Monday, August 8, 2022

Prajurit Jerman Membawa Bahan Peledak Ringan

Prajurit Jerman satu ini berlari kecil sambil sedikit membungkuk diantara deretan parit pertahanan, dalam sebuah foto propaganda yang dibuat pada musim dingin tahun 1943. Tiga kotak kecil yang dibawanya adalah bom berdaya ledak rendah yang direkat menjadi satu, kemungkinan dari jenis Gebalte Ladung atau Sprengbüchse 24 yang sama-sama mempunyai berat 3 kilogram. Bila kita perhatikan lebih lanjut, terdapat beberapa lubang di setumpuk stielhandgranaten 24 yang dibawanya. Ini karena granat-granat tersebut adalah khusus dibuat untuk kepentingan latihan. Dikenal dengan nama resmi "Übungs-Stielhandgranate 24" (granat tongkat latihan), granat dari jenis satu ini mempunyai daya picu sangat rendah, sementara lubang di bagian palkonnya memungkinkan benda tersebut untuk mengeluarkan suara "bledug" cukup besar tapi tanpa merusak si granat itu sendiri. Selain dari lubang-lubang yang terdapat di kepalanya, hal lain yang membedakan granat latihan dengan granat asli adalah warnanya yang merah serta tulisan "Ueb", "Üb" atau "Ub" di bagian tongkatnya. Lebih lanjut tentang granat dari jenis Übungs-Stielhandgranate 24 bisa dilihat DISINI.

Sumber ;
https://forum.axishistory.com/viewforum.php?f=20

Sunday, August 7, 2022

Tentara Jerman Memeriksa Puing-Puing Pesawat Soviet


Seorang anggota Feldgendarmerie (Polisi Lapangan) dari Panzergrenadier-Division "Großdeutschland" bersama dengan beberapa orang prajurit Rumania memeriksa sisa-sisa pesawat Soviet yang tak lama sebelumnya ditembak jatuh di wilayah Târgu Frumos, Rumania, antara tanggal 2-8 Mei 1944. Uniknya, dari bentuk rongsokannya diketahui bahwa pesawat tersebut bukanlah buatan Rusia melainkan dari jenis Bell P-39 Airacobra buatan Amerika yang dihibahkan ke Angkatan Udara Uni Soviet sebagai bagian dari perjanjian Land-Lease. Yang lebih asyik lagi, si anggota Feldgendarmerie memakai ringkragen (gorget) Wehrmacht dengan tambahan insignia "GD" di atasnya! Dari buku "Uniforms and Insignia of the Grossdeutschland Division" karya Scott Pritchett diketahui bahwa hanya ada dua contoh dari ringkragen model ini yang diketahui: satu relic yang didapatkan di wilayah Rzhev (dan diperlihatkan di buku tersebut), dan satu lagi yang masih dalam kondisi bagus dan kini menjadi milik salah satu kolektor di Eropa. Foto ini sendiri dibuat oleh Theodor Scheerer dari KBZ HGr. Südukraine (Kriegsberichter-Zug Heeresgruppe Südukraine).

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/05/album-foto-feldgendarmerie-polisi.html

Panzer III di Musim Dingin di Front Timur


Seorang Feldgendarmerie (Polisi Militer) mengarahkan sebuah Panzerkampfwagen III Ausf.H ke lokasi yang telah ditentukan, di sebuah tempat di Front Timur. Panzer tersebut teridentifikasi sebagai Ausf.H dengan melihat pada pintu keluar komandan model baru yang terpasang di turetnya, begitu pun tampilan bagian belakang turet yang berbeda dari model-model sebelumnya. Model H juga memperkenalkan transmisi baru serta penggerak versi akhir, yang otomatis membutuhkan dudukan penggerak yang berbeda pula. Perhatikan rambu petunjuk arah di sebelah kiri yang berada di depan panzer! Diantara simbol yang terpajang adalah insignia 7. Panzer-Division yang berbentuk "Y". Rambu lain yang terpasang di pepohonan lebih ke tengah memperlihatkan insignia "XX" yang merupakan simbol dari 6. Panzer-Division. Keduanya adalah insignia versi pasca-1941 yang digunakan oleh kedua divisi lapis baja tersebut.

