ernst Kaltenbrunner (Höherer SS- und Polizeiführer Donau); diantara Göring dan List adalah General der Kavallerie Eberhard von Mackensen (Chef des Generalstabes 12. Armee); serta paling kanan di belakang List adalah Generalleutnant Hans Graf von Sponeck (Kommandeur 22. Luftlande-Infanterie-Division).


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=1385037#p1385037
https://www.treasurebunker.com/forums/index.php?/topic/2864-high-quality-color-exceptional-bw-photographs-german-side/

Saturday, August 1, 2020

Theodor Eicke Komandan Divisi Totenkopf di Demyansk

 SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Theodor Eicke (Kommandeur SS-Division Totenkopf) bersama dengan ajudannya, SS-Hauptsturmführer Otto Friedrich (kanan), di wilayah Demyansk pada tanggal 1 Mei 1942, dimana unitnya telah terkepung oleh pasukan Rusia dari sejak tanggal 8 Februari 1942. Dalam Pertempuran tersebut Eicke ikut merasakan penderitaan para prajuritnya. Dia berkemah di tumpukan salju, mengenakan pakaian basah selama berhari-hari, berkali-kali terekspos oleh tembakan musuh, dan memakan ransum yang sama seperti yang diterima oleh prajurit berpangkat paling rendah! Tidak heran kalau anakbuahnya menjadi begitu memuja pimpinan mereka, dan memanggil Eicke dengan sebutan "Papa". Ajudannya Friedrich mempunyai akhir kehidupan yang sama dengan bossnya: mereka berdua tewas saat pesawat yang membawanya jatuh satu tahun kemudian. Pada tanggal 26 Februari 1943, selama berlangsungnya fase awal Pertempuran Ketiga Kharkov, pesawat pengintai ringan Fieseler Fi 156 Storch yang membawa mereka ditembak jatuh oleh senjata anti-pesawat Rusia diantara desa Artil'ne dan Mykolaivka, sekitar 105 kilometers di selatan Kharkov dekat Lozova. Pesawat tersebut jatuh di wilayah yang masih dikuasai oleh pasukan Soviet. Mengetahui kabar mengejutkan tersebut, Divisi Totenkopf mengirimkan beberapa unit kecil berani mati demi untuk menyelamatkan jenazah pemimpin mereka. Mereka akhirnya berhasil setelah kehilangan beberapa orang prajuritnya. Eicke lalu dimakamkan dengan penuh penghormatan di komplek pemakaman divisi di dekat Orelka. Nantinya, setelah pasukan Jerman dipaksa untuk mundur dari Front Timur, sisa-sisa jenazahnya kemudian dipindahkan ke Kiev oleh beberapa orang perwira staff Totenkopf.

Sumber :
https://ritterkreuztraeger.blogspot.com/2020/07/theodor-eicke-in-demyansk.html

Thursday, May 21, 2020

Kurt Waldheim dan Artur Phleps


 
 
