Showing posts with label Inspeksi. Show all posts
Showing posts with label Inspeksi. Show all posts

Tuesday, July 4, 2023

Artur Phleps Memegang Sten Gun


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Artur Phleps memeriksa sebuah senapan mesin ringan rampasan dari para Partisan Yugoslavia. Senapan tersebut berasal dari jenis Sten Mk-II dengan magasin diputar ke bawah untuk memudahkan saat transportasi atau pengangkutan. Foto ini diambil antara tanggal 28 Agustus s/d 1 September 1943 sewaktu Phleps melakukan kunjungan ke tempat pelatihan.Kroatische SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division di Prancis.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=71&t=176767&hilit=phleps
https://www.thefifthfield.com/quiet-flows/ss-gruppenfuhrer-artur-phleps/

Sunday, June 18, 2023

Kunjungan Mufti Yerusalem ke Tempat Latihan Handschar


Mufti Yerusalem Amin al-Husseini dalam acara kunjungan ke tempat latihan 13. SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division (Kroatien) di Truppenübungsplatz Neuhammer am Queis (Jerman), bulan November 1943. Disini dia sedang menginspeksi latihan menembak (dengan menggunakan peluru tajam!) dari para prajurit muda anggota II.Bataillon / Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2. Berdiri paling kiri  dengan memakai pakaian sipil (di sebelah Mufti) adalah Ibrahim Kirlić, seorang tokoh otonomi Bosnia terkemuka, sementara tiga orang perwira SS yang ikut mengawasi di sebelah kanan adalah, dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Franz Matheis (Kommandeur Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2), SS-Sturmbannführer Egon Zill (Kommandeur II.Bataillon / Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2), serta SS-Sturmbannführer Götz Berens von Rautenfeld (Adjutant 13. SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division). Zill mengenakan apa yang dinamakan sebagai "Totenkopf" (Tengkorak / Kepala Kematian) di kerahnya, sebuah lambang yang dengan bangga tetap dia pakai dari sejak masa penugasannya sebagai Komandan Kamp Konsentrasi Flossenbürg di masa sebelum perang. Seusai Perang Dunia II, Zill bersembunyi dengan menggunakan nama palsu. Penyamarannya terbongkar hanya setelah dia dikaruniai anak perempuan di luar pernikahan, dan dia ingin agar sang anak mempunyai garis keluarga yang sebenarnya sehingga membubuhkan nama aslinya di akte kelahiran! Foto yang dibuat oleh Kriegsberichter SS-Untersturmführer Jobst Gösling ini pertama kali dipublikasikan tanggal 13 Januari 1944.

Sumber :
http://bandenkampf.blogspot.com/2015/08/bk0002.html
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_146-1974-059-40,_Amin_al_Husseini_bei_bosnischen_SS-Freiwilligen.jpg

Sunday, May 28, 2023

Tentara Jerman Menginspeksi Ranpur Soviet di Lublin

 Dengan penuh rasa penasaran, prajurit-prajurit Jerman melihat-lihat kendaraan lapis baja BA-10A milik Tentara Merah di Lublin, Polandia, bulan September 1939. Mereka juga menyempatkan diri untuk ngadu huntu dengan prajurit Rusia yang menjaganya. BA-10A s/d BA-10M menjadi ranpur Soviet yang paling banyak diproduksi dalam Perang Dunia II, dengan jumlah mencapai 3.377 buah dari tahun 1938-1941. Ranpur dengan senjata utama meriam kaliber 45mm ini digunakan juga oleh Angkatan Barsenjata Finlandia dan Jerman. Pada kenyataannya, begitu banyak BA-10 yang dirampas oleh Wehrmacht sehingga pihak Komando Tinggi membuat nama resmi baru untuk kendaraan satu ini: Panzerspahwagen BA-203(r)! Foto oleh Kriegsberichter Höllenthal dari PK (Propaganda-Kompanie) 637 Ost


Sumber :
http://riowang.blogspot.com/2009/09/brest-nazi-soviet-military-parade-23_25.html

