Showing posts with label Pertempuran Atlantik. Show all posts
Showing posts with label Pertempuran Atlantik. Show all posts

Wednesday, April 13, 2022

U-553 Kembali ke St. Nazaire

Saat U-553 kembali ke pangkalannya di St. Nazaire (Prancis) dari patrolinya yang kedua pada tanggal 19 Juli 1941, u-boat satu ini tak hanya datang dengan membawa dua buah panji kemenangan, tapi juga periskop dalam kondisi yang rusak berat! Di malam tanggal 11-12 Juni 1941, setelah lima hari berada di samudera, kapten kapal tersebut yaitu Kapitänleutnan Karl Thurmann (4 September 1909 - 20 Januari 1943) memergoki beberapa kapal kargo Sekutu di utara kepulauan Azores yang terpisah dari konvoy OG-64, yang sedang dalam perjalanan ke arah barat. Tidak banyak buang waktu, pada pukul 01:22 dinihari U-553 mentorpedo kapal "Susan Maersk" (2.355 ton). Karena kondisi gelap dan begitu cepatnya kapal uap Inggris tersebut tenggelam, maka hanya hitungan kasar tonase dari korbannya yang bisa dicantumkan di panji kemenangan, dan itupun masih salah pula! Pada pukul 15:05 giliran kapal tanker berbendera Norwegia "Ranella" (5.590 ton) yang diserang oleh U-553. Sebuah torpedo mengenai kapal tersebut, tapi tidak membuatnya nyuksruk ke dasar lautan. Sebuah tembakan dilepaskan sekali lagi pada pukul 15:36, hanya saja torpedonya gagal meledak. Frustokat, Kapitänleutnant Thurmann memerintahkan agar U-553 melintas di bawah haluan "Ranella", yang sekarang dalam kondisi berhenti karena mesinnya rusak. Sayangnya, periskop U-553 belum sepenuhnya diturunkan sehingga mengenai bagian bawah dari kapal korbannya. Akibatnya, alat pengintip andalan u-boat tersebut menyon ke arah belakang sepanjang dua meter. Akhirnya, pada pukul 16:35 sore hari, torpedo ketiga dilepaskan yang mengenai "Ranella" dan membuatnya terbelah dua. Kontolnya eh konyolnya, kapal tersebut masih ogah untuk tenggelam! Dibutuhkan rentetan 100 tembakan peluru dari meriam geladak U-553 yang akhirnya berhasil menenggelamkan dua bagian dari "Ranella". BTW, 29 orang awak kapal Norwegia tersebut sebelumnya telah meninggalkan kapal dengan menggunakan perahu penyelamat dan mencapai Azores 12 hari kemudian. Semua keterangan ini didapatkan dari buku "Die U-Boot Fahrer - Die Boote, die Besatzungen und ihr Admiral" karya Lothar-Günther Buchheim halaman 160-161.

Sumber :
Majalah "U-Boot Im Focus" edisi no.2 - 2007

Tuesday, May 12, 2020

U-441 Pulang dari Patroli Setelah Menenggelamkan "Soekaboemi"

