Showing posts with label Sturzkampfbomber. Show all posts
Showing posts with label Sturzkampfbomber. Show all posts

Wednesday, June 1, 2022

Upacara Penyambutan untuk Jagoan Stuka Georg Dörffel

 

Foto ini diambil di sekitar wilayah Kharkov pada tanggal 20 Juli 1943 oleh Kriegsberichter Jütte, dan memperlihatkan upacara penyambutan untuk Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1) yang baru saja kembali dari feindflug (misi udara) yang ke-800. Sambil memegang buket bunga dan berdiri di samping pesawat Focke-Wulf Fw 190 yang baru saja didaratkannya, Dörffel dengan semangat menenggak miras cap Tikus yang diberikan oleh Major Alfred Druschel (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1). Hanya berselang satu bulan kemudian, Georg Dörffel berhasil menyelesaikan misinya yang ke-900. Dia menerbangkan misinya yang ke.1000 pada tanggal 6 Oktober 1943, dan dengannya dia menjadi salah satu dari sangat sedikit pilot Luftwaffe yang mampu melakukan misi tempur sebanyak itu! Sang jagoan Stuka terbunuh di atas kota Roma, Italia, pada tanggal 26 Mei 1944 saat berusaha keluar dari pesawat Focke-Wulf Fw 190 F-8 yang dipilotinya. Kemungkinan besar kepalanya berbenturan dengan ekor pesawat yang melaju kencang, membuatnya tak sadarkan diri sehingga tak sempat membuka parasutnya.









Dari kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Johannes Gehrmann (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), dan Leutnant Johannes Meinicke (Staffelführer 1.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1). Di hari yang sama, Oberleutnant d.R. Gehrmann menerbangkan misi tempurnya yang ke-400.

Dari kiri ke kanan: Oberleutnant der Reserve Johannes Gehrmann (Staffelkapitän 3.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), Major Alfred Druschel (Geschwaderkommodore Schlachtgeschwader 1), Hauptmann Georg Dörffel (Gruppenkommandeur I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1), dan Leutnant Johannes Meinicke (Staffelführer 1.Staffel / I.Gruppe / Schlachtgeschwader 1).


Sumber :
https://www.bild.bundesarchiv.de/dba/de/search/?topicid=dcx-thes_personen_774u7o51p5xr4b6jden
http://forum.12oclockhigh.net/showthread.php?t=59973
http://historical-media.com/einzel/2013.9.13/_x2013.9.13.html

Friday, June 5, 2020

Jagoan Stuka Hartmut Schairer dan Kameranya

Oberleutnant Hartmut Schairer (Staffelkapitän 7.Staffel / III.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 1) terlihat sedang membersihkan kamera Leica-nya. Jagoan Stuka ini dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 30 Agustus 1941 setelah dia menyelesaikan 150 misi tempur sebagai seorang pilot serang-darat Luftwaffe. Sayangnya, Hauptmann Schairer gugur dalam tugas hampir setahun kemudian - tepatnya pada tanggal 19 Juli 1942 - setelah pesawat Junkers Ju 87 yang dipilotinya jatuh di Staraya Russa, Uni Soviet, dalam misi tempurnya yang ke-562. Gunner kepercayaan yang telah menemaninya dari sejak tahun 1940, Oberfeldwebel Heinz Bevernis, ikut tewas pula bersamanya. Sang penembak senapan mesin kemudian dianugerahi medali Ritterkreuz secara anumerta pada tanggal 19 September 1942, dan tercatat sebagai gunner / operator radio Stuka pertama di seantero Luftwaffe yang mendapatkan kehormatan setinggi itu! BTW, dari jutaan prajurit Jerman yang berangkat menuju medan tempur dalam Perang Dunia II, banyak diantaranya yang membawa serta pula kamera pribadi mereka demi untuk merekam jejak 'Dienstzeit' (pengabdian militer) dalam perang akbar tersebut, sebuah era yang - mereka ketahui dengan pasti - akan menjadi salah satu yang paling terkenal dalam sejarah (dan karenanya mereka tidak mau ketinggalan untuk mengabadikannya!). Foto-foto yang dihasilkan biasanya kemudian dikirimkan ke handai taulan atau teman di kampung halaman dalam bentuk satuan, kartupos atau album. Tak ada pihak lain dalam Perang Dunia II yang melebihi 'kegilaan' tentaranya Hitler dalam hal mendokumentasikan segala sesuatu yang mereka temui di lapangan, sehingga tercatat JUTAAN foto dari masa itu yang sampai sekarang masih tersimpan rapi di banyak album, kotak ataupun arsip penyimpanan! Kamera yang paling sering dipakai oleh prajurit Jerman adalah yang berformat 127 atau 120 (juga kamera film 35mm yang lebih modern). Benda-benda ini digunakan oleh para "soldat" dengan penuh dedikasi dan akurasi, layaknya seperti saat mereka sedang membidikkan senapan Mauser atau meriam Krupp dalam pertempuran!


