Showing posts with label Parade. Show all posts
Showing posts with label Parade. Show all posts

Sunday, June 7, 2026

Hans Seidemann dalam Acara Penyambutan Legion Kondor



Dalam foto yang dibuat oleh Hugo Jaeger ini, terlihat Oberstleutnant Hans Seidemann (Chef des Stabes Legion Kondor) memimpin para anakbuahnya dalam acara perayaan untuk menyambut kepulangan Legion Kondor, yang diadakan di Berlin pada tanggal 6 Juni 1939. Dia mengenakan Spanienkreuz in Gold mit Schwertern yang didapatkannya di hari yang sama. Selama Perang Saudara Spanyol (1936-1939), Seidemann bertugas dalam Legion Kondor, pasukan ekspedisi Jerman yang dikirim untuk mendukung kaum Nasionalis pimpinan Jenderal Francisco Franco. Pada akhir tahun 1938 ia telah menduduki posisi penting sebagai Kepala Staf Legion Kondor, yang saat itu berada di bawah pimpinan Generalmajor Wolfram Freiherr von Richthofen, di mana ia membantu mengoordinasikan operasi udara, logistik, pelatihan, dan doktrin tempur selama fase terakhir konflik tersebut. Pengabdiannya di Spanyol memberinya pengalaman operasional yang sangat berharga yang kemudian ikut mempengaruhi strategi Luftwaffe dalam Perang Dunia II. Pangkat terakhir Seidemann adalah General der Flieger.



Sumber :
Foto koleksi Hugo Jaeger

Sunday, June 19, 2022

Jenderal-Jenderal Jerman di Paris 1940


Penampakan jenderal-jenderal Wehrmacht di acara parade kemenangan pasukan Jerman di Place de la Concorde, Paris, hari Jum'at tanggal 14 Juni 1940. Di hari itu ibukota Prancis tersebut jatuh ke tangan tentara Nazi, sementara 2.000.000 warganya telah pergi mengungsi. Sebagai persiapan parade, pihak penguasa baru melarang warga setempat untuk mendekati sekitar wilayah Place de la Concorde dari pukul 08:00 pagi sampai dengan sore harinya. Sebagai identitas bapak-bapak bule yang nongtot dalam foto ini adalah, baris depan dari kiri ke kanan: Generalleutnant Hans von Salmuth (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), General der Artillerie Georg von Küchler (Oberbefehlshaber 18. Armee), Oberleutnant der Reserve Heinrich Graf von Lehndorff-Steinort (Adjutant Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), General der Kavallerie Georg Stumme (bocil yang membelakangi kamera, Kommandierender General XXXX. Panzerkorps), serta Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B). Di latar belakang terlihat deretan mobil mewah yang terparkir, yang kemungkinan besar adalah tunggangan khusus perwira-perwira tinggi Jerman yang menghadiri acara. Tiga mobil yang berada di sebelah kanan adalah, berturut-turut dari kiri ke kanan: Opel Admiral, Opel Kapitän, dan Horch 830 BL. Foto berwarna asli ini sendiri dibuat oleh salah seorang fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger, yang "nebeng" bersama dengan Heeresgruppe B dalam invasi ke Benelux (Belanda Belgia Luxemburg) dan Prancis di musim panas tahun 1940.

