Showing posts with label Front Prancis. Show all posts
Showing posts with label Front Prancis. Show all posts

Tuesday, July 4, 2023

Artur Phleps Memegang Sten Gun


SS-Obergruppenführer und General der Waffen-SS Artur Phleps memeriksa sebuah senapan mesin ringan rampasan dari para Partisan Yugoslavia. Senapan tersebut berasal dari jenis Sten Mk-II dengan magasin diputar ke bawah untuk memudahkan saat transportasi atau pengangkutan. Foto ini diambil antara tanggal 28 Agustus s/d 1 September 1943 sewaktu Phleps melakukan kunjungan ke tempat pelatihan.Kroatische SS-Freiwilligen-Gebirgs-Division di Prancis.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=71&t=176767&hilit=phleps
https://www.thefifthfield.com/quiet-flows/ss-gruppenfuhrer-artur-phleps/

Monday, June 5, 2023

Perwira Panzer-Abteilung 65 di Prancis


Foto hasil karya Kriegsberichter Erich Borchert ini memperlihatkan para perwira dari 6. Panzer-Division sedang berdiskusi selama berlangsungnya kampanye militer di Prancis, musim panas tahun 1940. Di belakang mereka terparkir sebuah tank medium dari jenis Panzer 35(t) buatan Cekoslowakia. Berdiri di tengah memakai kradmantel adalah Major Hans-Karl Schenck (Kommandeur Panzer-Abteilung 65), sementara yang menunjuk di sampingnya adalah Hauptmann Erich Löwe (Chef 3.Kompanie / Panzer-Abteilung 65). Berdasarkan buku "Panzer-Regiment 11 / Panzer-Abteilung 65 1937-1945" karya Michael Schadewitz (halaman 162), pada tanggal 12 Juni 1940 - di tengah berlangsungnya gerak maju tentara Jerman di Prancis dan dengan sebab yang tidak diketahui - Major Schneck ditarik dari front dan posisinya digantikan oleh Major Theodor Kretschmer. Schenck sendiri kemudian dimutasi menjadi Komandan Panzertruppenschule, sebuah jabatan yang "kurang menggairahkan" bagi seorang prajurit tempur! Atas jasa-jasanya dalam merebut secara utuh sebuah jembatan strategis di kanal Oise, menawan para perwira staff AD ke-9 Prancis di La Catelet dan merebut desa Doullens dari tangan musuh, Hauptmann Löwe dianugerahi medali bergengsi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 4 September 1940.


Sumber :
Bundesarchiv Bild 101I-769-0236-27
"Allied-Axis" issue 10 - Sturmgeschütz at the Front
https://it.wikipedia.org/wiki/6._Panzer-Division
https://www.tracesofwar.com/persons/11402/L%C3%B6we-Erich.htm

Sunday, May 21, 2023

Erich Zürn di Atas Citroën Traction Cabriolet

Oberleutnant zur See (Ing.) Erich Zürn, yang merupakan Leiter-Ingenieur (Kepala Mekanik) di U-48, berpose di atas sebuah mobil Citroën Traction Avant model cabriolet yang memajang simbol banteng ngamuk milik 7. Unterseebootsflottille di bagian depannya. Foto ini diambil di pangkalan Angkatan Laut Jerman di St.Nazaire, Prancis, tanggal 14 Mei 1941. Sebagai fotografernya adalah Kriegsberichter Kurt Schlemmer dari Marine Propaganda-Abteilung West. Oberleutnant Zürn adalah seorang Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz) yang bertugas sebagai Kepala Mekanik di kapal selam U-48 dari bulan Desember 1939 s/d Juli 1941. Dia ikut terlibat dalam sembilan patroli perang yang menghabiskan waktu selama 243 hari di lautan. Dalam kurun waktu tersebut, U-48 secara berturut-turut dipimpin oleh tiga orang jagoan U-boat (Herbert Schultze, Hans Rudolf Rösing dan Heinrich Bleichrodt), yang secara keseluruhan menenggelamkan 43 kapal dengan total tonase 273.435 ton!




Sumber :
https://imagesdefense.gouv.fr/fr/a-bord-d-un-cabriolet-citroen-traction-a-l-efigie-de-la-7-unterseebootsflottille-le-lieutenant-oberleutnant-erich-zurn-titulaire-de-la-croix-de-chevalier-de-la-croix-de-fer-1.html

Sunday, August 7, 2022

Feldgendarmerie Menghentikan Mobil

Tiga orang anggota Feldgendarmerie (Polisi Militer Jerman) menghentikan sebuah kendaraan yang akan memasuki lokasi parade di Paris untuk memeriksa kelengkapan surat-suratnya. Mobil tersebut berasal dari jenis Renault Juvaquatre AEB4, sementara dari simbol di pintunya, maka kemungkinan besar ia adalah kendaraan operasional dari 168. Infanterie-Division yang memiliki truppenkennzeichen (lambang satuan) berbentuk Salib Johanniterorden atau Order of St. John. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 14 Juni 1940, di hari jatuhnya ibukota Prancis ke tangan pasukan Jerman. Untuk merayakannya, unit-unit militer Jerman yang pertama memasuki kota tersebut mengadakan dua parade militer di Place de la Condorde: yang pertama adalah kontingen dari 30. Infanterie-Division yang merupakan unit Jerman pertama yang memasuki Paris di pagi hari (meskipun hanya singgah sebentar karena langsung melanjutkan gerak majunya mengejar pasukan Sekutu). Yang kedua adalah kontingen dari 18. Armee yang berjumlah lebih besar, yang mengadakan parade kedua di siang dan sore harinya. Foto ini kemungkinan besar diambil pada waktu berlangsungnya parade kedua.

