Showing posts with label Wilayah Salju. Show all posts
Showing posts with label Wilayah Salju. Show all posts

Sunday, July 10, 2022

Ernst Busch di Depan BMW 335

Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) berfoto dengan Oberst Erich Jaschke (kanan, Kommandeur Infanterie-Regiment 90 / 20.Infanterie-Division) di depan mobil BMW 335 berwarna krem. Foto ini kemungkinan besar diambil di front Volkhov, utara Front Timur, pada musim dingin tahun 1941/42. Pada saat itu pihak Jerman belum lagi dilengkapi dengan pakaian dan perlengkapan putih musim dingin, sehingga mereka memakai mantel standar Wehrmacht atau aneka pakaian tebal lainnya yang bisa mereka dapatkan di lapangan.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=23&t=174130&hilit=k%C3%BCchler

Saturday, October 30, 2021

Prajurit Flak-Regiment 3 Menikmati Ransum Mereka di Musim Dingin

Foto berwarna asli koleksi Akira Takiguchi ini memperlihatkan para prajurit dari Flak-Regiment 3 yang sedang menikmati jatah ransum mereka di tengah dinginnya cuaca bersalju. Banyak hal menarik yang bisa terlihat disini: helm dengan dekal ganda, mantel dengan tanda pangkat di pundak, serta detail perlengkapan lapangan lainnya. Bila diperhatikan lebih lanjut, maka kita juga bisa melihat bahwa prajurit di sebelah kiri mengenakan mantel dengan kragenspiegel (tanda pangkat kerah) Luftwaffe tanpa gambar sayap seperti umumnya! Flak-Regiment 3 sendiri dibentuk pada tanggal 1 Oktober 1936 di wilayah Weimar, meskipun tak lama kemudian dipindahkan ke Königsberg. Pada tanggal 15 Juni 1939 unit ini dinamai ulang menjadi Stab Flak-Regiment 11, ditempatkan kembali di Weimar pada bulan Desember 1939, dan dipindahkan ke Stettin pada tahun 1941 di bawah komando Luftgau III. Disini unit ini berubah nama kembali menjadi Flakgruppe Stettin. Saat situasi perang tambah memburuk, pada tahun 1945 prajurit-prajuritnya digunakan sebagai pasukan darat dalam pertempuran melawan Tentara Merah di wilayah Pölitz dekat Stettin, sebagai bagian dari 6. Flak-Brigade.

Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
http://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Gliederungen/FlakRegimenter/FR3-R.htm
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/forum/wehrmacht-era-militaria/photos-and-paper-items-forum/935046-post-your-atmospheric-photos?p=11771809#post11771809

