Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Thursday, May 7, 2020

Marsekal Rundstedt dalam Tahanan Amerika

 Pada tanggal 1 Mei 1945 Marsekal Gerd von Rundstedt, mantan Panglima pasukan Jerman di Front Barat, ditangkap di Bad Tölz (Bavaria) oleh pasukan Amerika Serikat dari 36th Infantry Division bersama dengan anaknya, Hans von Rundstedt. Foto ini diambil di Augsburg pada tanggal 6 Mei 1945 dan memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Leutnant Dr. Hans Gerd von Rundstedt, Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt, dan Letnan-Jenderal Alexander "Sandy" patch, Jr (Panglima 7th Army Amerika Serikat). Diantara ketiga orang ini, sang Marsekal Jerman lah yang berusia paling tua (69 tahun), tapi takdir menentukan bahwa dia hidup lebih lama dari dua orang yang berada di kiri dan kanannya: Jenderal Patch meninggal dunia hanya beberapa bulan setelah foto ini diambil - tepatnya pada tanggal 21 November 1945 - akibat dari penyakit paru-paru basah yang dideritanya, hanya berselang dua hari sebelum ulangtahunnya yang ke-56! Sementara itu, anak satu-satunya dari sang Marsekal, Hans, meninggal dunia pada tanggal 12 Januari 1948 akibat dari kanker tenggorokan (yang telah dideritanya dari tahun 1946), hanya berselang sembilan hari sebelum ulangtahunnya yang ke-44! Gerd von Rundstedt sendiri menyusul anak tercintanya lima tahun kemudian dalam usia 77 tahun - tepatnya pada tanggal 24 Februari 1953 - akibat dari penyakit jantung yang dideritanya. Beberapa bulan sebelumnya dia telah kehilangan pula istrinya, Luise "Bila" von Goetz, yang meninggal pada bulan Oktober 1952


Sumber :
http://www.specialcamp11.co.uk/Leutnant%20Hans%20Gerd%20von%20Rundstedt.htm
https://www.worthpoint.com/worthopedia/wwii-1945-press-photo-augsburg-525215150

Sunday, May 3, 2020

Prajurit SS Berfoto di Depan Istana Sanssouci

 Para prajurit dan perwira dari SS-Panzerkorps (bersama dengan istri-istri mereka) berfoto bareng di depan istana bersejarah Sanssouci peninggalan Friedrich der Große, yang terletak di Potsdam, Berlin. Foto ini diambil pada bulan April 1943, tak lama setelah berakhirnya Pertempuran Ketiga Kharkov di Ukraina. Sebagai penghargaan atas kemenangan mereka melawan Tentara Merah dalam pertempuran tersebut, sebagian personil SS-Panzerkorps (LSSAH, Das Reich dan Totenkopf) diizinkan untuk mengadakan kunjungan wisata di sekitar kota Berlin, sebuah kunjungan yang diliput secara luas oleh mesin-mesin propaganda Nazi. Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz) yang berpose di tengah bersama dengan istrinya adalah SS-Untersturmführer Heinz Macher (Führer 16.Kompanie / SS-Panzergrenadier-Regiment “Deutschland” / SS-Panzergrenadier-Division “Das Reich”), sementara di sebelah kanannya adalah SS-Sturmbannführer Hugo Kraas (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang diikuti oleh adiknya, SS-Hauptsturmführer Boris Kraas (Chef 7.Batterie / SS-Artillerie-Regiment 3 / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf"), yang menggandeng lengan istrinya. Ada satu lagi adik Hugo Kraas yang nongol dalam foto ini yaitu Helmut-Albrecht Kraas, yang mengenakan seragam Hitlerjugend dan tangannya berada di atas Macher dan istrinya (pada saat foto ini diambil, si bungsu dari tujuh bersaudara Kraas ini masih menempuh pendidikan di NAPOLA). Di sebelah kanan Helmut-Albrecht Kraas - terselingi oleh seorang bintara yang mengenakan seragam Sturmartillerie) adalah SS-Hauptsturmführer Hermann Buchner (Chef 9.Kompanie / III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 5 / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf"). Terakhir, yang memakai seragam Heer paling kiri adalah Hauptmann Emil Kraas (Chef 3.Kompanie / Pionier Bataillon 253 / 253.Infanterie-Division), adik Hugo Kraas yang lain!