Sumber :
https://www.warrelics.eu/forum/history-research-third-reich-ww2/military-parade-paris-799686/

Monday, August 1, 2022

Rommel Mengunjungi 91. Luftlande-Division

Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Wilhelm Falley (Kommandeur 91. Luftlande-Division), Hauptmann Hellmuth Lang (Ordonnanzoffizier Oberbefehlshaber Heeresgruppe B ), perwira Heer tak dikenal, Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West), Hauptmann Rolf Mager (Kommandeur II.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 6), perwira Luftwaffe tak dikenal, dan Hauptmann Horst Trebes (Kommandeur III.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 6). Foto ini diambil pada tanggal 17 Mei 1944 saat Rommel melakukan kunjungan ke markas 91. Luftlande-Division di Picauville, Normandia (Prancis). Tragisnya, komandan divisi ini - Jenderal Falley - tewas terbunuh di malam pendaratan Sekutu di Normandia tanggal 6 Juni 1944 saat mobil yang membawanya disergap oleh pasukan parasut Amerika dari 82nd Airborne Division! Selain Falley, tiga orang lainnya yang disebutkan namanya dalam foto ini ikut kehilangan nyawanya dalam Perang Dunia II: Trebes (29 Juli 1944), Rommel (14 Oktober 1944), dan Mager (1 Januari 1945).

Sumber :
https://www.thirdreichmedals.com/article/campaign-bands.html

Wednesday, July 6, 2022

Fallschirmjäger Berdiskusi di Motor

 
Tiga orang prajurit Fallschirmjäger (pasukan parasut Jerman) berdiskusi serius sambil melihat peta. Motor di sebelah kiri (WL-398796) berasal dari jenis BMW, sementara di sebelah kanannya adalah sebuah DKW NZ 350. Foto ini diambil di Normandia, Prancis, bulan Juli 1944. Dalam Pertempuran Normandia melawan tentara Sekutu, pihak Jerman diperkuat oleh satuan Fallschirmjäger setingkat korps, yaitu II. Fallschirmkorps pimpinan General der Fallschirmtruppe Eugen Meindl. Korps Terjun Payung ini terdiri dari empat unit utama: 2. Fallschirmjäger-Division, 3. Fallschirmjäger-Division, 5. Fallschirmjäger-Division, dan Fallschirmjäger-Regiment 6. Dari semuanya, unit yang prestasinya paling maknyoss adalah Fallschirmjäger-Regiment 6 pimpinan Major Friedrich August Freiherr von der Heydte. Mereka bertempur mati-matian mempertahankan kota Carentan dari serbuan Sekutu, dan mendapat julukan "Singa-Singa dari Carentan" karena kegigihannya. Uniknya, lawan mereka adalah pasukan parasut juga, yaitu 101st Airborne Division dari Amerika Serikat, yang terkenal dengan "Easy Company"-nya dalam miniseri "Band of Brothers".

Sumber :
https://www.agefotostock.com/age/en/details-photo/motorcycle-riflemen-of-the-german-wehrmacht-are-pictured-on-duty-on-the-western-front-in-the-normandy-france-in-july-1944/PAH-31208273
https://www.alamyimages.fr/photo-image-riflemen-moto-de-la-wehrmacht-allemande-sont-illustres-en-service-sur-le-front-occidental-a-la-normandie-en-france-en-juillet-1944-photo-berliner-verlag-archiv-59299688.html

Friday, May 13, 2022

Awak Panzer IV



  Seorang Zugführer (Komandan Peleton) berpangkat Leutnant dari 5.Kompanie / Panzer-Brigade 112 / XXXXVII.Panzerkorps / 5.Panzerarmee berpose untuk kepentingan propaganda di atas Panzerbefehlswagen IV (7,5 cm Kw.K. L/48) Ausf. H (Sd.Kfz.161/2) Nr.508 saat unitnya beristirahat di desa Abreschviller, Moselle, di sektor Sarrebourg (Prancis) di tengah kecamuk Pertempuran Arracourt/Lorraine tanggal 20 September 1944. Panzerbefehlswagen IV (secara harfiah berarti Panzer IV tunggangan komandan unit) dalam foto ini dilengkapi dengan dua antena radio (FuG5 and FuG8) untuk memfasilitasi komunikasi. Bagian lapisan baja terluarnya juga dilapisi tambahan zimmerit anti peledak magnetik. Warna dasarnya adalah kuning tua yang dikombinasikan dengan hijau zaitun dan merah kecoklat-coklatan. Si Leutnant sendiri adalah seorang veteran dari berbagai pertempuran, yang terlihat dari segambreng medali dan penghargaan yang tertempel di seragam hitamnya: Eisernes Kreuz II.Klasse dan I.Klasse, Panzerkampfabzeichen in Silber, Medaille Winterschlacht im Osten 1941/42 (Ostmedaille), dan Krimschild. Sebagai pelengkap komunikasi dia mengenakan kopfhörer (headphone) serta Kehlkopfmikrofon (mikrofon tenggorokan).