Sumber :
Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" by Frank V. De Sisto

Panzerjäger Tiger Diinspeksi Tentara Amerika


Panzerjäger Tiger Ausf.B mit 12,8cm PaK 44 L/55 "Jagdtiger"(Sd.Kfz.186) Nr. 331 dari schwere Panzerjäger-Abteilung 653 diinspeksi oleh prajurit Amerika dari 10th Armored Division tak lama setelah dia ditinggalkan oleh awaknya di Landauer Strasse (Neustadt an der Weinstrasse) tanggal 23 Maret 1945. Jagdtiger satu ini dikomandani oleh Leutnant Kasper Geoggler yang juga merupakan Komandan Kampfgruppe ketiga dari 3.Kompanie / sPzJg.Abt.653. Geoggler mempunyai saraf bagaikan baja dan sangat berambisi untuk membuktikan ketangguhannya dalam pertempuran. Dia telah dianugerahi dengan Deutsches Kreuz in Gold tanggal 10 Mei 1943 saat bertempur di Front Timur, dan telah menghancurkan beberapa tank musuh sebelum konfrontasi di Neustadt. Pada tanggal 22 Maret 1945 Geoggler menjadi komandan dari tiga buah Jagdtiger (termasuk punya dirinya) dan dia menempatkan mereka pada posisi yang strategis untuk menyergap musuh di utara Neustadt. Disana dia bisa melihat setiap jalan dari luar yang mengarah ke kota. Dari posisi yang terkamuflase dengan baik, tiga buah Jagdtiger tersebut menghadapi konvoy berpuluh-puluh tank Amerika. Tank pertama dan terakhir mendapat hantaman pertama sehingga membuat konvoy menjadi macet. Di tengah kepanikan musuh, Geoggler dan Jagdtiger temannya menghabisi kendaraan perang yang tersisa. Tank-tank Sherman dan M10 Amerika membalas tembakan Jagdtiger Jerman, tapi usaha mereka sia-sia belaka karena begitu tebalnya lapisan baja yang diusung oleh Jagdtiger. Meskipun dua buah Panzerjäger (Pemburu Tank) Jerman (No. 331 dan No. 323) terkena lebih dari 10 tembakan tepat sasaran, tapi mereka masih mampu untuk mundur ke Neustadt. Setelah pertempuran usai, tidak kurang dari 25 tank Amerika yang terkonfirmasi musnah, sementara beberapa awak Jagdtiger sendiri hanya menderita luka ringan!

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/10/album-foto-kendaraan-rampasan.html

Feldgendarmerie Menghentikan Mobil

Tiga orang anggota Feldgendarmerie (Polisi Militer Jerman) menghentikan sebuah kendaraan yang akan memasuki lokasi parade di Paris untuk memeriksa kelengkapan surat-suratnya. Mobil tersebut berasal dari jenis Renault Juvaquatre AEB4, sementara dari simbol di pintunya, maka kemungkinan besar ia adalah kendaraan operasional dari 168. Infanterie-Division yang memiliki truppenkennzeichen (lambang satuan) berbentuk Salib Johanniterorden atau Order of St. John. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 14 Juni 1940, di hari jatuhnya ibukota Prancis ke tangan pasukan Jerman. Untuk merayakannya, unit-unit militer Jerman yang pertama memasuki kota tersebut mengadakan dua parade militer di Place de la Condorde: yang pertama adalah kontingen dari 30. Infanterie-Division yang merupakan unit Jerman pertama yang memasuki Paris di pagi hari (meskipun hanya singgah sebentar karena langsung melanjutkan gerak majunya mengejar pasukan Sekutu). Yang kedua adalah kontingen dari 18. Armee yang berjumlah lebih besar, yang mengadakan parade kedua di siang dan sore harinya. Foto ini kemungkinan besar diambil pada waktu berlangsungnya parade kedua.

Sumber :
https://www.warrelics.eu/forum/history-research-third-reich-ww2/military-parade-paris-799686/