Sunday, May 14, 2023

Kunjungan Rommel ke Batterie Rozenburg

Kunjungan inspeksi Generalfeldmarschall Erwin Rommel (tengah, Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) ke Batterie Rozenburg, salah satu benteng artileri pantai yang terdapat di wilayah Hoek van Holland, Belanda selatan, tanggal 26 Maret 1944. Perwira Kriegsmarine yang berada di sebelah kiri adalah Kapitän zur See Frank Aschmann (Seekommandant Südholland). Di sebelah kiri Rommel berdiri General der Infanterie Hans-Wolfgang Reinhard (Kommandierender General LXXXVIII. Armeekorps), sementara di sebelah kanannya adalah Hauptmann Hellmuth Lang (memakai seragam hitam Panzertruppen, Ordonnanzoffizier Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) dan Generalmajor Carl Wahle (Kommandeur 719. Infanterie-Division). Perwira lain yang memakai stahlhelm dan fernglas (teropong) kemungkinan besar adalah komandan baterai artileri Rozenburg. Meriam-meriam artileri kaliber terbesar di wilayah pendudukan Belanda terdapat di Festung Hoek van Holland, yaitu Marine-Küsten-Batterie Rozenburg (XV) yang terletak di sebelah selatan muara, serta Marine-Küsten-Batterie Vineta (III) dan Monster (VI) yang terletak di atasnya. Meriam-meriam tersebut diambil dari sisa kapal-kapal perang Belanda yang sudah non-aktif. Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Jesse dari KBZ OB West (Kriegsberichter-Zug Oberbefehlshaber West).




Sumber :
https://www.atlantikwall-museum.nl/coastal-battery.html
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=147822&sid=78d82b8f0bb769a3633ae37dee35a1d5&start=495

Tuesday, July 19, 2022

Jenderal Schlömer Menginspeksi Panzer IV

Generalleutnant Helmuth Schlömer (tengah), Kommandeur 3. Infanterie-Division (motorisiert), menginspeksi sebuah Panzerkampfwagen IV Ausf.G bersama dengan tiga orang perwira Wehrmacht lainnya. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Koch (Propaganda-Kompanie 694) di sektor selatan Front Timur pada bulan Juni-Juli 1942. Pada periode tersebut Jenderal Schlömer dan divisi pimpinannya sibuk berjibaku melawan Tentara Merah dalam gerak maju mereka ke Stalingrad, terutama sewaktu melakukan penyeberangan Sungai Tim (28 Juni 1942), pertempuran mempertahankan jembatan Voronezh (7-13 Juli 1942), dan pertempuran di pinggiran sungai Don (24 Juli s/d 10 Agustus 1942). Sebagai penghargaan atas kepemimpinannya dalam fase-fase paling kritis yang dihadapi oleh Divisi Infanteri ke-3, Divisionskommandeur Schlömer dianugerahi medali Eichenlaub pada tanggal 23 Desember 1942 (dia sebelumnya telah mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 2 Oktober 1941 sewaktu masih menjadi Oberst / Kolonel dan Komandan Schützen-Regiment 5 / 12.Panzer-Division).

Sumber :
Bundesarchiv Bild 101I-216-0434-08

Friday, May 13, 2022

Hans von Seeckt Menginspeksi Infanterie-Regiment 67

 

Pada tanggal 22 April 1936 sang kreator Reichswehr, pensiunan Generaloberst Hans von Seeckt, berulangtahun yang ke-70. Untuk merayakannya sekaligus sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Adolf Hitler mengangkat Seeckt yang sudah renta sebagai Chef des Infanterie-Regiment 67, sebuah pangkat kehormatan yang biasa diberikan pada perwira tinggi yang dianggap mempunyai kontribusi penting bagi Angkatan Bersenjata Jerman (contoh lainnya adalah Werner von Blomberg yang menjadi Chef des Infanterie-Regiment 73 serta Gerd von Rundstedt yang menjadi Chef des Infanterie-Regiment 18). Foto ini memperlihatkan saat Von Seeckt (kanan) menginspeksi pasukan penjaga kehormatan di Berlin yang diambil dari resimennya, Infanterie-Regiment 67. Di sebelah kirinya adalah Panglima Wehrmacht Werner von Blomberg yang baru dua hari sebelumnya dipromosikan secara luar biasa menjadi Generalfeldmarschall, serta kedua dari kiri adalah General der Infanterie Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber Gruppenkommando 1). Jadi dalam foto ini kita bisa melihat tiga orang Chef des Infanterie-Regiment berdiri berdampingan! Von Blomberg dan Von Rundstedt sendiri baru mendapatkan pangkat kehormatan tersebut setelah Von Seeckt (Von Blomberg tanggal 13 Maret 1937, dan Von Rundstedt tanggal 1 November 1938).

