Sunday, June 30, 2019

Pernikahan Jagoan Luftwaffe Werner Mölders

 Momen pernikahan jagoan udara Luftwaffe Oberst Werner Mölders (General der Jagdflieger) dengan pasangannya yang cantik jelita, Luise Baldauf-Thurner, yang diselenggarakan di Königstein (Sachsen/Jerman) pada tanggal 13 September 1941. Nyelip di tengah-tengah pasangan pengantin yang berbahagia kemungkinan adalah Oberst Max Ibel (Jagdfliegerführer 3), sementara perwira Heer yang berada di belakang Luise adalah Fritz von Forell, teman dekat Mölders yang pada tahun 1941 menulis buku tentang sang jagoan Luftwaffe berjudul "Mölders und seine Männer" (Mölders dan anakbuahnya). Di sebelah kanan Mölders adalah ibu tercintanya, Annemarie, sementara di sebelah kiri Luise adalah orangtuanya (ayahnya adalah seorang perwira RAD). Ayah Mölders sendiri, Victor, adalah seorang guru sekolah biasa yang gugur sebagai pahlawan Jerman dalam pertempuran di Hutan Argonne (Prancis) dalam kancah Perang Dunia Pertama di tahun 1915. Tragisnya, hanya berselang dua bulan setelah foto ini diambil - tepatnya pada tanggal 22 November 1941 - Werner Mölders, sang jagoan udara terbaik Jerman sampai saat itu, tewas dalam kecelakaan udara, bukan sebagai pilot tempur melainkan saat sedang menjadi penumpang dalam pesawat Heinkel He 111 di dalam perjalanan menuju Berlin untuk menghadiri upacara pemakaman Generaloberst Ernst Udet yang mati bunuh diri!


Sumber :
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=986502

Wednesday, June 19, 2019

Prajurit Jerman Mencuci Mobil

Seorang prajurit Jerman di Westende, Belgia, sedang sibuk mencuci sebuah Opel 1937 Super 6 cabriolet, jenis mobil sipil yang seringkali digunakan oleh Wehrmacht. Simbol taktis Pionier-Kompanie motorisiert (Kompi Zeni Bermotor) terdapat di fender kanan, bersama dengan huruf "K" berukuran kecil serta di atas "WH" yang merupakan singkatan dari "Wehrmacht Heer". Fender di sebelah kiri memajang simbol yang tidak diketahui. Mobil ini belum lama digunakan oleh Wehrmacht, yang terlihat dari masih dipakainya plat nomor sipil: IZ-226285, dimana IZ merujuk pada Rhine Provinz. Biasanya sesudah secara resmi menjadi bagian dari Wehrmacht, plat nomornya pun akan dirubah. Plat nomor yang digunakan oleh militer dan pemerintahan Jerman dalam Perang Dunia II adalah: WH = Wehrmacht Heer (Angkatan Darat), WM = Wehrmacht Marine (Angkatan Laut), WL = Wehrmacht Luftwaffe (Angkatan Udara), rune SS = Schutzstaffel, OT = Organization Todt, Pol = Polizei (Kepolisian), DR = Deutsche Reichsbahn (Jawatan Kereta Api), dan RP = Reichspost (Jawatan Pos)


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2018/02/foto-belgia-di-masa-pendudukan-jerman.html

Thursday, June 13, 2019

Generalleutnant Wolfgang Fischer di Afrika Utara

Dalam banyak sumber, perwira ketiga dari kiri - yang memakai mantel kulit - dikatakan sebagai "Si Rubah Gurun" Erwin Rommel (contohnya adalah disini), yang sedang dikelilingi oleh para prajurit Afrikakorps. Pada kenyataannya, dia adalah Generalleutnant Wolfgang Fischer yang memang pernah menjadi Komandan 10. Panzer-Division dalam medan perang Afrika Utara. Fischer terbunuh secara tragis di Tunisia pada tanggal 1 Februari 1943 saat mobil yang dikendarainya masuk ke dalam kawasan ladang ranjau Italia yang tak bertanda. Dia kehilangan lengan kirinya serta kedua kakinya dalam ledakan yang terjadi kemudian. Sang jenderal tewas kehabisan darah saat sedang menulis surat perpisahan untuk istri tercintanya di tanah air. Secara nachträglich (anumerta) pangkatnya dinaikkan menjadi General der Panzertruppe pada tanggal 1 April 1943


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=140865&p=2207969#p2207969

Wednesday, June 12, 2019

Inspeksi Rommel di Radar Luftwaffe di Denmark

Inspeksi Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) ke instalasi radar Freya LZc milik Luftwaffe, Büffel Stellung, yang terletak di Blåvand (Blaavandshuk ), pantai barat Jutland, Denmark, pada tanggal 5 Desember 1943. Radar tersebut masih dalam tahap konstruksi. Dalam inspeksi ini, Rommel menyoroti perbedaan njomplang di Luftwaffenortungsanlage Blaavandshuk, terutama antara instalasi radar dan meriam yang dilindungi oleh bunker beton, sementara ruangan barak awaknya masih terbuat dari kayu atau batu-bata. Sang Marsekal meminta agar semua bangunan terbuat dari beton atau besi anti bom. Karenanya tak lama kemudian dibangunlah bunker-bunker khusus dari tipe L 487. BTW, Perwira Luftwaffe yang berjalan mendahului di depan Rommel adalah Oberleutnant Paul Pleines (Chef 12. mittlere Flugmelde-Leit Kompanie / II.Abteilung / Luftnachrichten-Regiment 222)