General der Panzertruppe Dietrich von Saucken


General der Panzertruppe Dietrich von Saucken (16 Mei 1892 - 27 September 1980) adalah jenderal pasukan panzer Jerman dalam Perang Dunia II, salah satu dari hanya 27 orang di seantero Wehrmacht / SS yang dianugerahi penghargaan super bergengsi: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten (keriting dah tuh lidah!). Dia adalah tipikal perwira Prusia totok, baik penampilan maupun kepribadiannya. Monokel (kacamata tunggal) tidak pernah lepas dari mata kirinya, pedang di pinggangnya, dan penampilannya yang kaku pun seakan menegaskan dari mana dia berasal. Meskipun begitu, Saucken pada awalnya justru mempunyai cita-cita menjadi seniman, tapi kemudian dia memilih untuk mendaftar di Angkatan Darat Prusia pada tahun 1910 tak lama setelah lulus SMA. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama (1914-1918), begitu juga dalam kekacauan yang terjadi sesudahnya, dimana Saucken bergabung dengan unit Freikorps lokal demi membendung pemberontakan kaum Komunis Jerman. Pada tahun 1921 dia ditarik menjadi anggota Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar), dan menjadi ahli dalam bahasa Rusia setelah ditugaskan ke Uni Soviet pada tahun 1927. Pada saat Perang Dunia II pecah (1 September 1939), Saucken sudah menjadi Komandan Resimen Kavaleri dengan pangkat Oberst. Dia ikut ambil bagian dalam kampanye militer Jerman di Prancis, Balkan dan Rusia. Dalam kancah Pertempuran Moskow di akhir tahun 1941, Saucken diangkat sebagai Komandan 4. Panzer-Division. Dia memimpin unit barunya dengan begitu semriwing, sehingga diganjar dengan medali Ritterkreuz (6 Januari 1942) beserta turunannya, Eichenlaub (22 Agustus 1943) dan Schwerter (30 Januari 1944). Satu lagi yang terakhir, Brillanten, dia dapatkan pada tanggal 8 Mei 1945 saat perang baru saja berakhir di Eropa. Meskipun notabene seorang pahlawan Jerman, Saucken tidak pernah menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap "braune Bande" (gerombolan coklat) alias orang-orang Nazi. Ketika dia diperintahkan oleh Hitler untuk mengambil-alih komando 2. Armee pada bulan Maret 1945, dia datang ke markas sang Führer dengan "tangan kirinya secara santuy diselonjorkan di pedang kavaleri yang selalu dibawanya, sementara monokel terpasang di salah satu matanya". Von Saucken lalu memberi hormat tradisional tentara dan membungkuk sedikit. Tak terbayangkan, karena ini adalah tiga "pelanggaran berat" sekaligus: Dia sama sekali tidak memberikan salam Nazi dengan mengangkat tangannya dan meneriakkan 'Heil Hitler' (seperti yang tertera dalam peraturan resmi semenjak 20 Juli 1944), dia tidak menyerahkan senjatanya untuk disimpan saat masuk... dan dia tetap memakai monokelnya tanpa terganggu saat memberi salam pada Hitler! Ketika diberitahu oleh Hitler bahwa dia akan berada di bawah perintah dari Albert Forster yang merupakan Gauleiter (Gubernur Nazi) di Danzig, Saucken "langsung memandang Hitler di matanya... dan menghentakkan kedua tangannya dengan keras di meja marmer tempat menyimpan peta, dia menjawab 'Aku tak akan pernah menempatkan diriku, Herr Hitler, di bawah perintah dari seorang Gauleiter'. Dengan melakukan ini Saucken telah jelas-jelas menentang perintah langsung dari Hitler dan, lebih-lebih lagi, tidak memanggil pemimpin Jerman yang ditakuti itu dengan sebutan Mein Führer! Yang lebih mengejutkan lagi bagi semua yang hadir disitu, Hitler tampak pasrah pada kehendak jenderalnya yang keras kepala tapi berotak brilian ini, tidak murka seperti biasanya, dan dengan tenang membalas, "baik Saucken, pegang komando untuk dirimu sendiri". Hitler dan Saucken berpisah tanpa berjabat tangan, dan si jenderal Prusia itu meninggalkan ruangan dengan sedikit saja menggerakkan badannya ke bawah untuk membungkuk tanda hormat! Ingat beibeh, ini bukan berarti bahwa pribadinya bertipe pemberontak dan semangat tempurnya telah menurun sehingga dia tampak sangat tidak menghormati pemimpinnya sendiri. Ini adalah hasil keteguhan seorang didikan staf jenderal Prusia sejati yang memegang teguh sumpah keprajuritan. Bolehlah dia kurang hormat sama Hitler, tapi perintah Hitler diturutinya sampai akhir. Bukankah dia baru menyerah satu hari setelah semua pasukan Jerman lain menurunkan senjatanya? Bukankah dia telah mendarmabaktikan seluruh tenaga dan pikirannya untuk negaranya, sehingga anaknyapun telah menjadi "tumbal" dari perjuangannya? Bukankah semua penghargaan dan medali yang telah diraihnya menjadi pertanda dari kedahsyatannya di medan pertempuran? Tentunya Hitler tidak akan memilih Saucken kalau tahu jenderalnya ini memang selembek perkedel dan bukannya "mutu manikam" yang tak tergoyahkan badai sedahsyat apapun! Kekerasan hatinya ini tampak ketika di hari-hari akhir Perang Dunia II, saat Karl Dönitz (pengganti Hitler sebagai pemimpin Jerman) mengirimkan sebuah pesawat demi mengevakuasi jenderalnya yang berharga ini agar terhindar dari tangkapan Rusia. Lalu apa reaksi Saucken? Bukannya berterimakasih dan buru-buru naik pesawat, dia malah menolak mentah-mentah tawaran Dönitz dan lebih memilih masuk penjara Rusia yang terkenal brutal bersama dengan pasukan yang sangat dicintainya! Soviet pun tidak mampu menundukkan keteguhannya dalam bersikap. Ketika dia disuruh untuk menandatangani sebuah surat pernyataan palsu, Saucken menolak dengan keras sehingga akibatnya dia harus menerima vonis palu hakim kerja paksa selama 20 tahun, dimasukkan dalam sel terpisah, dan mendapat siksaan begitu berat sehingga harus menggunakan kursi roda di sisa akhir hidupnya!