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/06/album-foto-panzertruppen.html

Sunday, May 8, 2022

Perwira SS dan Polizei di Sekeliling Tatra 87

Foto ini diambil di Calais, wilayah pendudukan Prancis, pada akhir tahun 1940, dan berasal dari album foto milik seorang anggota 1.Kompanie / Feuerschutzpolizei-Regiment 1 "Sachsen" (Kompi Pertama Resimen Polisi Pemadam Kebakaran 1 "Sachsen"). Disini diperlihatkan sebuah mobil Tatra 87 yang dikerubungi oleh para perwira SS dan Polizei. Memakai Führermantel ketiga dari kiri adalah SS-Brigadeführer Ludolf von Alvensleben, jenderal SS yang seusai perang dituduh bertanggungjawab atas kematian ribuan orang rakyat Polandia. Tatra 87 sendiri adalah mobil produksi Cekoslowakia yang terbilang kendaraan revolusioner pada masanya. Mobil yang mempunyai tiga lampu depan ini menjadi salah satu yang tercepat di golongannya, tapi juga yang teririt dalam masalah konsumsi bahan bakar. Ini sebagian besar diraih berkat bodinya yang aerodinamis, hasil rancangan orang yang sama yang merancang kerangka balon raksasa Zeppelin. Dari sejak kemunculan pertamanya, Tatra 87 telah menarik minat banyak begitu orang, dan beberapa fiturnya terbilang sangat maju di zamannya sehingga kemudian ditiru oleh mobil-mobil di masa depan, termasuk Porsche dan Volkswagen. Orang-orang terkenal yang pernah memiliki mobil ini diantaranya adalah si "Rubah Gurun" Erwin Rommel, perancang pesawat Jerman Ernst Heinkel, Marsekal Soviet Andrey Yeryomenko, Raja Farouk I dari Mesir, dan pembawa acara Amerika terkenal Jay Leno.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=228163&p=2075127&hilit=hans+rumpf#p2075127
https://www.forum-der-wehrmacht.de/index.php?user-post-list/22919-siegerland/

Saturday, April 16, 2022

Rommel Berdiskusi dengan Para Perwira Wehrmacht

Pada tanggal 30 Maret 1944, Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) mengadakan pertemuan dengan para perwira Wehrmacht di Canteleu, Normandia, untuk membahas mengenai perkembangan jaringan pertahanan Jerman yang sedang dibangun disana. Foto ini memperlihatkan saat sang mantan Panglima Afrikakorps menunjukkan posisi rumah janda paling semok di peta, sementara di depannya memperhatikan Generalleutnant Wilhelm Richter (Kommandeur 716. Infanterie-Division). Sementara itu, perwira pala botak yang berdiri di tengah adalah General der Panzertruppe Adolf-Friedrich Kuntzen (Kommandierender General LXXXI. Armeekorps). Perwira tinggi Wehrmacht lainnya yang ikut hadir dalam pertemuan di Canteleu tapi tidak nongol dalam foto ini diantaranya adalah: Generalfeldmarschall Gerd von Rundstedt (Oberbefehlshaber West), Generalleutnant Rudolf Hofmann (Chef des Generalstabes 15. Armee), Generalleutnant Dietrich Kraiss (Kommandeur 352. Infanterie-Division), serta Generalmajor Rudolf Stegmann (Kommandeur 77. Infanterie-Division).