Sumber:
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/03/album-foto-erwin-rommel-di-normandia.html
http://www.gyges.dk/stellungszentrale%202.htm
http://sgmcaen.free.fr/agenda-rommel.htm

Kunjungan Jenderal Finlandia ke Divisi SS Wiking

 Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Herbert Otto Gille (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking"), Letnan-Jenderal Harald Öhquist (perwakilan Panglima Angkatan bersenjata Finlandia di Komando Tinggi Angkatan Darat Jerman), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking"), Mayor Esko Riekki (mantan kepala Polisi Rahasia Finlandia yang kemudian menjadi pengorganisir utama gerakan pengumpulan sukarelawan SS asal negaranya), serta SS-Hauptsturmführer Friedrich Meyer (Adjutant SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking"). Foto ini diambil di Front Timur antara tanggal 27 s/d 30 Agustus 1941, saat kunjungan Jenderal Öhquist kepada para sukarelawan asal Finlandia yang tergabung dalam SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Ketika sebagian terbesar dari "Finnische Legion" masih menjalani pelatihan di Gross Born (Jerman), sekitar 200 orang sukarelawan yang telah mempunyai pengalaman tempur kemudian didistribusikan terlebih dahulu ke unit-unit yang berbeda dari Divisi Wiking. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan para sukarelawan veteran ini, karena mereka inginnya dikumpulkan di satu unit yang sama, dan mereka juga menganggap bahwa sebagian perwira dan bintara Jerman telah memandang rendah terhadap kemampuan mereka. Untuk meredakan keresahan ini, didatangkanlah Öhquist ke wilayah operasional Wiking di Rusia. Selama masa kunjungannya yang berlangsung selama empat hari tersebut, sang jenderal Finlandia menampung keluhan para rekan senegaranya sekaligus melihat dari dekat kondisi kesejahteraan mereka


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=59&t=242010&p=2207825#p2207825

Rommel Menginspeksi Aneka Ranjau Darat

Generalleutnant Dr.-Ing. Wilhelm Meise (General der Pioniere im Heeresgruppe B) memperlihatkan beberapa jenis ranjau darat yang biasa dibawa oleh pasukan zeni kepada atasannya, Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dari belakang ke depan: Glasmine 43; kemungkinan Schützenmine 400 gram; beberapa tipe Stockmine; Schützenmine 42; tiga S-Mine 35 dan satu pemicu. Yang terakhir adalah set Elektrisches S-Minenzünder 40 yang biasa digunakan untuk memicu S-Mine. "Paku"nya berfungsi sebagai pelatuk dan dihubungkan melalui kabel sambungan ke ranjau sehingga membuat wilayah penyulutannya menjadi lebih luas. Alat ini bekerja secara efektif bila digunakan dalam jarak beberapa meter dengan S-Mine, tapi tidak akan terlalu berguna bila digunakan dengan ranjau-ranjau dari jenis lainnya. Foto diambil di Normandia sebelum invasi Sekutu tanggal 6 Juni 1944 (D-Day)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Hans Houterman
www.forum.axishistory.com
www.geocities.com

Saturday, June 1, 2019

Sanitäts-Feldwebel Rudolf Bäcker, Anggota Medis Wehrmacht yang Mendapatkan Ritterkreuz


