Showing posts with label Jenderal Heer. Show all posts
Showing posts with label Jenderal Heer. Show all posts

Wednesday, May 27, 2026

Albert Speer dan Hasso von Manteuffel


Albert Speer (Reichsminister für Rüstung und Kriegsproduktion) terlihat sedang ngadu huntu dengan General der Panzertruppe Hasso von Manteuffel (Oberbefehlshaber 5. Panzerarmee). Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Bauer pada tahun 1944. Pada bulan September 1944, Jenderal von Manteuffel mengambil alih komando Pasukan Panzer ke-5 di Front Barat, di tengah medan perang yang sangat tidak stabil setelah serangan balik Sekutu mampu mengusir pasukan Jerman dari Normandia. Ditugaskan langsung oleh Hitler untuk memimpin serangan balasan besar-besaran melawan U.S. Third Army yang dipimpin oleh Jenderal George S. Patton - yang saat itu sedang bergerak maju tanpa tertahankan di Lorraine - Manteuffel menghadapinya dalam Pertempuran Arracourt. Meskipun divisi-divisi panzernya menderita korban besar saat harus menghadapi kekuatan udara Amerika yang jauh lebih unggul serta sumber daya musuh yang seakan tak ada habisnya, gaya perang lapis baja Manteuffel yang agresif dan sangat elastis berhasil menstabilkan sementara garis depan Jerman yang runtuh di sepanjang perbatasan Prancis. Kepemimpinan taktisnya selama kampanye militer di bulan September yang melelahkan ini, pada akhirnya mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu komandan lapis baja terkemuka Jerman, yang menjadi faktor utama dalam pemilihannya beberapa bulan kemudian untuk memainkan peran penting dalam Serangan Ardennes (Bettle of the Bulge).



Sumber :
Bundesarchiv R 3 Bild-110

Thursday, August 10, 2023

Inspeksi Rommel ke Eisenbahn-Batterie 690


Foto ini diambil pada tanggal 21 Desember 1943 dan memperlihatkan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) dalam acara inspeksi ke Eisenbahn-Batterie 690 E di Bredenne, Belgia. Perwira yang memakai schirmmütze di sebelah kanan (terlihat kepalanya doang) adalah Generalleutnant Friedrich Fürst (Kommandeur 171. Reserve-Division). Di latar belakang kita bisa melihat sebuah schwere Bruno Kanone 28cm (E - Eisenbahnlafette).



Foto ini diambil pada tanggal 21 Desember 1943 dan memperlihatkan Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) dalam acara inspeksi ke Eisenbahn-Batterie 690 E di Bredenne, Belgia. Ketiga dari kanan adalah Generalleutnant Friedrich Fürst (Kommandeur 171. Reserve-Division), yang diikuti oleh Generalleutnant Ernst Gerke (kedua dari kanan, Heeresgruppen-Nachrichtenführer Heeresgruppe B) dan Generalleutnant Dr.-Ing. Wilhelm Meise (kanan, General der Pioniere Heeresgruppe B). Di latar belakang kita bisa melihat sebuah schwere Bruno Kanone 28cm (E - Eisenbahnlafette).


Sumber :
Foto koleksi pribadi Jim Haley
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=2486110#p2486110

Sunday, May 21, 2023

Erwin Rommel di Atas AEC "Max"

General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) duduk di atas atap "Max", sebuah kendaraan tempur AEC Inggris hasil rampasan, bersama dengan kompatriotnya dari Italia. Foto ini kemungkinan besar diambil di musim panas tahun 1941, saat Rommel sedang semangat-semangatnya mengusir pasukan Inggris dari Libya. Berdiri menunggu di samping "Max" di sebelah kanan adalah ajudan Rommel, Major Hans-Joachim Schraepler. Salah satu tugas tidak resmi Schraepler sebagai ajudan adalah membalas surat-surat para fans Rommel dari seantero Jerman yang berdatangan ke markas Afrikakorps, seiring dengan berita kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh "Der Wüstenfuchs" di medan perang Afrika Utara. Schraepler sendiri secara tragis terbunuh pada tanggal 9 Desember 1941 di dekat Derna, Libya. Penyebabnya: terlindas secara tidak sengaja oleh "Max" saat melakukan gerak mundur taktis demi menghindari perangkap kepungan serangan balasan Inggris (yang dikenal dengan nama Operation Crusader)! Di bulan yang sama, Rommel juga kehilangan dua orang jenderalnya yang gugur dalam pertempuran: Generalmajor Walter Neumann-Silkow (Kommandeur 15. Panzer-Division) dan Generalmajor Max Sümmermann (Kommandeur 90. leichte-Afrika-Division). Dalam catatan hariannya, Rommel mengakui bahwa Desember 1941 adalah bulan tersedih yang dijalaninya selama kampanye militer Jerman di Afrika Utara...

Sumber :
Foto koleksi pribadi Jim Haley
Buku "At Rommel's Side: The Lost Letters of Hans-Joachim Schraepler" oleh Hans-Albrecht Max Schraepler

Sunday, May 14, 2023

Kunjungan Rommel ke Batterie Rozenburg

Kunjungan inspeksi Generalfeldmarschall Erwin Rommel (tengah, Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West) ke Batterie Rozenburg, salah satu benteng artileri pantai yang terdapat di wilayah Hoek van Holland, Belanda selatan, tanggal 26 Maret 1944. Perwira Kriegsmarine yang berada di sebelah kiri adalah Kapitän zur See Frank Aschmann (Seekommandant Südholland). Di sebelah kiri Rommel berdiri General der Infanterie Hans-Wolfgang Reinhard (Kommandierender General LXXXVIII. Armeekorps), sementara di sebelah kanannya adalah Hauptmann Hellmuth Lang (memakai seragam hitam Panzertruppen, Ordonnanzoffizier Oberbefehlshaber Heeresgruppe B) dan Generalmajor Carl Wahle (Kommandeur 719. Infanterie-Division). Perwira lain yang memakai stahlhelm dan fernglas (teropong) kemungkinan besar adalah komandan baterai artileri Rozenburg. Meriam-meriam artileri kaliber terbesar di wilayah pendudukan Belanda terdapat di Festung Hoek van Holland, yaitu Marine-Küsten-Batterie Rozenburg (XV) yang terletak di sebelah selatan muara, serta Marine-Küsten-Batterie Vineta (III) dan Monster (VI) yang terletak di atasnya. Meriam-meriam tersebut diambil dari sisa kapal-kapal perang Belanda yang sudah non-aktif. Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Jesse dari KBZ OB West (Kriegsberichter-Zug Oberbefehlshaber West).




