Showing posts with label U-Boat. Show all posts
Showing posts with label U-Boat. Show all posts

Sunday, May 21, 2023

Erich Zürn di Atas Citroën Traction Cabriolet

Oberleutnant zur See (Ing.) Erich Zürn, yang merupakan Leiter-Ingenieur (Kepala Mekanik) di U-48, berpose di atas sebuah mobil Citroën Traction Avant model cabriolet yang memajang simbol banteng ngamuk milik 7. Unterseebootsflottille di bagian depannya. Foto ini diambil di pangkalan Angkatan Laut Jerman di St.Nazaire, Prancis, tanggal 14 Mei 1941. Sebagai fotografernya adalah Kriegsberichter Kurt Schlemmer dari Marine Propaganda-Abteilung West. Oberleutnant Zürn adalah seorang Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz) yang bertugas sebagai Kepala Mekanik di kapal selam U-48 dari bulan Desember 1939 s/d Juli 1941. Dia ikut terlibat dalam sembilan patroli perang yang menghabiskan waktu selama 243 hari di lautan. Dalam kurun waktu tersebut, U-48 secara berturut-turut dipimpin oleh tiga orang jagoan U-boat (Herbert Schultze, Hans Rudolf Rösing dan Heinrich Bleichrodt), yang secara keseluruhan menenggelamkan 43 kapal dengan total tonase 273.435 ton!




Sumber :
https://imagesdefense.gouv.fr/fr/a-bord-d-un-cabriolet-citroen-traction-a-l-efigie-de-la-7-unterseebootsflottille-le-lieutenant-oberleutnant-erich-zurn-titulaire-de-la-croix-de-chevalier-de-la-croix-de-fer-1.html

Wednesday, April 13, 2022

U-553 Kembali ke St. Nazaire

Saat U-553 kembali ke pangkalannya di St. Nazaire (Prancis) dari patrolinya yang kedua pada tanggal 19 Juli 1941, u-boat satu ini tak hanya datang dengan membawa dua buah panji kemenangan, tapi juga periskop dalam kondisi yang rusak berat! Di malam tanggal 11-12 Juni 1941, setelah lima hari berada di samudera, kapten kapal tersebut yaitu Kapitänleutnan Karl Thurmann (4 September 1909 - 20 Januari 1943) memergoki beberapa kapal kargo Sekutu di utara kepulauan Azores yang terpisah dari konvoy OG-64, yang sedang dalam perjalanan ke arah barat. Tidak banyak buang waktu, pada pukul 01:22 dinihari U-553 mentorpedo kapal "Susan Maersk" (2.355 ton). Karena kondisi gelap dan begitu cepatnya kapal uap Inggris tersebut tenggelam, maka hanya hitungan kasar tonase dari korbannya yang bisa dicantumkan di panji kemenangan, dan itupun masih salah pula! Pada pukul 15:05 giliran kapal tanker berbendera Norwegia "Ranella" (5.590 ton) yang diserang oleh U-553. Sebuah torpedo mengenai kapal tersebut, tapi tidak membuatnya nyuksruk ke dasar lautan. Sebuah tembakan dilepaskan sekali lagi pada pukul 15:36, hanya saja torpedonya gagal meledak. Frustokat, Kapitänleutnant Thurmann memerintahkan agar U-553 melintas di bawah haluan "Ranella", yang sekarang dalam kondisi berhenti karena mesinnya rusak. Sayangnya, periskop U-553 belum sepenuhnya diturunkan sehingga mengenai bagian bawah dari kapal korbannya. Akibatnya, alat pengintip andalan u-boat tersebut menyon ke arah belakang sepanjang dua meter. Akhirnya, pada pukul 16:35 sore hari, torpedo ketiga dilepaskan yang mengenai "Ranella" dan membuatnya terbelah dua. Kontolnya eh konyolnya, kapal tersebut masih ogah untuk tenggelam! Dibutuhkan rentetan 100 tembakan peluru dari meriam geladak U-553 yang akhirnya berhasil menenggelamkan dua bagian dari "Ranella". BTW, 29 orang awak kapal Norwegia tersebut sebelumnya telah meninggalkan kapal dengan menggunakan perahu penyelamat dan mencapai Azores 12 hari kemudian. Semua keterangan ini didapatkan dari buku "Die U-Boot Fahrer - Die Boote, die Besatzungen und ihr Admiral" karya Lothar-Günther Buchheim halaman 160-161.