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=2403273#p2403273

Wednesday, April 13, 2022

U-553 Kembali ke St. Nazaire

Saat U-553 kembali ke pangkalannya di St. Nazaire (Prancis) dari patrolinya yang kedua pada tanggal 19 Juli 1941, u-boat satu ini tak hanya datang dengan membawa dua buah panji kemenangan, tapi juga periskop dalam kondisi yang rusak berat! Di malam tanggal 11-12 Juni 1941, setelah lima hari berada di samudera, kapten kapal tersebut yaitu Kapitänleutnan Karl Thurmann (4 September 1909 - 20 Januari 1943) memergoki beberapa kapal kargo Sekutu di utara kepulauan Azores yang terpisah dari konvoy OG-64, yang sedang dalam perjalanan ke arah barat. Tidak banyak buang waktu, pada pukul 01:22 dinihari U-553 mentorpedo kapal "Susan Maersk" (2.355 ton). Karena kondisi gelap dan begitu cepatnya kapal uap Inggris tersebut tenggelam, maka hanya hitungan kasar tonase dari korbannya yang bisa dicantumkan di panji kemenangan, dan itupun masih salah pula! Pada pukul 15:05 giliran kapal tanker berbendera Norwegia "Ranella" (5.590 ton) yang diserang oleh U-553. Sebuah torpedo mengenai kapal tersebut, tapi tidak membuatnya nyuksruk ke dasar lautan. Sebuah tembakan dilepaskan sekali lagi pada pukul 15:36, hanya saja torpedonya gagal meledak. Frustokat, Kapitänleutnant Thurmann memerintahkan agar U-553 melintas di bawah haluan "Ranella", yang sekarang dalam kondisi berhenti karena mesinnya rusak. Sayangnya, periskop U-553 belum sepenuhnya diturunkan sehingga mengenai bagian bawah dari kapal korbannya. Akibatnya, alat pengintip andalan u-boat tersebut menyon ke arah belakang sepanjang dua meter. Akhirnya, pada pukul 16:35 sore hari, torpedo ketiga dilepaskan yang mengenai "Ranella" dan membuatnya terbelah dua. Kontolnya eh konyolnya, kapal tersebut masih ogah untuk tenggelam! Dibutuhkan rentetan 100 tembakan peluru dari meriam geladak U-553 yang akhirnya berhasil menenggelamkan dua bagian dari "Ranella". BTW, 29 orang awak kapal Norwegia tersebut sebelumnya telah meninggalkan kapal dengan menggunakan perahu penyelamat dan mencapai Azores 12 hari kemudian. Semua keterangan ini didapatkan dari buku "Die U-Boot Fahrer - Die Boote, die Besatzungen und ihr Admiral" karya Lothar-Günther Buchheim halaman 160-161.

Sumber :
Majalah "U-Boot Im Focus" edisi no.2 - 2007

Sunday, March 27, 2022

Rommmel Memakai Stahlhelm

Jarang-jarang kan ngelihat jenderal ini pake stahlhelm? Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division) dalam acara "Hoth Tag" yang diadakan di depan Place des Quinconces, Bordeaux, Prancis, tanggal 29 Juni 1940 (versi lain menyebutkan tanggal 1 Juli 1940). Di sebelah kanan adalah ajudannya, Hauptmann Hans-Joachim Schraepler. Pada tanggal 24 Juni 1940, 7. Panzer-Division tiba di Bordeaux. Lima hari kemudian, divisi tersebut melangsungkan parade kemenangan di jalan-jalan kota di utara Prancis tersebut di bawah pimpinan langsung sang Divisionskommandeur Rommel. Sampai dengan musim semi 1941, 7. Panzer-Division menghabiskan masa istirahat sekaligus berbenahnya di "Camp de Sougè", yang terletak di Martignas-sur-Jalle. Semua keterangan ini berasal dari surat yang dikirimkan oleh Rommel kepada istri tercintanya, Lucie, tertanggal 6 Januari 1941. Posisi divisinya sendiri adalah sebagai pasukan cadangan Wehrmacht, yang dipersiapkan untuk Unternehmen Seelöwe (Operasi Singa Laut, rencana invasi Jerman atas Inggris). Invasi ini kemudian dibatalkan setelah Luftwaffe babak belur dalam Pertempuran Britania.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/03/album-foto-erwin-rommel-sebagai_10.html

Friday, March 18, 2022

Rommel dan Para Perwira Panzer-Regiment 25


Divisionskommandeur Rommel berdiskusi santai bersama dengan para perwiranya yang berasal dari Panzer-Regiment 25 / 7.Panzer-Division di pinggir sungai Seine (Prancis), pertengahan bulan Juni 1940. Dari kiri ke kanan: Major Franz von Lindenau (Kommandeur I.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Oberst Karl Rothenburg (Kommandeur Panzer-Regiment 25), Major Casimir Kentel (Kommandeur II.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Hauptmann Adelbert Schulz (Chef 1.Kompanie / I.Abteilung / Panzer-Regiment 25), Generalmajor Erwin Rommel (Kommandeur 7. Panzer-Division), serta Major i.G. Otto Heidkämper (Ia Erster Generalstabsoffizier 7. Panzer-Division). Dalam Pertempuran Prancis, 7. Panzer-Division dilengkapi dengan tank-tank bekas Cekoslowakia yang sudah ketinggalan zaman. Beberapa diantaranya - yang merupakan tipe Panzer 38(t) - bisa kita lihat di latar belakang. Setelah beristirahat sebentar, divisi Panzer pimpinan Rommel melanjutkan perjalanannya "membelah" Prancis pada tanggal 5 Juni 1940. Mereka bergegas menuju ke Sungai Seine dengan tujuan untuk menguasai jembatan vital yang melintasi sungai tersebut yang berlokasi di wilayah Rouen. Bergerak maju sejauh 100 kilometer dalam waktu dua hari,7. Panzer-Division tiba di Rouen hanya untuk mendapati jembatan strategis incaran mereka sudah dihancurkan oleh pasukan Prancis yang kini telah menghilang. Tidak berdiam diri, Rommel memutuskan untuk berbelok ke arah utara demi memotong gerak mundur tentara-tentara musuh yang berusaha mencapai Le Havre. Usaha pihak Jerman berhasil, sehingga memaksa sekitar 10.000 orang prajurit dari 51st (Highland) Division Inggris serta Korps ke-9 Prancis untuk menyerah di Saint-Valery-en-Caux pada tanggal 12 June 1940.