Sumber :
https://artsandculture.google.com/search?q=kuechler&hl=en

Sunday, June 5, 2022

Prajurit Afrikakorps dan BMW R12 di Tripoli

 
Prajurit-prajurit Afrikakorps menunggu giliran untuk ikut berpartisipasi dalam parade militer di Tripoli, Libya, tanggal 14 Februari 1941. Mereka adalah bagian dari kontingen pertama pasukan Jerman yang tiba di Afrika Utara, yang berangsur datang dari tanggal 10 Februari s/d 12 Maret 1941. Meskipun prajurit-prajurit ini sudah mendapatkan jatah tropenuniform (seragam tropis) dan tropenhelm (helm tropis), tapi, sebagian besar perlengkapan dan mesin perang mereka masih menggunakan cat lama yang biasa dipakai di daratan Eropa. Beiwagenkrädern (motor bersespan) dalam foto ini berasal dari jenis BMW R12, sementara mobil di belakangnya adalah Kübelwagen. Prajurit Afrikakorps dengan senapan Kar98k (Karabiner 98 kurz) tersampir di punggungnya ini mengenakan "Kradbrille" di matanya, yang merupakan kacamata khusus pelindung debu yang banyak digunakan oleh unit bersepeda motor seperti Aufklärungs (Pelopor) atau Kradmelder (Pengantar Pesan). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Sturm dari KBK Lw 7 (Kriegsberichter-Kompanie Luftwaffe 7). Perhatikan rambu unik bergambar kereta kuda dan truk di latar belakang! Ada yang tahu maksudnya?

Sumber :
Bundesarchiv Bild 101I-424-0258-02

Tuesday, May 3, 2022

Panzer III dalam Parade Militer

Dengan semakin banyaknya modifikasi yang diterapkan pada Panzerkampfwagen III Ausf.H (seperti yang tampak dalam foto ini), cupola jenis baru ditambahkan pada turet bersama dengan ventilasi melingkar pada atapnya (bagian belakang dari turetnya sendiri adalah plat tanpa sambungan yang tidak ikut dimodifikasi bersama cupolanya). Meriam KwK38 L/42 kaliber 5cm yang menjadi senjata utama ditempatkan pada lapisan plat eksternal dengan desain baru yang merupakan perlengkapan standar dari hampir semua panzer jenis ini; perhatikan lubang tempat melihat di kedua sisi plat meriam, juga "rumah" baja di sekitar dudukan MG 34. Sebuah kedok supir baru yang bisa dikeluar-masukkan ikut ditambahkan, sementara bagian depan kubahnya sendiri diberi tambahan lapisan baja (yang disematkan dengan cara dibaut) dengan ketebalan 30mm - baut yang sama dipakai untuk memperkuat plat MG 34, kedok supir, serta titik penarik. Lampu depan Notek dipasang di fender samping supir, sementara lampu depan konvensional tidak dilengkapi dengan tudung berlubang untuk black-out. Simbol yang terlihat di sebelah kedok supir (huruf "Y" berwarna kuning) menunjukkan bahwa Panzer III ini merupakan kepunyaan dari 2. Panzer-Division, dan foto ini sendiri diambil setidaknya setelah tahun 1941. Kita juga bisa melihat gambar segi-empat kecil bergaris putih di bagian samping turet yang menghadap ke depan.
 
Sumber :
Buku "Panzer Vor: German Armor At War 1939-45" kaya Frank V. De Sisto

Parade Panzer-Abteilung z.b.V. 40 di Oslo

Parade militer Jerman dari satuan Panzertruppen (Pasukan Tank) yang digelar pada pukul 10:30 di jalan Karl Johans gate, Oslo, ibukota Norwegia, pada tanggal 1 Oktober 1940. Tank-tank dari jenis Panzerkampfwagen I Ausf.B ini berasal dari Panzer-Abteilung z.b.V. 40 pimpinan Oberstleutnant Ernst Volckheim, yang tampak dalam foto sedang memberi hormat militer dengan didampingi oleh salah seorang perwiranya. Dalam foto ini, Abteilungskommandeur Volckheim berdiri di atas podium kehormatan yang ditempatkan di pinggir lapang Universitetsplassen, yang merupakan bagian dari komplek Universitas Oslo. Ernst Volckheim sendiri tercatat dalam sejarah sebagai salah satu pendiri pasukan panzer Jerman, selain dari Heinz Guderian yang lebih terkenal. Dari tahun 1924 dia sudah menulis tentang teori perang tank, yang dibuatnya berdasarkan pengalamannya dalam Perang Dunia Pertama sebagai seorang anggota Korps Tank Kekaisaran Jerman. Ironisnya, yang kemudian mendapat publikasi lebih luas adalah Guderian, yang baru menulis buku masterpiece-nya, "Achtung Panzer!", baru pada tahun 1937! Ini karena yang terakhir lah yang memperkenalkan satuan lapis baja pada pemimpin Jerman Adolf Hitler, yang kemudian begitu terkesan atas pemaparan Guderian sehingga langsung berkata dengan antusias, "Inilah yang aku butuhkan! Inilah yang aku ingin miliki!"







