Showing posts with label Front Tanah Air. Show all posts
Showing posts with label Front Tanah Air. Show all posts

Sunday, June 7, 2026

Hans Seidemann dalam Acara Penyambutan Legion Kondor



Dalam foto yang dibuat oleh Hugo Jaeger ini, terlihat Oberstleutnant Hans Seidemann (Chef des Stabes Legion Kondor) memimpin para anakbuahnya dalam acara perayaan untuk menyambut kepulangan Legion Kondor, yang diadakan di Berlin pada tanggal 6 Juni 1939. Dia mengenakan Spanienkreuz in Gold mit Schwertern yang didapatkannya di hari yang sama. Selama Perang Saudara Spanyol (1936-1939), Seidemann bertugas dalam Legion Kondor, pasukan ekspedisi Jerman yang dikirim untuk mendukung kaum Nasionalis pimpinan Jenderal Francisco Franco. Pada akhir tahun 1938 ia telah menduduki posisi penting sebagai Kepala Staf Legion Kondor, yang saat itu berada di bawah pimpinan Generalmajor Wolfram Freiherr von Richthofen, di mana ia membantu mengoordinasikan operasi udara, logistik, pelatihan, dan doktrin tempur selama fase terakhir konflik tersebut. Pengabdiannya di Spanyol memberinya pengalaman operasional yang sangat berharga yang kemudian ikut mempengaruhi strategi Luftwaffe dalam Perang Dunia II. Pangkat terakhir Seidemann adalah General der Flieger.



Sumber :
Foto koleksi Hugo Jaeger

Wednesday, May 27, 2026

Albert Speer dan Hasso von Manteuffel


Albert Speer (Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion) terlihat sedang ngadu huntu dengan General der Panzertruppe Hasso von Manteuffel (Oberbefehlshaber 5. Panzerarmee). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Bauer pada tahun 1944. Pada bulan September 1944, Jenderal von Manteuffel mengambil alih komando Pasukan Panzer ke-5 di Front Barat, di tengah medan perang yang sangat tidak stabil setelah serangan balik Sekutu mampu mengusir pasukan Jerman dari Normandia. Ditugaskan langsung oleh Hitler untuk memimpin serangan balasan besar-besaran melawan U.S. Third Army yang dipimpin oleh Jenderal George S. Patton - yang saat itu sedang bergerak maju tanpa tertahankan di Lorraine - Manteuffel menghadapinya dalam Pertempuran Arracourt. Meskipun divisi-divisi panzernya menderita korban besar saat harus menghadapi kekuatan udara Amerika yang jauh lebih unggul serta sumber daya musuh yang seakan tak ada habisnya, gaya perang lapis baja Manteuffel yang agresif dan sangat elastis berhasil menstabilkan sementara garis depan Jerman yang runtuh di sepanjang perbatasan Prancis. Kepemimpinan taktisnya selama kampanye militer di bulan September yang melelahkan ini, pada akhirnya mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu komandan lapis baja terkemuka Jerman, yang menjadi faktor utama dalam pemilihannya beberapa bulan kemudian untuk memainkan peran penting dalam Serangan Ardennes (Bettle of the Bulge).



Sumber :
Bundesarchiv R 3 Bild-110

Tuesday, July 4, 2023

Para Imam Divisi SS Handschar


Para imam dari Divisi Handschar (saat itu namanya masih Kroatische SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division) dalam acara kunjungan ke Badelsberg/Potsdam, Jerman, pada bulan Juli 1943. Berdiri dari kiri ke kanan: Imam Husejin Džozo, Imam Ahmed Skaka, Imam Hafiz Mehmed Hajrović, SS-Schütze Zvonimir Bernwald, SS-Obersturmführer Heinrich Gaese, Imam Divisi Abdulah Muhasilović, seorang Jerman yang tak diketahui namanya yang nyempil di belakang kayak upil, Imam Haris Korkut, Imam Džemal Ibrahimović, Imam Hasan Bajraktarević, Imam Salih Šabanović, Imam Fikret Mehmedagić, seorang Jerman yang tak diketahui namanya yang tertutup oleh Mehmedagić, dan Imam Sulejman Alimajstrović. Jongkok dari kiri ke kanan: Imam Muhamed Mujakić, Imam Mustafa Hadžimulić, Imam Kasim Mašić, Imam Hasim Torlić, dan Imam Osman Delić. Anggota rombongan yang tidak ikut nampang dalam foto ini adalah Imam Halim Malkoć dan SS-Unterscharführer Albert Bauer.