Sumber :
Buku "Memoars of a Stuka Pilot" karya Helmut Mahlke

Sunday, May 31, 2020

Albert Speer dengan para Jagoan Stuka dari StG 2

Pertemuan Reichsminister Dr. Albert Speer dengan para perwira berprestasi dari Sturzkampfgeschwader 2 (StG 2) "Immelmann" di Kharkov (Ukraina), yang merupakan salah rangkaian acara dari sesi kunjungan Speer ke Front Timur yang berlangsung dari tanggal 14 s/d 18 Juni 1943. Dari kiri ke kanan: Dr. Albert Speer (Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion), Hauptmann Walter Krauß (Führer III.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 2. Ritterkreuz 29 Juli 1940 dan Eichenlaub 3 Januari 1944), Oberleutnant Steffen "Egbert" Jaeckel (Staffelkapitän 2.Staffel / I.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 2. Ritterkreuz 14 Mei 1942), Hauptmann Alwin Boerst (tertutup oleh Kupfer, Gruppenkommandeur I.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 2. Ritterkreuz 5 Oktober 1941, Eichenlaub 28 November 1942 dan Schwerter 6 April 1944), Major Dr.jur. Ernst Kupfer (Führer Sturzkampfgeschwader 2. Ritterkreuz 23 November 1941, Eichenlaub 8 Januari 1943 dan Schwerter 11 April 1944), serta Hauptmann Hans-Ulrich Rudel (Staffelkapitän 1.Staffel / I.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 2. Ritterkreuz 6 Januari 1942, Eichenlaub 14 April 1943, Schwerter 25 November 1943, Brillanten 29 Maret 1944 dan Goldenem Eichenlaub 29 Desember 1944)


Sumber :
 https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=2271625#p2271625

Thursday, April 2, 2020

Pilot Luftwaffe Menikmati Konsentrat Kopi

 Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi ini memperlihatkan dua orang perwira Luftwaffe yang sedang asyik mencicipi Kaffee Konserve (konsentrat kopi) yang berbentuk pasta, agar membuat mereka tetap terjaga dalam tugas-tugas penerbangan berat ke wilayah musuh. Kaffee Konserve seperti ini dibuat dengan menggunakan tiga bahan: kopi, susu dan gula, dengan kadar 150 kalori per tabung. Penggunaannya bisa disantap secara langsung ataupun dicampur dengan air. Di tabungnya tertera saran penggunaan: "Zum gebrauch bei ermüdungserscheinungen" (digunakan saat mulai terlihat tanda-tanda kelelahan). Pilot-pilot Luftwaffe sendiri sangat menyukai konsentrat kopi seperti ini, dan sering mengkonsumsinya walaupun tidak sedang bertugas. Untuk identifikasi orang dalam foto ini, di sebelah kiri adalah Oberleutnant Johannes Brandenburg (Staffelführer 2.Staffel / I.Gruppe / Sturzkampfgeschwader 2 "Immelmann"), seorang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) yang mendapatkan medalinya pada tanggal 18 September 1940 setelah skuadron pimpinannya menghancurkan 8 kapal laut Sekutu dalam operasi anti-pelayaran di Samudera Atlantik. Sayangnya, dia tidak sempat merasakan berakhirnya perang, karena keburu gugur dalam sebuah misi pengeboman di selatan Dobrovo, Uni Soviet, pada tanggal 18 Februari 1942. Pada saat itu pangkatnya telah naik satu tingkat menjadi Hauptmann (Kapten)


Sumber :
http://histomil.com/viewtopic.php?t=13861&start=290
https://www.warsendshop.com/products/kaffee-konserve-full-tube