Sumber :
https://www.atlantikwall-museum.nl/coastal-battery.html
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=147822&sid=78d82b8f0bb769a3633ae37dee35a1d5&start=495

Sunday, January 29, 2023

Upacara Pemakaman Jenderal Hube



Staatsbegräbnis (Upacara Pemakaman Kenegaraan) untuk  Generaloberst Hans-Valentin Hube (Oberbefehlshaber 1. Panzerarmee), yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 26 April 1944. Sang jenderal tewas lima hari sebelumnya saat pesawat yang membawanya jatuh di Austria, hanya berselang satu hari setelah dia dianugerahi medali super bergengsi Brillanten untuk Ritterkreuz-nya! Peti mati Hube disemayamkan selama beberapa waktu di Neue Reichskanzlei, sementara euloginya dibacakan oleh Generaloberst Heinz Guderian (Generalinspekteur der Panzertruppen). Foto ini memperlihatkan saat peti mati sang jenderal dibawa ke Invalidenfriedhof untuk dikebumikan. Empat orang penjaga kehormatan yang membawa pedang di kanan dan kiri adalah pula pahlawan-pahlawan perang Jerman - baca: Ritterkreuzträger - sama halnya seperti Hube. Lajur kiri: di depan adalah General der Panzertruppe Walther Nehring (Kommandierender General XXIV. Panzerkorps), sementara di belakangnya adalah General der Infanterie Hans Gollnick (Führerreserve Oberkommando des Heeres). Lajur kanan: di depan adalah General der Panzertruppe Heinrich Eberbach (Inspekteur der Panzertruppe beim Befehlshaber des Ersatzheeres), sementara di belakangnya adalah General der Panzertruppe Hermann Breith (Kommandierender General III. Panzerkorps).

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewforum.php?f=5

Friday, January 6, 2023

Hans von Seeckt Bersama Infanterie-Regiment 67


Desember 1936: Mantan Chef des Heeresleitung masa Reichswehr - dan orang yang paling berjasa dalam pengembangan militer Jerman di masa sebelum Nazi - Generaloberst z.V. Hans von Seeckt, mengadakan kunjungan ke markas Infanterie-Regiment 67, dimana dia diangkat menjadi Komandan Resimen Kehormatan atau "Chef des Regiment" (Seeckt sendiri mengenakan insignia Chef des Regiment dan bukannya insignia jenderal). Disini dia - berdiri di tengah menghadap kamera - sedang memperhatikan komandan upacara yang juga merupakan komandan Infanterie-Regiment 67, Oberst Ernst Seifert. Di sebelah kiri adalah Generalmajor Ernst Busch (Kommandeur 23. Infanterie-Division), sedangkan di sebelah kanan adalah Generaloberst Werner Freiherr von Fritsch (Oberbefehlshaber des Heeres). Dari tanggal 15 Oktober 1935, Infanterie-Regiment 67 (Seifert) berada di bawah komando 23. Infanterie-Division (Busch). Kemungkinan besar foto ini diambil pada saat upacara penganugerahan Chef des Regiment untuk Generaloberst Seeckt.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2017/10/chef-des-regiments.html

Thursday, January 5, 2023

Kurt Oppenländer: Jenderal Tukang Mabok


Generalleutnant Kurt Oppenländer (11 Februari 1892 - 17 Maret 1947). Dia digadang-gadang sebagai salah satu komandan lapangan terbaik yang dimiliki oleh Jerman dalam Perang Dunia II. Di tahun 1942 dia telah mendapatkan medali Ritterkreuz, Deutsches Kreuz in Gold serta Anerkennungsurkunde sebagai bukti kepiawaiannya dalam memimpin pasukan serta keberaniannya dalam menghadapi musuh. Kalau saja dia meneruskan karir militernya yang gemilang sebagai komandan di front pertempuran, bisa jadi dia akan mendapatkan lebih banyak lagi medali dan penghargaan. Tapi semua itu tidak terjadi, dan dia harus menghabiskan sisa perang sebagai perwira garis belakang yang "tidak bonafid". Satu-satunya alasannya adalah ini: kebiasaan MABOK. Pada bulan Oktober 1942 atasannya, General der Artillerie Walther von Seydlitz-Kurzbach, mencopotnya dari jabatannya sebagai Komandan 305. Infanterie-Division karena menemukannya sedang mabok berat saat melakukan inspeksi mendadak ke markas divisi tersebut di Stalingrad! Karena Oppenländer adalah seorang Ritterkreuzträger (peraih Ritterkreuz) - yang otomatis membuatnya berstatus sebagai pahlawan perang - maka dia tidak diajukan ke mahkamah militer melainkan hanya dipulangkan ke kampung halamannya untuk mendapat evaluasi akan tindakannya yang tak patut tersebut. Diketahui bahwa luka yang didapatnya di masa Perang Dunia Pertama membuat Oppenländer menderita ketergantungan pada obat bius dan alkohol. Setelah menjalani rehabilitasi di Reservelazarett Freiburg, dia mendapat kepercayaan untuk menjadi Komandan 198. Infanterie-Division pada bulan Juni 1944... hanya untuk dipecat dua bulan kemudian dengan alasan yang sama! Oppenländer kemudian dikirim kembali ke Reservelazarett, dan pada bulan November 1944 dia membuat onar di sebuah acara rumah sakit saat melecehkan istri-istri prajurit yang berkunjung, dalam kondisi mabuk berat. Kali ini kelakuannya sudah tidak bisa ditolerir lagi, karena sang jenderal dianggap sudah melakukan "Wehrkraftzersetzung" alias tindakan yang merugikan kepentingan militer Jerman di masa perang. Atas perintah langsung dari Kepala Oberkommando der Wehrmacht Wilhelm Keitel, Oppenländer dihukum kurungan di rumahnya sambil menunggu keputusan pemecatannya dari Angkatan Bersenjata secara tidak hormat. Perang Dunia II keburu berakhir sebelum keputusan tersebut dikeluarkan, sementara Kurt Oppenländer sendiri kemudian ditangkap oleh pasukan Amerika pada tahun 1945 dan tutup usia dua tahun kemudian dalam status masih sebagai tawanan perang. Sebuah sumber menyebutkan bahwa dia meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan oleh kebiasaannya minum alkohol...

Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/Kurt_Oppenl%C3%A4nder
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=258695
https://www.tracesofwar.com/persons/12991/Oppenl%C3%A4nder-Kurt-Generalleutnant.htm

Tuesday, January 3, 2023

Foto Grup Infanterie-Regiment 46


Para perwira Heer (Angkatan Darat Jerman) dalam sebuah foto grup tanpa keterangan tempat dan waktu. Petunjuk pertama adalah ini: dari ketiadaan Wehrmacht Dienstauszeichnungen (Penghargaan Panjang Pengabdian Angkatan Bersenjata) di baris medali mereka, maka kita bisa mengetahui bahwa foto ini setidaknya diambil sebelum bulan Oktober 1936 saat pertama kali medali tersebut dikeluarkan. Selain itu, dari keberadaan medali Ehrenkreuz für Frontkämpfer 1914-1918 (Salib Kehormatan untuk Veteran Perang Dunia Pertama), maka bisa dikatakan bahwa foto ini diambil setelah bulan Juli 1934 saat medali tersebut pertama kali dikeluarkan. Mengenai wajah-wajahnya sendiri ada tiga orang yang bisa dikenali: Memegang pedang di sebelah kanan adalah Oberst Heinrich Strack (Pangkat terakhir Generalleutnant), dengan medali Pour le Mérite di lehernya. Berdiri di sebelah kiri Strack adalah Hauptmann Dr.phil. Erwin Kaschner (pangkat terakhir Generalmajor). Yang terakhir, berdiri paling kiri di belakang Kaschner adalah Hauptmann Hasso von Foller. Dari periode 1934 s/d 1936, ketiga orang ini mengabdi di satu unit yang sama: Infanterie-Regiment Neumünster, yang pada bulan Oktober 1935 berganti nama menjadi Infanterie-Regiment 46. Strack menjabat sebagai Regimentskommandeur, sementara Kaschner dan Foller masing-masing menjadi Kompaniechef. Semua orang dalam foto ini mengenakan Schulterriemen und Leibriemen alias Sam Browne Belt alias Tali Bahu, sebuah praktek yang dihilangkan setelah penyerbuan Jerman ke Polandia pada tahun 1939 karena dianggap terlalu ribet!

Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=22876&p=2450095#p2450095

Sunday, January 1, 2023

Upacara Penganugerahan Ritterkreuz untuk Alfred-Hermann Reinhardt

Upacara penganugerahan Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberstleutnant Alfred-Hermann Reinhardt (Kommandeur Infanterie-Regiment 421 / 125.Infanterie-Division). Sebagai pengalung medali di leher Reinhardt adalah Generalmajor Wilhelm "Willi" Schneckenburger (Kommandeur 125. Infanterie-Division). Reinhardt menerima medali bergengsi tersebut pada tanggal 4 Desember 1941, sebagai penghargaan atas pencapaian resimen yang dipimpinnya dalam operasi pengepungan pasukan Soviet di Kiev. Melalui penguasaan wilayah Tarasovka yang strategis pada tanggal 20 September 1941, pihak Jerman mampu mencegah ratusan ribu Tentara Merah yang berusaha kabur dari Kantong Kiev yang terkepung. Berkali-kali pihak musuh berusaha menerobos keluar melalui jalan satu-satunya yang masih terbuka, dan berkali-kali pula usaha mereka digagalkan oleh aksi heroik Letkol Reinhardt dan anakbuahnya. Pada akhirnya, 452.700 pasukan Rusia yang terkepung menjadi tawanan perang pihak Jerman, ditambah lagi dengan 43 divisi yang musnah, 2.600 meriam artileri yang menjadi rampasan perang, sementara hanya 15.000 orang yang berhasil meloloskan diri keluar dari kepungan! Pertempuran Kiev (7 Juli - 26 September 1941) sendiri tercatat sebagai pengepungan terbesar dalam sejarah.