Foto ini diambil oleh SS-Kriegsberichter Kollik dan memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Mayor-Jenderal Ercole Roncaglia (Komandan Korps XIV Italia di Montenegro), Leutnant Kurt Waldheim (Geheimdienstoffizier Heeresgruppe E), Oberst Hans Herbert Macholz (Artillerie-offizier Heeresgruppe E), dan SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Artur Phleps (Kommandeur SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division "Prinz Eugen"). Mereka berdiri di antara sayap pesawat pengangkut Fieseler Fi 156 "Storch" di lapangan udara Podgorica, Montenegro, selama berlangsungnya operasi penumpasan Partisan Komunis Yugoslavia yang dinamakan "Fall Schwarz" (Case Black), tanggal 22 Mei 1943. Leutnant Waldheim (21 Desember 1918 - 14 Juni 2007) nantinya menjadi Sekretaris-Jenderal PBB ke-4 (1972-1981), serta Presiden Austria ke-9 (1986-1992)! Foto ini menimbulkan kontroversi ketika dipublikasikan oleh lawan politiknya saat Waldheim mencalonkan diri menjadi Presiden. Di masa Perang Dunia II dia memang menjadi perwira intelijen Wehrmacht yang ditempatkan di Balkan, dan dituduh terlibat - baik secara langsung maupun tidak langsung - dalam beberapa kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Jerman disana. Sekarang balik lagi ke foto: selama berlangsungnya Fall Schwarz, Phleps menjadi frustasi atas kurangnya semangat bertempur pasukan Italia yang menjadi sekutunya. Dalam sebuah pertemuan di bulan Mei 1943, dia bahkan sampai menjuluki Jenderal Roncaglia sebagai "macaroni pemalas"! Tidak cukup sampai disana, dia juga mendamprat Leutnant Waldheim - yang menjadi penterjemah tidak resmi antara kedua belah pihak - karena berusaha memperhalus ucapannya agar tidak menyinggung pihak Italia. Phleps berkata, "Dengarkan Waldheim, aku juga mengerti sedikit bahasa Italia, dan aku tahu bahwa engkau tidak menterjemahkan perkataanku dengan benar!"



Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Artur_Phleps
http://generals.dk/general/Roncaglia/Ercole/Italy.html
http://www.kriegsberichter-archive.com/index.php?/category/35/start-60

Thursday, May 7, 2020

Para Petinggi Nazi Tawanan Sekutu

Para petinggi Nazi dan Axis yang "masuk kantong" tawanan Sekutu di akhir perang tahun 1945: Laksamana Miklós Horthy de Nagybánya (mantan pemimpin Hungaria), SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS und Polizei Karl-Hermann Frank (Panglima SS dan Polizei di Cekoslowakia), Generalfeldmarschall Luftwaffe Albert Kesselring (Panglima pasukan Jerman di Front Mediterania), Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Panglima pasukan Jerman di Front Barat), Generalfeldmarschall Ewald von Kleist (Panglima pasukan Jerman di Front Timur), SS-Obergruppenführer Dr.jur. Arthur Seyss-Inquart (Reichskommissar Jerman di Belanda), Großadmiral Karl Dönitz (Pemimpin terakhir Nazi Jerman), dan Reichsmarschall Hermann Göring (Panglima Luftwaffe).

Di akhir Perang Eropa bulan Mei 1945, Saat pasukan Inggris memperlakukan petinggi Nazi Jerman yang menjadi tawanan mereka dengan penuh ketegasan, pihak Amerika Serikat terlihat sedikit lebih lunak dan malah terkesan mempertahankan status tawanan mereka sebagai seorang "selebritas" yang mendapatkan fasilitas mewah seperti sebelumnya. Pentagon ternyata tidak terkesan oleh perlakuan ini. Pada tanggal 13 Mei 1945 Jenderal Dwight Eisenhower (Panglima Pasukan Gabungan Sekutu di Eropa) mendapat telegram pedas dari atasannya, Jenderal George C. Marshall (Kepala Staff Angkatan Darat Amerika Serikat), yang mempertanyakan mengenai "Keramahtamahan Goering" yang mengganggu publik di tanah air. Pada tanggal 14 Mei Eisenhower mengirimkan pesan kabel kepada Panglima 12th Army Group, 3rd Army dan 7th Army, yang berisi larangan "bergaul" dengan setiap orang Jerman, baik militer maupun sipil. Ternyata banyak pelanggaran yang ditemukan berkaitan dengan hal tersebut. Inspektur-Jenderal 7th Army sendiri menemukan 10 kasus "pergaulan terlarang" semacam itu, yang melibatkan 10 orang jenderal Amerika! Tiga bulan kemudian, sebuah rekomendasi dari atas diberikan agar tidak memperpanjang masalah tersebut karena peraturannya dianggap sudah usang seiring dengan berakhirnya peperangan. Tapi tidak demikian halnya dengan 60 kasus serupa yang menimpa prajurit kelas "ecek-ecek": mereka semuanya dibawa ke mahkamah militer Angkatan Darat Amerika dan mendapatkan hukuman yang beragam, dengan yang terberat diantaranya adalah kurungan selama enam bulan dan kehilangan dua pertiga gajinya!



