Showing posts with label Front Italia. Show all posts
Showing posts with label Front Italia. Show all posts

Wednesday, June 14, 2023

Bataillonskommandeur Reinhard Egger di Sisilia


Foto ini diambil pada bulan Agustus 1943 di Front Italia, dan memperlihatkan Major Reinhard Egger (kiri, Kommandeur I.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 4) yang sedang memberi instruksi titik-titik penyergapan kepada anakbuahnya, yang dipersiapkan oleh pihak Jerman tak lama sebelum kedatangan pasukan penyerbu Sekutu. Di kepalanya, Egger mengenakan tropenmütze M41 (yang mudah dikenali karena belum dilengkapi lubang ventilasi seperti model-model selanjutnya). Selain itu, dia dan anakbuahnya mengenakan diensthemd (kemeja lapangan) tanpa jaket yang biasa digunakan di wilayah beriklim tropis. Di latar belakang terlihat sebuah Sturmgeschütz 40 Ausf.G yang merupakan milik dari Divisi Hermann Göring. Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Heggert selama berlangsungnya Pertempuran Sisilia (9 Juli - 17 Agustus 1943), dan pertama kali dipublikasikan dalam majalah "Wiener Illustrierte" terbitan 29 Oktober 1943. Lokasi pengambilan gambar adalah di halaman Villa Barone Santa Lucia yang berada di ujung Corso Savoia, dimana jalannya menyerong ke arah kanan menuju Santa Maria Ammalati (tempat dimana rumah sakit lapangan Jerman berada), dan kemudian terus mengarah ke kota pelabuhan Messina yang berada di bagian utara Sisilia.



Sumber :
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_101I-567-1510-33,_Italien,_Fallschirmj%C3%A4ger,_Major_Reinhard_Egger.jpg

Friday, February 21, 2020

Tanda Penunjuk Jalan di Sisilia

 Tak lama setelah melintasi Selat Messina dari daratan Italia, Koresponden Perang Ernst Haas dari Kriegsberichterzug XI. Fliegerkorps ditugaskan untuk meliput kondisi pasukan Jerman yang pada saat itu sedang bergerak mundur secara teratur dari wilayah pantai. Di sepanjang perjalanan, Haas - yang menumpang di sebuah mobil truk buatan Italia - tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mengabadikan wilayah-wilayah yang dilaluinya, termasuk penanda dan rambu jalan berbahasa Jerman atau Italia. Foto ini diambil pada akhir bulan Agustus 1943 di sekitar wilayah Reggio Calabria, Sisilia. Tulisan paling besar, "Gioia Tauro" dan "Locri", adalah nama dua kota yang berdekatan, sementara kata-kata "RACI" di atasnya adalah singkatan dari 'Reale automobile club dell’Italia', sebuah jawatan umum di Italia yang didirikan pada tahun 1898 dan bertugas untuk mempromosikan serta mengatur sektor otomotif di negara tersebut. Panel-panel yang terpasang di tiang telegraf adalah nama-nama kesatuan yang menjadi bagian dari 29. Panzergrenadier-Division, yang mendapat julukan "Falke". Selain itu, terdapat pula penunjuk arah untuk unit-unit Panzer-Division Hermann Göring, serta tiga tanda yang mengindikasikan Feldlazarett (Rumah Sakit Lapangan) terdekat.



Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2011/09/album-foto-tanda-dan-rambu-penanda.html