Sumber :
Foto koleksi pribadi Jim Haley
https://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Kiev_(1941)
http://ritterkreuztraeger.blogspot.com/2023/01/ritterkreuz-award-ceremony-for-alfred.html
https://www.tracesofwar.com/persons/16456/Reinhardt-Alfred-Hermann.htm

Tuesday, December 20, 2022

General der Artillerie Erich Marcks


Foto ini dibuat oleh Hugo Jaeger pada bulan Juni 1940 dan memperlihatkan Generalmajor Erich Marcks (Chef des Generalstabes 18. Armee) dalam sebuah acara jamuan makan di Paris, tak lama setelah ibukota Prancis tersebut jatuh ke tangan pasukan Jerman. Sang jenderal berotak encer adalah anak dari sejarawan Jerman terkemuka yang bernama sama, Erich Marcks (1861-1938). Dia memulai karirnya dari masa Perang Dunia Pertama (1914-1918), dilanjutkan dengan pengabdian di Reichswehr (1919-1935) dan Wehrmacht (1935-1945). Melihat potensi serta kecerdasannya dalam hal perancangan strategi, Kepala Staff Angkatan Darat Franz Halder memerintahkan Marcks untuk membuat rencana serangan Jerman ke Uni Soviet, yang nantinya dinamakan "Operasi Barbarossa". Berdasarkan kalkulasi Marcks, pasukan Wehrmacht dapat menuntaskan tugasnya dalam jangka waktu 9 s/d 17 minggu selama tetap berpegang kepada tujuan utamanya, yaitu penguasaan ibukota Moskow (hal utama yang kemudian malah dilanggar sendiri oleh Hitler di tengah jalan!). Dalam Operasi Barbarossa sendiri, Marcks diserahi tanggungjawab sebagai Komandan 101. leichte-Infanterie-Division. Tragisnya, di hari-hari pertama penyerbuan, sang jenderal terluka parah di Ukraina sehingga membuat sebelah kakinya harus diamputasi. Meskipun begitu, hanya beberapa hari pertempuran di Front Timur sudah cukup untuk membuatnya diganjar dengan medali Ritterkreuz (26 Juni 1941). Setelah sembuh dari luka-lukanya, Marcks tetap dipercaya untuk memegang jabatan komandan lapangan, sampai terakhir menjadi Komandan LXXXIV. Armeekorps di Prancis tahun 1944 dengan pangkat General der Artillerie. Berlainan dengan pendapat jenderal-jenderal Jerman lainnya (termasuk Rommel), Marcks percaya bahwa Sekutu akan mendarat di Normandia dan bukannya di Pas de Calais. Keyakinannya terbukti, dan pihak musuh benar-benar mendarat di Normandia... persis di hari ulangtahun Erich Marcks yang ke-53 tanggal 6 Juni 1944! Hanya berselang enam hari setelah D-Day, Jenderal Marcks terluka parah oleh serangan udara Sekutu dan meninggal dunia di hari yang sama, tanggal 12 Juni 1944. Secara anumerta dia dianugerahi medali Eichenlaub untuk Ritterkreuz-nya. BTW, dalam film 'The Longest Day' Marcks diperankan oleh aktor Richard Münch, sementara dalam film TV 'Rommel dia diperankan oleh Hans Kremer.

Sumber :
https://artsandculture.google.com/entity/m064km4b?hl=en
https://en.wikipedia.org/wiki/Erich_Marcks

Wednesday, December 14, 2022

Jenderal dan Laksamana Jerman dalam Acara Führergeburtstag

Para jenderal dan laksamana Wehrmacht berdiri di tribun kehormatan dalam acara puncak perayaan ulangtahun Adolf Hitler yang ke-50, yang diselenggarakan di Berlin pada tanggal 20 April 1939. Mereka semua kompak memakai paradeanzug (seragam parade), lengkap dengan feldbinde (ikat pinggang brokat), auszeichnungen (baris medali) dan schnurr (tali bahu). Baris depan dari kiri ke kanan: Generaloberst Erhard Milch (Generalinspekteur der Luftwaffe), General der Flieger Hans-Jürgen Stumpff (Chef der Luftwehr), Generalleutnant Ernst Udet (Generalluftzeugmeister und Chef Planungsamts der Luftwaffe), Admiral Max Bastian (Präsident Reichsfürsorge- und Versorgungsgerichts der Wehrmacht), dan Generalmajor Friedrich Fahnert (Höheren Kommandeur Luftnachrichtenschule Berlin). Sebagai identifikasi tambahan: Generalleutnant Walter Petzel (Inspekteur der Artillerie) adalah cowok berkacamata yang berdiri di belakang Fahnert; Generalmajor Hermann von Hanneken (Bevollmächtigter für Eisen- und Stahl auch zum Leiter der Hauptabteilung II Industrie) berdiri diantara Bastian dan Fahnert, Generaloberst Wilhelm List (Oberbefehlshaber Heeres-Gruppenkommando 5) diantara Udet dan Bastian, serta General der Flieger Friedrich Christiansen (Korpsführer NSFK) diantara Stumpff dan Udet. Foto ini sendiri dibuat oleh fotografer pribadi Hitler, Hugo Jaeger. Perhatikan bahwa Milch dan Stumpff sama-sama memakai Star of Yugoslavian Order of the Crown di dada mereka!

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2010/10/koleksi-ratusan-foto-berwarna-dari-life.html
https://artsandculture.google.com/entity/m064km4b?hl=en

Sunday, December 11, 2022

Rommel dan Kapal Selam Italia di Bardia

Pada bulan November 1941, General der Panzertruppe Erwin Rommel (Kommandierender General Panzergruppe "Afrika") mengunjungi Bardia (Libya) yang menjadi lokasi bongkar-muat suplai pasukan Poros selain di Tripoli dan Derna. Meskipun kapasitasnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan pelabuhan utama di Tripoli, tapi Bardia lebih efisien karena lebih dekat ke front yang mendekati perbatasan dengan Mesir. Disini biasanya kapal-kapal selam Italia yang bongkar-muat barang karena lebih aman dari incaran pesawat-pesawat Sekutu. Dalam kunjungannya ke Bardia pun Rommel menyempatkan diri untuk beramah-tamah dengan awak kapal selam Italia yang kebetulan sedang berlabuh disana. Dia kemudian difoto di atas tebing yang menjorok ke pantai dengan latar belakang sebuah kapal selam Italia yang sedang berlayar meninggalkan pelabuhan. Kemungkinan kapal selam ini berasal dari kelas Atropo of the Foca (Anjing Laut) dengan berat 1.109 ton yang biasa digunakan untuk menanam ranjau laut. Dia baru saja mengantarkan 60 ton bahan bakar ke pelabuhan Bardia.

Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2014/12/foto-artistik-perang-dunia-ii.html

Jenderal Walter Krüger Memperhatikan Pengepungan Leningrad


Generalmajor Walter Krüger (kanan) bersama dengan salah seorang perwiranya memperhatikan dengan seksama saat pasukan Jerman dari 1. Panzer-Division melakukan serbuan ke garis pertahanan Rusia di luar kota Leningrad, Uni Soviet. Dari tanggal 17 Juli 1942 Krüger diangkat sebagai "mit der Führung beauftragt" alias Komandan sementara dari Divisi Panzer Pertama Jerman, setelah sebelumnya menjabat sebagai Komandan brigade infanteri bermotor dari divisi yang sama. 1. Panzer-Division sendiri telah terlibat dalam pertempuran terus-menerus dari sejak penyerbuan ke Rusia bulan Juni 1941, dan pada pertengahan bulan Agustus 1941 jumlah tanknya yang masih berfungsi tinggal mencapai 44 buah dari asalnya 155 buah! Foto ini diambil pada awal musim gugur tahun 1941 oleh fotografer tak dikenal dari Presse-Illustrationen Heinrich Hoffmann, dan pertama kali dipublikasikan oleh 'Berliner Volkszeitung' edisi 5 November 1941.

Sumber :
https://www.dw.com/en/wehrmacht-had-policy-of-starvation-in-leningrad/a-17386073
https://en.wikipedia.org/wiki/1st_Panzer_Division_(Wehrmacht)

Saturday, November 19, 2022

Rommel Saat Baru Tiba di Afrika


Generalleutnant Erwin Rommel (Kommandierender General Deutsches Afrikakorps) dalam acara parade kontingen pertama Afrikakorps - yang baru tiba di Afrika Utara - di Tripoli, Libya, tanggal 15 Februari 1941. Di belakangnya berdiri dua orang perwira Italia yang menjadi sekutu Jerman dalam Perang Dunia II. Yang di sebelah kiri adalah perwira tak dikenal yang memakai insignia berretto (topi) colonnello (kolone) dari satuan Stato Maggiore (Komando Tinggi Angkatan Darat), meskipun pinggiran tanda pangkat bahunya lebih tipis layaknya ufficiali inferiori (perwira rendah) daripada ujung lebih tebal yang merupakan standar ufficiali superiori (perwira tinggi). Sementara itu, perwira di kiri adalah seorang maresciallo (bintara tinggi) dari CC.RR (Carabinieri Reali) alias Polisi Militer. Dalam foto ini sendiri, Rommel masih mengenakan seragam "Eropa" dan belum berganti dengan seragam tropis, sama seperti sebagian besar pasukannya. Unit pertama yang sudah "gercep" berganti seragam saat baru tiba di Afrika hanyalah Flak-Regiment 33 (motorisiert) dari Luftwaffe, sementara kompatriotnya masih mengenakan seragam bawaan dari Eropa.

Sumber :
Buku "Deutsche Afrikakorps" karya Ricardo Recio Cardona

Sunday, November 13, 2022

Rommel Berdiskusi di Atas "Greif"

Tiga buah ranpur halftrack Jerman diparkir berdekatan di sekitar kota pelabuhan Tobruk yang dikepung, bulan Juni 1942. Halftrack paling kanan berasal dari jenis kendaraan komunikasi ringan (leichter Funkpanzerwagen) Sd.Kfz. 250/3 "Greif" (plat nomor WH 937035), yang merupakan salah satu kendaraan komando pribadi milik Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"). "Greif" sendiri dilengkapi dengan dua buah antena radio: antena yang lebih besar merupakan alat pemancar dari radio jenis FuG 7 yang mempunyai daya jangkau sampai 50 kilometer, sementara antena yang lebih kecil adalah pemancar dari radio FuG 5 dengan daya jangkau 5 kilometer (yang terakhir berfungsi sebagai alat komunikasi antar-unit yang berdekatan). Halftrack yang diparkir di tengah berasal dari jenis Sd.Kfz. 251 Ausf.B. Di bagian sampingnya terdapat pula antena, yang menunjukkan bahwa ranpur setengah roda satu ini - yang biasanya digunakan sebagai sarana pengangkut pasukan Panzergrenadier - berfungsi pula sebagai kendaraan komunikasi menengah (mittlerer Funkpanzerwagen), yang kemungkinan adalah hasil modifikasi lapangan dari Sd.Kfz. 251/1 standar menjadi Sd.Kfz. 251/3 yang dilengkapi dengan radio komando. Halftrack terakhir di sebelah kiri adalah sebuah Sd. Kfz. 251/1 Ausf.S. Perwira yang membawa peta sambil ngadu huntu dengan Rommel adalah Oberst Eduard Crasemann (Kommandeur Artillerie-Regiment 33 [motorisiert] / 15.Panzer-Division). Foto ini sendiri diambil oleh Kriegsberichter Albrecht Heinrich Otto dari PK (Propaganda-Kompanie) "Afrika".