Sunday, May 17, 2020

Parade Militer 999. leichte Afrika-Division

Upacara pengambilan sumpah para prajurit-prajurit baru 999. leichte Afrika-Division yang diselenggarakan di Heuberg, Jerman, pada bulan Januari 1943. Divisi ini pertama kali dibentuk pada bulan Oktober 1942 sebagai sebuah unit hukuman, dimana para tahanan kriminal dan politik - ditambah dengan prajurit-prajurit yang desersi atau mbalelo - dikumpulkan dalam sebuah kesatuan, dan rencananya akan dikirim untuk bertempur melawan pasukan Sekutu di Afrika Utara. Kloter pertama telah tiba pada awal tahun 1943, hanya sayangnya Tunisia keburu menyerah beberapa bulan kemudian - bersama dengan ratusan ribu pasukan Poros yang ada disana - sehingga sisa sebagian besar anggota 999. leichte Afrika-Division dialihkan untuk bertugas sebagai pasukan pendudukan di Yunani yang sama-sama beriklim tropis. Divisi ini kemudian dibubarkan pada bulan Mei 1943, dan sisa-sisa anggotanya dilebur ke dalam unit-unit yang berbeda. Karena sebagian anggotanya adalah mantan tahanan politik yang sebelumnya dipenjara karena aktivitas anti-Nazi mereka, maka tak heran bila aktivitasnya "kambuh" kembali di tempat yang baru. Beberapa diantaranya, seperti Falk Harnack dan Wolfgang Abendroth, malah kabur dan bergabung dengan pihak musuh dalam memerangi pasukan Jerman! Dalam pertempuran melawan tentara Amerika di Afrika Utara sendiri, semangat bertempur sebagian prajurit 999. leichte Afrika-Division sudah berada di titik nadir, sehingga mereka hanya melawan seadanya sebelum kemudian mundur atau menyerah. Tak heran bila di sepanjang eksistensinya, hanya satu orang anggota divisi ini yang mendapatkan medali keberanian yang cukup bergengsi, yaitu Oberstleutnant Gotthold Wolf (Kommandeur Infanterie-Regiment 961) yang dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 12 Mei 1943. Tercatat ada tiga orang yang pernah menjadi Komandan 999. leichte Afrika-Division dari bulan Oktober 1942 s/d Mei 1943: Oberst Heinz Karl von Rinkleff (Oktober 1942 - 2 Februari 1943), Generalleutnant Kurt Thomas (2 Februari 1943 - 1 April 1943), dan Generalmajor Ernst-Günther Baade (2 April 1943 - 13 Mei 1943)


Sumber :
https://enanosin.wordpress.com/category/world-war-two-history/

Sunday, January 12, 2020

Kereta Luncur Anjing Wehrmacht

 Unit Schlittenhunde alias kereta luncur berpenarik anjing dari 6. Gebirgs-Division. Unit satu-satunya di seantero Wehrmacht ini dibentuk oleh sukarelawan asal Swedia bernama Åke Aspegrén. Aspegrén adalah seorang peternak anjing ternama di negaranya, dan tim kereta luncur anjingnya telah banyak diberitakan dalam berbagai majalah serta penerbitan lainnya di masa sebelum pecahnya Perang Dunia II. Pada awalnya dia bergabung dengan unit sukarelawan asal Swedia yang rencananya akan dikirimkan ke Finlandia untuk membantu melawan invasi Soviet dalam Perang Musim Dingin 1939/40, tapi konfrontasi bersenjata keburu berakhir sebelum mereka sempat mencicipi pertempuran. Saat Finlandia berperang kembali dengan musuh lamanya di tahun 1941, Aspegrén mengajukan diri lagi untuk menjadi sukarelawan, hanya kali ini dia lebih memilih untuk bergabung dengan pasukan Wehrmacht di Skandinavia, yang dianggapnya lebih mempunyai sumber daya manusia, perlengkapan dan senjata dalam perang musim dingin melawan Tentara Merah. Permintaannya untuk bergabung diterima pada akhir tahun 1941, dan Aspegrén tiba di Finlandia di awal tahun 1942. Konsep kereta luncur yang ditarik anjing sendiri pertama kalinya diujicoba di lingkungan internal Gebirgsjäger-Regiment 141. Ketika eksperimennya terbukti berhasil, dibentuklah sebuah unit kereta luncur anjing terpisah yang berada di bawah komando Aspegrén. Unit ini terutama sekali digunakan untuk mendukung operasi-operasi militer kecil di belakang garis pertahanan musuh, serta berperan sebagai unit reaksi-cepat dalam pertempuran-pertempuran di wilayah yang dipenuhi oleh salju


Sumber :
https://www.axishistory.com/books/150-germany-heer/heer-divisionen/3200-6-gebirgs-division#

