Showing posts with label Pakaian Rampasan. Show all posts
Showing posts with label Pakaian Rampasan. Show all posts

Friday, May 27, 2022

Prajurit Jerman Menangkap Sniper Rusia


Uni Soviet, musim panas tahun 1942. Dalam caption aslinya, disebutkan bahwa prajurit-prajurit Waffen-SS ini berhasil menangkap hidup-hidup seorang sniper Rusia, dan dengan marah menyeretnya keluar dari lubang persembunyiannya (salah seorang diantara mereka bahkan memukulkan ujung senapan pada sang sniper sial!). Kecil kemungkinan bahwa sniper tersebut akan selamat - atau setidaknya dikirim ke kamp tawanan - karena nasib sniper dimana-mana kalau tertangkap biasanya lebih buruk dari nasib prajurit biasa, apalagi kalau ditangkapnya oleh pasukan SS yang terkenal brutal, maka itu adalah benar-benar skenario terburuk yang bisa terjadi! BTW, prajurit di sebelah kiri mengenakan jaket Telogreika/Vatnik Soviet hasil rampasan. Jaket hangat yang terdiri atas lapisan kapuk dan wol ini biasa dikenakan oleh tentara-tentara Rusia saat musim dingin tiba, meskipun tidak diketahui alasannya kenapa si prajurit Jerman justru mengenakannya pada saat musim panas!

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/10/album-foto-tawanan-perang-sekutu-dan.html

Monday, May 2, 2022

Gebirgsmarine di Narvik 1940

 
Foto ini pertama kali nongol dalam buku "Narvik im Bild" terbitan tahun 1941 karya Gerd Böttgers, dan memperlihatkan seorang Gebirgsmarine berjanggut tipis yang ikut serta dalam pertempuran di Narvik (Norwegia) tahun 1940. Tellermütze terpasang di kepalanya, sementara stielhandgranate M24 "Potato-Masher" terselip di pinggangnya. Uniknya, dia mengenakan seragam militer M34 Norwegia lengkap dengan Colt-rig tempat menyimpan magasin Kongsberg Colt 1911 yang juga merupakan produksi Norwegia! Gebirgsmarine sendiri sebenarnya adalah para pelaut Kriegsmarine yang kapalnya ditenggelamkan di sekitar kota pelabuhan Narvik, sehingga memaksa mereka bertempur di darat bersama-sama dengan Gebirgsjäger (Pasukan Gunung) dan Fallschirmjäger (Pasukan Terjun Payung). Di tengah situasi pertempuran yang kacau-balau dan ketiadaan pasokan senjata serta perlengkapan, para "pasukan laut" ini mau tidak mau dipaksa untuk menggunakan peralatan milik Angkatan Barsenjata Norwegia yang tersimpan di depot Elvegardsmoen yang telah berpindah tangan ke pihak Jerman dari sejak tanggal 9 April 1940. Karenanya, banyak foto di saat itu yang memperlihatkan pasukan Jerman (terutama Gebirgsmarine) yang mengenakan pakaian serta perlengkapan perang Norwegia, termasuk senapan Krag-Jörgensen serta sepatu tempur militærstøve.