Sumber :
https://www.bild.bundesarchiv.de/dba/de/search/?yearfrom=&yearto=&query=seeckt&page=2#

Erich Raeder Menginspeksi AL Italia di Krim

Foto yang diambil pada tanggal 30 September 1942 ini memperlihatkan Großadmiral Erich Raeder (tengah, Oberbefehlshaber der Kriegsmarine) yang sedang menginspeksi para anggota Regia Marina (Angkatan Laut Italia) di pangkalan Angkatan Laut Sebastopol di Krim, Front Timur. Gabungan pasukan Jerman, Italia dan Rumania - di bawah pimpinan Marsekal Erich von Manstein - baru saja merebut semenanjung Krim dan benteng Sebastopol yang strategis dari pihak Rusia. Sebagai identifikasi para pengiring Raeder adalah, dari kiri ke kanan: perwira tak dikenal (kemungkinan ajudan Großadmiral Raeder), Konteradmiral Hellmuth Heye (Kommandierender Admiral Schwarzes Meer), Admiral Karlgeorg Schuster (Oberbefehlshaber Marinegruppenkommando Süd), dan Konteradmiral Hans-Hermann Graf von Schweinitz und Krain Freiherr von Kauder (Kommandant Seeverteidigung Krim). BTW, selain dari Raeder dan ajudannya, semua orang yang ada dalam foto ini mengenakan seragam tropis berwarna cerah. Khusus untuk Jerman, tropenuniform (seragam tropis) tidak hanya dikenakan oleh anggota Afrikakorps saja, tapi juga personil-personil lainnya yang bertugas di wilayah panas seperti Krim, Kaukasus, Balkan dan Mediterania.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=235624&hilit=wilhelm+R%C3%B6der

Thursday, March 31, 2022

Kurt Student dan Anggota Sturm-Abteilung "Koch"

Pada tanggal 27 Oktober 1940, General der Flieger Kurt Student bertemu dengan para anggota Sturm-Abteilung "Koch", unit Fallschirmjäger (Pasukan Terjun Payung Jerman) yang beberapa bulan sebelumnya meraih kesuksesan besar melalui serangan-serangan beraninya dalam palagan "Fall Gelb" (invasi Jerman ke Prancis dan Negara-Negara Bawah). Foto ini memperlihatkan saat sang jenderal menginspeksi para anggota Sturmgruppe "Stahl" / Sturm-Abteilung "Koch" yang masih hidup setelah penyerbuan ke Benteng Eben-Emael (Belgia), sekaligus memberi selamat kepada mereka yang telah mendapatkan medali. Seperti biasa, belum lengkap rasanya kalau aliandoh nggak ngasih keterangan untuk identifikasi orang-orangnya. Dari kiri ke kanan: Major Walter Koch (tertutup oleh Student, Kommandeur Sturm-Abteilung "Koch"), General der Flieger Kurt Student (Kommandierender General XI. Fliegerkorps), Hauptmann Gustav Altmann (Chef Sturmgruppe "Stahl"), Oberleutnant Helmut Ringler (Zugführer di Sturmgruppe "Stahl"), Leutnant Rudolf Toschka (Truppführer Trupp 8 / Sturmgruppe "Stahl"), Leutnant Hans Jungwirth (anggota Sturmgruppe "Stahl"), dan Feldwebel Helmut Arpke (anggota Sturmgruppe "Stahl"). Sisa dua lagi yang paling kanan saya ora gelem wadon bae ble'e-ble'e soalnya nggak ada namanya di primbon.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/05/album-foto-kurt-student.html

