Showing posts with label Aufklärungstruppe. Show all posts
Showing posts with label Aufklärungstruppe. Show all posts

Friday, May 13, 2022

Pelatihan Panzer-Aufklärung


Salah satu moto militer Jerman yang paling terkenal adalah "Schweiß spart Blut" (keringat menyelamatkan darah), yang berarti bahwa program pelatihan yang ketat memastikan bahwa pasukan yang terlatih baik mempunyai kesempatan untuk bertahan hidup yang lebih besar di medan pertempuran. Angkatan Darat Jerman mempraktekkan secara serius kata-kata tersebut, dan program pelatihannya mungkin tidak ada duanya di dunia pada tahun-tahun sebelum perang. Adalah sistem pelatihan yang unggul, ditambah dengan kepemimpinan yang fleksibel serta doktrin yang terdefinisi dengan baik, yang memungkinkan pasukan Jerman untuk mengatasi hambatan jumlah mereka yang lebih sedikit dalam pertempuran, ataupun perlengkapan perang yang lebih inferior mutunya dibandingkan dengan lawan mereka. Ketika perang semakan panjang dan semakin luas ruang lingkupnya, pihak Angkatan Bersenjata Jerman menjadi kewalahan dalam mempertahankan kualitas pelatihan mereka yang lama dan rumit (seperti yang biasa berlaku di masa damai atau awal-awal perang). Selain itu, korban yang terus berjatuhan di kalangan perwira berpengalaman, khususnya di tingkat junior, turut berperan dalam menjamin penurunan kualitas prajurit-prajurit baru yang dihasilkan. Dengan semua hambatan tersebut, adalah hal yang luar biasa jika pasukan Wehrmacht tetap dapat menampilkan perlawanan yang gigih terhadap musuh-musuhnya (yang semakin besar dan kuat dari waktu ke waktu). Pelatihan yang diterima oleh prajurit-prajurit mereka dapat diarahkan secara khusus kepada individu, awak, seksi, peleton, atau tingkat komando yang lebih tinggi lagi, Tetapi efek akhirnya sangat terkait langsung dengan kualitas instruksi serta instruktur: pihak Jerman sangat menekankan pada laporan tertulis setelah aksi pertempuran, diskusi menyeluruh tentang apa yang telah terjadi, yang diikuti dengan pembekalan seluruh unit atau formasi. Dalam gambar ini, seorang perwira dari unit Aufklärungstruppe (pasukan pengintai) sedang berbicara dengan beberapa prajuritnya di Area Pelatihan Bruck, Austria Timur, pada tahun 1943.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/06/album-foto-panzertruppen.html

Wednesday, November 10, 2021

Tentara Jerman Berlindung di Lumbung

 Pada tanggal 5 September 1939, 13. Infanterie-Division (motorisiert) ikut ambil bagian dalam pertempuran sengit pertama divisi tersebut melawan tentara Polandia di Szczerców, sebuah desa kecil yang terletak di Łódź, Polandia. Pertempuran ini berlangsung di wilayah rawa-rawa serta hutan lebat, sehingga sangat menyulitkan dan menimbulkan korban besar bagi kedua belah pihak yang berseteru. Foto ini diambil di tanggal tersebut, dan memperlihatkan para anggota Beobachtungs-Abteilung 13 / 13.Infanterie-Division (mot.) yang sedang ngendon di sebuah lumbung gandum di Rusiec. Mereka memanfaatkan waktu dengan makan dan minum kopi bersama, sementara "Tragbüsche" (tabung masker gas) diletakkan tak jauh, siap-sedia untuk sewaktu-waktu digunakan. Foto ini sendiri berasal dari album pribadi milik Kurt Seeliger yang bertugas di Batalyon Pengintai tersebut di awal Perang Dunia II. Menurut keterangan Seeliger - Oberleutnant yang duduk paling kiri - mereka disini sedang berlindung dari pesawat-pesawat musuh yang melintas. Dalam invasi Jerman ke Polandia di bulan September 1939, Angkatan Udara Polandia kalah segala-galanya dibandingkan dengan Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman), baik dalam segi jumlah, kualitas pesawat maupun pelatihan pilot-pilotnya. Hanya dalam beberapa hari pertempuran saja mereka telah hampir seluruhnya tersapu bersih dari udara! Uniknya, Kriegstagebuch (Buku Harian Perang) dari 13. Infanterie-Division (mot.) sendiri tidak menyebutkan tentang adanya gangguan dari pesawat-pesawat musuh di dekat Szczerców pada tanggal 5 September 1939. Karenanya, kemungkinan besar cowok-cowok dalam foto ini hanyalah berlindung di gudang hanya untuk berjaga-jaga saja