Sumber :
Buku "Himmler’s Bosnian Division: The Waffen-SS Handschar Division, 1943–1945" karya George Lepre

Sunday, June 18, 2023

Kunjungan Mufti Yerusalem ke Tempat Latihan Handschar


Mufti Yerusalem Amin al-Husseini dalam acara kunjungan ke tempat latihan 13. SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division (Kroatien) di Truppenübungsplatz Neuhammer am Queis (Jerman), bulan November 1943. Disini dia sedang menginspeksi latihan menembak (dengan menggunakan peluru tajam!) dari para prajurit muda anggota II.Bataillon / Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2. Berdiri paling kiri  dengan memakai pakaian sipil (di sebelah Mufti) adalah Ibrahim Kirlić, seorang tokoh otonomi Bosnia terkemuka, sementara tiga orang perwira SS yang ikut mengawasi di sebelah kanan adalah, dari kiri ke kanan: SS-Obersturmbannführer Franz Matheis (Kommandeur Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2), SS-Sturmbannführer Egon Zill (Kommandeur II.Bataillon / Kroatisches SS-Freiwilligen-Gebirgsjäger-Regiment 2), serta SS-Sturmbannführer Götz Berens von Rautenfeld (Adjutant 13. SS-Freiwilligen-Bosnien-Herzegowina-Gebirgs-Division). Zill mengenakan apa yang dinamakan sebagai "Totenkopf" (Tengkorak / Kepala Kematian) di kerahnya, sebuah lambang yang dengan bangga tetap dia pakai dari sejak masa penugasannya sebagai Komandan Kamp Konsentrasi Flossenbürg di masa sebelum perang. Seusai Perang Dunia II, Zill bersembunyi dengan menggunakan nama palsu. Penyamarannya terbongkar hanya setelah dia dikaruniai anak perempuan di luar pernikahan, dan dia ingin agar sang anak mempunyai garis keluarga yang sebenarnya sehingga membubuhkan nama aslinya di akte kelahiran! Foto yang dibuat oleh Kriegsberichter SS-Untersturmführer Jobst Gösling ini pertama kali dipublikasikan tanggal 13 Januari 1944.

Sumber :
http://bandenkampf.blogspot.com/2015/08/bk0002.html
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_146-1974-059-40,_Amin_al_Husseini_bei_bosnischen_SS-Freiwilligen.jpg

Sunday, January 29, 2023

Upacara Pemakaman Jenderal Hube



Staatsbegräbnis (Upacara Pemakaman Kenegaraan) untuk  Generaloberst Hans-Valentin Hube (Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee), yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 26 April 1944. Sang jenderal tewas lima hari sebelumnya saat pesawat yang membawanya jatuh di Austria, hanya berselang satu hari setelah dia dianugerahi medali super bergengsi Brillanten untuk Ritterkreuz-nya! Peti mati Hube disemayamkan selama beberapa waktu di Neue Reichskanzlei, sementara euloginya dibacakan oleh Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen). Foto ini memperlihatkan saat peti mati sang jenderal dibawa ke Invalidenfriedhof untuk dikebumikan. Empat orang penjaga kehormatan yang membawa pedang di kanan dan kiri adalah pula pahlawan-pahlawan perang Jerman - baca: Ritterkreuzträger - sama halnya seperti Hube. Lajur kiri: di depan adalah General der Panzertruppe Walther Nehring (Kommandierender General XXIV. Panzerkorps), sementara di belakangnya adalah General der Infanterie Hans Gollnick (Führerreserve Oberkommando des Heeres). Lajur kanan: di depan adalah General der Panzertruppe Heinrich Eberbach (Inspekteur der Panzertruppe beim Befehlshaber des Ersatzheeres), sementara di belakangnya adalah General der Panzertruppe Hermann Breith (Kommandierender General III. Panzerkorps).

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewforum.php?f=5

Tuesday, January 3, 2023

Foto Grup Infanterie-Regiment 46


Para perwira Heer (Angkatan Darat Jerman) dalam sebuah foto grup tanpa keterangan tempat dan waktu. Petunjuk pertama adalah ini: dari ketiadaan Wehrmacht Dienstauszeichnungen (Penghargaan Panjang Pengabdian Angkatan Bersenjata) di baris medali mereka, maka kita bisa mengetahui bahwa foto ini setidaknya diambil sebelum bulan Oktober 1936 saat pertama kali medali tersebut dikeluarkan. Selain itu, dari keberadaan medali Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918 (Salib Kehormatan untuk Veteran Perang Dunia Pertama), maka bisa dikatakan bahwa foto ini diambil setelah bulan Juli 1934 saat medali tersebut pertama kali dikeluarkan. Mengenai wajah-wajahnya sendiri ada tiga orang yang bisa dikenali: Memegang pedang di sebelah kanan adalah Oberst Heinrich Strack (Pangkat terakhir Generalleutnant), dengan medali Pour le Mérite di lehernya. Berdiri di sebelah kiri Strack adalah Hauptmann Dr.phil. Erwin Kaschner (pangkat terakhir Generalmajor). Yang terakhir, berdiri paling kiri di belakang Kaschner adalah Hauptmann Hasso von Foller. Dari periode 1934 s/d 1936, ketiga orang ini mengabdi di satu unit yang sama: Infanterie-Regiment Neumünster, yang pada bulan Oktober 1935 berganti nama menjadi Infanterie-Regiment 46. Strack menjabat sebagai Regimentskommandeur, sementara Kaschner dan Foller masing-masing menjadi Kompaniechef. Semua orang dalam foto ini mengenakan Schulterriemen und Leibriemen alias Sam Browne Belt alias Tali Bahu, sebuah praktek yang dihilangkan setelah penyerbuan Jerman ke Polandia pada tahun 1939 karena dianggap terlalu ribet!

