Showing posts with label Fallschirmjäger. Show all posts
Showing posts with label Fallschirmjäger. Show all posts

Wednesday, June 14, 2023

Bataillonskommandeur Reinhard Egger di Sisilia


Foto ini diambil pada bulan Agustus 1943 di Front Italia, dan memperlihatkan Major Reinhard Egger (kiri, Kommandeur I.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 4) yang sedang memberi instruksi titik-titik penyergapan kepada anakbuahnya, yang dipersiapkan oleh pihak Jerman tak lama sebelum kedatangan pasukan penyerbu Sekutu. Di kepalanya, Egger mengenakan tropenmütze M41 (yang mudah dikenali karena belum dilengkapi lubang ventilasi seperti model-model selanjutnya). Selain itu, dia dan anakbuahnya mengenakan diensthemd (kemeja lapangan) tanpa jaket yang biasa digunakan di wilayah beriklim tropis. Di latar belakang terlihat sebuah Sturmgeschütz 40 Ausf.G yang merupakan milik dari Divisi Hermann Göring. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Heggert selama berlangsungnya Pertempuran Sisilia (9 Juli - 17 Agustus 1943), dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah "Wiener Illustrierte" terbitan 29 Oktober 1943. Lokasi pengambilan gambar adalah di halaman Villa Barone Santa Lucia yang berada di ujung Corso Savoia, dimana jalannya menyerong ke arah kanan menuju Santa Maria Ammalati (tempat dimana rumah sakit lapangan Jerman berada), dan kemudian terus mengarah ke kota pelabuhan Messina yang berada di bagian utara Sisilia.



Sumber :
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_101I-567-1510-33,_Italien,_Fallschirmj%C3%A4ger,_Major_Reinhard_Egger.jpg

Thursday, August 18, 2022

Penyematan Medali era Nazi oleh Anggota Bundeswehr

 
Per-tanggal 1 April 1958, para anggota veteran Bundeswehr (Angkatan Bersenjata Jerman Barat) - yang baru dibentuk tiga tahun sebelumnya - diperbolehkan untuk mengenakan medali era Perang Dunia II, meskipun hanya dalam bentuk feldspange (baris medali) serta telah dihilangkan segala simbol swastika yang terdapat di dalamnya. Medali dalam ukuran yang asli cuma terbatas dipakai di acara-acara tertentu saja, dan itupun harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari komandan divisi atau Kementerian Pertahanan. Foto ini diambil di hari pertama pemberlakuan peraturan tersebut, dan memperlihatkan seorang anggota Bundesluftwaffe (Angkatan Udara Jerman Barat) berpangkat Hauptmann (Kapten) yang sedang memasangkan feldspange 1957er (baris medali era Perang Dunia II yang telah di-Denazifikasi) di seragamnya. Baris atas adalah Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes; baris tengah adalah, dari kiri ke kanan: Eisernes Kreuz I.Klasse, Eisernes Kreuz II.Klasse, Frontflugspange für Kampfflieger, Ärmelstreifen "KRETA", dan Flugzeugführerabzeichen; baris bawah dari kiri ke kanan: Fallschirmschützenabzeichen dan sebuah medali asing (kemungkinan Vapaudenristin Ritarikunta Finlandia). Nama dari orang dalam foto ini adalah Egon Delica, salah satu anggota pasukan parasut Jerman yang dianugerahi medali Ritterkreuz langsung oleh Hitler setelah berprestasi dalam penaklukan Benteng Eben Emael di tahun 1940.