Sumber :
https://de.metapedia.org/wiki/Saucken,_Dietrich_von

Monday, August 1, 2022

Rommel Mengunjungi 91. Luftlande-Division

Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Wilhelm Falley (Kommandeur 91. Luftlande-Division), Hauptmann Hellmuth Lang (Ordonnanzoffizier Oberbefehlshaber Heeresgruppe B ), perwira Heer tak dikenal, Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West), Hauptmann Rolf Mager (Kommandeur II.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 6), perwira Luftwaffe tak dikenal, dan Hauptmann Horst Trebes (Kommandeur III.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 6). Foto ini diambil pada tanggal 17 Mei 1944 saat Rommel melakukan kunjungan ke markas 91. Luftlande-Division di Picauville, Normandia (Prancis). Tragisnya, komandan divisi ini - Jenderal Falley - tewas terbunuh di malam pendaratan Sekutu di Normandia tanggal 6 Juni 1944 saat mobil yang membawanya disergap oleh pasukan parasut Amerika dari 82nd Airborne Division! Selain Falley, tiga orang lainnya yang disebutkan namanya dalam foto ini ikut kehilangan nyawanya dalam Perang Dunia II: Trebes (29 Juli 1944), Rommel (14 Oktober 1944), dan Mager (1 Januari 1945).

Sumber :
https://www.thirdreichmedals.com/article/campaign-bands.html

Sunday, July 31, 2022

Jenderal-Jenderal Jerman dalam Pengadilan Nuremberg

 Foto ini diambil pada tanggal 15 Februari 1948 di Justizpalast, Nürnberg, dan memperlihatkan delapan dari 14 orang terdakwa penjahat perang dalam Sidang XII Pengadilan Nuremberg (lebih dikenal dengan nama "High Command Trial"). Mereka semua adalah mantan perwira-perwira tinggi Jerman dalam Perang Dunia II. Duduk di depan mereka sambil mengenakan toga hitam adalah barisan para pengacara, dengan yang paling kanannya adalah Dr.jur. Paul Leverkühn yang membela Jenderal Warlimont. Para terdakwa tersebut - dengan pangkat terakhir mereka serta hukuman yang diberikan - adalah, baris depan dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Wilhelm Ritter von Leeb (3 tahun penjara), Generalfeldmarschall der Luftwaffe Hugo Sperrle (bebas), Generalfeldmarschall Georg von Küchler (15 tahun penjara), Generaloberst Hermann Hoth (15 tahun penjara), dan Generaloberst Georg-Hans Reinhardt (15 tahun penjara). Baris belakang dari kiri ke kanan: General der Artillerie Walter Warlimont (penjara seumur hidup), General der Infanterie Otto Wöhler (8 tahun penjara), dan Generaloberstabsrichter Dr.jur. Rudolf Lehmann (7 tahun penjara). Setelah Republik Federal Jerman Barat didirikan pada tahun 1949, Kanselir Konrad Adenauer dan Bundestag menuntut untuk membebaskan para terdakwa yang masih ditahan. Pihak Sekutu, yang membutuhkan keberadaan Jerman Barat untuk meng-counter Jerman Timur dukungan Soviet, akhirnya mengabulkan tuntutan tersebut dan membebaskan para terdakwa (dengan yang terakhir dibebaskan pada tahun 1953).

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Hitler%27s_Generals_on_Trial

Sunday, July 24, 2022

Pembebasan Norwegia

 
350.000 orang tentara pendudukan Nazi di Norwegia secara resmi menyerah kepada Sekutu pada tanggal 8 Mei 1945, dengan dipimpin oleh panglimanya General der Gebirgstruppe Franz Böhme. Jerman telah menguasai negara Skandinavia tersebut dari tahun 1940, dan menyerahkan diri lima tahun kemudian - tanpa pertumpahan darah terlebih dahulu - setelah mendapat perintah dari pemimpin Jerman pengganti Hitler, Großadmiral Karl Dönitz. Video ini memperlihatkan kedatangan pertama pasukan Inggris di bandara Oslo tanggal 13 Mei 1945, dengan dipimpin oleh Jenderal Sir Andrew Thorne dan didampingi oleh Putra Mahkota Norwegia Pangeran Olav. Rombongan kecil tersebut - hanya berkekuatan sepersepuluh dari lawannya - disambut oleh Oberst Benno Kosch dari Luftwaffe yang mewakili pihak Jerman. Aroma permusuhan masih terasa ketika Jenderal Thorne menolak untuk berjabat tangan dengan Kolonel Kosch. Sang Jenderal Inggris sendiri menjalankan tugasnya untuk melucuti pasukan Jerman sampai dengan bulan Oktober 1945, dengan dibantu oleh anggota gerakan perlawanan bawah tanah setempat serta 12.000 orang tentara Norwegia yang dilatih oleh Inggris yang datang kemudian.

Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=tcUVOSUvFlg

Friday, July 22, 2022

Clemens Betzel dan Karl Mauss

Generalmajor Clemens Betzel (kiri, Kommandeur 4. Panzer-Division) dan Generalmajor Dr.med. dent. Karl Mauss (Kommandeur 7. Panzer-Division) dalam sebuah foto yang diambil pada bulan September 1944. Dalam periode ini, dua divisi lapis baja Jerman tersebut sama-sama berada di bawah komando XXXIX. Panzerkorps (General der Panzertruppe Dietrich von Saucken), dan beroperasi di sekitar wilayah Kurland, Latvia. Divisionskommandeur Betzel mengenakan medali Ritterkreuz di lehernya, yang dia dapatkan pada tanggal 5 September 1944, sementara Divisionskommandeur Mauss mengenakan Eichenlaub zum Ritterkreuz, yang dia dapatkan pada tanggal 24 November 1943. Hanya dalam jangka waktu beberapa bulan dari sejak foto ini diambil - sampai dengan berakhirnya Perang Dunia II di bulan Mei 1945 - Mauss menambah perbendaharaan dua tingkatan medali yang lebih tinggi untuk Ritterkreuz-nya (Schwerter dan Brillanten), dengan yang terakhir membuatnya menjadi satu dari hanya 27 orang di seantero Angkatan Bersenjata Jerman yang meraih medali super bergengsi tersebut! Dari gelar di depan namanya - Doktor der Zahnmedizin - kita bisa mengetahui bahwa Karl Mauss adalah juga seorang dokter gigi, sebuah profesi yang dia tekuni baik dari era sebelum perang maupun sesudahnya. Menariknya lagi, medali Nahkampfspange in Bronze yang tersemat di atas saku seragamnya - didapatkan tanggal 21 Agustus 1943 - menunjukkan bahwa Mauss setidaknya telah terlibat langsung dalam 10 s/d 15 hari pertempuran jarak dekat alias hand-to-hand combat, sebuah prestasi yang tidak main-main bagi seorang perwira dengan pangkat tinggi sepertinya! Bila kita perhatikan kembali foto ini, terlihat bahwa jumlah kancing seragam Betzel lebih banyak dibandingkan dengan Mauss. Ini karena yang pertama mengenakan seragam model Reichswehr (delapan kancing), sementara yang kedua mengenakan seragam model Wehrmacht (enam kancing).

Sumber :
Foto koleksi pribadi Ian Jewison
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/forum/wehrmacht-era-militaria/eric-jan-bakker-wehrpass-and-soldbuch-forum/13235441-7-panzer-division-6-panzergrenadier-regiment-leutnant-erwin-stock

Tuesday, July 19, 2022

Pemeliharaan Panzer IV


 
Seorang Lehrgangsleiter (kepala instruktur) Wehrmacht terlihat sedang mengawasi pemeliharaan mekanisme pengereman dari Panzerkampfwagen IV Ausf.A, dalam sebuah pelatihan bagi awak-awak panzer baru yang diadakan pada tahun 1940. Panzer IV Ausf.A dilengkapi dengan pintu keluar kecil bersayap dua di atas kompartemen supir. Hal ini kemudian dirubah di versi Ausf.B dan seterusnya, yang memilih untuk menggunakan satu pintu/sayap. Persis di depan sang instruktur kita juga bisa melihat visor untuk alat melihat supir yang bisa dibuka-tutup. Di atasnya tidak kita dapati perisai-hujan yang biasanya terdapat dalam Panzer model tersebut. Dua model lampu depan juga terlihat: lampu standar dengan cover berlubang dan sebuah lampu notek di belakangnya.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/10/album-foto-panzer-iv.html