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=22876&p=2450095#p2450095

Wednesday, December 14, 2022

Jenderal dan Laksamana Jerman dalam Acara Führergeburtstag

Para jenderal dan laksamana Wehrmacht berdiri di tribun kehormatan dalam acara puncak perayaan ulangtahun Adolf Hitler yang ke-50, yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 20 April 1939. Mereka semua kompak memakai paradeanzug (seragam parade), lengkap dengan feldbinde (ikat pinggang brokat), auszeichnungen (baris medali) dan schnurr (tali bahu). Baris depan dari kiri ke kanan: Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), General der Flieger Hans-Jürgen Stumpff (Chef der Luftwehr), Generalleutnant Ernst Udet (Generalluftzeugmeister und Chef Planungsamts der Luftwaffe), Admiral Max Bastian (Präsident Reichsfürsorge- und Versorgungsgerichts der Wehrmacht), dan Generalmajor Friedrich Fahnert (Höheren Kommandeur Luftnachrichtenschule Berlin). Sebagai identifikasi tambahan: Generalleutnant Walter Petzel (Inspekteur der Artillerie) adalah cowok berkacamata yang berdiri di belakang Fahnert; Generalmajor Hermann von Hanneken (Bevollmächtigter für Eisen- und Stahl auch zum Leiter der Hauptabteilung II Industrie) berdiri diantara Bastian dan Fahnert, Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeres-Gruppenkommando 5) diantara Udet dan Bastian, serta General der Flieger Friedrich Christiansen (Korpsführer NSFK) diantara Stumpff dan Udet. Foto ini sendiri dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger. Perhatikan bahwa Milch dan Stumpff sama-sama memakai Star of Yugoslavian Order of the Crown di dada mereka!

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/10/koleksi-ratusan-foto-berwarna-dari-life.html
https://artsandculture.google.com/entity/m064km4b?hl=en

Tuesday, September 20, 2022

Serangan Udara Luftwaffe ke Scapa Flow

Major Fritz Doench (kanan), Gruppenkommandeur dari I.Gruppe / Kampfgeschwader 30 (KG 30), memberi keterangan kepada wartawan tentang serangan unitnya terhadap pangkalan Angkatan Laut Inggris di Scapa Flow tanggal 16 Maret 1940, dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Berlin satu hari setelah misi yang banyak mendapat perhatian tersebut. Meskipun membuat kaget pihak lawan, operasi pemboman pesawat-pesawat Junkers Ju 88 Luftwaffe tidak berhasil menghancurkan kapal-kapal perang yang berlabuh di Scapa Flow, dan hanya membuat rusak beberapa diantaranya. Dalam foto ini Doench - yang nantinya dianugerahi medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 19 Juni 1940 atas prestasinya dalam Pertempuran Prancis - menunjukkan target laut dan pangkalan udara Inggris bersama dengan Oberleutnant Hunno Phillipps (kiri) dari I./KG 26 serta Oberleutnant Helgo Magnussen dari 3./KG 30. Phillipps nantinya terbunuh dalam pertempuran udara di malam tanggal 19/20 November 1940 saat pesawat Heinkel He 111 yang dipilotinya tersangkut kabel balon udara dan jatuh di wilayah selatan Inggris, dalam operasi pemboman yang dilancarkan di Birmingham. Sementara itu, Magnussen gugur saat pesawat Ju 88A‑2 yang dipilotinya jatuh di Oudenrijn, Belanda, pada hari pertama serangan Jerman ke wilayah Barat tanggal 10 Mei 1940. Gruppenkommandeur Doench sendiri nantinya tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat tanggal 14 Juni 1942. Pada saat itu dia bertugas sebagai Abteilungs-Chef (Kepala Departemen) di Reichsluftfahrtministerium (Kementerian Udara Reich) dengan pangkat Oberst. BTW, foto ini diambil oleh seorang fotografer tak dikenal dari Presse-Illustrationen Heinrich Hoffmann, dan pertama kali dipublikasikan oleh 'Berliner Volkszeitung' pada tanggal 18 Maret 1940.