Sumber :
Majalah "U-Boot Im Focus" edisi no.2 - 2007

Tuesday, May 12, 2020

U-441 Pulang dari Patroli Setelah Menenggelamkan "Soekaboemi"

U-441 berlayar mendekati Pelabuhan Brest (Prancis) pada tanggal 22 Januari 1943 setelah pulang dari patroli di Samudera Atlantik selama 41 hari. Di atas menaranya tergantung satu buah panji segitiga yang menunjukkan satu buah kapal musuh telah menjadi korban keganasannya. U-boat (kapal selam Jerman) dari Tipe VIIC ini dikomandani oleh Kapitänleutnant Klaus Hartmann, dan telah berangkat sebelumnya dari pelabuhan yang sama pada tanggal 13 Desember 1942 sebelumnya. Dalam patrolinya tersebut, U-441 berhasil menenggelamkan satu buah kapal dagang milik Belanda bernama "Soekaboemi", yang berbobot 7.051 ton. "Soekaboemi" - bagian dari Konvoy ONS-154 - ditenggelamkan pada tanggal 27 Desember 1942 pukul 19:37 di timur laut Kepulauan Azores, Portugal, tepatnya di posisi 47° 25'N, 25° 20'W - Grid BD 66. Beberapa jam sebelumnya, tepatnya pada pukul 02:40 subuh, kapal "Empire Union" dan "Melrose Abbey" menjadi dua korban pertama dari Konvoy ONS-154, yang disusul oleh "Soekaboemi" dan "King Edward" - yang sama-sama dihantam oleh torpedo dari U-356 (Oberleutnant zur See Günther Ruppelt) - pada pukul 03:10. "Soekaboemi", yang dikomandani oleh Master H.A. van der Schoor de Boer, dihantam di bagian lambung kanan dan tak lama kemudian mulai miring ke arah haluan. Setelah 54 orang awak, 12 gunner dan 4 orang penumpang meninggalkan kapal mereka dengan menggunakan empat kapal sekoci, mereka dapat melihat bahwa masih ada satu orang yang masih tertinggal di "Soekaboemi", yang kini berdiri di bagian kapal yang masih berada di atas permukaan air sambil melambai-lambaikan senter sakunya! Tak lama kemudian, kapal penyelamat Inggris "Toward" (Master Gordon K. Hudson) datang untuk mengambil orang-orang yang selamat di tiga kapal sekoci. Kapten kapal "Soekaboemi" pada awalnya bersikeras untuk kembali ke kapalnya untuk mendata kerusakan yang terjadi, tapi kemudian menyadari bahwa usahanya sia-sia belaka. 17 orang yang berada di kapal sekoci keempat juga berhasil selamat setelah diambil oleh sebuah kapal korvet Sekutu. Lalu bagaimana dengan nasib satu orang yang masih tersisa di kapal? Dia berhasil naik ke atas rakit darurat dan nantinya diselamatkan oleh HMCS Napanee (K 118) (T/Lt S. Henderson, RCNR) di dekat kapal "King Edward" yang sama-sama telah ditinggalkan oleh para awaknya. Hanya satu orang awak "Soekaboemi" yang tercatat kehilangan nyawanya dalam peristiwa ini. Beberapa jam kemudian, sisa-sisa dari kapal dagang milik NV Scheepswerf tersebut mendapat tembakan "coup de grâce" dari U-441 yang datang terlambat ke lokasi kejadian, dan akhirnya tenggelam ke dasar samudera untuk selama-lamanya...


Sumber :
https://uboat.net/allies/merchants/ship/2537.html
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=580135&page=4&highlight=soekaboemi

Tuesday, March 24, 2020

Gerd dan Reinhard Suhren

 Suhren Bersaudara yang sama-sama merupakan Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari U-bootwaffe, dalam sebuah foto yang diambil pada tahun 1940-1941. Dari kiri ke kanan: Oberleutnant (Ing.) Gerd Suhren (16 Mei 1914 - 6 Mei 1991) dan Oberleutnant zur See Reinhard "Teddy" Suhren (16 April 1916 - 25 Agustus 1984). Sang kakak Gerd yang pertama kali mendapatkan Ritterkreuz pada tanggal 21 Oktober 1940 sebagai seorang LI (Leiter-Ingenieur alias Kepala Mesin) di U-37 (dia tercatat sebagai perwira mesin pertama di seantero Kriegsmarine yang mendapatkan medali bergengsi tersebut!). Adiknya Reinhard menyusul tak lama kemudian, pada tanggal 3 November 1940, sebagai seorang 1. Wachoffizier (Perwira Pengawas Pertama) di U-48, kapal selam Jerman paling sukses dalam Perang Dunia II. Prestasi Reinhard tidak mentok disitu saja, karena ketika diberi kepercayaan untuk menjadi komandan kapalnya sendiri, U-564, dia "menggila" dengan menenggelamkan 19 kapal (dengan satu diantaranya kapal perang) yang dicatatkannya hanya dalam jangka waktu kurang lebih satu tahun saja! Atas prestasinya yang tidak main-main tersebut, Reinhard diganjar dengan dua medali tambahan untuk Ritterkreuz-nya: Eichenlaub (31 Desember 1941) dan Schwerter (1 September 1942). Kedua bersaudara ini selamat sampai dengan akhir perang. Saat sang kakak Gerd melanjutkan karir militernya di Bundesmarine (Angkatan Laut Jerman Barat), Reinhard memilih untuk menolak berkali-kali ajakan untuk bergabung di satuan yang sama, dengan menyatakan secara tegas bahwa dia tidak sudi bertugas di sebuah institusi militer yang memandang semua mantan prajurit Wehrmacht sebagai sekumpulan kriminal belaka!