Sumber :
Bundesarchiv Bild 146-1972-045-08
https://en.wikipedia.org/wiki/7th_Panzer_Division_(Wehrmacht)
https://en.wikipedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_146-1972-045-08,_Westfeldzug,_Rommel_bei_Besprechung_mit_Offizieren.jpg

Friday, November 12, 2021

Erwin Rommel dan Kriegsberichter Hans Ertl

Foto ini memperlihatkan saat Generalfeldmarschall Erwin Rommel (keempat dari kiri, Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) dalam acara inspeksi ke pertahanan Jerman di wilayah Ijmuiden, Belanda, pada tanggal 25 Maret 1944. Dua orang yang berdiri di kiri adalah, dari kiri ke kanan: Kriegsberichter Hans Ertl dan Hauptmann Hellmuth Lang (Ordonnanzoffizier Oberbefehlshaber Heeresgruppe B ). Ertl adalah koresponden perang yang setia mengikuti kemanapun Rommel pergi, sampai-sampai dia dijuluki sebagai "Kameraman pribadi Rommel"! Lelaki kelahiran 21 Februari 1908 yang pernah menjadi kekasih sineas Jerman terkemuka Leni Riefenstahl ini juga dikenal sebagai seorang pendaki gunung yang jempolan. Saat Jerman kalah dalam Perang Dunia II, Ertl melarikan diri ke Bolivia dan tinggal disana sampai dengan akhir hidupnya pada tanggal 23 Oktober 2000. Disana dia bekerja sebagai petani dengan nama panggilan "Juan", dan menetap di sebuah wilayah terpencil di dekat hutan belantara. Pada tahun 1953 Ertl ikut menjadi bagian dalam ekspedisi gabungan Jerman-Austria yang melakukan pendakian gunung tertinggi kesembilan di dunia, Nanga Parbat, yang terletak di Himalaya. Putrinya, Monika Ertl, kemudian bergabung dengan gerakan komunis bawah tanah Bolivia - sebuah keputusan yang membuat kecewa berat ayahnya - dan bahkan Monika ikut terlibat dalam kasus pembunuhan Konsul Bolivia di Hamburg, orang yang dulunya memotong lengan gerilyawan Komunis terkenal Che Guevara. Peristiwa ini membuat nama Monika dikenal dunia, dan dia dijuluki sebagai "Sang Pembalas Dendam Che Guevara". Sang putri dan beberapa gerilyawan komunis lain akhirnya balik dihabisi pada tahun 1973 saat disergap oleh pasukan keamanan Bolivia (ironisnya, badan intelijen Bolivia yang mengendus keberadaan Monika dilatih langsung oleh mantan komandan Gestapo Klaus Barbie!). Mendengar kabar bahwa anaknya telah tiada, Hans Ertl hanya berucap singkat, "Aku lega karena dia telah pergi dalam damai."

Sumber :
https://www.alexautographs.com/auction-lot/wilhelm-ritter-von-schramm_831451DA53

Sunday, August 9, 2020

Hans von Salmuth Menginspeksi Pasukan Jerman

Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi ini memperlihatkan saat Generaloberst Hans von Salmuth (tengah, Oberbefehlshaber 15. Armee) sedang menginspeksi pasukan pertahanan Jerman dari 49. Infanterie-Division di sekitar wilayah pantai Boulogne, Prancis, pada tahun 1944, tak lama sebelum pasukan Sekutu mendarat di Normandia. Berdiri paling kiri adalah General der Artillerie Johann Sinnhuber (Kommandierender General LXXXII. Armeekorps), sementara yang paling kanan adalah Generalleutnant Sigfrid Macholz (Kommandeur 49. Infanterie-Division). Dari sejak pembentukannya di bulan Februari 1944 sampai dengan bulan Mei 1944, 49. Infanterie-Division (Macholz) berada di bawah komando LXXXII. Armeekorps (Sinnhuber) yang merupakan bagian dari 15. Armee (Salmuth). Divisi ini beroperasi di sekitar Boulogne, Prancis, sebelum kemudian ditarik ke Paris pada bulan Agustus 1944 dan mundur lagi ke Aachen satu bulan setelahnya. Ketiga jenderal dalam foto ini sendiri adalah para Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes): Salmuth mendapatkannya pada tanggal 19 Juli 1940, Sinnhuber tanggal 5 Juli 1941, dan Macholz tanggal 16 Oktober 1944.