Fallschirmjäger di Montecassino

 Tiga orang prajurit penerjun payung dari Fallschirmjäger-Regiment 3 / 1.Fallschirmjäger-Division berpose untuk kepentingan propaganda di sela-sela reruntuhan Biara Montecassino, bulan Februari 1944. Prajurit di tengah memegang senapan mesin Beretta Modello 38 buatan Italia, sementara prajurit di sebelah kirinya cukup bersenjatakan Stielhandgranate di tangan, sementara di sakunya tersembul granat lain buatan Italia pula. Pada tanggal 15 Februari 1944 pihak Sekutu membombardir Biara Ordo Santo Benediktus di puncak Montecassino yang berusia 1.400 tahun, karena menganggapnya sebagai tempat persembunyian prajurit Jerman (tuduhan yang tak pernah terbukti). Ketika biara tersebut telah menjadi puing-puing, barulah pasukan Jerman dari unit Fallschirmjäger masuk untuk menempatinya, dan menjadikannya sebagai tembok pertahanan dengan memanfaatkan setiap bongkahan batu dan dinding yang tak beraturan. Selama berbulan-bulan pasukan Sekutu menyerang lagi dan lagi, hanya untuk dipatahkan oleh para penerjun payung veteran ini dengan meninggalkan korban besar di pihak penyerbu dari segi manusia dan perlengkapan. Ketika akhirnya pihak Jerman dipaksa untuk mundur pada bulan Mei 1944 (setelah terancam dikepung oleh tentara Sekutu yang berhasil menerobos wilayah di sekelilingnya), mereka melakukannya dengan begitu cerdiknya, sehingga ketika keesokan harinya musuh akhirnya berhasil menguasai reruntuhan Montecassino, mereka hanya menemukan 30 orang prajurit yang terluka begitu parah sehingga tak bisa dibawa serta dan ditinggalkan! Dalam pertempuran sengit di Montecassino yang berlangsung dari tanggal 17 Januari s/d 18 Mei 1944, pihak Sekutu (Inggris, Amerika, Prancis, Polandia, dll) tercatat menderita korban 55.000 orang, sementara pasukan Jerman "hanya" 22.000 orang! Cukuplah julukan "The Green Devils" (Iblis-Iblis Hijau) dari para jenderal Sekutu sebagai bukti ketangguhan dan kegigihan bertempur dari para Fallschirmjäger ini...


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2016/06/foto-pertempuran-monte-cassino-17.html

Saturday, January 25, 2020

Pemboman Pelabuhan Bari (1943)

Formasi pesawat pembom Junkers Ju 88 A-4 Luftwaffe dari Luftflotte 2 dalam perjalanan menuju Bari, Italia, di awal sore tanggal 2 Desember 1943. "Luftangriff auf den Hafen von Bari" (Serangan udara terhadap Pelabuhan Bari) adalah salah satu misi pemboman Jerman yang paling sukses dalam Perang Dunia II. 105 buah bomber Ju 88 memporakporandakan pelabuhan yang diduduki oleh Sekutu tersebut, menenggelamkan 28 kapal sementara hanya kehilangan satu pesawat saja! Ironisnya, di hari yang sama beberapa jam sebelum serangan, Marsekal Udara Sir Arthur Coningham berkata dengan pede-nya dihadapan para wartawan, "Saya akan menganggap sebuah penghinaan pribadi apabila ada satu saja pesawat Jerman yang terbang di atas kota Bari!" Panglima Pasukan Udara Taktis Inggris di Afrika Barat Laut tersebut - yang nantinya hilang di Segitiga Bermuda - bahkan bertindak lebih jauh dengan meniadakan pengamanan anti pesawat di darat dan udara, serta membiarkan lampu-lampu menerangi pelabuhan di malam hari sehingga memudahkan pihak penyerang Jerman dalam mendeteksi keberadaan targetnya! Tepat pukul 19:25 pembantaian pun dimulai, yang berlangsung kurang lebih satu jam saja tapi yang menyisakan kehancuran total di Bari. Selain dari kehilangan puluhan kapalnya, pihak Sekutu juga menderita korban 1.000 orang personil militer serta 1.000 warga sipil yang kehilangan nyawanya. Salah satu dari kapal yang tenggelam membawa serta gas beracun yang kemudian bocor dan membunuh setidaknya 83 orang. Pihak Sekutu mati-matian berusaha menutupi fakta ini, karena tidak ingin Jerman terdorong untuk menggunakan gas yang sama dalam peperangan. Hitler, yang menjadi korban serangan gas dalam Perang Dunia Pertama, terkenal menentang keras penggunaan gas beracun dalam peperangan (diklaim sebagai salah satu dari sedikit hal "baik" yang dia lakukan), dan bila saja dia tahu bahwa salah satu dari kapal Sekutu tersebut dipenuhi oleh peluru artileri berisi gas berbahan mematikan, kemungkinan besar dia akan mempertimbangkan penggunaannya dalam melawan musuh-musuhnya!



Sumber :
http://fly.historicwings.com/2012/12/deadly-mystery-at-bari/
https://ww2inphotos.wordpress.com/2017/07/27/junked-junkers/