Panzer-Abteilung z.b.V.66


Personil 1.Kompanie / Panzer-Abteilung z.b.V.66 berpose di depan Panzerkampfwagen IV Ausf.G milik mereka, musim panas 1942. Zur Besonderen Verwendung (z.b.V.) biasa diterjemahkan sebagai "untuk tujuan khusus". Rencana invasi Pulau Malta yang dinamakan sebagai Unternehmen Herkules membutuhkan unit panzer special pake telor. Untuk mengakomodasinya maka dibentuklah sebuah kompi tank baru yang dibekali dengan Panzer IV Ausf.G. Kompi ini dinamakan sebagai Panzer-Kompanie z.b.V.66 dan dikomandani oleh Oberleutnant Hans-Günther Bethke, seorang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz). Tak dinyana, rencana invasi tersebut dibatalkan oleh Hitler sehingga kompi yang sudah kadung dibentuk kemudian direorganisasi ulang menjadi setaraf batalyon yang dilengkapi dengan dua kompi. Kompi pertama kemudian ditugaskan bersama dengan Heeresgruppe Nord, sementara kompi kedua ditempatkan di garis belakang Heeresgruppe Mitte. Karena ruang operasinya telah pindah dari wilayah Mediterania ke Front Timur, maka para personilnya pun mengganti seragam tropis mereka menjadi seragam hitam Panzertruppen biasa.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/10/album-foto-panzer-iv.html

Jenderal Schlömer Menginspeksi Panzer IV

Generalleutnant Helmuth Schlömer (tengah), Kommandeur 3. Infanterie-Division (motorisiert), menginspeksi sebuah Panzerkampfwagen IV Ausf.G bersama dengan tiga orang perwira Wehrmacht lainnya. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Koch (Propaganda-Kompanie 694) di sektor selatan Front Timur pada bulan Juni-Juli 1942. Pada periode tersebut Jenderal Schlömer dan divisi pimpinannya sibuk berjibaku melawan Tentara Merah dalam gerak maju mereka ke Stalingrad, terutama sewaktu melakukan penyeberangan Sungai Tim (28 Juni 1942), pertempuran mempertahankan jembatan Voronezh (7-13 Juli 1942), dan pertempuran di pinggiran sungai Don (24 Juli s/d 10 Agustus 1942). Sebagai penghargaan atas kepemimpinannya dalam fase-fase paling kritis yang dihadapi oleh Divisi Infanteri ke-3, Divisionskommandeur Schlömer dianugerahi medali Eichenlaub pada tanggal 23 Desember 1942 (dia sebelumnya telah mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 2 Oktober 1941 sewaktu masih menjadi Oberst / Kolonel dan Komandan Schützen-Regiment 5 / 12.Panzer-Division).

Sumber :
Bundesarchiv Bild 101I-216-0434-08

Sunday, July 17, 2022

Peletakan Bunga di Pemakaman Militer Jerman

"And I will show you the field where the Iron Crosses grow..." (quote dari film 'Cross of Iron'). Foto ini memperlihatkan Kriegsberichter (Wartawan Perang) dari Kriegsmarine (Angkatan Laut Jerman), Horst Grund, yang sedang meletakkan bunga sebagai tanda penghormatan kepada rekan-rekan senegaranya yang telah gugur di Soldatenfriedhof (komplek pemakaman militer) Gadshikov di Semenanjung Krim, Ukraina, musim panas tahun 1942. Prajurit-prajurit yang dikubur disini semuanya berasal dari Infanterie-Regiment 16 / 22.Infanterie-Division. Pada tanggal 4 Juli 1942, pasukan Jerman merebut pelabuhan Sebastopol di Krim dari tangan Rusia setelah pertempuran sengit yang memakan waktu berbulan-bulan. Tentara bertahan Soviet hancur lebur dengan menderita korban 118.000 orang prajuritnya yang terbunuh, luka-luka dan tertawan dalam serangan terakhir Jerman yang menentukan (sementara totalnya mencapai 200.481 orang dari sejak pengepungan dimulai di bulan Oktober 1941). Kerugian di pihak penyerbu sendiri tercatat di angka 35.866 orang, dimana 27.412 diantaranya adalah tentara Jerman, sementara 8.454 sisanya adalah tentara Rumania. Dengan dikuasainya Semenanjung Krim di wilayah Selatan Front Timur, kini Hitler bisa berfokus kepada ofensif besar-besaran musim panas tahun 1942 - Fall Blau - yang bertujuan untuk menguasai ladang-ladang minyak Soviet di Kaukasus yang strategis. Sebagai penghargaan atas keberhasilannya memimpin 11. Armee dalam penaklukan Krim, Hitler memberi kenaikan pangkat luar biasa kepada si jenius Erich von Manstein, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal) alias jenderal bintang lima.

