Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Saturday, April 30, 2022

Awal Kapal Thor di Balikpapan

Foto ini memperlihatkan para perwira dari hilfskreuzer (kapal penjelajah pembantu) THOR berpose bersama seorang warga pribumi di Balikpapan, Kalimantan (saat itu bernama Borneo), di bulan September 1942. Yang memakai kacamata kedua dari kiri adalah Leutnant zur See Heinz Tischer (Kriegsberichter alias wartawan perang yang mengiringi pelayaran kedua THOR), sementara yang berkacak pinggang dan memakai belati di kanan adalah Dr. Kurt Sudan, perwira administratif THOR. Meskipun kita tidak bisa melihat detailnya, tapi pelaut yang berdiri paling kiri memakai Mützenabzeichen Thor (lencana tradisional Thor) di bagian samping topinya. Orang-orang Jerman ini mengenakan Weißer Dienstanzug - pakaian tugas putih musim panas - dari ujung atas sampai ujung bawah (nggak tahu kalo dalemannyamah!).

Sumber :
Foto koleksi pribadi Martin J.W.

Tuesday, May 12, 2020

U-441 Pulang dari Patroli Setelah Menenggelamkan "Soekaboemi"

U-441 berlayar mendekati Pelabuhan Brest (Prancis) pada tanggal 22 Januari 1943 setelah pulang dari patroli di Samudera Atlantik selama 41 hari. Di atas menaranya tergantung satu buah panji segitiga yang menunjukkan satu buah kapal musuh telah menjadi korban keganasannya. U-boat (kapal selam Jerman) dari Tipe VIIC ini dikomandani oleh Kapitänleutnant Klaus Hartmann, dan telah berangkat sebelumnya dari pelabuhan yang sama pada tanggal 13 Desember 1942 sebelumnya. Dalam patrolinya tersebut, U-441 berhasil menenggelamkan satu buah kapal dagang milik Belanda bernama "Soekaboemi", yang berbobot 7.051 ton. "Soekaboemi" - bagian dari Konvoy ONS-154 - ditenggelamkan pada tanggal 27 Desember 1942 pukul 19:37 di timur laut Kepulauan Azores, Portugal, tepatnya di posisi 47° 25'N, 25° 20'W - Grid BD 66. Beberapa jam sebelumnya, tepatnya pada pukul 02:40 subuh, kapal "Empire Union" dan "Melrose Abbey" menjadi dua korban pertama dari Konvoy ONS-154, yang disusul oleh "Soekaboemi" dan "King Edward" - yang sama-sama dihantam oleh torpedo dari U-356 (Oberleutnant zur See Günther Ruppelt) - pada pukul 03:10. "Soekaboemi", yang dikomandani oleh Master H.A. van der Schoor de Boer, dihantam di bagian lambung kanan dan tak lama kemudian mulai miring ke arah haluan. Setelah 54 orang awak, 12 gunner dan 4 orang penumpang meninggalkan kapal mereka dengan menggunakan empat kapal sekoci, mereka dapat melihat bahwa masih ada satu orang yang masih tertinggal di "Soekaboemi", yang kini berdiri di bagian kapal yang masih berada di atas permukaan air sambil melambai-lambaikan senter sakunya! Tak lama kemudian, kapal penyelamat Inggris "Toward" (Master Gordon K. Hudson) datang untuk mengambil orang-orang yang selamat di tiga kapal sekoci. Kapten kapal "Soekaboemi" pada awalnya bersikeras untuk kembali ke kapalnya untuk mendata kerusakan yang terjadi, tapi kemudian menyadari bahwa usahanya sia-sia belaka. 17 orang yang berada di kapal sekoci keempat juga berhasil selamat setelah diambil oleh sebuah kapal korvet Sekutu. Lalu bagaimana dengan nasib satu orang yang masih tersisa di kapal? Dia berhasil naik ke atas rakit darurat dan nantinya diselamatkan oleh HMCS Napanee (K 118) (T/Lt S. Henderson, RCNR) di dekat kapal "King Edward" yang sama-sama telah ditinggalkan oleh para awaknya. Hanya satu orang awak "Soekaboemi" yang tercatat kehilangan nyawanya dalam peristiwa ini. Beberapa jam kemudian, sisa-sisa dari kapal dagang milik NV Scheepswerf tersebut mendapat tembakan "coup de grâce" dari U-441 yang datang terlambat ke lokasi kejadian, dan akhirnya tenggelam ke dasar samudera untuk selama-lamanya...