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=92738

Tuesday, March 24, 2020

Gerd dan Reinhard Suhren

 Suhren Bersaudara yang sama-sama merupakan Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari U-bootwaffe, dalam sebuah foto yang diambil pada tahun 1940-1941. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant (Ing.) Gerd Suhren (16 Mei 1914 - 6 Mei 1991) dan Oberleutnant zur See Reinhard "Teddy" Suhren (16 April 1916 - 25 Agustus 1984). Sang kakak Gerd yang pertama kali mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 21 Oktober 1940 sebagai seorang LI (Leiter-Ingenieur alias Kepala Mesin) di U-37 (dia tercatat sebagai perwira mesin pertama di seantero Kriegsmarine yang mendapatkan medali bergengsi tersebut!). Adiknya Reinhard menyusul tak lama kemudian, pada tanggal 3 November 1940, sebagai seorang 1. Wachoffizier (Perwira Pengawas Pertama) di U-48, kapal selam Jerman paling sukses dalam Perang Dunia II. Prestasi Reinhard tidak mentok disitu saja, karena ketika diberi kepercayaan untuk menjadi komandan kapalnya sendiri, U-564, dia "menggila" dengan menenggelamkan 19 kapal (dengan satu diantaranya kapal perang) yang dicatatkannya hanya dalam jangka waktu kurang lebih satu tahun saja! Atas prestasinya yang tidak main-main tersebut, Reinhard diganjar dengan dua medali tambahan untuk Ritterkreuz-nya: Eichenlaub (31 Desember 1941) dan Schwerter (1 September 1942). Kedua bersaudara ini selamat sampai dengan akhir perang. Saat sang kakak Gerd melanjutkan karir militernya di Bundesmarine (Angkatan Laut Jerman Barat), Reinhard memilih untuk menolak berkali-kali ajakan untuk bergabung di satuan yang sama, dengan menyatakan secara tegas bahwa dia tidak sudi bertugas di sebuah institusi militer yang memandang semua mantan prajurit Wehrmacht sebagai sekumpulan kriminal belaka!


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/02/album-foto-tokoh-third-reich-dan.html

Sunday, June 30, 2019

Pernikahan Jagoan Luftwaffe Werner Mölders

 Momen pernikahan jagoan udara Luftwaffe Oberst Werner Mölders (General der Jagdflieger) dengan pasangannya yang cantik jelita, Luise Baldauf-Thurner, yang diselenggarakan di Königstein (Sachsen/Jerman) pada tanggal 13 September 1941. Nyelip di tengah-tengah pasangan pengantin yang berbahagia kemungkinan adalah Oberst Max Ibel (Jagdfliegerführer 3), sementara perwira Heer yang berada di belakang Luise adalah Fritz von Forell, teman dekat Mölders yang pada tahun 1941 menulis buku tentang sang jagoan Luftwaffe berjudul "Mölders und seine Männer" (Mölders dan anakbuahnya). Di sebelah kanan Mölders adalah ibu tercintanya, Annemarie, sementara di sebelah kiri Luise adalah orangtuanya (ayahnya adalah seorang perwira RAD). Ayah Mölders sendiri, Victor, adalah seorang guru sekolah biasa yang gugur sebagai pahlawan Jerman dalam pertempuran di Hutan Argonne (Prancis) dalam kancah Perang Dunia Pertama di tahun 1915. Tragisnya, hanya berselang dua bulan setelah foto ini diambil - tepatnya pada tanggal 22 November 1941 - Werner Mölders, sang jagoan udara terbaik Jerman sampai saat itu, tewas dalam kecelakaan udara, bukan sebagai pilot tempur melainkan saat sedang menjadi penumpang dalam pesawat Heinkel He 111 di dalam perjalanan menuju Berlin untuk menghadiri upacara pemakaman Generaloberst Ernst Udet yang mati bunuh diri!


Sumber :
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=986502

Tuesday, March 27, 2018

Prajurit Jerman dan Istrinya

Seorang prajurit Jerman bersama dengan istrinya melihat sebuah sketsa yang berisikan gambar sang istri. Di lengan si prajurit kita bisa melihat chevron untuk pangkat Obergefreiter, yang setara dengan pangkat Kopral Kepala dalam sistem kepangkatan TNI. Dalam Perang Dunia II, pemegang pangkat ini biasanya bertanggungjawab untuk memimpin unit setingkat regu (3-5 orang), atau untuk mereka yang mempunyai pangkat Gefreiter tapi telah memperlihatkan kemampuan yang menonjol dalam pertempuran. Seorang Obergefreiter tidak tergolong ke dalam pangkat bintara atau calon perwira (Unteroffizier). Dalam foto ini, kita juga bisa melihat pita Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" (Ostmedaille), yang diberikan kepada anggota militer Jerman yang berpartisipasi dalam pertempuran musim dingin tahun 1941/42 di Rusia. Karenanya, kita bisa mengetahui bahwa foto ini diambil setidaknya dalam rentang waktu 1942 s/d 1945. 



Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.co.id/2018/03/german-soldier-watching-drawing-of-his.html