Sumber :
https://en.topwar.ru/135723-rommel-v-afrike.html
https://waralbum.ru/217895/

Saturday, November 5, 2022

Kunjungan Rommel ke Divisi Pavia

Foto ini diambil pada tanggal 12 Februari 1942 oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling dari Propaganda-Kompanie Luftwaffe 7, dan memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan para perwira Jerman dan Italia di Afrika Utara, saat Rommel melakukan kunjungan ke markas 17° Divisione Autotrasportabile "Pavia" (Divisi Bermotor ke-17 "Pavia") di El Agheila, Libya. Dalam kesempatan tersebut, Rommel berunding dengan sekutu-sekutunya dari Italia mengenai rencana serangan pihak Poros selanjutnya. Foto ini terdapat dalam buku "Rommel's Italian Generals in North Africa" karya Dr. Libro Di Zinno dan Rudy D'Angelo, halaman 26. Di teks penyertanya, sang pengarang mengidentifikasi perwira Italia yang berada di hadapan Rommel sebagai Generale di Brigata Michelangelo Nicolini, Komandan satuan artileri Angkatan Darat Italia di Afrika (dia terdapat dalam beberapa foto lainnya yang diambil di kesempatan yang sama bersama dengan Rommel). Sayangnya, keterangan ini tidak bisa dipegang 100% karena pengarang yang sama telah mengidentifikasi beberapa wajah yang berbeda di buku tersebut sebagai Nicolini, sementara sejauh ini aliando juga belum menemukan muka sebenarnya dari odong-odong satu ini! Tentu saja, kalau melihat konteks kedatangan Rommel, satu-satunya kandidat untuk perwira tersebut adalah Komandan dari Divisi Pavia, Generale di Brigata Antonio Franceschini. Tulisan "FALZONI" yang terdapat di foto mungkin merujuk pada Enzo Falconi. Masalahnya adalah, pada saat foto ini diambil dia masih berpangkat Colonnello (Kolonel) dan mengabdi sebagai perwira artileri di Divisi Ariete (yang juga beroperasi di Afrika Utara). Itu satu-satunya nama dan pangkat yang mendekati tulisan dalam foto tersebut. Untuk identifikasi perwira Jerman lainnya - selain Rommel: berdiri keempat dari kanan adalah Major Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic im Generalstab Panzerarmee "Afrika"), sementara menghadap kamera di tengah adalah Oberleutnant Diekmann yang merupakan ajudan Rommel.



Foto ini diambil pada tanggal 12 Februari 1942 oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling dari Propaganda-Kompanie Luftwaffe 7, dan memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan para perwira Jerman dan Italia di Afrika Utara, saat Rommel melakukan kunjungan ke markas 17° Divisione Autotrasportabile "Pavia" (Divisi Bermotor ke-17 "Pavia") di El Agheila, Libya. Perwira Italia yang sedang berbicara dengan Rommel di sebelah kiri adalah Generale di Brigata Antonio Franceschini (Komandan Divisi Pavia), sementara perwira Italia lainnya yang berdiri di sebelah Rommel adalah Generale di Brigata Michelangelo Nicolini (Komandan satuan artileri Angkatan Darat Italia di Afrika).



Foto ini diambil pada tanggal 12 Februari 1942 oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling dari Propaganda-Kompanie Luftwaffe 7, dan memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan para perwira Jerman dan Italia di Afrika Utara, saat Rommel melakukan kunjungan ke markas 17° Divisione Autotrasportabile "Pavia" (Divisi Bermotor ke-17 "Pavia") di El Agheila, Libya. Perwira jangkung yang berdiri di belakang Rommel adalah ajudannya, Oberleutnant Diekmann. Sementara itu, perwira Jerman lain yang memakai gogel ketiga dari kiri adalah Major Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic im Generalstab Panzerarmee "Afrika"). Terakhir, perwira Italia di sebelah kanan adalah Generale di Brigata Antonio Franceschini (Komandan Divisi Pavia)


Foto ini diambil pada tanggal 12 Februari 1942 oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling dari Propaganda-Kompanie Luftwaffe 7, dan memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan para perwira Jerman dan Italia di Afrika Utara, saat Rommel melakukan kunjungan ke markas 17° Divisione Autotrasportabile "Pavia" (Divisi Bermotor ke-17 "Pavia") di El Agheila, Libya. Dari kiri ke kanan: Generale di Brigata Antonio Franceschini (Komandan Divisi Pavia), Oberleutnant Diekmann (Adjutant Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika"), Generale di Brigata Michelangelo Nicolini (Komandan satuan artileri Angkatan Darat Italia di Afrika), perwira Afrikakorps tak dikenal, Rommel, dan Major Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic im Generalstab Panzerarmee "Afrika").


Foto ini diambil pada tanggal 12 Februari 1942 oleh Kriegsberichter Ernst Alexander Zwilling dari Propaganda-Kompanie Luftwaffe 7, dan memperlihatkan Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") bersama dengan para perwira Jerman dan Italia di Afrika Utara, saat Rommel melakukan kunjungan ke markas 17° Divisione Autotrasportabile "Pavia" (Divisi Bermotor ke-17 "Pavia") di El Agheila, Libya. Perwira Italia yang berdiri di sebelah kiri adalah Generale di Brigata Michelangelo Nicolini (Komandan satuan artileri Angkatan Darat Italia di Afrika), sementara perwira Jerman yang memakai schirmmütze yang tertutup oleh badan Rommel adalah Major Friedrich-Wilhelm von Mellenthin (Ic im Generalstab Panzerarmee "Afrika").


Sumber :
"Rommel's Italian Generals in North Africa 1941-1943" karya Dr. Libro Di Zinno & Rudy D'Angelo
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2012/03/album-foto-erwin-rommel-sebagai_1308.html
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Bundesarchiv_Bild_183-1982-0927-503,_Bei_El_Agheila,_Rommel_bei_italienischer_Division.jpg
https://www.ebay.de/itm/165715607163?hash=item26956b7e7b:g:EcEAAOSwroZjQX9O&amdata=enc%3AAQAHAAAAkKGWZ%2FV0JYl6oJJMZZHEYs4HVsIW4FUrvDC0b1A%2Fq451cb593QTvf%2BRp6xl1luCrxyITWryw3J6r8QiaGIIb5pee4uv62X00WEvwfUIG%2BmySmXhV9oEWqLA%2Ff8%2Fh%2BdFAUgYmztz3Jp806dFikqbBiKkcnXSuAhU7sweiWDNEidOzU44PrZ5MHxmQJ7fTO7nsnA%3D%3D%7Ctkp%3ABk9SR9b7tpv7YA
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?p=2435229#p2435229
https://ritterkreuztraeger.blogspot.com/2022/10/erwin-rommels-visit-to-pavia-division.html