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=9&t=153613&start=645

Wednesday, July 6, 2022

Fallschirmjäger Berdiskusi di Motor

 
Tiga orang prajurit Fallschirmjäger (pasukan parasut Jerman) berdiskusi serius sambil melihat peta. Motor di sebelah kiri (WL-398796) berasal dari jenis BMW, sementara di sebelah kanannya adalah sebuah DKW NZ 350. Foto ini diambil di Normandia, Prancis, bulan Juli 1944. Dalam Pertempuran Normandia melawan tentara Sekutu, pihak Jerman diperkuat oleh satuan Fallschirmjäger setingkat korps, yaitu II. Fallschirmkorps pimpinan General der Fallschirmtruppe Eugen Meindl. Korps Terjun Payung ini terdiri dari empat unit utama: 2. Fallschirmjäger-Division, 3. Fallschirmjäger-Division, 5. Fallschirmjäger-Division, dan Fallschirmjäger-Regiment 6. Dari semuanya, unit yang prestasinya paling maknyoss adalah Fallschirmjäger-Regiment 6 pimpinan Major Friedrich August Freiherr von der Heydte. Mereka bertempur mati-matian mempertahankan kota Carentan dari serbuan Sekutu, dan mendapat julukan "Singa-Singa dari Carentan" karena kegigihannya. Uniknya, lawan mereka adalah pasukan parasut juga, yaitu 101st Airborne Division dari Amerika Serikat, yang terkenal dengan "Easy Company"-nya dalam miniseri "Band of Brothers".

Sumber :
https://www.agefotostock.com/age/en/details-photo/motorcycle-riflemen-of-the-german-wehrmacht-are-pictured-on-duty-on-the-western-front-in-the-normandy-france-in-july-1944/PAH-31208273
https://www.alamyimages.fr/photo-image-riflemen-moto-de-la-wehrmacht-allemande-sont-illustres-en-service-sur-le-front-occidental-a-la-normandie-en-france-en-juillet-1944-photo-berliner-verlag-archiv-59299688.html

Thursday, March 31, 2022

Kurt Student dan Anggota Sturm-Abteilung "Koch"

Pada tanggal 27 Oktober 1940, General der Flieger Kurt Student bertemu dengan para anggota Sturm-Abteilung "Koch", unit Fallschirmjäger (Pasukan Terjun Payung Jerman) yang beberapa bulan sebelumnya meraih kesuksesan besar melalui serangan-serangan beraninya dalam palagan "Fall Gelb" (invasi Jerman ke Prancis dan Negara-Negara Bawah). Foto ini memperlihatkan saat sang jenderal menginspeksi para anggota Sturmgruppe "Stahl" / Sturm-Abteilung "Koch" yang masih hidup setelah penyerbuan ke Benteng Eben-Emael (Belgia), sekaligus memberi selamat kepada mereka yang telah mendapatkan medali. Seperti biasa, belum lengkap rasanya kalau aliandoh nggak ngasih keterangan untuk identifikasi orang-orangnya. Dari kiri ke kanan: Major Walter Koch (tertutup oleh Student, Kommandeur Sturm-Abteilung "Koch"), General der Flieger Kurt Student (Kommandierender General XI. Fliegerkorps), Hauptmann Gustav Altmann (Chef Sturmgruppe "Stahl"), Oberleutnant Helmut Ringler (Zugführer di Sturmgruppe "Stahl"), Leutnant Rudolf Toschka (Truppführer Trupp 8 / Sturmgruppe "Stahl"), Leutnant Hans Jungwirth (anggota Sturmgruppe "Stahl"), dan Feldwebel Helmut Arpke (anggota Sturmgruppe "Stahl"). Sisa dua lagi yang paling kanan saya ora gelem wadon bae ble'e-ble'e soalnya nggak ada namanya di primbon.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/05/album-foto-kurt-student.html