Sumber :
https://www.uglyhedgehog.com/t-285946-1.html
https://www.youtube.com/watch?v=MaIYUxCRfTU

Sunday, May 3, 2020

Prajurit SS Berfoto di Depan Istana Sanssouci

 Para prajurit dan perwira dari SS-Panzerkorps (bersama dengan istri-istri mereka) berfoto bareng di depan istana bersejarah Sanssouci peninggalan Friedrich der Große, yang terletak di Potsdam, Berlin. Foto ini diambil pada bulan April 1943, tak lama setelah berakhirnya Pertempuran Ketiga Kharkov di Ukraina. Sebagai penghargaan atas kemenangan mereka melawan Tentara Merah dalam pertempuran tersebut, sebagian personil SS-Panzerkorps (LSSAH, Das Reich dan Totenkopf) diizinkan untuk mengadakan kunjungan wisata di sekitar kota Berlin, sebuah kunjungan yang diliput secara luas oleh mesin-mesin propaganda Nazi. Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz) yang berpose di tengah bersama dengan istrinya adalah SS-Untersturmführer Heinz Macher (Führer 16.Kompanie / SS-Panzergrenadier-Regiment “Deutschland” / SS-Panzergrenadier-Division “Das Reich”), sementara di sebelah kanannya adalah SS-Sturmbannführer Hugo Kraas (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang diikuti oleh adiknya, SS-Hauptsturmführer Boris Kraas (Chef 7.Batterie / SS-Artillerie-Regiment 3 / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf"), yang menggandeng lengan istrinya. Ada satu lagi adik Hugo Kraas yang nongol dalam foto ini yaitu Helmut-Albrecht Kraas, yang mengenakan seragam Hitlerjugend dan tangannya berada di atas Macher dan istrinya (pada saat foto ini diambil, si bungsu dari tujuh bersaudara Kraas ini masih menempuh pendidikan di NAPOLA). Di sebelah kanan Helmut-Albrecht Kraas - terselingi oleh seorang bintara yang mengenakan seragam Sturmartillerie) adalah SS-Hauptsturmführer Hermann Buchner (Chef 9.Kompanie / III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 5 / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf"). Terakhir, yang memakai seragam Heer paling kiri adalah Hauptmann Emil Kraas (Chef 3.Kompanie / Pionier Bataillon 253 / 253.Infanterie-Division), adik Hugo Kraas yang lain!