Wednesday, January 30, 2019

Mobil Kübelwagen di Sisilia

 Sebuah mobil Jerman dari jenis VW Typ 82 leichter geländegängiger Personenkraftwagen (Kfz. 1) "Kübelwagen" sedang berada di depan sebuah desa pegunungan di Piero Patti, Messina (Sisilia/Italia), dengan latar belakang bangunan Convento dei Carmelitani yang berbentuk kastil, tahun 1943. Kübel satu ini dilengkapi dengan dudukan jerigen bahan bakar tambahan yang dipasang di atas spatbor kiri. Dalam perbendaharaan Jerman, jerigen militer mempunyai nama resmi 'Wehrmacht-Einheitskanister', dan pertama kali dikembangkan pada tahun 1937 oleh firma teknik Müller di Schwelm, berdasarkan desain dari kepala insinyur mereka, Vinzenz Grünvogel. Sebenarnya desain serupa telah digunakan dari sejak tahun 1936 dalam kancah Perang Saudara Spanyol, dimana jerigen yang diproduksi memajang logo perusahaan Ambi-Budd Presswerk G.m.b.H. Pada tahun 1939, militer Jerman telah menumpuk ribuan dari jerigen jenis ini sebagai cadangan, sebagai antisipasi dari perang yang kemungkinan terjadi. Pasukan bermotor biasanya mendapat jatah jerigen lengkap dengan selangnya, sebagai sarana untuk memudahkan penyedotan bahan bakar dari segala sumber yang tersedia. Selang ini terutama berguna sekali manakala tentara-tentara Jerman melibas negara-negara Sekutu dalam gerak cepat di tahun-tahun awal peperangan. Musuh bebuyutan Jerman, Inggris, tak lama kemudian telah menemukan kegunaan Wehrmachtskanister 20 L, dan segera meng-copy-nya mentah-mentah. Karena pihak Inggris biasa menjuluki tentara-tentara Jerman sebagai "Jerry", maka merekapun memberi nama "Jerry Cans" kepada tempat penyimpanan bahan bakar / air hasil tiruan tersebut (nama ini nantinya diadopsi oleh orang-orang kita menjadi "jerigen").


Sumber :
http://ww2colorfarbe.blogspot.com/2016/03/tropical-kubelwagen-in-mediterranean.html

Tuesday, November 6, 2018

Makan Siang Dua Orang Anggota Reichsbahn

 Sekilas, foto ini tampaknya baru diambil kemarin dan memperlihatkan dua bijik reenactor sedang mereka-ulang acara liwet (perhatikan bungkus selai dari plastik serta kualitas warna merah foto). Kenyataannya, foto ini diambil dari masa Perang Dunia II! Disini diperlihatkan dua orang perwira Reichsbahn (Jawatan Kereta Api Reich) yang sedang makan siang di sela-sela kesibukan mereka. Foto ini sendiri diambil pada tahun 1944 oleh Walter Hollnagel. Pada bulan Agustus 1944, sang fotografer Jerman ditugaskan untuk mengabadikan kondisi jalan kereta api di Italia. Perlu diketahui bahwa pada saat itu beberapa bagian dari negara mantan sekutu Jerman tersebut telah dikuasai secara paksa oleh pasukan Nazi, setelah Italia memutuskan untuk menyerah kepada Sekutu pada tanggal 8 September 1943. Saat pasukan musuh sedikit demi sedikit bergerak maju ke utara, pesawat-pesawat mereka tak henti-hentinya membombardir infrastruktur di wilayah pendudukan Jerman, termasuk fasilitas kereta api (belum lagi ditambah oleh sabotase tanpa henti oleh gerilyawan Italia). Kondisi ini membuat tangan para petugas Reichsbahn "penuh" dalam memperbaiki kerusakan yang terjadi disana-sini. Sekarang kembali ke laptop: Dari seragamnya, orang di sebelah kanan bertugas di Grup Pembayaran 8 atau 7a (atau cadangan resmi Grup Pembayaran 7). Penunjukan "pangkat" aslinya tergantung pada spesialisasinya: dia bisa jadi adalah seorang Kanzleisekretär, Kanzleivorsteher, Reichsbahnobersekretär, Vermessungsobersekretär, Lokomotivbetriebsrevisor, Betriebsoberwerkmeister, atau Oberlokomotivführer. Sementara itu, hampir tidak mungkin mengetahui posisi atau pangkat orang di sebelah kiri, karena dia hanya mengenakan kemeja dalam tanpa ditutupi seragam luar seperti temannya. Mereka berdua mengenakan pakaian tugas standar. Meskipun foto ini diambil pada bulan Agustus 1944, pakaian serta insignia Reichsbahn yang dikenakan oleh dua bule ini adalah versi awal: Schiffchen (side cap) yang dikenakan orang di kiri pertama kali diperkenalkan saat Perang Dunia II pecah, sementara temannya di kanan belum lagi mengenakan wing besar di topi serta insignia tugas stasiun di lengan kiri, yang dua-duanya mulai dipakai dari tahun 1941.



Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=8&t=213048&start=105
https://ww2colorfarbe.blogspot.com/2018/11/look-like-this-picture-was-taken.html