Sunday, January 24, 2021

Para Perwira Fallschirmjäger di Heraklion Kreta

 
31 Mei 1941: Para perwira Fallschirmjäger (pasukan parasut Jerman) dari 7. Flieger-Division terlihat sedang beristirahat di Heraklion, Kreta, tak lama setelah mereka merebut salah satu bagian dari pulau Yunani tersebut dari tangan pihak Inggris dan Australia. Pertempuran sengit berlangsung dari tanggal 20 Mei 1941, dan pasukan Jerman baru berhasil menguasai Heraklion setelah berselang sembilan hari kemudian. Tampak rona kelelahan masih tampak di wajah-wajah mereka yang belum tersentuh oleh pisau cukur. Yang memakai medali Ritterkreuz di lehernya adalah Oberst Bruno Bräuer (Kommandeur Fallschirmjäger-Regiment 1 dan Kampfgruppe Ost), yang mendapatkan medali bergengsi tersebut pada tanggal 24 Mei 1940 selama berlangsungnya invasi Jerman atas Negara-Negara Bawah. Perwira-perwira yang nongol dalam foto ini semuanya adalah Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz). Berturut-turut dari kiri ke kanan: Major Erich Walther (Kommandeur III.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 1; Ritterkreuz tanggal 24 Mei 1940, Eichenlaub tanggal 2 Maret 1944 dan Schwerter tanggal 1 Februari 1945), Hauptmann Gerhart Schirmer (Kommandeur III.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 2. Ritterkreuz tanggal 14 Juni 1941), Oberst Bräuer, dan Hauptmann Wolf-Werner von der Schulenburg (Kommandeur I.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 1; Ritterkreuz tanggal 20 Juni 1943).

 

Sumber :
https://www.alamy.com/search.html?qt=heraklion%201941&imgt=0
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=2317700#p2317700
https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/the-nazi-propaganda-picture-from-may-1941-shows-german-news-photo/1058620538

Sunday, August 16, 2020

Fallschirmjäger Eben Emael

Bisa dibilang bahwa inilah foto paling terkenal yang memperlihatkan para Fallschirmjäger (pasukan terjung payung) Jerman pemberani dari Sturmgruppe Granit / Sturmabteilung Koch yang menyerbu benteng Eben-Emael (Belgia) pada tahun 1940. Mereka difoto sekembalinya di barak Köln-Delbrück, Jerman, pada tanggal 12 Mei 1940, tak lama sebelum upacara penganugerahan medali Eisernes Kreuz II.Klasse untuk para anggota Sturmabteilung Koch. Tapi siapakah sebenarnya mereka? Dari kiri ke kanan: Edmund 'Eddi' Schmidt (Trupp 4. Meninggal tahun 1991), Gerhard Becker (Trupp 5. Meninggal tahun 1986), Franz Jannowski (Trupp 5. Nasib setelahnya tidak diketahui), Karl Polzin (Trupp 4. Tewas ditembak oleh rekan sendiri saat mabuk-mabukan pada tahun 1941), Wilhelm Stucke (Trupp 1. Terbunuh dalam Pertempuran Kreta tahun 1941), Harm Mülder (Trupp 7. Nasib setelahnya tidak diketahui), Wilhelm Ölmann (Trupp 2. Nasib setelahnya tidak diketahui), dan Peter Zirwes (Trupp 6. Terbunuh di Rusia tahun 1942). Sebagai fotografernya adalah Oberfeldwebel Helmut Wenzel (Trupp 4). Terlihat sebagian muka dan helm mereka dilumuri oleh tanah liat sebagai sebuah tindakan kamuflase sederhana. Para Fallschirmjäger dalam foto ini mengenakan jaket penerjun payung model pertama, dengan dalaman Fliegerbluse. Uniknya, Jäger Schmidt di sebelah kiri mengenakan hoheitsadler (lambang elang) Heer dan bukannya Luftwaffe. Ini karena pada awalnya pasukan penerjun payung Jerman dibentuk oleh Angkatan darat sebelum kemudian dialihtugaskan ke Angkatan Udara. Sebagian anggota awal memilih untuk tetap mengenakan jaket lama dengan adler Heer, sebagai sebuah kebanggaan bahwa mereka termasuk ke dalam generasi pertama Fallschirmjäger Jerman.