Sumber :
Foto koleksi pribadi Akira Takiguchi
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10218313815990262&set=p.10218313815990262&type=1&theater

Sunday, May 17, 2020

Teknisi Focke-Wulf di Markas JG 26

Pada bulan September 1942, III.Gruppe / Jagdgeschwader 26 (JG 26) kedatangan tamu istimewa di pangkalannya yang terletak di Wevelghem, Belgia. Profesor Kurt Tank, perancang utama pesawat-pesawat Focke-Wulf, dan ilmuwan seniornya Rudolf Blaser (kepala perancang pesawat berkursi tunggal sekaligus kepala program Fw 190), datang untuk membantu penyempurnaan Focke-Wulf Fw 190 A-2 dengan mendasarkan pada pengalaman para pilot JG 26 yang menggunakannya. Disini terlihat Oberingenieur Blaser berdiri di atas sayap Fw 190 A-2 dengan marking taktis < + I. Pesawat dengan Werknummer 20206 ini dipiloti oleh Oberfeldwebel Walter Grünlinger, katschmarek (wingman) dari Gruppenkommandeur Hauptmann Josef Priller. Grünlinger tampaknya baru kembali dari sebuah feindflug (misi tempur) ketika foto ini diambil, dan Blaser terlihat sedang menerangkan beberapa aspek teknis dari pesawat. Fw 190 milik Grünlinger, yang sebelumnya diterbangkan oleh Hauptmann Priller dan pertama kali tercatat dalam logbook sang Gruppenkommandeur pada tanggal 11 Desember 1941. Chevron (tanda pangkat berbentuk V) besar ganda menandakan bahwa pemiliknya adalah seorang Gruppenkommandeur (Komandan Gruppe), sementara lambang pribadi Priller, yaitu sebuah kartu remi As Hati dengan nama "Jutta", kini telah dihapus dan digantikan oleh lambang pilihan Grünlinger, yang berbentuk kartu remi tujuh Hati dengan nama "Rata" (gambar kartu tersebut dilukis di kedua sisi bagian mesin). Perhatikan juga "sayap elang" hitam yang hampir semuanya tertutup oleh jas yang dikenakan Blaser. Marking ini biasa ditemukan di pesawat-pesawat berjenis Fw 190 pada saat itu, dan gunanya untuk menutupi noda hitam bekas knalpot di bagian mesin. Pesawat ini memakai pola kamuflase RLM 74 bawaan pabrik (terlihat jelas di bawah kokpit) yang dipadukan dengan RLM 76 serta bintik-bintik RLM 75 yang tersebar di bagian logam penutup mesin. Grünlinger sendiri terus bertugas bersama Priller setelah yang disebut terakhir menjadi Jagdgeschwaderkommodore (Komandan Skuadron Pemburu) dari JG 26 pada tanggal 11 Januari 1943. Pada tanggal 4 September 1943 dia telah mengumpulkan jumlah kemenangan udaranya menjadi 12 (5 pesawat pemburu serta 7 pesawat pembom berat dan medium), yang dibukukan dalam 88 misi tempur. Di hari itu Grünlinger tinggal landas bersama dengan 10.Staffel/JG 26, dimana dia telah diperbantukan sehari sebelumnya. Staffel ini lalu bertemu dengan sekitar 20 Spitfire, dan Oberfeldwebel Grünlinger kemudian gugur ketika pesawatnya ditembak jatuh sekitar tiga kilometer barat-laut Bomy di Prancis utara. Pesawat yang digunakannya di saat kematiannya adalah Fw 190 A-5 Werknummer 7287 dari Geschwaderstab. Tanggal 9 September 1943 dia dikebumikan di kompleks pemakaman JG 26 di Abbéville.


Sumber :
Majalah "Luftwaffe im Focus Spezial" edisi No.1 terbitan tahun 2003

Sunday, May 10, 2020

Parade Sukarelawan Wehrmacht Prancis di Paris

Parade militer para anggota LVF (Légion des volontaires français contre le bolchévisme, Legiun Sularelawan Prancis dalam Melawan Bolsewisme) di Champs Elysées, Paris. Unit ini dibentuk pada bulan Juli 1941 oleh pemerintah pendudukan Nazi yang berkolaborasi dengan parta-partai sayap kanan Prancis, yang bertujuan untuk membantu invasi Jerman atas Uni Soviet. Dalam hierarki resmi Wehrmacht, nama resminya adalah Infanterie-Regiment 638. LVF kemudian dikirim ke Front Timur pada bulan Oktober 1941, dan menderita korban besar dalam pertempuran yang terjadi disana. Dia kemudian dibubarkan pada bulan September 1944, saat hampir seluruh Prancis sudah dikuasai oleh pasukan Sekutu. Perannya kemudian digantikan oleh Waffen-Grenadier-Brigade der SS "Charlemagne" yang berusia singkat. Dalam foto ini, kita melihat bahwa bintara LVF yang berjalan paling depan adalah seorang veteran Perang Dunia Pertama, yang terlihat dari medali-medali yang tersemat di seragamnya. Baris atas dari kiri ke kanan: Médaille militaire, Croix de guerre 1914–1918, Croix de Guerre Legionnaire, dan Croix du combattant. Baris bawah: Croix du combattant volontaire (?), Ordre de l'Étoile d'Anjouan (?) atau mungkin semacam medali kolonial Prancis lainnya, Médaille Interalliée de la Victoire 1914–1918, dan Médaille commémorative de la guerre 1914–1918. Medali yang terletak di sebelah kiri Ordre de l'Étoile d'Anjouan kemungkinan adalah Médaille Coloniale yang dipakai sebagai pelengkap medali kolonial dia yang lainnya. Sementara itu, pita yang tersemat di kancing seragamnya adalah satu-satunya medali Jerman yang dia punya (setidaknya sampai saat foto ini diambil), yaitu Medaille "Winterschlacht im Osten 1941/42" atau Ostmedaille. Hal ini menunjukkan bahwa foto ini diambil setidaknya antara rentang waktu 1942 s/d 1944, karena medali yang disebut terakhir tersebut pertama kali dikeluarkan pada tahun 1942 sebagai penghargaan kepada para prajurit Wehrmacht dan SS yang berhasil selamat dari kejamnya musim dingin di Front Timur.



Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=9&t=153613&start=495

Tuesday, May 5, 2020

Wanita Prancis Meludah pada Tentara Jerman

Seorang wanita Prancis, yang secara tiba-tiba muncul dari kerumunan, melampiaskan rasa bencinya dengan meludah pada seorang perwira Wehrmacht Jerman yang sedang digiring dalam todongan senjata oleh anggota Maquisard (gerakan perlawanan bawah tanah Prancis). Sementara itu, warga yang lain turut menyoraki dan mencemooh si perwira yang berasal dari unit infanteri tersebut (perhatikan medali Infanterie-Sturmabzeichen yang tersemat di seragamnya, bersama dengan Verwundetenabzeichen in Schwarz). Si perwira sendiri terlihat kalem dan tidak menanggapi ludahan serta sorak-sorai di sekelilingnya. Foto ini diambil oleh seorang wartawan majalah LIFE Amerika di St. Mihiel, Prancis, pada bulan September 1944.Warga setempat pantas merasa marah pada tentara pendudukan Jerman yang berada disana, karena beberapa hari sebelumnya - tepatnya pada tanggal 1 September 1944 - tidak kurang dari 20 orang warga St. Mihiel yang dieksekusi oleh pihak Jerman karena dituduh berkolaborasi dengan anggota gerakan perlawanan bawah tanah.


Sumber :
https://id.pinterest.com/pin/480196378988411596/
https://www.pressreader.com/uk/history-of-war/20190613/281638191702482

Thursday, April 23, 2020

Tertangkapnya Otto Elfeldt di Falaise

Dari kiri ke kanan: Oberstleutnant im Generalstab Friedrich Von Criegern (Chef des Generalstabes LXXXIV. Armeekorps), Generalleutnant Otto Elfeldt (Mit der Führung beauftragt LXXXIV. Armeekorps), dan Major im Generalstab Hasso Viebig (Ia Erster Generalstabsoffizier LXXXIV. Armeekorps). Ketiga perwira Wehrmacht ini baru saja ditangkap oleh pasukan Sekutu di Saint-Lambert-sur-Dive, Normandia, pada tanggal 20 Agustus 1944. Sambil menunggu evakuasi ke garis belakang, mereka ngobrol santai sambil ngudud rokok cap Siluman Tulen. Saat semua unit-unit Jerman yang masih mempunyai kekuatan tempur diperintahkan untuk keluar dari kepungan Sekutu di Kantong Falaise di malam tanggal 19-20 Agustus 1944, Jenderal Elfeldt dan Korps pimpinannya ditugaskan untuk berjaga dan melindungi usaha terobosan unit-unit Jerman yang dipecah menjadi beberapa Kampfgruppe (Grup Tempur) tersebut. Di awal pagi tanggal 20 Agustus, Elfeldt memimpin sebuah tim kecil dalam usahanya untuk mengitari kota Saint Lambert yang diduduki oleh musuh, tapi usahanya menemui kegagalan saat dia dikejutkan dan ditangkap oleh elemen-elemen dari Divisi Lapis Baja Polandia ke-1. Pada sore hari tanggal 21 Agustus 1944, kantong pengepungan di Falaise akhirnya tertutup rapat, dengan sekitar 50.000 orang prajurit Jerman yang terperangkap di dalamnya. Meskipun banyak pula yang berhasil lolos dari kepungan, tapi kerugian yang diderita oleh Hitler dalam peristiwa ini - baik dari segi sumber daya manusia maupun mesin perang - terhitung kolosal! Elfeldt sendiri kemudian menjadi tawanan Inggris dan dipenjarakan di Island Farm Special Camp 11 di Wales


Sumber :
https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/photograph-of-lieutenant-general-otto-elfeldt-taken-news-photo/513686027
http://www.specialcamp11.co.uk/Generalleutnant%20Otto%20Elfeldt.htm