Sumber :
Narvik im Bild

Tuesday, June 2, 2020

Prajurit Afrikakorps Mengenakan Tropenhelm Niederlande

 Seorang anggota Panzer-Regiment 8 / 15.Panzer-Division berfoto di sebuah studio di Jerman dengan mengenakan tropenhelm "Niederlande" (Belanda) pada tanggal 13-14 April 1941, kemungkinan besar sebelum berangkat menuju Afrika Utara untuk bergabung dengan DAK (Deutsches Afrikakorps) pimpinan Generalleutnant Erwin Rommel. Uniknya, penamaan helm tropis jenis ini bukanlah karena dia dipakai oleh militer Belanda sebelumnya, melainkan karena merupakan hasil produksi MOL NV di Breda Belanda, berdasarkan lisensi dari SAPHI (South African Pith Helmet Industries of Pretoria), untuk kepentingan tentara Afrika Selatan. Sayangnya, sebelum sempat dikapalkan ke benua Afrika, negara penjajah Indonesia tersebut keburu diduduki oleh pasukan Jerman pada tahun 1940 sehingga helm-helm yang masih fresh belum dipakai kemudian dibagikan kepada para anggota Panzer-Regiment 8, yang nantinya dikirimkan ke Afrika Utara pada bulan Mei 1941, dengan sedikit modifikasi tambahan panji Hoheitsabzeichen dan shield berbahan metal di bagian samping. Tentara Jerman memakainya karena pada waktu itu mereka masih kekurangan stok tropenhelm untuk dipakai oleh prajurit-prajuritnya yang ditugaskan di medan perang Afrika yang beriklim panas, sehingga dipakailah apa yang tersedia meskipun penggunaannya pun masih terbatas. Pada awalnya diduga hanya beberapa ratus saja helm jenis ini yang dibagikan, tapi kemudian diketahui bahwa jumlahnya mencapai 2000-3000 buah! Perkiraan ini didasarkan pada jumlah unit yang mengenakan tropenhelm "Niederlande" di Afrika Utara bulan Mei 1941 yang merupakan bagian dari 15. Panzer-Division: Panzer-Regiment 8 (kompi ke-2, 5, 6, dan kompi Stab II.Abteilung), Artillerie-Regiment 33, Aufklärungs-Abteilung 33, dan Panzerjäger-Abteilung 33. Ketika pasukan Rommel berhasil merebut Tobruk pada bulan Juni 1942, lebih banyak lagi helm "polo" Afrika Selatan yang berhasil dirampas. Yang membedakan adalah: mereka bukanlah buatan Belanda melainkan buatan Inggris, dan jumlahnya pun tidak sebanyak hasil rampasan pada tahun 1940. Untuk membedakan tropenhelm buatan Belanda dan Inggris cukup melihat bagian dalamnya, dimana yang buatan Belanda tertera stempel "MOL NV" dan "HOLLAND".


Sumber :
http://afrikakorps.forumcrea.com/viewtopic.php?id=1880

Thursday, April 2, 2020

Prajurit Afrikakorps Jerman

Seorang prajurit DAK (Deutsches Afrikakorps) berpangkat Gefreiter (Kopral), yang baru saja dianugerahi medali Eisernes Kreuz II.Klasse, berpose di depan kamera untuk kepentingan sampul majalah Ikan Lou-Han. Cambang telah mulai "menghiasi" wajahnya, yang menunjukkan bahwa dia telah berada di front depan pertempuran selama beberapa waktu. Sebagai pakaian dalam, dia mengenakan sweater wol M1936 Prancis berwarna coklat tua. Di kepalanya dia memakai tropenmütze (topi tropis) M40, yang telah dipasangi Staubschutzbrille (kacamata pelindung debu seluloid). Uniknya, di bagian samping topinya disematkan lencana Royal Artillery Inggris hasil rampasan. Dua baris pita medali di atas sakunya memperlihatkan, dari kiri ke kanan, Wehrmacht-Dienstauszeichnung dan Kriegsverdienstkreuz II.Klasse. Terakhir, tali yang melintang dari saku ke bagian dalam kancing adalah peluit yang biasa digunakan oleh seorang kepala regu Wehrmacht.