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/02/album-foto-tokoh-third-reich-dan.html

Thursday, October 31, 2019

Senjata Dek U-Boat

Foto berwarna asli zaman Perang Dunia II ini memperlihatkan pekerjaan pemeliharaan dan perawatan pada pada senjata 37mm anti pesawat udara yang terpasang di dek U-boat (kapal selam Jerman), yang dilakukan ditengah ganasnya ombak lautan, dengan jaket pelampung serta tambang keselamatan sebagai satu-satunya alat pengaman. U-boat Kriegsmarine (Angkatan Laut Nazi Jerman) dari Tipe I, VII, IX dan X memiliki senjata tambahan yang sangat kuat yang ditempatkan di dek atas. Setiap kapal memiliki satu buah senjata ini yang terpasang di depan menara komando dan, apabila ditangani oleh awak yang handal, maka mereka bisa memuntahkan 15-18 tembakan dalam satu menit. Senjata dek sering digunakan untuk menghabisi kapal yang rusak atau menenggelamkan kapal berukuran kecil. Awaknya rata-rata terdiri dari 3 s/d 5 orang, dan biasanya dikomandani oleh Perwira Pengawas Kedua (IIWO). Untuk dapat menggunakan senjata ini, maka U-boat mau tidak mau harus muncul di permukaan, sehingga karenanya secara umum senjata dek tidak difungsikan manakala terdeteksi adanya pesawat musuh di sekitar. Untuk mengangkut amunisinya, diperlukan rantai manusia (dengan tiga orang berada di dek) untuk membawa peluru dari ruang penyimpanan utama di bawah ruang kontrol sampai ke senjata di luar. Selongsong yang telah digunakan biasanya lalu dibawa kembali ke dalam. Sebagian U-boat dilengkapi dengan ruang penyimpanan amunisi kecil yang tahan air di dek agar dapat mulai menembak dengan segera manakala perintah telah diberikan. U-boat Tipe II untuk patroli pesisir pantai tidak dilengkapi dengan senjata dek. Pada tahun 1937 dibuat rancangan untuk U-boat penjelajah Tipe XI yang rencananya dipersenjatai dengan empat buah senjata dek kaliber 127mm di dua menara yang terpisah. Sayangnya, rancangan ini tidak pernah masuk dalam tahap produksi...


Sumber :
Buku "Wolfpacks At War: The U-Boat Experience In WWII" karya Jak Mallmann Showell

Monday, April 29, 2019

Tawanan Perang dari U-448 Tiba di Inggris

Foto hasil jepretan Lieutenant S.J. Beadell ini memperlihatkan tawanan perang dari kapal selam Jerman U-448 tiba di pelabuhan Bristol, Inggris, pada tanggal 20 April 1944. Nantinya dia akan dikirimkan ke kamp penampungan di Greenock, Skotlandia, setelah diinterogasi terlebih dahulu. Orang pertama yang berjalan keluar dari kapal HMS Pelican (L86) adalah Oberleutnant zur See Helmut Dauter (Kommandant U-448) . Persis di belakangnya adalah Kapten HMS Pelican, Lieutenant Jack Neville Bathurst. U-448 - sebuah kapal selam dari Tipe VIIC - tenggelam pada tanggal 14 April 1944 setelah dihantam oleh bom kedalaman dari kapal fregat Kanada HMCS Swansea dan kapal sekoci Inggris HMS Pelican. Lokasinya adalah di timur-laut Kepulauan Azores (posisi 46,22T dan 19,35B). Dalam peristiwa tersebut, 9 orang awak U-448 tewas, sementara 42 orang sisanya menjadi tawanan perang. Dalam foto ini, terlihat seorang petugas pelabuhan yang tercengang melihat kedatangan Oberleutnant z.S. Dauter, yang tetap berjalan dengan penuh kebanggaan walaupun telah menjadi seorang tawanan perang! Medali Deutsches Kreuz in Gold di dada kanan Dauter didapatkannya pada tanggal 13 November 1943, sementara medali Eisernes Kreuzes I.Klasse di dada kirinya didapatkan pada bulan Mei 1942. Selama karirnya sebagai kapten kapal selam, Dauter tidak pernah menenggelamkan satu kapal pun... tapi tercatat berhasil menembak jatuh satu buah pesawat amfibi musuh dengan senjata deknya!


Sumber :
https://www.iwm.org.uk/collections/item/object/205155072