Sumber :
https://uboat.net/allies/merchants/ship/2537.html
http://www.wehrmacht-awards.com/forums/showthread.php?t=580135&page=4&highlight=soekaboemi

Sunday, March 15, 2020

Messerschmitt Bf 109 Milik AURI

AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) dahulu pernah memiliki empat buah pesawat Messerschmitt Bf 109, tapi sayangnya saat Agresi Belanda ke-2 keempat pesawat tersebut hancur di lapangan udara Maguwo (Yogyakarta). Bagaimana ceritanya sampai pesawat Luftwaffe sekelas Messerschmitt Bf 109 sampai berada di Indonesia? Mereka adalah bekas pesawat Jepang yang tertinggal di Lapangan Andir Bandung, lalu diterbangkan ke Maguwo hingga hancur karena serangan Belanda (Jepang memang pernah menerima beberapa Bf 109 dari jerman sebagai bentuk alih teknologi, dan hasilnya adalah versi lokal Kawasaki KI61 Hien). Dari lima buah Bf 109 yang diterima, empat buah diantaranya dikirim ke lapangan udara Andir Bandung sedangkan satu buah lagi dijadikan bahan riset untuk menghasilkan KI61 Hien. Di buku Alutsisa TNI AU Periode tahun 1946 - 1950 disebutkan bahwa di lapangan udara Andir ditemukan pesawat Ki 61 Hien. Apakah itu yang dimaksud dengan Messerschmitt Bf 109 ini? Abdul Rachman Saleh juga pernah membaca buku petunjuk untuk bisa menerbangkan pesawat Mustang Jepang ini, dimana di dalam buku "Bunga Rampai Perjuangan dan Pengorbanan Jilid III" diterangkan oleh Marsda TNI Purn R. A. Wiriadinata bahwa dia pernah mendampingi Abdul Rachman Saleh di Pangkalan Udara Singosari Malang sekitar paruh kedua tahun 1946 hingga paruh pertama tahun 1947, yang mana Pak Abdul Rachman Saleh sibuk mempelajari buku-buku dan kokpit pesawat Mustang Jepang. Yang menarik untuk dikaji adalah: apakah yang dimaksud dengan Mustang Jepang tersebut sebenarnya adalah Ki 61 Hien atau Messerschmitt Bf 109? Karena kalau itu yang didapat di Bandung itu kemungkinan yang versi Messerschmitt Bf 109. Selain pesawat Messerschmitt Bf-109E ( Emil )-7, Jepang juga diketahui membangun pesawat pemburu yang menyerupai pemburu Luftwaffe kerena mendapat bantuan teknis dari Jerman yaitu Mitsubishi J8M Shusui yang mirip Me-163 Komet dan Nakajima Kikka yang mirip jet tempur Me-262. Foto sebagai ilustrasi.


Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2013/07/album-foto-third-reich-dan-indonesia.html

Awak Kapal THOR Jerman di Balikpapan

Foto ini memperlihatkan para perwira dari hilfskreuzer (kapal penjelajah pembantu) THOR berpose bersama seorang warga pribumi di Balikpapan, Kalimantan (saat itu bernama Borneo), di bulan September 1942. Yang memakai kacamata di sebelah kiri adalah Leutnant zur See Heinz Tischer (Kriegsberichter yang mengiringi pelayaran kedua THOR), sementara yang berkacak pinggang dan memakai belati di kanan adalah Dr. Kurt Sudan, perwira administratif THOR. Meskipun kita tidak bisa melihat detailnya, tapi pelaut yang berdiri paling kiri memakai Mützenabzeichen Thor (lencana tradisional Thor) di bagian samping topinya. Orang-orang Jerman ini mengenakan Weißer Dienstanzug (pakaian tugas putih musim panas) dari ujung atas sampai ujung bawah.