Sumber :
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=130609915195883&set=p.130609915195883&type=3&theater

Wednesday, February 6, 2019

Perwira Heer yang Mengenakan Jaket Kulit Luftwaffe

Cekoslowakia, bulan Mei 1945: Para perwira dari V Corps / 3rd Army Amerika Serikat berunding dengan perwakilan dari perwira-perwira staff Wehrmacht mengenai penyerahan diri pasukan Jerman. Sekarang, mari kita fokus pada perwira Heer yang ada di tengah: dia mengenakan knautschmütze (topi remas) di kepalanya, yang dipadukan dengan fliegerjacke (jaket penerbang) khas Luftwaffe serta lederhose (celana kulit) khas Kriegsmarine. Untuk menandakan bahwa dia berasal dari Heer, si perwira telah memasangkan lambang Adler (Elang) Heer di bagian dada, lengkap dengan schulterklappen (insignia pundak) berpangkat Leutnant. Jaket kulit sendiri sebenarnya adalah pakaian yang identik dengan pilot-pilot Luftwaffe maupun awak U-boat. Kalaupun ada dari satuan Heer yang memakainya, maka biasanya dia berbentuk mantel - yang berukuran lebih panjang menjangkau lutut - dan bukannya jaket.


Sumber :
http://www.panzernet.com/foro4/showthread.php?11073-Uniformes-mezclados/page3

Tuesday, February 5, 2019

Sniper Soviet Tertawan oleh Waffen-SS

Uni Soviet, musim panas tahun 1942: Prajurit-prajurit Waffen-SS ini berhasil menangkap hidup-hidup seorang sniper Rusia, dan dengan marah menyeretnya keluar dari lubang persembunyiannya (salah seorang diantara mereka bahkan memukulkan ujung senapan pada sang sniper sial!). Kecil kemungkinan bahwa sniper tersebut akan selamat - atau setidaknya dikirim ke kamp tawanan - karena nasib sniper dimana-mana kalau tertangkap biasanya lebih buruk dari nasib prajurit biasa, apalagi kalau ditangkapnya oleh pasukan SS yang terkenal brutal, maka itu adalah benar-benar skenario terburuk yang bisa terjadi! BTW, prajurit di sebelah kiri mengenakan jaket Telogreika/Vatnik Soviet hasil rampasan. Jaket hangat yang terdiri atas lapisan kapuk dan wol ini biasa dikenakan oleh tentara-tentara Rusia saat musim dingin tiba, meskipun tidak diketahui alasannya kenapa si prajurit Jerman justru mengenakannya pada saat musim panas!


Sumber :
https://menofwehrmacht.blogspot.com/2019/02/russian-sniper-captured-by-ss.html

Friday, January 11, 2019

Jagoan Udara Luftwaffe Heinz Bär dan Korbannya

Major Heinz Bär (Staffelkapitän 6.Staffel / II.Gruppe / Jagdgeschwader 1) meninjau korbannya yang ke-184, sebuah Boeing B-17 F"Miss Ouachita" dari 91st Bomb Group, yang jatuh pada tanggal 21 Februari 1944. Dalam foto ini, Bär mengenakan pakaian favoritnya: Flight Jacket A-2 USAAF (United States Army Air Forces) berbahan kulit hasil rampasan. Untuk menunjukkan identitas Jermannya, jaket tersebut telah ditempeli schulterklappen (tanda pangkat bahu) dan medali Eisernes Kreuz I.Klasse. Yang berdiri di belakang Bär adalah kaczmarek-nya (wingman), Oberfeldwebel Leo Schuhmacher, yang juga merupakan seorang jagoan udara dengan 23 kemenangan. Uniknya, Schuhmacher juga mengenakan jaket terbang Amerika hasil rampasan, hanya saja dari jenis Flight Jacket B-3. Bisa dibilang bahwa jaket-jaket penerbang Amerika dihargai sangat tinggi oleh para pilot Jerman karena kualitasnya yang sangat bagus dan modelnya yang menarik. Aapabila ada pilot USAAF yang jatuh di wilayah musuh dan tertangkap, maka jangan harap jaket kepunyaannya bisa selamat sampai kamp tawanan, karena akan ada banyak tangan yang ingin memilikinya! Lokasi foto ini adalah di perbatasan Jerman dengan Belanda, sementara fotonya sendiri diambil oleh Kriegsberichter Rothkopf dari PK (Propaganda-Kompanie) Luftflotte 4


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/09/foto-heinz-bar.html