Sumber :
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Fo30141711070017_WW2_Norway_1940-10-01_Wehrmacht_Panzertruppen_Ernst_Volckheim_Panzerkampfwagen_German_Tank_troops_parade_salute_Karl_Johans_gate_Universitetsplassen_Oslo_NTBs_krigsarkiv_Riksarkivet_CC_BY_Rettighetshaver_etc_krediteres.jpg

Sunday, January 16, 2022

Parade Jenderal Jerman di Moskow

Parade tawanan Jerman yang ditangkap oleh Tentara Merah dalam Operasi Bagration (disebut juga dengan nama "Parade of the Vanquished" atau "Operation Big Waltz"), yang digelar pada hari Senin tanggal 17 Juli 1944 di jalanan Kota Moskow. Sekitar 57.000 orang prajurit dan perwira Jerman dari Heeresgruppe Mitte (yang sebagian besar ditangkap oleh pasukan Soviet dari Front Belorusia ke-1, 2 dan 3) diperintahkan untuk berjalan melewati Sadovoye Koltso (Garden Ring) serta jalan-jalan utama lainnya di ibukota Uni Soviet tersebut. Termasuk diantara ribuan tawanan Jerman adalah 23 orang jenderal Wehrmacht yang diposisikan paling depan dalam prosesi tersebut. Foto ini diambil di sebuah lapangan di depan Stasiun Kereta Api Belorussky. Baris depan, dari kiri ke kanan: Generalleutnant Vincenz Müller (Kommandierender General XII. Armeekorps); General der Infanterie Paul Völckers (Kommandierender General XXVII. Armeekorps); dan General der Infanterie Friedrich Gollwitzer (Kommandierender General LIII. Armeekorps). Baris belakang dari kiri ke kanan: Generalleutnant Adolf Hamann (Kommandant Festung Bobruisk), Generalleutnant Edmund Hoffmeister (Kommandierender General XXXXI. Panzerkorps), Generalleutnant Rudolf Bamler (Kommandeur 12. Infanterie-Division), Generalleutnant Hans-Walter Heyne (Kommandeur 6. Infanterie-Division), dan Generalleutnant Kurt-Jürgen Freiherr von Lützow (Kommandierender General XXXV. Armeekorps).



Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2017/11/foto-operasi-bagration.html
http://retromap.ru/051952_55.781593,37.565174&w=pv280789&leftpv=1

Sunday, May 17, 2020

Parade Militer 999. leichte Afrika-Division

Upacara pengambilan sumpah para prajurit-prajurit baru 999. leichte Afrika-Division yang diselenggarakan di Heuberg, Jerman, pada bulan Januari 1943. Divisi ini pertama kali dibentuk pada bulan Oktober 1942 sebagai sebuah unit hukuman, dimana para tahanan kriminal dan politik - ditambah dengan prajurit-prajurit yang desersi atau mbalelo - dikumpulkan dalam sebuah kesatuan, dan rencananya akan dikirim untuk bertempur melawan pasukan Sekutu di Afrika Utara. Kloter pertama telah tiba pada awal tahun 1943, hanya sayangnya Tunisia keburu menyerah beberapa bulan kemudian - bersama dengan ratusan ribu pasukan Poros yang ada disana - sehingga sisa sebagian besar anggota 999. leichte Afrika-Division dialihkan untuk bertugas sebagai pasukan pendudukan di Yunani yang sama-sama beriklim tropis. Divisi ini kemudian dibubarkan pada bulan Mei 1943, dan sisa-sisa anggotanya dilebur ke dalam unit-unit yang berbeda. Karena sebagian anggotanya adalah mantan tahanan politik yang sebelumnya dipenjara karena aktivitas anti-Nazi mereka, maka tak heran bila aktivitasnya "kambuh" kembali di tempat yang baru. Beberapa diantaranya, seperti Falk Harnack dan Wolfgang Abendroth, malah kabur dan bergabung dengan pihak musuh dalam memerangi pasukan Jerman! Dalam pertempuran melawan tentara Amerika di Afrika Utara sendiri, semangat bertempur sebagian prajurit 999. leichte Afrika-Division sudah berada di titik nadir, sehingga mereka hanya melawan seadanya sebelum kemudian mundur atau menyerah. Tak heran bila di sepanjang eksistensinya, hanya satu orang anggota divisi ini yang mendapatkan medali keberanian yang cukup bergengsi, yaitu Oberstleutnant Gotthold Wolf (Kommandeur Infanterie-Regiment 961) yang dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 12 Mei 1943. Tercatat ada tiga orang yang pernah menjadi Komandan 999. leichte Afrika-Division dari bulan Oktober 1942 s/d Mei 1943: Oberst Heinz Karl von Rinkleff (Oktober 1942 - 2 Februari 1943), Generalleutnant Kurt Thomas (2 Februari 1943 - 1 April 1943), dan Generalmajor Ernst-Günther Baade (2 April 1943 - 13 Mei 1943)