Friday, November 12, 2021

Erwin Rommel dan Kriegsberichter Hans Ertl

Foto ini memperlihatkan saat Generalfeldmarschall Erwin Rommel (keempat dari kiri, Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) dalam acara inspeksi ke pertahanan Jerman di wilayah Ijmuiden, Belanda, pada tanggal 25 Maret 1944. Dua orang yang berdiri di kiri adalah, dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Hans Ertl dan Hauptmann Hellmuth Lang (Ordonnanzoffizier Oberbefehlshaber Heeresgruppe B ). Ertl adalah koresponden perang yang setia mengikuti kemanapun Rommel pergi, sampai-sampai dia dijuluki sebagai "Kameraman pribadi Rommel"! Lelaki kelahiran 21 Februari 1908 yang pernah menjadi kekasih sineas Jerman terkemuka Leni Riefenstahl ini juga dikenal sebagai seorang pendaki gunung yang jempolan. Saat Jerman kalah dalam Perang Dunia II, Ertl melarikan diri ke Bolivia dan tinggal disana sampai dengan akhir hidupnya pada tanggal 23 Oktober 2000. Disana dia bekerja sebagai petani dengan nama panggilan "Juan", dan menetap di sebuah wilayah terpencil di dekat hutan belantara. Pada tahun 1953 Ertl ikut menjadi bagian dalam ekspedisi gabungan Jerman-Austria yang melakukan pendakian gunung tertinggi kesembilan di dunia, Nanga Parbat, yang terletak di Himalaya. Putrinya, Monika Ertl, kemudian bergabung dengan gerakan komunis bawah tanah Bolivia - sebuah keputusan yang membuat kecewa berat ayahnya - dan bahkan Monika ikut terlibat dalam kasus pembunuhan Konsul Bolivia di Hamburg, orang yang dulunya memotong lengan gerilyawan Komunis terkenal Che Guevara. Peristiwa ini membuat nama Monika dikenal dunia, dan dia dijuluki sebagai "Sang Pembalas Dendam Che Guevara". Sang putri dan beberapa gerilyawan komunis lain akhirnya balik dihabisi pada tahun 1973 saat disergap oleh pasukan keamanan Bolivia (ironisnya, badan intelijen Bolivia yang mengendus keberadaan Monika dilatih langsung oleh mantan komandan Gestapo Klaus Barbie!). Mendengar kabar bahwa anaknya telah tiada, Hans Ertl hanya berucap singkat, "Aku lega karena dia telah pergi dalam damai."

Sumber :
https://www.alexautographs.com/auction-lot/wilhelm-ritter-von-schramm_831451DA53

Sunday, May 23, 2021

Erwin Rommel dalam Kunjungan ke Atlantik Wall

Foto ini diambil sewaktu Marsekal Rommel mengadakan inspeksi ke pertahanan Atlantik Wall di Pas de Calais, Prancis, pada tanggal 18 April 1944. Dari kiri ke kanan: perwira yang sedang berlari kecil yang tidak diketahui namanya, Oberst im Generalstab Rudolf Christoph Freiherr von Gersdorff (Chef des Generalstabes LXXXII. Armeekorps), General der Artillerie Johann "Hans" Sinnhuber (Kommandierender General LXXXII. Armeekorps), Generalleutnant Dr.phil. Hans Speidel (Chef des Generalstabes Heeresgruppe B), perwira tak dikenal, Generalleutnant Otto Elfeldt (Kommandeur 47. Infanterie-Division), dan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West).

Sumber :
https://www.alexautographs.com/auction-lot/erwin-j-rommel_EE54AE1AE2

Monday, August 17, 2020

Walter Model dalam Inspeksi Wilayah Rzhev

Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi ini memperlihatkan Generaloberst Walter Model (Oberbefehlshaber 9. Armee) dalam sebuah kunjungan inspeksi, yang berjalan dengan diikuti oleh General der Infanterie Hans Zorn (Kommandierender General XXXXVI. Panzerkorps) di belakangnya. Pada musim panas tahun 1942, XXXXVI. Panzerkorps berada di bawah komando 9. Armee, dan beroperasi di sekitar Rzhev. Wilayah tersebut berjarak 230 kilometer sebelah barat Moskow, dan direbut oleh pasukan Jerman pada musim gugur tahun sebelumnya sehingga membawa mereka ke gerbang ibukota Soviet. Ketika serangan balik Tentara Merah memukul mundur tentara-tentara Jerman, Rzhev menjadi satu-satunya wilayah di sekitar Moskow yang masih mampu dikuasai oleh Wehrmacht. Pada bulan Juli dan Agustus 1942, Stalin memerintahkan dua orang panglimanya, Georgy Zhukov dan Ivan Konev, untuk melakukan serangan habis-habisan demi merebut kembali Rzhev. Apesnya, wilayah tersebut kini sebagian besar dikuasai oleh 9. Armee pimpinan Jenderal Walter Model, PAKAR PERTAHANAN TERBAIK yang dimiliki oleh Jerman. Selama musim panas tahun 1942, Tentara Merah berkali-kali menyerang Rzhev dari berbagai arah, hanya untuk menemui kegagalan di hadapan pertahanan rumit dan berlapis yang digalang oleh Model. Hanya dalam beberapa bulan pertempuran, 486.000 orang pasukan penyerbu Soviet kehilangan 300.000 anggotanya yang tewas, hilang, terluka atau ditawan! Korban mengerikan yang mereka derita, ditambah dengan sedikit hasil yang diperoleh, membuat pertempuran di sekitar Rzhev dijuluki sebagai "The Rzhev Meat Grinder" (Penggiling Daging Rzhev). Pada bulan Oktober 1942, saat ofensif Stalin untuk sementara dihentikan, posisi kedua belah pihak bisa dibilang tak banyak berubah. Atas jasa-jasanya dalam Pertempuran Rzhev ini, Generaloberst Model dianugerahi medali Schwerter untuk Ritterkreuz-nya, yang diserahkan langsung oleh Hitler di markas besarnya pada bulan April 1943.

Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10217084776665047&set=pcb.1119730698212352&type=3&theater

Sunday, August 9, 2020

Hans von Salmuth Menginspeksi Pasukan Jerman

Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi ini memperlihatkan saat Generaloberst Hans von Salmuth (tengah, Oberbefehlshaber 15. Armee) sedang menginspeksi pasukan pertahanan Jerman dari 49. Infanterie-Division di sekitar wilayah pantai Boulogne, Prancis, pada tahun 1944, tak lama sebelum pasukan Sekutu mendarat di Normandia. Berdiri paling kiri adalah General der Artillerie Johann Sinnhuber (Kommandierender General LXXXII. Armeekorps), sementara yang paling kanan adalah Generalleutnant Sigfrid Macholz (Kommandeur 49. Infanterie-Division). Dari sejak pembentukannya di bulan Februari 1944 sampai dengan bulan Mei 1944, 49. Infanterie-Division (Macholz) berada di bawah komando LXXXII. Armeekorps (Sinnhuber) yang merupakan bagian dari 15. Armee (Salmuth). Divisi ini beroperasi di sekitar Boulogne, Prancis, sebelum kemudian ditarik ke Paris pada bulan Agustus 1944 dan mundur lagi ke Aachen satu bulan setelahnya. Ketiga jenderal dalam foto ini sendiri adalah para Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes): Salmuth mendapatkannya pada tanggal 19 Juli 1940, Sinnhuber tanggal 5 Juli 1941, dan Macholz tanggal 16 Oktober 1944.

Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10218313815990262&set=p.10218313815990262&type=1&theater

Wednesday, June 24, 2020

Kunjungan Friedrich Paulus ke Afrika

Foto ini diambil dari buku "Der Wüstenkrieg in Afrika. 1940-1943" karya Janusz Piekalkiewisz, dan memperlihatkan saat Generalleutnant Friedrich Paulus (kedua dari kanan, Oberquartiermeister I in der Generalstab des Heeres) mendapatkan oleh-oleh pisang bersama batangnya sebelum bersiap-siap untuk menaiki pesawat yang akan membawanya ke Italia untuk bertemu dengan Benito Mussolini. Foto ini diambil di lapangan udara Derna, Libya, pada tanggal 7 Mei 1941. Selama beberapa hari Paulus tinggal di Afrika Utara untuk melihat kondisi pasukan Jerman yang ditempatkan disana, sekaligus berdiskusi dengan Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps). Di periode ini pula Paulus mendapatkan tugas untuk menyiapkan rencana serangan Jerman atas Uni Soviet - dikenal dengan nama Unternehmen Barbarossa - bersama dengan atasannya, Kepala Staff Angkatan Darat Generaloberst Franz Halder. BTW, bapak-bapak botak yang nongtot dalam foto ini adalah Generalmajor Luftwaffe Stefan Fröhlich (Fliegerführer Afrika), yang merupakan perwira Austria pertama yang mendapatkan medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes dalam Perang Dunia II. Dia mengakhiri perang dengan pangkat General der Flieger