 Sanitäts-Feldwebel Rudolf Bäcker (21 Februari 1914 - 3 September 2005) pertama kali bergabung dengan Infanterie-Regiment 36 setelah menyelesaikan pendidikan dasar militernya periode 10 Oktober 1936 - 30 September 1938. Saat mobilisasi perang tahun 1939 dia menjadi anggota Infanterie-Regiment 57, tapi kemudian pindah kembali ke unit lamanya untuk berpartisipasi dalam penyerbuan ke Prancis (1940) dan Rusia (1941). Atas pengabdiannya dalam pertempuran di Jembatan Kuban dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes tanggal 18 September 1943 sebagai Sanitäts-Feldwebel der Reserve di Stab II.Bataillon / Grenadier-Regiment 36 / 9.Infanterie-Division / Gruppe Allmendinger / 17.Armee / Heeresgruppe A, dan tercatat sebagai salah satu dari hanya 14 orang anggota medis di seantero Wehrmacht yang dianugerahi penghargaan setinggi itu! Bagaimana pula ceritanya seorang Sanitäter seperti Bäcker mendapatkannya? Inilah dia beibeh: Dalam pertempuran keempat memperebutkan jembatan Kuban yang sangat vital pada tanggal 18 September 1943, Tentara Merah Rusia menyerbu menggunakan kombinasi tank dan penyembur api, tak henti-hentinya beraksi selama berhari-hari walaupun malam telah tiba, sehingga pos komando batalyon tempat Bäcker bertugas pun berhasil dikuasai, termasuk lokasi perawatan prajurit Jerman yang terluka. Dalam situasi yang kritis seperti itu, Bintara medis Bäcker melihat sebuah panzer pendukung infanteri di sekitarnya, dan memutuskan untuk menaiki tank tersebut dan mengarahkan awaknya memutar ke belakang posisi pasukan musuh. Bäcker sendiri berada di belakang senapan mesin dan siap siaga dengan granat di tangannya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi. Di sepanjang malam sebiji panzer tersebut melakukan manuver melalui medan yang telah dikuasai Bäcker dengan baik (dia telah bertugas di tempat tersebut selama setahun), sampai akhirnya tank musuh pertama terdeteksi melalui suara mesinnya. Bäcker dan panzernya menghancurkan tank tersebut, dilanjutkan dengan tank kedua dan ketiga melalui perpindahan posisi yang cermat. Ketika meriam panzernya macet, giliran Bäcker yang beraksi dengan senapan mesin dan membabat habis musuh dari arah yang tak mereka duga sama sekali. Pasukan infanteri Rusia menjadi panik dan menyangka adanya serangan balasan oleh kekuatan yang jauh lebih besar (ingat, saat itu gelap gulita!). Mereka pun berlarian mundur meninggalkan rekan-rekan mereka yang tewas dan terluka. Aksi nekad luar biasa yang dilakukan oleh Bäcker bersama dengan beberapa awak panzer tersebut telah menyelamatkan batalyonnya dari kehancuran, sekaligus menstabilkan kembali posisi pertahanan! Medali dan penghargaan lain yang diterimanya: Eisernes Kreuz II.Klasse (23 Agustus 1941) dan I.Klasse (27 Januari 1942); Verwundetenabzeichen Schwarz (25 November 1941) dan in Silber (9 September 1942); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (1942) ; Infanterie-Sturmabzeichen (3 Februari 1943); Rumänische Tapferkeits-Medaille l. Klasse in Gold (12 Februari 1943); Deutsches Kreuz in Gold (18 Juni 1943); serta Nahkampfspange in Silber (3 Agustus 1943)


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/09/daftar-anggota-medis-wehrmacht-yang.html

Thursday, May 30, 2019

Oberst d.R. Ewert von Renteln dari Resimen Kosak Wehrmacht

Oberst der Reserve Ewert von Renteln (10 April 1893 - 9 Januari 1947) adalah komandan Kosaken-Regiment 6 / 708.Infanterie-Division yang dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 13 Januari 1945 sebagai Oberstleutnant der Reserve dan Kommandeur Kosaken-(Festungs-)Grenadier-Regiment 360 / LXIV.Armeekorps / 19.Armee / Heeresgruppe Oberrhein. Kosaken-Regiment 6 nantinya berubah menjadi Kosaken-Regiment 360, dan bertempur di Front Barat. Setelah menyerah, dia dan anakbuahnya dikembalikan ke Soviet dan meninggal sebagai tahanan di tahun 1947. Ewert von Renteln sendiri merupakan ayah dari SS-Untersturmführer Carlotto "Karl" von Renteln, yang merupakan seorang peraih Deutsches Kreuz in Gold dari schwere SS-Panzerjäger-Abteilung 11 / 11.SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland". Foto ini sendiri memperlihatkan saat Ewert von Renteln masih berpangkat Major der Reserve dan Komandan Kosaken-Festungs-Grenadier-Regiment 360, pada musim semi tahun 1944 sewaktu resimen yang dipimpinnya direlokasi dari Front Timur ke wilayah Charente Maritime, Normandia (Prancis). Di kancing seragamnya tersemat pita medali Eisernes Kreuz II.Klasse dan Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille), sementara di dadanya terpajang Verwundetenabzeichen in Schwarz, Eisernes Kreuz I.Klasse dan Panzerkampfabzeichen in Bronze. Dua insignia yang ada di lengan kirinya adalah panji POA (Русская освободительная армия, Tentara Pembebasan Rusia) serta perisai Terek-Kosaken-Regiment 6 (unit Renteln terdahulu). Renteln sendiri menenteng holster berisi pistol Tokarev TT-33 buatan Rusia di ikat pinggangnya.


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/07/album-foto-sukarelawan-cossack-dalam.html
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=71&t=238291&p=2206053#p2206053