Sumber :
"Ju 88 Aces of World War 2" by Robert Forsyth
https://www.gettyimages.ae/detail/news-photo/pilots-of-the-kampfgeschwader-30-after-their-flight-in-the-news-photo/543893525
https://www.tracesofwar.com/persons/29057/Doench-Fritz.htm
https://ww2aircraft.net/forum/threads/airwar-ww2-the-pilots.54010/page-60

Sunday, June 19, 2022

Baris Kaku Prajurit dari Infanterie-Regiment 28


Para prajurit dari 3.Zug / 3.Kompanie / I.Bataillon / Infanterie-Regiment 28 berbaris dalam sebuah parade yang diselenggarakan di Friedrich-Wilhelm-Platz (Lapangan Friedrich-Wilhelm) yang terletak di pusat kota Neisse, Oberschlesien, Jerman. Foto ini diambil pada tanggal 7 November 1935 pada saat berlangsungnya rangkaian upacara pengambilan sumpah prajurit-prajurit baru dari Infanterie-Regiment 28. Hanya beberapa bulan sebelumnya (Maret 1935), Adolf Hitler secara terang-terangan melanggar Perjanjian Versailles (1919) saat dia mengumumkan "Gesetz für den Aufbau der Wehrmacht" (Dekrit Pembangunan Angkatan Bersenjata), yang tak lagi terikat oleh pembatasan-pembatasan yang merugikan seperti sebelumnya. Hanya dalam tempo empat tahun (1935-1939), jumlah anggota Wehrmacht "meledak" dari hanya 100.000 orang menjadi 4.000.000 orang! BTW, gaya berbaris khas yang mereka peragakan dalam foto ini dinamakan sebagai "Stechschritt" atau "Stechmarsch" (kalau di Inggris dinamakan goose-step), yang intinya adalah berjalan dalam formasi tanpa menekuk lutut. Gaya berbaris semacam ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-18 oleh Generalfeldmarschall Leopold Prinz von Anhalt-Dessau, seorang jenderal dari Kerajaan Prusia era Friedrich the Great, yang terkenal karena telah berperan besar memodernisasi militer negaranya menjadi salah satu yang terkuat di Eropa pada masanya.

Sumber :
http://fhn.cba.pl/viewtopic.php?p=776

Thursday, April 7, 2022

Pembawa Bendera Wehrmacht

 
Prajurit-prajurit muda Angkatan Darat Jerman dalam sebuah foto yang diambil di sebuah upacara di tempat dan waktu yang tidak diketahui. Mereka memegang bendera resimen-resimen jaga (Garde-Regiment) yang pernah aktif di masa Kekaisaran Jerman, berpuluh tahun sebelumnya. Melihat dari ringkragen (gorget) serta sash (selempang) yang dikenakan, bisa disimpulkan bahwa mereka merupakan anggota fahnenträger (pembawa bendera). Melihat dari keberadaan Reichsadler (elang Reich) serta stahlhelm M18 yang mereka kenakan, maka kemungkinan besar foto ini diambil pada kurun waktu antara tahun 1934 (saat Reichsadler mulai ditempelkan di bagian dada) sampai dengan tahun 1935 (saat stahlhelm M35 mulai diperkenalkan). Di era Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar) sampai dengan tahun 1936, hanya beberapa batalyon serta kompi independen yang mempunyai bendera unit sendiri. Pada tanggal 16 Maret 1936 dikeluarkan Heeresverordnungsblatt (Peraturan Angkatan Darat) terbaru yang, salah satunya adalah, mewajibkan penggunaan bendera terpisah untuk semua unit Angkatan Bersenjata Jerman, dari level resimen sampai batalyon. Semua bendera ini harus mempunyai satu kesamaan: terdapat lambang swastika dan elang negara di dalamnya.

Sumber :
Buku "Deutsche Uniformen 1919-1945" karya Ricardo Recio Cardona

Sunday, April 3, 2022

Prajurit Heer Memakai Feldmütze M34

Proses untuk memperbaharui pakaian serta perlengkapan perang Heer (Angkatan Darat Jerman) sebenarnya telah dimulai dari sejak tahun 1930, tiga tahun sebelum Hitler naik ke tampuk kekuasaan, meskipun skalanya masih belum masif dan sebagian besar dilakukan secara sembunyi-sembunyi dikarenakan adanya pembatasan Perjanjian Versailles yang telah diterapkan dari tahun 1919. Foto ini memperlihatkan penampakan feldmütze (topi lapangan) khusus untuk prajurit dan bintara yang mulai dibagikan dari bulan Maret 1934. Satu bulan sebelumnya diberlakukan peraturan baru yang mewajibkan penggunaan "hoheitsabzeichen" (lambang negara) berbentuk elang yang memegang swastika, yang dipakai di bagian dada kanan, topi/helm serta kepala ikat pinggang. Tentu saja pemakaiannya tidak langsung merata ke semua unit Angkatan Darat, seperti tampak dalam foto ini dimana hanya bintara di sebelah kanan yang mengenakan "Reichsadler", sementara prajurit-prajurit lainnya masih tetap polos dan belum mengenal dosa (aseek).