U-441 berlayar mendekati Pelabuhan Brest (Prancis) pada tanggal 22 Januari 1943 setelah pulang dari patroli di Samudera Atlantik selama 41 hari. Di atas menaranya tergantung satu buah panji segitiga yang menunjukkan satu buah kapal musuh telah menjadi korban keganasannya. U-boat (kapal selam Jerman) dari Tipe VIIC ini dikomandani oleh Kapitänleutnant Klaus Hartmann, dan telah berangkat sebelumnya dari pelabuhan yang sama pada tanggal 13 Desember 1942 sebelumnya. Dalam patrolinya tersebut, U-441 berhasil menenggelamkan satu buah kapal dagang milik Belanda bernama "Soekaboemi", yang berbobot 7.051 ton. "Soekaboemi" - bagian dari Konvoy ONS-154 - ditenggelamkan pada tanggal 27 Desember 1942 pukul 19:37 di timur laut Kepulauan Azores, Portugal, tepatnya di posisi 47° 25'N, 25° 20'W - Grid BD 66. Beberapa jam sebelumnya, tepatnya pada pukul 02:40 subuh, kapal "Empire Union" dan "Melrose Abbey" menjadi dua korban pertama dari Konvoy ONS-154, yang disusul oleh "Soekaboemi" dan "King Edward" - yang sama-sama dihantam oleh torpedo dari U-356 (Oberleutnant zur See Günther Ruppelt) - pada pukul 03:10. "Soekaboemi", yang dikomandani oleh Master H.A. van der Schoor de Boer, dihantam di bagian lambung kanan dan tak lama kemudian mulai miring ke arah haluan. Setelah 54 orang awak, 12 gunner dan 4 orang penumpang meninggalkan kapal mereka dengan menggunakan empat kapal sekoci, mereka dapat melihat bahwa masih ada satu orang yang masih tertinggal di "Soekaboemi", yang kini berdiri di bagian kapal yang masih berada di atas permukaan air sambil melambai-lambaikan senter sakunya! Tak lama kemudian, kapal penyelamat Inggris "Toward" (Master Gordon K. Hudson) datang untuk mengambil orang-orang yang selamat di tiga kapal sekoci. Kapten kapal "Soekaboemi" pada awalnya bersikeras untuk kembali ke kapalnya untuk mendata kerusakan yang terjadi, tapi kemudian menyadari bahwa usahanya sia-sia belaka. 17 orang yang berada di kapal sekoci keempat juga berhasil selamat setelah diambil oleh sebuah kapal korvet Sekutu. Lalu bagaimana dengan nasib satu orang yang masih tersisa di kapal? Dia berhasil naik ke atas rakit darurat dan nantinya diselamatkan oleh HMCS Napanee (K 118) (T/Lt S. Henderson, RCNR) di dekat kapal "King Edward" yang sama-sama telah ditinggalkan oleh para awaknya. Hanya satu orang awak "Soekaboemi" yang tercatat kehilangan nyawanya dalam peristiwa ini. Beberapa jam kemudian, sisa-sisa dari kapal dagang milik NV Scheepswerf tersebut mendapat tembakan "coup de grâce" dari U-441 yang datang terlambat ke lokasi kejadian, dan akhirnya tenggelam ke dasar samudera untuk selama-lamanya...


Sumber :
https://uboat.net/allies/merchants/ship/2537.html
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=580135&page=4&highlight=soekaboemi

Monday, April 29, 2019

Tawanan Perang dari U-448 Tiba di Inggris

Foto hasil jepretan Lieutenant S.J. Beadell ini memperlihatkan tawanan perang dari kapal selam Jerman U-448 tiba di pelabuhan Bristol, Inggris, pada tanggal 20 April 1944. Nantinya dia akan dikirimkan ke kamp penampungan di Greenock, Skotlandia, setelah diinterogasi terlebih dahulu. Orang pertama yang berjalan keluar dari kapal HMS Pelican (L86) adalah Oberleutnant zur See Helmut Dauter (Kommandant U-448) . Persis di belakangnya adalah Kapten HMS Pelican, Lieutenant Jack Neville Bathurst. U-448 - sebuah kapal selam dari Tipe VIIC - tenggelam pada tanggal 14 April 1944 setelah dihantam oleh bom kedalaman dari kapal fregat Kanada HMCS Swansea dan kapal sekoci Inggris HMS Pelican. Lokasinya adalah di timur-laut Kepulauan Azores (posisi 46,22T dan 19,35B). Dalam peristiwa tersebut, 9 orang awak U-448 tewas, sementara 42 orang sisanya menjadi tawanan perang. Dalam foto ini, terlihat seorang petugas pelabuhan yang tercengang melihat kedatangan Oberleutnant z.S. Dauter, yang tetap berjalan dengan penuh kebanggaan walaupun telah menjadi seorang tawanan perang! Medali Deutsches Kreuz in Gold di dada kanan Dauter didapatkannya pada tanggal 13 November 1943, sementara medali Eisernes Kreuzes I.Klasse di dada kirinya didapatkan pada bulan Mei 1942. Selama karirnya sebagai kapten kapal selam, Dauter tidak pernah menenggelamkan satu kapal pun... tapi tercatat berhasil menembak jatuh satu buah pesawat amfibi musuh dengan senjata deknya!


Sumber :
https://www.iwm.org.uk/collections/item/object/205155072