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=92738

Thursday, March 5, 2020

Hermann Fegelein dan Gretl Braun

Pasangan suami istri SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Hermann Fegelein (Verbindungsoffizier zwischen dem Reichsführer-SS und dem Führerhauptquartier) dengan Margarete Berta "Gretl" Braun di hari pernikahan mereka, tanggal 3 Juni 1944. Keduanya adalah orang dekat Hitler (Fegelein adalah Perwira Penghubung Himmler di Führerhauptquartier, sementara Gretl adalah kakak dari Eva Braun kekasih Hitler). Pernikahan mereka diselenggarakan di Salzburg (Austria), sementara resepsinya di Obersalzberg (Jerman). Bisa dibilang bahwa ini adalah sebuah pernikahan politis yang dirancang oleh Fegelein untuk tambah meningkatkan karir militernya (seperti yang disebutkan dalam buku karangan Ian Kershaw dan William L. Shirer). Sang oportunis SS dikenal sebagai seorang playboy dan banyak mempunyai affair dengan wanita lain. Sekretaris Hitler, Christa Schroeder dan Traudl Junge, mengenang bahwa Fegelein adalah seorang pria yang cukup populer secara sosial, terutama di kalangan para wanita. Dia tampan, terpandang, dan merupakan seorang pahlawan perang. Dalam hal kepribadiannya, Fegelein juga dikenal sebagai seorang yang humoris, enak diajak berbicara, serta pandai memikat lawan jenis. Eva Braun, kakak iparnya, bisa dibilang senang sekali mempunyai seorang teman baru yang bisa diajak dansa-dansi serta bersenang-senang, karena Hitler tidak terlalu suka bersosialisasi dalam pesta dan tidak pernah terbuka dalam hal perasaan pribadi. Hermann Fegelein berusaha keras untuk menjalin persahabatan dengan sekretaris Hitler yang berkuasa, Martin Bormann. Dia secara rutin menghadiri acara minum-minum di kediaman Bormann, dan sekali pernah mengatakan kepada Junge bahwa yang paling penting dalam hidupnya hanyalah "karir dan bersenang-senang"! Persahabatan antara Fegelein dan Bormann sirna di hari-hari terakhir bulan April 1945 saat suami Gretl tersebut ketahuan desersi dari Führerbunker, dan ditemukan dalam pelukan wanita lain yang bukan istrinya. Martin Bormann lah yang kemudian memerintahkan agar Fegelein dihukum mati oleh pasukan penjaga SS yang menangkapnya! Pasangan Fegelein-Gretl dikaruniai seorang putri, Eva Fegelein, yang lahir pada tanggal 5 Mei 1945, berselang hanya satu minggu setelah ayahnya dieksekusi. Sang anak nantinya meninggal karena bunuh diri pada tahun 1971 akibat dilanda kesedihan yang mendalam setelah kekasihnya meninggal dalam kecelakaan lalulintas. Gretl Braun sendiri kemudian menikah untuk kedua kalinya pada tahun 1954, dan meninggal dunia dengan tenang pada tahun 1987 di usia 72 tahun


Sumber :
https://alifrafikkhan.blogspot.com/2020/03/pernikahan-hermann-fegelein-dan-gretl.html

Saturday, February 8, 2020

Pengadilan Penjahat Perang Jerman di Riga

Pembacaan keputusan dalam pengadilan militer para perwira tinggi Wehrmacht dan SS di Riga (Latvia), yang berlangsung pada hari minggu tanggal 3 Februari 1946. Wajah-wajah mereka yang murung luar biasa bukannya tanpa alasan: mereka telah dijatuhi hukuman mati oleh Distrik Militer Baltik Soviet dengan cara digantung di depan umum, dan dilaksanakan di bekas Ghetto Riga pada hari yang sama! Para terpidana tersebut adalah, dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer Friedrich Jeckeln (Kommandierender General V. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Korps), Generalmajor Hans Paul Küpper (Kommandant von Dünaburg), Generalleutnant Siegfried Ruff (Kommandant Festungen Riga und Ventspils), SA-Standartenführer Alexander Böcking (Gebietskommissar in Estland), Generalleutnant Wolfgang von Ditfurth (Kommandeur 403. Sicherungs-Division), Generalleutnant Albrecht Baron Digeon von Monteton (Kommandeur 391 Sicherungs-Division z.b.V. und der 52. Sicherungs-Division und der Festung Liebau), dan Generalmajor Bronislaw Pawel (Kommandeur der Kriegsgefangenen beim Wehrmachtsbefehlshaber Ostland). Sebenarnya ada perwira Jerman lain yang dijatuhi hukuman mati di hari dan tempat yang sama, namun entah kenapa mereka tidak nongtot dalam foto ini: Generalmajor Friedrich Werther (Kommandant der 189. und der 186. Kommandantur, Chef der Befestigungsanlagen von Riga und Jurmala und Kommandeur der Uferverteidigung an der Rigaer Bucht), SS-Sturmbannführer Georg Sauer (Kommandeur des KZ Kaiserwald), dan Leutnant Hans Buchholz (Kommandeur eines SS-Kommandos). Uniknya, sumber lain menyebutkan bahwa Wolfgang von Ditfurth berhasil lolos dari hukuman meskipun tak lama kemudian meninggal di penjara tanggal 22 Maret 1946. Penyebabnya secara resmi dinyatakan sebagai: gagal jantung akibat komplikasi aterosklerosis, nephrosis nephritic dan kegagalan koroner