Monday, December 23, 2019

Pasukan Bermotor dari 1. Gebirgs-Division di Yugoslavia

 Bagaikan longsoran salju, konvoy putih pasukan bermotor BMW R75 dari 1. Gebirgs-Division menuruni bukit Sandžak - yang tertutup oleh es - dalam perjalanan menuju wilayah yang dikuasai oleh Partisan Yugoslavia dari Divisi Proletar ke-2, dalam sebuah permulaan dari operasi militer di bulan Desember 1943 yang dinamakan "Kugelblitz" (Bola Petir), yang aslinya adalah suatu fenomena alam yang mematikan dan kemunculannya selalu tidak terduga. Serangan Jerman berkekuatan 75.000 orang tersebut memang terjadi secara tiba-tiba, kuat dan mematikan: dalam pertempuran di Prijepolje, di hari pertama operasi, Brigade Šumadija ke-1 - yang sama sekali tak menduga akan adanya serangan berskala besar - kehilangan dua pertiga anggotanya. Pihak Partisan berusaha bertahan mati-matian, hanya untuk terbantai dalam skala besar, dan sebagian anggotanya yang panik lalu berterjunan ke sungai hitam Lim yang membeku dan menghilang tanpa jejak disana. Pembantaian unit-unit Partisan kemudian berlanjut di hari kedua operasi. Aliando bawakan kutipan ocehan dari Miodrag Milovanović Lune (Wakil Komandan Brigade Proletar ke-2): "Pihak Jerman berhasil melakukan terobosan di pagi hari dan menyerbu Pljevlja dari arah jalan. Pada pukul dua siang mereka sudah berada disana. Mereka membuat terkejut orang-orang kami di Jabuka saat menyergap seluruh konvoy manusia dan kendaraan pengangkut suplai di jalan raya. Orang-orang kami tak dapat mempercayai bahwa tank yang mereka lihat adalah milik Jerman, dan beberapa diantaranya - yang tidak tahu - bahkan berusaha melambaikan tangan pada tank-tank tersebut untuk mencari tumpangan! Sementara itu pihak Jerman, gerombolan bandit dan tukang jagal itu, membunuh siapapun yang mereka mau. Mereka cukup duduk di tank-tank mereka dan menembaki kami dengan pistol layaknya pemburu! Dengan sengaja mereka berteriak dan mengajak kami supaya naik tank mereka, sambil menuruni jalanan menuju konvoy kami, sementara orang-orang kami - saat melihat kedatangan tank-tank tersebut - langsung berlarian ke segala arah!"


Sumber :
https://www.instagram.com/p/B6aTdDlhaji/

Friday, February 8, 2019

Jagoan Panzer Michael Wittmann dan Awak Tanknya

 SS-Untersturmführer Michael Wittmann (depan, Zugführer di 13.Kompanie (schwere) / IV.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 1 / 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") berfoto dengan bangga bersama dengan awak Panzerkampfwagen VI Tiger I Ausf.F "S04" kepercayaannya, dari kiri ke kanan: SS-Panzerschütze Sepp Rößner (Ladeschütze), SS-Panzerschütze Werner Irrgang (Funker), SS-Rottenführer Bobby Woll (Richtschütze), dan SS-Sturmmann Eugen Schmidt (Fahrer). Terlihat 88 buah cincin kemenangan di laras meriam mereka, yang menunjukkan jumlah 88 tank yang telah dihancurkan sampai sejauh ini. Foto diatas sendiri diambil pada tanggal 14 Januari 1944 di Vinnitsa (Ukraina), pada saat upacara penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Wittmann dan penembak meriamnya, Woll. Sebenarnya rekomendasi pemberian Ritterkreuz - yang dikirimkan oleh SS-Oberführer Theodor "Teddy" Wisch (Kommandeur 1. SS-Panzer-Division LSSAH) kepada Oberkommando der Wehrmacht (OKW) pada tanggal 10 Januari 1944 sebelumnya - "hanya" mencantumkan jumlah kemenangan Wittmann di angka 66, tapi dahsyatnya: di masa empat hari - antara pengiriman proposal dan pemberitahuan resmi bahwa proposal telah disetujui - sang jagoan panzer "mengamuk" dan menghancurleburkan tidak kurang dari 22 tank tambahan sehingga mengerek skor kemenangannya menjadi total 88 buah!


Sumber :
https://ww2images.blogspot.com/2019/02/ritterkreuz-award-ceremony-for-michael.html