Sumber ;
Buku "Deutsche Uniformen 1919-1945" karya Ricardo Recio Cardona

Monday, November 8, 2021

Tentara Jerman Bermain dengan Kucing

Sebelah barat Jüterbog, akhir bulan Agustus 1939. Para anggota 13. Infanterie-Division (motorisiert) bermain-main dengan seekor anak kucing sebelum melanjutkan perjalanan mereka menuju ke wilayah Jerman yang berbatasan dengan Polandia. Foto ini berasal dari album pribadi milik Hauptmann Kurt Seeliger yang bertugas di Beobachtungs-Abteilung 13 / 13.Infanterie-Division (mot.). Teks aslinya berbunyi: "Der erste Halt und das weiße Kätzchen" (perhentian pertama dan anak kucing putih).

Sumber :
https://onlinesammlungen.ghwk.de/seeliger/exhibition/

Saturday, October 30, 2021

Prajurit Flak-Regiment 3 Menikmati Ransum Mereka di Musim Dingin

Foto berwarna asli koleksi Akira Takiguchi ini memperlihatkan para prajurit dari Flak-Regiment 3 yang sedang menikmati jatah ransum mereka di tengah dinginnya cuaca bersalju. Banyak hal menarik yang bisa terlihat disini: helm dengan dekal ganda, mantel dengan tanda pangkat di pundak, serta detail perlengkapan lapangan lainnya. Bila diperhatikan lebih lanjut, maka kita juga bisa melihat bahwa prajurit di sebelah kiri mengenakan mantel dengan kragenspiegel (tanda pangkat kerah) Luftwaffe tanpa gambar sayap seperti umumnya! Flak-Regiment 3 sendiri dibentuk pada tanggal 1 Oktober 1936 di wilayah Weimar, meskipun tak lama kemudian dipindahkan ke Königsberg. Pada tanggal 15 Juni 1939 unit ini dinamai ulang menjadi Stab Flak-Regiment 11, ditempatkan kembali di Weimar pada bulan Desember 1939, dan dipindahkan ke Stettin pada tahun 1941 di bawah komando Luftgau III. Disini unit ini berubah nama kembali menjadi Flakgruppe Stettin. Saat situasi perang tambah memburuk, pada tahun 1945 prajurit-prajuritnya digunakan sebagai pasukan darat dalam pertempuran melawan Tentara Merah di wilayah Pölitz dekat Stettin, sebagai bagian dari 6. Flak-Brigade.

Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
http://www.lexikon-der-wehrmacht.de/Gliederungen/FlakRegimenter/FR3-R.htm
https://www.wehrmacht-awards.com/forums/forum/wehrmacht-era-militaria/photos-and-paper-items-forum/935046-post-your-atmospheric-photos?p=11771809#post11771809

Friday, October 29, 2021

Foto Bersama Anggota Abteilung Fremde Heere Ost

Foto yang diambil pada tahun 1943 ini memperlihatkan para anggota Abteilung Fremde Heere Ost dalam sesi "gruppenbild" (foto bersama) di markas mereka di Angerburg, Mauerwald, yang merupakan bagian dari komplek Markas Besar Komando Angkatan Darat Jerman (OKH-Stabsquartier). Untuk identifikasinya adalah, duduk dari kiri ke kanan: Major Dr. Hellmut Nauck (Wirtschaftssachbearbeiter Gruppe II), Oberstleutnant Hübner (Leiter Gruppe V), Oberstleutnant z.V. Riedl, Oberst i.G. Reinhard Gehlen (Abteilungschef), Oberstleutnant Karl Ogilvie (Sachbearbeiter Lage Skandinavien), Oberstleutnant i.G. Johannes Hoheisel (Leiter Gruppe II), dan Major i.G. Höfer (Sachbearbeiter Lage Mitte, Gruppe I). Baris kedua dari kiri ke kanan: Hauptmann Georg Viktor von der Marwitz (Kommandant des Stabsquartiers), Major i.G. Wilhelm Kuebart, Major i.G. Gerhard Wessel (Leiter Gruppe I), Major i.G. Karl-Heinz Graf von Rittberg (Sachbearbeiter Personallage, Gruppe II), Major i.G. Rudolf Grüner (Sachbearbeiter Lage A, Gruppe I), Oberleutnant Günther Letschert (Kartei-Referent), Ministerialregistrator Rudolf Bahlk, Oberleutnant Adolf Eiseler (Mitarbeiter Gruppe I), perwira tak dikenal, (berdiri sedikit ke belakang), dan Technische Oberinspektor Johannes Wagner. Baris ketiga dari kiri ke kanan: Leutnant Peter von Vaernewyk (Gehilfe des Kommandanten Stabsquartier), Oberleutnant Jürgen Remé (Mitarbeiter Gruppe II), Oberzahlmeister Albert Wiesemann (Mitarbeiter Kartei-Referat), Hauptmann Körnchen (Verwaltungsaufgaben), perwira tak dikenal, Hauptmann Otto Schiller (Mitarbeiter Gruppe I), Oberleutnant Dr.jur. Dipl.-Kfm. dipl.cons. Max Ritter von Bitterl-Tessenberg (Mitarbeiter Gruppe II), dan Oberleutnant d.R. Walter Schüle (Mitarbeiter Gruppe I). Baris terakhir dari kiri ke kanan: Oberleutnant Buchholz (Mitarbeiter Gruppe III), Oberleutnant Hellmut von Hagens (Mitarbeiter Gruppe I), Oberleutnant Hermann Förster (Mitarbeiter Gruppe I), perwira tak dikenal, Sonderführer Emmanuel Haller (Mitarbeiter Gruppe II), Major Friedrich-Wilhelm von Leutsch (Sachbearbeiter Lage Nord, Gruppe I), Hauptmann Kurt Göllnitz (Mitarbeiter Gruppe II), perwira tak dikenal, perwira tak dikenal, dan Kriegstechniker Dr.jur. Jacobus Reimers. Abteilung Fremde Heere Ost (Detasemen Luar Negeri AD Timur) sendiri adalah organisasi intelijen bentukan Angkatan Darat Jerman yang bertugas untuk menganalisa kekuatan militer asing di Front Timur, terutama sekali Uni Soviet. Ketika Perang Dunia II usai, Abteilungschef Gehlen dan anakbuahnya dimanfaatkan oleh CIA untuk melanjutkan kerja mereka dalam memata-matai Komunis Soviet melalui unit "baru tapi lama" bernama Gehlen Organization. Unit inilah yang nantinya menjadi cikal bakal dari Bundesnachrichtendienst, satuan intelijen Jerman Barat di era Perang Dingin.

