Showing posts with label Kejahatan Perang. Show all posts
Showing posts with label Kejahatan Perang. Show all posts

Saturday, February 8, 2020

Pengadilan Penjahat Perang Jerman di Riga

Pembacaan keputusan dalam pengadilan militer para perwira tinggi Wehrmacht dan SS di Riga (Latvia), yang berlangsung pada hari minggu tanggal 3 Februari 1946. Wajah-wajah mereka yang murung luar biasa bukannya tanpa alasan: mereka telah dijatuhi hukuman mati oleh Distrik Militer Baltik Soviet dengan cara digantung di depan umum, dan dilaksanakan di bekas Ghetto Riga pada hari yang sama! Para terpidana tersebut adalah, dari kiri ke kanan: SS-Obergruppenführer Friedrich Jeckeln (Kommandierender General V. SS-Freiwilligen-Gebirgs-Korps), Generalmajor Hans Paul Küpper (Kommandant von Dünaburg), Generalleutnant Siegfried Ruff (Kommandant Festungen Riga und Ventspils), SA-Standartenführer Alexander Böcking (Gebietskommissar in Estland), Generalleutnant Wolfgang von Ditfurth (Kommandeur 403. Sicherungs-Division), Generalleutnant Albrecht Baron Digeon von Monteton (Kommandeur 391 Sicherungs-Division z.b.V. und der 52. Sicherungs-Division und der Festung Liebau), dan Generalmajor Bronislaw Pawel (Kommandeur der Kriegsgefangenen beim Wehrmachtsbefehlshaber Ostland). Sebenarnya ada perwira Jerman lain yang dijatuhi hukuman mati di hari dan tempat yang sama, namun entah kenapa mereka tidak nongtot dalam foto ini: Generalmajor Friedrich Werther (Kommandant der 189. und der 186. Kommandantur, Chef der Befestigungsanlagen von Riga und Jurmala und Kommandeur der Uferverteidigung an der Rigaer Bucht), SS-Sturmbannführer Georg Sauer (Kommandeur des KZ Kaiserwald), dan Leutnant Hans Buchholz (Kommandeur eines SS-Kommandos). Uniknya, sumber lain menyebutkan bahwa Wolfgang von Ditfurth berhasil lolos dari hukuman meskipun tak lama kemudian meninggal di penjara tanggal 22 Maret 1946. Penyebabnya secara resmi dinyatakan sebagai: gagal jantung akibat komplikasi aterosklerosis, nephrosis nephritic dan kegagalan koroner


Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=38&t=147412&hilit=jeckeln+execution&start=15

Sunday, January 13, 2019

Horst Trebes dalam Pembantaian Kondomari

 Pada tanggal 2 Juni 1941, unit pasukan Wehrmacht di Pulau Kreta (yang umumnya berasal dari satuan Fallschirmjäger) membantai 180 orang penduduk sebuah desa bernama Kondomari, sebagai pembalasan atas perlawanan penduduk setempat terhadap invasi Jerman yang berlangsung beberapa hari sebelumnya. Foto ini memperlihatkan saat prajurit-prajurit dari III.Bataillon / Fallschirmjäger-Sturm-Regiment mengumpulkan penduduk desa sebelum dimulainya eksekusi. Paling kiri adalah komandan batalyon tersebut, Oberleutnant Horst Trebes, sementara di kanan adalah salah seorang penduduk desa yang sedang diinterogasi. Trebes mengenakan salakot (topi tropis) India hasil rampasan dari pasukan Inggris, yang biasa disebut sebagai "Bombay Bowler". Dia dan dua orang lainnya juga memakai celana pendek KD (Khaki Drill) pasukan Inggris buatan India yang mempunyai julukan "Bombay Bloomers", yang bagian atasnya bisa dikancingkan sehingga bisa dimodifikasi menjadi celana pendek atau panjang sesuai kebutuhan. Orang di sebelah Trebes terlihat memakai kemeja dari bahan KD serupa. Foto ini dibuat oleh Kriegsberichter Franz Peter Weixler dari PK (Propaganda-Kompanie) 690


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/05/hauptmann-horst-trebes-1916-1944.html