Showing posts with label Rekor Perang. Show all posts
Showing posts with label Rekor Perang. Show all posts

Sunday, December 11, 2022

Tank Tiger di Sekitar Leningrad

Para prajurit infanteri Wehrmacht berjalan melewati sebuah Panzerkampfwagen VI Tiger Ausf.H1 milik schwere Panzer-Abteilung 502 di Leningrad, Uni Soviet, awal musim gugur tahun 1942. Unit tank berat Heer ini tiba di sektor Leningrad pada akhir bulan Agustus 1942, dan untuk pertama kalinya mencicipi ganasnya pertempuran pada tanggal 16 September 1942 di selatan Danau Ladoga (peristiwa ini juga tercatat dalam sejarah sebagai aksi pertama tank Tiger dalam kancah Perang Dunia II!). Pada tanggal 22 September, setelah menyeberangi sebuah pematang, sebuah Tiger terjebak dalam lumpur. Karena sulitnya medan, ditambah dengan tembakan gencar dari tentara Rusia, tank berat tersebut tak dapat ditarik keluar meskipun telah dicoba berkali-kali. Untuk mencegahnya jatuh ke tangan musuh, dengan sangat terpaksa monster satu ini diledakkan oleh pasukan Jerman pada tanggal 25 November 1942, sehingga secara resmi menjadi Tiger pertama yang menjadi korban perang. Beberapa lagi tank Tiger dan Panzer III tiba di markas schwere Panzer-Abteilung 502 pada tanggal 25 September, yang kemudian digunakan untuk melengkapi kompi pertama unit tersebut. Kloter Tiger selanjutnya yang datang di bulan Februari 1943 nantinya digunakan untuk mengganti tank-tank yang telah hancur atau rusak



Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2020/06/foto-pertempuran-pengepungan-leningrad.html
https://reibert.info/threads/sd-kfz-181-pz-kpfw-vi-tiger.14285/page-43

Thursday, December 12, 2019

Manusia Penghancur Tank Günther Viezenz

Di sepanjang karir militernya, Hauptmann Günther Viezenz (1 Februari 1921 – 14 Januari 1999) - "Sang Manusia Penghancur Tank" - telah berhasil meng-K.O. 21 buah tank musuh dengan tangannya sendiri! Di antara berbagai senjata-genggam-tangan yang telah digunakannya di antaranya adalah panzerfaust, T-mines, hollow charge, granat, dan lain-lain. Viezenz mampu melakukannya karena dia mempunyai kecerdikan - dan ketenangan luar biasa - dalam pertempuran, sesulit apapun. Untuk prestasinya yang luar biasa tersebut, dia tercatat sebagai penerima terbanyak Panzervernichtungsabzeichen (Tank Destruction Badge): 4 buah Gold (untuk 20 tank yang dihancurkan) serta 1 Silver (untuk 1 tank), sebuah penghargaan yang tidak diberikan pada unit khusus anti-tank. Selain itu, Viezenz juga mendapatkan medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes yang didapatkannya pada tanggal 7 Januari 1944 sebagai Oberleutnant dan Chef 10.Kompanie / III.Bataillon / Grenadier-Regiment 7 / 252.Infanterie-Division. Setelah perang usai dia bergabung dengan Bundeswehr (1 April 1956 - 30 Maret 1980), dan pensiun dengan pangkat Oberst (Kolonel). Kerennya, manusia satu ini adalah orang yang benar-benar rendah hati serta low profile, dimana setelah perang usai dia bahkan tak pernah bercerita ke siapapun atas prestasinya yang luar biasa tersebut! Tak heran sangat sedikit informasi yang bisa didapatkan tentangnya, karena Viezenz hampir tidak pernah mau diwawancarai tentang pengalaman perangnya (konon dia sendiri pernah curhat bahwa dia hanya menerima total tujuh Panzervernichtungsabzeichen saja, sesuai dengan yang di foto). Viezenz meninggal dunia pada tahun 1999, dan jenazahnya dikebumikan di Melaten-Friedhof, Köln (Jerman). Medali dan penghargaan lain yang telah diraihnya: Eisernes Kreuz II.Klasse (30 Juni 1941) und I.Klasse (10 Oktober 1941); Infanterie-Sturmabzeichen in Silber (26 September 1941); Verwundetenabzeichen in Schwarz (15 Mei 1942, untuk luka tanggal 19 November 1941); Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (3 September 1942); Panzervernichtungsabzeichen in Silber (diterima 7 buah sekaligus pada 29 November 1943, selanjutnya terus bertambah); Verwundetenabzeichen in Silber (19 April 1945); serta Verdienstkreuz der Bundesrepublik Deutschland I.Klasse (1979)


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/05/album-foto-tokoh-third-reich-peraih.html