Sumber :
https://onlinesammlungen.ghwk.de/seeliger/exhibition/

Saturday, January 25, 2020

Kradschützen dan Aufklärungszug dari Nordland

Awak sebuah Sd.Kfz.250/5 #402 milik peleton pelopor (Aufklärungszug) dengan plat nomor SS-800647 dari 4.Kompanie / SS Panzer-Aufklärungs Abteilung 11 / 11.SS Freiwilligen-Panzergrenadier-Division "Nordland" menyerahkan selembar kertas berisi informasi situasi pertempuran terkini kepada seorang pengantar pesan bermotor SS (SS-Kradschützen) yang duduk di atas sepeda motor dari jenis DKW NZ 350. Perhatikan simbol Sonnenrad (Roda Matahari) atau Ger-Rune di Sd.Kfz.250/5 yang digunakan oleh Divisi Nordland sebagai lambang unit mereka! Foto ini diambil bulan Juli 1944 saat Tentara Merah melakukan serbuan masif berulangkali terhadap garis Tannenberg di Narva. Divisi Nordland bertahan mati-matian menjaga garis pertahanan yang sangat vital ini bersama dengan 20. Waffen-Grenadier-Division der SS (Estonia), 5. SS-Freiwilligen-Sturmbrigade Wallonien (Wallonie), 6. SS-Freiwilligen-Sturmbrigade Langemarck (Flemish), 4. SS-Freiwilligen-Panzergrenadier-Brigade Nederland (Belanda) dan Kampfgruppe Strachwitz dari Panzergrenadier-Division Großdeutschland. Mereka pantang untuk mundur walaupun kekuatan musuh jauh berada di atas mereka. Begitu sengit dan brutalnya pertempuran yang terjadi sehingga gugurlah komandan Divisi Nordland SS-Gruppenführer Fritz von Scholz, dilanjutkan oleh komandan SS-Panzergrenadier-Regiment 23 Norge serta 24 Danmark! Meskipun begitu, pengorbanan mereka membawa hasil, dan dalam pergulatan yang berlangsung tiga hari tersebut (27-29 Juli 1944), pasukan Jerman berhasil menghancurleburkan tidak kurang dari 113 tank T-34 yang menyerbu garis pertahanan mereka! Tidak hanya itu, dari 136.830 tentara Soviet yang melakukan ofensif di Narva bulan Juli 1944, hanya beberapa ribu yang selamat, dan seantero resimen tank Soviet musnah! Tertahannya ofensif Soviet di hadapan pasukan gabungan Heer dan Waffen-SS memampukan lebih dari 25.000 warga Estonia dan 3.700 orang Swedia untuk meloloskan diri ke negara Swedia yang netral.


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/10/krad-melder-kradschutzen-dan-krad.html

Sunday, December 8, 2019

Guderian dalam Inspeksi di Bouillon (1940)

 General der Panzertruppe Heinz Guderian (Kommandierender General XIX. Armeekorps [motorisiert]) dalam tur inspeksi di Bouillon, pada tanggal 12 Mei 1940. Pagi sebelumnya di hari yang sama, kota di selatan Belgia tersebut jatuh ketangan salah satu unit yang berada di bawah komandonya (Schützen-Regiment 1 / 1.Panzer-Division). Di hari itu pula Guderian memindahkan markas staff-nya sampai dua kali karena serangan tanpa henti bomber-bomber Sekutu: pertama di Hotel Panorama di lembah sungai Semois, lalu ke hotel yang lebih kecil di utara Bouillon, dan selanjutnya pindah lagi ke sebuah hotel di desa Bellevaux-Noirefontaine. BTW, para perwira yang mengenakan seragam hitam "sonderbekleidung der deutschen panzertruppen" (pakaian khusus pasukan panzer Jerman) di belakang Guderian berasal dari Panzer-Aufklärungs-Abteilung 4 - yang merupakan bagian dari 1. Panzer-Division - dengan komandannya, Major Dr. Alexander von Scheele, berada di belakang Guderian dengan kepala sedikit tertutup. Sementara itu, paling kanan adalah Oberstleutnant Gustav-Adolf Riebel (IIa Personalverwaltung – 1. Adjutant XIX. Armeekorps [motorisiert]).


Sumber :
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_146-1980-004-32,_Heinz_Guderian_in_Bouillon,_Frankreich.jpg
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=245847&p=2237945#p2237945