Weißer Dienstrock (Seragam tugas putih musim panas) untuk pertama kalinya diperkenalkan secara resmi pada tahun 1939 sebagai "baju jalan-jalan" para perwira Wehrmacht dan SS. Sebelumnya telah ada penampakan seragam putih semacam itu, yang terlihat dikenakan oleh para bintara dalam event Olimpiade Musim Panas di Berlin pada tahun 1936, hanya saja pemakaiannya khusus di momen olahraga terbesar di dunia tersebut, dan tidak selainnya. Menurut regulasi, Weißer Dienstrock hanya bisa digunakan dalam kurun waktu antara tanggal 1 April s/d 30 September setiap tahunnya, dan kemudian pemakaiannya benar-benar dilarang dari tanggal 15 Juni 1940 "sampai dengan berakhirnya perang" (meskipun bukti foto-foto yang ada memperlihatkan bahwa seragam elegan satu ini banyak pula dipakai setelah tanggal tersebut oleh para perwira yang ngeyel alias mbalelo alias culangung). Seragam ini secara resmi harusnya dipadukan dengan celana yang berwarna senada, hanya saja sebagian besar foto yang berseliweran di buku dan website justru memperlihatkan perpaduan antara seragam putih dengan celana berwarna abu-abu atau hitam!




Sumber :
Foto koleksi pribadi Martin J.W.
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=8&t=7751&hilit=ludwig+bahls
https://gmic.co.uk/profile/1906-martin-w/content/?type=forums_topic_post&page=12

Saturday, March 14, 2020

Kunjungan Delegasi Militer Axis ke Bandung

 Rombongan atase militer negara-negara sahabat Jepang di Tokyo (Jerman, Italia, Rumania dan Finlandia) tiba di lapangan udara Andir, bandung, dalam rencana kunjungan satu hari untuk melihat bekas-bekas pertempuran antara Hindia-Belanda dan Jepang yang berkobar beberapa minggu sebelumnya. Di belakang terlihat pesawat transport Mitsubishi Ki-57 "Topsy", kemungkinan model pertama yang mempunyai dua mesin 850p, yang mengangkut rombongan tersebut dalam perjalanan udara dari Palembang ke Bandung. Pesawat tersebut tampaknya telah mendapat tambahan cat kamuflase yang cukup signifikan di sekujur badannya. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 25 Maret 1942, dalam rangkaian tur para atase militer tersebut ke wilayah-wilayah kekuasaan baru Jepang di Asia Tenggara (Malaya, Singapura, Hindia-Belanda dan Filipina). Dari Jerman diwakili oleh Oberst Alfred Kretschmer, dari Italia oleh Kolonel Guido Bertoni, dari Rumania oleh Brigadir-Jenderal Gheorghe Bagulescu, dan dari Finlandia oleh Kolonel Auno Kaila. Setelah tiba di Andiri, mereka lalu berangkat menuju Lembang sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Batavia, dimana para perwira ini dijamu dengan makan malam mewah rijsttafel yang berisi berbagai macam makanan lokal yang disajikan oleh 20 orang pelayan. Dalam foto ini, kita bisa melihat Oberst Kretschmer (Jerman) berjalan paling depan sambil memberi hormat, sementara persis di belakangnya adalah, dari kiri ke kanan: Jenderal Bagulescu (Rumania), Kolonel Kaila (Finlandia), dan Kolonel Bertoni (Italia).


Sumber :
http://arawasi-wildeagles.blogspot.com/2013/01/vips.html