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Siege_of_Sevastopol_(1941%E2%80%9342)
http://www.ww2incolor.com/german/_n_1603_bild-261_501x0_0_22.html

Sunday, July 10, 2022

Ernst Busch di Depan BMW 335

Generaloberst Ernst Busch (Oberbefehlshaber 16. Armee) berfoto dengan Oberst Erich Jaschke (kanan, Kommandeur Infanterie-Regiment 90 / 20.Infanterie-Division) di depan mobil BMW 335 berwarna krem. Foto ini kemungkinan besar diambil di front Volkhov, utara Front Timur, pada musim dingin tahun 1941/42. Pada saat itu pihak Jerman belum lagi dilengkapi dengan pakaian dan perlengkapan putih musim dingin, sehingga mereka memakai mantel standar Wehrmacht atau aneka pakaian tebal lainnya yang bisa mereka dapatkan di lapangan.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=23&t=174130&hilit=k%C3%BCchler

Wednesday, July 6, 2022

Fallschirmjäger Berdiskusi di Motor

 
Tiga orang prajurit Fallschirmjäger (pasukan parasut Jerman) berdiskusi serius sambil melihat peta. Motor di sebelah kiri (WL-398796) berasal dari jenis BMW, sementara di sebelah kanannya adalah sebuah DKW NZ 350. Foto ini diambil di Normandia, Prancis, bulan Juli 1944. Dalam Pertempuran Normandia melawan tentara Sekutu, pihak Jerman diperkuat oleh satuan Fallschirmjäger setingkat korps, yaitu II. Fallschirmkorps pimpinan General der Fallschirmtruppe Eugen Meindl. Korps Terjun Payung ini terdiri dari empat unit utama: 2. Fallschirmjäger-Division, 3. Fallschirmjäger-Division, 5. Fallschirmjäger-Division, dan Fallschirmjäger-Regiment 6. Dari semuanya, unit yang prestasinya paling maknyoss adalah Fallschirmjäger-Regiment 6 pimpinan Major Friedrich August Freiherr von der Heydte. Mereka bertempur mati-matian mempertahankan kota Carentan dari serbuan Sekutu, dan mendapat julukan "Singa-Singa dari Carentan" karena kegigihannya. Uniknya, lawan mereka adalah pasukan parasut juga, yaitu 101st Airborne Division dari Amerika Serikat, yang terkenal dengan "Easy Company"-nya dalam miniseri "Band of Brothers".

Sumber :
https://www.agefotostock.com/age/en/details-photo/motorcycle-riflemen-of-the-german-wehrmacht-are-pictured-on-duty-on-the-western-front-in-the-normandy-france-in-july-1944/PAH-31208273
https://www.alamyimages.fr/photo-image-riflemen-moto-de-la-wehrmacht-allemande-sont-illustres-en-service-sur-le-front-occidental-a-la-normandie-en-france-en-juillet-1944-photo-berliner-verlag-archiv-59299688.html

Tuesday, June 21, 2022

Kommandogerät 40 Luftwaffe

General der Infanterie Rudolf Schmundt (kedua dari kiri, Chefadjutant des Heeres beim Führer und Oberbefehlshaber der Wehrmacht) dan Oberst im Generalstab Oldwig von Natzmer (kedua dari kanan, Ia Erster Generalstabsoffizier Panzergrenadier-Division "Großdeutschland") berdiri di dekat instalasi pertahanan udara Jerman di Front Timur, bulan Juni 1944. Instalasi tersebut dinamakan Entfernungsmesser (penjejak arah) dari jenis Kdo.​Ger.40 (Kommandogerät 40), dan biasa digunakan oleh unit-unit artileri anti pesawat terbang yang menggunakan meriam berat Flak 18 atau Flak 40. Fungsi alat ini sendiri adalah untuk menentukan posisi pesawat musuh yang menjadi target sasaran sekaligus menghitung jaraknya dari darat. Butuh setidaknya lima orang untuk mengoperasikan alat ini, sementara beratnya yang mencapai hampir 1 ton - tepatnya 915 kg - membuat ruang lingkup penggunaannya terbatas hanya sebagai alat pertahanan diri dan bukan pendukung serangan. Meskipun begitu, lensa kualitas super yang digunakannya serta keakuratan penguncian targetnya yang telah banyak teruji membuat Kommandogerät 40 menjadi andalan utama para pengontrol tembakan meriam Wehrmacht. Foto ini sendiri dibuat oleh Kriegsberichter Gottert, dan pertama kali dipublikasikan oleh "Berliner Verlag" di bulan Juni 1944.