 Generalleutnant Friedrich Paulus (kanan, Oberquartiermeister I in der Generalstab des Heeres) bersiap-siap untuk menaiki pesawat yang akan membawanya ke Italia untuk bertemu dengan Benito Mussolini. Foto ini diambil di lapangan udara Derna, Libya, pada tanggal 7 Mei 1941. Selama beberapa hari Paulus tinggal di Afrika Utara untuk melihat kondisi pasukan Jerman yang ditempatkan disana, sekaligus berdiskusi dengan Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps). Di periode ini pula Paulus mendapatkan tugas untuk menyiapkan rencana serangan Jerman atas Uni Soviet - dikenal dengan nama Unternehmen Barbarossa - bersama dengan atasannya, Kepala Staff Angkatan Darat Generaloberst Franz Halder. BTW, paling kiri dalam foto ini adalah Generalmajor Luftwaffe Stefan Fröhlich (Fliegerführer Afrika), sementara perwira di tengah antara Fröhlich dan Paulus tidak ada keterangan namanya, meskipun wajahnya mirip sekali dengan Oberst Eberhard Rodt (nantinya menjadi Komandan 15. Panzergrenadier-Division di medan perang Italia)



Sumber :
https://www.facebook.com/groups/1728158044141689/
https://waralbum.ru/389737/

Monday, June 1, 2020

Erwin Rommel Menginspeksi Tank Tiger

Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") menginspeksi salah satu Tiger keluaran pertama Jerman dengan nomor sasis 250001, kemungkinan di Pusat Pengembangan Senjata Wehrmacht di Kummersdorf pada bulan September-Oktober 1942. Pelindung roda rantai depannya masih bersifat tambalan, sementara bagian belenggu penariknya sendiri bukan dari tipe standar. Selain dari ukurannya yang bongsor, Rommel terutama sekali mengagumi lampu sorot Bosch yang dipasang di bagian depan (begitu berharganya lampu ini, sehingga para awak Tiger biasa mencopot dan menyimpannya terlebih dahulu sebelum berangkat menuju medan tempur!). Tiga Tiger pertama tiba di medan perang Afrika Utara pada tanggal 23 November 1942, dan untuk pertama kalinya beraksi dalam pertempuran di Tunisia pada tanggal 1 s/d 3 Desember 1942 saat mereka - dengan dibantu oleh pesawat-pesawat Stuka dan "gerombolan" Panzer III - menghancurkan 134 tank Sekutu di timur Tebourba! BTW, pada saat pertama keluar dari pabrik, tank berat satu ini mempunyai nama resmi "Panzerkampfwagen VI Ausführung H (Henschel)" (Panzer VI versi H), biasa disingkat "PzKpfw VI Ausf.H", sementara bagian suplai senjata biasa menyebutnya sebagai "Sonderkraftfahrzeug 182" (Kendaraan Fungsi Khusus 182) atau "Sd.Kfz.182". Tapi pada bulan Maret 1943 penamaannya dirubah menjadi PzKpfw VI Ausf.E atau Sd.Kfz.181.


 Lampu sorot Bosch



Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Tiger_I
https://forum.warthunder.com/index.php?/topic/149313-tiger-headlight-34bug34/
https://www.reddit.com/r/TankPorn/comments/288gt0/erwin_rommel_inspects_one_of_first_ausf_e_tiger/

Thursday, April 2, 2020

Erwin Rommel Menginspeksi 21. Panzer-Division

Acara inspeksi mesin-mesin perang milik 21. Panzer-Division oleh Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B). Acara ini diselenggarakan pada tanggal 30 Mei 1944 di Bois de Lébisey, Hérouville-Saint-Clair (6 km sebelah utara Caen), Normandia. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Hans Speck dari Propaganda-Kompanie 698 ini memperlihatkan saat sang Marsekal menginspeksi satuan Panzergrenadier yang dilengkapi dengan tiga buah "Selbstfahnafetten für 7,5cm, Pak 40 S 307 (f)", yang pada dasarnya adalah perpaduan sasis halftrack Somua MCG Prancis dengan meriam anti-tank Jerman kaliber 75mm. Memberi hormat militer di sebelah kiri adalah Leutnant Hans Höller, yang merupakan salah seorang Zugführer (Komandan Peleton) dari 8.Kompanie (schwere) / II.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 192, sementara perwira yang terlihat berjalan di belakang Rommel kemungkinan adalah Oberleutnant Braatz (Chef 8.Kompanie / II.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 192). Di latar belakang kita bisa melihat mobil truk GMC ACK 353 buatan Amerika Serikat. 21. Panzer-Division memang banyak dilengkapi oleh kendaraan-kendaraan perang sisa Angkatan Bersenjata Prancis yang dirampas oleh Jerman pada tahun 1940. Truk GMC tersebut bisa jadi adalah hasil pembelian dari Amerika di tahun 1930-40, yang kemudian berganti kepemilikan setelah pasukan Wehrmacht menguasai wilayah Prancis