Thursday, April 2, 2020

Erwin Rommel Menginspeksi 21. Panzer-Division

Acara inspeksi mesin-mesin perang milik 21. Panzer-Division oleh Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B). Acara ini diselenggarakan pada tanggal 30 Mei 1944 di Bois de Lébisey, Hérouville-Saint-Clair (6 km sebelah utara Caen), Normandia. Foto yang diambil oleh Kriegsberichter Hans Speck dari Propaganda-Kompanie 698 ini memperlihatkan saat sang Marsekal menginspeksi satuan Panzergrenadier yang dilengkapi dengan tiga buah "Selbstfahnafetten für 7,5cm, Pak 40 S 307 (f)", yang pada dasarnya adalah perpaduan sasis halftrack Somua MCG Prancis dengan meriam anti-tank Jerman kaliber 75mm. Memberi hormat militer di sebelah kiri adalah Leutnant Hans Höller, yang merupakan salah seorang Zugführer (Komandan Peleton) dari 8.Kompanie (schwere) / II.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 192, sementara perwira yang terlihat berjalan di belakang Rommel kemungkinan adalah Oberleutnant Braatz (Chef 8.Kompanie / II.Bataillon / Panzergrenadier-Regiment 192). Di latar belakang kita bisa melihat mobil truk GMC ACK 353 buatan Amerika Serikat. 21. Panzer-Division memang banyak dilengkapi oleh kendaraan-kendaraan perang sisa Angkatan Bersenjata Prancis yang dirampas oleh Jerman pada tahun 1940. Truk GMC tersebut bisa jadi adalah hasil pembelian dari Amerika di tahun 1930-40, yang kemudian berganti kepemilikan setelah pasukan Wehrmacht menguasai wilayah Prancis


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=47&t=73232&start=11130
http://sgmcaen.free.fr/agenda-rommel.htm

Sunday, February 9, 2020

Jenderal Dietrich von Choltitz Menyerahkan diri

General der Infanterie Dietrich von Choltitz (kiri) menyerahkan diri bersama dengan pasukannya kepada Général de brigade Philippe Leclerc de Hauteclocque (Komandan 2e Division Blindée), pada tanggal 25 Agustus 1944. Pada tanggal 7 Agustus sebelumnya, Choltitz ditunjuk langsung oleh Hitler sebagai "Kommandierenden General und Wehrmachtbefehlshaber von Groß-Paris" alias Gubernur Militer Jerman di Paris. Dalam pertemuan yang digelar sehari setelahnya, Hitler menginstruksikan padanya untuk tidak meninggalkan satu bangunan bersejarah pun yang utuh di Paris apabila pihak Jerman dipaksa untuk meninggalkan kota tersebut oleh pasukan Sekutu. Pada waktu Choltitz tiba di Paris pada tanggal 9 Agustus, Hitler kembali menekankan perintahnya melalui telepon: "Kota tersebut tidak boleh jatuh ke tangan musuh, kecuali telah menjadi puing-puing seluruhnya." Satu minggu kemudian, dengan marah Hitler berteriak di balik telepon: "Brennt Paris?" (apakah Paris sudah terbakar?). Pada tanggal 15 Agustus 1944, satuan polisi lokal di Paris melakukan pemberontakan terhadap pasukan pendudukan Jerman, diikuti dengan pemberontakan serupa yang dilakukan oleh Partai Komunis Prancis pada tanggal 19 Agustus. Garnisun Jerman di bawah pimpinan Choltitz berusaha melawan balik, tapi kekuatan mereka terlalu kecil untuk menghentikan serangan-serangan bersenjata yang terjadi di hampir seluruh bagian kota Paris. Choltitz berusaha untuk menegosiasikan gencatan senjata dengan pemberontak Prancis pada tanggal 20 Agustus, tapi banyak dari mereka yang menolak untuk menerimanya, sehingga konfrontasi bersenjata berlanjut keesokan harinya. Pada tanggal 25 Agustus, Choltitz akhirnya menyerahkan diri bersama dengan 17.000 orang anakbuahnya kepada pimpinan 2e Division Blindée, unit lapis baja Prancis Merdeka yang baru tiba dari Normandia. Lalu bagaimana dengan nasib Paris sendiri? Bisa dibilang bahwa hampir seluruh bangunannya masih berdiri utuh tanpa kurang suatu apa! Karena perintah Hitler terang-terangan tidak diindahkan, beberapa sejarawan menyebut Dietrich von Choltitz sebagai "Penyelamat Paris". Sang jenderal sendiri kemudian mengklaim dalam buku memoarnya - yang diterbitkan pada tahun 1951 - bahwa dia menolak perintah tegas dari Hitler untuk menghancurkan Paris karena dia kadung mencintai kota tersebut beserta dengan bangunan-bangunan bersejarahnya, dan dia juga menganggap bahwa Hitler telah gila sepenuhnya setelah mengeluarkan perintah tersebut!


Sumber :
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2020/02/general-dietrich-von-choltitz-surrender.html