Sumber :
https://audiovis.nac.gov.pl/obraz/1802/
https://www.gettyimages.ca/detail/news-photo/the-picture-from-national-socialist-reporting-shows-news-photo/1058609836

Sunday, June 19, 2022

Jenderal-Jenderal Jerman di Paris 1940


Penampakan jenderal-jenderal Wehrmacht di acara parade kemenangan pasukan Jerman di Place de la Concorde, Paris, hari Jum'at tanggal 14 Juni 1940. Di hari itu ibukota Prancis tersebut jatuh ke tangan tentara Nazi, sementara 2.000.000 warganya telah pergi mengungsi. Sebagai persiapan parade, pihak penguasa baru melarang warga setempat untuk mendekati sekitar wilayah Place de la Concorde dari pukul 08:00 pagi sampai dengan sore harinya. Sebagai identitas bapak-bapak bule yang nongtot dalam foto ini adalah, baris depan dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (Adjutant Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), General der Kavallerie Georg Stumme (bocil yang membelakangi kamera, Kommandierender General XXXX. Panzerkorps), serta Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B). Di latar belakang terlihat deretan mobil mewah yang terparkir, yang kemungkinan besar adalah tunggangan khusus perwira-perwira tinggi Jerman yang menghadiri acara. Tiga mobil yang berada di sebelah kanan adalah, berturut-turut dari kiri ke kanan: Opel Admiral, Opel Kapitän, dan Horch 830 BL. Foto berwarna asli ini sendiri dibuat oleh salah seorang fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger, yang "nebeng" bersama dengan Heeresgruppe B dalam invasi ke Benelux (Belanda Belgia Luxemburg) dan Prancis di musim panas tahun 1940.

Sumber :
https://artsandculture.google.com/search?q=kuechler&hl=en

Baris Kaku Prajurit dari Infanterie-Regiment 28


Para prajurit dari 3.Zug / 3.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 28 berbaris dalam sebuah parade yang diselenggarakan di Friedrich-Wilhelm-Platz (Lapangan Friedrich-Wilhelm) yang terletak di pusat kota Neisse, Oberschlesien, Jerman. Foto ini diambil pada tanggal 7 November 1935 pada saat berlangsungnya rangkaian upacara pengambilan sumpah prajurit-prajurit baru dari Infanterie-Regiment 28. Hanya beberapa bulan sebelumnya (Maret 1935), Adolf Hitler secara terang-terangan melanggar Perjanjian Versailles (1919) saat dia mengumumkan "Gesetz für den Aufbau der Wehrmacht" (Dekrit Pembangunan Angkatan Bersenjata), yang tak lagi terikat oleh pembatasan-pembatasan yang merugikan seperti sebelumnya. Hanya dalam tempo empat tahun (1935-1939), jumlah anggota Wehrmacht "meledak" dari hanya 100.000 orang menjadi 4.000.000 orang! BTW, gaya berbaris khas yang mereka peragakan dalam foto ini dinamakan sebagai "Stechschritt" atau "Stechmarsch" (kalau di Inggris dinamakan goose-step), yang intinya adalah berjalan dalam formasi tanpa menekuk lutut. Gaya berbaris semacam ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18 oleh Generalfeldmarschall Leopold Prinz von Anhalt-Dessau, seorang jenderal dari Kerajaan Prusia era Friedrich the Great, yang terkenal karena telah berperan besar memodernisasi militer negaranya menjadi salah satu yang terkuat di Eropa pada masanya.

Sumber :
http://fhn.cba.pl/viewtopic.php?p=776

Sunday, June 12, 2022

Jenderal Küchler dan Bock di Belanda

 
Foto ini diambil oleh Hugo Jaeger pada tanggal 15 Mei 1940, dan memperlihatkan General der Artillerie Georg von Küchler (kiri, Oberbefehlshaber 18. Armee) yang sedang memberikan laporan kepada atasannya, Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) - dengan disaksikan oleh beberapa warga sipil setempat - di depan Christelijke Lagere school yang terletak di Rijksstraatweg, Rijsoord/Ridderkerk, Belanda, tak lama setelah berakhirnya perundingan penyerahan negara penjajah nusantara tersebut ke tangan Jerman pada tanggal 14 Mei 1940. Hanya dalam tempo empat hari Belanda bertekuk lutut oleh sapuan "Blitzkrieg" (Perang Kilat) Jerman! Dalam foto ini, Jenderal
Küchler mengenakan holster berisi pistol Walther PPK di ikat pinggangnya. Lokasi penyerahan sendiri berada di dalam bangunan sebuah sekolah bernama Johannes Postschool, dan ditandatangani langsung oleh panglima Angkatan Bersenjata Belanda saat itu, Henri Winkelman. Sekolah tersebut kini telah menjadi museum, lengkap dengan monumen yang bertuliskan: "Mereka yang mengacuhkan pertahanannya maka sama saja dengan mempertaruhkan kemerdekaannya"

Sumber :
https://artsandculture.google.com/asset/hitler-jaeger-file/lQHTtY7MrgNqGQ?hl=en