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=147412&hilit=jeckeln+execution&start=15

Wednesday, December 4, 2019

Foto Berwarna Alfred-Ingemar Berndt

 SS-Brigadeführer Alfred-Ingemar Berndt (22 April 1905 - 28 Maret 1945) adalah seorang jurnalis, penulis, dan kolaborator setia dari Menteri Propaganda Nazi Jerman Joseph Goebbels. Berndt menuliskan pengalamannya tentang penyerbuan Jerman atas Prancis dalam buku "Tanks Break Through!", dan dianggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab dalam menciptakan mitos propaganda tentang ketangguhan "Si Rubah Gurun" Erwin Rommel di medan perang Afrika Utara. Meskipun telah menjadi pejabat di Kementerian Propaganda dari masa awal berkuasanya Hitler di tahun 1933, Berndt rela melepaskan zona nyamannya untuk kemudian mendaftar sebagai sukarelawan Wehrmacht (Angkatan Bersenjata Jerman) saat Perang Dunia II pecah, dengan pangkat sebagai prajurit biasa! Setelah kesuksesan Blitzkrieg di Barat pada tahun 1940, Berndt balik lagi ke pekerjaan lamanya sebagai penulis dan jurnalis. Pada bulan Mei 1941 dia kembali ke front, dan kali ini bersama dengan Rommel di Afrika. Berndt - yang mempunyai enam jari di salah satu kakinya (!) - dipercaya untuk menjadi reporter propaganda sekaligus mengisi buku harian Rommel. Meskipun tak lama kemudian dia dipanggil pulang oleh Goebbels, Berndt tetap tidak meninggalkan Afrikakorps, dan bolak-balik Jerman-Afrika sampai akhirnya Rommel terusir dari sana di tahun 1943. Berndt kemudian melanjutkan tugasnya sebagai pakar propaganda, dan dipercaya untuk menulis tentang Pertempuran Stalingrad, penyerahan pasukan Jerman di Tunisia serta Pembantaian Katyn. Pada tanggal 24 Mei 1944, dua minggu sebelum Sekutu mendarat di Normandia, dia menembak mati seorang pilot Amerika yang tertangkap oleh Jerman. Tindakannya jelas-jelas telah melanggar hukum perang yang telah ditetapkan oleh Konvensi Jenewa, tapi Berndt tak pernah dihadapkan ke mahkamah militer karena keburu tewas dalam pertempuran di Hungaria. Ternyata dia telah mendaftar sebagai sukarelawan perang untuk kesekian kalinya, dan kali ini ditugaskan ke Divisi Wiking sebagai seorang perwira Waffen-SS! Medali dan penghargaan yang telah diterimanya: Julleuchter der SS (16 Desember 1935); SS Zivilabzeichen Nr. 80734; Deutsche Olympia Ehrenzeichen I.Klasse (16 Agustus 1936); SA Sportabzeichen; Goldenes Hitlerjugend Ehrenzeichen; Traditions Gau Abzeichen; Medaille zur Erinnerung an den 13 März 1938; Medaille zur Erinnerung an den 1 Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”; Eisernes Kreuz II.Klasse (27 Mei 1940) und I.Klasse (6 Juni 1940); Verwundetenabzeichen in Schwarz (Juni 1940) und in Silber (3 Juli 1942), Medaglia d'Argento al Valore Militare Italia (2 Juli 1941); Grande Ufficiale dell’Ordine della Corona d’Italia; Deutsch-italienische Feldzugsmedaille Afrika; Allgemeines-Sturmabzeichen (1942); Ungarisches Grossoffizierkreuz des Verdienstorden; Goldenes Ehrenzeichen der NSDAP (30 Januari 1943), Ärmelband "Afrika"; Kriegsverdienstkreuz II.Klasse mit Schwertern und Kriegsverdienstkreuz I.Klasse ohne Schwerter; serta Dienstauszeichnung der NSDAP in Silber