Tuesday, May 28, 2019

Perwira Resimen Sukarelawan Kosak Wehrmacht

Leutnant Aleksey Isaieff/Isaev, seorang perwira sukarelawan Kosak Kaukasus dari Kosaken-Festungs-Grenadier-Regiment 360 / 708.Infanterie-Division, dalam sebuah foto yang diambil sebelum dimulainya D-Day di Charente Maritime, Normandia, musim semi tahun 1944. Dia mengenakan feldmütze (topi lapangan) M42, yang dipadukan dengan seragam Heer dengan kragenspiegel (insignia kerah) dan schulterklappen (insignia pundak) khusus Kosak, yang mulai diperkenalkan dari sejak bulan Mei 1943. Di dadanya - baris atas - tersemat tiga buah Ostvolkmedaille II.Klasse versi Gold, Silber dan Bronze (dari kiri ke kanan), disusul di bawahnya adalah Panzerkampfabzeichen in Bronze serta Verwundetenabzeichen in Schwarz. Di lengan kiri Isaieff terpasang perisai Terek-Kosaken-Regiment 6 (unit Isaieff terdahulu), sementara mepet diatasnya adalah Panzerabzeichen (Lencana Tank) unik yang hanya dipakai oleh anggota Kosaken-Festungs-Grenadier-Regiment 360 pimpinan Oberstleutnant Ewert von Renteln. Panzerabzeichen ini terbuat dari seng dan berbentuk siluet Panzer III dengan huruf "F" besar berwarna gold di tengahnya. Tidak ada keterangan pasti mengenai singkatan dari apa huruf "F" ini, dengan sebagian sumber menganggapnya sebagai singkatan dari Festung (Benteng) - yang merupakan bagian dari nama resimen tempat Isaieff bertugas - sementara sebagian lagi mengklaimnya sebagai singkatan dari Panzer-Abteilung F, unit lapis baja yang pernah berada di bawah komando Terek-Kosaken-Regiment 6. Lencana ini diberikan kepada anggota resimen yang sebelumnya telah berprestasi dalam pertempuran melawan tank-tank Rusia di Front Timur


Sumber :
https://foto-history.livejournal.com/1418296.html

Sunday, May 12, 2019

Lukisan Perwira 1. Gebirgs-Division

Lukisan karya Gisbert Palmié (1897-1986) berjudul "Vor der Schlacht" (Sebelum Pertempuran) ini dibuat pada tahun 1942 dan dipajang di Haus der Deutschen Kunst, Münich, sementara reproduksinya disebarluaskan melalui kartupos yang diedarkan di masa Perang Dunia II. Lukisan ini memperlihatkan sesi "Kommandeurbesprechung" (Pertemuan Komandan) dari 1. Gebirgs-Division pada tanggal 14 Juli 1941, yang digelar untuk merencanakan penyerangan terhadap Stalin Line, garis pertahanan Soviet di perbatasan dengan Polandia yang membentang sejauh 60-140 km. Selama beberapa waktu, sang pelukis telah menyertai perjalanan 1. Gebirgs-Division dalam penyerbuannya ke wilayah Rusia di tahun 1941. Dia membuat banyak lukisan dan sketsa selama masa tinggalnya tersebut, dengan "Vor der Schlacht" adalah yang paling terkenal diantara semuanya. Lukisan ini bahkan sampai membuat kesengsem Adolf Hitler, sehingga sang Führer membelinya seharga 22.000 Marks! Penyerbuan ke Stalin Line sendiri adalah salah satu prestasi 1. Gebirgs-Division yang paling menonjol dalam Perang Dunia II, dimana kesuksesannya telah membuahkan beberapa penghargaan Ritterkreuz untuk perwiranya. Meskipun mendapat tentangan dari atasannya Ludwig Kübler, dengan berani Divisionskommandeur Lanz memutar pasukan utamanya dan menusuk musuh dari arah samping dan belakang, sehingga membuat runtuhnya pertahanan musuh secara keseluruhan.

Sebagai identifikasi dari lukisan ini adalah, dari kiri ke kanan: 
1.Oberstleutnant Rudolf Lang (Kommandeur Gebirgs-Panzerjäger-Abteilung 44),
2.Oberst Egbert Picker (Kommandeur Gebirgsjäger-Regiment 98),
3.Hauptmann Josef Salminger (Kommandeur III.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 98),
4.Major der Reserve Peter Freiherr von le Fort (Kommandeur II.Abteilung / Gebirgs-Artillerie-Regiment 79),
5.Hauptmann Karl Eisgruber (Kommandeur II.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 98),
6.Hauptmann Herbert Schlager (Kommandeur Gebirgs-Pionier-Bataillon 54),
7.Major im Generalstab Hans Steets (Ia Erster Generalstabsoffizier 1. Gebirgs-Division),
8.Major Josef Fleischmann (Kommandeur I.Bataillon / Gebirgsjäger-Regiment 99),
9.Oberst Max Winkler (Kommandeur Gebirgs-Artillerie-Regiment 79),
10.Oberst Hermann Kress (Kommandeur Gebirgsjäger-Regiment 99),
11.Generalmajor Hubert Lanz (Kommandeur 1. Gebirgs-Division),
12.Major der Reserve Dr. Hans Otto Hofmann (Divisions-Nachschub-Truppen 54),
13.Hauptmann Franz Knabl (Kommandeur Gebirgs-Nachrichten-Abteilung 54),
14.Hauptmann Ludwig von Eimannsberger (Ib Quartiermeister 1. Gebirgs-Division)