Sumber :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10215206242104111&set=gm.3765629170130883&type=1&theater

Friday, February 21, 2020

Fallschirmjäger di Montecassino

 Tiga orang prajurit penerjun payung dari Fallschirmjäger-Regiment 3 / 1.Fallschirmjäger-Division berpose untuk kepentingan propaganda di sela-sela reruntuhan Biara Montecassino, bulan Februari 1944. Prajurit di tengah memegang senapan mesin Beretta Modello 38 buatan Italia, sementara prajurit di sebelah kirinya cukup bersenjatakan Stielhandgranate di tangan, sementara di sakunya tersembul granat lain buatan Italia pula. Pada tanggal 15 Februari 1944 pihak Sekutu membombardir Biara Ordo Santo Benediktus di puncak Montecassino yang berusia 1.400 tahun, karena menganggapnya sebagai tempat persembunyian prajurit Jerman (tuduhan yang tak pernah terbukti). Ketika biara tersebut telah menjadi puing-puing, barulah pasukan Jerman dari unit Fallschirmjäger masuk untuk menempatinya, dan menjadikannya sebagai tembok pertahanan dengan memanfaatkan setiap bongkahan batu dan dinding yang tak beraturan. Selama berbulan-bulan pasukan Sekutu menyerang lagi dan lagi, hanya untuk dipatahkan oleh para penerjun payung veteran ini dengan meninggalkan korban besar di pihak penyerbu dari segi manusia dan perlengkapan. Ketika akhirnya pihak Jerman dipaksa untuk mundur pada bulan Mei 1944 (setelah terancam dikepung oleh tentara Sekutu yang berhasil menerobos wilayah di sekelilingnya), mereka melakukannya dengan begitu cerdiknya, sehingga ketika keesokan harinya musuh akhirnya berhasil menguasai reruntuhan Montecassino, mereka hanya menemukan 30 orang prajurit yang terluka begitu parah sehingga tak bisa dibawa serta dan ditinggalkan! Dalam pertempuran sengit di Montecassino yang berlangsung dari tanggal 17 Januari s/d 18 Mei 1944, pihak Sekutu (Inggris, Amerika, Prancis, Polandia, dll) tercatat menderita korban 55.000 orang, sementara pasukan Jerman "hanya" 22.000 orang! Cukuplah julukan "The Green Devils" (Iblis-Iblis Hijau) dari para jenderal Sekutu sebagai bukti ketangguhan dan kegigihan bertempur dari para Fallschirmjäger ini...


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2016/06/foto-pertempuran-monte-cassino-17.html

Sunday, January 13, 2019

Horst Trebes dalam Pembantaian Kondomari

 Pada tanggal 2 Juni 1941, unit pasukan Wehrmacht di Pulau Kreta (yang umumnya berasal dari satuan Fallschirmjäger) membantai 180 orang penduduk sebuah desa bernama Kondomari, sebagai pembalasan atas perlawanan penduduk setempat terhadap invasi Jerman yang berlangsung beberapa hari sebelumnya. Foto ini memperlihatkan saat prajurit-prajurit dari III.Bataillon / Fallschirmjäger-Sturm-Regiment mengumpulkan penduduk desa sebelum dimulainya eksekusi. Paling kiri adalah komandan batalyon tersebut, Oberleutnant Horst Trebes, sementara di kanan adalah salah seorang penduduk desa yang sedang diinterogasi. Trebes mengenakan salakot (topi tropis) India hasil rampasan dari pasukan Inggris, yang biasa disebut sebagai "Bombay Bowler". Dia dan dua orang lainnya juga memakai celana pendek KD (Khaki Drill) pasukan Inggris buatan India yang mempunyai julukan "Bombay Bloomers", yang bagian atasnya bisa dikancingkan sehingga bisa dimodifikasi menjadi celana pendek atau panjang sesuai kebutuhan. Orang di sebelah Trebes terlihat memakai kemeja dari bahan KD serupa. Foto ini dibuat oleh Kriegsberichter Franz Peter Weixler dari PK (Propaganda-Kompanie) 690


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/05/hauptmann-horst-trebes-1916-1944.html