Sumber :
Der Spiegel 1971
Bundesarchiv B 206 Bild-GN13-08-01
https://www.archivportal-d.de/item/JX6IFLT44EBIBOXOBAGFSUDWCDIOJEUB?isThumbnailFiltered=false&rows=20&offset=20&viewType=list&hitNumber=34
https://archive.org/stream/GEHLEN-Reinhard-CIA-files/GEHLEN-Reinhard-CIA-file-VOL-2_f%26c322_djvu.txt
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=260485

Friday, July 31, 2020

554. Infanterie-Division di Donaueschingen

  Foto ini diambil pada tanggal 3 Agustus 1940 di Donaueschingen, Baden-Württemberg, Jerman. Untuk identifikasi jenderal-jenderal yang diberi tanda panah merah adalah, dari kiri ke kanan: Generalleutnant z.V. Anton Freiherr von Hirschberg (Kommandeur 554. Infanterie-Division) dan Generalleutnant Erwin Oßwald (Kommandierender General Stellvertretendes Generalkommando V. Armeekorps). Kedua dari kiri adalah Oberstleutnant i.G. Karl Schall (Ia Erster Generalstabsoffizier 554. Infanterie-Division), sementara yang berdiri paling kanan adalah Oberst (E) Erich von Kirchbach (Chef des Generalstabes Stellvertretendes Generalkommando V. Armeekorps). 554. Infanterie-Division adalah divisi infanteri Wehrmacht yang didirikan pada tanggal 15 Februari 1940 dari Divisionstab z.b.V. 441, dan merupakan bagian dari 9. Welle (Gelombang ke-9). Dibentuk sebagai sebuah divisi statis, 554. Infanterie-Division mempunyai tugas utama untuk menjaga West Wall di sekitar Oberrhein, dengan tugas tambahan adalah sebagai sebuah pasukan penjaga perbatasan, tempat pelatihan, serta unit perlindungan udara. Setelah invasi Jerman atas Prancis pada bulan Mei-Juni 1940, divisi ini ikut berpartisipasi dalam menerobos pertahanan Prancis sebagai bagian dari 7. Armee. Setelah dirasa keberadaannya tidak diperlukan lagi, 554. Infanterie-Division dibubarkan pada tanggal 13 Agustus 1940, hanya beberapa hari setelah foto di atas diambil, dan anggota-anggotanya dilebur kedalam unit-unit lain.

Sumber :
https://www.axishistory.com/other-aspects/150-germany-heer/heer-divisionen/3437-554-infanterie-division
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=2282990#p2282990
https://menofwehrmacht.blogspot.com/2020/07/554-infanterie-division-at.html

Tuesday, June 16, 2020

Erwin Rommel dan Anak-Anak Goebbels

Pada bulan September 1942, Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") melakukan kunjungan ke villa keluarga Reichsminister Joseph Goebbels yang terletak di Schwanenwerder, barat-daya Berlin. Kunjungan ini mendapatkan liputan lengkap dari para wartawan Kementerian Propaganda pimpinan Goebbels, sehingga kita masih bisa melihat foto dan videonya sampai saat ini. Rommel tiba di rumah Joseph dan Magda Goebbels pada siang hari, Selasa tanggal 29 September 1942, sementara di hari Kamis tanggal 1 Oktober 1942 dia kemudian bertemu dengan Hitler untuk mendapatkan Marschallstab (Tongkat Marsekal) sebagai pelengkap pangkat Generalfeldmarschall yang disandangnya. Video ini memperlihatkan saat Rommel bermain-main bersama dengan keenam anak Goebbels (Helga Susanne, Hildegard Traudel, Helmut Christian, Holdine Kathrin, Hedwig Johanna, Heidrun Elisabeth), dengan ditemani oleh ibu mereka Magda serta Oberleutnant Alfred-Ingemar Berndt, Ajudan Rommel sekaligus Kepala Propaganda Afrikakorps.





Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=gwjBXhGEDf8
https://www.youtube.com/watch?v=cj6fOIWL8E0

Monday, June 1, 2020

Erwin Rommel Menginspeksi Tank Tiger

Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") menginspeksi salah satu Tiger keluaran pertama Jerman dengan nomor sasis 250001, kemungkinan di Pusat Pengembangan Senjata Wehrmacht di Kummersdorf pada bulan September-Oktober 1942. Pelindung roda rantai depannya masih bersifat tambalan, sementara bagian belenggu penariknya sendiri bukan dari tipe standar. Selain dari ukurannya yang bongsor, Rommel terutama sekali mengagumi lampu sorot Bosch yang dipasang di bagian depan (begitu berharganya lampu ini, sehingga para awak Tiger biasa mencopot dan menyimpannya terlebih dahulu sebelum berangkat menuju medan tempur!). Tiga Tiger pertama tiba di medan perang Afrika Utara pada tanggal 23 November 1942, dan untuk pertama kalinya beraksi dalam pertempuran di Tunisia pada tanggal 1 s/d 3 Desember 1942 saat mereka - dengan dibantu oleh pesawat-pesawat Stuka dan "gerombolan" Panzer III - menghancurkan 134 tank Sekutu di timur Tebourba! BTW, pada saat pertama keluar dari pabrik, tank berat satu ini mempunyai nama resmi "Panzerkampfwagen VI Ausführung H (Henschel)" (Panzer VI versi H), biasa disingkat "PzKpfw VI Ausf.H", sementara bagian suplai senjata biasa menyebutnya sebagai "Sonderkraftfahrzeug 182" (Kendaraan Fungsi Khusus 182) atau "Sd.Kfz.182". Tapi pada bulan Maret 1943 penamaannya dirubah menjadi PzKpfw VI Ausf.E atau Sd.Kfz.181.


 Lampu sorot Bosch



Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Tiger_I
https://forum.warthunder.com/index.php?/topic/149313-tiger-headlight-34bug34/
https://www.reddit.com/r/TankPorn/comments/288gt0/erwin_rommel_inspects_one_of_first_ausf_e_tiger/

Sunday, May 17, 2020

Parade Militer 999. leichte Afrika-Division

Upacara pengambilan sumpah para prajurit-prajurit baru 999. leichte Afrika-Division yang diselenggarakan di Heuberg, Jerman, pada bulan Januari 1943. Divisi ini pertama kali dibentuk pada bulan Oktober 1942 sebagai sebuah unit hukuman, dimana para tahanan kriminal dan politik - ditambah dengan prajurit-prajurit yang desersi atau mbalelo - dikumpulkan dalam sebuah kesatuan, dan rencananya akan dikirim untuk bertempur melawan pasukan Sekutu di Afrika Utara. Kloter pertama telah tiba pada awal tahun 1943, hanya sayangnya Tunisia keburu menyerah beberapa bulan kemudian - bersama dengan ratusan ribu pasukan Poros yang ada disana - sehingga sisa sebagian besar anggota 999. leichte Afrika-Division dialihkan untuk bertugas sebagai pasukan pendudukan di Yunani yang sama-sama beriklim tropis. Divisi ini kemudian dibubarkan pada bulan Mei 1943, dan sisa-sisa anggotanya dilebur ke dalam unit-unit yang berbeda. Karena sebagian anggotanya adalah mantan tahanan politik yang sebelumnya dipenjara karena aktivitas anti-Nazi mereka, maka tak heran bila aktivitasnya "kambuh" kembali di tempat yang baru. Beberapa diantaranya, seperti Falk Harnack dan Wolfgang Abendroth, malah kabur dan bergabung dengan pihak musuh dalam memerangi pasukan Jerman! Dalam pertempuran melawan tentara Amerika di Afrika Utara sendiri, semangat bertempur sebagian prajurit 999. leichte Afrika-Division sudah berada di titik nadir, sehingga mereka hanya melawan seadanya sebelum kemudian mundur atau menyerah. Tak heran bila di sepanjang eksistensinya, hanya satu orang anggota divisi ini yang mendapatkan medali keberanian yang cukup bergengsi, yaitu Oberstleutnant Gotthold Wolf (Kommandeur Infanterie-Regiment 961) yang dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 12 Mei 1943. Tercatat ada tiga orang yang pernah menjadi Komandan 999. leichte Afrika-Division dari bulan Oktober 1942 s/d Mei 1943: Oberst Heinz Karl von Rinkleff (Oktober 1942 - 2 Februari 1943), Generalleutnant Kurt Thomas (2 Februari 1943 - 1 April 1943), dan Generalmajor Ernst-Günther Baade (2 April 1943 - 13 Mei 1943)