Sumber :
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=1002695&page=2

Tuesday, May 7, 2019

Mesin Perang Divisi Wiking di Polandia

Semua mata menuju ke depan! Foto ini memperlihatkan pemandangan di bagian dalam halftrack komando milik SS-Sturmbannführer Paul Kümmel (Kommandeur I.Abteilung / SS-Panzer-Regiment 5 / 5.SS-Panzer-Division "Wiking"), yaitu sebuah Sd.Kfz.251/3 Ausf.D mittlerer Funkpanzerwagen. Kendaraan komunikasi yang dilengkapi dengan peralatan radio ini diproduksi dengan beberapa varian, tergantung dari peran yang dijalankannya: apakah untuk komunikasi antar tank atau untuk kerjasama antara darat dan udara. Kümmel sendiri terlihat nongkrong di sebelah kanan, dan cuma mengenakan diensthemd (kemeja tugas) ditengah panas yang begitu menyengat, sebuah pilihan yang lebih "adem" dibandingkan dengan apabila harus mengenakan seragam lapangannya yang terbuat dari bahan wol bulu dongdot. Di sebelah kiri adalah SS-Hauptsturmführer Paul Scholven (Chef 10.Kompanie / III.Bataillon / SS-Panzergrenadier Regiment 9 "Germania"  / 5.SS-Panzer-Division "Wiking"), sementara yang memakai Kopfhörer (headphone) di tengah adalah operator radio. Sang operator juga mengenakan Tarn-Gesichtsmaske M42 (rumbai pelindung muka) yang langka yang tergantung di lehernya, sebuah benda yang diproduksi secara terbatas sebagai ekstra kamuflase dan biasanya disediakan khusus untuk pasukan infanteri darat atau sniper. Foto ini sendiri diambil oleh SS-Kriegsberichter Ernst Baumann di Vilanovo, Polandia, pada tanggal 22 Juli 1944


Sumber :
Book "Kampfgruppe Mühlenkamp: 5. SS-Panzer-Division Wiking, Eastern Poland, July 1944" karya Douglas E. Nash dan Remy Spezzano 

Monday, May 6, 2019

Tawanan Afrikakorps dalam Pertempuran Stasiun Sened

Foto ini memperlihatkan empat orang tawanan Afrikakorps yang tertangkap dalam serbuan pasukan Amerika Serikat (dari 168th Infantry Regiment) ke posisi pertahanan Jerman-Italia di sekitar stasiun kereta api Sened, Tunisia selatan, pada tanggal 27 Februari 1943. Mereka semuanya berusia di bawah 25 tahun, sementara prajurit tak bertopi mengatakan pada penjaga Sekutu bahwa usianya baru 20 tahun. Posisi pertahanan pasukan Axis di Sened sendiri akhirnya berhasil direbut oleh tentara Amerika seutuhnya pada tanggal 21 Maret 1943 setelah melalui pertempuran yang sengit. Pada akhirnya, 152 orang tentara Jerman dan Italia menjadi tawanan perang (termasuk seorang jenderal Italia). Sementara itu, jumlah yang sama tercatat juga untuk yang tewas dan luka-luka. Direbutnya Stasiun Sened telah membuka jalan bagi pasukan Amerika untuk menguasai target selanjutnya yang lebih besar: Kota Maknassy. Selain itu, kesuksesan tersebut menjadi sangat berarti bagi Resimen Infanteri AD Amerika yang ke-168 pimpinan Kolonel Thomas Drake, karena ini adalah pertempuran pertama mereka melawan pasukan Poros!


Sumber :
https://www.warhistoryonline.com/world-war-i/3-wars-paved-way-world.html

Para Komandan Peleton dari Pionier Bataillon 25

 Foto yang diambil dari buku "Island of Fire" karya Jason D. Mark ini (halaman 52) memperlihatkan empat orang Zugführer (Komandan Peleton) dari Pionier-Bataillon 25 - sebuah batalyon zeni yang berada di bawah komando langsung 6. Armee - yang berfoto bersama di musim panas tahun 1942, selama berlangsungnya Unternehmen Blau (Operasi Biru), yaitu gerak maju pasukan Jerman di selatan Uni Soviet. Dari kiri ke kanan: Leutnant Emil Gräf (1. Kompanie), Leutnant Anton Locherer (2. Kompanie), Leutnant Fritz Molfenter (2. Kompanie), dan Leutnant Karl Vögele (2. Kompanie). Mereka semua bergaya "ngeboss" dengan cerutu tertempel di mulut! Pionier-Bataillon 25 sendiri merupakan perpaduan yang tepat dari pengalaman dan darah muda. Kebanyakan dari perwiranya pernah menjadi prajurit atau bintara dari batalyon yang sama selama berlangsungnya kampanye militer di Polandia (1939) dan Prancis (1940). Bisa dibilang bahwa Pionier-Bataillon 25 merupakan satu dari sedikit unit Wehrmacht dimana anggotanya menghabiskan seluruh karir militer mereka di unit yang sama. Apabila mereka terluka, dilatih ulang atau mendapat promosi kenaikan pangkat, maka kemungkinan sangat besar bahwa mereka akan dikembalikan lagi ke unit tercinta mereka. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Ini semata sebagai keistimewaan dari salah satu unit zeni tertua yang dimiliki oleh Angkatan Darat Jerman! Di musim panas tahun 1942, batalyon pimpinan Hauptmann Dr. Ludwig Büch ini berkekuatan 451 orang, yang terdiri dari 11 perwira, 1 petugas administrasi, 43 bintara dan 396 prajurit. Kekuatannya terdiri atas tiga kompi: kompi pertama dipimpin oleh Oberleutnant Max Bunz, kompi kedua dipimpin oleh Oberleutnant Walter Heinrich, dan kompi ketiga dipimpin oleh Oberleutnant Eberhard Warth.