Sunday, October 23, 2022

Rommel Diwawancarai Setelah Merebut Tobruk


Generaloberst Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Panzerarmee "Afrika") asyik ngoceh saat sedang diwawancarai oleh Kriegsberichter Lutz Koch, yang menodongkan mikrofon merk Beyer M 19b ke mulutnya, sementara bildberichter di belakang mereka sibuk merekam gambar dengan kamera Arriflex 35mm. Di belakang Rommel terlihat seorang operator sedang sibuk bekerja menggunakan magnetofon AEG "Tonschreiber d (Dora)" - yang tercatat sebagai magnetofon (perekam magnetik) portabel pertama di dunia - diatas mobil Horch Typ 40 mittlerer geländegängiger Personenkraftwagen (m.gl.Pkw) Kfz 15. Foto ini sendiri diambil pada tanggal 22 Juni 1942 saat pasukan Jerman baru saja merebut Tobruk dari tangan Sekutu. Kota pantai di Libya ini mempunyai peran sangat strategis dalam kancah pertempuran Afrika Utara, dan penguasaannya membuat rakyat Jerman terbuai dalam euforia: pendudukan Mesir hanya tinggal menunggu waktu, dan setelahnya adalah bersatunya pasukan Jerman dari Rusia dan Afrika di Kaukasus! Wawancara ini disiarkan secara langsung ke tanah air Jerman, dan didengarkan oleh begitu banyak orang, termasuk oleh Adolf Hitler dan konco-konconya. Di hari itu juga sang Führer - yang merasa sangat gembira - memutuskan untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa untuk jenderal favoritnya tersebut, dari Generaloberst (Kolonel-Jenderal) menjadi Generalfeldmarschall (Marsekal-Jenderal), sebuah pangkat yang secara resmi tidak ada pensiunnya!



Sumber :
http://alifrafikkhan.blogspot.com/2015/05/foto-wawancara-tokoh-third-reich-dengan.html

Tuesday, September 20, 2022

Upacara Penguburan Komandan Resimen Gustav-Adolf Riebel

Foto ini diambil oleh Kriegsberichter Dieck dari Propaganda-Kompanie 694 pada akhir bulan Agustus 1942, dan memperlihatkan suasana pemakaman Oberst Gustav-Adolf Riebel, Kommandeur Panzer-Regiment 24 / 24.Panzer-Division. Regimentskommandeur Riebel terbunuh oleh ledakan peluru artileri pada tanggal 23 Agustus 1942, saat sedang memimpin resimennya dalam gerak maju menuju kota Stalingrad. Jasadnya kemudian dikuburkan di luar wilayah Krasnoarmeyskiy, yang terletak di pinggiran sungai Volga, selatan Stalingrad. Secara anumerta, Oberst Riebel dipromosikan menjadi Generalmajor, efektif per tanggal 1 Agustus 1942. Sebagai pemimpin upacara dalam pemakaman ini adalah Komandan 24. Panzer-Division, Generalmajor Bruno Ritter von Hauenschild. Uniknya, dalam foto ini sang Divisionskommandeur mengenakan seragam perwira biasa dan bukannya jenderal, juga tanpa kehadiran medali (kecuali Ritterkreuz) dan tanpa dilengkapi schulterklappen (tanda pangkat bahu)! Hal ini kemungkinan besar adalah untuk berjaga-jaga dari ancaman sniper Soviet yang menjadi momok bagi pasukan Jerman di Front Timur.