Sumber :
https://enanosin.wordpress.com/category/world-war-two-history/

Sunday, May 10, 2020

Parade Sukarelawan Wehrmacht Prancis di Paris

Parade militer para anggota LVF (Légion des volontaires français contre le bolchévisme, Legiun Sularelawan Prancis dalam Melawan Bolsewisme) di Champs Elysées, Paris. Unit ini dibentuk pada bulan Juli 1941 oleh pemerintah pendudukan Nazi yang berkolaborasi dengan parta-partai sayap kanan Prancis, yang bertujuan untuk membantu invasi Jerman atas Uni Soviet. Dalam hierarki resmi Wehrmacht, nama resminya adalah Infanterie-Regiment 638. LVF kemudian dikirim ke Front Timur pada bulan Oktober 1941, dan menderita korban besar dalam pertempuran yang terjadi disana. Dia kemudian dibubarkan pada bulan September 1944, saat hampir seluruh Prancis sudah dikuasai oleh pasukan Sekutu. Perannya kemudian digantikan oleh Waffen-Grenadier-Brigade der SS "Charlemagne" yang berusia singkat. Dalam foto ini, kita melihat bahwa bintara LVF yang berjalan paling depan adalah seorang veteran Perang Dunia Pertama, yang terlihat dari medali-medali yang tersemat di seragamnya. Baris atas dari kiri ke kanan: Médaille militaire, Croix de guerre 1914–1918, Croix de Guerre Legionnaire, dan Croix du combattant. Baris bawah: Croix du combattant volontaire (?), Ordre de l'Étoile d'Anjouan (?) atau mungkin semacam medali kolonial Prancis lainnya, Médaille Interalliée de la Victoire 1914–1918, dan Médaille commémorative de la guerre 1914–1918. Medali yang terletak di sebelah kiri Ordre de l'Étoile d'Anjouan kemungkinan adalah Médaille Coloniale yang dipakai sebagai pelengkap medali kolonial dia yang lainnya. Sementara itu, pita yang tersemat di kancing seragamnya adalah satu-satunya medali Jerman yang dia punya (setidaknya sampai saat foto ini diambil), yaitu Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" atau Ostmedaille. Hal ini menunjukkan bahwa foto ini diambil setidaknya antara rentang waktu 1942 s/d 1944, karena medali yang disebut terakhir tersebut pertama kali dikeluarkan pada tahun 1942 sebagai penghargaan kepada para prajurit Wehrmacht dan SS yang berhasil selamat dari kejamnya musim dingin di Front Timur.



Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=9&t=153613&start=495

Sunday, April 26, 2020

Tiga Petinggi Militer dan Sipil di Dresden 1940

 Foto ini diambil di kota Dresden, Jerman, dan memperlihatkan dari kiri ke kanan: Generalleutnant Wilhelm Mayer (Kommandierender General und Befehlshaber Luftgau IV Dresden), Gauleiter Martin Mutschmann (Gauleiter von Sachsen), dan Charakter als General der Infanterie Erich Wöllwarth (Kommandierender General des Stellvertretenden Generalkommando IV. Armeekorps und Befehlshaber Wehrkreis IV Dresden). Ketiga petinggi militer dan sipil Nazi Jerman ini mengobrol santai sambil menunggu acara parade kemenangan pasukan Wehrmacht yang baru pulang dari kemenangan gilang-gemilang di Prancis. Foto diambil pada bulan Agustus 1940


Sumber :
http://www.deutschefotothek.de/documents/obj/70239033

Sunday, March 1, 2020

Parade Militer Jerman di Wina Austria

 Generaloberst Fedor von Bock (Oberbefehlshaber Heeresgruppen-Kommando 3) memberi hormat militer kepada pasukan berkuda Wehrmacht dalam parade militer yang diselenggarakan di Ringstraße Wina pada tanggal 14 Maret 1938, dua hari sebelum Anschluss (Penyatuan) Austria dengan Jerman. Memakai kacamata dan Stahlhelm Sondermodell 1918 di sebelah kiri adalah General der Kavallerie Maximilian Reichsfreiherr von Weichs (Kommandierender General XIII. Armeekorps), sementara perwira Luftwaffe di sebelah kanannya adalah Generalmajor Ludwig Wolff (Höherer Flieger-Kommandeur 5 und Höherer Kommandeur der Luftwaffeneinheiten in Österreich), disusul oleh Oberst Maximilian de Angelis (Staatssekretär im Bundesministerium für Landesverteidigung Wien) yang memakai seragam militer Austria. Berdiri di belakang Von Bock dengan memakai pakaian sipil adalah Reichsstatthalter Arthur Seyß-Inquart (Leiter der österreichischen Landesregierung), disusul oleh SS-Brigadeführer Ernst Kaltenbrunner ("Staatssekretär für das Sicherheitswesen im Lande Österreich" und Führer des SS-Oberabschnitts Donau) yang memakai schirmmütze hitam SS di belakang Seyß-Inquart. Satu lagi: yang memakai pakaian sipil di belakang Von Weichs adalah Ludwig Ritter von Eimannsberger, pensiunan General der Artillerie yang nantinya dipanggil kembali untuk bertugas aktif bulan Agustus 1938. Di belakang para "top notch" di podium ini terlihat para penonton yang merupakan perwira-perwira Jerman yang ikut datang ke Austria, sementara di sebelah kanannya adalah perwira-perwira Austria yang memakai seragam militer mereka dengan tambahan Reichsadler Jerman. Begitu cepatnya proses aneksasi Austria oleh Jerman, sehingga para anggota Bundesheer Austria - yang secara otomatis dimasukkan menjadi bagian dari Wehrmacht - belum sempat diberi jatah seragam baru Jerman saat formalisasi Anschluss dilaksanakan!


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/09/album-foto-anschluss-jerman-austria.html

Monday, June 4, 2018

Parade Kommando der Wachtruppe Melintasi Gerbang Brandenburg

Dengan diiringi oleh rakyat sipil, kompi penjaga dari Kommando der Wachtruppe berparade melewati Brandenburger Tor (Gerbang Brandenburg) menuju Wache Ehrenmal (Monumen Perang Kehormatan) di Berlin tahun 1934. Mereka semua mengenakan Parade-Anzug (Seragam Parade), yang khusus dikenakan pada acara-acara seremonial. Kommando der Wachtruppe biasa mengadakan parade dengan iringan orkes dangdut di hari minggu, selasa dan kamis. Rute parade bermula dari Barak Moabit - markas mereka - lalu melewati Brandenburger Tor dan di sepanjang Unter den Linden sebelum berakhir di Ehrenmal yang berlokasi di Gedung Schinkel. Perwira yang ditunjuk untuk memimpin parade ini biasanya menunggangi kuda putih yang bernama "Alaric". Kuda tersebut menjadi begitu terkenal, khususnya di mata orang-orang Berlin. Unit Kommando der Wachtruppe inilah - bersama dengan Resimen Infanteri Latihan di Döberitz - yang nantinya menjadi cikal bakal Divisi Großdeutschland yang tersohor dalam Perang Dunia II



Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.com/2018/06/kommando-der-wachtruppe-parade-through.html