Sumber :
Buku "Island Of Fire: The Battle For the Barrikady Gun Factory In Stalingrad November 1942 - February 1943" karya Jason D. Mark

Sunday, May 5, 2019

Kurt Meyer Memakai Kamuflase Telo-Mimetico

SS-Standartenführer Kurt Meyer (Kommandeur 12. SS-Panzer-Division "Hitlerjugend") dalam foto yang diambil di Normandia dan diambil pada tanggal 28 Juli 1944 seusai upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk SS-Sturmbannführer Erich Olboeter (Kommandeur III.[gepanzerte]Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 26), yang dihadiri langsung oleh SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Josef "Sepp" Dietrich (Kommandierender General I. SS Panzerkorps "Leibstandarte"). Dalam foto ini "Panzermeyer" memakai pakaian kamuflase Italia "Telo Mimetico M29". Pola Telo Mimetico ini patut mendapat perhatian karena dua hal: pertama, karena mulai diperkenalkan pada tahun 1929 maka dia tercatat dalam sejarah sebagai kamuflase pertama yang digunakan secara luas. Kedua, Karena rentang waktu penggunaannya dari tahun 1929 s/d 1992 maka dia menjadi pola kamuflase yang paling lama operasional! Digunakannya Telo Mimetico oleh tentara Third Reich bersamaan pula waktunya dengan pelucutan senjata tentara Italia tahun 1943. 1.SS-Panzer-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler" dan 12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend" ikut berpartisipasi dalam proses pelucutan ini, dan karenanya tidak heran bila banyak anggota kedua divisi tank SS ini yang 'kedapatan' mengenakan Telo Mimetico, baik versi pertama maupun versi selanjutnya. Selain mereka, tercatat pula sebagai pengguna adalah 29.Waffen-Grenadier-Division der SS ("Italienische Nr.1"), unit-unit Wehrmacht yang beroperasi di Balkan dan Italia, serta beberapa sekutu Eropa Jerman


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/08/foto-kurt-panzermeyer-meyer.html
http://stabswache-de-euros.blogspot.com/search?updated-max=2018-10-10T19:07:00%2B02:00&max-results=1&start=2&by-date=false

Friday, May 3, 2019

Enam Orang Bintara Berprestasi dari SS-Fallschirmjäger-Bataillon 600

Foto hasil jepretan SS-Kriegsberichter Friedel Könnecke - dan pertama kali dipublikasikan dalam surat kabar "Illustrierter Beobachter" ini - memperlihatkan enam orang bintara dari SS-Fallschirmjäger-Bataillon 600 yang diberi ucapan selamat setelah menghancurkan 16 buah tank T-34 Rusia menggunakan Panzerfaust dalam pertempuran yang berlangsung di jembatan Zehden, sungai Oder, di pagi hari bulan di Februari 1945. Salah satu dari mereka telah mengenakan dua buah lencana Panzervernichtungsabzeichen di lengannya (yang menunjukkan bahwa dia sudah menghancurkan dua buah tank musuh menggunakan senjata genggam-tangan). Orang paling kanan yang memakai jaket penerjun berwarna hijau zaitun dengan strip pangkat SS-Obersturmführer di lengan adalah Joachim "Macki" Marcus (Chef 3.Kompanie / SS-Fallschirmjäger-Bataillon 600), sementara perwira berbalut jaket kamuflase putih yang merentangkan tangannya untuk bersalaman di sebelah Markus adalah SS-Hauptsturmführer Karl FUCKER (yoi brow, memang itu namanya dari lahir!) yang merupakan Führer SS-Jagdverband "Mitte". Jembatan Zehden - yang dipertahankan oleh sebuah Kampfgruppe yang beranggotakan elemen-elemen dari SS-Jagdverband "Mitte" dan SS-Fallschirmjäger-Bataillon 600 (Kampfgruppe ini dipimpin oleh SS-Sturmbannführer Siegfried Milius) - mendapat serangan dari 30 buah T-34, dengan 16 di antaranya kemudian dihancurkan oleh enam orang bintara dari unit patroli pengintai SS-Fallschirmjäger-Bataillon 600


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/12/album-foto-ss-fallschirmjager-bataillon.html