Sumber :
https://forum.axishistory.com/viewtopic.php?f=5&t=154141&start=15

Sunday, August 7, 2022

General der Panzertruppe Dietrich von Saucken


General der Panzertruppe Dietrich von Saucken (16 Mei 1892 - 27 September 1980) adalah jenderal pasukan panzer Jerman dalam Perang Dunia II, salah satu dari hanya 27 orang di seantero Wehrmacht / SS yang dianugerahi penghargaan super bergengsi: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes mit Eichenlaub, Schwerter und Brillanten (keriting dah tuh lidah!). Dia adalah tipikal perwira Prusia totok, baik penampilan maupun kepribadiannya. Monokel (kacamata tunggal) tidak pernah lepas dari mata kirinya, pedang di pinggangnya, dan penampilannya yang kaku pun seakan menegaskan dari mana dia berasal. Meskipun begitu, Saucken pada awalnya justru mempunyai cita-cita menjadi seniman, tapi kemudian dia memilih untuk mendaftar di Angkatan Darat Prusia pada tahun 1910 tak lama setelah lulus SMA. Dia ikut bertempur dalam Perang Dunia Pertama (1914-1918), begitu juga dalam kekacauan yang terjadi sesudahnya, dimana Saucken bergabung dengan unit Freikorps lokal demi membendung pemberontakan kaum Komunis Jerman. Pada tahun 1921 dia ditarik menjadi anggota Reichswehr (Angkatan Bersenjata Republik Weimar), dan menjadi ahli dalam bahasa Rusia setelah ditugaskan ke Uni Soviet pada tahun 1927. Pada saat Perang Dunia II pecah (1 September 1939), Saucken sudah menjadi Komandan Resimen Kavaleri dengan pangkat Oberst. Dia ikut ambil bagian dalam kampanye militer Jerman di Prancis, Balkan dan Rusia. Dalam kancah Pertempuran Moskow di akhir tahun 1941, Saucken diangkat sebagai Komandan 4. Panzer-Division. Dia memimpin unit barunya dengan begitu semriwing, sehingga diganjar dengan medali Ritterkreuz (6 Januari 1942) beserta turunannya, Eichenlaub (22 Agustus 1943) dan Schwerter (30 Januari 1944). Satu lagi yang terakhir, Brillanten, dia dapatkan pada tanggal 8 Mei 1945 saat perang baru saja berakhir di Eropa. Meskipun notabene seorang pahlawan Jerman, Saucken tidak pernah menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap "braune Bande" (gerombolan coklat) alias orang-orang Nazi. Ketika dia diperintahkan oleh Hitler untuk mengambil-alih komando 2. Armee pada bulan Maret 1945, dia datang ke markas sang Führer dengan "tangan kirinya secara santuy diselonjorkan di pedang kavaleri yang selalu dibawanya, sementara monokel terpasang di salah satu matanya". Von Saucken lalu memberi hormat tradisional tentara dan membungkuk sedikit. Tak terbayangkan, karena ini adalah tiga "pelanggaran berat" sekaligus: Dia sama sekali tidak memberikan salam Nazi dengan mengangkat tangannya dan meneriakkan 'Heil Hitler' (seperti yang tertera dalam peraturan resmi semenjak 20 Juli 1944), dia tidak menyerahkan senjatanya untuk disimpan saat masuk... dan dia tetap memakai monokelnya tanpa terganggu saat memberi salam pada Hitler! Ketika diberitahu oleh Hitler bahwa dia akan berada di bawah perintah dari Albert Forster yang merupakan Gauleiter (Gubernur Nazi) di Danzig, Saucken "langsung memandang Hitler di matanya... dan menghentakkan kedua tangannya dengan keras di meja marmer tempat menyimpan peta, dia menjawab 'Aku tak akan pernah menempatkan diriku, Herr Hitler, di bawah perintah dari seorang Gauleiter'. Dengan melakukan ini Saucken telah jelas-jelas menentang perintah langsung dari Hitler dan, lebih-lebih lagi, tidak memanggil pemimpin Jerman yang ditakuti itu dengan sebutan Mein Führer! Yang lebih mengejutkan lagi bagi semua yang hadir disitu, Hitler tampak pasrah pada kehendak jenderalnya yang keras kepala tapi berotak brilian ini, tidak murka seperti biasanya, dan dengan tenang membalas, "baik Saucken, pegang komando untuk dirimu sendiri". Hitler dan Saucken berpisah tanpa berjabat tangan, dan si jenderal Prusia itu meninggalkan ruangan dengan sedikit saja menggerakkan badannya ke bawah untuk membungkuk tanda hormat! Ingat beibeh, ini bukan berarti bahwa pribadinya bertipe pemberontak dan semangat tempurnya telah menurun sehingga dia tampak sangat tidak menghormati pemimpinnya sendiri. Ini adalah hasil keteguhan seorang didikan staf jenderal Prusia sejati yang memegang teguh sumpah keprajuritan. Bolehlah dia kurang hormat sama Hitler, tapi perintah Hitler diturutinya sampai akhir. Bukankah dia baru menyerah satu hari setelah semua pasukan Jerman lain menurunkan senjatanya? Bukankah dia telah mendarmabaktikan seluruh tenaga dan pikirannya untuk negaranya, sehingga anaknyapun telah menjadi "tumbal" dari perjuangannya? Bukankah semua penghargaan dan medali yang telah diraihnya menjadi pertanda dari kedahsyatannya di medan pertempuran? Tentunya Hitler tidak akan memilih Saucken kalau tahu jenderalnya ini memang selembek perkedel dan bukannya "mutu manikam" yang tak tergoyahkan badai sedahsyat apapun! Kekerasan hatinya ini tampak ketika di hari-hari akhir Perang Dunia II, saat Karl Dönitz (pengganti Hitler sebagai pemimpin Jerman) mengirimkan sebuah pesawat demi mengevakuasi jenderalnya yang berharga ini agar terhindar dari tangkapan Rusia. Lalu apa reaksi Saucken? Bukannya berterimakasih dan buru-buru naik pesawat, dia malah menolak mentah-mentah tawaran Dönitz dan lebih memilih masuk penjara Rusia yang terkenal brutal bersama dengan pasukan yang sangat dicintainya! Soviet pun tidak mampu menundukkan keteguhannya dalam bersikap. Ketika dia disuruh untuk menandatangani sebuah surat pernyataan palsu, Saucken menolak dengan keras sehingga akibatnya dia harus menerima vonis palu hakim kerja paksa selama 20 tahun, dimasukkan dalam sel terpisah, dan mendapat siksaan begitu berat sehingga harus menggunakan kursi roda di sisa akhir hidupnya!

Sumber :
https://de.metapedia.org/wiki/Saucken,_Dietrich_von

Monday, August 1, 2022

Rommel Mengunjungi 91. Luftlande-Division

Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Wilhelm Falley (Kommandeur 91. Luftlande-Division), Hauptmann Hellmuth Lang (Ordonnanzoffizier Oberbefehlshaber Heeresgruppe B ), perwira Heer tak dikenal, Generalfeldmarschall Erwin Rommel (Oberbefehlshaber Heeresgruppe B und Generalinspekteur der Küstenbefestigungen West), Hauptmann Rolf Mager (Kommandeur II.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 6), perwira Luftwaffe tak dikenal, dan Hauptmann Horst Trebes (Kommandeur III.Bataillon / Fallschirmjäger-Regiment 6). Foto ini diambil pada tanggal 17 Mei 1944 saat Rommel melakukan kunjungan ke markas 91. Luftlande-Division di Picauville, Normandia (Prancis). Tragisnya, komandan divisi ini - Jenderal Falley - tewas terbunuh di malam pendaratan Sekutu di Normandia tanggal 6 Juni 1944 saat mobil yang membawanya disergap oleh pasukan parasut Amerika dari 82nd Airborne Division! Selain Falley, tiga orang lainnya yang disebutkan namanya dalam foto ini ikut kehilangan nyawanya dalam Perang Dunia II: Trebes (29 Juli 1944), Rommel (14 Oktober 1944), dan Mager (1 Januari 1945).

Sumber :
https://www.thirdreichmedals.com/article/campaign-bands.html