Sumber :
https://enanosin.wordpress.com/category/world-war-two-history/

Thursday, May 7, 2020

Marsekal Rundstedt dalam Tahanan Amerika

 Pada tanggal 1 Mei 1945 Marsekal Gerd von Rundstedt, mantan Panglima pasukan Jerman di Front Barat, ditangkap di Bad Tölz (Bavaria) oleh pasukan Amerika Serikat dari 36th Infantry Division bersama dengan anaknya, Hans von Rundstedt. Foto ini diambil di Augsburg pada tanggal 6 Mei 1945 dan memperlihatkan, dari kiri ke kanan: Leutnant Dr. Hans Gerd von Rundstedt, Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt, dan Letnan-Jenderal Alexander "Sandy" patch, Jr (Panglima 7th Army Amerika Serikat). Diantara ketiga orang ini, sang Marsekal Jerman lah yang berusia paling tua (69 tahun), tapi takdir menentukan bahwa dia hidup lebih lama dari dua orang yang berada di kiri dan kanannya: Jenderal Patch meninggal dunia hanya beberapa bulan setelah foto ini diambil - tepatnya pada tanggal 21 November 1945 - akibat dari penyakit paru-paru basah yang dideritanya, hanya berselang dua hari sebelum ulangtahunnya yang ke-56! Sementara itu, anak satu-satunya dari sang Marsekal, Hans, meninggal dunia pada tanggal 12 Januari 1948 akibat dari kanker tenggorokan (yang telah dideritanya dari tahun 1946), hanya berselang sembilan hari sebelum ulangtahunnya yang ke-44! Gerd von Rundstedt sendiri menyusul anak tercintanya lima tahun kemudian dalam usia 77 tahun - tepatnya pada tanggal 24 Februari 1953 - akibat dari penyakit jantung yang dideritanya. Beberapa bulan sebelumnya dia telah kehilangan pula istrinya, Luise "Bila" von Goetz, yang meninggal pada bulan Oktober 1952


Sumber :
http://www.specialcamp11.co.uk/Leutnant%20Hans%20Gerd%20von%20Rundstedt.htm
https://www.worthpoint.com/worthopedia/wwii-1945-press-photo-augsburg-525215150

Sunday, May 3, 2020

Prajurit SS Berfoto di Depan Istana Sanssouci

 Para prajurit dan perwira dari SS-Panzerkorps (bersama dengan istri-istri mereka) berfoto bareng di depan istana bersejarah Sanssouci peninggalan Friedrich der Große, yang terletak di Potsdam, Berlin. Foto ini diambil pada bulan April 1943, tak lama setelah berakhirnya Pertempuran Ketiga Kharkov di Ukraina. Sebagai penghargaan atas kemenangan mereka melawan Tentara Merah dalam pertempuran tersebut, sebagian personil SS-Panzerkorps (LSSAH, Das Reich dan Totenkopf) diizinkan untuk mengadakan kunjungan wisata di sekitar kota Berlin, sebuah kunjungan yang diliput secara luas oleh mesin-mesin propaganda Nazi. Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz) yang berpose di tengah bersama dengan istrinya adalah SS-Untersturmführer Heinz Macher (Führer 16.Kompanie / SS-Panzergrenadier-Regiment “Deutschland” / SS-Panzergrenadier-Division “Das Reich”), sementara di sebelah kanannya adalah SS-Sturmbannführer Hugo Kraas (Kommandeur I.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 2 / SS-Panzergrenadier-Division "Leibstandarte SS Adolf Hitler") yang diikuti oleh adiknya, SS-Hauptsturmführer Boris Kraas (Chef 7.Batterie / SS-Artillerie-Regiment 3 / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf"), yang menggandeng lengan istrinya. Ada satu lagi adik Hugo Kraas yang nongol dalam foto ini yaitu Helmut-Albrecht Kraas, yang mengenakan seragam Hitlerjugend dan tangannya berada di atas Macher dan istrinya (pada saat foto ini diambil, si bungsu dari tujuh bersaudara Kraas ini masih menempuh pendidikan di NAPOLA). Di sebelah kanan Helmut-Albrecht Kraas - terselingi oleh seorang bintara yang mengenakan seragam Sturmartillerie) adalah SS-Hauptsturmführer Hermann Buchner (Chef 9.Kompanie / III.Bataillon / SS-Panzergrenadier-Regiment 5 / SS-Panzergrenadier-Division "Totenkopf"). Terakhir, yang memakai seragam Heer paling kiri adalah Hauptmann Emil Kraas (Chef 3.Kompanie / Pionier Bataillon 253 / 253.Infanterie-Division), adik Hugo Kraas yang lain!


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=92738