Sumber :
Foto koleksi pribadi Douglas E. Nash
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=50844&start=15

Wednesday, June 12, 2019

Kunjungan Jenderal Finlandia ke Divisi SS Wiking

 Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Herbert Otto Gille (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking"), Letnan-Jenderal Harald Öhquist (perwakilan Panglima Angkatan bersenjata Finlandia di Komando Tinggi Angkatan Darat Jerman), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking"), Mayor Esko Riekki (mantan kepala Polisi Rahasia Finlandia yang kemudian menjadi pengorganisir utama gerakan pengumpulan sukarelawan SS asal negaranya), serta SS-Hauptsturmführer Friedrich Meyer (Adjutant SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking"). Foto ini diambil di Front Timur antara tanggal 27 s/d 30 Agustus 1941, saat kunjungan Jenderal Öhquist kepada para sukarelawan asal Finlandia yang tergabung dalam SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Ketika sebagian terbesar dari "Finnische Legion" masih menjalani pelatihan di Gross Born (Jerman), sekitar 200 orang sukarelawan yang telah mempunyai pengalaman tempur kemudian didistribusikan terlebih dahulu ke unit-unit yang berbeda dari Divisi Wiking. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan para sukarelawan veteran ini, karena mereka inginnya dikumpulkan di satu unit yang sama, dan mereka juga menganggap bahwa sebagian perwira dan bintara Jerman telah memandang rendah terhadap kemampuan mereka. Untuk meredakan keresahan ini, didatangkanlah Öhquist ke wilayah operasional Wiking di Rusia. Selama masa kunjungannya yang berlangsung selama empat hari tersebut, sang jenderal Finlandia menampung keluhan para rekan senegaranya sekaligus melihat dari dekat kondisi kesejahteraan mereka


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=59&t=242010&p=2207825#p2207825

Sunday, April 28, 2019

Penganugerahan Medali untuk Para Perwira Divisi SS Nordland

Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz serta Deutsches Kreuz in Gold untuk para anggota 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland", yang diselenggarakan di Hungerburg, Austria, pada tanggal 12 Maret 1944. Yang menyerahkan medali adalah SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (mit der Führung beauftragt III. SS-Panzerkorps). Para penerima, dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Albrecht Krügel (Kommandeur II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 23 "Norge"), SS-Hauptsturmführer Rudolf Saalbach (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 11 "Nordland"), SS-Untersturmführer der Reserve Georg Langendorf (Führer 5.(schwere)Kompanie / SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 11 "Nordland"), dan SS-Obersturmführer der Reserve Heinz Fechner (Chef 3.Kompanie / I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 23 "Norge"). Tiga yang pertama (Krügel, Saalbach dan Langendorf) mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, sementara Fechner mendapatkan Deutsches Kreuz in Gold. Kendaraan Schützenpanzerwagen Sd.Kfz. 251/9 Ausf.D "Stummel" di latar belakang adalah milik dari 5.Kompanie / SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 11 "Nordland". BTW, "mit der Führung beauftragt" artinya adalah "Pimpinan Sementara". Komandan-Jenderal III. SS-Panzerkorps (germanische) aslinya adalah Felix Steiner, tapi dari tanggal 25 Februari s/d 16 April 1944 dia mengambil cuti panjang karena sedang sakit keras, sehingga posisinya digantikan oleh Kleinheisterkamp sampai kondisinya pulih kembali.





Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2013/11/album-foto-upacara-penyerahan.html