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=47&t=73232&start=11130
http://sgmcaen.free.fr/agenda-rommel.htm

Sunday, December 22, 2019

Kunjungan Delegasi Bulgaria di Flakturm Berlin

Pada bulan Mei s/d Agustus 1942, delegasi perwira-perwira Angkatan Udara Bulgaria melakukan kunjungan ke rangkaian Flakturm (Menara Flak) Jerman di Berlin. Pada tanggal 2 Desember 1942 OKL (Oberkommando der Luftwaffe) mengeluarkan pengumuman: "Kunjungan ke rangkaian Flak dan fasilitas Luftwaffe di Berlin adalah dalam rangka pelatihan, berlangsung secara rahasia, dan hanya dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Ia (Kepala Operasi) Führungsstab der Luftwaffe". Dalam foto ini, di latar belakang kita bisa melihat gerbang utama dari Gefechtsturm III (Menara Tempur 3) di Humboldthain, dimana truk-truk Wehrmacht bisa keluar-masuk untuk membawa amunisi serta suplai lainnya. Gerbang ini bisa ditutup dengan menggunakan Panzertüren (pintu lapis baja) sebagai sebuah perlindungan tambahan dari upaya penetrasi pihak luar. Saat Tentara Merah mengepung Berlin di bulan April-Mei 1945, mereka terkejut ketika mendapati bahwa bahkan meriam terkuat mereka - yang berkaliber 203mm - tak mampu untuk membuat kerusakan berarti pada lapisan dindingnya yang mempunyai ketebalan 3,5 meter! Pada akhirnya pasukan Soviet dipaksa untuk membiarkan saja para penghuni Flaktürme Jerman ini dalam kondisi terkepung, sampai akhirnya mereka kehabisan persediaan makanan sendiri dan menyerah. Bahkan setelah diduduki oleh pihak musuh pun, menghancurkannya begitu sulit sehingga sebagian besar Flaktürme Jerman (termasuk yang ada dalam foto ini) masih kokoh bertahan sampai hari ini! Seperti biasa, nggak lengkap Aliando ngoceh kalau nggak disebutkan identifikasinya: ketiga dari kanan adalah Generalmajor Ludwig Schilffarth (Kommandeur 1. Flak-Division), sementara kedua dari kanan adalah Oberstleutnant Dr. Ernst Ziem (Kommandeur Turmflakabteilung 123 / 1.Flak-Division). Foto ini sendiri diambil dari buku "Flaktürme Wien Hamburg Berlin" karya Hans Sakkers (halaman 24)



Sumber :
Buku "Flaktürme Wien Hamburg Berlin" karya Hans Sakkers

Wednesday, June 12, 2019

Inspeksi Rommel di Radar Luftwaffe di Denmark

Inspeksi Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) ke instalasi radar Freya LZc milik Luftwaffe, Büffel Stellung, yang terletak di Blåvand (Blaavandshuk ), pantai barat Jutland, Denmark, pada tanggal 5 Desember 1943. Radar tersebut masih dalam tahap konstruksi. Dalam inspeksi ini, Rommel menyoroti perbedaan njomplang di Luftwaffenortungsanlage Blaavandshuk, terutama antara instalasi radar dan meriam yang dilindungi oleh bunker beton, sementara ruangan barak awaknya masih terbuat dari kayu atau batu-bata. Sang Marsekal meminta agar semua bangunan terbuat dari beton atau besi anti bom. Karenanya tak lama kemudian dibangunlah bunker-bunker khusus dari tipe L 487. BTW, Perwira Luftwaffe yang berjalan mendahului di depan Rommel adalah Oberleutnant Paul Pleines (Chef 12. mittlere Flugmelde-Leit Kompanie / II.Abteilung / Luftnachrichten-Regiment 222)


Sumber:
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/03/album-foto-erwin-rommel-di-normandia.html
http://www.gyges.dk/stellungszentrale%202.htm
http://sgmcaen.free.fr/agenda-rommel.htm