Karl Brommann dan Awak Königstiger-nya

Upacara penganugerahan medali Eisernes Kreuz II.Klasse untuk para anggota schwere SS-Panzer-Abteilung 503, yang diselenggarakan pada awal tahun 1945. Dari kiri ke kanan: SS-Untersturmführer Adolf Grimminger (Ordonnanzoffizier schwere SS-Panzer-Abteilung 503), SS-Unterscharführer Emil Reichel (Richtschütze), SS-Oberscharfürer Brede (Halbzugführer), SS-Unterscharführer Böde (I-Staffel), SS-Unterscharführer Bier (Funker), SS-Sturmbannführer Friedrich "Fritz" Herzig (Kommandeur schwere SS-Panzer-Abteilung 503), dan SS-Untersturmführer Karl Brommann (Führer 1.Kompanie / schwere SS-Panzer-Abteilung 503). Di atas Panzerkampfwagen VI Tiger II "Königstiger" nongkrong SS-Unterscharführer Menke (Fahrer). Disini terlihat bahwa yang mendapat medali di hari itu adalah Brede, Böde dan Bier, dimana dua yang terakhir telah memegang urkunde (sertifikat) penganugerahannya. Yang paling "mengerikan" prestasinya dari para veteran tank ini adalah SS-Untersturmführer Brommann (yang diperban kepalanya), dimana hanya dalam waktu 10 minggu pertempuran di wilayah Danzig-Sopot (2 Februari s/d 26 Maret 1945), dia dan empat orang awak Königstiger-nya berhasil menghancurkan tidak kurang dari 72 tank Soviet (termasuk enam tank berat IS-2), 44 senjata anti-tank, serta 15 kendaraan lainnya. Luar biasanya, semuanya dilakukan saat Brommann hampir selalu dalam kondisi terluka (tapi tetap memaksakan bertempur), sehingga ketika akhirnya dia ditarik dari medan pertempuran, tercatat bahwa manusia satu ini telah kehilangan sebelah matanya, menderita luka bakar parah di bagian kepala dan lengan, serta carut-marut luka bekas serpihan bom di berbagai bagian tubuh lainnya! Atas prestasi azegilenya tersebut, Brommann dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 29 April 1945, yang diserahkan saat dia masih terbaring lemah di rumah sakit. BTW, pada saat foto ini diambil, jumlah Abschußringe für Panzer (ring kemenangan tank) di laras meriam Königstiger milik Brommann "baru" mencapai 30. Ini berarti bahwa baru 30 tank musuh yang berhasil dihancurkannya. Perhatikan pula bahwa Abteilungskommandeur Herzig mengenakan Fliegerstiefel (sepatu penerbang) di kakinya!


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?t=165729

Thursday, May 2, 2019

Kunjungan Vidkun Quisling ke Front Timur

 Kunjungan Vidkun Quisling (Ministerpräsident Norwegen) ke markas para sukarelawan Waffen-SS asal Norwegia yang terletak di dekat Leningrad (Uni Soviet), bulan Mei 1942. Dia sengaja jauh-jauh melakukan perjalanan dari Norwegia ke Rusia demi untuk melihat kondisi terakhir sukarelawan-sukarelawan negaranya, yang tergabung dalam Freiwilligen-Legion Norwegen / SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Foto ini diambil di markas Kampfgruppe Jeckeln, di hari penganugerahan medali untuk para anggota mereka yang berprestasi dalam pertempuran di sekitar wilayah Leningrad. Tampak Qusling - sang pimpinan kolaborator Nazi dari Norwegia - menyalami SS-Untersturmführer Braset, yang baru saja dianugerahi Eisernes Kreuz II.Klasse. Seharusnya Quisling lah yang menyerahkan medali tersebut, hanya saja dia datang terlambat sehingga tugasnya digantikan oleh SS-Obergruppenführer und General der Polizei Friedrich Jeckeln, Komandan Kampfgruppe Jeckeln. Identifikasinya secara keseluruhan adalah, dari kiri ke kanan: Sverre Parelius Riisnæs (memakai seragam hitam, Justizminister Norwegen), SS-Sturmbannführer Arthur Qvist/Quist (Kommandeur Freiwilligen-Legion Norwegen),  SS-Oberscharführer Fenrik Bjørn Østring (Zugführer di 1.Kompanie / Freiwilligen-Legion Norwegen), tidak diketahui (terhalang oleh bendera Norwegia), SS-Oberscharführer Arne Nilsen (Zugführer di 1.Kompanie / Freiwilligen-Legion Norwegen), Quisling, SS-Hauptsturmführer Brynjulf Gottenborg (Adjutant Freiwilligen-Legion Norwegen), dan SS-Untersturmführer John Braset (Chef 3.Kompanie / Freiwilligen-Legion Norwegen). Perhatikan panji Norwegia yang terletak di lengan kiri para sukarelawan ini, yang juga mengenakan bergschuhe (sepatu gunung) walaupun mereka notabene tergabung dalam unit infanteri biasa


Sumber :
https://no.wikipedia.org/wiki/Arthur_Qvist

Monday, April 29, 2019

Tawanan Perang dari U-448 Tiba di Inggris

Foto hasil jepretan Lieutenant S.J. Beadell ini memperlihatkan tawanan perang dari kapal selam Jerman U-448 tiba di pelabuhan Bristol, Inggris, pada tanggal 20 April 1944. Nantinya dia akan dikirimkan ke kamp penampungan di Greenock, Skotlandia, setelah diinterogasi terlebih dahulu. Orang pertama yang berjalan keluar dari kapal HMS Pelican (L86) adalah Oberleutnant zur See Helmut Dauter (Kommandant U-448) . Persis di belakangnya adalah Kapten HMS Pelican, Lieutenant Jack Neville Bathurst. U-448 - sebuah kapal selam dari Tipe VIIC - tenggelam pada tanggal 14 April 1944 setelah dihantam oleh bom kedalaman dari kapal fregat Kanada HMCS Swansea dan kapal sekoci Inggris HMS Pelican. Lokasinya adalah di timur-laut Kepulauan Azores (posisi 46,22T dan 19,35B). Dalam peristiwa tersebut, 9 orang awak U-448 tewas, sementara 42 orang sisanya menjadi tawanan perang. Dalam foto ini, terlihat seorang petugas pelabuhan yang tercengang melihat kedatangan Oberleutnant z.S. Dauter, yang tetap berjalan dengan penuh kebanggaan walaupun telah menjadi seorang tawanan perang! Medali Deutsches Kreuz in Gold di dada kanan Dauter didapatkannya pada tanggal 13 November 1943, sementara medali Eisernes Kreuzes I.Klasse di dada kirinya didapatkan pada bulan Mei 1942. Selama karirnya sebagai kapten kapal selam, Dauter tidak pernah menenggelamkan satu kapal pun... tapi tercatat berhasil menembak jatuh satu buah pesawat amfibi musuh dengan senjata deknya!


Sumber :
https://www.iwm.org.uk/collections/item/object/205155072

Sunday, April 28, 2019

Penganugerahan Medali untuk Para Perwira Divisi SS Nordland

Upacara penganugerahan medali Ritterkreuz serta Deutsches Kreuz in Gold untuk para anggota 11. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland", yang diselenggarakan di Hungerburg, Austria, pada tanggal 12 Maret 1944. Yang menyerahkan medali adalah SS-Gruppenführer und Generalleutnant der Waffen-SS Matthias Kleinheisterkamp (mit der Führung beauftragt III. SS-Panzerkorps). Para penerima, dari kiri ke kanan: SS-Sturmbannführer Albrecht Krügel (Kommandeur II.Bataillon / SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Regiment 23 "Norge"), SS-Hauptsturmführer Rudolf Saalbach (Kommandeur SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 11 "Nordland"), SS-Untersturmführer der Reserve Georg Langendorf (Führer 5.(schwere)Kompanie / SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 11 "Nordland"), dan SS-Obersturmführer der Reserve Heinz Fechner (Chef 3.Kompanie / I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 23 "Norge"). Tiga yang pertama (Krügel, Saalbach dan Langendorf) mendapatkan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes, sementara Fechner mendapatkan Deutsches Kreuz in Gold. Kendaraan Schützenpanzerwagen Sd.Kfz. 251/9 Ausf.D "Stummel" di latar belakang adalah milik dari 5.Kompanie / SS-Panzer-Aufklärungs-Abteilung 11 "Nordland". BTW, "mit der Führung beauftragt" artinya adalah "Pimpinan Sementara". Komandan-Jenderal III. SS-Panzerkorps (germanische) aslinya adalah Felix Steiner, tapi dari tanggal 25 Februari s/d 16 April 1944 dia mengambil cuti panjang karena sedang sakit keras, sehingga posisinya digantikan oleh Kleinheisterkamp sampai kondisinya pulih kembali.





Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2013/11/album-foto-upacara-penyerahan.html

Anggota Polizei sedang Membersihkan Senapan

 Wachtmeister Freber, seorang anggota ORPO (Ordnungspolizei), sedang membersihkan pegangan bawah senapan mesin MG-34 yang telah dilepaskan. Berdasarkan keterangan dari buku "ORPO Waffentechnischer Leitfaden", Bagian yang menonjol ke depan adalah engsel tempat pegangan diputar saat sedang mengganti laras senapan. Freber sendiri memegang sebuah kuas kecil yang digunakan untuk membersihkan kotoran yang menempel di bagian luar senapan. Foto ini pertama kali dipublikasikan dalam majalah SIGNAL edisi bahasa Belanda, yang menceritakan tentang sebuah batalyon Polizei dalam gerak maju ke wilayah Leningrad di tahun 1941. Caption aslinya berbunyi: "Politieagenten brengen veslag uit de straatgevechten van Staro Panowo: Wachtmeister Freber had tussen de onoverzichtelijke ruines het contact met zijn kameraden verloren en zag zich plotseling door tien sowjetgeweren bedreigd. -- "Zij hebben me een paar straten naar achteren gebracht, maar vraag niet hoe" vertelt hij hier. -- Met schoppen en slagen van geweekolven op m'n hoofd. Maar ik ben Rijnlander en kan tegen een stootje. En toen 't donker werd ben ik 'm weer fijn gesmeerd" (Laporan resmi seorang anggota polisi mengenai pertempuran jalanan di Staro Panovo: Wachtmeister Freber telah kehilangan kontak dengan rekan-rekan seperjuangannya di sebuah reruntuhan bangunan, dan tiba-tiba kini berada dalam todongan senapan dari 10 orang prajurit Soviet. 'Mereka menyeretku ke jalanan sejauh beberapa blok, tapi tidak bertanya apa-apa kepadaku..' dia berkata. 'Mereka juga menendang dan memukul kepalaku dengan popor senapan. Tapi aku seorang Rheinlander - orang yang berasal dari Rhineland - sehingga aku masih cukup kuat untuk menerima semua siksaan tersebut. Dan ketika hari telah gelap, aku dapat dengan mudah meloloskan diri...). BTW, dalam foto ini Wachtmeister Freber tampak sedang ngelepus tembakau melalui pipa cangklong, yang dinamakan sebagai pipa meerschaum. Tindakan seperti ini secara teori sangat tidak dianjurkan, karena abu rokok yang terbuang berpotensi mengotori senapan yang telah dibersihkan, atau bahkan menimpa sisa-sisa mesiu yang masih tertinggal!


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?t=126293