Kunjungan Jenderal Finlandia ke Divisi SS Wiking

 Dari kiri ke kanan: SS-Standartenführer Herbert Otto Gille (Kommandeur SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking"), Letnan-Jenderal Harald Öhquist (perwakilan Panglima Angkatan bersenjata Finlandia di Komando Tinggi Angkatan Darat Jerman), SS-Brigadeführer und Generalmajor der Waffen-SS Felix Steiner (Kommandeur SS-Division "Wiking"), Mayor Esko Riekki (mantan kepala Polisi Rahasia Finlandia yang kemudian menjadi pengorganisir utama gerakan pengumpulan sukarelawan SS asal negaranya), serta SS-Hauptsturmführer Friedrich Meyer (Adjutant SS-Artillerie-Regiment 5 / SS-Division "Wiking"). Foto ini diambil di Front Timur antara tanggal 27 s/d 30 Agustus 1941, saat kunjungan Jenderal Öhquist kepada para sukarelawan asal Finlandia yang tergabung dalam SS-Infanterie-Regiment "Nordland" / SS-Division "Wiking" (motorisiert). Ketika sebagian terbesar dari "Finnische Legion" masih menjalani pelatihan di Gross Born (Jerman), sekitar 200 orang sukarelawan yang telah mempunyai pengalaman tempur kemudian didistribusikan terlebih dahulu ke unit-unit yang berbeda dari Divisi Wiking. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan para sukarelawan veteran ini, karena mereka inginnya dikumpulkan di satu unit yang sama, dan mereka juga menganggap bahwa sebagian perwira dan bintara Jerman telah memandang rendah terhadap kemampuan mereka. Untuk meredakan keresahan ini, didatangkanlah Öhquist ke wilayah operasional Wiking di Rusia. Selama masa kunjungannya yang berlangsung selama empat hari tersebut, sang jenderal Finlandia menampung keluhan para rekan senegaranya sekaligus melihat dari dekat kondisi kesejahteraan mereka


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=59&t=242010&p=2207825#p2207825

Rommel Menginspeksi Aneka Ranjau Darat

Generalleutnant Dr.-Ing. Wilhelm Meise (General der Pioniere im Heeresgruppe B) memperlihatkan beberapa jenis ranjau darat yang biasa dibawa oleh pasukan zeni kepada atasannya, Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B), dari belakang ke depan: Glasmine 43; kemungkinan Schützenmine 400 gram; beberapa tipe Stockmine; Schützenmine 42; tiga S-Mine 35 dan satu pemicu. Yang terakhir adalah set Elektrisches S-Minenzünder 40 yang biasa digunakan untuk memicu S-Mine. "Paku"nya berfungsi sebagai pelatuk dan dihubungkan melalui kabel sambungan ke ranjau sehingga membuat wilayah penyulutannya menjadi lebih luas. Alat ini bekerja secara efektif bila digunakan dalam jarak beberapa meter dengan S-Mine, tapi tidak akan terlalu berguna bila digunakan dengan ranjau-ranjau dari jenis lainnya. Foto diambil di Normandia sebelum invasi Sekutu tanggal 6 Juni 1944 (D-Day)


Sumber :
Foto koleksi pribadi Hans Houterman
www.forum.axishistory.com
www.geocities.com

Thursday, February 14, 2019

Perbandingan Tank Jerman dan Soviet

Sebelum Unternehmen Barbarossa (invasi Jerman atas Uni Soviet), para perencana militer Jerman telah salah dalam memprediksi keunggulan jumlah serta kualitas tank dari pasukan lapis baja Tentara Merah. Fremde Heere Ost (FHO, Kantor Pasukan Luar Negeri) mendasarkan penilaian mereka atas hasil-hasil pengintaian dari udara, tapi telah melewatkan beberapa wilayah vital yang menyimpan banyak cadangan tank musuh. Pada saat Barbarossa dimulai pada tanggal 22 Juni 1941, jumlah tank pasukan Soviet mencapai 22.743 buah, yang mencakup 3.110 T-27, 9.686 T-26, 7.502 BT-5/BT-7, 61 T-35, 503 T-28, 1.244 T-34, 424 KV-1, dan 213 KV-2. Sementara itu kekuatan tank Panzerwaffe sendiri hanya mencakup 3.216 buah, yang terdiri atas 152 Panzer I, 743 Panzer II, 155 Panzer 35(t), 394 Panzer 38(t), 966 Panzer III, 439 Panzer IV, 167 Panzerbefehlswagen, dan 200 Sturmgeschütz. Foto ini memperlihatkan saat prajurit-prajurit infanteri Jerman memeriksa tank T-36 Soviet yang rusak dan ditinggalkan oleh awaknya.



Sumber :
https://panzermaenner.blogspot.com/2019/02/german-soldiers-inspecting-damaged.html